Kerja Keras Marteen Paes Demi Membela Timnas Indonesia

spot_img

Ada sosok yang mengenakan jas rapi plus kopiah hitam, tapi bukan pejabat yang sedang dilantik, melainkan Maarten Paes yang sedang mengucap sumpah WNI. Usai melantangkan janji suci di Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, pemain keturunan Indonesia-Belanda itu resmi mengantongi status Warga Negara Indonesia (WNI).

Fans tim nasional pun meramaikan postingan PSSI. Mereka bangga memiliki Paes. Tapi mengapa harus Paes? Padahal kiper keturunan lain juga banyak. Sebelum kita jawab pertanyaan itu, kalian bisa subscribe dan nyalakan lonceng lebih dulu agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven Story. 

Siapa Maarten Paes?

Maarten Paes sebetulnya sudah menjadi sorotan publik Tanah Air sejak akhir tahun lalu, seiring gencarnya gelombang naturalisasi. Lantas, siapa sebenarnya pemain yang memiliki nama lengkap Maarten Vincent Paes itu? Paes lahir di Nijmegen, Belanda, 14 Mei 1998. Kini, dirinya berada di usia matang, yakni 25 tahun. 

Meski lahir dan besar di Belanda, setelah ditelusuri ternyata Paes memiliki darah Indonesia dari neneknya. Pada zaman Hindia Belanda, nenek Paes berasal dari Pare, atau yang kini dikenal sebagai Kediri. Paes jadi kiper keturunan kedua setelah Cyrus Margono.

Maarten Paes menjadi kiper sejak masih kecil. Semua yang dicapainya sekarang berawal dari Paes yang bergabung dengan akademi VV Union kemudian berlanjut ke NEC Nijmegen pada 2012. Bersama Nijmegen, kerja keras Paes membuahkan hasil saat dirinya menembus skuad utama pada usia 18 tahun.

Akselerasi yang begitu cepat membuat beberapa klub Eredivisie memantau bakatnya. Namun, FC Utrecht lah yang akhirnya merekrut Paes pada tahun 2018. Selama di tim utama Utrecht, Paes mencatat 48 penampilan, 63 kali kebobolan, dan 12 kali menggoreskan clean sheet

Reputasi Paes

Bersama Utrecht, Maarten Paes mendapat banyak kesempatan untuk menghadapi pemain-pemain top. Sebut saja seperti Matthijs De Ligt, Denzel Dumfries, Orkun Kokcu, bahkan Andre Onana ketika dirinya masih membela Ajax. Dengan begitu, kecakapannya dalam menjaga gawang telah teruji.

Kehebatannya di FC Utrecht akhirnya membuka peluang Paes untuk membela Timnas Belanda di berbagai kelompok umur. Dalam catatannya, Paes pernah membela Timnas Belanda U-19, U-20, dan U-21. Dirinya bahkan pernah tampil untuk Timnas Belanda U-21 di ajang EURO U-21 tahun 2020.

Nah, dari berbagai jenjang umur, Paes paling sering membela Timnas Belanda U-21, yakni dengan enam penampilan. Nah, dalam prosesnya itulah Paes tergabung dengan beberapa pemain-pemain muda yang sekarang telah menembus klub-klub top Eropa. Sebagai contoh, Paes pernah satu tim dengan Cody Gakpo, Sven Botman, dan Justin Kluivert yang kini sama-sama berkarir di Liga Inggris.

Meski telah berada di titik itu, Paes enggan menetap di zona nyaman. Meski telah menempati posisi penjaga gawang utama di Utrecht, Paes mengambil keputusan berani pada awal tahun 2022. Dirinya menerima tawaran pinjaman dari klub Amerika Serikat, FC Dallas. Setelah tampil apik selama setengah musim, ia akhirnya dipermanenkan dan berstatus pemain FC Dallas hingga sekarang.

Reputasinya di Amerika Serikat juga kian mentereng. Hampir tak tergantikan di bawah mistar FC Dallas, dirinya kini menghadapi banyak penyerang kelas wahid yang mulai menepi dari sepakbola Eropa. Sebut saja seperti Christian Benteke di DC United, Teemu Pukki di Minnesota United, dan tentu saja dua alumni Barcelona, yakni Lionel Messi serta Luis Suarez di Inter Miami.

Mengapa Paes?

Meski usianya baru 25 tahun, Maarten Paes telah mengantongi pengalaman yang sangat banyak. Terutama, dalam menghadapi pemain-pemain bintang. Tapi, bukan cuma itu yang menjadikan dirinya sebagai target utama PSSI untuk mengisi pos penjaga gawang Timnas Indonesia. Shin Tae-yong dan PSSI memandang Paes lebih dari itu.

Mantan pemain NEC Nijmegen itu merupakan pemain naturalisasi kesekian yang direkomendasikan oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Jika bertanya mengapa harus Paes, maka banyak faktor untuk menjawab itu. Salah satunya adalah posturnya. Paes sendiri merupakan kiper dengan tinggi 192 cm. Itu tinggi yang sangat ideal, sementara Ernando Ari cuma 179 cm.

Indonesia memang kesulitan untuk mencari penjaga gawang dengan postur 190 cm plus-plus. Itu karena rata-rata tinggi seorang pria Indonesia adalah 166 cm. Ernando dengan tinggi segitu sudah termasuk jangkung. Tapi, STY mencari penjaga gawang yang lebih tinggi. Postur tubuh yang baik mempengaruhi jangkauan terhadap lebar gawang dan duel udara. Paes unggul dalam dua poin itu.

Selain postur, gaya main Paes juga sangat mendukung pola permainan yang diusung oleh Shin Tae-yong. Mantan pemain FC Utrecht ini merupakan ball playing goalkeeper. Selain piawai menepis peluang-peluang lawan, Maarten Paes juga dinilai dari kehebatannya dalam memainkan bola dengan kaki. Ketenangannya yang luar biasa mampu menghasilkan umpan-umpan akurat untuk mendukung build up dari bawah.

Akurasi umpan Paes pun diatas rata-rata. Untuk musim ini, akurasi umpan Paes di angka 100% untuk passing jarak pendek. Sedangkan jarak menengah sekitar 30 meter, Paes telah mencatatkan 113 kali umpan dengan tingkat kesuksesan yang fantastis, yakni 97,3%. Hampir menyamai kiper Manchester City, Ederson yang memiliki akurasi umpan jarak menengah di angka 98,1%.

Proses Panjang

Kiper 25 tahun itu sebetulnya direncanakan akan menjalani proses pengambilan sumpah WNI bersama Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen pada awal Maret 2024. Tapi, dirinya baru bisa mengucapkan sumpah pada akhir April kemarin. Mengingat prosesnya sempat terganggu.

Semua berawal pada akhir tahun 2023. Kontak antara PSSI dan Paes pun tercipta. Baru pada Januari tahun 2024, Paes mendarat di Indonesia untuk mengumpulkan berkas sekaligus bertemu dengan Erick Thohir secara langsung.

Proses administrasi Paes berjalan cukup cepat. Pada 7 Maret 2024, bersamaan dengan Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye, DPR akhirnya merestui kelanjutan proses naturalisasi untuk kemudian dilanjutkan di tahap menanti Keputusan Presiden.

Ketika Keppres dari Joko Widodo sudah terbit, hanya Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye yang menjalani sumpah WNI pada 18 Maret. Menurut CNN indonesia, Paes harus menunda angan untuk segera membela Timnas Indonesia karena terganjal aspek legitimasi untuk membela tim nasional yang berbeda.

Hal itu berdasarkan Statuta FIFA edisi 2022 Pasal 9 Ayat 2 Poin C tentang Perpindahan Asosiasi. Dalam aturan itu, tertulis bahwa pemain yang pernah membela tim nasional di kompetisi resmi tak boleh lebih dari 21 tahun jika ingin pindah federasi. Sedangkan Paes sudah berusia 22 tahun saat terakhir kali membela Timnas Belanda U-21 di ajang EURO U-21 tahun 2020.

Terlebih, dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa pemain tidak boleh bermain lebih dari tiga kali di tim nasional sebelumnya jika ingin pindah federasi. Sedangkan Maarten Paes sudah enam kali membela timnas Belanda U-21. Walaupun tidak memenuhi dua syarat, Paes tak menyerah. Bersama PSSI, ia berusaha mencari celah.

Titik Terang

Setelah diskusi panjang, anggota Komdis PSSI, Hasani Abdulgani menemukan celah yang bisa dimanfaatkan. Ia menyebut FIFA memberi pengecualian pada negara yang tidak menerapkan sistem dwi-kewarganegaraan seperti Indonesia. Situasi ini yang ditengarai membuat PSSI membawa kasus Paes ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Proses tersebut ternyata tak sehari dua hari. Setidaknya, PSSI memperjuangkan nama Maarten Paes di CAS lebih dari satu bulan. Sebelum akhirnya pada tanggal 30 April, Paes pun mengucap sumpah WNI. Momen ini sekaligus jadi pertanda bahwa proses di CAS sudah usai.

Namun, apakah Paes sudah bisa bermain untuk Skuad Garuda? Sabar, belum saatnya. Masih ada satu syarat lagi yang harus dipenuhi. PSSI tinggal mengurus perpindahan federasi dari Belanda ke Indonesia. Jika tak ada rintangan lagi, bukan tak mungkin kiper yang segera berusia 26 tahun itu bisa memperkuat Timnas Indonesia di laga kontra Irak dan Filipina Juni nanti.

Sumber: CNN Indonesia, Bola.com, Bola.net, Timnas.co

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru