Mengenal Vissel Kobe, Klub Liga Jepang yang Menampung Mantan Bintang Barcelona

  • Whatsapp
Mengenal Vissel Kobe, Klub Liga Jepang yang Menampung Mantan Bintang Barcelona
Mengenal Vissel Kobe, Klub Liga Jepang yang Menampung Mantan Bintang Barcelona

Selama beberapa tahun terakhir, klub Liga Jepang Vissel Kobe nyaris selalu berhasil menghebohkan bursa transfer pemain. Hal itu disebabkan oleh langkah transfer mereka yang merekrut mantan bintang top Eropa, khususnya mantan penggawa FC Barcelona.

Terbaru, di bursa transfer kemarin, Vissel Kobe berhasil mendapat jasa Bojan Krkic, mantan anak ajaib La Masia yang dulu digadang-gadang bakal menjadi bintang masa depan Barcelona. Bergabungnya Bojan membuat skuad Vissel Kobe makin kental dengan aroma Blaugrana. Sebelum Bojan datang, dalam skuad Vissel Kobe sudah ada Sergi Samper, Thomas Vermaelen, dan Andres Iniesta yang merupakan mantan pilar Barcelona.

Ada dugaan bahwa Vissel Kobe punya jalinan kerjasama yang kuat dengan FC Barcelona. Benarkah demikian? Namun sebelum menguliknya lebih jauh, ada baiknya kita mengulas sedikit tentang sejarah Vissel Kobe.

Sejarah Singkat Vissel Kobe

Vissel Kobe awalnya didirikan pada 1966 dengan nama Mizushima Soccer Club. Klub tersebut merupakan tim sepak bola semi-profesional yang dimiliki perusahaan Kawasaki Steel yang berbasis di Kota Kurashiki, Prefektur Okayama. Klub tersebut baru memakai nama Vissel Kobe di musim kompetisi 1995 setelah pindah homebase ke kota Kobe, Prefektur Hyogo.

Nama Vissel sendiri merupakan gabungan dari kata “Victory” yang berarti kemenangan dan “Vessel” yang berarti kapal. Kata tersebut dipilih sebagai bentuk pengakuan terhadap sejarah kota Kobe yang merupakan kota pelabuhan internasional. Adapun ‘Ushi’ dipilih sebagai nama julukan klub. Ushi atau sapi juga identik dengan kota Kobe. Selain jadi julukan, sapi juga jadi maskot klub.

Setelah berjuang selama beberapa musim di Japan Football League yang merupakan kompetisi kasta kedua sepak bola Jepang, Vissel Kobe akhirnya dapat promosi ke J1.League untuk pertama kalinya di musim 1997.

Pada awal kariernya di liga kasta tertinggi Jepang, Vissel Kobe bukanlah tim yang hebat, mereka justru tergolong tim medioker dan kerap berkutat di zona degradasi. Manajemen yang buruk dan ketidakmampuan menarik sponsor jadi salah satu sebabnya. Hal tersebut juga berdampak terhadap kondisi keuangan klub yang terancam bangkrut pada 2003.

Harapan sempat membuncah kala Crimson Group mengakuisisi Vissel Kobe pada awal 2004. Crimson Group sendiri merupakan perusahaan induk dari Rakuten yang dimiliki oleh Hiroshi Mikitani, orang asli Kobe. Di bawah kepemilikan Crimson Group, Vissel mengganti warna seragam tim dari garis hitam putih menjadi merah tua.

Selain itu, pemain asing mulai didatangkan. Pemain asing pertama yang didatangkan sang pemilik baru adalah Ilhan Mansiz, mantan pemain timnas Turki di Piala Dunia 2002. Sayangnya, langkah tersebut tidak mengubah citra Vissel Kobe sebagai tim medioker. Pada akhir musim 2005, mereka terdegradasi ke J2.

Selama dimiliki Crimson Group, Vissel Kobe tercatat 2 kali terdegradasi ke J2. Setelah tahun 2005, mereka kembali merasakan pahitnya turun kasta pada musim 2012. Tak lama setelah promosi kembali ke J1 pada 2014, Rakuten Group membeli seluruh saham Crimson Group yang membuat mereka mengambil alih kepemilikan Vissel Kobe.

Dibeli Rakuten, Vissel Kobe Mulai Unjuk Gigi

Rakuten sendiri dimiliki oleh Hiroshi Mikitani. Berbasis di Tokyo, Rakuten adalah salah satu perusahaan e-commerce dan retail online terbesar di Jepang. Selain itu, Rakuten juga punya bisnis di bidang travel, pengiriman makanan, layanan internet, advertising, hingga FinTech.

Di bawah kepemilikan penuh dari Rakuten itulah perlahan Vissel Kobe berbenah. Dengan dana yang melimpah, pemain bintang mulai berdatangan. Tak tanggung-tanggung, mereka mendatangkan pemain bintang yang berasal dari Eropa dan pemain Jepang yang sebelumnya berkarier di Eropa.

Dimulai dengan kedatangan Lukas Podolski pada tahun 2017. Di saat yang bersamaan, Vissel Kobe juga merekrut Mike Havenaar. Dia adalah mantan pemain timnas Jepang yang didatangkan dari klub Eredivisie, ADO Den Haag. Hasilnya, Vissel Kobe mulai dapat merangsek ke 10 besar J1.League dan mulai dapat berbicara banyak di ajang Emperor’s Cup.

Setahun berselang, Vissel Kobe mengguncang bursa transfer dengan mendatangkan mantan bintang Barcelona dan timnas Spanyol, Andres Iniesta. Transfer tersebut lantas jadi buah bibir. Iniesta yang kala itu sudah berusia 34 tahun dinilai masih layak untuk bermain di Eropa.

Selain itu, meski didatangkan dengan status bebas transfer, gaji Iniesta saat itu masih tergolong mahal, apalagi untuk ukuran klub-klub Jepang. Konon katanya, selama berseragam Vissel Kobe, Andres Iniesta mendapat gaji 5 kali lipat dari penghasilannya saat bermain untuk Barcelona. Usut punya usut, Rakuten sebagai pemilik sekaligus sponsor utama bagi Vissel Kobe dan Barcelona disebut sebagai pihak yang menggaji langsung Iniesta.

Kedatangan Iniesta ke Vissel Kobe seolah jadi pembuka jalan bagi mantan pemain bintang Eropa lainnya, khusunya mereka yang punya ikatan dengan FC Barcelona. Tak lama setelah mendatangkan Iniesta, Vissel Kobe kembali merekrut mantan penggawa Barcelona, yakni David Villa yang didatangkan dari New York City FC. Di musim 2019, Vissel kembali menambah aroma Barcelona dalam skuadnya usai berhasil mendatangkan Sergi Samper dan Thomas Vermaelen.

Dengan deretan mantan pemain Barcelona tersebut plus Lukas Podolski dalam skuadnya, Vissel Kobe berhasil meraih trofi pertamanya sepanjang sejarah. Pada gelaran Emperor’s Cup 2019, Vissel Kobe yang berjumpa dengan Kashima Antlers di partai final berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. Trofi Emperor’s Cup 2019 jadi gelar besar pertama yang diraih Vissel Kobe sejak mereka berdiri pada 1966.

Vissel Kobe berhasil menambah raihan trofinya di ajang Piala Super Jepang 2020. Berjumpa dengan juara bertahan J1 League Yokohama F. Marinos, Andres Iniesta dkk. berhasil menang lewat adu penalti. Gelar juara Emperor’s Cup 2019 dan Piala Super Jepang 2020 jadi bukti bahwa investasi Vissel Kobe kepada mantan bintang Barcelona tidaklah percuma.

Hubungan Rakuten, Vissel Kobe, dan Barcelona

Ada 2 hal yang menyebabkan Vissel Kobe mudah menggaet mantan pemain Barcelona. Yang pertama adalah profil sang pemilik. Pendiri, presiden, dan CEO Rakuten, Hiroshi Mikitani adalah seorang yang gila bola. Maka tak heran bila ia berani menggelontorkan banyak dana untuk tim sepak bola yang ia miliki.

Selain itu, sang presiden diketahui merupakan sahabat dari Gerard Pique. Keduanya juga diketahui mendirikan bersama sebuah perusahaan dan grup investasi bernama Kosmos Holding pada 2017 silam. Terbaru, perusahaan tersebut membeli hak siar Ligue 1 di Spanyol.

Selain karena faktor tersebut, penyebab seringnya Vissel Kobe merekrut mantan pemain Barca tak lepas dari hubungan antara Vissel Kobe dan FC Barcelona itu sendiri. Vissel Kobe dimilki oleh Rakuten, sementara Barca disponsori langsung oleh perusahaan e-commerce tersebut.

Rakuten secara resmi mensponsori Barcelona mulai musim 2017/2018 hingga 4 musim kedepan. Kontrak kerjasama tersebut diperkirakan bernilai 55 juta euro permusim. Artinya, Barca bakal menerima uang sponsor sebesar 220 juta euro dari kerja samanya dengan Rakuten.

Kerja sama itulah yang membuka jalan bagi mantan pemain Barca untuk berkarier di Vissel Kobe, tim yang dimiliki oleh Rakuten. Konon kabarnya, masuknya Rakuten sebagai sponsor utama Barca juga tak lepas dari jasa Pique.

Dampak Positif Kehadiran Mantan Pemain Barca ke Vissel Kobe

Terbaru, Vissel Kobe kembali menambah kental aroma Barcelona dalam skuadnya setelah sukses mendatangkan Bojan Krkic. Bojan sendiri didatangkan secara gratis usai sempat menganggur pasca kontraknya habis di Montreal Impact.

Selain mendatangkan Bojan Krkic, Vissel Kobe juga mendatangkan 2 striker timnas Jepang yang sebelumnya berkarier di Eropa. Mereka adalah Yuya Osako yang dibeli dari Werder Bremen dan Yoshinori Muto yang dibeli dari Newcastle United. Ketiganya diprediksi bakal menjadi andalan lini depan Vissel Kobe asuhan Atsuhiro Miura.

Walaupun terkesan bergantung kepada pemain asing, tidak berarti Vissel Kobe melupakan pemain lokalnya. Yang ada, hadirnya para mantan pemain bintang Eropa tersebut justru berdampak positif kepada para pemain lokal, khususnya pemain muda yang menghuni skuad Vissel Kobe.

Bukti teranyarnya dapat dilihat dari sosok Kyogo Furuhashi. Striker Jepang berusia 26 tahun itu kini tengah jadi buah bibir di Eropa. Baru dibeli di bursa transfer musim panas ini, Furuhashi langsung jadi idola baru pendukung Glasgow Celtic. Dalam 9 penampilan pertamanya, ia sudah berhasil mencetak 7 gol.

Kyogo Furuhashi dibeli Celtic dari Vissel Kobe. Ia sendiri mengaku bahwa keputusannya pindah ke Eropa adalah berkat dukungan senior-seniornya di Vissel Kobe, salah satunya Andres Iniesta dan David Villa.

Furuhashi juga mengaku bahwa hadirnya pemain asing dalam skuad Vissel Kobe justru membentuk mentalitasnya. Meski sempat merasa kesulitan bersaing, ia mengaku banyak belajar dari mereka.

Itulah profil dari Vissel Kobe. Walaupun mereka terlihat seperti tempat penampungan bagi mantan bintang Barcelona, tetapi tujuan utama Vissel Kobe tetaplah mendulang prestasi, bukan hanya ingin mendulang popularitas dari ketenaran mantan pemain Barca.

***
Sumber Referensi: ESPN, Goal 1, Goal 2, Rakuten, Libero, Vissel Kobe.

Pos terkait