Pemain Keturunan Timnas Indonesia U-17 yang Bakal KEJUTKAN Piala Dunia U-17

spot_img

Timnas Indonesia U-17 sebentar lagi akan mengarungi Piala Dunia U-17. Sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia tergabung dengan Grup A bersama Maroko, Panama, dan Ekuador. Demi meraih hasil maksimal, Timnas Indonesia U-17 mulai berbenah mempersiapkan diri.

Dalam skuad Garuda Muda asuhan Bima Sakti Tukiman dihiasi oleh banyak talenta-talenta muda terbaik. Selain pemain lokal seperti Iqbal Gwijangge, Arkhan Kaka, sampai Kafiatur Rizky, pasukan Bima Sakti juga akan diisi oleh para pemain keturunan.

Sebagian pemain keturunan yang bergabung ke skuad Bima Sakti adalah pemain Grade A. Malahan ada pemain yang punya darah Jerman dan sudah terbiasa bermain di Eropa. Mereka juga ikut dalam rombongan Timnas Indonesia U-17 yang menggelar pemusatan latihan di Jerman. Siapa saja pemain tersebut?

Welber Jardim

Welberlieskott De Halim Jardim menjadi salah satu pemain diaspora yang tergabung skuad Bima Sakti. Bocah yang dikenal dengan nama Welber Jardim itu termasuk pemain Grade A. Sang pemain dipanggil untuk melakoni uji coba melawan Barcelona Juvenil A dan Kashima Antler.

Pemain yang membela raksasa Brasil, Sao Paulo itu mempunyai darah Indonesia dari sang ibu. Sementara bakat sepak bolanya mengalir dari sang ayah, Jesus Jardim yang berasal dari Brasil. Namun, Welber Jardim bukanlah pemain yang lahir di luar negeri.

Pemain berusia 16 tahun itu lahir di Indonesia, tepatnya di Banjarmasin. Meski orang Brasil, sang ayah ternyata merupakan mantan pemain Persiba Balikpapan. Jadi, wajar kalau ia lahir di Indonesia. Pemain yang berposisi bek kanan ini memulai kariernya di Brasil, yakni dengan bergabung ke Palmeiras Junior pada 2014.

Lalu, pada 2019, ia pindah ke klubnya Neymar, Santos. Sampai akhirnya kini bermain untuk Sao Paulo U-17. Pemain yang juga piawai bermain futsal itu telah meraih banyak trofi. Selain Gothia Cup, ia juga meraih Copa Criciuma U-17 bersama Sao Paulo.

Chow Yun Damanik

Saat dihubungi Timnas Indonesia U-17, Chow Yun Damanik bercerita kalau ibu dan neneknya menangis mendengar kabar itu. Ibunya yang orang Medan itu bahagia mendengar anaknya akan bergabung ke Timnas Indonesia. Chow Yun sebetulnya adalah pemain yang lahir di Lausanne, Swiss.

Namun, ayah dan ibunya bukanlah orang Swiss. Ayah Chow Yun berasal dari Pantai Gading. Keluarga Chow Yun memang tinggal di Swiss, maka dari itu ia juga memulai kariernya di sana. Ia bergabung dengan FC Lausanne Sport U-17. Saat mendapat tawaran untuk membela Timnas Indonesia U-17 yang akan berlaga di Piala Dunia U-17, Chow Yun mengaku senang sekali.

Keluarganya juga mendukung penuh keputusannya untuk bergabung dengan skuad Bima Sakti. Chow Yun diproyeksikan akan menjadi motor serangan Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia nanti. Ia yang sudah bergabung di pemusatan latihan di Jerman bahkan telah menunjukkan kualitasnya. Di laga debutnya melawan FC Koln pada 21 Oktober 2023 lalu, Chow Yun langsung mencetak gol.

Ji Da-Bin

Skuad Bima Sakti juga akan dihiasi oleh pemain berdarah Korea Selatan-Indonesia. Ia adalah Ji Da-Bin. Da-Bin sebenarnya lahir di Depok, Jawa Barat. Ia memang diketahui memiliki garis keturunan Korea Selatan dari sang ayah. Da-Bin tidak memperkuat tim dari Korea Selatan maupun tim profesional di Indonesia.

Karier Da-Bin dimulai dari ASIOP Apacinti FC, sebuah klub sepak bola besutan Akademi Sepak bola Intinusa Olah Prima. Tim ini berkompetisi di Liga 3 zona DKI Jakarta. Keberadaan Da-Bin sebetulnya sudah terlacak sejak Piala AFF U-16 lalu. Da-Bin adalah sosok versatile.

Ia bisa bermain sebagai penyerang, sayap, maupun gelandang. Da-Bin dikabarkan juga pernah mendalami ilmu sepak bolanya di Son Football Academy, akademi sepak bola miliki bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-Min, saat usianya sembilan tahun. Namun, Da-Bin memilih bersama ASIOP Apacinti dan tinggal di Indonesia.

Da-Bin memang berusaha untuk bisa menembus Timnas Indonesia U-17. Sebab ia sadar itu tidak gampang. Yah, akhirnya Da-Bin dipanggil oleh Bima Sakti. Ia juga ikut berangkat ke Jerman untuk pemusatan latihan. Selama membela Timnas Indonesia U-17, Da-Bin sudah mencetak satu gol dari tiga laga yang sudah dilakoni.

Maouri Yves

Maouri Yves adalah pemain keturunan Indonesia-Prancis yang dipanggil oleh Bima Sakti untuk mengikuti pemusatan latihan di Jerman. Pemuda bernama lengkap Maouri Ananda Yves Ramli Simon itu memiliki garis keturunan Prancis dari sang ayah. Namun, Maouri lahir di Indonesia.

Ia lahir di Denpasar, Bali. Maouri juga bergabung dengan Bali United U-18. Selain itu, Maouri juga tercatat pernah memperkuat tim U-16 di ajang Elite Pro Academy. Posisinya adalah sayap dan gelandang serang.

Penampilan Maouri bersama Bali United terbilang sangat impresif. Pemain keturunan Prancis ini mengantarkan Bali United juara di ajang International Football Championship tahun 2022 di Bali. Ia juga turut mencetak dua gol saat Bali United U-16 melibas tim Filipina, Apuesto FA dengan skor 15-0 di ajang tersebut.

Amar Rayhan Brkic

Amar Rayhan Brkic juga kabarnya akan memperkuat Timnas Indonesia U-17. Ia bahkan mengikuti serangkaian pemusatan latihan di Jerman beberapa hari lalu. Rayhan sejatinya pemain yang lahir di Frankfurt, Jerman. Ayahnya adalah seorang dokter berkebangsaan Jerman keturunan Bosnia. Nah, darah Indonesia mengalir dari ibunya.

Mengutip laporan Jawa Pos, ibu Rayhan memiliki kewarganegaraan Indonesia yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Ia yang lahir di Jerman jelas memulai kariernya di sana. Awalnya, Rayhan bergabung dengan SG Red-White Frankfurt Youth, kemudian bergabung ke klub Offenbach Youth.

Pada tahun 2022, Rayhan kemudian bergabung ke tim muda Hoffenheim. Sampai hari ini ia masih berstatus pemain Hoffenheim U-17. Rayhan sebenarnya baru bergabung ke Timnas Indonesia U-17 pada 8 Oktober 2023. Namun, ia langsung nyetel dengan permainan dan latihan tim.

Ia juga mengaku senang bisa bergabung dengan Timnas Indonesia. Bima Sakti sendiri sudah menurunkan sang pemain dua kali, yakni saat menghadapi Mainz U-19 dan SV Meppen U-17 dan mencetak satu gol saat melawan SV Meppen. Kala Timnas Indonesia selesai menjalani pemusatan latihan di Jerman dan bertolak ke Indonesia, Rayhan tidak ikut.

Namun, itu bukan berarti pemain kelahiran Jerman itu tidak akan memperkuat tim nasional. Rayhan tidak ikut ke Indonesia karena ia masih harus membela Hoffenheim U-17 yang berlaga di Bundesliga U-17. Musim ini sang pemain sudah mencetak dua gol dalam tujuh laga di kompetisi itu. Well, soal apakah ia akan bermain di Piala Dunia U-17 menunggu keputusan PSSI.

Pemain Lainnya

Selain nama-nama tadi, sebetulnya masih ada opsi lagi apabila Timnas Indonesia U-17 ingin menambah pemain keturunan. Misalnya, ada nama Julian Oerip yang memperkuat AZ Alkmaar U-18. Ia memiliki darah Indonesia dari sang kakek. Namun, ia ditengarai hanya memiliki paspor Belanda.

Oerip juga pernah memperkuat Timnas Belanda di level kelompok umur. Jika Timnas Indonesia ingin memakai jasanya, harus melewati naturalisasi terlebih dahulu yang prosesnya cukup rumit.

Selain itu, ada Gabriel Han Witthoft King. Pemuda yang memperkuat tim muda Tottenham Hotspur itu dikabarkan memiliki darah Indonesia dari sang ayah. Tapi masih belum tahu apakah ia bisa bergabung dengan Timnas Indonesia U-17 atau tidak.

Sumber: OkezoneBola, Bolanet, OneFootball, Libero, BolaSport, JawaPos, OkezoneBola

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru