Sejarah Berdirinya Juventus

2 min read

Juventus menjadi salah satu klub terkuat dalam sejarah sepakbola Italia. Raihan scudetto terbanyak dan konsisten tampil di kompetisi Eropa menjadi sekelumit alasan mengapa tim berjuluk The Old Lady itu menjadi tim yang sangat layak diperhitungkan.

Inspirasi bisa datang dari mana saja. Bahkan dari sebuah bangku tempat berkumpulnya sejumlah siswa. Lebih dari satu abad yang lalu, kumpulan siswa Liceo D’Azeglio sepakat untuk membentuk sebuah grup olahraga. Setelah melalui perdebatan, akhirnya terpilih sepakbola sebagai olahraga utamanya. D’Armi Square, lapangan yang biasa menjadi arena balap kuda, menjadi markas pertama kelompok ini.

Saat itu penanggalan menunjuk pada angka 1 November 1897. Inilah yang dijadikan tanggal resmi berdirinya Juventus. Meski pada awalnya sempat terjadi perdebatan sengit mengenai nama kelompok. Ada tida usulan nama, Societa Via Fort, Societa Sportiva Massimo D’Azeglio, dan Sport Club Juventus. Akhirnya terpilih nama Juventus karena berkesan universal dan dekat dengan anak muda.

Tahun 1900, Juve bergabung dengan kompetisi sepakbola Italia. Di awal terbentuk, Juventus menggunakan kostum jersey berwarna pink dan hitam. Namun kemudian berganti menjadi warna hitam-putih seperti sekarang.

Proses perubahan kostum Juventus terbilang unik. Mulanya, saat seorang pedagang kain di Kota Turin memesan kostum pink Juventus kepada koleganya di Notingham, Inggris, mereka malah mendapat kostum dengan warna hitam strip putih. Karena sudah terlanjur, dipakailah kostum “zebra” itu. Justru karena kesalahan kostum itulah Juventus kian lekat di mata public dengan julukan I Bianconeri yang berarti si Putih-Hitam.

Tahun 1905, Juventus memenangkan kompetisi nasional untuk pertama kali. Saat itu stadion Juve adalah Velodrome Umberto I. Perpecahan sempat terjadi di tahun 1906 saat beberapa staff Juve meninggalkan klub dan membentuk klub baru yang kini dikenal sebagai FC Torino. Pertandingan keduanya disebut sebagai derby Turin atau Derby della Mole.

Periode 1906 hingga 1923 menjadi periode pahit bagi Juve. Selain kondisi internal yang bergejolak, kondisi di luar pun dalam keadaan yang sangat tidak mendukung. Chairman, Alfred Dick, meninggalkan klub, sejumlah pemain impor juga memilih hengkang. Diluar sana perang berkecamuk.

Tepat di tahun 1923, Juve diakusisi oleh pemilik FIAT, Edoardo Agnelli. Kepemilikan oleh keluarga Agnelli ini tetap bertahan hingga sekarang. Juve pun memiliki kondisi finansial yang stabil dan berkembang menjadi salah satu klub terbaik di Italia. Agnelli pula yang membawa Juventus ke markas baru mereka di Corso Marsiglia hingga tahun 1933.

Klub ini juga menjadi klub profesional pertama di Italia dengan jumlah fanbase yang tersebar di seluruh Italia. Di tahun 30an, Juve meraih 5 kali gelar juara Serie A beruntun serta menghasilkan para pemain nasional yang berperan dalam kesuksesan timnas Italia menjadi juara Piala Dunia 1934 dan 1938.

Usai era Perang Dunia II, Juventus melanjutkan dominasi di Liga Italia. Era 50an, Juve terkenal lewat trio penyerang bertalenta, yakni Giampiero Boniperti, Omar Sivori dan John Charles. Juventus lalu menjadi klub pertama yang meraih 10 gelar Serie A dan berhak meraih simbol 1 bintang di logo klub. Mereka sukses meraih double winners pertama dalam sejarah klub di tahun 1959.

Hingga tahun 80an, Juve berhasil meraih gelar scudetto ke 20 mereka. Setelah periode tersebut, kesuksesan Juve terus berlanjut. Mereka berhasil meraih dua gelar Liga Champions. Saat itu pemain legendaris seperti Paolo Rossi dan Michel Platini ikut andil dalam sejarah kesuksesan Juventus.

Setelah itu, nama-nama besar sepakbola dunia seperti Zinedine Zidane, Del Piero, Filippo Inzaghi, hingga Antonio Conte juga ikut mewarnai sejarah kesuksesan klub.

Sempat tercatut skandal calciopoli di tahun 2000an, Juve perlahan bangkit saat kembali ke Serie A. Setelah sebelumnya dipaksa turun kasta, tim yang sekarang bermarkas di Juventus Arena itu sukses menyabet gelar scudetto secara berturut-turut. Nama-nama seperti Carlos Tevez, Paul Pogba, Gonzalo Higuain, hingga Paulo Dybala menjadi kunci sukses Juventus dalam mempertahankan gelar beruntun yang mereka raih.

Hingga saat ini, Juventus menjadi salah satu kekuatan sepakbola terbesar di dunia