Maurizio Sarri: Kisah Pegawai Bank Yang Jadi Pelatih Ternama

spot_img

Maurizio Sarri mulai dikenal publik saat berhasil membawa Empoli promosi ke Serie A. Dan tepat pada 11 Juni 2015, dirinya menggantikan posisi Rafael Benitez di kursi kepelatihan Napoli. Di klub barunya itu, Sarri membawa beberapa pemain favoritnya seperti Mirko Valdifiori dan Elseid Hysaj.

Bersama Napoli, pelatih bertangan dingin ini menjelma menjadi salah satu juru taktik terhebat. Dirinya sukses menampilkan permainan atraktif. Ia juga dikenal sebagai pelatih dengan segudang strategi yang bisa diterapkannya dalam sebuah pertandingan.

Maurizio Sarri lahir pada 10 Januari 1959 di Napoli, Italia. Ia tumbuh di lingkungan Figline Valdarno yang terletak di provinsi Florence. Sarri merupakan bocah yang giat belajar. Ia selalu fokus dengan pendidikannya dan sesekali mengisi waktu dengan bermain bola.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Sarri masuk ke Banca Monte dei Paschi. Sebuah bank yang terletak di daerah Tuscany, Italia. Sembari bekerja sebagai pegawai bank, Sarri pernah beberapa kali bermain untuk sepak bola amatir.

Setelah beberapa saat berlalu, Sarri mulai melatih beberapa klub amatir. Namun ia masih bekerja sebagai pegawai bank. Pagi hari ia isi dengan bekerja di bank, sementara sore dan malam harinya, ia isi dengan melatih tim sepak bola amatir.

Memulai melatih pada tahun 1990, Sarri sudah beberapa kali menangani tim amatir, diantaranya Stia, Faellese, Cavriglia, Antella, Valdema, dan Tegoleto. Hingga tepat pada tahun 2000, Sarri mulai melatih AC Sansovino yang bermain di divisi keenam Liga Italia.

Kala itu, Sarri berjanji, jika dirinya berhasil membawa AC sansovino juara, ia akan meninggalkan pekerjaannya sebagai bankir. Karena sudah memiliki pengalaman dengan beberapa klub yang pernah ditanganinya, Sarri memiliki manajemen yang sangat baik.

Di tahun pertamanya, Sarri berhasil menyumbangkan gelar bagi Sansovino. Sesuai janjinya, ia keluar dari bank dan mengabdikan seluruh hidupnya kepada sepak bola.

Saat melatih Sansovino, Sarri mendapat julukan “Tuan 33”. Hal itu dikarenakan dia memaksa para pemainnya untuk berlatih 33 skema bola mati yang berbeda.

Setelah berhasil membawa Sansovino juara, Sarri sempat memberi kejutan kala melatih Pescara. Dirinya berhasil membawa timnya itu menuntaskan pelawanan AC Milan di ajang Coppa Italia. Sejak saat itu, nama Sarri mulai diperhitungkan.

Kemudian yang paling mencolok adalah ketika ia sukses membawa Empoli promosi ke Serie A pada musim 2014/15. Semusim berselang dia mendapatkan tawaran dari Napoli untuk menggantikan Rafael Benitez setelah membuat Empoli bertahan di Serie A.

Setelah resmi menginjakkan kaki di San Paolo, Sarri banyak mendapat hinaan. Dirinya diragukan oleh banyak penggemar. Bahkan, legenda Napoli, Diego Maradona juga sangat meragukan kemampuan Sarri.

“Kita tidak akan menjadi pemenang dengannya (Sarri),”

“Aku ingin Benitez bertahan. Sarri orang baik, tetapi dia tidak cukup bagus untuk Napoli.”

Akan tetapi, keraguannya perlahan luntur. Sarri mulai beradaptasi dan mampu menjadikan Napoli sebagai tim yang patut diperhitungkan. Bahkan, beberapa kali ia menjadikan Napoli sebagai pesaing kuat Juventus yang mendominasi italia selama beberapa tahun.

Sarri berhasil membuat Napoli lebih gagah dari musim-musim sebelumnya. Ia mengembalikan Napoli ke jajaran top liga Italia. Pada musim perdananya, Sarri bahkan membuat Napoli mampu memiliki permainan atraktif, dan membawanya finis di urutan kedua. Setelah itu, lolos ke Liga Champions Eropa merupakan hal yang biasa.

Meski gagal mempersembahkan gelar Serie A bagi Napoli, Sarri tetap dipandang sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. Hal tersebut juga nampaknya disepakati oleh pelatih legendaris, Arrigo Sacchi. Dirinya berujar,

“Saat kalian melihat tim asuhan Sarri bermain, kalian bisa tahu bagaimana cara mereka berlatih,”

“Dia (Sarri) benar-benar jenius. Saat aku masih menjadi direktur teknik timnas Italia usia muda, aku selalu melihat para pemain muda di Serie B, dan aku langsung terkesan saat melihat Sarri melatih di Empoli. Dia benar-benar menjaga para pemain dan para pemain itu mampu memahaminya.”

Setelah puas berpetualang bersama Napoli, Sarri melanjutkan perjalanannya ke London untuk melatih Chelsea. Dirinya menjadi pelatih Italia keenam yang menangani Chelsea setelah Gianluca Vialli, Claudio Ranieri, Carlo Ancelotti, Roberto Di Matteo dan Antonio Conte.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru