Mengapa Piala Liga Prancis Dihapus, Sedangkan Piala Liga Inggris Tidak?

spot_img

Selain di Inggris yang punya turnamen Piala Liga atau Carabao Cup yang kemarin itu menangkan oleh Manchester United, di Prancis juga ada. Disamping kompetisi liga domestik, Prancis juga mempunyai Piala Liga atau Coupe de Ligue dan Piala Prancis atau Coupe de France.

Namun, khusus Coupe de Ligue sekarang sudah tidak digelar lagi. Ini menarik. Sebab di Inggris masih digelar Piala Liga, tapi mengapa di Prancis, Piala Liga atau Coupe de Ligue justru dihilangkan? Apa alasan yang melatarbelakangi tidak digelarnya kompetisi itu? Sejak kapan kompetisi tersebut lenyap?

Awal Mula Coupe de Ligue

Di Prancis, Coupe de Ligue adalah salah satu kompetisi yang diselenggarakan oleh Federasi Sepakbola Liga Prancis (LFP), selain tentu juga ada turnamen Coupe de France.

Coupe de Ligue ini diikuti seluruh klub di beberapa divisi liga di Prancis, baik itu profesional maupun amatir. Sama deh formatnya seperti Piala Liga di Inggris. Nah sebagai hadiahnya, selain beberapa nominal fulus, juga termasuk tiket lolos ke kompetisi Eropa yakni UEFA cup atau Europa League.

Awal mula terbentuknya kompetisi ini dilatarbelakangi oleh desakan dari klub-klub kecil terhadap ketidakadilan sistem turnamen Coupe de France. Sistem tandang-kandang selalu menguntungkan tim besar.

Jika hanya dalam satu leg saja dan klub kecil bisa menjadi tuan rumah, ada kesempatan besar klub-klub kecil itu akan meraih keuntungan. Maka dengan desakan tersebut, Presiden LFP, Noel Le Graet mengetok palu untuk pembentukan kompetisi baru yang dimulai edisi perdanannya pada musim 1994/95.

Pentingnya Piala Liga Prancis

Memang seberapa pentingnya Coupe de Ligue itu bagi tim-tim di Prancis? Ya, tentu sebagai ajang untuk unjuk gigi tim-tim medioker. Selain itu, diharapkan juga kejutan-kejutan dari tim-tim dari divisi bawah yang bisa mengalahkan tim dari divisi teratas.

Bumbu persaingan yang menarik untuk ditonton dari kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai sorotan media dan meningkatnya hak siar. Apalagi yang menjadi juara di kompetisi itu akan langsung mendapatkan tiket ke Eropa. Siapa klub yang tak mau hadiah instan tersebut?

Selain itu, terbuktilah buah keadilan dengan format satu laga. Tak sedikit tim kecil selalu mengais asa untuk ambil bagian memenangkan trofi yang satu ini. Buktinya banyak klub-klub yang kini dianggap semenjana pernah menjuarai kompetisi ini. RC Lens, FC Metz, RC Strasbourg, AS Nancy Lorraine, FC Sochaux, sampai klub yang ketika itu berada di Ligue 2 FC Gueugnon pernah merebut juara di kompetisi ini.

PSG Tersukses

Namun tak dipungkiri ada kalanya kompetisi ini dikuasai oleh klub-klub besar, seperti Paris Saint-Germain. PSG sejak membuka keran gelar pada edisi pertama 1994/95, total sudah mengoleksi sembilan gelar kompetisi ini. Sejak berada di bawah ketiak Qatar, PSG makin mendominasi kompetisi ini. Tentu saja supaya melengkapi keperkasaan mereka di Prancis. Kompetisi ini acap kali dijadikan pelampiasan PSG ketika gagal meraih Liga Champions.

Dengan itu, aroma persaingan musim demi musimnya mulai berkurang. Bagaimana tak berkurang coba? Le Parisiens selalu mendominasi di final Coupe de Ligue dari tahun 2014 hingga 2018. Bayangkan, selama lima musim juaranya hanya PSG. Maka Coupe de Ligue pun tak ada bedanya lagi dengan Coupe de France. Nilai-nilai persaingan, pemerataan, serta keseruan kompetisi makin lama makin berkurang.

Alasan Kenapa Coupe de Ligue Dihapuskan

Nah, dengan perkembangan yang terjadi, evaluasi demi evaluasi akhirnya dilakukan LFP. Tepat pada 2019, ketika adanya isu pembaharuan format Liga Champions mulai 2024 dari UEFA, para dewan direksi LFP akhirnya membuat pertemuan.

Mereka menemukan solusi untuk sementara Coupe de Ligue dihentikan per 2020 sampai waktu yang tak ditentukan. Alasan yang dikemukakan LFP seperti banyak dimuat di beberapa media, yang pertama adalah karena dampak kepadatan jadwal mengingat akan adanya format baru UEFA di Liga Champions.

Namun tak hanya itu alasannya. Tak dipungkiri padatnya jadwal hanyalah didominasi oleh tim-tim besar saja, bukanlah tim kecil yang tak ikut kompetisi Eropa. Usut punya usut, dari beberapa yang dikuak media, alasan berikutnya adalah masalah kontrak sponsor dan hak siar.

Dengan terjadinya penurunan kualitas kompetisi, membuat Coupe de Ligue makin tak diminati publik. Bagaimana mau bergengsi yang nonton saja jarang? Atas dasar itulah tak sedikit pihak sponsor maupun pembeli hak siar mundur menandatangani kontrak dengan kompetisi ini.

Akhirnya dilansir The Sun, LFP secara transparan mengemukakan bahwa kegagalan kesepakatan dengan pihak sponsor dan pihak penyiaran dari tahun 2020 hingga 2024 adalah salah satu penyebab lainnya kenapa Coupe de Ligue dihapus.

Pro Kontra Tim Besar vs Tim Kecil

Secara formal mungkin kompetisi ini telah dihapus, tapi respons publik tetap beragam. Keberagaman itu bahkan memunculkan pro dan kontra dari pendukung tim besar dan tim kecil. Pendukung Olympique Lyon misalnya, mereka sangat mendukung penghapusan Coupe de Ligue. Bagi pendukung Lyon, antusias pergi ke stadion maupun menonton Coupe de Ligue mulai berkurang.

Di sisi lain, barisan pendukung mantan timnya N’Golo Kante, Caen sejatinya tidak senang Coupe de Ligue dihapus. Bagi mereka, ajang tersebut bisa menjadi tempat menunjukkan kekuatan tim-tim kecil. Sebab dengan begitu nilai tim dan pemain akan naik, dan klub akan mendapat pemasukan tambahan. Karena sudah dihapus, kesempatan untuk itu ikutan lenyap.

UEFA Menuntut Piala Liga Inggris Meniru

Jika melihat sikap pro dan kontra ketika Coupe de Ligue dihapuskan, para fans yang kontra juga berkaca pada masih berlangsungnya Piala Liga di negara lain yakni Inggris. Kenapa di Prancis dihapus, sedangkan di Inggris tidak? Apakah di Inggris juga bisa dihapus?

Faktanya memang berbeda, UEFA sendiri sempat melontarkan pernyataan ketika Coupe de Ligue dihapuskan. Mereka mengapresiasi LFP juga sekaligus memperingatkan kepada Piala Liga Inggris untuk segera meniru langkah penghapusan Coupe de Ligue.

Namun apakah semudah itu menghentikan kompetisi yang masih banyak peminatnya? Dari segi daya tawar dan keuntungan yang didapat, Piala Liga Inggris masih sangat memungkinkan untuk terus digelar.

Jadi, beda kasusnya dengan Coupe de Ligue. Kalau di Coupe de Ligue dikuasai PSG, kalau di Piala Liga Inggris meski Manchester City sempat mendominasi, toh tim besar lainnya juga ngebet tiap musimnya untuk mendapatkan piala yang katanya piala “Chiki” atau piala “Mickey Mouse” itu.

Sumber Referensi : squawqa, heartoffootball, thesun, getfootballnews

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru