Sering Konflik di Arab Saudi, Benzema Nggak Mau Pindah ke MU Saja?

spot_img

Enam bulan sudah Karim Benzema membela klub Liga Arab Saudi, Al-Ittihad dengan nilai gaji yang aduhai. Bergelimang harta ternyata tak membuat wak haji hidup baik-baik saja di negeri Arab.

Justru striker Prancis tersebut sering ciptakan drama konflik selama berada di klub berjersey kuning-hitam tersebut. Lantas apakah drama yang wak haji ciptakan di Arab Saudi itu menandakan ia sudah muak bermain di Liga Arab Saudi lagi?

Memilih Proyek Liga Arab Saudi

Padahal keputusan untuk menentukan masa depannya di Liga Arab Saudi dipilih sendiri oleh Benzema dengan pertimbangan matang. Dilansir ESPN, bahkan sebelum memutuskan pergi dari Bernabeu, ia sempat ditawari beberapa kali oleh manajemen Real Madrid untuk bertahan.

Agen Benzema, Djaziri bahkan sempat melakukan percakapan empat mata dengan Florentino Perez selama tiga kali pertemuan. Ya, pertemuan itu hanya untuk meyakinkan apakah Benzema sudah matang dengan keputusannya untuk pergi?

Namun apa daya, Benzema sudah bulat menerima tawaran gabung ke Liga Arab Saudi bersama Al-Ittihad, ketimbang perpanjangan kontrak selama setahun di Bernabeu. Benzema pun pamit secara baik-baik kepada El Real.

Dilansir ESPN, ketika perpisahan sederhananya di Valdebebas, Benzema juga mengungkapkan bahwa sebenarnya ia ingin mengakhiri karier di Real Madrid. Namun terkadang dalam hidupnya juga ada peluang lain.

Kesan Awal Benzema

Jelas, Benzema tak bisa menolak “peluang lain” dari Liga Arab Saudi yang menggiurkan secara fulus. Dalam wawancara kepada media Saudi Pro League, Benzema mengatakan bahwa ia ingin sekali ikut dalam bagian dari proyek pengembangan sepakbola Arab Saudi. Itulah salah satu alasan lain mengapa Benzema mau datang ke Arab Saudi.

Awalnya wak haji disambut antusias oleh publik Arab Saudi terutama fans Al-Ittihad. Dilansir Indiatimes, Benzema sangat nyaman berada di Liga Arab Saudi. Apalagi ia adalah seorang muslim. Menurut Benzema berada di dekat kota Mekah adalah hal yang damai dan luar biasa menyenangkan.

Ditambah performa di awal kedatangannya signifikan bagi Al-Ittihad. Ia makin dicintai publik Al-Ittihad ketika di enam laga awal Saudi Pro League sudah ciptakan tiga gol dan dua assist. Penampilannya di lapangan juga sangat berpengaruh bagi rekan-rekannya.

Konflik Dengan Nuno Espirito Santo

Namun romantisme awal Benzema tersebut hanya seumur jagung. Awal masalah mulai timbul pada laga melawan klub Al-Quwa Al-Jawiyah di babak grup Liga Champions Asia. Saat posisi Al-Ittihad sedang tertinggal 1-0 saat turun minum, di ruang ganti terjadilah percekcokan antara pelatih Al-Ittihad Nuno Espirito Santo dengan Benzema.

Percekcokan tersebut dikuak oleh media Arab, Al-Riyadiyah. Peraih Ballon d’Or 2022 itu disemprot Nuno karena dianggap malas. Wak haji sontak tak terima lalu berani membalas semprotan mantan pelatih Wolves tersebut. Benzema mengatakan ia tak terima kenapa hanya dirinya yang disalahkan, sedangkan pemain lainnya tidak.

Laga yang berakhir dengan kekalahan Al-Ittihad 0-2 tersebut, akhirnya menjadi mimpi buruk bagi Nuno. Karena hanya selang sehari percekcokan tersebut, pelatih yang mirip Syekh Puji itu akhirnya didepak. Usut punya usut, Benzema dianggap biang keladi dipecatnya Nuno. Dilansir Goal, Benzema bahkan punya sedikit pengaruh terhadap klub untuk menentukan nasib pelatih.

Kritikan Pedas Fans

Sudah selesai cekcoknya dengan Nuno, namun tak membuat penampilan Benzema tambah moncer di periode Desember 2023. Al Ittihad selalu kalah di Saudi Pro League bulan itu. Ditambah lagi kegagalannya di Piala Dunia Antarklub.

Maka dari itu akhirnya ia banyak dikritik. Seorang fans Al-Ittihad ketika diwawancarai RMC Sport kecewa pada Benzema sebagai kapten. Mantan pemain El Real tersebut dianggap tak memberi kesan sebagai pemimpin tim.

Koleksi 9 gol selama pergantian tahun 2024 tak membuat Benzema lepas dari kritik. Koleksinya tersebut dinilai masih jauh bila dibanding mantan pemain Fulham yang sekarang membela Al-Ahli, Aleksandar Mitrovic dengan 16 gol. Ataupun Kevin Nkoudou, mantan pemain Spurs yang sekarang bermain di Damac FC dengan 14 gol.

Seorang fans yang diwawancarai RMC Sports juga bicara keras soal koleksi gol Benzema tersebut. Ia mengatakan bahwa Benzema ibarat hanya seekor kucing. Jauh dari kata buas seperti maskot klub Al-Ittihad yakni harimau.

Benzema Menghilang

Dengan gelombang kritikan fans tersebut akhirnya emosi sang peraih Ballon d’Or 2022 itu pun memuncak. Sebagai manusia, wak haji juga punya hati. Apalagi ia adalah seorang superstar. Ketika terus dikritik, pasti pada satu titik emosinya akan terpancing.

Benar saja, setelah kolom komentar media sosialnya dipenuhi oleh komentar negatif dari para fans, ia kesal lalu menghapus salah satu akun media sosialnya yakni Instagram.

Peristiwa tersebut terjadi pasca Al-Ittihad kalah atas Al-Nassr 5-2 di Saudi Pro League. dan sepertinya akun tersebut diprediksi sudah menghilang. Namun, bukan saja akun instagramnya yang hilang, orangnya pun ternyata ikut hilang.

Ya, wak haji menghilang begitu saja dan mangkir latihan jelang laga Saudi Pro League melawan Al-Ta’ee yang rencananya akan digelar tanggal 30 Desember 2023. Dilansir Bein Sports, kabar hilangnya Benzema tersebut ternyata tanpa sepengetahuan pihak klub.

Meski sudah dihubungi beberapa kali oleh pihak klub, namun tetap tak ada jawaban. Pelatih Al-Ittihad, Marcelo Gallardo pun menjelaskan sikap Benzema tersebut mungkin karena permasalahan pribadinya dengan klub.

Win Win Solution

Hilangnya Benzema yang misterius tersebut menurut beberapa media Arab Saudi juga akhirnya membuat manajemen Al-Ittihad geram. Pihak klub makin tak respect dengan sikap Benzema. Apalagi performanya juga ternyata tak spesial seperti yang diharapkan.

Dengan kondisi yang rumit antara kedua belah pihak seperti ini, nampaknya harus segera dicarikan win-win solution-nya. Apakah jalan keluar dari Liga Arab Saudi bisa jadi solusi?

Kabar yang santer di beberapa media seperti Mirror, kini mengaitkan pada sikap Manchester United yang tiba-tiba ada angin untuk mengangkut Benzema. Menurut Mirror, Fergie di tahun 2009 lalu ketika menjual CR7 ke Real Madrid, sebenarnya ingin sekali merekrut Benzema dari Lyon. Namun apa daya keduanya diangkut El Real.

Gabung MU?

Keinginan Fergie plus keadaan Benzema yang terpuruk di Arab Saudi memperkuat rumornya yang akan bergabung dengan Manchester United. Mantan pemain MU, Louis Saha, dilansir Mirror, mengatakan, jika MU merekrut Benzema pada Januari, maka ini adalah keputusan tepat.

MU bisa saja meminjam Benzema dengan hanya menggajinya apabila kedua pihak klub menyetujui kesepakatan. Pas jika wak haji datang. Soalnya lini serang MU kebetulan masih mandul. Keberadaan Rasmus Hojlund saja ternyata tak cukup.

Gaji Benzema di Al-Ittihad memang besar yakni, 14,5 juta pounds per tahun. Namun apabila pemilik 25% saham MU yang baru, INEOS bisa mengupayakan jalan tengah nilai gaji Benzema, bisa saja transfer ini terwujud. Ditambah kalau Sancho jadi dipinjamkan, alokasi gaji MU jadi makin ada ruang.

Reuni dengan Casemiro di MU, mungkin bisa jadi penghilang penat pemain 36 tahun tersebut di dunia si kulit bundar. Daripada ia kembali lagi ke Al-Ittihad dengan sambutan yang kurang mengenakkan dari fans maupun manajemen.

Well, bergabungnya Benzema ke MU bukan hanya bisa menjadi solusi bagi United, melainkan juga bagi Karim Benzema itu sendiri. Jadi ya, transfer ini sebenarnya sangat realistis. Namun pertanyaannya, apakah ketika pindah ke MU, Benzema akan terhindar dari lingkungan toxic yang pernah ia alami di Al-Ittihad?

Sumber Referensi : beinsports, goal, indiatimes, transfermarkt, espn, eurosport, mirror, onefootball

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru