Jose Mourinho & Potensinya Memutus Paceklik Gelar Tottenham Sejak 2008

spot_img

Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, punya peluang mencetak sejarah sebagai pelatih pertama yang mampu mengantar tiga tim berbeda menjadi juara Carabao Cup. Dalam perjalanan karirnya, Mourinho sudah pernah memenangkan Carabao Cup bersama Chelsea dan Manchester United. Total ada empat trofi Piala Liga yang sudah dimenangkan Mourinho, tiga di antaranya untuk Chelsea. Keberhasilan Mourinho mengantar Tottenham ke final Piala Liga musim ini membuat ia jadi pelatih ketiga setelah Ron Atkinson dan Ron Saunders.

Namun dua pelatih tersebut tidak mampu untuk selalu mengakhiri perjalanan ke final dengan tiga tim tersebut lewat raihan trofi juara. Dengan demikian, Mourinho punya peluang bagus untuk menjadi pelatih pertama yang bisa juara Piala Liga dengan tiga tim berbeda.

Tottenham sendiri lolos ke final setelah mengalahkan tim kejutan, Brentford dengan skor 2-0. Moussa Sissoko dan Son Heung Min jadi penyumbang gol Tottenham di laga ini. Pada laga semifinal itu, Mourinho patut mengapresiasi seluruh penampilan anak asuhnya. Melawan tim beda kasta dari Divisi Championship, Tottenham menunjukkan kemampuan terbaiknya. Laga tersebut juga diwarnai kartu merah yang diberikan kepada pemain Brentford, Josh Dasilva, setelah melanggar secara keras Pierre Emile-Hojbjerg.

Di laga final nanti, Tottenham bakal berhadapan dengan Manchester City.

Skuad asuhan Josep Guardiola akan menantang Tottenham Hotspur di partai final Piala Liga usai membungkam rival sekotanya Manchester United dengan skor 2-0, dalam pertandingan semifinal di Old Trafford.

Dalam hal ini, Jose Mourinho menegaskan bahwa fokus utamanya adalah mengakhiri dahaga gelar juara yang dialami Tottenham. ‘The Lilywhites’ terakhir kali mengangkat trofi pada saat memenangkan Piala Liga di 2008. Ketika itu, pertandingan diselenggarakan pada 24 Februari 2008 di Stadion Wembley. Tottenham Hotspur berhasil memenangkan pertandingan. Dilatih Juande Ramos, gol dari Dimitar Berbatov dan Jonathan Woodgate membawa Tottenham menang 2-1 atas Chelsea di partai puncak.

Laga final Piala Liga Inggris melawan The Citizens nanti akan menjadi final pertama Jose Mourinho bersama Spurs, sekaligus memberi peluang Spurs mengakhiri puasa gelar selama 13 tahun.

Tottenham Hotspur pun layak berharap banyak pada rekor sang manajer di partai final. Pasalnya, dari 15 final yang dijalaninya sebagai pelatih, Mourinho sukses memenangi 12 di antaranya dan hanya kalah 3 kali.

Seperti yang sudah dijelaskan, ia bahkan memegang rekor 100 persen di final Piala Liga Inggris.

Terlebih lagi, ada ikatan unik antara rekor Mourinho di Carabao Cup itu dengan Tottenham. Pasalnya, ketika juara tahun 2015 bersama Chelsea, tim yang dikalahkan The Blues adalah Tottenham Hotspur yang masih diasuh Mauricio Pochettino.

Ketika itu, Spurs bertekad mengakhiri puasa gelar yang sudah berjalan 7 tahun. Namun, pada akhirnya, Chelsea menang 2-0 lewat gol John Terry di babak pertama dan Diego Costa di babak kedua.

Bagi Tottenham, kekalahan itu seolah memberikan kutukan karena setelah itu mereka tak pernah tampil lagi di final piala domestik sebelum Piala Liga tahun ini.

Situasi ini pun menjadi menarik, karena Jose Mourinho-lah yang menjatuhkan kutukan itu kepada Tottenham di liga domestik, dan kini ia pula yang berpotensi mengakhirinya.

“Tidak ada rahasia. Aku datang ke Inggris pada 2004 dan aku ingat pada periode itu aku harus mempelajari arti piala di sini dan aku selalu menganggapnya serius,” kata Mourinho.

Kegembiraan Mourinho ini memang patut untuk diluapkan. Lebih dari itu, Mourinho memang menjadi sosok yang begitu berjasa bagi perkembangan Tottenham Hotspurs sejauh ini. Betapa tidak, semenjak kedatangan sang pelatih, mental para pemain semakin teruji. Mereka kerap tampil konsisten dan beberapa kali mematahkan dominasi klub besar.

Gelandang Tottenham Hotspur, Moussa Sissoko, juga turut mengakui Jose Mourinho telah membuat para pemain yakin timnya bisa menjadi juara.

Sissoko mengatakan para pemain yakin mereka sedang di puncak era baru kesuksesan dengan Mourinho. Sang pelatih asal Portugal dinilainya memberi keyakinan penuh, dengan setiap pemain hanya perlu mempercayainya, karena seperti yang kita tahu, Mourinho mengenal betul bagaimana cara membawa timnya juara.

“Dia tahu bagaimana cara menang. Kami harus percaya pada apa yang dia katakan, memberikan yang terbaik di lapangan, untuk bertarung dan jika kami melakukannya maka kami hampir melakukan sesuatu yang baik.” ujar Sissoko.

Terkait calon lawan yang akan dihadapi di Wembley nanti, Sissoko sudah tak lagi peduli. Ia hanya bertekad untuk mengulangi kemenangan ini sekaligus mengangkat trofi bersama rekan-rekannya. Hal serupa juga disampaikan Dier. Ia mengungkapkan rekan-rekannya sangat membutuhkan trofi, termasuk ambisi pribadinya yang sudah lama menantikan momentum mengangkat trofi juara.

“Ada banyak sepak bola yang harus dimainkan sebelumnya, tetapi (kemenangan) ini sangat luar biasa untuk berada di final pertama,” katanya.

Di bawah Mourinho, gaya sepak bola Tottenham sering mendapat kritik dari penggemar klub. Tapi, di era, di mana kemenangan semakin sulit didapat, apalagi dengan gayanya, Mourinho setidaknya memberi mereka harapan.

Lebih lanjut, eks pelatih Chelsea dinilai berhasil menularkan mentalitas pemenang ke seluruh pemain asuhannya pada musim ini. Pola pikir sang pelatih hanya ada kata menang, menang, dan menang. Skuad Tottenham saat ini bisa dibilang memiliki kelengkapan secara mental untuk mengangkat piala.

Mourinho tentu akan mengerahkan seluruh usaha untuk dapat mengantarkan timnya melangkah lebih dekat menuju raihan trofi perdana Tottenham setelah lebih dari 10 tahun lalu. Dengan catatan apik di laga final tersebut dan memiliki tim yang masih berada dalam performa indah, bukan hal sulit bagi para penggemar Lili Putih untuk menyaksikan para ksatrianya naik ke panggung juara.

Sumber: Panditfootball, Goal

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru