Peta Kekuatan Tim 16 Besar Piala Asia 2023

spot_img

Pecah! Semua pemain beserta staf kepelatihan Timnas Indonesia berhamburan dan bersorak kegirangan di lorong kamar hotel setelah mengetahui hasil laga antara Oman dan Kirgistan berakhir imbang 1-1. Gol penyeimbang Kirgistan di menit 80, membuat Indonesia dipastikan menjadi tim terakhir yang mengamankan satu tempat di babak 16 besar Piala Asia 2023.

Semua slot 16 besar sudah terisi dan para negara yang lolos mulai kembali mengencangkan ikat pinggang demi menghadapi lawan-lawan mereka. Ada yang sudah dinanti negara tetangga, ada juga yang berhasil menghindari Jepang. Lantas, bagaimana peta kekuatan tim 16 besar Piala Asia 2023? Kira-kira, siapa yang akan lolos?

Qatar vs Palestina

Timnas Qatar berhasil menjaga nama baik di hadapan publik sendiri. Mereka mengamankan satu tempat di babak 16 besar, dengan cara menyapu bersih ketiga laga penyisihan dan menjadi pemuncak klasemen Grup A Piala Asia 2023. Dengan begitu, mereka mendapat lawan yang relatif mudah, yakni Palestina yang lolos dengan jalur peringkat tiga terbaik.

Palestina wajib siaga satu saat menghadapi tim tuan rumah. The Maroon tercatat masih terlalu superior di kompetisi ini. Dari tiga laga yang sudah dimainkan, Qatar bahkan sama sekali belum pernah kebobolan. Keperkasaan Qatar di babak penyisihan juga sedikit banyak telah mengubah peta kekuatan kompetisi ini. 

Oleh karena itu, ketika bertemu dengan Palestina di babak 16 besar, peluang Qatar untuk melaju jauh kian terbuka. Lantas, apa yang harus dilakukan Palestina untuk memberikan perlawanan? Bertahan yang rapi dan batasi pergerakan Akram Afif. Dia adalah pemain paling mobile dan diandalkan oleh Tintin Martinez.

Irak vs Yordania

Irak juga jadi tim lain selain Qatar yang lolos ke babak 16 besar dengan poin sempurna. Mereka akan menghadapi wakil dari grup yang paling seru persaingan poinnya, yakni Yordania. Meski hanya lolos melalui peringkat tiga terbaik, statistik Yordania tak begitu buruk di babak penyisihan Grup E.

Yordania lolos dengan mengumpulkan empat poin dan mampu mencetak enam gol. Mereka mampu menang telak atas Malaysia dan menahan imbang Korea Selatan dengan skor 2-2. Yordania sebetulnya bisa menang atas Bahrain di laga pamungkas, tapi mereka seperti tak serius memainkan laga. Dengan statistik itu, mereka jadi pemuncak klasemen peringkat tiga terbaik. 

Pertandingan antara dua tim Timur Tengah ini diperkirakan akan berjalan menarik. Di atas kertas, Irak jelas unggul. Tapi, Yordania pasti akan bermain habis-habisan melawan negara tetangganya itu. Mereka punya peluang karena punya kemampuan menciptakan ancaman melalui serangan balik minim sentuhan tapi efektif. 

Arab Saudi vs Korea Selatan

Korea Selatan memang berhasil menghindari Jepang, dengan lolos sebagai runner-up Grup E. Namun mereka tetap bertemu pemuncak klasemen Grup F, Arab Saudi. Pertandingan ini akan jadi adu isi kepala antara Roberto Mancini dan Jurgen Klinsmann. Dua pelatih kenyang pengalaman akan saling berhadapan demi satu tempat di babak perempat final.

Kedua tim belum merasakan kekalahan. Arab Saudi mengantongi dua kemenangan dan satu hasil seri, Korsel mendapat dua hasil imbang dan satu kemenangan. Di pertandingan ini, Ksatria Taeguk unggul secara materi pemain. Mereka memiliki banyak pemain yang berkarir di Eropa. Berbanding terbalik dengan The Green Falcon yang hanya mengandalkan pemain lokal.

Meski dilatih oleh pelatih yang pernah menjuarai kompetisi sekelas EURO, permainan Arab Saudi tak begitu spesial. Mereka bahkan gagal menang melawan wakil ASEAN, Thailand. Bisa dipastikan kalau Korea Selatan akan jadi lawan yang berat buat mereka. Skuad asuhan Jurgen Klinsmann akan memanfaatkan keunggulan kualitas individu untuk membombardir Arab Saudi.

Bahrain vs Jepang

Karena Korea Selatan berada di peringkat kedua, Bahrain lah yang menghadapi Jepang. Di luar dugaan, The Blue Samurai yang digadang-gadang bakal melenggang ke babak 16 besar dengan mudah justru harus berjibaku melawan tim nasional Indonesia untuk memperebutkan peringkat kedua Grup D.

Meski begitu, Jepang diprediksi tak akan mengalami kesulitan ketika menghadapi Bahrain. Ya, meski lolos sebagai juara Grup E, Bahrain nyatanya bukan tim yang memiliki permainan bagus. Kemenangan yang diperoleh juga hanya tipis-tipis. Beda jauh dengan Jepang yang terlihat lebih terstruktur dan memiliki skema serangan yang bervariasi.

Jepang juga berangkat ke babak 16 besar dengan status tim paling produktif karena sudah mencetak delapan gol di fase grup. Jika harus menyebutkan siapa pemain yang harus diwaspadai oleh Bahrain, mungkin ada Takefusa Kubo dan Ayase Ueda. Tapi, alangkah baiknya Bahrain waspadai semua pemain Jepang. Karena kelemahan mereka hanya berada di penjaga gawang.

Indonesia vs Australia

Tak cuma Irak, Indonesia juga akan menghadapi negara tetangga, yakni Australia. Lolos sebagai posisi buncit di klasemen peringkat tiga terbaik membuat skuad racikan Shin Tae-yong harus menghadapi salah satu calon juara Piala Asia. Sebagai pemuncak klasemen Grup B, The Socceroos belum terkalahkan.

Jackson Irvine cs tengah mengincar gelar kedua di ajang Piala Asia kali ini. Namun, Indonesia tak akan membiarkan semua itu terjadi begitu saja. Secara teknik dan pengalaman, mungkin Indonesia sedikit tertinggal, tapi Dewi Fortuna sedang berpihak pada Skuad Garuda. Apa pun bisa terjadi di Jasim bin Hamad Stadium nanti.

Indonesia dan Australia punya kelemahan yang sama. Tanpa merendahkan Dandy Sulistiawan, kedua tim memang tidak memiliki striker tajam di kompetisi ini. Semua gol Indonesia diciptakan oleh gelandang dan bek, begitupun Australia yang cukup bergantung pada sang kapten yang berposisi sebagai gelandang. Jadi, pandai-pandai mengatur siasat saja.

Thailand vs Uzbekistan

Meski sedang dilanda berbagai permasalahan internal dan tampil tanpa skuad terbaik, Thailand dengan mengejutkan lolos sebagai runner up Grup F. Tim Gajah Perang jadi tim Asia Tenggara pertama yang lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023. Mereka akan menghadapi runner-up Grup B, Uzbekistan.

Skuad asuhan Srecko Katanec cukup diperhitungkan di kompetisi empat tahunan ini. Meski tak diperkuat oleh Eldor Shomurodov, Uzbekistan mampu jadi tim yang tak terkalahkan di babak penyisihan grup. Tapi Thailand juga demikian. Mereka mengantongi dua hasil imbang dan satu kemenangan.

Thailand sudah belasan tahun menjadi tonggak kekuatan sepakbola Asia Tenggara. Oleh karena itu, laga ini diperkirakan akan berjalan ketat. Meski dalam dua pertemuan terakhir Thailand selalu kalah, kali ini mereka pasti akan memberikan perlawanan yang berarti.

Iran vs Suriah

Pertandingan selanjutnya antara Iran dan Suriah. Secara materi pemain dan kualitas permainan, Suriah jauh di bawah Iran. Skuad asuhan Amir Ghalenoei datang sebagai kandidat kuat peraih trofi Piala Asia 2023. Berbanding terbalik dengan Suriah yang baru sekali merasakan atmosfer 16 besar.

Iran yang sudah kenyang pengalaman di fase gugur Piala Asia tak akan menemui kendala saat menghadapi tim sekelas Suriah. Dalam sepuluh pertemuan terakhir, Sardar Azmoun cs belum pernah kalah dari Suriah. Namun, Iran tak boleh lengah. Suriah kali ini dipimpin oleh pelatih kawakan, Hector Cuper.

Pelatih asal Argentina ini tercatat pernah melatih beberapa tim top Eropa macam Real Betis, Valencia, Parma, hingga Inter Milan. Di level internasional Cuper juga pernah menangani Mesir, Georgia, dan Uzbekistan. Jika Iran lengah, bukan tidak mungkin pasukan Cuper akan jadi ancaman serius bagi Iran.

Tajikistan vs UAE

Selain Suriah dan Indonesia, ada Tajikistan yang juga mencetak sejarah untuk pertama kali lolos ke babak 16 besar Piala Asia. Menariknya, Tajikistan bukan lolos melalui peringkat tiga terbaik, melainkan sebagai runner-up Grup A menemani Qatar. Setelah itu, tim yang dilatih oleh mantan pelatih PSM Makassar, yakni Petar Segrt langsung jadi sorotan.

Menang atas Lebanon dan menahan imbang China jadi suatu prestasi yang luar biasa bagi Tajikistan. Sialnya, mereka sudah dinanti oleh Uni Emirates Arab di babak 16 besar. Di edisi kali ini, UAE tak begitu diperhitungkan. Namun, secara permainan mereka cukup enak untuk ditonton. UAE berani untuk bermain terbuka.

Skema tersebut memang membuat UAE jadi tim bermental menyerang. Tapi, jadi sering kebobolan. Paulo Bento tampaknya belum bisa mengatasi masalah transisi dalam permainan UAE. Itu bisa dimanfaatkan oleh Tajikistan untuk memberikan shock therapy melalui serangan balik kilat.

Sumber: CNN Indonesia, The Guardian, SI, Al Jazeera

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru