Sejarah Peluit Pada Pertandingan Sepakbola

spot_img

Peluit menjadi benda yang sering terabaikan. Dalam hal ini, bentuknya yang kecil sering tak dihiraukan oleh para penikmat sepakbola.

Meski berbentuk kecil, peluit memiliki peran penting dalam kelancaran sebuah pertandingan. Lalu, kapan dan bagaimana peluit mulai mengambil peran dalam sebuah pertandingan?

Dulu, sepakbola dimainkan tanpa adanya peraturan yang ketat. Setelah mulai diterapkannya beberapa peraturan, barulah sepakbola memakai jasa seorang wasit. Akan tetapi, wasit sering kesulitan untuk memberi tanda ketika terjadi pelanggaran.

Peluit pertama kali ditemukan pada zaman China kuno dimana mereka membuatnya dari biji pohon Ek. Namun saat itu, peluit dari biji pohon Ek hanya digunakan oleh para penjaga kota untuk memperingatkan warga saat ada serangan musuh.

Seiring perkembangannya, bahan baku pembuatan peluit pun menjadi bermacam macam, tak hanya dari kayu, melainkan dari besi ataupun plastik.

Karena keterbatasan wasit dalam memberikan tanda itu tadi, fungsi dan kegunaan peluit mulai dimanfaatkan dalam dunia sepakbola.

Benda kecil yang bisa mengeluarkan suara keras ini akhirnya mulai dipakai dalam pertandingan yang melibatkan Notthingham Forest pada tahun 1868.

Baru pada tahun 1884, warga Birmingham bernama Joseph Hudson, menemukan peluit yang lebih nyaring dan mudah dibunyikan, peluitnya itupun diberi nama “Acme Thunderer”. Jenis peluit itu bertahan sampai sekarang. Model bisa berubah, akan tetapi konstruksi dan desain dasar peluit yang dipakai sepakbola saat ini tak jauh berbeda dengan peluit yang ditemukan Hudson.

Sejak tahun 1884 itu kegunaan peluit pun makin berkembang luas. Tak hanya di sepakbola, namun peluit juga digunakan oleh polisi hingga sebagai instrument tambahan pada musik.

Karena permintaan peluit yang semakin meningkat, Hudson pun mendirikan pabrik bernama Hudson & Co di Birmingham. Tercatat, sudah 200 juta peluit yang diproduksi hingga detik ini.

Jenis-jenis peluit yang diproduksi bermacam-macam. Misalnya saja, ada Acme Thunderer Version Two di tahun 1920, Model No. 60 1/2 di tahun 1923, hingga Pro-Soccer Whistle yang menjadi peluit paling kuat.

Peluit Pro Soccer Whistle sendiri mampu menembus suara gemuruh penonton. Peluit ini diproduksi Hudson & Co pada 1988 dan sudah digunakan di Piala Dunia, Liga Champions, Piala UEFA, dan kompetisi di banyak negara.

Meski teknologi semakin maju, nyatanya peran peluit tetap tak tergantikan.

Itu membuktikan bahwa peluit tak lekang oleh waktu. Benda mungil bertenaga hebat itu tetap digunakan oleh wasit sebagai pemegang kuasa penuh atas pertandingan.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru