Masa Kelam Depay dan Alasan Mengapa Ia Tolak Nama Depay Di Punggungnya

spot_img

Memphis Depay merupakan salah satu talenta terbaik asal Belanda. Memiliki kecepatan dan tendangan akurat, Depay sering membuat repot pertahanan lawan.

Depay lahir pada 13 Februari 1994 di Moordrecht, sekitar 20 kilometer di luar Rotterdam, dari pasangan Dennis Depay dan Cora Schensema.

Tempat dimana ia lahir termasuk lingkungan yang tak cukup ramah. Daerah ia tinggali adalah tempat para imigran dari luar Belanda. Mengisi waktu luang, Depay mulai menunjukkan kegemarannya bermain bola.

Bakat Depay mulai terlihat saat menimba ilmu di akademi sepak bola Sparta Rotterdam. Ketika itu usianya masih sembilan tahun. Sejak kecil, ia dikenal berkat kemampuannya dalam mencetak gol.

Namun karakter keras yang dimiliki membuat Depay menjadi pribadi yang egois dan tak disiplin.

Ia lebih sering bermain secara individu dibanding harus mengoper bola ke rekan setimnya. Wouden, pelatih akademi Sparta Rotterdam, sampai dibuat pusing oleh tingkah Depay. Akan tetapi, ia punya cara sendiri untuk mengubah sikap si kecil bengal.

“Aku mencoba mendisiplinkan dia. Awalnya kami bertengkar. Dia ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa bertindak seenaknya,”

“Aku lantas mengatakan, ‘kamu tidak bisa melakukan itu, kawan kecil’,” kata Wouden seperti dikutip Daily Mail.

Hasilnya, Wouden bisa sedikit merubah karakter Depay.

Menurut beberapa sumber, ada beberapa hal yang melandasi karakter pemain asal Belanda tersebut.

Depay yang merupakan anak dari seorang ayah keturunan Ghana harus menerima kenyataan pahit saat usianya baru menginjak empat tahun.

Kedua orang tuanya berpisah karena sang ayah meninggalkan ibunya begitu saja. Orang tuanya sempat dikabarkan bertengkar hebat hingga terdengar teriakan kesakitan dari sang ibu.

Depay pun tinggal bersama ibunya. Beberapa saat kemudian, sang ibu menjalin hubungan dengan pria lain yang mana sudah memiliki anak. Penderitaan Depay berlanjut. Bukannya mendapat kasih sayang, Depay kecil justru dikucilkan, ia sering ditindas oleh saudara tirinya.

Saudara tirinya mengaku cemburu dengan Depay yang pandai bermain bola dan mampu menghasilkan uang.

Meski mejalani masa-masa sulit, Depay terus fokus bermain bola. Hingga pada akhirnya, ia dikontrak oleh PSV Eindhoven pada 2011.

Saat itu, ada hal yang mencuri perhatian media. Yakni, tentang pergantian nama punggung nya dari ‘Depay’ menuju ‘Memphis’.

Pada awal kedatangannya di Eindhoven, Depay masih menggunakan nama belakang sang ayah di kostumnya. Namun, dia mengganti nama kostum “Depay” menjadi “Memphis” satu musim berselang dan berlanjut ketika membela Manchester United.

Menurut laporan media-media Belanda, keputusan itu adalah bentuk “hukuman” terhadap sang ayah. Depay junior disebut ingin menghapus memori tentang Dennis, yang dianggap tak bertanggung jawab.

Seperti diceritakan bahwa ayahnya pergi begitu saja saat usianya baru menginjak empat tahun.

Rasa sakit hati ternyata melatarbalakangi keputusan pemain berusia 24 tahun tersebut.

“Alasannya adalah sesuatu yang telah menjadi bagian dari cerita hidupku,” kata Depay seperti dikutip dari The Independent.

Mengetahui hal tersebut, ayah Depay merasa terpukul dan menyesal karena telah hilang dari masa pertumbuhan sang anak dalam waktu yang lama.

Karena pengalaman buruknya itu, Depay juga menuangkannya dalam bentuk seni lukis tubuh.

Di belakang punggung nya, ada sebuah tatto bergambar singa. Depay menyebut bahwa tato itu sangat mewakilkan kisah hidupnya. Masa sulit dan kelam di waktu kecil tertumpah jelas ke sosok singa tersebut.

“Aku selalu merasa bahwa aku dibesarkan dihutan. Aku berada ditempat yang tak ramah dan melalui berbagai masa sulit,”

“Singa itu melambangkan kisah hidupku. Yang berarti tetap tegar meski menghadapi berbagai rintangan.”

Sebagai bentuk pelampiasan, Depay kerap tampil dengan barang-barang mewah. Dirinya memiliki mobil Royce Phantom Drophead Coupe seharga empat miliyar, mansion yang ia sewa dari Micah Richards di Cheshire, serta mansion miliknya sendiri seharga 21 miliyar di Eindhoven.

Akan tetapi, kebiasaannya itu sempat mendapat kritik dari berbagai pihak, tak terkecuali Ryan Giggs. Sebagai legenda Manchester United, Giggs merasa Depay terlalu berlebihan.

Depay yang saat itu masih berseragam Manchester United dinilai tak disiplin dan dianggap tak fokus pada sepak bola.

Sempat gagal di Manchester United, Depay kembali terlahir bersama Lyon. Kini, pemain asal Belanda itu kembali menemukan performa terbaiknya.

Dibalik kisah kelamnya sewaktu kecil, Depay terus melaju menghadapi berbagai rintangan yang menghadang.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru