Membandingkan Moyes, Van Gaal, dan Mourinho: Tiga Pelatih Gagal Manchester United

spot_img

Manchester United berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Berbagai perubahan yang dilakukan sejak Sir Alex Ferguson pensiun tak membuahkan hasil sebagaimana mestinya. Butuh perubahan masif, dari dimulai dari manajemen.

Ketiadaan perencanaan yang berkelanjutan sungguh terasa dampaknya di Old Trafford. Memang mudah melabeli suatu pelatih telah gagal berhubung semua yang dicapai Sir Alex. Realitanya, United berjalan di tempat sejak menunjuk David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho.

David Moyes menerima skuad yang persis sama dengan peninggalan musim terakhir Sir Alex. Pertanyaannya, mengapa manajemen mau menunjuk Moyes, yang gaya bermainnya di Everton jauh berbeda dengan apa yang disuguhkan Sir Alex?

Pihak klub pada akhirnya mempertahankan semua pilar senior. Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Patrice Evra, Ryan Giggs, dan Wayne Rooney masih ada. Namun, pendekatan Moyes tidak pernah cukup baik untuk klub sebesar Unites, yang menunjukkan kegagalan awal klub dalam merencanakan masa depan. Para pemain terlalu takut, siapa pun musuh mereka.

Moyes pun dipecat setelah pihak klub menyadari ia tak akan menampilkan sepak bola indah nan prestatif bagi penggemar.

Di bawah Louis van Gaal, fans tentu mengharap sepak bola atraktif. Mereka memang mendapatkannya, tapi obsesi Van Gaal akan penguasaan bola malah membuat United tampil lambat dan tumpul. Terlalu banyak umpan menyamping. Perintah terinci dari pelatih berjuluk Tulip Besi membuat pemain tampil tanpa kebebasan dan terlihat kaku di sepertiga akhir lapangan. Para pemain seolah terikat oleh rantai ketika menyerang dan membawa bola.

Tentu saja, kecenderungan menguasai bola secara berlebih membuat tim lawan tak sanggup mendekati gawang United. Gaya Van Gaal memang tidak melulu indah, tapi banyak kebijakannya dianggap sangat cocok dengan apa yang seharusnya United lakukan. Kepercayaan kepada pemain muda, misalnya. Di bawah Van Gaal lah Marcus Rashford, Jesse Lingard, Paddy McNair, Tyler Blackett, Donald Love, Guillermo Varela, dan Timothy Fosu Mensah merasakan debut. Ia juga berani merekrut talenta hijau semacam Anthony Martial atau Luke Shaw.

Ia lebih memilih mengembangkan para pemain muda ketimbang mengeluh banyak didera cedera. Di luar lapangan, ia juga berani menghadapi pers, persis seperti Sir Alex. Namun, pada akhirnya, ia dipecat karena United tak kunjung tampil tajam. Terlalu banyak imbang tanpa gol. Keputusan ini tepat seandainya United tak menunjuk pengganti bernama Jose Mourinho.

Pelatih Portugal tersebut punya profil yang berlawanan dengan personifikasi manajer ideal bagi United. Mourinho gagal menemukan pola yang tepat, walau berada di klub lebih lama daripada Moyes dan Van Gaal.

Masalah yang terjadi saat ini bukan hanya bahwa Mourinho gagal mengoptimalkan potensi pemain. Di bawah Mou, tak ada pemain yang naik level. Jesse Lingard tampil baik pada musim lalu, tetapi tak sanggup mengulanginya musim ini. Rashford tampil bagus bagi Inggris di Nations League, tapi melempem di klub. Lukaku rutin cetak gol bersama Belgia, tapi terus di-bully fans karena tidak konsisten. Paul Pogba memenangi Piala Dunia, tapi di United, ia malah sibuk berkelahi dengan Mou.

Dari sisi perekrutan pemain, Mourinho merupakan yang paling boros. Ia menghabiskan lebih dari 400 juta pounds. Bandingkan dengan Moyes, yang kurang beruntung ditunjuk tepat setelah Sir Alex pensiun, momen ketika para pemain takut boyongan ke Manchester. Ia hanya merekrut tiga pemain: Fellaini, Varela, dan Juan Mata. Fellaini dan Mata terbukti jadi andalan Mou di kemudian hari.

Sementara itu, Van Gaal mungkin kurang beruntung di bursa transfer. Ia mendatangkan Angel di Maria, tapi sang pemain tak betah. Falcao juga cuma semusim di United. Daley Blind, meski tampil bagus untuknya, tak sanggup bermain begitu Mou masuk. Morgan Schneiderlin dan Bastian Schweinsteiger tak sanggup menggusur Michael Carrick yang akan pensiun. Memphis Depay juga dianggap rekrutan sia-sia.

Namun tetap saja, ia punya peninggalan berupa Ander Herrera, Luke Shaw, dan Marcos Rojo, serta sejumlah pemain muda seperti Marcus Rashford dan Anthony Martial.

Jose Mourinho bisa apa? Ia terus mengeluh meski sudah menghabiskan lebih 400 juta pounds. Ia juga sering menonjolkan prestasinya di masa lalu.

Ia jelas bukan arsitek yang tepat jika United serius membangun fondasi kesuksesan.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru