Siapa itu Christian Pulisic?

spot_img

Bursa transfer Januari banyak dianggap bukan waktu yang tepat untuk mendatangkan pemain baru. Bisa jadi itu pula alasan Chelsea untuk meminjamkan Christian Pulisic sampai akhir musim di Borussia Dortmund, walau telah menebusnya dengan biaya 58 juta pounds. Masih berusia 20 tahun, siapa sebenarnya penyerang Amerika Serikat tersebut?

Cerita bermula dari pasangan Mark Pulisic dan Kelley Pulisic, dua sejoli yang bertemu melalui sepak bola di Universitas George Mason pada 1980-an. Pasangan tersebut melahirkan Christian Mate Pulisic pada 18 September 2018. Ayahnya adalah seorang mantan pemain indoor soccer dan pelatih sepak bola, sementara ibunya bermain sepak bola untuk tim universitas. Christian Pulisic seolah dilahirkan dengan bola sudah berada di kakinya.

Pada 2005, ibunya menjalani pertukaran mengajar ke Inggris. Selama setahun di negeri rumahnya sepak bola, ayah Pulisic berkesempatan meraih lisensi kepelatihan A UEFA sekaligus menemani putranya bermain sepak bola, serta mengunjungi banyak stadion megah di daratan Inggris. Pulisic yang waktu itu baru berusia tujuh tahun, mulai jatuh cinta dengan sepak bola saat memperkuat Brackley Town.

12 bulan di Inggris cukup untuk membuat Pulisic memutuskan untuk melanjutkan kariernya di sepak bola. Sepulangnya ke Amerika Serikat, ia mulai bermain di Michigan Rush saat ayahnya jadi manajer di Detroit Ignition selama setahun. Di kota ini, Pulisic untuk pertama kali merasakan kompetisi usia muda.

Sekembalinya ke Pennsylvania, orang tua Pulisic memasukkan anaknya ke PA Classic, akademi sepak bola lokal. Sejak usia 10 tahun, ia mulai terbiasa berhadapan dengan pemain yang lebih tua dengannya. Mengingat posturnya yang tak menjulang, ia mulai belajar meningkatkan kemampuan skillnya, terutama pemahaman taktik, dribel, dan kecepatan.

Selama tujuh tahun di PA Classics, ayah Pulisic terbiasa menemani anaknya berkelana ke Eropa menerima undangan trial. Ya, sejak usia belasan, Pulisic sudah mencicipi bermain di akademi Barcelona, Chelsea, Porto, PSV, hingga Villareal. Ia juga selalu masuk timnas Amerika Serikat mulai dari kelompok umur U-15 saat usianya baru 12 tahun, lantas mencetak 21 gol dalam 28 penampilan dalam dua tahun.

Hingga pada usia 15 tahun, Pulisic dirasa sudah sangat mumpuni untuk jadi pemain junior di Negeri Paman Sam. Orang tuanya memutuskan cara terbaik untuk melanjutkan perkembangannya adalah pindah ke Eropa. Keluarga tersebut semakin dimudahkan dengan realita bahwa kakek Pulisic terlahir di Kroasia, yang lantas membuat Pulisic mudah mendapatkan paspor Eropa. Tanpa paspor Eropa, bisa jadi Pulisic akan telat pindah ke Eropa dan barangkali tak akan bisa jadi pemain seperti sekarang.

Setelah bertemu dengan direktur olahraga, pelatih tim muda, dan tak lupa Jurgen Klopp, Pulisic dan Ayahnya akhirnya memutuskan ke Borussia Dortmund. Klub dengan rekam jejak pengembangan pemain muda mentereng, dan berada di negara yang amat percaya pada pembinaan pemain.

Dalam dua belas bulan pertama di Jerman, ia menuai pujian di liga junior saat mencetak enam gol dan enam assist di paruh awal 2015. Ia juga mengapteni Amerika Serikat di Piala Dunia U-17 2015.

Lalu pada 2016, semuanya berjalan serba cepat bagi Pulisic. Pada 30 Januari, ia mencatat debut di Bundesliga saat Dortmund menang 2-0 atas Ingolstadt dalam usia 17 tahun 133 hari. Pada bulan berikutnya, ia menjadi pemain Amerika termuda yang bermain di kompetisi Eropa saat menjadi pengganti di Liga Europa melawan Porto.

Ia benar-benar menjadi perhatian utama saat mencetak dua gol berturut-turut ke gawan Hamburg dan Stuttgart pada April. Ia menjadi pencetak gol termuda keempat dalam sejarah Bundesliga, dan yang termuda yang telah mencetak dua gol. Pada bulan Mei, ia menjadi pencetak gol termuda sepanjang sejarah AS saat mencetak gol melawan Bolivia.

Bermain sebagai winger, second striker, atau striker utama, Pulisic lantas mencatat lebih dari 80 penampilan bersama tim utama Dortmund hingga tahun baru 2019.

Di Chelsea, ia akan menyuntikkan kesegaran di lini depan mereka yang diisi pemain uzur macam Willian, Pedro, dan Olivier Giroud. Dengan kembali ke Inggris, ia bisa memutar kenangan saat pertama kali tiba negeri tersebut dalam usia tujuh tahun…

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru