Pemain Paling Underrated di Premier League Musim 2023/24

spot_img

Banyak pemain di Premier League 2023/24 yang mendapatkan pujian karena publik menyoroti performa apiknya di lapangan. Misalnya saja Erling Haaland yang mampu mengobrak-abrik Premier League melalui gol-golnya. Atau Allison yang piawai menghalau sepakan lawan.

Namun, pemain-pemain macam mereka udah kenyang pujian. Di luar nama-nama besar itu, masih banyak pemain yang justru diremehkan, tetapi tampil apik sepanjang paruh pertama Premier League musim 2023/24. 

Pemain-pemain model gini biasanya malah tak mendapat spotlite. Padahal mereka juga layak mendapatkan apresiasi lebih seperti pemain-pemain lain. Penasaran siapa saja pemain yang dimaksud? Check this out!

Dominic Solanke

Dominik Solanke jadi pemain pertama yang masuk dalam daftar ini. Setelah hengkang dari Liverpool pada tahun 2019, namanya mulai jarang terdengar. Dalam beberapa musim terakhir, Solanke dikenal sebagai striker tim gurem karena cuma jago di Championship aja. Tapi musim ini jadi musim yang berbeda bagi penyerang berkebangsaan Inggris itu.

Dominic Solanke bak terlahir kembali bersama Bournemouth. Ia sudah mencetak delapan gol dari 16 pertandingan Liga Inggris. Pemain berusia 26 tahun itu bahkan mampu mencetak gol ke gawang tim-tim papan atas macam Manchester United, Newcastle United, hingga Aston Villa. Meski begitu, tak ada media-media besar yang menyorotinya. Pamornya kalah dengan rekan senegaranya, Ollie Watkins yang juga sedang moncer bersama Aston Villa.

Melihat apa yang sudah ditorehkan oleh Solanke musim ini, dirinya layak mendapatkan apresiasi lebih dari para pecinta sepakbola Inggris. Jika Solanke terus konsisten mencetak gol, bukan tidak mungkin Solanke akan mendapatkan perhatian dari Gareth Southgate dan menembus skuad utama Timnas Inggris.

Bernd Leno

Selanjutnya ada mantan pemain Arsenal, Bernd Leno. Mungkin statusnya hanya kiper buangan dari Arsenal, tapi ketika kalian melihat aksinya di bawah mistar Fulham, Leno masih layak mendapat apresiasi setinggi-tingginya. Leno bahkan jadi salah satu alasan mengapa Fulham bisa bertahan di papan tengah Liga Inggris musim 2023/24.

Sebetulnya, performa apik Bernd Leno sudah terlihat sejak musim lalu. Namun, lagi-lagi sorotan media tak tertuju padanya. Itu karena tim yang dibela adalah Fulham. Tim papan tengah yang keberadaanya kerap terabaikan. Fyi aja nih, Leno adalah salah satu pemain paling konsisten di skuad asuhan Marco Silva

Leno mempunyai kapasitas yang luar biasa dalam menjaga pertahanan. Itu dibuktikan dengan torehan 73 penyelamatan dari 99 tembakan yang dihadapi. Jadi, tingkat kesuksesannya berada di angka 74,7%. Statistik itu hanya kalah dari Alisson Becker dan Andre Onana.

Kai Havertz

Kepindahan Kai Havertz dari Chelsea ke Arsenal sempat dipermasalahkan. Sang pemain bahkan dicap pengkhianat karena bergabung ke tim rival. Fans Chelsea kian mengolok-olok Havertz ketika sang pemain tak kunjung menunjukan performa apik di awal musim 2023/24 bersama Meriam London.

Tapi setelah beberapa bulan, tampaknya Havertz berhasil membuktikan kalau haters-nya terlalu dini menyimpulkan. Dengan perlahan namun pasti, Havertz yang awalnya terbuli, akhirnya bisa membuktikan kalau Arsenal tak pernah salah membayar mahal untuknya. Ia bahkan jadi pemain terbaik Arsenal untuk bulan November.

Setelah enam pekan tanpa mencetak gol dan assist, Havertz mulai konsisten berkontribusi untuk Arsenal di pekan ketujuh. Peningkatan performa Havertz bahkan dapat sanjungan dari Dimitar Berbatov. Menurut legenda Manchester United itu, Havertz bisa jadi pemain paling penting bagi Arsenal. Pergerakannya lambat, tapi ia mempelajari permainan lawan. Berba bahkan tak segan menyamakan Havertz dengan dirinya di masa muda.

Ross Barkley

Ross Barkley juga layak masuk dalam daftar ini. Pemain berkebangsaan Inggris ini dianggap sudah habis lantaran dirinya sudah tak bisa bersaing di skuad utama Chelsea. Bahkan di Inggris pamornya sudah turun sehingga harus berkarir di Prancis bersama OGC Nice.

Musim ini Barkley dengan berani kembali ke Premier League setelah mengiyakan tawaran Luton Town. Hanya bermain di tim promosi, Barkley tak mendapat sorotan yang berarti. Transfernya juga tak ramai dibicarakan. Tapi kontribusinya lebih dari yang bisa dibayangkan.

Di Luton, Barkley menunjukan kalau dirinya belum habis. Ia bak terlahir kembali sebagai jenderal lapangan tengah bersama Luton. Di bawah asuhan Rob Edward, pergerakan Barkley terlihat lebih efisien. Kemampuan meloloskan diri dari pressing lawan pun masih cukup bagus. Ia mencatatkan 2,2 progressive carries per laga dengan tingkat kesuksesan mencapai 82%.

Cole Palmer

Selanjutnya ada pemain baru Chelsea, Cole Palmer. Manchester City wajib nyesel membuang pemain yang satu ini. Meski sudah beberapa kali menembus skuad utama, Palmer masih dianggap tak cukup apik untuk bermain di skuad utama Pep Guardiola. Oleh karena itu, di deadline day bursa transfer musim panas kemarin, City memilih mendatangkan Jeremy Doku dan melepas Palmer ke Chelsea.

Ketika semua orang tahu kalau Chelsea adalah klub baru Palmer, banyak yang beranggapan kalau sang pemain akan bernasib sama dengan pemain-pemain lain yang karirnya meredup usai berpisah dengan City. Namun, Palmer justru membuktikan sebaliknya.

Palmer terus membaik setiap pekannya. Pemain berkebangsaan Inggris itu bahkan didapuk menjadi penendang penalti utama bagi Chelsea. Bersama Raheem Sterling, kini Palmer jadi pemain paling berpengaruh di skuad Mauricio Pochettino. Palmer kian jadi perbincangan usai menyumbangkan 1 gol kala Chelsea berhasil menahan imbang City dengan skor 4-4.

Hwang Hee-chan

Hwang Hee-chan juga termasuk salah satu pemain paling underrated di Premier League musim ini. Sebetulnya, tanpa melihat latar belakang sang pemain bermain di klub mana, lumrah apabila pemain dari Benua Asia dipandang sebelah mata. Apalagi jika dirinya bermain di Liga Inggris.

Begitu pun yang dirasakan oleh Hwang. Pemain berkebangsaan Korea Selatan ini memang datang ke Inggris bukan dengan status pemain bintang atau pindahan dari klub-klub elit macam Real Madrid atau PSG. Lagi pula tim yang menampungnya hanyalah Wolverhampton Wanderers.

Namun, sejak tiba di Molineux Stadium, Hwang menjelma sekrup penting bagi Wolves. Musim ini ia membangun koneksi yang luar biasa dengan Pedro Neto. Hwang kini sudah berkontribusi 11 gol dari 18 pertandingan Wolves di semua kompetisi.

Fabian Schar

Terakhir ada pemain bertahan Newcastle United, Fabian Schar. Pemain berkebangsaan Swiss ini sebetulnya sudah menunjukan performa apik sejak awal musim 2023/24. Namun, kegemilangannya tertutup oleh Kieran Trippier. Kapten Newcastle itu sangat menyita perhatian lantaran kontribusinya yang sangat luar biasa baik dalam menyerang maupun bertahan.

Di sisi lain, Schar yang tak rajin mencetak assist seperti Trippier akhirnya tak mendapat perhatian berlebih dari penikmat sepakbola. Peran dan kontribusinya terhadap tim mulai terlihat setelah Sven Botman cedera. Schar seketika mengambil peran Botman sebagai tembok terakhir di depan Nick Pope. 

Hingga akhir Desember, Fabian Schar sudah mencatatkan tujuh clean sheet, membuat 5,8 ball recovery dan memenangkan 2,5 duel udara per game. Praktis catatan seperti ini tak pernah jadi sorotan karena itu bukan sebuah assist atau gol.

Sumber: Goal, The Analyst, Tbrfootball, Transfermarkt

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru