Perjalanan Sensasional Serbia Lolos ke Pertama Kalinya ke EURO

spot_img

Kualifikasi Piala Eropa alias EURO belum sepenuhnya tuntas. Masih ada fase playoff bagi negara-negara yang tidak sanggup lolos melalui babak kualifikasi utama. Namun begitu, dari sini saja sudah ada kejutan yang muncul. Sejauh ini hampir seluruh tim yang sudah lolos ke EURO 2024 adalah tim-tim yang sebelumnya pernah bermain di EURO.

Walaupun tidak semuanya langganan. Akan tetapi ada tim yang di EURO 2024 nanti akan menjadi gelaran EURO pertama bagi mereka. Salah satunya adalah Timnas Serbia. Lho, bukankah Timnas Serbia pernah lolos ke EURO?

Kelolosan Timnas Serbia

Timnas Serbia menjadi tim ke-16 yang memastikan diri lolos ke EURO 2024. Kepastian itu didapatkan usai Serbia bermain seri di laga terakhir kualifikasi EURO 2024 Grup G kontra Bulgaria dengan skor 2-2. Hasil ini membuat Serbia lolos ke Jerman setelah finis di posisi kedua Grup G.

Tim berjuluk Orlovi sukses mengumpulkan 14 poin. Buah dari empat kali menang, dua hasil seri, dan menelan dua kekalahan dalam delapan laga di Grup G. Terpaut empat poin dari Timnas Hungaria yang memuncaki klasemen.

Di EURO 2024, Serbia tergabung di Grup C. Di sana tim kuat Inggris menanti. Serbia juga akan bertemu negara Skandinavia terkecil, Denmark dan timnas yang juga masih saudaraan dengan mereka, Slovenia.

Pernah Bermain Bukan dengan Nama Serbia

Dalam sejarahnya, tim nasional yang diperkuat Dusan Vlahovic ini tidak pernah bermain di EURO sejak menjadi negara pecahan Republik Federal Yugoslavia. Tapi pada EURO 2000 silam, tim ini berpartisipasi. Hanya saja waktu itu masih bernama Republik Federal Yugoslavia.

Namun, bukan berarti waktu itu belum ada negara lain yang sudah merdeka dari Yugoslavia. Kroasia yang memerdekakan diri dari Yugoslavia pada 1991 saat itu sudah membentuk tim nasional. Vatreni saat itu bergabung dengan Yugoslavia di babak kualifikasi EURO 2000.

Yugoslavia lolos dan di putaran final bertemu dengan tim-tim seperti Spanyol, Norwegia, dan negara bekas mereka sendiri, Slovenia. Di EURO 2000, Yugoslavia melaju ke perempat final. Namun, di babak delapan besar, tim yang diperkuat Dejan Stankovic, Savo Milosevic, Slavisa Jokanovic, hingga Sinisa Mihajlovic dibekuk tuan rumah Belanda 6-1.

Berdirinya Serbia

Yugoslavia kemudian berganti menjadi Serbia and Montenegro. Namun pada 2006, Montenegro berpisah dengan Serbia. Otomatis Montenegro dan Serbia berdiri menjadi dua negara yang berbeda. Saat berdiri sendiri, Serbia tidak perlu mencari pengakuan lagi dari UEFA maupun dari FIFA.

Timnas Serbia dianggap merupakan penerus dari Yugoslavia. Sayangnya, sejak berdiri sendiri, Timnas Serbia justru mengalami pasang surut, terutama di ajang EURO. Tim yang berjuluk The Eagles ini tidak pernah lolos dari babak kualifikasi. Padahal pada tahun 2008, Timnas Serbia boleh dibilang mulai memasuki masa keemasan mereka.

Hal itu ditandai dengan lahirnya para pemain hebat seperti Branislav Ivanovic, Milos Krasic, hingga Nikola Zigic. Namun, Serbia gagal di empat edisi: tahun 2008, 2012, 2016, dan 2020. Mereka baru akan mencicipi EURO sebagai negara yang merdeka pada edisi 2024 mendatang.

Meskipun kesulitan lolos ke EURO, tapi Timnas Serbia hampir tidak pernah absen di ajang Piala Dunia. Satu-satunya Piala Dunia yang di sana tidak ada Serbia hanyalah edisi tahun 2014. Mereka selalu lolos di edisi 2010, 2018, dan 2022 dengan nama Serbia. Walaupun yah, Serbia selalu kandas di fase grup.

Kendati demikian, nama-nama beken lahir dari Timnas Serbia. Berani bertaruh, kamu pasti mengenal nama-nama pemain seperti Branislav Ivanovic, Aleksandar Kolarov, Neven Subotic, hingga Dejan Stankovic.

Keseriusan Mengurus Sepak bola Sejak Dini

Serbia yang minim prestasi tidak lantas dianggap sebagai negara yang tidak memperhatikan sepak bola. Dengan jumlah penduduk 7,1 juta jiwa, Serbia melahirkan tak sedikit talenta-talenta muda. Namun, bubarnya Yugoslavia dan berdirinya Serbia awalnya justru bikin rakyat Serbia tidak tertarik lagi pada sepak bola.

Alih-alih sepak bola, anak muda di Serbia memilih untuk bermain tenis, bola voli, maupun bola basket. Di titik itulah, Federasi Sepak bola Serbia merespons dengan kampanye nasional, “My School, My Team”. Federasi Sepak bola Serbia atau FSS kembali memperkenalkan sepak bola untuk anak-anak di sekolah dasar.

Perlahan tapi pasti, dari sana bocah-bocah bertalenta mulai lahir. Sepak bola Serbia lalu makin berkembang setelah pada tahun 2007, mereka menjalin kerja sama dengan Federasi Sepak bola Spanyol (RFEF). Tujuannya untuk menggelar pertandingan-pertandingan persahabatan tim muda secara rutin dan program pertukaran tim medis maupun wasit.

Hasilnya, The House of Football di Stara Pazova pun berdiri pada tahun 2011. Ini adalah fasilitas sepak bola yang, meski tidak terlalu mewah, tapi cukup dengan konsep ultra-modern. Di sana ada gedung olahraga, tujuh lapangan, serta hotel. Kompleks olahraga ini selalu digunakan oleh Timnas Serbia, mulai dari tim U-11.

Perkembangan Pemain Muda

Bagi negara yang bersentuhan dengan konflik di tengah Perang Dunia I dan II seperti Serbia, kehadiran kompleks latihan seperti panen raya yang dinantikan petani Rembang. Selama bertahun-tahun anak-anak yang lahir era 1995-1997 hanya bisa bermain sepak bola di jalanan, di halaman sekolah, di lapangan-lapangan dan ruang publik mana pun.

Rata-rata bocah-bocah di Serbia baru mengenal sepak bola di usia delapan tahun. Itu pun saat masuk akademi. Proyek “My School, My Club” tadi pada akhirnya menunjang hal-hal semacam ini. Serbia berhasil membuka pendidikan untuk sekitar 600 ribu anak sekolah dasar yang dilayani oleh sekitar 3.500 sekolah.

Demi mendukung sepak bola dari lingkup sekolah, FSS juga memberikan program tambahan serta menyuplai peralatan-peralatan olahraga. Dan tentu saja menyediakan kegiatan ekstrakurikuler sepak bola. Karena program ini, Serbia bisa melahirkan pemain muda yang bisa bersaing di kancah dunia.

Mereka membuktikannya dengan meraih gelar Piala Dunia U-20 untuk pertama kalinya setelah merdeka. Trofi tersebut diraih di New Zealand pada 2015. Alumni ajang tersebut hari ini menjadi pilar Timnas Serbia. Sebutlah pemain seperti Vanja Milinkovic-Savic, Nemanja Maksimovic,  hingga Sergej Milinkovic-Savic.

Klubnya Pencetak Pemain Berkualitas

Para pemain Timnas Serbia tidak hanya lahir dari program tersebut. Klub-klub yang berasal dari sini juga melahirkan pemain hebat. Misalnya, Red Star Belgrade dan FK Partizan Belgrade. Kehadiran dua tim itu menyulap Kota Belgrade menjadi tempat pengembangan pemain muda.

Melalui Partizan Youth School yang terkenal jago membentuk kepribadian pemain untuk meningkatkan semangat olahraga dan loyalitas. Sekitar 400 anak-anak diklasifikasikan berdasarkan kelompok usia: U-17. U-16, U-15, dan U-14. Sedangkan untuk U-13 dan U-12 akan bersaing di tingkat Asosiasi Sepak bola khusus Kota Belgrade.

Dari Belgrade pula lahir bibit-bibit unggul. Nemanja Matic, Nemanja Vidic, Aleksandar Kolarov, Dusan Vlahovic, hingga Aleksandar Mitrovic adalah contohnya. Setelah tidak lagi di Belgrade, entah itu di Partizan maupun Red Star, para pemain tadi menjemput kariernya sendiri di belahan Eropa lainnya.

Akademi Pelatih

Selain mengembangkan pemain, Serbia juga serius menciptakan pelatih hebat. FSS, saat masih satu bendera dengan Montenegro pada Oktober 2002 mendirikan akademi kepelatihan. Ini merupakan pendidikan pelatih yang diperuntukkan bagi para calon pelatih dari segala usia.

Setelah memisahkan diri dari Montenegro, akademi ini lebih fokus ke pengembangan pelatih di Serbia saja. Ada tiga lisensi yang dikeluarkan dari sini, yaitu lisensi “A”, “B”, dan “Pro”. Lisensi “B” bisa digunakan untuk melatih tim muda. Lisensi “A” bisa melatih tim senior di sepak bola amatir. Dan Lisensi “Pro” bisa dipakai di level profesional.

Para instrukturnya didatangkan dari negara lain, seperti Ceko, Italia, Spanyol, hingga Rusia dan Bulgaria. Murid-murid akademi pelatih juga bisa menyerap ilmu dari para pelatih beken seperti Marcello Lippi, Roberto Mancini, Alberto Zaccheroni, hingga Walter Zenga.

Disamping hal-hal taktik dan teknis, dimensi ilmu lain seperti psikologi, sains, kedokteran olahraga, dan komputer juga dipelajari. Suksesnya akademi pelatih, wajar kalau Serbia jarang dilatih oleh pelatih asing. Hanya Dick Advocaat pelatih asing terakhir yang melatih Timnas Serbia pada 2014. Hari ini mereka dilatih oleh Dragan Stojkovic, mantan pemain Serbia di Piala Dunia 2010.

Kekuatan Serbia

Di EURO 2024, Serbia dipastikan hadir dengan kekuatan baru. Bersama Dragan Stojkovic, Serbia bermain lewat skema 3-4-2-1 dengan Aleksandar Mitrovic dipakai sebagai ujung tombak. Namun, di lain waktu skema tersebut akan berubah menjadi 3-5-2. Mitrovic akan berduet dengan Dusan Vlahovic di lini depan.

Dari segi historis, Serbia sering mengandalkan fisik ketimbang teknis. Tapi di tangan Stojkovic, dengan kekayaan materi pemain yang dimiliki, ia mengutamakan keseimbangan antarlini. Hal itu bisa berjalan karena Serbia punya pemain seperti Sasa Lukic, Nemanja Gudelj, Dusan Tadic, maupun Sergej Milinkovic-Savic.

Lewat serangan cepat, pola bertahan dan menekan yang mirip sepak bola Jerman, Serbia tampil percaya diri. Apalagi untuk transisinya ditopang dua full-back eksplosif dalam diri Filip Kostic maupun Andrija Zivkovic. Selain mengantarkan ke EURO 2024, Stojkovic juga membawa Serbia naik ke Liga A atau kasta tertinggi di UEFA Nations League.

Serbia akhirnya menuai apa yang mereka tanam. Perjuangan untuk mengembangkan sepak bola, dari pemain dan pelatih akhirnya membawa “Si Elang” ke kancah Eropa. Melunasi “utang” mereka tampil di EURO. Tinggal akan sejauh mana Serbia melaju di EURO 2024 mendatang.

https://youtu.be/cH2PksbPWkY

Sumber: DailyMail, FotbolGrad, TFA, UEFA, AboutTheGame

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru