Karena Manchester City Cuma Butuh Kevin De Bruyne

spot_img

Kita bisa berdebat tentang banyak hal. Tentang bubur diaduk atau tidak misalnya. Tapi soal gelandang di era sekarang, kita tidak akan mungkin berdebat kalau Kevin De Bruyne adalah salah satu yang terbaik di antara yang terbaik. 

Belum pulih betul dari cederanya saja, pemain berpaspor Belgia yang satu ini sudah mencetak satu gol dan satu asis saat melawat ke markasnya Newcastle United.

Comeback Sensasional

Di laga tersebut, De Bruyne masuk di babak kedua. Manchester City sedang ketinggalan satu gol. Butuh gol penyama kedudukan. Dan Josep “Pep” Guardiola yang terkenal sulit diprediksi jalan pikirannya itu, menyuruh De Bruyne menggantikan Bernardo Silva. Masuk menit 70-an, Manchester City melakukan serangan.

De Bruyne yang beroperasi di lini tengah menyelinap di sepertiga akhir pertahanan Newcastle. Larinya tak kencang. Tapi De Bruyne berhasil melihat celah di mana Martin Dubravka sudah bergerak terlebih dahulu sebelum ia menendang bola. Dengan gerakan seolah ingin menendang ke atas, De Bruyne mengelabui Dubravka dengan melepas tendangan yang datar saja.

Gol tercipta. City menyamakan kedudukan. Tapi hasil seri bukan yang dimau Pep Guardiola. Lagi pula pertandingan masih belum selesai. City harus menang. Karena jika gagal, posisi kedua ada dalam genggaman Aston Villa. Tak ada lagi drama Pep menguntit Jurgen Klopp.

Di sisi lain, bagi Newcastle hasil seri sudah cukup. Eddie Howe menitahkan anak asuhnya untuk terus merapatkan barisan. Ruang-ruang ditutup. Benar-benar tertutup sehingga tak ada satu pun jalur yang bisa dieksploitasi City. Tapi Howe tampaknya lupa kalau Kevin De Bruyne sedang berkeliaran di lapangan.

Memasuki menit 90, Newcastle sungguh-sungguh yakin bisa menahan imbang City. Barisan di depan gawang sudah rapat. Namun, yang terjadi De Bruyne yang menguasai bola saat itu. Ya, De Bruyne. Ia tahu, melakukan tusukan lagi bukan ide yang bagus. Sementara pertahanan Newcastle sangat rapat.

De Bruyne memilih menahan bola. Sedikit berpikir, tiba-tiba ia mencongkel bola itu. Mengirim umpan. Oscar Bobb, pemain muda, menyambut umpan itu. Gol tercipta. Dubravka tak siap. Bisa-bisanya Bobb mendadak ada di posisi yang pas untuk menerima umpan? Beberapa saat laga pun berakhir. City memetik kemenangan.

Kembalinya De Bruyne dan Harapan Baru

Dari gol Oscar Bobb, tidak ada yang salah dari pertahanan Newcastle. The Magpies sudah berusaha semaksimal mungkin membangun tembok kokoh. Namun, De Bruyne memang ajaib. Gol itu bukan hanya karena Bobb tahu harus menuju umpan De Bruyne. Tapi sang gelandang lah yang melihat pergerakan Bobb.

Pertandingan kontra Newcastle itu menjadi comeback sensasional De Bruyne di Manchester City, tepatnya di Liga Inggris. Ia comeback sekaligus membawa The Citizens comeback. Sebuah double comeback yang luar biasa. Namun, sebelum pertandingan di St. James Park, De Bruyne sudah diturunkan Guardiola di Piala FA.

Saat Manchester City bersua Huddersfield pada Minggu sebelumnya, Guardiola juga menurunkan De Bruyne di babak kedua, menggantikan Julian Alvarez. Dan di laga tersebut ia membantu rekan senegaranya, Jeremy Doku mencetak gol. Usai laga, baik di pertandingan melawan Huddersfield maupun Newcastle, Kevin De Bruyne tersenyum.

Ya, tersenyum. Matanya berkaca-kaca. Dari raut mukanya, ia ingin memperlihatkan bahwa inilah saatnya beraksi lagi. Semburat kebahagiaan di wajah De Bruyne juga memercikan harapan. Benar, harapan City untuk meraih lagi gelar Liga Inggris. Atau, mungkin malah treble sekali lagi?

Namun, kebahagiaan yang tercurah di wajah De Bruyne bisa bermakna lain, terutama bagi pesaing Manchester City. Jurgen Klopp bahkan gentar dan ciut nyalinya setelah tahu De Bruyne kembali. Ia sampai harus mengurungkan niatnya sesumbar bahwa Liverpool akan juara Liga Inggris musim ini.

“Kevin De Bruyne sudah siap-siap main lagi. Seluruh penjuru Inggris mulai ketakutan,” kata Jurgen Klopp.

Cederanya De Bruyne

Liverpool dan tim-tim Inggris lainnya sebelum ini adem ayem saja. Para penggemar tidurnya nyenyak. Betapa tidak? Sejak awal musim kekuatan Manchester City, tim yang paling kuat telah dilucuti. Ilkay Gundogan pergi ke Barcelona. Beberapa pemain cedera.

Salah satunya Kevin De Bruyne. Ia sudah berkutat dengan masalah hamstring sejak dua bulan terakhir musim lalu. Sempat sembuh, tapi cederanya kembali kambuh di final Liga Champions 2023 saat Manchester City memenanginya. De Bruyne harus istirahat sampai musim baru dimulai.

De Bruyne sempat bermain di laga pertama di Liga Inggris musim 2023/24 menghadapi Burnley. Tapi di laga tersebut, De Bruyne tidak bisa menuntaskan laga. Ia meringis kesakitan dan harus dituntun keluar lapangan. Hamstringnya kumat lagi dan kali ini harus dioperasi. De Bruyne terpaksa absen selama lima bulan. Ya, lima bulan!

Gontainya Manchester City

Kehilangan De Bruyne kerugian besar buat Manchester City. Kendati begitu City memenangkan enam pertandingan pertama di Liga Inggris musim ini. Nah, kehilangan De Bruyne baru mulai terasa antara September hingga Natal 2023. City hanya memenangkan empat dari 11 pertandingan selama periode tersebut.

Satu yang menjadi perhatian adalah ketika The Citizens gagal memaksimalkan poin kala menghadapi tim-tim raksasa, seperti Liverpool, Chelsea, dan Tottenham. City bahkan kalah dari Aston Villa dan Arsenal. Apa yang terjadi di sana? City memang punya banyak peluang, tapi mereka sama sekali kehilangan ketajaman.

Tidak ada umpan membelah pertahanan. Tidak ada satu pun pemain yang bisa menemukan celah di kotak penalti. Apalagi untuk mencetak gol dari jarak jauh. Pada titik itu, De Bruyne menjadi sosok yang paling dirindukan oleh Pep Guardiola, fans Manchester City, bahkan tukang sapu di depan Etihad Stadium.

Tanpa De Bruyne, tidak ada kreativitas. Erling Haaland tak ada yang menyuplai. Masalahnya kemudian, Haaland malah ikut-ikutan cedera. Pada periode itu, City memang masih di empat besar. Tapi jelas mereka limpung.

De Bruyne, Gelandang yang Dibutuhkan Guardiola

Kamu tahu, De Bruyne adalah gelandang yang paling dibutuhkan Guardiola. Itulah mengapa, ia memeluknya erat-erat. Guardiola bisa menjual Gundogan, tapi sangat mustahil merelakan De Bruyne pergi. Mengapa? Sederhana, De Bruyne adalah otak permainan Manchester City. Titik.

Sejak 2016, dari ketika Pep Guardiola datang, De Bruyne adalah pemain yang paling banyak menciptakan peluang di Manchester City. The Athletic mencatat jumlahnya menyentuh 647 penciptaan peluang.

Banyak bukan? Jumlah penciptaan peluang De Bruyne bahkan lebih banyak dari David Silva yang patungnya sudah mejeng di depan Etihad. Selama kariernya di Manchester City, pemain Spanyol itu cuma membukukan 265 penciptaan peluang.

Kesuksesan De Bruyne itu juga karena andil Guardiola di dalamnya. Sejak datang ke City tahun 2016, Guardiola membebaskan De Bruyne dengan bermain di belakang striker. Di sanalah De Bruyne makin matang. De Bruyne bertambah kontribusinya untuk Manchester City, terutama dalam menyumbangkan umpan, umpan kunci, asis, dan gol.

Ia bahkan kini menjadi raja asis Manchester City dengan total 97 asis diciptakan sejak bergabung tahun 2015 silam. Maka dari itu, karena pentingnya peran De Bruyne, Guardiola akan berhati-hati memakainya. De Bruyne punya riwayat cedera dan usianya tak lagi muda, sehingga ia mungkin tidak akan turun selama 90 menit untuk sementara.

Guardiola juga berencana membentuk kemitraan baru antara De Bruyne dan Phil Foden yang performanya tengah menanjak. Jadi, mungkinkah duet De Bruyne dan Foden di lini tengah akan terwujud dan kelak membawa trofi untuk Manchester City?

Sumber: TheGuardian, Goal, BR, TheAthletic, PanditFootball, ESPN

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru