Beranda blog Halaman 649

Mengenal Milan Lab Sebagai Kunci AC Milan Memaksimalkan Potensi Pemain

Pada musim ini, AC Milan yang baru memulai kompetisi sudah disibukkan dengan permasalahan pelik. Adalah cedera, yang tampak merenggut kebahagiaan il Diavolo Rosso di tengah perjalanan mereka menuju puncak kejayaan. Belum juga memulai sepuluh pertandingan Serie A, dan belum juga mereka unjuk gigi di depan semua lawan di fase grup kompetisi Eropa, beberapa pemain sudah harus menepi karena memiliki persoalan yang sama.

Menurut data yang bersumber dari laman transfermarkt, Simon Kjaer baru-baru ini telah menambah panjang daftar cedera AC Milan. Kapten timnas Denmark tersebut menyusul beberapa pemain yang sudah lebih dulu masuk ke ruang perawatan. Diantaranya, Zlatan Ibrahimovic yang memiliki masalah pada pergelangannya meski baru saja mencetak gol di Serie A. Kemudian ada penyerang mereka lainnya Olivier Giroud yang diklaim harus menepi karena terjadi masalah pada pinggang nya.

Belum cukup sampai disitu, deretan gelandang yang dimiliki seperti Tiémoué Bakayoko yang baru didatangkan, Rade Krunic yang beberapa kali dipasang di tim utama, serta Junior Messias yang baru tiba di Milan juga sama-sama memiliki masalah cedera.

Belum lagi bek kanan andalan Davide Calabria yang harus menepi karena mengalami masalah otot.

Dengan permasalahan ini, banyak pihak yang mempertanyakan tentang kinerja tim medis Milan. Mengapa banyak pemain yang mudah terkena cedera hingga ada yang harus menjalani penyembuhan dalam waktu yang lama.

Padahal ketika menarik ke belakang, Milan pernah menjadi tim yang memiliki pusat kesehatan terbaik di Eropa. Ya, di era 2000 an, dengan nama Milan Lab yang berdiri gagah di area tim, klub yang mengoleksi tujuh gelar Liga Champions Eropa itu pernah berjaya bersama kumpulan pemain dunia berusia tua.

Maka tak jarang bila Milan sering mendapat julukan sebagai gerbang tua. Bahkan, seringkali muncul candaan yang menyebut Milan sebagai tim “panti jompo”, saking banyaknya pemain utama yang memiliki usia melebihi batas produktif.

Ternyata seperti yang sudah disinggung, itu semua terjadi berkat keberadaan Milan Lab, yang memang secara sengaja telah membuat rencana untuk memaksimalkan bakat pemain di level yang melebihi usia produktif nya.

Sejarah dan Kejayaan Milan Lab

Milan Lab sendiri tidak asal dibuat oleh klub. Mulanya, rencana pembuatan tempat ini terjadi karena dasar kasus Fernando Redondo. Pecinta sepakbola di era 90 an hingga 2000 an tentu masih ingat dengan bakat pemain yang begitu flamboyan bernama Fernando Redondo.

Ketika itu, Milan telah mengeluarkan dana sebesar 30 juta euro hanya untuk menggaet Redondo dari Real Madrid. Namun sayangnya, bintang asal Argentina yang ketika itu menjadi primadona gagal menciptakan pertunjukkan mewah di klub asal Italia. Sepanjang empat tahun membela Milan, Redondo hanya tampil sebanyak 16 kali di kompetisi Serie A.

Masalahnya tentu sudah bisa ditebak, yaitu cedera berkepanjangan sang pemain yang membuat langkah nya gagal tuai pujian di Milan.

Tidak mau masalah yang sama terulang, presiden Milan ketika itu, Silvio Berlusconi, resmi menginvestasikan dana sebesar 5 miliar lira untuk menggaet ahli kesehatan asal Belgia bernama Jean-Pierre Meersseman, guna mendirikan sebuah pusat penelitian canggih yang kemudian diberi nama Milan Lab.

Resmi beroperasi pada tahun 2002, tujuan dari dibangunnya Milan Lab adalah agar setiap pemain Milan tak rentan terhadap cedera. Selain itu, Milan Lab juga memiliki misi untuk memaksimalkan setiap potensi bintang yang dimiliki, agar mereka bisa bermain lebih lama dengan performa jempolan.

Namun perlu dicatat bahwa Milan Lab tidak mengkhususkan misi untuk memaksimalkan potensi pemain yang berusia tua saja. Berbagai jenjang usia, termasuk pemain muda pun ikut masuk ke dalam proyek ini.

Lantas mengapa justru banyak pemain tua yang lebih bersinar di Milan dalam waktu yang lama? Yang jelas, komposisi skuad Milan ketika itu memang banyak mengandalkan pemain berpengalaman.

Menurut Seedorf, para pemain berpengalaman di Milan ketika itu memiliki kemampuan seperti Mobil F1. Saat mobil tersebut tidak ada yang merawat secara khusus, mereka tetap akan berjalan cepat dan sering memenangi perlombaan, namun hanya dalam waktu yang sudah ditentukan. Akan tetapi ketika mobil mewah tersebut mendapat perlakuan khusus berupa perawatan mesin dan tindakan istimewa lainnya, maka mobil tersebut akan bisa digunakan lebih lama.

Disitulah Milan Lab bertindak.

Kumpulan ahli medis yang dipimpin oleh Jean-Pierre Meersseman berhasil memberi perawatan dan perlakuan khusus kepada seluruh pemain Milan yang memang mayoritas berpengalaman dan berlabel bintang. Maka dari itu, kita lebih sering menemui pemain Milan yang memiliki usia tua di tim utama.

Milan Lab memiliki prinsip untuk lebih baik mencegah daripada mengobati. Ketika mereka menghadapi kasus cedera pemain sekalipun, Milan Lab mengklaim bahwa mereka dapat memprediksi kemungkinan cedera seorang pemain dengan tingkat akurasi 70%. Jadi ketika pemain tertentu berpotensi mengalami cedera yang lebih parah, orang-orang hebat di balik layar tersebut sudah memiliki cara jitu untuk mencegah agar sang aktor lapangan hijau bisa terhindar dari cedera berkepanjangan.

Sejak dibangunnya Milan Lab, jumlah pemain cedera di klub raksasa Italia itu berkurang hingga 90%.

Kembali lagi, keberhasilan Milan Lab bukan cuma mengurangi intensitas pemain yang masuk ke ruang perawatan. Namun juga memaksimalkan potensi pemain berpengalaman untuk bisa melebihi level yang seharusnya.

Dalam kasus ini, bukti nyata dari keberhasilan Milan Lab adalah dengan terus berjaya nya Milan dengan nama-nama seperti Clarence Seedorf, Alessandro Costacurta, Alessandro Nesta, Massimo Ambrosini, hingga Paolo Maldini. Belum lagi nama populer lainnya seperti Marcos Cafu yang turut menguatkan anggapan tentang Milan yang berjaya bersama deretan pemain tua.

Dengan kumpulan nama populer tersebut, Milan yang berhasil menjuarai kompetisi Liga Champions Eropa tahun 2007 memiliki rata-rata usia hingga 31 tahun 34 hari. Kapten mereka, Paolo Maldini, menjadi pemain tertua yang tampil di final Liga Champions dalam usia 38 tahun 331 hari.

Bahkan di tahun 2009, Milan berani merekrut pemain kaliber David Beckham yang telah menginjak usia 33 tahun. Di usia yang telah memasuki masa senja, Beckham masih bisa diandalkan oleh Carlo Ancelotti di skuad utama. Malah dia sempat mencetak gol indah ke gawang Genoa pada tahun 2009.

Menurut Jean-Pierre Meersseman dalam wawancaranya dengan Daily Mail, dia mengatakan,

“Usia tidaklah penting. Yang menjadi hal terpenting adalah setiap pemain selalu merasa siap secara fisik dan psikologis untuk tampil. Tidak ada masalah, mereka berada di usia 21 tahun atau 41 tahun,”

Tentang teknologi yang mereka gunakan, Milan Lab diklaim banyak memanfaatkan teknologi canggih. Namun alat-alat dengan teknologi canggih yang berada disana tetap dimanfaatkan dengan menggunakan ilmu dasar yang sudah banyak orang yang memahami, seperti Gait analysis atau teori yang menganalisis cara orang berjalan, kemampuan lompatan seseorang, chiropractic, dan beberapa teori-teori lainnya yang sudah sangat umum di dunia olahraga.

Satu hal yang cukup menarik lainnya, para ahli yang bekerja di Milan Lab ketika itu juga mengadopsi metode ilmiah yang telah dicoba oleh ahli medis Anatoly Zeletsov, yang pada tahun 80-an telah berhasil menemukan metode ketat untuk meningkatkan kinerja pemain Dynamo Kiev dan timnas Ukraina ketika sukses mendominasi Kejuaraan Soviet selama satu dekade.

Nasib Milan Saat Ini yang Tak Lebih Dari Sekadar Puing Sejarah

Sayangnya, kenangan tentang Milan Lab hanya tinggal puing-puing sejarah. Tepat di tahun 2010, Jean-Pierre Meersseman resmi meninggalkan Milan Lab. Dari situ, kualitas pusat penelitian kesehatan paling canggih milik Milan mulai luntur. Apalagi ketika pada 2009 Carlo Ancelotti memutuskan untuk bergabung dengan Chelsea, dimana dirinya turut serta membawa staf medis yang dulu menjadi andalannya di Milan Lab.

Menurut Jean-Pierre Meersseman, Milan Lab hanya tinggal nama. Tidak ada lagi teknologi canggih dan penanganan sehebat dulu. Di musim 2010/11, Milan memang berhasil memenangkan scudetto. Akan tetapi Milan disebut mengalami kerugian yang lebih besar hingga membuat mereka tak mampu lagi berinvestasi di Milan Lab.

Sejak saat itu pula, Milan mulai sering berurusan dengan masalah cedera. Kasus yang paling nyata adalah ketika mereka gagal memaksimalkan kembali potensi yang dimiliki Alexandre Pato. Kemudian, bintang muda seperti Stephan El Shaarawy juga kerap mengalami cedera kambuhan.

Semakin kesini, juga banyak pemain Milan yang mudah mengalami cedera. Andrea Conti, Mattia Caldara, hingga Giacomo Bonaventura, menjadi bukti dari kurang maksimalnya kinerja pusat medis Milan dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk musim ini sendiri, tak perlu lagi dijelaskan seberapa banyak pemain yang mengalami masalah cedera, hingga membuat coach Stefano Pioli pusing tujuh keliling.

Sumber referensi: nssmag, sport detik, sempremilan

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 14 Oktober 2021

MASUK DAFTAR CALON PERAIH BALLON D’OR, MOUNT: SEPERTI MIMPI

Gelandang Chelsea, Mason Mount, mengomentari masuknya namanya dalam daftar calon peraih trofi Ballon d’Or 2021. Mount mengaku tidak percaya bahwa dirinya disandingkan dengan nama-nama populer. Hal ini baginya seperti sebuah mimpi. Pemain dengan nomor punggung 19 itu senang bahwa kerja kerasnya selama ini telah membuahkan hasil. Meski berhasil masuk sebagai nominasi peraih Ballon dOr, Mount mengaku ragu bisa mendapatkan penghargaan tersebut. Namun dirinya senang telah dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dunia.

SOUTHGATE MEMBELA HARRY KANE USAI INGGRIS IMBANG VERSUS HUNGARIA

Timnas Inggris ditahan imbang 1-1 oleh Hungaria dalam lanjutan kualifikasi piala dunia 2022. Semua fokus menuju kepada Harry Kane setelah rekornya yang selalu mencetak gol dalam 15 pertandingan kualifikasi terhenti. Striker Spurs tersebut masih belum mencetak gol di Premier League musim ini dan kini Southgate terpaksa membela kaptennya setelah menggantikan dirinya dengan Tammy Abraham di menit ke-76. Southgate menolak hanya mengkritik penampilan Harry Kane seorang.

ALTERNATIF HAALAND, REAL MADRID INTIP DUSAN VLAHOVIC

Daftar striker yang dikejar Real Madrid bertambah panjang. Setelah striker Fiorentina, Dusan Vlahovic dilaporkan juga masuk dalam radar Los Blancos. Sang striker saat ini disebut-sebut sebagai striker muda terbaik di Italia. Ini dibuktikan dengan catatan golnya yang ciamik. Itulah mengapa striker Serbia itu dinilai bisa jadi alternatif yang bagus jika Madrid gagal mendapatkan Haaland. Kans Madrid untuk mengamankan jasa Vlahovic tergolong cukup besar karena sang striker ogah memperbaharui kontraknya di Fiorentina yang bakal habis tahun 2023.

STADION CAMP NOU DIIZINKAN TERISI DENGAN KAPASITAS PENUH

Pemerintah Catalan mengizinkan stadion olahraga di wilayah tersebut dengan kapasitas 100% mulai Jumat (15/10) karena pembatasan dilonggarkan. Hal ini berarti Stadion Camp Nou, markas Barcelona akan kembali disesaki penonton. Sebelumnya Stadion Camp Nou telah beroperasi pada kapasitas 60% tetapi sekarang akan dapat kembali normal. Barcelona memiliki tiga laga kandang berturut-turut usai jeda internasional, dimulai dengan menjamu Valencia pada hari Minggu dan diikuti oleh pertandingan melawan Dynamo Kiev dan Real Madrid.

SIMEONE SEMPAT TANYA KE SUAREZ SOAL PELUANG MESSI GABUNG KE ATLETICO MADRID

Diego Simeone mengaku sempat tanya ke Luis Suarez soal peluang Lionel Messi gabung ke Atletico Madrid sebelum merapat ke PSG. Sebelum Messi gabung ke PSG, pelatih Atletico Madrid itu memang mengaku tertarik untuk merekrut sang striker. “Saya tidak menelepon Leo, tetapi saya menelpon Luis untuk menanyakan bagaimana kabar Messi, apakah dia menyukainya dan apakah ada sedikit peluang dia datang ke Atletico,”. Momen itu berlangsung selama tiga jam karena PSG sudah memutuskan untuk mengontraknya. Jadi harapan Atletico untuk menggaet Messi pupus.

BAKAL ADA ‘DEWA PENOLONG’ DALAM UPAYA BARCELONA GAET HAALAND

Barcelona disebut-sebut sedang dalam upaya mendatangkan Erling Haaland. Banyak pihak yang meragukan kabar ini, karena tahu tim asal Catalan sedang dalam situasi sulit. Akan tetapi, sekarang muncul isu bakal ada ‘Dewa Penolong’ yang siap memuluskan rencana Barcelona tersebut. Bantuan itu akan datang dari sebuah perusahaan investasi. Jika Barcelona mau mendatangkan Haaland, perusahaan tersebut mau memberi bantuan dana lebih dulu. Tujuannya untuk membiayai transfer Haaland dari Dortmund.

LORENZO INSIGNE MASUK DAFTAR BELANJA MU DAN INTER MILAN

Lorenzo Insigne dan Napoli belum bersepakat untuk memperpanjang kerja sama. Kontrak sang penyerang di Stadion Diego Armando Maradona hingga Juni 2022. Tersisa kurang dari setahun lagi. Belakangan, dua klub elit Eropa berpotensi menampung Insigne. Inter Milan tertarik mendapatkan tanda tangan penyerang Italia itu. CEO Beppe Marotta sudah mencoba menggaet sang penyerang sayap, beberapa bulan lalu. Berikutnya Manchester United. Klub asal Inggris itu juga meramaikan perburuan pesepakbola 30 tahun ini.

CINTA DONNARUMMA KEPADA AC MILAN TAK PERNAH LUNTUR

Kiper PSG Gianluigi Donnarumma mengakui cintanya pada AC Milan tak akan pernah luntur meskipun dirinya sempat dicemooh fans Milan. Donnarumma mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari fans Rossoneri saat membela Italia pada ajang UEFA Nations League beberapa hari lalu. Cemoohan dan ejekan dari fans Milan ternyata tak berpengaruh terhadap kecintaan Donnarumma pada AC Milan. Dan saking cintanya pada Milan ia bahkan punya tato logo klub itu di lengan tangan kanannya. Tato itu memang tato sementara. Namun Donnarumma akan menjadikannya tato permanen

BRAHIM DIAZ BICARA KEMUNGKINAN BALIK KE REAL MADRID

Brahim Diaz berubah menjadi salah satu pemain ofensif terpenting musim ini bagi AC Milan. Dia bermain untuk Rossoneri dengan status pinjaman dari Real Madrid. Di tengah peningkatan dramatisnya, ada pertanyaan terus-menerus tentang kemungkinan kembalinya bintang muda itu ke Madrid. Sebulan lalu, Diaz mengatakan kepada pers ia ingin kembali ke Real Madrid. Namun baru-baru ini tampaknya fokusnya berubah. “Saya fokus pada Milan, yang merupakan klub besar dan tidak banyak yang bisa dikatakan. Saya berharap yang terbaik [Real Madrid] tetapi saya di sini sekarang,”ucapnya.

SINDIRAN YANG BIKIN TIMO WERNER TAMPIL MONCER

Baik saat membela Jerman maupun Chelsea, Timo Werner dianggap sebagai kartu mati. Dia dianggap gagal memenuhi ekspektasi sebagai nomor sembilan. Pelatih Jerman, Hansi Flick bahkan sempat menyindir Werner dengan sebutan ‘tidak pandai mencari posisi di dalam kotak penalti’. Namun sindiran yang diarahkan kepadanya, justru membuat Werner semakin termotivasi. Buktinya, ia menjadi pahlawan kelolosan Jerman ke Piala Dunia 2022 berkat dua golnya ke gawang Makedonia Utara. Werner berterimakasih kepada Hansi Flick atas sindirannya. Ia mempersilahkan pihak lain yang ingin mengkritiknya.

AMERIKA SERIKAT BEKUK KOSTA RIKA

Timnas Amerika Serikat sukses menekuk Kosta Rika pada pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONCACAF. Kosta Rika sebagai tim tamu mencetak gol terlebih dulu di menit ke-1 melalui aksi Fuller. Amerika Serikat berhasil menyamakan kedudukan lewat Sergino Dest di menit ke-25. Tim asuhan Gregg Berhalter memastikan kemenangan melalui gol bunuh diri pemain lawan di menit ke-65. Dengan hasil ini, Amerika Serikat masih menghuni posisi kedua klasemen, sedangkan Kosta Rika berada di urutan kelima.

MASIH JALANI PEMULIHAN, RAMOS GAGAL DEBUT DI PSG PEKAN INI

Awal pekan ini Sergio Ramos diperkirakan akan segera menjalani debutnya bersama PSG. Namun, tampaknya pemain asal Spanyol itu belum memainkan peran penuh dalam latihan dan tidak akan bermain melawan Angers akhir pekan ini atau melawan RB Leipzig di Liga Champions pada Selasa, 19 Oktober. Ramos dikabarkan masih menjalani pemulihan cederanya dan berlatih secara terpisah. Marca menyampaikan, kemungkinan Ramos bisa melakoni debut pada pekan selanjutnya.

BARCELONA PERPANJANG KONTRAK PEDRI, KLAUSUL RILISNYA BEGITU WAOW

Penampilan apik Pedri membuat Barcelona terkesima. Menurut laporan dari jurnalis Fabrizio Romano, Barcelona telah berhasil memperpanjang kontrak Pedri sampai tahun 2026 mendatang. Blaugrana juga memagari sang pemain dengan klausul rilis bernilai satu miliar euro atau sekitar Rp 16 triliun. Setelah menuntaskan kontrak Pedri, Barcelona juga akan menyelesaikan negosiasi kontrak pemain lain. Sebelumnya mereka tengah berusaha memperpanjang kontrak Ansu Fati. Ada juga kontrak Ronald Araujo. Lalu ada kemungkinan mereka juga akan memperpanjang masa aktif kontrak pemain muda lainnya, Gavi.

FODEN SEGERA TEKEN KONTRAK ENAM TAHUN DENGAN MAN CITY

Dilasir Goal, Phil Foden telah menyetujui kontrak baru berdurasi enam tahun yang akan membuatnya bertahan di Manchester City hingga Juni 2027. Pemain 21 tahun itu sejatinya masih memiliki tiga tahun tersisa di kontraknya saat ini, tetapi dihadiahi kontrak baru yang signifikan untuk mencerminkan statusnya sebagai pemain penting di Man City dan untuk masa depan klub. City diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan ini dalam beberapa hari mendatang ketika Foden kembali ke Etihad Stadium selepas jeda Internasional. 

AC MILAN RESMI REKRUT MIRANTE GANTIKAN MAIGNAN

AC Milan resmi rekrut kiper anyar, yakni Antonio Mirante secara gratis. Sang penjaga gawang tersebut berstatus tanpa klub setelah kontraknya di AS Roma berakhir 30 Juni 2021 lalu. Melalui pernyataan resminya, Rossoneri mengkonfirmasi merekrut Mirante dengan kontrak satu tahun. Mirante direkrut untuk menggantikan posisi kiper Mike Maignan yang harus absen selama 10 pekan setelah menjalani operasi pergelangan tangan.

TAMMY ABRAHAM CEDERA JELANG DUEL MELAWAN JUVENTUS

Jelang menghadapi Juventus akhir pekan nanti, Jose Mourinho mendapatkan kabar buruk. Sebab, salah satu pemain andalannya, Tammy Abraham, mengalami cedera ketika membela timnas Inggris melawan Hungaria. Kondisi penyerang AS Roma itu terlihat tidak bagus. Tapi, belum ada konfirmasi resmi dari pihak timnas Inggris soal kondisi Abraham. Tim medis Roma sudah melakukan kontak awal dengan pihak timnas Inggris. Mereka ingin mendapatkan konfirmasi kondisi Abraham sebelum mengambil langkah yang tepat.

FIFA KECAM KERUSUHAN YANG TERJADI DI LAGA INGGRIS VS HUNGARIA

Laga Inggris melawan Hungaria terjadi kekacauan antar suporter yang membuat FIFA mengecam insiden tersebut. Dari rekaman yang beredar di media sosial, tampak polisi yang jumlahnya belasan terpaksa harus mundur ke lorong tribune untuk menghindari amukan para suporter yang jumlahnya jauh lebih banyak. Beberapa orang terluka terkena pentungan dalam insiden ini. FIFA sedang menyelidiki bentrokan di Stadion Wembley antara polisi dan pendukung Hungaria pada pertandingan melawan Inggris tersebut.

NEWCASTLE SERIUS BAJAK RODGERS, SIAP BAYAR RP 261 M

Klub kaya raya baru, Newcastle United rupanya tidak main-main untuk membajak Brendan Rodgers dari Leicester City. The Magpies bahkan siap menebusnya hingga 13,5 Juta Pounds atau Rp 216 miliar. Rodgers dianggap mumpuni untuk meracik tim seperti Newcastle saat ini. Apalagi Rodgers mampu meraih dua trofi bersama Leicester sejauh ini. Namun menurut kabar, keinginan Newcastle membajak Rodgers sulit terwujud, pasalnya sang pelatih masih berkomitmen penuh dengan Leicester.

HARRY MAGUIRE SEMAKIN MEMBAIK SEGERA PERKUAT MU

Kondisi bek Manchester United, Harry Maguire semakin membaik dan siap comeback dalam waktu dekat di Liga Inggris. Hal itu ia ungkap sendiri saat diwawancarai oleh MUTV. Sebelumnya Maguire harus absen selama beberapa pekan, akibat cedera betis yang dideritanya saat memperkuat MU melawan Aston Villa pada September 2021 lalu. Meski sudah membaik, namun bek berusia 28 tahun itu belum bisa diturunkan Manchester United pekan ini. Kemungkinan ia baru akan merumput kembali saat Setan Merah melawan Atalanta atau Liverpool.

SETELAH NEWCASTLE, RAJA SALMAN TERTARIK BELI INTER MILAN

Public Investment Fund (PIF) asal Arab Saudi dikabarkan berminat mengakuisisi saham Inter Milan dari keluarga Zhang dengan penawaran hingga 1 miliar Euro atau setara Rp16,39 triliun. Dikutip Marca, pembicaraan antara keluarga Zhang dan PIF pertama kali terjadi tahun lalu. Namun, ketika itu keluarga Zhang tidak berniat untuk menjual Nerazzurri. Seiring waktu berjalan, keadaan telah berubah sekarang dan PIF yang dikomandoi Raja Salman siap menawarkan 1 miliar Euro kepada keluarga Zhang yang diketahui punya masalah keuangan.

LAKONI DEBUT, AGUERO CETAK GOL PERDANA BUAT BARCELONA

Sergio Aguero akhirnya turun ke lapangan dalam balutan seragam Barcelona dan mencetak gol. Namun, debut tersebut bukan dalam pertandingan resmi, melainkan laga persahabatan melawan UE Cornella yang digelar tanpa penonton, Rabu (13/10). Pertandingan persahabatan tersebut digelar di kompleks latihan Barcelona dan berakhir dengan skor 2-2. Selain Aguero, satu gol Barcelona lainnya dalam laga itu dicetak oleh Philippe Coutinho.

LUCAS HERNANDEZ DIVONIS ENAM BULAN PENJARA

Bek timnas Prancis dan Bayern Munchen, Lucas Hernandez dijatuhi hukuman bui enam bulan oleh pengadilan Spanyol karena melanggar perintah penahanan. Hukuman dijatuhkan kepada Hernandez terkait insiden yang terjadi pada 2017. Kala itu, ia dan pacarnya, Amelia Ossa Llorente, terlibat pertengkaran hebat di sebuah jalan di Madrid. Meski tidak ada yang mengajukan tuntutan, Amelia dibawa ke rumah sakit dengan luka ringan. Sedangkan Hernandez dijatuhi pasal kekerasan dalam rumah tangga.

Kala itu, Hernandez dihukum harus menjalani sanksi kerja sosial selama 31 hari dan wajib jaga jarak minimal 500 meter dengan Amelia. Alih-alih mematuhi hukuman, Hernandez justru menikahi Amelia dan keduanya pun berbulan madu ke Miami. Keduanya pun ditahan pihak kepolisian ketika kembali ke Madrid pada Juni 2017 silam. Hernandez akhirnya divonis hukuman penjara selama enam bulan. Masalahnya, Hernandez kemudian pindah ke Bayern dan tak menjalani hukuman tersebut. Meski demikian, proses hukum terhadap Hernandez terus berjalan. Dilansir Marca, kini Hernandez diwajibkan kembali ke Spanyol untuk menghadiri persidangan pada 19 Oktober mendatang. Setelah itu, Hernandez pun diberi waktu selama 10 hari untuk secara sukarela menjalani hukuman kurungan di penjara manapun yang ia inginkan di Spanyol.

BARCELONA BAKAL KORBANKAN BUSQUETS DEMI FRANCK KESSIE

Barcelona dikabarkan sangat serius ingin membeli Franck Kessie. Bahkan, Barcelona disebut-sebut rela berpisah dengan Sergio Busquets untuk memberikan ruang kepada gelandang AC Milan tersebut. Barcelona percaya Busquets masih memiliki daya jual tinggi. Angka penjualan kapten timnas Spanyol itu nantinya bakal dialokasikan untuk memboyong Kessie dari Milan.

BARCELONA DAN AC MILAN TERTARIK DATANGKAN LINGARD

Gelandang Manchester United, Jesse Lingard menjadi target buruan Barcelona dan AC Milan saat kontraknya di Setan Merah berakhir dalam waktu dekat. Dikutip ESPN, Lingard telah memasuki tahun terakhir kontraknya di Old Trafford dan akan dapat bernegosiasi dengan klub-klub di luar Inggris mulai 1 Januari menjelang potensi transfer bebas musim panas mendatang. Blaugrana dan Rossoneri dinilai membutuhkan sosok 28 tahun itu sebagai kreator permainan.

WENGER KEMBALI MELATIH, LANGSUNG LAWAN LIONEL MESSI

Arsene Wenger baru-baru ini kembali melatih. Tapi Wenger tidak menahkodai klub profesional atau Timnas. Dia menangani tim para legenda di Stade Velodrome Marseille untuk laga amal yang diselenggarakan striker legendaris Chelsea, Didier Drogba. Pertandingan tersebut berlangsung, Kamis (14/10) dini hari tadi. Setelahnya Wenger dijadwalkan melatih All-Star Arab Saudi XI pada Januari nanti. Nah, di laga kala ini dia akan berhadapan dengan PSG Los Galacticos yang diperkuat Messi, Neymar dan Kylian Mbappe.

 

Begini Respon Donnarumma Terhadap Cemoohan Fans Milan

Nama Gianluigi Donnarumma tengah ramai diperbincangkan usai mendapat cemoohan dari suporter Italia di laga melawan Spanyol. Donnarumma, seperti yang kita tahu, diturunkan pada laga Italia melawan Spanyol di kompetisi UEFA Nations League. Sayangnya, dalam laga yang cukup krusial itu, Donnarumma tampil di bawah standar. Dia bahkan nyaris melakukan blunder di tengah pertandingan.

Banyak yang mengatakan bila penampilan buruk Donnarumma merupakan hasil dari cemoohan penggemar Italia yang tak lain dan tak bukan adalah Curva Sud Milano, atau yang biasa dikenal sebagai basis penggemar klub AC Milan.

Setelah pada akhirnya Italia menelan kekalahan, banyak pro kontra yang muncul atas insiden yang melibatkan fans Milan dengan Donnarumma.

Perlakuan penggemar AC Milan kepada Donnarumma sendiri bukan tanpa alasan. Sudah menjadi rahasia umum bila Donnarumma dan AC Milan memiliki konflik berupa alotnya negosiasi kontrak, yang disana juga terdapat nama Mino Raiola.

Milan yang meski telah mengajukan gaji besar untuk sang penjaga gawang, ditolak dengan dalih bahwa Donnarumma lebih mempercayai agennya. Praktis, Milan termasuk para penggemar murka. Donnarumma yang akhirnya pindah ke PSG dihina habis-habisan oleh penggemar dan disebut sebagai pemain mata duitan.

Roberto Mancini sebagai pelatih Italia mengaku sangat menyayangkan sikap para penggemar Milan yang mencemooh pemain yang tengah berjuang untuk timnas Italia. Senada dengan Mancini, bek legendaris Serie A, Lilian Thuram, juga sangat menyesalkan tindakan fans AC Milan yang dinilainya tidak menghargai jasa Donnarumma.

“Aku tidak mengerti apa yang dipikirkan orang-orang itu. Bisa-bisanya mereka melupakan jasa pemain secepat itu?!”

Sejumlah tokoh yang sempat besar bersama Milan, termasuk mantan pelatih Arrigo Sacchi, kemudian memberi tanggapan tentang tindakan penggemar AC Milan yang mencemooh Donnarumma di laga bersama timnas Italia.

Pelatih legendaris itu tanpa ragu membalikkan komentar miring yang ditujukan kepada fans Milan. Menurutnya, sang pemain memang layak mendapat perlakuan semacam itu.

“Tidak perlu terkejut dengan tindakan fans Milan yang mengolok-olok Donnarumma. Dalam sepakbola, pengkhianatan memang layak mendapat balasan setimpal,”

Bagi Donnarumma sendiri, dia sempat tidak ingin memikirkan apa yang terjadi pada laga timnas Italia melawan Spanyol. Mulanya, dia hanya berpikir untuk terus berjuang demi bisa membawa Italia tampil lebih maksimal.

Namun belum lama ini, Donnarumma bicara tentang apa yang baru saja menimpanya di Stadion San Siro. Dalam sebuah wawancara dengan televisi Le Iene, kiper berusia 22 tahun itu merespon cemoohan penggemar Milan dengan memperlihatkan sebuah tato logo klub bercorak merah hitam di lengan kanannya.

Ketika ditanya apakah dia akan mempermanenkan tatonya, Donnarumma menjawab bila hal itu kemungkinan akan dilakukannya.

“Kita lihat saja..”

“Aku akan selalu mencintai AC Milan. Aku memiliki hati I Rossoneri. Meski ada sedikit kekecewaan terhadap perlakuan mereka, aku yang telah menghabiskan delapan tahun di Milan akan selalu menjadi bagian dari mereka.”

Menurut kamu football lovers, pantaskah Donnarumma mendapat cemoohan dari fans Milan saat sedang membela timnas Italia?

Karier ‘Underrated’ Mario Mandzukic

0

Perang Kroasia yang pecah antara tahun 1991 hingga 1995 tak hanya menelan ribuan korban jiwa. Perang antara pasukan Kroasia yang ingin merdeka dari Republik Federal Sosialis Yugoslavia itu juga membuat ribuan penduduknya mengungsi ke negara lain, termasuk keluarga Mato Mandzukic yang terpaksa memindahkan istri dan anaknya ke Jerman.

Mato adalah seorang pesepak bola. Sebelum pindah ke Jerman sang istri melahirkan putra pertama mereka pada 21 Mei 1986 saat dirinya membela klub asal kota Slavonski Brod, NK Marsonia. Anak pertama dari Mato itu kini kita kenal dengan nama Mario Mandzukic. Ya, Mario yang kita kenal sebagai salah satu striker tersubur timnas Kroasia itu adalah seorang mantan pengungsi.

Belajar Sepak Bola di Jerman, Mario Mandzukic Melejit Bersama Dinamo Zagreb

Setelah terpaksa hengkang dari tanah kelahirannya, Mario Mandzukic memulai perjalanan panjang dalam karier sepak bolanya di tanah Jerman. Pada tahun 1992 saat berusia 6 tahun, ia bergabung dengan klub lokal TSF Ditzingen.

Namun, waktu mereka di Jerman sangatlah singkat. Pada tahun 1996, tak lama setelah Kroasia merdeka, Mario Mandzukic kembali ke tanah kelahirannya. Ia kemudian bergabung dengan NK Marsonia, klub yang dulu dibela sang ayah. Di sanalah talenta Mario Mandzukic sebagai striker berbahaya mulai terasah dan mulai dilirik para pemandu bakat.

Mario Mandzukic merasakan debut di tim senior NK Marsonia saat usianya baru 18 tahun. Ia kemudian membela tim tersebut di kompetisi Liga 2 Kroasia pada musim 2004/2005. Selama 23 pertandingan Mario berhasil mencetak 14 gol.

Sempat berlabuh ke NK Zagreb dan membela klub tersebut selama 2 musim, Mario Mandzukic kemudian direkrut klub elit Kroasia, Dinamo Zagreb pada musim panas 2007 dengan mahar 1,3 juta euro. Meski masih berusia sangat muda, ia langsung diproyeksikan untuk menggantikan posisi Eduardo da Silva yang kala itu baru saja hengkang ke Arsenal.

Mario Mandzukic ternyata mampu menjawab kepercayaan tersebut, bahkan bisa dibilang mampu melampauinya. Selama 3 musim membela klub berjuluk The Blues itu, ia mampu menyumbang 42 gol dan 29 asis dalam 81 penampilannya di Liga Kroasia. Total ia berhasil mempersembahkan 3 trofi Liga Kroasia secara beruntung dan memenangkan Piala Kroasia 2 kali. Di musim 2008/2009, ia juga berhasil keluar sebagai top skor liga dan terpilih sebagai Pemain Terbaik Liga Kroasia.

Manis-Patih Karier Mandzukic di Liga Jerman

Karier Mandzukic kemudian berlanjut kembali ke tanah Jerman, negeri yang dulu memberinya tempat perlindungan sementara. Hal itu terjadi kala klub Bundesliga Jerman Vfl Wolfsburg meminangnya dengan mahar 7 juta euro pada musim panas 2010.

Di sinilah awal mula karier Mario Mandzukic di Liga Top Eropa. Layaknya anak baru, ia mesti rela menunggu kesempatan. Bahkan di awal kedatangannya ia lebih banyak dimainkan sebagai sayap kiri. Sebab di posisi sentral, pelatih Wolfsburg kala itu Steve McLaren hanya memakai 1 striker tunggal yakni Edin Dzeko.

Peruntungan Mario Mandzukic di Wolfsburg mulai membaik pasca kepergian Dzeko ke Manchester City di bulan Januari 2011. Ditambah dengan kepergian Steve McLaren yang digantikan Felix Magath, ia kemudian dikembalikan ke posisi naturalnya sebagai seorang target-man. Mandzukic bertahan di Wolfsburg selama 2 musim, mempersembahkan 20 gol dalam 56 capsnya di Bundesliga.

Meski telah menjelma menjadi idola fans Wolfsburg, tawaran 13 juta euro dari raksasa Bavaria Bayern Munchen di musim panas 2012 sangat sulit ia abaikan. Ia kemudian menerima tawaran tersebut dan sah menjadi penggawa Bayern pada 27 Juni 2012.

Musim pertama Mandzukic bersama Die Roten berjalan cukup mulus. Ia begitu diandalkan oleh pelatih Jupp Heynckes yang memasangnya sebagai striker tunggal dalam formasi 4-2-3-1. Buktinya, striker jangkung bertinggi 190 cm itu langsung mempersembahkan 22 gol di musim pertamanya. Ia adalah bagian vital dalam kesuksesan Bayern meraih treble winners di musim tersebut.

Namun, masa-masa sulit kembali menghantam Mandzukic di musim 2013/2014. Periode itu adalah saat Bayern Munchen berganti pelatih ke Pep Guardiola yang mengubah gaya main dan sedikit merombak formasi. Meski sempat kesulitan di awal musim, Mandzukic tetap menunjukkan performa apiknya dan keluar sebagai top skor dengan sumbangan 26 gol. Sayangnya, di akhir musim ia benar-benar merasa tak betah. Ketidak cocokannya dengan Guardiola dan kedatangan Robert Lewandowski membuatnya memilih hengkang.

Meski mengakhiri pengabdiannya dengan cara yang kurang manis, periodenya bersama Bayern Munchen bisa dibilang sebagai masa-masa paling sukses dalam kariernya. Selama 2 musim, Mandzukic 8 kali mengangkat trofi bersama Bayern dengan rincian 2 trofi Bundesliga, 2 trofi DFB-Pokal, 1 trofi Piala Super Jerman, 1 trofi Liga Champions, 1 trofi Piala Super Eropa, dan 1 trofi Piala Dunia Antarklub.

Bayern Munchen menjadi klub Jerman terakhir yang dibela Mandzukic. Sejak meninggalkan Bayern, ia tak pernah kembali ke tanah Jerman lagi. Sempat semusim membela Atletico Madrid dan memenangkan Piala Super Spanyol 2014, Mario Mandzukic kemudian meneruskan kariernya di Italia setelah dipinang Juventus di musim panas 2015 dengan mahar 19 juta euro.

Mandzukic, Dicintai Fans Juventus, Dihormati Fans AC Milan

Di Juventus, Mario Mandzukic makin bertransformasi menjadi striker yang komplet. Meski tak sering dipasang sebagai striker tunggal, penyerang andalan timnas Kroasia masih mampu menunjukkan kapabilitasnya sebagai penyerang berbahaya.

Seperti yang kita tahu, keunggulan utama Mandzukic adalah postur tubuhnya yang tinggi dan kuat. Bertipe target-man, kemampuannya dalam duel udara, menerima dan menahan bola sangatlah hebat. Namun tak seperti tim lain yang pernah ia bela, di Juventus Mandzukic mesti bersaing dengan striker tangguh lainnya, seperti Paulo Dybala, Fernando Llorente, Gonzalo Higuain, Alvaro Morata hingga Cristiano Ronaldo.

Banyaknya stok penyerang di Juve membuat Mandzukic mesti mengalah. Ia kemudian digeser posisinya oleh Allegri sebagai seorang winger kiri. Meski begitu, perannya di atas lapangan tidak diubah. Ia tetap diplot sebagai seorang target man atau lebih tepatnya seorang wide target man.

Meski dipasang di posisi sayap, wide target man punya peran yang sama dengan target man. Mandzukic diharapkan dapat menjadi pemantul bagi rekan-rekannya. Di situlah kemampuannya dalam menguasai bola dan melindungi bola sangat berguna bagi Juventus.

Bukan tanpa alasan Allegri memasangnya sebagai wide target man. Selain mahir mencetak gol, Mandzukic juga punya catatan asis yang lumayan. Ia juga kerap muncul sebagai aktor sentral Juventus di momen krusial. Seperti gol saltonya dari jarak 14 meter ke gawang Real Madrid di final Liga Champions 2017. Meski gagal membawa Juve juara, gol tersebut dinobatkan sebagai gol terbaik oleh UEFA.

Selalu membayar tuntas kepercayaan pelatih dan tak pernah mengeluh dengan perannya di atas lapangan membuat sosok Mandzukic begitu dicintai fans Juventus. Apalagi, selama 4 musim masa pengabdiannya, ia sukses mempersembahkan 8 gelar domestik, termasuk 4 scudetto secara beruntun. Sayangnya, masa-masa indah itu tiba-tiba sirna kala Juve ditangani Maurizio Sarri.

Di musim 2019/2020, ia tak pernah sekalipun diturunkan oleh Sarri. Jangankan bermain, ia juga didepak dari daftar pemain Juventus di ajang Liga Champions. Padahal, pada bulan April sebelumnya, ia telah menandatangi perpanjangan kontrak hingga Juni 2021. Perlakuan tak adil makin kentara kala ia jadi satu-satunya pemain yang tak diundang dalam perayaan Natal yang diadakan klubnya.

Tersisih dari Si Nyonya Tua, Mandzukic kemudian secara mengejutkan menerima pinangan klub Liga Super Qatar, Al-Duhail. Namun setelah hanya mencatat 10 penampilan dan menyumbang 2 gol, ia mengakhiri kontraknya pada Juli 2020. Setelah itu, Mandzukic sempat menganggur cukup lama sebelum akhirnya direkrut AC Milan pada bulan Januari 2021.

Di Milan ia diharapkan sebagai backup Zlatan Ibrahimovic. Apesnya, Mandzukic hanya sempat tampil 11 kali tanpa mencetak satu pun gol bagi rossoneri. Kondisi fisik yang kurang fit dan beberapa kali absen karena cedera kambuhan membuat penampilannya di San Siro tak maksimal.

Selama dirinya absen, Mario Mandzukic enggan menerima gaji dari Milan. Oleh Milan, gaji tersebut kemudian disumbangkan ke badan amal. Tak ayal, sikapnya tersebut membuat dirinya mendapat penghormatan dari fans AC Milan.

Pensiun! Mario Mandzukic Harusnya Lebih Banyak Mendapat Respect!

Tak lama setelah kontraknya tak diperpanjang, Mario Mandzukic memutuskan pensiun pada 3 September 2021 pada usia 35 tahun. Ia menyampaikan kabar tersebut dengan membagikan pesan emosional di Instagram yang berisi surat yang ditulis untuk dirinya yang lebih muda bersama dengan foto sepasang sepatu bola pertama yang ia kenakan sebagai seorang anak.

Itulah akhir dari perjalanan karier hebat Mario Mandzukic, seorang mantan anak pengungsi yang menjelma menjadi salah satu striker tajam di masanya. Sepanjang karier klubnya, Ia telah mencetak 228 gol dalam 582 penampilan. Meski begitu, kita jarang mendengar nama Mandzukic disebut sebagai salah satu striker paling berbahaya di Eropa. Singkatnya, ia kerap dipandang sebelah mata alias underrated. Namanya jarang dibicarakan dan disanjung meski rekor yang ia torehkan begitu banyak.

Padahal, di level internasional, ia adalah pencetak gol terbanyak kedua timnas Kroasia dengan catatan 33 gol dalam 89 caps. Ia adalah peraih penghargaan pemain terbaik Kroasia 2 kali dan jadi bagian penting dalam kesuksesan negaranya mencapai babak final Piala Dunia 2018.

Atas berbagai pencapaiannya, Mario Mandzukic layak untuk mendapat lebih banyak respect. Meski kerap mendapat perlakuan kurang adil selama hidupnya, striker yang dijuluki Super Mario itu selalu mampu bangkit dan membayarnya dengan pembuktian berkelas.

Selamat pensiun Super Mario!


***
Sumber Referensi: Bundesliga, Goal, Pandit Football. ESPN, Transfermarkt.

Ketika Mencemooh Anthem UCL Jadi Cara Suporter Protes dan Melawan Rasisme

0

Ketika anthem atau lagu tema UEFA Champions League diputar, pendukung FC Barcelona langsung menyambut pemutaran anthem tersebut. Namun bukan penyambutan yang hangat seperti para pendukung klub lain. Para cules justru bakal mencemooh kalau lagu tersebut diputar dan kebetulan saat Blaugrana akan berlaga.

Anthem UCL mungkin saja ibarat nyanyian setan yang berisik bagi para penggemar FC Barcelona. Salah satunya ketika El Barca menjamu Tottenham Hotspur di Camp Nou pada Liga Champions Eropa tahun 2018. Kala itu, sebelum kick off, anthem UCL diputar. Sontak pemutaran itu membuat seluruh cules yang memadati Camp Nou bersorak.

Tentu bukan bersorak gembira, tapi bersorak mencemooh. Para fans mulai bersiul dan mencemooh keras saat lagu yang ditulis komposer asal Inggris, Tony Britten itu diputar sebelum kick off. Bahkan cacian itu tidak berhenti sampai lagunya tandas diputar.

Kenapa Cules Begitu Sinis dengan Anthem UCL?

Usut punya usut, setelah ditelusuri, ternyata ada alasan di balik para penggemar Blaugrana melakukan hal itu. Pemicunya adalah kejadian tahun 2015. Tahun segitu sedang muncul isu pembebasan Catalonia dari Spanyol. Nah, di sebuah pertandingan, fans Barcelona mengibarkan bendera Estelada. Bendera tersebut disinyalir sebagai bentuk kemerdekaan Catalonia.

Padahal saat itu Blaugrana sedang tidak bermain di kandangnya sendiri, melainkan di Berlin, Jerman. Kebetulan waktu itu Final Liga Champions tahun 2015. Laga itu mempertemukan FC Barcelona vs Juventus. Blaugrana yang masih diperkuat trio MSN (Messi, Suarez, Neymar) sukses menggondol gelar juara usai menghabisi Si Nyonya Tua 3-1.

Konfederasi sepak bola Eropa, UEFA pun murka. Pengibaran bendera Estelada oleh fans Barcelona itu dianggap gerakan separatis untuk memisahkan Catalonia dari Spanyol. Karena itu juga termasuk simbol politik, jadi dilarang muncul di pertandingan. Barcelona pun didenda 21 ribu poundsterling atau Rp 409 juta usai final tersebut.

Meski begitu, para cules tidak kapok. Gelaran UEFA Champions League musim berikutnya juga diwarnai hal yang sama. Saat menghadapi Bayern Leverkusen di Liga Champions 2015/16 hal serupa kembali terjadi dan FC Barcelona kembali kena denda bahkan lebih mahal, yaitu 28 ribu pounds atau Rp 545 juta.

Setelah itulah fans Barca mulai melanggengkan tradisi mencemooh anthem UCL sebagai bentuk protes terhadap UEFA. Well, bentuk protes pada UEFA dengan mencemooh lagu tema UCL juga dilakukan para suporter sepak bola di Eropa untuk melawan rasisme.

Perlawan Terhadap Rasisme

Tampaknya, anthem UCL yang komposisi musiknya mirip lagu “Zadok The Priest” karya George Frederic Handel seperti sudah menjadi sasaran empuk untuk memprotes UEFA. Apalagi setelah UEFA dianggap lembek terhadap aksi rasisme yang menimpa pemain-pemain di Liga Eropa. Salah satu yang paling getol mengolok-olok anthem UCL adalah fans Manchester City.

Yup, kamu tidak salah dengar. Fans Manchester City itu, sekalipun sering dianggap hantu, tapi ketika mereka bersuara begitu menggetarkan. Ketika City tampil di UCL apalagi di kandangnya sendiri, kemungkinan besar kamu akan mendengar betapa berisiknya tetangga yang satu ini. Anthem UCL akan langsung kicep nggak kedengeran karena para pendukung City justru melontarkan ejekan dan meniup peluit.

Hal itu mulai dilakukan pendukung City sejak musim 2011/12. Tepat ketika Mario Balotelli, yang saat itu berseragam The Citizens mendapat perlakuan rasisme dari pendukung FC Porto. Dari kejadian itu, Porto kena penalti 20 ribu euro atau Rp 333,7 juta.

Namun sebulan berikutnya, Manchester City juga kena denda ketika bertandang ke Portugal. Lucunya lagi, denda yang harus dibayar City nominalnya lebih banyak, yaitu 30 ribu euro atau Rp 500 juta. Tahu kenapa City harus membayar? Yup benar, karena para punggawa Manchester City terlambat 30 detik masuk ke lapangan usai half time.

Setahun berselang, perlakuan rasis masih juga muncul. Dan lagi-lagi Manchester City menjadi korbannya. Ketika Liga Champions Eropa musim 2013/14, CSKA Moskow dihukum UEFA karena pendukungnya berulang kali melakukan pelecehan rasial. CSKA dihukum tanpa penggemar selama tiga minggu.

Namun, sungguh malang nasib Manchester City. Ketika City bertolak ke Rusia untuk menghadapi CSKA Moskow di fase grup Liga Champions musim 2013/14, pendukung City harus pulang karena mereka tidak diperbolehkan masuk ke stadion. Jadi, larangan tanpa penggemar ini bukan hanya ditimpa CSKA tapi juga City.

Tentu fans City merugi. Sebab untuk datang Moskow butuh duit yang tidak sedikit. Buat bayar tiket penerbangan, akomodasi hotel, dan tiket pertandingan. Banyak fans City yang sudah terlanjur membeli tiket pertandingan, soalnya kala itu tidak ada pemberitahuan kalau fans City juga dilarang masuk.

Kenapa mereka tidak dibolehkan masuk? Markas CSKA Moskow sudah lebih dulu diblokade para penggemar CSKA. Jadi fans City dihalang-halangi untuk bisa masuk ke dalam. Ajaibnya, justru penggemar CSKA yang akhirnya bisa masuk ke stadion. Yup benar, CSKA yang kena hukuman UEFA, tapi fans City yang nggak boleh masuk.

Apakah UEFA menghukum fans CSKA? Tidak saudara-saudara. Bahkan usai CSKA Moskow melakukan banding, mereka berhasil memperpendek durasi hukuman. Laga Manchester City kontra CSKA Moskow pun akhirnya digelar dan hebatnya, sekitar 650 pendukung CSKA, yang notabene sedang dihukum, justru memadati stadion.

Ironisnya ketika pertandingan dihelat, pemain Manchester City, Yaya Toure justru kena pelecehan rasial dari pendukung CSKA. Yaya Toure pun tidak hanya kecewa, tapi marah karena UEFA masih tidak tegas menindak perlakuan rasis.

“Saya sangat kecewa dengan apa yang dilakukan penggemar (CSKA). Saya pikir UEFA akan menindak hal itu. Pemain dengan warna kulit apa pun harus setara. Saya ingin katakan, tidak untuk rasisme,” kata Yaya Toure.

Bukan hanya suporter City yang memprotes UEFA karena matanya kelilipan kalau ngurusin rasisme dengan mencemooh anthem UCL. Penggemar Bayern Munchen juga melakukan hal yang nyaris serupa. Kala Die Roten menghadapi CSKA Moskow di UCL tahun 2015, sebelum kick off seperti biasa lagu tema UCL diputar.

Tepat saat itulah, para pendukung Bayern Munchen membalikkan badan mereka. Aksi tersebut menyusul perlakuan rasisme pendukung CSKA Moskow di pertandingan sebelumnya. Untungnya Munchen nggak kena semprot UEFA.

Terlepas dari efektif atau tidaknya, mencemooh anthem UCL mungkin bisa menjadi sarana bagi suporter untuk menyampaikan pendapat sekaligus mengkritik para petinggi UEFA. Mengkritik apa saja kebijakan yang dianggap sembrono, termasuk di dalamnya rasialisme yang tak ditindak. Mantan pelatih Manchester City, Manuel Pellegrini mendukung hal itu.

Menurutnya, fans berhak mengkritik lewat metode apa pun. Mencemooh lagu tema UCL bisa jadi salah satu cara memerangi rasialisme, sebab dari cemoohan itu yang disasar adalah UEFA.

Sumber referensi: thesun.co.uk, nbcsports.com, goal.com, football.london, panditfootball.com

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 13 Oktober 2021

RASHFORD SELAMA SATU TAHUN BERMAIN SAMBIL MENAHAN SAKIT

Penyerang Manchester United, Marcus Rashford, mengakui bahwa selama musim 2020/21 dirinya harus tampil memperkuat The Red Devils dengan menahan rasa sakit. Rasa sakit itu akibat cedera bahu yang membekapnya. Namun Rashford mengaku tetap memaksakan tampil lantaran memiliki keinginan untuk membantu Manchester United mengakhiri puasa trofi juara. Kini Rashford mengklaim kondisi fisiknya sudah jauh membaik setelah menjalani operasi pada musim panas lalu. Meski demikian, dirinya harus tetap menjaga kondisi agar cederanya tidak kambuh lagi.

ARSENAL INGIN PULANGKAN CHAMBERLAIN DARI LIVERPOOL

Arsenal dikabarkan tertarik memulangkan pemain Liverpool Alex Oxlade-Chamberlain ke Emirates Stadium. Chamberlain terus berjuang untuk menembus starting xi the Reds. Bukan sesuatu yang mudah. Pasalnya jebolan akademi Southampton ini keluar masuk ruang perawatan. Kontrak Chamberlain di Liverpool hingga Juni 2023. Keinginan Arsenal untuk memulangkan sang gelandang tampaknya akan menjadi kenyataan. Pasalnya, Chamberlain sedang mencari tantangan baru. Ia mulai frustasi di Liverpool. Ia belum juga menjadi andalan pelatih Jurgen Klopp.

PERMOHONAN BEBAS DITOLAK, MENDY TETAP DIPENJARA HINGGA JANUARI 2022

Permohonan Benjamin Mendy untuk bebas dengan jaminan ditolak pengadilan Chester, Inggris. Akibatnya, Bek Manchester City itu tetap mendekam di balik jeruji sampai sidang kasusnya digelar pada 24 Januari 2022. Dilaporkan The Guardian, permohonan ini adalah yang ketiga kalinya diajukan Mendy sejak ditahan pada Agustus lalu. Dua permohonan sebelumnya juga ditolak. Ia sendiri tak hadir dalam sidang permohonan tersebut, dan kini menempati sel di Penjara Altcourse, Liverpool. Sebagai informasi, Mendy dipenjara karena didakwa kasus pemerkosaan.

KOULIBALY KECEWA KIPER CHELSEA TAK MASUK NOMINASI BALLON D’OR

Kiper Chelsea, Edouard Mendy, tidak masuk ke dalam 30 nominasi Ballon d’Or 2021. Hal itu bikin rekan senegaranya, Kalidou Koulibaly, terheran-heran. Kiper asal Senegal itu dinilai layak masuk nominasi Ballon d’Or karena ikut berperan penting dalam kesuksesan Chelsea menjuarai Liga Champions. Meski demikian, Mendy masuk ke nominasi Yashin Trophy atau penghargaan untuk kiper terbaik. Dia bersaing dengan nama-nama seperti Donnarumma, Neuer, Courtois, sampai Ederson.

GARETH BALE: SAYA PEGOLF NO 1 DI REAL MADRID

Gareth Bale memproklamirkan diri sebagai “Pegolf No.1” di Real Madrid sebagaimana ia melanjutkan pemulihannya dari cedera hamstring. Bale menghadiri Spanish Open di Club de Campo Villa de Madrid pada akhir pekan kemarin, dan meluangkan waktu untuk berbicara kepada wartawan tentang siapa pegolf terbaik di ruang ganti Santiago Bernabeu. Dari semua pemain Madrid, bintang Wales itu mengklaim dirinya sebagai yang terbaik untuk urusan golf. Bale mengatakan, selain dirinya, Thibaut Courtois juga pemain lain yang gemar bermain Golf. Tapi Courtois memiliki kemampuan di bawah Bale.

3 PEMAIN VALENCIA YANG CEDERA PULIH JELANG LAWAN BARCELONA

Valencia telah berkutat dengan cedera pemain menjelang perjalanan tandang penting mereka di La Liga ke markas Barcelona akhir pekan nanti. Namun kondisi Jose Luis Gaya, Carlos Soler, dan Denis Cheryshev dilaporkan sudah mengalami perkembangan positif. Cheryshev dan Gaya telah melewatkan empat pertandingan terakhir Valencia di liga. Adapun Soler absen untuk tiga laga terakhir mereka karena masalah lutut. Ketiganya diharapkan masuk dalam laga tandang ke Camp Nou. 

JUVENTUS TERTARIK BOYONG BERNARDO SILVA

Dilansir Sportsmole, Bernardo Silva sudah ingin angkat kaki dari Man City sejak musim panas tahun ini. Namun, nihil peminat membuat Silva mau tak mau bertahan. Namun kini Juventus dikabarkan tertarik untuk memboyongnya. Kesulitan Juve di awal musim membuat pelatih Massimiliano Allegri mencari sosok gelandang yang punya pengalaman dan bisa menjadi otak permainan tim. Pilihan tersebut jatuh pada sosok Silva yang dinilai tepat untuk mengemban peran itu. Bianconeri kemungkinan tidak akan membeli sang pemain secara permanen, melainkan hanya sebatas peminjaman saja.

INGIN BAJAK VAN DE BEEK DARI MU, JUVENTUS HUBUNGI SANG AGEN

Juventus dikabarkan bakal menyelamatkan karir Donny van De Beek setelah sang pemain hanya menjadi ampas di Manchester United. Menurut laporan Football Italia, agen Van de Beek dikabarkan sudah melakukan pembicaraan dengan Juventus. Rencananya, Juventus ingin mengangkut Van de Beek pada bursa transfer musim dingin Januari 2022 nanti.  Si Nyonya Tua berencana untuk menggunakan jasa Van de Beek selama sisa musim 2021/22.

GARA-GARA PSG VAN DER WIEL MUAK DENGAN SEPAKBOLA

Pemain asal Belanda, Gregory Van Der Wiel, bercerita tentang masa-masa kelamnya ketika masih memperkuat raksasa Ligue 1, Paris Saint-Germain. Van Der Wiel menghabiskan empat tahun hingga 2016 di Parc des Princes. Van der Wiel yang saat ini menganggur sejak Maret 2019 mengaku sempat membenci sepakbola gara-gara perlakuan Les Parisiens kepada dirinya. Van Der Wiel mengklaim bahwa dia disodori tawaran perpanjangan kontrak baru oleh klub, namun dia menolaknya karena tidak memiliki kepastian menit bermain di PSG. 

TIDAK DIVAKSIN, PRESIDEN BRASIL TAK BOLEH NONTON LAGA SEPAKBOLA DI STADION

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengatakan dirinya tidak diizinkan nonton langsung pertandingan antara Santos dan Gremio pada Minggu (10/10) karena belum divaksin Covid-19. Klub tuan rumah, Santos, melarang pendukung yang belum divaksinasi Covid-19 memasuki stadion mereka. Klub tersebut bersikeras hanya mengizinkan orang yang telah divaksin atau mereka yang punya hasil tes PCR negatif untuk memasuki stadion. Bolsonaro selama ini memang menolak divaksin. Ia bahkan mendorong masyarakat untuk mengikuti jejaknya dan mengklaim bahwa ia memiliki antibodi yang lebih banyak karena sudah pernah terinfeksi Covid-19.

HASIL PERTANDINGAN

Cristiano Ronaldo membintangi kemenangan 5-0 Portugal atas Luxemburg pada laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa. Gol-gol Ronaldo di laga ini lahir dari penalti di menit ke-8 dan menit 12, serta sundulan terukur di depan gawang pada menit ke-87. Sementara, dua gol Portugal lainnya dibuat oleh Bruno Fernandes menit ke-17 dan Joao Palhinha menit ke-69.  Dengan hasil ini, Portugal masih menghuni urutan kedua klasemen grup A dengan 16 poin, sedangkan Luxemburg ada di urutan ketiga.

Dari grup I, Timnas Inggris hanya mendapatkan satu angka kala menjamu Hungaria di stadion Wembley. Hungaria memimpin terlebih dahulu lewat aksi Roland Sallai di menit 24. Beruntung John Stones mampu menyamakan kedudukan di menit 37. Skor imbang bertahan hingga laga bubar. Inggris saat ini masih menghuni posisi puncak kalsemen, sementara Hungaria berada di posisi keempat.

Dari ajang kualifikasi Piala Dunia zona Asia, Jepang sukses memenangi laga bigmatch kontra Australia dengan skor 2-1. Bermain di Saitama Stadium, Jepang unggul lebih dulu melalui Tanaka di menit ke-8. Australia lalu menyamakan skor lewat aksi Hrustic di menit 70. Dan kemenangan Jepang ditentukan lewat gol bunuh diri bek lawan di masa akhir pertandingan. Kemenangan ini masih menempatkan Jepang di urutan keempat klasemen grup B dengan 6 poin, sedangkan Australia nangkring di urutan kedua dengan koleksi 9 poin.

REKOR, CRISTIANO RONALDO SI RAJA HATTRICK

Cristiano Ronaldo mencetak hattrick saat Portugal menang 5-0 atas Luxemburg. Ronaldo kini telah mencetak 10 hattrick dalam karier internasionalnya bersama Portugal. Itu membuatnya menjadi pencetak hattrick terbanyak di level internasional untuk kategori putra. CR7 melewati rekor yang dipegang oleh mantan pemain Swedia Sven Rydell. Rydell menorehkan sembilan hattrick bersama Swedia pada rentang 1923-1932. Secara total, Ronaldo kini total telah membukukan 58 hattrick sepanjang karirnya bersama klub dan tim nasional.

MU PASTIKAN VARANE MENEPI BEBERAPA PEKAN AKIBAT CEDERA

Melalui situs resminya, Manchester United mengumumkan Raphael Varane harus menepi beberapa pekan akibat cedera otot paha. Bek berusia 28 tahun ini mengalami cedera kala membela timnas Prancis melawan Spanyol di final UEFA Nations League. Kabar ini jelas bakal memusingkan manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer. Mengingat, Solskjaer sudah lebih dulu kehilangan Harry Maguire yang menepi akibat cedera betis.

SERGIO RAMOS AKHIRNYA BAKAL DEBUT LAWAN ANGERS

Bek tengah Spanyol, Sergio Ramos akan melakukan debutnya di Paris Saint-Germain melawan Angers pada hari Jumat, 15 Oktober 2021. Kabar bermainnya Ramos dilaporkan secara resmi oleh media Get French Football News. Ramos secara bertahap telah kembali ke kebugaran dan pelatihan penuh menjelang laga kandang PSG kontra Angers. Meski debutnya yang ditunggu-tunggu akhirnya semakin dekat, masih belum jelas seberapa fit Ramos dalam pertandingan melawan Angers.

UEFA TETAPKAN PROSES PENGAJUAN TUAN RUMAH PIALA EROPA 2028

UEFA telah menetapkan rencananya untuk membuat proses penawaran tuan rumah Euro 2028, sebuah turnamen yang akan berbenturan dengan Piala Dunia dua tahunan pertama FIFA jika proposal tersebut disetujui. UEFA akan mengundang negara-negara yang ingin menjadi tuan rumah tunggal atau bersama, tetapi hanya dua negara yang akan diberikan kualifikasi otomatis. Negara yang berminat akan memiliki waktu hingga 23 Maret tahun depan untuk mengonfirmasi minat itu, dan UEFA akan mengumumkan kabar selanjutnya pada 5 April 2022. Tuan rumah yang sukses akan ditunjuk pada September 2023.

DIMITAR BERBATOV GUSAR GAGAL JADI PRESIDEN PSSI-NYA BULGARIA

Keinginan Dimitar Berbatov mendongkel mantan kiper Reading Borislav Mihaylov dari kursi presiden federasi sepakbola Bulgaria (BFU) menemui kegagalan setelah kalah dalam pemungutan suara di Sofia, Selasa (12/10). Mihaylov berhasil mempertahankan jabatannya setelah mendapat lebih dari 50 persen suara, dan bakal memimpin BFU selama empat tahun ke depan. Mihaylov memperoleh dukungan 241 suara, sedangkan Berbatov mendapatkan 230. Delapan suara lainnya dikumpulkan Hristo Portochanov.

REECE JAMES DAN N’GOLO KANTE KEMBALI KE PELATIHAN CHELSEA

Kabar baik diterima Chelsea jelang laga Liga Inggris kontra Brentford akhir pekan nanti. Dua pemainnya yang sempat absen dan melewatkan latihan dalam beberapa hari, yakni Ngolo Kante dan Reece James telah kembali ke pelatihan. James mengalami cedera pergelangan kaki melawan Manchester City sebelum jeda internasional dan harus mundur dari skuad Inggris, sementara Kante terpaksa diisolasi setelah dinyatakan positif Covid-19.

TAK CUMA MU, NEWCASTLE JUGA INGIN BORONG PEMAIN JUVENTUS

Newcastle United kini membidik pemain-pemain bintang. Selain akan belanja di Manchester United, The Magpies kabarnya juga bakal membidik pemain-pemain bintang Juventus. Ada dua bintang Juventus yang masuk radar klub sultan tersebut, yakni Federico Chiesa dan Matthijs De Ligt. Dengan sokongan dana dari raja Salman, Newcastle diyakini akan mencoba menggoda Juventus dengan tawaran super mewah untuk merekrut keduanya ke Liga Inggris tahun depan. Selain Chiesa dan De Ligt, Newcastle juga berminat memboyong gelandang Aaron Ramsey.

MILAN UMUMKAN MIKE MAIGNAN BAKAL JALANI BEDAH ARTROSKOPI

AC Milan akhirnya resmi mengumumkan bahwa kiper andalan mereka, Mike Maignan, akan menjalani bedah artroskopi Rabu (13/10). Kiper anyar Rossoneri itu merasakan sakit pada pergelangan tangan kirinya. Masih belum jelas berapa lama sang kiper akan absen sebagai konsekuensi dari tindakan tersebut. Fans tentu berharap agar mantan bintang Lille tersebut tidak akan menepi terlalu lama mengingat betapa penting kehadirannya di skuad Milan musim ini. 

MANTAN KIPER MU SERGIO ROMERO RESMI BERGABUNG VENEZIA

Mantan penjaga gawang Manchester United, Sergio Romero akhirnya resmi bergabung ke klub promosi serie A, Venezia secara gratis. Romero meneken kontrak bersama Venezia sampai Juni 2022. Tidak dibeberkan secara gamblang nilai kontrak yang didapat Sergio Romero. Namun kehadirannya tentu sangat penting untuk perjalanan Venezia sebagai tim promosi.

REAL MADRID RAMAIKAN PERBURUAN TCHOUAMENI

Real Madrid tampaknya ingin mengalahkan Chelsea dan Juventus dalam penandatanganan Aurelien Tchouameni pada bursa transfer musim panas mendatang. Menurut Marca, El Real telah mengidentifikasi pemain berusia 21 tahun sebagai target utama untuk jendela musim panas mendatang setelah Kylian Mbappe sebagai rencana transfer mereka untuk 2022 sudah mulai terbentuk. Tchouameni telah bermain 15 kali untuk Monaco musim ini, dan mencetak dua gol. Selain itu, dia memiliki lima caps untuk Prancis.

KEMENANGAN TIMNAS POLANDIA ATAS ALBANIA DIWARNAI HUJAN BOTOL

Kemenangan timnas Polandia atas Albania dalam laga lanjutan Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2022 diwarnai hujan botol yang dilemparkan fans tuan rumah di Stadion Arena Kombetare, Albania. Dalam laga yang dimenangkan Polandia 1-0 itu, laga sempat dihentikan 20 menit lantaran ulah pendukung yang melemparkan botol dan barang-barang lainnya ke tim tamu. Semua berawal setelah Karol Swiderski memberi Polandia keunggulan saat waktu normal tersisa 13 menit. Saat itu, selebrasi mereka disambut dengan aksi tak terpuji fans lawan, hingga memaksa para pemain meninggalkan lapangan.

SUSUL JERMAN, DENMARK LOLOS KE PIALA DUNIA 2022

Tim Nasional Denmark lolos ke Piala Dunia 2022. Mereka mengikuti jejak Jerman yang lebih dulu melakukannya kemarin, Selasa 12 Oktober 2021. Denmark lolos ke Piala Dunia 2022 usai menyapu bersih delapan laga di Grup F dengan kemenangan, mencetak 27 gol, dan menjaga gawang mereka tetap suci. Kemenangan teranyar Denmark diraih saat menjamu Austria di Parken Stadium dengan skor 1-0.

THIAGO SILVA BERI DUKUNGAN MENYENTUH KEPADA NEYMAR

Thiago Silva tanpa ragu memberi dukungan moril buat Neymar, teman dekat sekaligus kompatriotnya di timnas Brasil yang pekan ini mengakui bahwa ia ragu ‘apakah masih punya kekuatan mental untuk melanjutkan karier sepakbola’. Silva berharap Neymar bisa kembali menemukan cinta di sepakbola. Lewat Instagram story, Silva menambahkan: “Jika kamu butuh seseorang yang kuat di sampingmu, ketahuilah bahwa saya akan selalu ada di sana. Keluarga Silva mencintaimu.”

TAHUN DEPAN, KEPUTUSAN OFFSIDE DITENTUKAN PAKAI TEKNOLOGI

Arsene Wenger yakin semua keputusan yang berkaitan dengan offside, akan mulai diputuskan oleh teknologi pada tahun depan. Wenger, yang sekarang bertanggung jawab atas pengembangan global di FIFA, percaya VAR terlalu lambat dalam membuat keputusan dan percaya prosesnya harus disederhanakan pada saat Piala Dunia 2022 tiba. Terlepas dari kritiknya terhadap VAR, Wenger percaya itu memiliki dampak positif pada permainan dan telah menghasilkan lebih sedikit kesalahan wasit dalam pertandingan besar.

Tetap Dukung Klub nya Hingga Meninggal! Kisah Fanatisme Para Suporter

Masih ingatkah ketika awal awal kick off sepak bola periode corona?

Begitu terasa sepi. Pertandingan begitu aneh. Hilangnya atmosfer nyanyian lantang, seakan seperti menonton pertandingan persahabatan tanpa tensi. Dan dari sini kita tahu sepenting itukah suporter.

Berbicara mengenai suporter, berikut ini beberapa cerita sehidup semati dari penggemar dalam mendukung klub yang dicintainya.

Penasaran seperti apa? Berikut kami sajikan kisahnya.

Vicente Navarro (Valencia)

Kisah tentang pendukung Valencia bernama Vicente Navarro sudah sangat melegenda. Dia tercatat sebagai satu-satunya penggemar yang selalu datang ke stadion, meski dunia tengah dilanda wabah virus corona.

Vicente Navarro merupakan anggota pendukung Valencia dengan nomor 18. Dari angka tersebut, sudah bisa dilihat bahwa sosoknya sudah sangat senior. Dia menghabiskan mayoritas seluruh hidupnya untuk mendukung Valencia.

Ya, sejak berusia muda, Vicente Navarro sudah menjadi pendukung Valencia. Sayangnya, di usia 54 tahun dia harus kehilangan penglihatannya karena terdapat masalah pada retinanya. Meski begitu, Vicente Navarro sama sekali tidak kehilangan semangatnya untuk terus mendukung Valencia. Dia masih setia menonton pertandingan Valencia di stadion, dan duduk di nomor kursi favoritnya, yaitu 164 di baris 15 pada Tribuna Central.

Nahas, usianya sudah berakhir pada tahun 2017 silam. Sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu pendukung paling setianya itu, Valencia meresmikan patung Vicente Navarro yang diletakkan di kursi favoritnya pada 19 Maret 2019.

Maka dari itu, meski dunia tengah dilanda pandemi dan setelah musibah itu berakhir sekalipun, sosoknya akan selalu hadir dalam setiap pertandingan yang dijalani Valencia di Estadio Mestalla.

Mumtaz Amca & Ihsan Teyze (Fenerbahce)

Mumtaz Amca dan Ihsan Teyze. Dua pasangan romantis tersebut tampak selalu hadir dalam pertandingan yang dijalani klub bercorak kuning.

Mumtaz Amca dan Ihsan Teyze bisa dibilang sebagai pasangan sehidup semati untuk Fenerbahce. Selama bertahun-tahun, mereka selalu menghadiri pertandingan yang dilakoni, langsung di stadion dan duduk di kursi yang selalu bersebelahan. Setelah bertahun-tahun menghabiskan waktu dengan menonton pertandingan klub kesayangan, sang suami, Ihsan, berpulang terlebih dahulu pada tahun 2016.

Tak lama kemudian, Mumtaz juga menyusul kehidupan baru sang suami pada 2020 lalu. Usai kabar kematian sosok wanita tersebut, Fenerbahce memberikan penghargaan yang sangat spesial kepada dua penggemar lansia yang kini telah tiada. Mereka tampak memajang foto Ihsan dan Mumtaz di kursi yang biasa mereka duduki.

Ines (AC Milan)

Gairah untuk menonton sepakbola memang tak mengenal usia. Ines, seorang penggemar AC Milan yang kini berusia 100 tahun, tercatat masih mengikuti perkembangan klub kesayangannya itu. Dia mengaku sudah lebih dari 80 tahun menjadi penggemar AC Milan. Meski kini ia tak selalu hadir langsung ke stadion, sosok Ines masih sangat dihargai oleh klub.

Diceritakan, Ines selalu hadir ke Stadion San Siro setiap AC Milan bertanding hingga usianya menyentuh angka 87 tahun. Kini, kursi roda yang menjadi teman sejatinya, hanya membuat perempuan tua itu menyaksikan pertandingan AC Milan dari layar kaca.

Di ulang tahun sang penggemar setia yang ke 100 tahun, AC Milan memberikan hadiah spesial kepadanya. Terlihat manajemen AC Milan memberikan sebuah jersey lengkap dengan nama dan usia nya di bagian punggung, yang juga sudah ditandatangani oleh para pemain.

Perempuan yang kini duduk di kursi roda itu pun tampak sangat bahagia dan berharap AC Milan segera kembali ke era kejayaan.

The Singh Family (Manchester United)

Semua penggemar Setan Merah tentu tidak asing dengan wajah-wajah asal India yang kerap mengisi bangku tertentu di Old Trafford. Mereka adalah The Singh Family. Lebih dari 20 tahun, keluarga tersebut selalu menonton langsung pertandingan MU, dan tak jarang mengundang perhatian media.

The Singh Family sendiri merupakan sebutan yang diberikan oleh media. Anggota yang berisikan lima orang India itu bernama Craig Singh, Simon Singh, Kuk Singh, Jimmy Singh, dan Satta Singh. Loyalitas mereka tak perlu diragukan lagi. Sudah ada banyak momen hingga rentetan tahun terbaik MU, yang mereka saksikan.

Eric Cantona dan Sir Alex Ferguson menjadi sosok yang sangat menghargai Singh Family. Cantona bahkan mengaku terkesan dengan kesetiaan yang diberikan oleh keluarga tersebut. Salah satu wejangan paling legendaris bahkan keluar dari mulut Cantona ketika melihat fenomena keluarga Singh.

“Kalian bisa mengganti istri, pandangan politik, atau agama. Tapi, kalian tidak akan mungkin mengganti tim sepakbola favorit,”

Sementara itu, Sir Alex Ferguson, tak pernah lupa untuk memberi sambutan berupa jabatan tangan kepada keluarga Singh, setiap kali mereka hadir untuk menyaksikan langsung pertandingan Manchester United yang digelar di Old Trafford.

Giancarla (Inter Milan)

Tidak hanya AC Milan, rival sekota mereka Inter Milan juga ternyata punya penggemar yang terbilang sangat setia. Adalah Giancarla, seorang nenek yang kini berusia 84 tahun. Diceritakan, sosok Giancarla selalu hadir ke Stadion Giuseppe Meazza. Hebatnya, dia selalu datang dua jam sebelum pertandingan dimulai.

Ketika ditanya, Giancarla mengaku bahwa dia sudah 48 tahun mendukung Inter Milan. Mulanya, dia hanya bertugas sebagai penjual tiket di pertandingan kandang yang dijalani Inter Milan. Namun lama kelamaan, perasaan cinta kepada klub tersebut muncul.

Jadilah sampai sekarang dia mendukung Inter Milan dan menjadi salah satu penggemar paling setia karena tak pernah ketinggalan untuk menghadiri pertandingan kandang yang dijalani skuad asuhan Simone Inzaghi.

Mike Kearney (Liverpool)

Mike Kearney, merupakan penggemar Liverpool yang sempat viral akibat menonton pertandingan langsung di stadion dalam keadaan buta. Ya, Mike Kearney adalah sosok penggemar yang mengaku sudah buta sejak lahir.

Dia yang sangat mencintai sepakbola, khususnya ketika Liverpool bertanding, selalu hadir ke stadion bersama dengan sepupunya yang bernama Stephen Garcia. Dalam hal ini, Stephen akan memberi tahu Mike tentang segala yang terjadi di atas lapangan.

Ketika diwawancarai BBC, Mike mengaku bahwa dia bisa merasakan atmosfer di lapangan. Dia memiliki perasaan yang sama dengan penggemar lain.

Dalam sebuah kesempatan, ketika momen menonton sepakbola nya diabadikan dalam sebuah video dan tersebar di media sosial, banyak warganet yang merasa sangat tersentuh. Banyak yang mengatakan bila sepakbola merupakan olahraga bagi semua orang, tak terkecuali Mike yang memiliki keterbatasan.

Beruntung sekali video itu viral, hingga Mohamed Salah berbaik hati menemui Mike dan Stephen.

Bradley Lowery (Sunderland)

Bradley Lowery merupakan sosok suporter cilik yang mendukung Sunderland sepanjang hidupnya. Dia selalu bermimpi untuk bisa bertemu dengan seluruh pemain Sunderland dan bermain bersama di lapangan. Kesempatan itu pun akhirnya datang, ketika dirinya memang telah divonis mengidap penyakit neuroblastoma, jenis kanker langka, saat berusia 18 bulan.

Dalam sebuah kesempatan, semua bisa menyaksikan senyum sang bocah yang begitu tulus. Dia terlihat bahagia ketika bermain bersama punggawa Sunderland, terutama Jermain Defoe, di atas lapangan.

Sayangnya, Bradley Lowery tidak memiliki banyak kesempatan untuk terus mendukung Sunderland. Pasalnya, dia telah dinyatakan meninggal pada 7 Juli 2017 silam.

Sunderland yang mengetahui kabar tersebut pun turut menyampaikan bela sungkawanya. Mereka akan selalu memberi cinta dan dukungan kepada malaikat kecil yang telah menciptakan senyum bagi seluruh elemen klub.

Magis Alberts Hilang, Persib Bandung Tak Lagi Garang?

“Biasanya tim yang meraih hasil imbang berturut-turut akan susah untuk mendapatkan gelar juara”. Pernyataan itu terdengar dari corong televisi saat komentator pertandingan, Bung Kusnaini mengomentari jalannya laga antara Persib Bandung menghadapi PSM Makassar pada lanjutan BRI Liga 1, Sabtu, 2 Oktober 2021. Kala itu laga berakhir imbang.

PSM Makassar menahan imbang Persib 1-1 sekaligus melengkapi catatan remis Maung Bandung di empat laga terakhir. Sejak kick off babak pertama, Persib memang tidak begitu meyakinkan bisa menang menghadapi skuad Coach Milo. Apalagi sepanjang pertandingan tersebut, PSM Makassar justru yang menguasai jalannya pertandingan.

Skuad asuhan Milomir Seslija berkali-kali merepotkan lini belakang Persib Bandung. Di laga itu, PSM Makassar mengemas 6 shoot on target, sedangkan Persib cuma sebiji. PSM juga mencatatkan 288 operan sukses, dan Persib 264. Di laga tersebut, jika dihitung ball possession PSM unggul 53% sedangkan Persib Bandung hanya 47%.

Gol Persib di laga itu pun tidak murni dari Wander Luiz, Marc Klok, Febri Hariyadi maupun pemain Persib lainnya, melainkan mendapat voucher dari pemain PSM, Serif Hasic menit 60. Lalu, 17 menit berselang, PSM mampu menyamakan kedudukan lewat skema cerdas coach Milo. Berawal dari set piece Bektur Talgat, Saldi Amiruddin yang tak terkawal membuat Teja Pakualam harus memungut bola dari gawangnya sendiri.

Andai Serif Hasic tak melakukan kesalahan, maka boleh jadi Persib akan mengalami kekalahan di laga itu. Sebab satu-satunya keunggulan Persib di laga tersebut hanyalah catatan fouls. Persib tercatat melakukan pelanggaran 17 kali dan 3 di antaranya kena kartu kuning. Sedangkan PSM hanya 13 kali fouls dan 2 di antaranya kartu kuning.

Dengan hasil imbang itu, Persib kini sementara menempati posisi lima klasemen BRI Liga 1. Skuad Robert Rene Alberts mencatat 2 kemenangan dan 4 hasil imbang, dan itu artinya mengoleksi 10 poin. Berada di peringkat kelima setidaknya Persib masih jauh di atas zona degradasi. Namun begitu, tampaknya penggemar Persib Bandung alergi kalau tim kebanggaannya itu harus berada di posisi lima.

Ya mungkin saja, Persib seharusnya minimal berada di posisi ketiga atau kedua. Lha ini, masak Persib kalah sama PSIS yang notabene pelatihnya bukan lisensi UEFA Pro? Sekadar informasi, PSIS kini menduduki peringkat kedua dengan torehan 12 poin.

Ujungnya pun gampang ditebak. Bobotoh menginginkan kalau Robert Rene Alberts dipecat. Pelatih asal Belanda itu dianggap kerasukan Ronald Koeman. Padahal kalau dilihat dari statistik pelatih Persib Bandung itu jauh lebih baik. Paling tidak, di musim ini Persib belum terkalahkan hingga sebelum bergulirnya seri kedua BRI Liga 1.

Namun mau bagaimana lagi? Sepak bola Indonesia tetap lah sepak bola Indonesia. Jika klub dirasa buruk, rekor kemenangannya masih diragukan, solusi yang tepat adalah memecat pelatih. Seolah setelah itu terpenuhi, kondisi akan membaik. Begitulah.

Catatan Buruk?

Ternyata bukan hanya federasi yang hobinya minta instan. Fans klub lokal juga punya tabiat yang sama. Dan lucunya, solusi yang disodorkan juga sama: memecat pelatih. Robert Rene Alberts didesak untuk mundur dari kursi kepelatihan Persib Bandung.

Mantan pemain Ajax junior tersebut dianggap telah membuang-buang poin. Betapa tidak? Di laga yang harusnya Maung Bandung bisa menang, justru hanya berakhir imbang. Marah lah para pendukung Persib. Bahkan sampai muncul meme Robert Rene Alberts yang dijual di Shopee.

Hebatnya, manajemen Persib langsung menanggapi hal itu. Pihak manajemen akan meninjau performa Robert Rene Alberts di seri kedua BRI Liga 1 nanti. Jika masih pula melempem dan malah melanggengkan tradisi imbang, boleh jadi tuntutan untuk memecat Robert Alberts akan dipenuhi.

Namun kalau kita mau fair, catatan Robert Rene Alberts ini sebetulnya tidak terlalu buruk. Musim ini saja, di tangan Alberts, Persib baru kebobolan 4 gol dan sukses mencetak 6 gol. Artinya, pertahanan Persib masih sulit untuk ditembus.

Seberapa Hebat Robert Rene Alberts?

Selain itu, Alberts bukan lah pelatih remeh-temeh. Rekam jejaknya terbukti menoreh prestasi. Tahun 1993, Alberts memenangkan liga dan Piala Malaysia saat melatih Kedah FA. Ia juga pernah melatih Timnas Korea Selatan U-19 dan Timnas Malaysia U-19. Musim 2008/09 ia melatih Serawak FA.

Sebelum ke Serawak FA, Alberts sempat merasakan gelar juara Liga Singapura bersama Home United tahun 1999. Karier di Serawak FA tak cukup bagus, Robert Rene Alberts hijrah ke negeri +62. Ia melatih Arema FC musim 2009/10.

Selain turut menelurkan tulang punggung Timnas Indonesia, seperti Ahmad Bustomi dan Kurnia Meiga, Alberts juga membawa Singo Edan menjuarai Liga Super Indonesia musim 2009/10 dan mengamankan posisi Runner up Piala Indonesia 2010.

Ia juga sempat melatih PSM dua kali, musim 2010/11 dan 2016-2019. Jeda dua periode tersebut, Alberts kembali menangani Serawak FA dan sukses membawa klub tersebut juara Liga Primer Malaysia tahun 2013. Kendati tak mempersembahkan gelar untuk PSM Makassar, Alberts dianggap mampu membuat tim berjuluk Juku Eja turut memanasi persaingan di puncak klasemen.

Robert Rene Alberts juga pernah disebut-sebut sebagai pelatih terbaik di Liga Indonesia. Hal itu ia buktikan dengan meraih gelar pelatih terbaik ajang Torabika Soccer Championship tahun 2016. Bahkan dengan kualitasnya itu, ia sempat diisukan bakal menangani Timnas Indonesia.

Alberts Kehilangan Magis, Persib Melempem?

Persib Bandung memang, tak dipungkiri adalah salah satu kekuatan Liga Indonesia. Persib tidak hanya kuat di dalam, tapi juga di luar, tentu saja yang dimaksud adalah suporternya. Saat diasuh Janur sampai Rene Alberts, Persib sebetulnya cukup konsisten jadi tim garang.

Ketika Alberts datang tahun 2019, sudah 52 laga ia mendampingi Persib Bandung. Hampir separuhnya meraih kemenangan, yaitu 23 kali. Sementara Alberts merasakan hasil imbang bersama Persib 18 kali, dan 11 sisanya kalah.

Musim 2020/21, Alberts sejatinya mampu memancing Maung Bandung untuk mengaum. Mereka bahkan memuncaki klasemen dengan torehan 9 poin berkat 3 kali menang. Sayangnya, kala itu liga harus disetop karena pandemi. Usai liga digelar kembali musim 2021/22, Alberts seperti kehilangan magisnya. Persib pun tak lagi garang.

Alberts Miskin Taktik?

Digelar kembali kompetisi liga domestik di Indonesia, bagi pelatih 66 tahun itu seperti mendengar suara senapan. Robert Rene Alberts wajib langsung beradaptasi. Namun Alberts dan Persib Bandung terkesan lambat dan terkejut musuh-musuh yang dihadapi tak selemah 4-5 tahun lalu.

Disadari atau tidak, persaingan di Liga 1 Indonesia makin ketat. Ada Bali United sang juara bertahan, Bhayangkara FC yang siap tempur dengan pemain bekas Timnas U-19 Indra Sjafri, dan jangan lupakan PSIS Semarang yang tengah naik daun. Belum lagi PSM dengan permainan khas Eropa-nya.

Pembaruan taktik adalah langkah mutlak jika tidak ingin tertinggal. Selama ini Alberts tampak nyaman dengan formasi 4-4-2 untuk Persib. Dalam membangun serangan Alberts mengandalkan dua sektor flank. Febri Hariyadi di kanan dan Fretz Butuan di seberangnya. Sedangkan Klok dan Rashid ditempatkan sebagai jenderal lapangan tengah.

Namun itu tidak efektif. Apalagi Alberts selalu mengandalkan manuver dari dua sayap. Jika tidak menusuk ke jantung pertahanan, kedua sayap akan memberikan crossing khas sepak bola Indonesia. Ironisnya, striker Persib seperti Wander Luiz tumpul. Jadi usaha semacam itu boleh jadi sia-sia belaka.

Tapi Alberts punya alternatif lain. Beberapa kali ia membiarkan Marc Klok melakukan shoot dari luar kotak penalti. Selain itu juga ada opsi menempatkan Beckham Putra di lini tengah. Dan terbukti, ketika pemain nomor punggung tujuh itu dimasukkan, ia kerap mencetak gol.

Akan tetapi, Alberts perlu diingatkan, kalau dirinya bukan pelatih klub futsal. Tidak selamanya pemain Persib bisa menembak dari luar kotak penalti atau jarak jauh. Disamping menyerang juga ada konsekuensi diserang balik.

Nahasnya Persib acap kali keteteran saat di-counter-attack. Apalagi kalau lawan langsung melakukan direct pass, seperti gol Yabes Roni ketika Persib menghadapi Bali United. Pemain Persib juga sering lupa mengawasi pergerakan tanpa bola pemain lawan.

Walaupun begitu, Alberts masih bisa kok memperpanjang nafasnya di Persib Bandung. Ia tak perlu diganti. Tentu dengan catatan, kendati sama-sama berpaspor Belanda, Robert Rene Alberts tak perlu mengikuti cara Ronald Koeman melatih Barca.

Sumber referensi: goal.com, lapangbola.com, cnnindonesia.com, bolasport.com, indosport.com