Beranda blog Halaman 647

David de Gea yang Selalu Istimewa Untuk Setan Merah

0

David de Gea, yang bahkan sebelum resmi didatangkan ke Old Trafford, sudah menjadi kiper yang sangat istimewa. Oleh Sir Alex Ferguson, De Gea disebut sebagai kiper yang bakal mengemban masa depan Manchester United. Apa yang jadi prediksi Sir Alex ketika itu memang tidak berlebihan. Meski datang sebagai kiper muda, De Gea sudah memiliki kemampuan yang banyak membuat orang terkesan.

De Gea, sampai saat ini, bisa dibilang sebagai salah satu warisan terbaik yang ditinggalkan Fergie. Dia menjadi satu pemain era Fergie yang masih bertahan membela United sampai saat ini. Saking istimewa nya kiper yang kini berusia 30 tahun tersebut, Fergie sampai melewatkan laga Manchester United, yang mana sepanjang 1500 pertandingan yang dilakoni nya, hanya ada tiga laga saja yang pernah terluput olehnya.

“Dari 1.500 pertandingan United yang aku pimpin, aku tidak datang hanya di tiga pertandingan. Pertama, ketika aku berada di Glasgow untuk adik ku yang baru ditinggal meninggal istrinya pada 1998. Kedua, karena pernikahan anak tertua ku di Afrika Selatan pada 2000. Dan terakhir, untuk memantau De Gea pada 2010,” ucap Fergie (via buku Leading)

Dalam memantau bakat De Gea ke pertandingan yang langsung dijalani sang kiper, Fergie dibantu oleh pelatih kiper United saat itu, Eric Steele. Eric yang entah berkata apa pada Fergie ketika itu, berhasil merubah haluan sang manajer yang awalnya berniat merekrut Manuel Neuer yang masih berseragam Schalke. Fergie menilai bila Neuer merupakan kiper yang komplit dan sangat cocok untuk mengemban tugas sebagai kiper di kompetisi Premier League.

“Eric sudah mengamati De Gea untuk sejumlah waktu, namun kemudian Neuer mencuri perhatian bersama Schalke. Dan aku kira Schalke akan senang jika kami membawanya [ke Old Trafford],”

“Jadi masalah ku saat itu adalah Eric, karena dia begitu yakin bahwa kami harus merekrut De Gea. Aku berkata, ‘Tapi Eric, Neuer itu adalah paket komplet; dia matang, fisiknya juga luar biasa’, dan dia membalas, ‘Ya, namun dalam waktu tiga tahun saja, De Gea akan jauh lebih baik’. Kenang Sir Alex (via Sky Sport)

Ucapan Eric ketika itu langsung membuat Fergie yakin. Ia menilai bila pelatih kipernya itu memiliki sebuah penegasan yang sangat sulit untuk ditolak. Maka, Fergie pun mendengar apa yang diucapkan Eric dan terbang langsung ke Spanyol untuk melihat bagaimana aksi kiper yang direkomendasikannya.

Fergie dan Eric ketika itu memiliki kesempatan untuk menyaksikan langsung pertandingan antara Atletico Madrid melawan Valencia yang digelar di Estadio Mestalla. Setelah itu, Fergie mengaku bahwa hanya dalam satu pertandingan tersebut, dia langsung yakin dengan kemampuan yang dimiliki De Gea.

Menurut Fergie, De Gea yang ketika itu masih berusia sangat muda sudah memiliki skil mendasar seperti kelincahan, kepercayaan diri, serta kecepatan mumpuni.

Pada akhirnya, meski Neuer berhasil mengangkat trofi Liga Champions Eropa dan Piala Dunia, Fergie mengaku sama sekali tidak menyesali keputusannya dalam mendengar saran Eric.

Perjalanan Terjal dan Cerita Bersama Kiper Kedua MU

Sejak pertama kali mendarat di Manchester pada tahun 2011 silam, De Gea memiliki tugas yang cukup berat. MU yang saat itu masih rutin memenangi gelar juara Liga Inggris dan memiliki kiper spektakuler dalam diri Edwin van der Sar, secara tidak langsung telah memberitahu De Gea bahwa posisinya disana tidaklah sembarangan.

Selain itu, De Gea yang datang ke Old Trafford bersama dengan nama Ashley Young dan Phil Jones, juga harus bersaing dengan Anders Lindegaard, Tomasz Kuszczak, dan Ben Amos.

Di awal periodenya bersama MU, De Gea yang disebut bakal menjadi kiper masa depan United oleh Fergie sempat mengalami masa-masa naik turun. Media Inggris terus mengawasinya. Bahkan Fergie mengatakan kalau De Gea sempat berkecil hati. Namun, pelatih asal Skotlandia itu tidak langsung menyalahkan De Gea demi memberi perasaan nyaman bagi seorang pemain muda untuk terus berkembang.

Dalam sebuah kesempatan, Fergie memilih untuk berbicara langsung kepada seluruh tim dan mengatakan bahwa David de Gea adalah kiper dengan karakter yang sangat mewakili United. Fergie menceritakan bahwa De Gea adalah kiper pemberani dan penuh tanggung jawab. Dia tidak bisa berbicara bahasa Inggris, tidak memiliki SIM, dan setiap minggu harus berhadapan dengan penyerang-penyerang tajam Premier League.

Walhasil, perkataan tersebut berhasil mengangkat moral David De Gea. Sang kiper yang sebelumnya tampak terbebani dengan bayang-bayang Edwin van der Sar mulai nyaman untuk tunjukkan kualitas. Dia terus berkembang dan selalu tampil gemilang di bawah mistar, apapun kondisi yang dihadapi tim Setan Merah.

Apa yang dikatakan Fergie pun diamini oleh mantan pesaing David de Gea di MU, Anders Lindegaard.

Anders Lindegaard sudah hengkang dari United sejak 2015 lalu, namun De Gea kita tahu masih terus bertahan hingga sekarang. Menurut Lindegaard, De Gea memang sempat mengalami masa pasang surut di awal karirnya bersama United. Dia pun lantas menceritakan bagaimana sejumlah momen krusial berhasil membuat De Gea berkembang jadi kiper jempolan.

Dia mengatakan bila Sir Alex telah membantu banyak sekali hal untuk membuat De Gea merasa nyaman.

“Dia masih muda dan terlihat kurus dari apa yang aku lihat. Aku berpikir dia bisa berjuang dan bersaing dengan ku. Tapi, dia sempat berada dalam posisi yang mengerikan di pertandingan pertamanya. Dia tidak memiliki apa pun di dalam dirinya kecuali ketakutan.”

Bagi Lindegaard, De Gea tidak benar-benar memiliki kelemahan kecuali tubuh kurus seperti sedotan. Kiper asal Spanyol tersebut selalu memiliki kecepatan dan ketepatan luar biasa ketika berhadapan dengan pemain yang memiliki tendangan akurat. Dalam sebuah laga melawan Chelsea, De Gea diprediksi bakal melakoni laga yang berakhir pada cercaan.

Namun, semua terkejut ketika dia berhasil menepis tendangan bebas Juan Mata, yang bagi kebanyakan orang, lengkungan itu sangat sulit dipatahkan.

Media dan penggemar yang siap menghukumnya dengan cercaan pun berbalik memberi pujian besar pada penampilannya.

Sempat Mengalami Masa Surut Bersama Mourinho Namun Berhasil Bangkit

Beberapa musim melakoni laga bersama United, De Gea berhasil persembahkan sejumlah gelar, termasuk trofi Liga Primer Inggris di tahun perpisahan bersama Sir Alex Ferguson. Namun dia sempat mengalami masa dimana pintu keluar terlihat seperti sebuah surga. Adalah ketika Jose Mourinho menangani Manchester United.

De Gea sempat dicadangkan hingga membuat masa depan nya terus dispekulasikan media. Sang manajer asal Portugal itu bahkan sempat memberi izin kepada De Gea bila ingin bergabung dengan Real Madrid.

Namun nampaknya, cerita yang telah diukir bersama Setan Merah berhasil membuatnya bertahan. Ketika Mou pergi, De Gea yang meski masih kerap mendapat kritik, perlahan mulai tunjukkan kualitas sebagai kiper dunia.

Saat ini, ketika Dean Henderson dipulangkan untuk disiapkan sebagai kiper masa depan, malah berniat hengkang karena gagal mendapat tempat utama menyusul performa De Gea yang kembali gemilang.

Sejauh ini, De Gea yang memang terlahir untuk menjaga gawang Manchester United, telah melakoni setiap laga yang dijalani tim. Dirinya pun memiliki kesempatan untuk kembali membawa United naik ke panggung juara, menyusul performa meyakinkan yang ditampilkan dalam beberapa laga.

Sumber referensi: Panditfootball, Setan Merah, Setan Merah 2

Terjun Bebas Performa Persipura di Liga Indonesia

0

Saat Arsenal sudah mulai sadar kalau mereka adalah klub sepak bola dengan mulai memperbaiki performa di Liga Inggris, Persipura Jayapura masih belum bangun juga dari keterpurukan. Tim Mutiara Hitam kembali menelan kekalahan atas Persebaya Surabaya 1-3 di lanjutan BRI Liga 1 Indonesia, 16 Oktober 2021 lalu. Ini adalah kekalahan keempat Persipura selama dua seri gelaran BRI Liga 1.

Sebelum jeda kompetisi, skuad asuhan Jacksen F. Tiago kalah dari Arema FC 0-1. Mereka juga kalah dari Persela Lamongan. Dan di laga perdana BRI Liga 1, Tim Mutiara Hitam juga menelan pil pahit lewat kekalahan 1-2 atas Persita Tangerang. Sementara, Persipura hanya mampu meraih imbang kala menghadapi Madura United dan Persija Jakarta.

Satu-satunya kemenangan Persipura adalah ketika melawan tim besutan Liga 1, Persiraja Banda Aceh. Itupun Persipura menang tipis 2-1. Rentetan hasil negatif ini membuat Persipura tertahan di peringkat 15 klasemen sementara per 20 Oktober 2021. Persipura hanya satu strip di atas zona degradasi.

Hal itu, percaya tak percaya, membuat Persipura riskan terperosok ke Liga 2 musim depan. Meskipun harapan Persipura masih bisa memperpanjang nafasnya di BRI Liga 1. Asalkan menang melawan Persik Kediri dan Barito Putera yang notabene klasemennya berada di bawah Mutiara Hitam.

Namun, yang menjadi sorotan performa Persipura Jayapura di Liga Indonesia yang cenderung terjun bebas. Ya, kita semua tahu kalau Persipura merupakan salah satu tim terkuat asal bumi cenderawasih. Mutiara Hitam termasuk salah satu tim yang cukup sering mewakili Indonesia di kancah AFC Cup.

Persipura Tim Terkuat?

Sejak pertama kali berdiri tahun 1963 saja, Persipura Jayapura telah menoreh banyak prestasi. Meskipun gelar pertama yang diraih Persipura bukan kompetisi resmi, yaitu Soeharto Cup III 1976. Setelah itu disusul gelar Divisi I musim 1979. Gelar tersebut membuat Persipura lolos ke Liga Indonesia yang kala itu masih bernama Perserikatan.

Dilansir situs Tirtoid, tak butuh waktu lama bagi Persipura untuk memberikan kesan hebat di mata penggemar sepak bola tanah air kala itu. Tim Mutiara Hitam sukses menempati posisi kedua di Perserikatan musim 1980. Walaupun nasib mereka tak selalu mujur, sebab Persipura juga pernah turun kasta lagi. Hingga musim 1993/1994 Persipura kembali juara Divisi I.

Persipura pun berhak tampil di edisi perdana Divisi Utama Liga Indonesia. Kompetisi ini adalah peleburan Perserikatan dan Galatama, yang pada akhirnya menjadi kompetisi tertinggi di PSSI. Divisi Utama Liga Indonesia mulai digelar pada tahun 1994. Persipura pun berhasil kampiun di ajang ini pada tahun 2005.

Puncak kejayaan Persipura mulai tampak nyata ketika Indonesia Super League (ISL) digelar tahun 2008. Kompetisi tertinggi yang menggantikan Divisi Utama Liga Indonesia. Boaz Solossa yang kala itu masih memperkuat Mutiara Hitam sukses membawa timnya juara di tahun 2009, 2011, dan 2013. Kala itu Persipura sudah di bawah juru taktik Jacksen F. Tiago.

Prestasi Persipura pun kian membumbung tinggi. Tim Mutiara Hitam menjuarai kompetisi-kompetisi lokal seperti Community Shield Indonesia tahun 2009 dan Indonesia Inter Island Cup 2011. Di kancah Asia, Persipura juga tak kalah diperhitungkan.


Skuad Jacksen F. Tiago pernah mencapai perempat final AFC Cup, sebuah kompetisi kasta kedua di Asia setelah Liga Champions AFC tahun 2011. Tak hanya itu, tiga tahun berselang Persipura bahkan menjadi semifinalis AFC Cup 2014. Jika saja tidak ada pandemi, Persipura mendapat jatah menemani Bali United di ajang AFC Cup 2021.

Karena itulah, tim yang sepintas seragamnya mengingatkan kita pada AC Milan tersebut adalah tim kuat di Indonesia. Boleh dibilang Persipura adalah obat di tengah kebencian terhadap PSSI karena tak kunjung mengangkat performa Timnas Indonesia. Sebab melihat penampilan Persipura bisa meningkatkan hormon dopamin. Tapi itu dulu.

Penampilan Persipura Memburuk

Sekarang hal itu tidak berlaku. Penampilan Persipura yang terjun bebas justru membuat amarah makin meletup-letup. Apalagi jika pemain sudah mulai kerasukan setan alas. Tak bisa mengontrol emosi, bermain brutal, dan mudah putus asa.

Seperti saat menghadapi Persebaya Surabaya, 16 Oktober 2021 lalu. Di laga itu Persipura tidak bisa menguasai bola dengan baik. Tercatat Mutiara Hitam hanya menguasai ball possession 37%, sedangkan Persebaya 63%. Persipura juga hanya mencatat 298 umpan sukses.

Pada laga itu, tim besutan Jacksen F. Tiago hanya rajin melakukan pelanggaran. Total ada 17 fouls, 4 di antaranya menghasilkan kartu kuning, dan 1 pemain diusir karena kartu merah. Pemain tersebut adalah bek Persipura, Israel Wamiau.

Sewajarnya liga yang dikit-dikit pemainnya berantem, Israel dikartu merah lantaran terlibat perkelahian dengan Bruno Moreira, pemain Persebaya. Meskipun yang melakukan pelanggaran bukan Israel tapi David Rumakiek yang tiada lain rekannya. Israel memprotes keputusan wasit yang menganggap Rumakiek melakukan pelanggaran terhadap Bruno Moreira.

Namun memprotesnya dengan cara kotor. Israel menyenggol Bruno, dan Bruno pun terprovokasi. Keduanya pun terlibat pertengkaran di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Wasit pun memberi kartu merah untuk kedua pemain, bukan hanya Israel. Sungguh keputusan yang bijak bestari.

Persipura sebetulnya masih mampu mengatasi perlawanan Persebaya hingga Ricky Kayame membawa Mutiara Hitam unggul lebih dulu menit 53. Namun, pergantian pemain yang dilakukan Jacksen justru berbuah petaka. Ian Kabes, sang kapten diganti Yevhen Bokhasvili menit 55; Theo Fillo digantikan Fridolin Yoku menit 62; dan Takuya Matsunaga masuk menggantikan Ricardo Salampessy menit ke-73.

Hasilnya, Yevhen dan Matsunaga tak menambah daya dobrak di lini tengah. Malah kedua pemain ini seperti orang joging di sekitaran GBK saja. Sementara Yoku jadi pahlawan kemenangan Persebaya.

Yoku sempat berebut bola dengan Ricky Kambuaya, pemain Persebaya, menit ke-62 di kotak penalti. Alih-alih menendang bola, Yoku justru menendang badan Kambuaya. Wasit pun menganggapnya pelanggaran dan menghadiahi penalti untuk Persebaya. Jose Wilkinson si eksekutor sukses menuntaskan tugasnya.

Apa yang Salah dari Persipura?

Rentetan kekalahan Persipura mengagetkan banyak pihak, tak terkecuali Jacksen F. Tiago itu sendiri. Dirinya bahkan terang mengakui capek karena kalah mulu. “Saya capek kalah terus. Saya tidak nyaman dengan kondisi Persipura saat ini,” kata Jacksen dikutip Tribun Papua.

Yup, itu ekspresi jujur yang sah-sah saja diungkapkan pelatih. Perkara Ole Gunnar Solskjaer nggak pernah bilang begitu, itu soal lain. Jacksen telah mengakui Persipura sebetulnya mumpuni. Ia sekuat tenaga memperbaiki performa Persipura.

Namun, apa boleh bikin semua justru kontradiktif. Para pemain masih sulit untuk menguasai emosi. Masih suka temperamental, apalagi kalau kalah. Jacksen terus meminta para pemain untuk menekan dan melakukan tembakan ke arah gawang secara intensif.

Sayangnya, permainan Persipura cenderung monoton. Persipura juga sering melakukan long ball yang justru menguntungkan lawan. Para pemain juga kelabakan ketika diserang balik lawan. Contohnya di laga lawan Persebaya. Pemain belakang Persipura terkesan bingung dan tidak mem-pressing ketat pemain Persebaya. Persipura, entah bagaimana membutuhkan sosok bek seperti Bio Paolin yang agresif memutus serangan.

Pengaruh Boaz Tidak Ada?

Menurunnya performa Persipura di musim ini banyak yang berspekulasi lantaran ditinggal sang legenda, Boaz Solossa. Boaz dipecat dari Persipura karena kasus indisipliner. Tak bisa disangkal memang, Boaz lah mesin gol Persipura dan pemain tersubur sepanjang sejarah klub.

Boaz mencetak 225 gol dari 359 penampilan, entah di kompetisi resmi maupun tidak. Ia juga top skor Liga Indonesia bersama Persipura pada 2008/09, 2010/11, dan 2013. Selain Boaz ada pula Yustinus Pae atau Tipa yang konon punya pengaruh di permainan Persipura.

Namun apa pun itu, Persipura memang sudah selayaknya berbenah. Kalau nggak berbenah emang mau turun ke Liga 2? Jacksen mesti mencari alternatif untuk memompa penampilan Persipura. Sebab jika tidak, Persipura boleh jadi akan adu jotos dengan atlet kungfu perguruan PSG Pati di musim depan.

Sumber referensi: bolasport.com, lapangbola.com, republika.co.id, indosport.com, tirto.id, Tribun Papua, Youtube Persipura

Tanpa Cristiano Ronaldo, Juventus Makin Garang

Juventus memulai musim baru 2021/2022 dengan berbagai rangkaian masalah. Hasil buruk di musim lalu membuat Andre Pirlo dipecat dari kursi pelatih. Si Nyonya Tua kemudian kembali menunjuk mantan allenatore mereka, Massimiliano Allegri.

Kembalinya Max Allegri disambut dengan penuh harapan. Bagaimana tidak, Juve dulu begitu digdaya kala ditangani Allegri. Di periode pertamanya, ia berhasil mempersembahkan 5 scudetto secara beruntun, berikut 4 trofi Coppa Italia, 2 trofi Supercoppa, dan 2 kali menjadi finalis Liga Champions.

Pada awalnya, periode kedua Allegri terlihat bakal berjalan mulus. Dari 7 laga percobaan, Juve hanya kalah sekali dan sisanya selalu memetik kemenangan. Juve juga berhasil mendaratkan 2 pemain incarannya di bursa transfer musim panas, yakni Kaio Jorge dan Manuel Locatelli.

Sayangnya kondisi mulai terlihat kurang baik tatkala liga mulai berjalan. Di 2 giornata pertama Serie A musim ini, pasukan Max Allegri gagal memetik kemenangan. Mereka ditahan imbang Udinese dan kalah tipis dari tim promosi, Empoli. Situasi rumah tangga Si Nyonya Tua makin kacau tatkala mega bintang mereka, Cristiano Ronaldo mengutarakan keinginannya untuk meninggalkan J Stadium.

Benar saja, pada 31 Agustus 2021, Juventus resmi mengumumkan telah menjual CR7 ke klub lamanya Manchester United. Juve memang sulit menahan kepergian Ronaldo, sebab sang pemain sendiri yang begitu berhasrat kembali ke Old Trafford. Uniknya, sebagai ganti Ronaldo, Juve yang tak punya banyak sisa waktu di bursa transfer musim panas memulangkan kembali mantan striker mereka Moise Kean dengan status pinjaman plus kewajiban beli di musim panas 2023.

Start Buruk di Awal Era Baru Tanpa Cristiano Ronaldo

Ditinggal Ronaldo membuat Juventus pincang. Di giornata ketiga Serie A mereka kembali menelan kekalahan. Bertandang ke markas Napoli, pasukan Max Allegri tunduk dengan skor 2-1. Sempat meraih kemenangan perdana musim ini di matchday pertama Liga Champions kontra Malmo FF, Juventus kembali gagal meraih kemenangan di giornata keempat Serie A kala ditahan imbang tamunya AC Milan 1-1.

Hasil itu membuat Juventus gagal memetik satu pun kemenangan dalam 4 pertandingan pertamanya di Liga Italia. Tak hanya itu, posisi Juve juga otomatis terjun bebas ke peringkat 18 alias masuk zona degradasi. Banyak pihak yang mengaitkan performa buruk itu dengan kepergian Cristiano Ronaldo.

Memang, begitu ditinggal Ronaldo, Juve sempat kesulitan mencetak gol. Ada lubang besar yang ditinggalkan CR7 yang selama berseragam Juventus terus stabil menghasilkan banyak gol. Apalagi, penampilan Moise Kean sebagai penggantinya jauh panggang dari api.

Juventus makin terbully tatkala omongan fans mereka tak terbukti kebenarannya. Sebelumnya, juventini sesumbar bahwa mereka tak butuh Cristiano Ronaldo. Sementara di tempat lain, Ronaldo sendiri langsung mampu mencetak 3 gol dalam 2 penampilan pertamanya di Premier League.

Lalu, apakah benar performa buruk Juventus di awal musim ini disebabkan oleh hengkangnya Cristiano Ronaldo? Atau apakah ada penyebab lainnya? Mari kita analisis bersama.

Penyebab Start Buruk Juventus Bersama Max Allegri

Sebetulnya kepergian Ronaldo bukanlah satu-satunya masalah bagi Juventus. Penyebab utama Juventus sempat mengalami penurunan performa adalah karena sedang dalam masa transisi. Tak seperti periode pertamanya yang meneruskan kerja nyata Antonio Conte, Max Allegri datang lagi ke J Stadium saat kondisi Si Nyonya Tua tengah terpuruk.

Musim lalu, untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir Juventus gagal meraih scudetto. Bersama Andrea Pirlo, Juve hanya finish di peringkat 4 dan bahkan nyaris gagal lolos ke Liga Champions. Singkatnya, mental juara Juventus mengalami penurunan dalam beberapa musim terakhir.

Anggapan tersebut bukan isapan jempol belaka. Hilangnya sosok senior seperti Gianluigi Buffon dan Andrea Barzagli adalah salah satu sebabnya. Setali tiga uang, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini sudah masuk usia uzur, jadi tak bisa selalu jadi andalan di setiap laga.

Matthijs de Ligt yang digadang-gadang sebagai tembok baru Juventus performanya belum mampu memenuhi harapan. Penampilannya kadang tak sesuai dengan harga belinya yang menembus lebih dari 85 juta euro.

Setelah 4 laga pertamanya yang berakhir tanpa kemenangan, Juventus kemudian memang berhasil meraih 2 kemenangan beruntun dengan skor 3-2 atas Spezia dan Sampdoria. Posisi mereka juga naik ke tangga ke-10. Namun, statistik Si Nyonya Tua masih memprihatinkan.

Dalam 6 pertandingan pertamanya di Liga Italia, pertahanan Juventus sudah kebobolan 10 gol. Ini jadi bukti bahwa lini bertahan Juve yang dulu begitu solid dan sulit ditembus kini begitu rentan. Musim ini, penampilan kiper utama mereka Wojciech Szczesny sempat menuai banyak kritik di awal musim.

Kreativitas lini tengah Juventus juga berkurang. Rekrutan anyar mereka Manuel Locatelli juga tak bisa langsung nyetel. Selain itu, hilangnya Cristiano Ronaldo membuat lini serang Juve sempat tumpul. Bagaimana tidak, selama ada Ronaldo, ia nyaris selalu jadi ujung tombak utama Juventus.

Ada sisi baik dan ada sisi buruknya. Selama 3 musim, CR7 menyumbang total 101 gol untuk Juventus atau kira-kira mampu memproduksi lebih dari 30 gol permusim. Kehadiran Cristiano Ronaldo memang nampak membuat lini serang Juve produktif, tetapi sebetulnya secara luas membuat timpang.

Sinar CR7 begitu terang. Perolehan golnya jauh meninggalkan penyerang lainnya seolah jadi pembenar bahwa selama diperkuat Ronaldo, semua urusan penyelesaian akhir Juventus diserahkan kepadanya. Bek senior Leonardo Bonucci saja menyadari hal tersebut.

“Kehadiran Cristiano memiliki pengaruh besar pada kami. Hanya berlatih dengannya memberi kami sesuatu yang ekstra, tetapi secara tidak sadar para pemain mulai berpikir bahwa kehadirannya saja sudah cukup untuk memenangkan pertandingan,” kata Bonucii kepada The Athletic dikutip dari 90min.com.

Tanpa Ronaldo, Kolektivitas Juventus Membaik

Di musim pertamanya, CR7 langsung berhasil mencetak 21 gol. Perannya di lini serang sangat dominan. Paulo Dybala saja hanya bisa menyumbang 5 gol, padahal di musim sebelumnya ia berhasil mencetak 22 gol di Serie A.

Di musim keduanya, Ronaldo berhasil mencetak 31 gol. Lagi-lagi catatan itu jauh meninggalkan Dybala yang hanya bisa mencetak 11 gol dan Higuain yang hanya mencetak 8 gol di Serie A.

Fenomena serupa kembali berlanjut musim lalu. Cristiano Ronaldo sukses mencetak 29 gol, jauh meninggalkan perolehan gol Alvaro Morata dan Federico Chiesa yang masing-masing hanya mengemas 11 dan 8 gol di Serie A.

“Mungkin dianggap biasa bahwa jika kami memberikan bola kepada Cristiano, dia akan memenangkan permainan kami. Tetapi Cristiano membutuhkan tim sebanyak kami membutuhkannya. Harus ada tarik ulur karena timlah yang mengangkat individu bahkan jika individu tersebut adalah pemain terbaik di planet ini,” ujar Bonucci dikutip dari 90min.

Singkat kata, ada kolektivitas permainan yang hilang selama Juventus diperkuat Cristiano Ronaldo. Ada beberapa pengamat dan mantan pemain bola yang berpendapat bahwa CR7 adalah pemain yang egois. Legenda timnas Italia, Antonio Cassano adalah salah satu yang sangat vokal mengkritik gaya main Ronaldo di Juventus.

“Dia mungkin telah mencetak satu miliar gol, tetapi dia mungkin memiliki masalah dengan ide permainan Andrea Pirlo. Dia selalu egois. Dia tidak peduli jika orang lain mencetak gol, dia hanya hidup untuk mencetak gol untuk dirinya sendiri. Dia tidak hidup untuk sepak bola, dia hidup untuk tujuannya sendiri, itu jelas,” kata Cassano dikutip dari Forza Italian Football.

Kini, situasi Juventus dan Manchseter United juga berbalik. Pada awalnya, Juventus terlihat pincang tanpa Cristiano Ronaldo, sementara MU terlihat makin ganas. Namun ternyata hal tersebut tak bertahan lama.

Setelah meraih 2 kemenangan beruntun di awal kedatangan Ronaldo, Manchester United kemudian menelan kekalahan dari Aston Villa, ditahan imbang Everton, dan terbaru kandas di tangan Leicester City. Di Liga Champions mereka juga sempat tunduk di tangan Young Boys.

Sementara itu situasi Juventus justru makin membaik. Setelah susah payah meraih kemenangan atas Spezia dan Sampdoria, Si Nyonya Tua melanjutkan tren postifinya di pekan ke-7 dan 8 Serie A. Mereka menang 1-0 atas Torino di laga Derby della Mole dan memenangi laga derby melawan AS Roma juga dengan skor tipis 1-0. Kini posisi mereka naik ke peringkat 7 klasemen Serie A.

Di pekan kedua Liga Champions, Juventus juga dengan gagah berani mampu menundukkan sang juara bertahan Chelsea dengan skor tipis 1-0. Singkat kata, permainan Juventus justru makin garang tanpa Cristiano Ronaldo dan Max Allegri sukses mengembalikan kolektivitas permainan Juve yang sempat hilang dalam beberapa musim terakhir.

Kran gol para penyerang Juventus juga mulai terbuka secara merata. Alvaro Morata dan Paulo Dybala sudah mengemas 3 gol. Moise Kean, Federico Chiesa, dan Manuel Locatelli sudah mengemas 2 gol. Distribusi gol yang lebih merata ini jadi bukti bahwa serangan Juve kini tak bertumpu pada satu orang saja.

“Tahun lalu, tim bermain untuk Ronaldo. Sekarang skuat harus menemukan kembali semangat Juventus yang kami miliki sebelum dia tiba.” kata Leonardo Bonucci kepada Amazon Prime Italy.

Jadi, bagaimana menurut football lovers. Apakah benar keberadaan Cristiano Ronaldo yang egois telah membuat kolektivitas Juventus menghilang? Dan apakah Juventus jauh lebih garang tanpa CR7?


***
Sumber Referensi: Manchester Evening News, BBC, 90min, Forza Italian Football, Football Italia.

Mengapa Juara Bertahan Tak Otomatis Lolos Piala Dunia Edisi Berikutnya?

0

Tidak seperti Liga Champions Eropa atau Copa Libertadores, juara bertahan Piala Dunia tak otomatis lolos ke Piala Dunia edisi berikutnya. Di kompetisi-kompetisi antar negara juga hampir seperti itu. Piala Asia atau AFC Cup sejak 2015 tidak memakai format juara bertahan akan lolos. Terakhir Jepang yang pernah merasakan previlege otomatis lolos sebagai juara bertahan. EURO juga sama, sang juara bertahan harus berdarah-darah mengikuti fase kualifikasi.

Nah, di Piala Dunia sendiri format juara bertahan otomatis lolos terakhir diterapkan pada Piala Dunia 2002. Kala itu juga pertama kalinya Piala Dunia digelar di Benua Asia, tepatnya di Jepang dan Korea Selatan. Hal itu disampaikan Presiden FIFA kala itu, Sepp Blatter dalam pertemuan eksekutif FIFA di Busan, Korea setahun sebelum Piala Dunia di negara itu digelar.

Keputusan itu cukup mengejutkan banyak pihak. Apalagi sejak 1930 atau sekira 70 tahun Piala Dunia digelar, format revolusioner semacam itu tidak terpikirkan sama sekali. Prancis adalah negara terakhir yang merasakan indahnya masuk Piala Dunia tanpa babak kualifikasi. Les Blues berhasil kampiun di Piala Dunia 1998 kala diperkuat Didier Deschamps.

Lalu, kenapa FIFA berpikiran untuk mengubah konsep itu? Kenapa juara bertahan Piala Dunia nggak otomatis saja masuk ke Piala Dunia edisi berikutnya?

Jeda Waktu

Pertama adalah soal jeda waktu. Piala Dunia digelar setiap empat tahun sekali. Dengan catatan, ide konyol Piala Dunia dua tahun sekali masih sebatas wacana. Nah, jeda empat tahun ini terbilang lama. Coba bandingkan dengan Liga Champions Eropa.

UEFA Champions League (UCL) digelar nyaris saban musim. Artinya, setiap setahun sekali. Begitu pula Copa Libertadores. Lalu, apa hubungannya? Mari kita kupas pelan-pelan.

Begini, dari satu piala dunia ke piala dunia lainnya memiliki jeda yang cukup lama, yaitu empat tahun. Selama empat tahun tersebut, tentu saja akan ada banyak perubahan, terutama susunan pemain. Ya meskipun nggak semuanya berubah sih. Tapi setidaknya ada rotasi zaman yang berjalan.

Maksudnya, antara pemain muda dengan pemain yang lebih senior. Di level Tim Nasional untuk mengakomodir talenta dalam negeri, pemain muda dan tua akan dilebur. Nah, dari situ lah kekuatan satu negara bisa jadi berubah. Adakalanya bahkan berubah ke arah yang jelek.

Kita bisa ambil contoh skuad Timnas Prancis di Piala Dunia 2002. Tim Ayam Jantan otomatis lolos karena juara di edisi tahun 1998. Namun apa yang terjadi pada Prancis di Piala Dunia 2002? Yup mereka remuk, seremuk-remuknya.

Padahal waktu itu, skuad Prancis tidak banyak berubah. Beberapa pemain yang turut membawa Les Blues juara 1998 juga masih dimainkan. Sebut saja seperti Marcel Desailly, Zinedine Zidane, Patrick Viera, sampai David Trezeguet. Namun di Piala Dunia 2002, Prancis sudah tidak diperkuat Didier Deschamps; Laurent Blanc; sampai mantan pemain Real Madrid, Christian Karambeu.

Pada Piala Dunia 2002, Prancis tumbang duluan karena tidak lolos dari fase grup. Les Blues sekalipun gagal memetik kemenangan, bahkan Zidane CS kala itu tak sanggup mencetak gol barang sebiji. Prancis hanya bisa meraih satu poin dari hasil imbang melawan Uruguay 0-0 di Grup A.

Sisanya Prancis kalah dari Senegal 0-1, dan dibikin malu Denmark 0-2 lewat gol Dennis Rommedahl dan John Dahl Tomasson. Tim Ayam Jantan pun menempati posisi juru kunci. Maknanya, skuad Prancis yang di tahun 1998 begitu gahar, tapi menjadi loyo di Piala Dunia 2002. Ada penurunan kualitas di sana, sedangkan yang diinginkan FIFA adalah tim terbaik yang lolos Piala Dunia.

Jeda waktu empat tahun ini bisa dibilang lebih dari cukup untuk menyiapkan tim terbaik. Begitu pula sang juara bertahan. Mereka tidak otomatis lolos, karena juara bertahan pun kualitasnya belum tentu memenuhi standar FIFA. Maka dari itu, sang juara bertahan harus melalui fase kualifikasi terlebih dahulu. Dengan begitu, juara bertahan pun bisa melakoni lebih banyak pertandingan resmi.

Ini juga sebetulnya berlaku di kompetisi-kompetisi internasional lainnya. Seperti Piala Konfederasi, sebut lah AFC Cup, EURO, dan lain-lain. Hanya saja untuk kompetisi selevel AFF, sang juara bertahan bakal otomatis lolos.

Perihal Slot

Kita semua sepakat kalau slot Piala Dunia sangat lah terbatas. Jika tidak ada perubahan format, slot putaran final Piala Dunia maksimal adalah 32 negara. Satu slot yang pasti sudah diambil oleh tuan rumah. Jadi tersisa hanya 31 slot. Andai juara bertahan otomatis lolos, maka sisa slot hanya 30 negara. Hal itu berbeda jika sang juara bertahan tidak otomatis lolos.

Setidaknya, ada satu slot yang bisa diisi oleh negara lain, entah juara bertahan itu sendiri atau bahkan negara yang tak pernah masuk Piala Dunia, Indonesia misalnya. Begitu pula bagi negara-negara sesama anggota konfederasi.

Jika juara bertahan, katakanlah Prancis otomatis lolos ke Piala Dunia, jatah untuk negara-negara UEFA berkurang. Misalnya, jumlah perwakilan UEFA 13 negara. Sedangkan misalnya Prancis juara bertahan lolos, dan Austria sebagai tuan rumah lolos, maka jatah bagi UEFA hanya 11 negara. Ini memperkecil peluang negara sesama UEFA untuk ikut Piala Dunia.

Hal ini berbeda dengan Liga Champions Eropa misalnya. Sang juara bertahan berhak lolos otomatis, meski ia finis satu strip di atas zona degradasi. Liga masing-masing tidak perlu cemas kehilangan jatah satu slot, karena slot per liga sudah diatur sedemikian rupa.

Apakah Efektif?

Sementara itu, mantan kiper Spanyol yang sukses membawa La Furia Roja meraih double winner (EURO 2008 dan Piala Dunia 2010), Iker Casillas mengkritik format semacam itu. Menurut Casillas, seperti dikutip AS, juara bertahan tidak perlu susah payah melakoni babak kualifikasi. Hal itu ia sampaikan saat Spanyol mesti melakoni kualifikasi Piala Dunia 2014 di Brazil.

“Bisa saja kami (Spanyol) tidak lolos Piala Dunia. Dan betapa anehnya kalau sang juara bertahan tidak bisa ikut mempertahankan gelarnya,” kata eks kiper FC Porto tersebut.

Namun, rekan setim Casillas, Xabi Alonso justru berpendapat lain. Meskipun juara bertahan tidak lantas mendapat keistimewaan. Xabi mengatakan kalau format FIFA tersebut sangat penting, mengingat jenjang empat tahun yang begitu fluktuatif. Setiap tim bisa saja tidak konsisten, tak terkecuali sang juara bertahan.

Hal itu terbukti. Spanyol sendiri tak jauh melangkah di Piala Dunia 2014. Skuad besutan Vicente Del Bosque bahkan tidak lolos dari fase grup di Grup B. La Furia Roja dibantai Belanda 1-5 dan ditaklukan Chile 0-2. Nasib serupa juga terjadi pada Jerman.

Der Panzer yang juara Piala Dunia 2014, mesti terjengkang di Piala Dunia 2018. Tak tanggung-tanggung tim asuhan Joachim Loew itu finis di posisi juru kunci Grup F. Jerman hanya bisa menang dari Swedia 2-1.

Mereka harus kalah dari Meksiko 0-1. Dan yang paling diingat fans sepak bola sejagat adalah kekalahan Jerman 0-2 atas Korea Selatan. Kekalahan itulah yang mematenkan posisi Jerman di posisi juru kunci.

Dengan tidak lolosnya juara Piala Dunia secara otomatis, ini sangat bagus bagi perkembangan Piala Dunia itu sendiri. Setidaknya, masih ada peluang bagi negara lain, dan partisipan Piala Dunia tidak itu-itu saja, alias lebih variatif. Meskipun pernyataan Iker Casillas tadi juga benar adanya.

Sang juara bertahan berhak mempertahankan gelarnya. Tetapi tidak langsung, melainkan melalui fase kualifikasi dulu. Hal itu justru pantas, mengingat statusnya sebagai juara bertahan, jadi ujiannya harus berat. Jika baru fase kualifikasi saja gagal, bagaimana mau mempertahankan gelar? Sebentar, kalaupun lolos tanpa kualifikasi, yakin sang juara bertahan nggak bakal di posisi paling buncit?

Sumber referensi: stackexchange.com, theguardian.com, wikipedia.org, worldfootball.net, republika.co.id, okezone.com, goal.com, detik.com

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 19 Oktober 2021

MAHREZ DAN GREALISH JADI SAKSI KASUS PEMERKOSAAN BENJAMIN MENDY

Dua bintang Manchester City, Riyad Mahrez dan Jack Grealish berpotensi menjadi saksi atas kasus perkosaan yang dilakukan rekan setimnya, yakni Benjamin Mendy. Hal itu tak terlepas dari keduanya sempat bersama dengan Mendy sebelum Mendy melakukan tindak pemerkosaan terhadap gadis 17 tahun di rumahnya. Dilaporkan bahwa pihak Grealish telah dihubungi. Sementara Mahrez, melalui juru bicaranya menegaskan bahwa Mahrez bukanlah saksi. Terlepas itu, seorang sumber mengatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa Mahrez dan Grealish terlibat dalam tindak pemerkosaan tersebut. Sebab, keduanya tidak berada di tempat kejadian.

DANA BELANJA NEWCASTLE UNITED UNTUK JANUARI 2022

Setelah diakuisisi oleh PIF (Public Investment Fund), Newcastle United saat ini punya kekuatan finansial yang bahkan melebihi Manchester City dan PSG. Akan tetapi, anggaran belanja mereka untuk bursa transfer musim dingin nanti tidaklah terlalu banyak. Disinyalir pemilik klub hanya akan memberikan budget 50 juta pounds untuk dana transfer Januari 2022. Pemilik baru Newcastle tak mau gegabah menghabiskan uang dengan jumlah besar untuk merekrut pemain. Mereka ingin membangun skuad dengan perlahan dan tentunya merekrut pemain sesuai kebutuhan.

MOURINHO AKUI PUNYA IKATAN BATIN DENGAN NEWCASTLE UNITED

Jose Mourinho menanggapi rumor yang mengaitkan dirinya dengan klub kaya baru, Newcastle United. Pelatih berjuluk The Special One itu tampaknya tidak tertarik. Mourinho menyatakan dirinya ingin fokus dengan AS Roma, klub yang dilatih saat ini. Meski mengaku tak tertarik, Mourinho tak bisa berbohong bahwa dia memiliki ikatan batin dengan Newcastle karena sosok Sir Bobby Robson. Mourinho pernah bekerja sama dengan Bobby Robson, yang merupakan pelatih legendaris Newcastle, pada awal karier manajerialnya di Barcelona.

LUKA JOVIC JADI TARGET ARSENAL UNTUK GANTIKAN LACAZETTE

Striker Prancis, Alexandre Lacazette nampaknya sudah membulatkan tekad untuk angkat kaki dari Arsenal di penghujung musim ini. Dia tidak lagi tertarik untuk menambah masa baktinya bersama Arsenal seiring dengan kontraknya yang akan habis pada 30 Juni 2022. Kubu The Gunners pun sudah mulai mempertimbangkan sejumlah opsi. Uniknya, menurut laporan dailymail, salah satu nama yang menjadi pertimbangan serius adalah striker Real Madrid, Luka Jovic. Terbilang unik karena Jovic saat ini berstatus pemain terpinggirkan di skuat asuhan Carlo Ancelotti.

ZIDANE: BENZEMA PANTAS MENDAPATKAN BALLON D’OR

Mantan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane turut mengomentari persaingan merebut trofi Ballon d’Or edisi terkini. Ia berharap mantan anak asuhnya, yakni Karim Benzema mendapatkan gelar individu tersebut. Zidane sangat mengenal Benzema. Sebab, selain pernah membesutnya, keduanya juga berasal dari Prancis. “Karim dalam kondisi bagus. Saya akan memberinya Ballon d’Or. Dia pantas mendapatkannya,” ucapnya. Zidane menilai Benzema pemain luar biasa. Ia merasa terhormat pernah menjadi pelatihnya, dan menilai sang penyerang tipikal pesepakbola cerdas.

KOEMAN: SAYA SELALU PERCAYA PADA PHILIPPE COUTINHO

Barcelona berhasil kembali ke jalur kemenangan saat bertemu Valencia, akhir pekan kemarin. Mereka menang 3-1, salah satu golnya dicetak oleh Philippe Coutinho. Seusai pertandingan, Ronald Koeman mengaku cukup puas dengan performa Coutinho, bahkan pelatih asal Belanda itu juga menegaskan bahwa dirinya selalu yakin dengan kemampuan sang pemain. “Dengan kebebasan yang dia miliki, Barcelona berhasil mengontrol jalannya laga. Coutinho juga tahu bagaimana caranya mencetak gol. Saya selalu percaya pada kemampuan yang dimiliki Coutinho. Dia semakin baik,” ucapnya.

MESSI TAK PANTAS RAIH BALLON D’OR KARENA TINJU PEMAIN LAWAN

Lionel Messi dinilai tidak pantas memenangkan Ballon d’Or 2021. Pendapat tersebut diutarakan oleh mantan pemain Chelsea, Frank Leboeuf. Leboeuf berpendapat kartu merah yang didapatkan Messi pada babak final Piala Super Spanyol pada Januari 2021 lalu menjadi alasannya. Leboeuf menyamakan kondisi Messi dengan kompatriot Leboeuf, Zinedine Zidane. Pada 2000 dan 2006, Leboeuf menyebut Zidane layak untuk memenangkan Ballon d’Or. Akan tetapi, penghargaan itu batal diberikan kepada Zidane karena Zizou mendapatkan kartu merah akibat menyundul pemain lawan.

BARCELONA INGIN BOYONG NEMANJA MATIC DARI MU

Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, dikabarkan masuk ke dalam daftar belanja Barcelona pada jendela transfer musim dingin di bulan Januari mendatang. Kontrak pemain berpaspor Serbia itu di Old Trafford pada saat ini tinggal menyisakan satu tahun lagi atau akan berlaku hingga Juni 2023 mendatang. Jika melihat usianya yang tak lagi muda, kemungkinan besar MU tidak akan memperpanjang masa bakti Matic di skuad Setan Merah. Kondisi tersebut lantas ingin dimanfaatkan oleh Barcelona untuk merekrutnya. 

SUDAH TAWARKAN DIRI, DANI ALVES DITOLAK MENTAH-MENTAH OLEH BARCELONA

Setelah hampir sebulan menganggur, Dani Alves kembali gatal untuk bisa merumput lagi. Tujuannya jelas, dia ingin main di Piala Dunia 2022 meski usianya kini menginjak 38 tahun. Dalam sebuah kesempatan, Alves lantas mengirim kode keras pada klub lamanya, Barcelona. Alves mengatakan bahwa dirinya mengaku siap jika Barcelona membutuhkan jasanya untuk kembali bergabung. Hanya berselang satu hari usai curhatan Alves, pihak Barcelona langsung memberi respon. Kabarnya Los Cules ogah untuk balikan dengan Alves lantaran masalah umur.

PANAS! MAURO ICARDI SELINGKUH DENGAN SAHABAT WANDA NARA

Rumah tangga Mauro Icardi dengan Wanda Nara di ujung tanduk. Hal ini disebabkan isu perselingkuhan Icardi dengan sahabat Wanda. Kabar ini pertama berhembus setelah Wanda mengunggah di instagram stories berupa caci maki yang disebut mengarah ke Icardi, Minggu (17/10) dini hari WIB. Tak cuma itu, Wanda juga langsung meng-unfollow Icardi dan menghapus seluruh foto bersama suaminya tersebut. Menurut laporan sejumlah media Italia dan Prancis, Icardi berselingkuh dengan sahabat istrinya, aktris Argentina berusia 29 tahun bernama Maria Eugenia Suarez.

HASIL PERTANDINGAN

Dari lanjutan Liga primer Inggris pekan kedelapan, Arsenal tertahan kala menjamu Crystal palace di Stadion Emirates. Pierre Aubameyang membawa Arsenal unggul di menit 8. Namun setelah itu, Palace justru berhasil membalikkan kedudukan lewat dua gol dari Christian Benteke menit 50 dan Odsonne Edouard menit 75. The Gunners yang tak mau kehilangan poin kemudian berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 lewat gol Lacazette di menit 90+5. Skor imbang 2-2 berakhir hingga peluit panjang dibunyikan.

Di ajang Serie A Italia, klub promosi Venezia menang tipis 1-0 atas Fiorentina. Bertanding di stadion Pierluigi Penzo, gol tunggal Venezia dicetak oleh Mattia Aramu di menit ke-35. Sampai peluit akhir dibunyikan, Fiorentina tak mampu untuk membalas menciptakan gol. 

Sementara dari kompetisi La Liga, tuan rumah Espanyol menang 2-0 atas Cadiz. Espanyol membuka skor melalui gol Raul de Tomas di penghujung babak pertama. Selanjutnya, giliran Nico Ribaudo yang menggandakan skor buat Espanyol di menit 65.

KENA VIRUS FIFA, NEYMAR ABSEN BELA PSG KONTRA LEIPZIG

Neymar menjadi korban virus FIFA, sebab ia mengalami cedera saat membela Timnas Brasil di jeda internasional. Bintang PSG itu mengalami cedera pangkal paha. Neymar pun harus menepi selama beberapa hari agar kembali ke kondisi terbaik. Atas cederanya itu, ia dipastikan absen membela PSG dalam laga kontra Leipzig di fase grup Liga Champions, Rabu (20/10) dinihari WIB. Selain Neymar, PSG juga tak bisa diperkuat oleh Leandro Paredes dan Sergio Ramos.

LEGENDA CHELSEA DROGBA DITUNJUK JADI DUTA WHO

Mantan striker Pantai Gading dan Chelsea, Didier Drogba ditunjuk sebagai Duta Besar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Olahraga dan Kesehatan. Pria yang kini berusia 40 tahun itu akan mempromosikan panduan organisasi tentang manfaat aktivitas fisik dan gaya hidup sehat lainnya. Direktur Jenderal WHO, Tedros menilai mantan bintang Marseille itu tidak hanya sebagai ikon sepak bola tetapi juga sebagai advokat yang berdedikasi untuk kesehatan yang baik.

UEFA HUKUM INGGRIS BUNTUT RICUH FINAL EURO 2020

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menjatuhkan sanksi dan denda terhadap Inggris sebagai buntut dari kericuhan yang terjadi di Stadion Wembley, jelang final Euro 2020 pada 11 Juli lalu. Inggris diharuskan memainkan dua pertandingan tingkat Eropa tanpa penonton serta dibebani denda senilai 100 ribu euro (Rp1,6 miliar). Hukuman pertandingan tertutup dijatuhkan setelah Komisi Pengendalian, Etik dan Disiplin UEFA menilai asosiasi sepak bola Inggris (FA) gagal menjaga ketertiban di dalam dan sekitar stadion.

CETAK GOL LAGI BAGI BARCA, COUTINHO: INI HANYA PERMULAAN

Philippe Coutinho mengaku sangat lega dan bahagia usai menjalani laga Barcelona vs Valencia kemarin. Sebab misinya untuk bisa mencetak gol terlaksana. Namun Coutinho mengatakan, gol itu cuma permulaan saja. Ia mengisyaratkan akan memberikan lebih banyak lagi bagi Barcelona ke depannya. “Saya sangat ingin mencetak gol. Saya telah menghabiskan beberapa bulan absen bermain dan saya senang dengan pekerjaan yang telah saya lakukan. Ini hanya permulaan. Saya sangat senang atas kemenangan ini, kami pantas mendapatkannya,”ujarnya pada Barca TV.

GRIEZMANN MEMILIKI STATISTIK LUAR BIASA DI BALIK 92% PENAMPILANNYA

Antoine Griezmann dikenal karena tingkat kinerjanya yang luar biasa dan keinginannya untuk terus melanjutkannya. Level energinya bahkan lebih impresif mengingat jumlah laga yang ia lewatkan dalam beberapa tahun terakhir. Angka terkini menunjukkan bagaimana ia menjadi andalan bagi para pelatihnya dan bagaimana bagusnya ia menjaga tubuhnya. Griezmann telah bermain dalam 92% pertandingan yang tersedia untuknya di sepanjang kariernya di Spanyol, dengan menorehkan 568 penampilan dari seluruh 615 laga yang telah dimainkan oleh tim-timnya di seluruh kompetisi.

KLOPP TIDAK AKAN LIBATKAN CURTIS JONES SAAT LAWAN ATLETICO

Curtis Jones terlihat di lapangan latihan dengan skuat Liverpool menjelang pertandingan dengan Atletico Madrid. Tetapi pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan gelandang itu tidak akan ikut serta ke Spanyol. Pemain berusia 20 tahun itu tidak akan menjadi bagian dari skuat yang melakukan perjalanan ke Spanyol, sebagai gantinya, ia akan tetap berada di Merseyside untuk mencapai level kebugaran penuh menjelang laga tandang ke MU pada akhir pekan ini.

DIOLOK-OLOK JURGEN KLOPP, DIEGO SIMEONE TAK BERGEMING

Atletico Madrid akan melawan Liverpool pada laga lanjutan Liga Champions tengah pekan ini. Jelang duel kedua tim, pelatih Liverpool jurgen Klopp melemparkan psywar dengan mengkritik gaya permainan ala Diego Simeone. Akan tetapi, Simeone mengatakan tak ada masalah dengan kritikan Klopp tentang gaya permainan Atletico Madrid. Simeone mengaku jika ia tak tertarik membalas pernyataan Klopp. Lebih lanjut ia lebih peduli dan waspada dengan kekuatan Liverpool.

KEVIN DE BRUYNE PAHAMI KERESAHAN STERLING

Raheem Sterling sedang tidak bahagia di Manchester City karena tak rutin bermain. Ia mengaku ingin segera meninggalkan Manchester City dan mencari pelabuhan baru yang menjamin menit bermainnya. Keresahan Sterling kemudian ditanggapi oleh rekan setimnya yakni Kevin De Bruyne.  De Bruyne memahami rasa frustasi yang dialami Sterling. Namun, pesepakbola asal Belgia itu juga menegaskan bahwa rotasi merupakan bagian dari sepakbola. 

EKS BINTANG TURKI, NURI SAHIN PENSIUN DARI SEPAKBOLA

Mantan gelandang Turki dan Borussia Dortmund Nuri Sahin mengumumkan akhir karirnya sebagai pemain pada usia 33 tahun. Pria kelahiran tahun 1988 itu telah tampil dalam 52 laga bersama Timnas Turki. Ia juga pernah bermain di Werder Bremen dan klub terakhir yang dibelanya adalah Antalyaspor. Sahin mengaku saat ini sedang mengejar lisensi kepelatihan. Menurut kabar, sejak minggu lalu Sahin telah ditunjuk untuk membesut Antalyaspor. Media Turki menyatakan kalau Sahin telah diberi kontrak selama lima musim.

ANSU FATI KALAHKAN REKOR MESSI DI BARCELONA

Pemain muda Barcelona, Ansu Fati tak pernah berhenti mencetak rekor. Saat melawan Valencia, Minggu (17/10), Ansu Fati sukses mencetak rekor baru yaitu menjadi pencetak gol terbanyak sebelum usia 19 dengan torehan 13 gol. Fati sukses mengungguli rekor mantan wonderkid Barca Bojan Krkic yang menorehkan 12 gol. Lalu, Ansu Fati juga mengalahkan rekor legenda klub Lionel Messi yang mengoleksi tujuh gol di Liga Spanyol sebelum berusia 19.

SALAM TIGA JARI YANG BIKIN MOURINHO DIBENCI FANS JUVENTUS

Sebagai mantan pelatih Inter Milan, Jose Mourinho memang punya hubungan yang tidak baik dengan tifosi Juventus. Sesuai dugaan, tifosi Juve tidak menyambutnya dengan hangat di Allianz Stadium saat Mourinho mendampingi AS Roma. Menanggapi sambutan tak enak dari pendukung tuan rumah, pelatih asal Portugal tersebut kembali memberikan respons yang menyindir mereka. Mourinho tertangkap kamera mengacungkan tiga jari ke arah fans Juventus. Salam tiga jari sebagai pengingat bahwa dirinya pernah memenangkan treble bersama Inter Milan.

IBRAHIMOVIC KEJAR REKOR FRANCESCO TOTTI DI LIGA CHAMPIONS

AC Milan akan bertandang ke Portugal untuk pertandingan melawan FC Porto di Liga Champions. Dalam laga nanti, Zlatan Ibrahimovic memburu rekor Francesco Totti di kompetisi tersebut. Mantan kapten Roma itu adalah pemain tertua yang mencetak gol di Liga Champions. Totti mencetak gol terakhirnya dalam kompetisi melawan CSKA Moskow pada usia 38 tahun 59 hari. Dan Ibrahimovic yang sekarang telah berusia 40 tahun ingin mencetak gol andai dipercaya tampil melawan FC Porto.

MASALAH PRIBADI, MAURO ICARDI ABSEN LATIHAN BERSAMA PSG

Mauro Icardi kembali bolos mengikuti sesi latihan bersama Paris Saint-Germain. Padahal les Parisiens akan menjamu RB Leipzig pada laga ketiga Grup A Liga Champions. Dikutip dari Marca, Selasa (19/10), absennya striker asal Argentina tersebut terkait isu hubungannya dengan Wanda Nara. Icardi dikabarkan terbang ke Milan untuk bertemu dengan kekasihnya tersebut, setelah dilaporkan berselingkuh dengan model Argentina bernama Maria Eugenia Suarez Riveiro atau dikenal dengan China Suarez.

NEYMAR TENDANG ANDER HERRERA USAI DIPERMALUKAN DI DEPAN MESSI

Kejadian menarik terjadi dalam latihan PSG. Dalam permainan rondo atau kucing-kucingan, Ander Herrera melakukan trik nutmeg dengan menendang bola melewati dua kaki Neymar di depan Messi. Neymar pun langsung ‘dibuat KO’ oleh Herrera dengan menjatuhkan diri ke tanah, lalu berguling. Neymar yang kesal kemudian bangun dan mengejar bola yang menghampiri Herrera lalu menendang rekannya tersebut, namun tidak serius.

Kisah di Balik Buncit nya Perut Para Pemain Bola

Belum lama ini, Samir Nasri membuat kaget insan sepakbola dunia setelah tampil dengan bentuk fisik yang aneh untuk pemain yang baru pensiun tanggal 26 September 2021 lalu. Diceritakan, Samir Nasri diundang dalam sebuah pertandingan amal bersama Marseille. Mereka tampil menghadapi Tim UNICEF yang dilatih Arsene Wenger.

Saat tampil di pertandingan bersama legenda lainnya, termasuk Didier Drogba, Djibril Cisse, hingga Fabrizio Ravanelli, Nasri membuat para penonton terbelalak. Nasri tampil dengan perut buncit. Selain itu dia juga terlihat kesulitan ketika jongkok dalam sebuah sesi foto sebelum laga dimulai.

Dalam laga yang kemudian berlangsung itu, Nasri kian membuat semua orang tak kuasa menahan tawa usai dirinya kesulitan berlari, apalagi saat mencoba menerima bola. Di momen tersebut, Nasri yang diberi umpan oleh rekan setimnya gagal menyeimbangkan tubuhnya, hingga membuatnya malah terjatuh.

Bila ditelusuri, tubuh gemuk yang dimiliki Nasri terjadi karena dirinya memang sudah tak bermain lagi di atas lapangan selama setahun penuh, tepat setelah dilepas Anderlecht. Maka dari itu wajar bila dirinya kemudian memiliki tubuh yang tidak ideal meski baru saja pensiun sekitar sebulan lalu.

Terlebih, Nasri sebelumnya memang terbiasa mengkonsumsi obat-obatan guna menambah stamina dalam dosis yang dianggap berlebihan. Dari situ, mulai muncul kabar bahwa Nasri sulit mengontrol berat badan tubuhnya.

Apa yang dialami Samir Nasri saat ini sejatinya sudah banyak dialami oleh pemain lainnya. Seperti misalnya Ronaldo Luis Nazario de Lima.

Ronaldo de Lima

Ronaldo de Lima, yang memiliki julukan sebagai sang fenomenal telah menikmati karir yang begitu luar biasa dalam dunia sepakbola. Akan tetapi, selain dikenal dengan deretan prestasi yang sulit dikejar, Ronaldo juga banyak diketahui sebagai pemain yang tidak pandai dalam mengontrol bentuk tubuh.

Berat badan Ronaldo yang sudah tidak ideal dimulai ketika dia bergabung dengan klub Serie A, AC Milan. Saat itu berat badannya mencapai angka 90 kg an, meski pada saat membela tim-tim sebelumnya berat badan Ronaldo tidak pernah mencapai angka tersebut. Apa yang terjadi pada Ronaldo ketika itu pun sempat diprotes oleh pelatih I Rossoneri Carlo Ancelotti.

Usut punya usut, penyebab dari sulitnya Ronaldo mengontrol berat badan adalah gaya hidupnya yang tidak sehat. Ronaldo diketahui sering minum alkohol dan mengkonsumsi makanan tak sehat lainnya untuk seorang pesepakbola.

Ketika putuskan pensiun pada tahun 2011, berat badan Ronaldo bahkan mencapai 95 kg. Sempat muak dengan segala olokan yang terlempar, Ronaldo berhasil menurunkan berat badan sampai 37 kg usai menjalani program diet sebuah reality show di televisi Brasil pada 2012 silam. Namun tetap saja, beberapa tahun berselang, kebiasaan buruk yang agaknya memang sulit ditinggalkan olehnya membuat pria yang kini berusia 45 tahun kembali memiliki obesitas.

Wesley Sneijder

Sama seperti Si Gendut Ronaldo, Wesley Sneijder juga mengalami hal yang sama usai putuskan pensiun dari dunia sepakbola. Setelah berhenti dari dunia sepakbola, eks bintang timnas Belanda itu mengalami transformasi penampilan fisik yang sangat drastis. Dia yang dulunya dikenal atletis kini terlihat lebih tambun.

Sneijder sendiri telah resmi putuskan pensiun pada 2019 lalu usai terakhir kali terlihat membela Al-Gharafa SC. Baru dua pekan usai putuskan pensiun, Sneijder kembali ke stadion. Bukan untuk bertanding, melainkan untuk menonton laga antara Utrecht vs VVV Venlo di Stadion Galgenwaard.

Ketika disorot kamera, tubuh sang bintang terlihat gemuk dan kesulitan ketika ingin duduk. Lebih dari itu, kemeja putih yang dikenakannya sampai terlihat sesak. Bagian paha pria yang membawa Inter meraih treble winners itu juga terlihat membesar.

Usai foto tersebut viral, banyak yang mengatakan kalau Sneijder benar-benar menikmati masa pensiunnya. Bentuk tubuhnya yang terlihat berubah juga buah dari pola hidup yang tak lagi teratur seperti saat dirinya masih menjadi pemain.

Minuman bersoda hingga makanan berlemak sudah tidak lagi menjadi halangan bagi Sneijder, hingga membuat tubuhnya kini tampak lebar.

Adriano Leite

Semua tahu bila Adriano Leite merupakan penyerang yang banyak diandalkan oleh orang-orang. Lari cepat, fisik mumpuni, hingga tendangan super gledek, membuatnya diprediksi bakal jadi pemain terbaik nomor satu di dunia.

Sayangnya, semua berubah ketika Adriano dipaksa untuk mengalami kesedihan usai ayahnya dinyatakan meninggal dunia. Adriano yang dikenal sebagai pemain jempolan tiba-tiba kehilangan magisnya. Salah satu yang paling tersorot darinya saat masih menjadi pemain adalah kebiasaan buruknya.

Inter Milan yang jadi timnya saat itu tidak bisa berbuat banyak atas kedisiplinan Adriano yang rendah. Adriano yang frustrasi berat akibat ditinggal sang ayah memilih untuk menghabiskan waktu dengan minum alkohol, menghabiskan malam di diskotik, dan kerap main perempuan.

Hasilnya, dirinya dikembalikan ke Brasil sebelum akhirnya pulang ke Italia dengan bergabung bersama AS Roma. Namun AS Roma tidak bisa memberinya banyak waktu untuk berkembang. Lagi-lagi berat badan menjadi salah satu masalah bagi Adriano. Ketika membela Flamengo, berat badan Adriano bahkan mencapai 90 kg. Sejak saat itu pula, karirnya sudah tidak lagi diperbincangkan.

Romelu Lukaku

Romelu Lukaku sempat menjadi bahan bulian warganet usai tampil dengan tubuh yang kelebihan berat badan. Itu terjadi ketika dia masih tampil bersama Manchester United. Saat resmi mengumumkan transfernya menuju Inter Milan, berat badan Lukaku bahkan mencapai 105 kg.

Menurut penilaian ahli gizi Inter Milan Matteo Pincella, bintang Internasional Belgia itu membawa kebiasaan buruk dari Inggris ke Italia dengan menyantap makanan siap saji. Beberapa junk food yang menjadi favorit penyerang Chelsea tersebut adalah pasta dengan saus krim carbonara hingga pizza dengan topping nanas alias Hawaiian Pizza.

Selain itu, Romelu Lukaku diketahui menderita sistem pencernaan yang tidak berfungsi dengan baik.

Beruntung, ketika tiba di Inter Milan, Lukaku yang melakukan program diet dan ditemani oleh ahli gizi sekaligus pelatih Antonio Conte, sukses menurunkan berat badan hingga 15 kg. Dengan begitu, dia berhasil jadi pemain yang lebih lincah dan sukses menjadi mesin gol I Nerazzurri.

Eden Hazard

Eden Hazard dinilai begitu cepat bisa gemuk kala sedang tidak bermain. Apalagi saat libur kompetisi. Hazard diyakini tidak bisa menjaga fisiknya dengan baik.

Dirinya terang-terangan mengatakan sangat menggemari makanan khususnya jenis roti-rotian, termasuk pizza dan burger.

Bahkan pada saat membela Timnas Belgia di ajang kualifikasi EURO kala berhadapan dengan Turki, Hazard yang diganti dengan pemain lain bukannya menunggu di bangku cadangan, ia justru keluar dari stadion untuk makan burger, hal tersebut membuatnya diskor selama 2 pertandingan dari Timnas Belgia.

Kebiasaan ini sudah berlangsung ketika Hazard main di Chelsea namun tubuhnya tetap normal mungkin karena seringnya jam main. Anehnya ketika bergabung dengan Real Madrid tubuhnya cepat mengembang terutama saat ia sering cedera.

Berkat kebiasaan buruknya, tak hanya tubuhnya saja yang menggempal, kini performanya turun jauh dan tidak dapat memenuhi ekspektasi pihak Real Madrid.

Itulah cerita dibalik menggempalnya tubuh para pemain bola, mana nih dari cerita tersebut yang membuat football lovers tercengang?

 

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 18 Oktober 2021

BEN WHITE AKUI TIDAK SUKA MENONTON SEPAK BOLA

Sebagai seorang pesepak bola, Ben White ternyata tidak terlalu suka menonton sebuah pertandingan sepak bola. Menurutnya, pada saat ia berada di waktu senggang, ia memilih untuk tidak menonton pertandingan. Pemain yang direkrut Arsenal dari Brighton ini menjelaskan dalam sebuah wawancara baru-baru ini. “Saya menonton penampilan saya dengan alasan untuk menganalisa permainan saja. Saya terkadang menyaksikan Timnas Inggris bermain, namun saya biasanya sibuk melakukan hal lain juga, jadi tidak hanya duduk dan menonton laga,”

EVRA TAK SETUJU MESSI MENANGI BALLON D’OR 2021

Legenda Manchester United, Patrice Evra, merupakan salah satu orang yang tak setuju jika Lionel Messi menjadi pemenang Ballon dOr 2021. Karena menurut Evra, ada pemain yang lebih layak menerimanya. Evra menganggap Jorginho dan NGolo Kante lebih layak meraih penghargaan paling bergengsi bagi pesepak bola tersebut. Evra justru merasa heran karena banyak orang yang tidak setuju jika Jorginho memenangi Ballon dOr. Menurutnya, itu adalah sikap yang tidak masuk akal. Sebab, Jorginho tampil gemilang bersama Chelsea dan Timnas Italia.

PHILIPPE COUTINHO MASUK DAFTAR BELANJA MAN CITY

Dikabarkan Sportsmole, Manchester City telah memasukkan nama Philippe Coutinho ke dalam daftar target transfer mereka. Pemain asal Brasil itu telah berjuang untuk tampil maksimal di Barcelona sejak bergabung dari Liverpool pada Januari 2018 dan sejauh musim ini hanya menjadi starter di tiga laga La Liga. Dengan klub Catalan masih mengalami masalah keuangan, mereka mungkin akan menjual Coutinho di jendela transfer Januari. Kabarnya, Barcelona bersedia menjual Coutinho dengan biaya 30 juta Euro. Selain City, Newcastle juga tertarik mendatangkan Coutinho.

KLAUSUL RILIS 16 TRILIUN, PEDRI: SAYA LEBIH PEDULI DENGAN BARCELONA 

Pedri mengaku sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan meneken kontrak jangka panjang bersama Barcelona. Dia siap memberikan segalanya untuk juara. Seperti diketahui, pedri diberi kontrak baru oleh Barcelona berdurasi hingga 2026 dan diikat dengan klausul pelepasan Rp 16 triliun. Pedri mengakui klausul rilis fantastis itu lebih mencuri perhatian. Namun, dia menegaskan bahwa kontrak itu adalah bukti komitmen dan kerja kerasnya untuk Barca. Dia fokus membantu klub kembali ke level top dan jadi juara. 

JELANG LAWAN LIVERPOOL, ATLETICO MADRID DIHANTAM BADAI CEDERA

Bos Atletico Madrid, Diego Simeone dihadapkan dengan krisis cedera menjelang pertandingan ketiga penyisihan grup melawan Liverpool yang akan berlangsung tengah pekan ini. Beberapa pemain utama sedang berpacu melawan waktu supaya dapat pulih tepat waktu menjelang pertandingan tersebut. Dua sosok penting yang diragukan tampil pada laga ini adalah Jose Gimenez dan Marcos Llorente. Kedua pemain Atletico Madrid itu masih dalam pemulihan cedera, dan belum dipastikan bisa diturunkan atau tidak.

LEPAS LIONEL MESSI, BARTOMEU SERANG JOAN LAPORTA

Mantan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, geram dengan mantan timnya yang melepas Lionel Messi. Bartomeu menilai Barcelona di bawah Joan Laporta. Menurut Bartomeu, membiarkan Messi pergi tampak seperti keputusan yang buruk. Bermain tanpa Messi menunjukkan banyak hal yang berubah. Terkait Messi, Bartomeu berkukuh tidak seharusnya Barca melepas si pemain. “Sebagai presiden, saya tak ingin Messi pergi dan saya akan melakukan segalanya untuk menghalangi kepergiannya,” tegas Bartomeu. 

BENZEMA DUKUNG REAL MADRID DATANGKAN KYLIAN MBAPPE

Striker Real Madrid, Karim Benzema, kembali menegaskan harapannya terkait kehadiran Kylian Mbappe di skuad Los Blancos pada masa mendatang. Benzema sudah tidak sabar untuk bekerjasama dengan Mbappe di lini serang klub asal Ibukota Spanyol tersebut. Benzema menilai, Mbappe merupakan pemain yang luar biasa. Kerjasama Mbappe dan Benzema di atas lapangan terbilang masih baru. Setelah sempat dibekukan dari timnas Prancis selama lima tahun, Benzema akhirnya kembali dipanggil memperkuat Les Bleus pada awal Juni 2021 silam dan bisa bertandem dengan Mbappe.

ANTISIPASI DE LIGT CABUT, JUVE MATANGKAN RENCANA TRANSFER ROMAGNOLI

Bek AC Milan Alessio Romagnoli bisa bergabung dengan Juventus dengan status free transfer. Si Nyonya Tua mempersiapkan bek Italia itu andaikata bek andalan mereka saat ini, Matthijs de Ligt hengkang karena diincar klub-klub eropa. Romagnoli sendiri berstatus bebas transfer di akhir musim karena kontraknya yang senilai 6 juta Euro per tahun dengan AC Milan berakhir pada Juni. Menurut Football Italia, Milan tidak mau menawarkan gaji yang sama kepada Romagnoli dan Juventus terus memantau situasinya.

AGEN BELA VLAHOVIC YANG TOLAK KONTRAK BARU FIORENTINA

Agen dari Dusan Vlahovic yaitu Giovanni Branchini, menolak anggapan banyak orang yang menyebut jika kliennya adalah pemain mata duitan usai menolak memperpanjang kontrak di Fiorentina. Branchini berpendapat bahwa penolakan yang dilakukan oleh Vlahovic murni karena sang striker ingin meningkatkan karir sepakbolanya di klub lain yang lebih punya nama besar. Sang penyerang sendiri sejauh ini telah mencetak enam gol dalam delapan laga untuk Fiorentina musim ini. Berkat ketajamannya itulah, Vlahovic menjadi buruan klub-klub besar Eropa.

SETAHUN ABSEN, JUAN BERNAT TELAH KEMBALI KE PSG

Bek kiri Spanyol, Juan Bernat telah kembali ke skuad PSG setelah lebih dari setahun absen karena cedera. Pemain 28 tahun itu mengalami cedera ligamen anterior pada awal musim lalu, dalam partai melawan Metz. Bernat, yang telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan klub, absen selama sisa musim, dan tahun ini secara bertahap kembali ke ikut berlatih bersama rekan-rekannya yang lain. Jika kondisinya sudah fit 100% bukan tidak mungkin Bernat akan segera dimainkan pada pertandingan PSG.

HASIL PERTANDINGAN

Dari ajang Liga Inggris yang digelar minggu malam, tuan rumah Newcastle United takluk dari Tottenham Hotspurs 2-3. The Magpies lebih dulu memimpin berkat aksi Callum Wilson di awal babak pertama. Namun Spurs lalu membalas melalui gol-gol dari Tanguy Ndombele, Harry kane, dan Son Heung Min. Newcastle sendiri mampu membalas satu gol lagi melalui gol bunuh diri Eric Dier di menit ke-89. Pada laga lain, Everton kalah 0-1 dari West Ham.

Dari ajang Liga Spanyol, Barcelona sukses membungkam Valencia dengan skor 3-1. Bertanding di Camp Nou, El Barca tertinggal berkat gol Jose Gaya di menit ke-5. Tak mau kalah, pasukan Ronald Koeman membalasnya melalui aksi Ansu Fati menit 13, Memphis Depay menit 41, dan Philippe Coutinho menit 85. Atas hasil ini, Barcelona naik ke posisi ketujuh dengan 15 poin, sementara Valencia ada di urutan ke-9.

Dari kompetisi Serie A Italia, laga big match Juventus vs AS Roma akhirnya dimenangkan oleh Si Nyonya Tua. Dalam laga yang digelar di Allianz Stadium, gol semata wayang Juventus dicetak oleh penyerang anyar mereka, Moise Kean pada menit ke-16. Skor 1-0 ini bertahan hingga wasit meniupkan peluit akhir. Dengan hasil ini pun Juventus merangkak naik ke posisi ketujuh dengan poin 14, sedangkan Roma masih tertahan di peringkat keempat. 

Sementara dari ajang Bundesliga, tuan rumah Bayer Leverkusen dipermak oleh Munchen dengan skor 1-5. Bintang tim Bayern adalah Lewandowski yang mencetak dua gol di menit 4 dan menit 30, serta tambahan gol dari Thomas Muller menit 34, Serge Gnabry menit 35, dan gol kedua Gnabry menit 37. Satu gol balasan Leverkusen dikemas oleh Patrik Schick menit 55. Tambahan tiga poin membuat Bayern tak tergoyahkan di puncak klasemen sementara dengan perolehan poin 19.

PENONTON KOLAPS, LAGA NEWCASTLE VS TOTTENHAM DIHENTIKAN

Seorang fan Newcastle United pingsan di tribun Stadion St. James Park dan membuat pertandingan antara Newcastle vs Tottenham sempat dihentikan sementara. Adanya fans kolaps itu diberitahu oleh Sergio Reguilon yang meminta wasit untuk menghentikan jalannya laga. Sementara, Eric Dier berlari ke ruang ganti dan memberi tahu staf medis untuk mengeluarkan defibrilator atau stimulator detak jantung. Setelah penonton tersebut mendapat penanganan medis, laga pun dapat dilanjutkan kembali dengan wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit di babak pertama.

NAPOLI JAGA REKOR 100% USAI MELIBAS TORINO

Napoli mengukir delapan kemenangan dari delapan laga Serie A sejauh ini setelah menaklukkan Torino dengan skor minimalis 1-0 di stadion Diego Armando Maradona. Gol tunggal Napoli dicetak oleh striker Victor Osimhen. Hasil positif ini membuat klub berjuluk I Partenopei gagah perkasa di puncak klasemen dengan perolehan 24 poin dari delapan pertandingan, unggul dua angka dari sang runner-up AC Milan.

NAPOLI RILIS JERSEY HALLOWEEN BERSEJARAH

Napoli merilis jersey spesial Halloween edisi terbatas, yang akan membuat klub Serie A itu menjadi yang pertama dalam sejarah sepak bola, memakai jersey khusus Halloween. Dengan karakter seram nan garang, Napoli berharap jersey ini bisa menghapus berbagai ketakutan yang akan mereka hadapi selama beberapa pekan ke depan, sekaligus menegaskan dominasi klub terhadap lawan. Seragam bersejarah itu hanya akan digunakan dalam dua pertandingan, keduanya akan dipentaskan di Stadion Diego Armando Maradona.

MANCHESTER UNITED KALAH, CRISTIANO RONALDO NGAMUK

Manchester United menelan kekalahan 4-2 dari Leicester City pada pekan kedelapan Liga Inggris 2021/22 di Stadion King Power pada Sabtu, (16/10). Hasil buruk itu kabarnya membuat Cristiano Ronaldo marah besar dan berusaha meninggalkan lapangan secepat mungkin. Namun, Solskjaer membujuk Ronaldo agar tetap berada di lapangan untuk menghargai para fans yang telah memberikan dukungan di laga tandang.

POGBA KRITIK TAKTIK SOLSKJAER USAI MU TAKLUK DARI LEICESTER CITY

Kekalahan 4-2 di markas Leicester City membuat bos Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menjadi sasaran kritik. Bahkan, Paul Pogba terang-terangan mengkritik taktik yang dimainkan timnya, usai laga tersebut. Gelandang Prancis itu juga mendorong agar timnya menemukan permasalahan yang terjadi dan mengatasinya. Ia beralasan, Setan Merah mengalami kejadian serupa berulang. Sementara, kata dia, pemain tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk kembali ke jalur kemenangan.

DRAMA JUVENTUS VS ROMA, WASIT ORSATO TERLALU CEPAT TIUP PELUIT?

Duel Juventus vs AS Roma diwarnai kontroversi, tepatnya di menit 41. Saat itu, Tammy Abraham merangsek dan melewati sejumlah bek Juventus, tapi bola lantas terlepas dan jatuh di kaki Henrikh Mkhitaryan. Mkhitaryan menyontek bola melewati Wojciech Szczesny, tapi ia tersapu oleh kiper Juve tersebut. Kontroversi tercipta karena wasit Daniele Orsato, alih-alih membiarkan permainan berlanjut dulu karena bolanya jatuh di Abraham dan diselesaikan jadi gol, justru meniup peluit. Ia memang memberikan penalti, tapi keputusannya dianggap menghentikan Roma dari situasi menguntungkan. Penalti sendiri gagal dimaksimalkan oleh Jordan Veretout.

MOURINHO TERTARIK DATANGKAN RIQUI PUIG KE AS ROMA

Pelatih AS Roma, Jose Mourinho dikabarkan tertarik untuk mendatangkan gelandang muda Barcelona, Riqui Puig ke Olimpico pada Januari 2022 nanti. Mourinho menginginkan Riqui Puig dari Barcelona karena merasa belum puas dengan skuad yang ia miliki saat ini di AS Roma. Di sisi lain, saat ini Puig tidak terlalu sering mendapat jam terbang di bawah Ronald Koeman, dan kemungkinan gelandang asal Spanyol itu akan dilepas pada Januari dengan status pinjaman.

TUKAR GULING HAZARD – SALAH MENDEKATI KENYATAAN

Dua raksasa Eropa, Liverpool dan Real Madrid tengah merencanakan kejutan besar dalam urusan jual beli pemain. Keduanya kabarnya ingin melakukan tukar guling yang melibatkan dua bintang mereka yakni Mohamed Salah dan Eden Hazard. Meski rumor tersebut dianggap musykil terjadi, namun sebaliknya, gosip malah makin panas setelah Jurnalis kenamaan, Ekrem Konur membocorkan jika transfer tersebut sangat mungkin mendekati kenyataan. Madrid akan mengirimkan sejumlah uang plus Hazard bagi The Reds demi mendapatkan Salah yang masa depannya di Anfield belum pasti.

ROBERT LEWANDOWSKI INGIN LANJUTKAN KARIR DI REAL MADRID

Spekulasi baru muncul mengenai masa depan Robert Lewandowski. Dilansir AS, Sang striker akan meninggalkan Bayern Munchen demi bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2022 mendatang.  Lewandowski menilai Madrid adalah klub dengan sejarah yang kaya. Belum lagi Madrid selalu konsisten bersaing menjadi juara di level Eropa. Itulah mengapa Lewandowski menilai tim asal Ibukota Spanyol itu cocok dengannya. Ia berharap manajemen Bayern bisa mengikhlaskan kepergiannya di tahun 2022 nanti.

AKUR DENGAN PRESIDEN PSG, MBAPPE KIRIM SINYAL BURUK KE REAL MADRID

Kylian Mbappe mengirim sinyal buruk ke Real Madrid setelah nampak akur dengan Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi. Dalam foto tersebut, Mbappe menerima penghargaan MVP dari Al-Khelaifi secara langsung. Keduanya pun berfoto dengan tersenyum dan nampak menggambarkan hubungan yang akur. Bahkan, Mbappe juga mengucapkan terima kasih kepada PSG dalam caption foto tersebut. Madrid perlu khawatir dalam upaya mereka merekrut Mbappe, pasalnya Mbappe sebelumnya sempat menyatakan ingin tinggalkan PSG pada musim panas 2022.

DEMI MESSI, PSG INGIN TUKAR ICARDI DENGAN AGUERO

PSG siap menukarkan Mauro Icardi dengan bintang anyar Barcelona, Sergio Aguero, demi menjaga kebahagiaan Lionel Messi di Prancis. Kesepakatan ini akan memulangkan Icardi ke Barcelona, sedangkan Aguero akan terbang ke Paris dan menemani sahabatnya dalam usaha merajai Ligue 1. Sebelumnya, eks-striker Manchester City itu tiba di Barca pada musim panas dengan prospek akan bermain bersama sahabat dan kompatriotnya, Messi. Namun La Pulga malah pergi di bursa yang sama dan membuat Aguero seolah terdampar di Catalunya.

MINTA MAAF, LUIS FELIPE JELASKAN INSIDEN DENGAN JOAQUIN

Defender Lazio, Luiz Felipe menjadi viral usai melompat ke pundak eks rekan satu timnya, Joaquin Correa untuk merayakan kemenangan Lazio atas Inter. Pemain asal Argentina tersebut menunjukkan reaksi marah dan wasit kemudian mengeluarkan kartu merah untuk Felipe yang meninggalkan lapangan dengan menangis. Pemain 24 tahun itu akhirnya meminta maaf kepada siapapun yang merasa terganggu atas aksinya tersebut, namun seraya menegaskan bahwa itu adalah aksi yang tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun.

 

Gara-gara Coba Hentikan Haaland, Pemain Ini Sampai Mengalami Cedera!

Nama Erling Haaland kini siap mengguncang dunia untuk gantikan posisi Ronaldo dan Lionel Messi. Pemuda Norwegia yang sudah matang di usia muda terus cetak sensasi menggelegar hingga membuat semua orang terkesima.

Dalam setiap kesempatan yang dijalani, Haaland memang tak sungkan untuk tunjukkan bakat. Skil mengolah bola, kecepatan berlari, hingga kehebatan dalam menempatkan diri dan mencetak gol, menjadi atribut yang dimiliki pemain bertinggi 194 senti.

Borussia Dortmund bisa dibilang menjadi tim yang sangat beruntung karena berhasil mendapatkan Erling Haaland. Berkat kemampuan mencetak gol nya di depan gawang, penampilan Dortmund jadi kian menakutkan dalam setiap musimnya.

Melalui kelihaiannya dalam mencetak gol, Haaland juga kerap membuat repot lini belakang lawan. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang pada akhirnya terkena cedera saat mencoba menghentikan pergerakan bintang asal Norwegia ini.

Virgil van Dijk

Salah satu bek terbaik dunia saat ini, Virgil van Dijk, pernah mendapat pengalaman tak terlupakan bersama Erling Haaland. Bukan karena suatu hal luar biasa yang mereka lakukan, namun karena cedera yang didapat bek asal Belanda ketika coba menghentikan Erling Haaland dalam sebuah pertandingan.

Dalam sebuah laga kualifikasi Piala Dunia yang mempertemukan antara timnas Belanda dan timnas Norwegia, Haaland harus melakoni duel sengit dengan van Dijk. Saking licinnya pergerakan Haaland, van Dijk yang kesulitan menghentikan sampai mengalami dislokasi jari.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh striker yang bermain untuk Borussia Dortmund tersebut.

“Aku benar-benar meretakkan jarinya. Aku tidak tahu bagaimana kejadiannya. Dia hanya mengatakan ‘sialan kamu mematahkan jariku’,” ucap Haaland

Beruntung, cedera yang dialami van Dijk tidak serius.

Joshua Kimmich

Sekitar November 2020 lalu, bintang FC Bayern Joshua Kimmich, juga pernah mengalami hal yang serupa dengan Virgil van Dijk, ketika tugas untuk menghentikan pergerakan Erling Haaland sangatlah tidak mudah.

Dalam sebuah pertandingan big match antara FC Bayern melawan Borussia Dortmund, Joshua Kimmich harus mengalami cedera usai kehilangan bola di tengah lapangan dan mencoba merebutnya kembali dari Erling Haaland. Ketika sang pemain asal Jerman tersebut melakukan takel, dia malah terjatuh dengan posisi yang tidak ideal. Walhasil setelah menerima perawatan yang lama, Kimmich kemudian keluar dengan bantuan staf medis Bayern.

Setelah kejadian tersebut, Bayern kemudian langsung merilis sebuah pernyataan dengan mengkonfirmasi bahwa Kimmich harus menepi untuk beberapa waktu. Disaat yang bersamaan, Direktur Olahraga Bayern, Hasan Salihamidzic, juga berjanji bila klub akan terus memberikan dukungan kepada pemain mereka selama menjalani masa pemulihan.

Robin Zentner

Kiper Mainz, Robin Zentner, tampil sangat memukau di laga Borussia Dortmund pada awal 2021 lalu. Mulanya, Erling Haaland berhasil mencetak gol pada menit ke-tiga, namun kemudian dianulir karena offside. Sepanjang laga Zentner menunjukkan performa jempolan, termasuk ketika berhasil menggagalkan peluang Marco Reus di muka gawang.

Dalam laga tersebut, aksi heroik Zentner kembali diuji ketika dia dihadapkan dengan Erling Haaland. Zentner yang mencoba mengamankan gawang tiba-tiba diganggu oleh bintang asal Norwegia itu. Dalam proses tersebut, kaki Haaland bahkan sampai mendarat tepat di kepalanya hingga cukup untuk membuat sang kiper mendapat sedikit pertolongan.

Beruntung, pergerakan berbahaya yang dilakukan Haaland di depan gawang tak sampai membuat jala nya bergetar, dan yang terpenting ia tetap bisa melanjutkan pertandingan meski sempat terkapar.

Di laga itu, Mainz yang sempat mencetak gol pada menit ke 57 harus puas bermain imbang setelah pada menit ke 73, Die Borussen berhasil menyamakan kedudukan.

Robin Zentner

Florian Grillitsch

Pada februari lalu, Borussia Dortmund juga harus menghadapi laga yang cukup sengit melawan Hoffenheim. Di kubu lawan terdapat nama Florian Grillitsch yang dikenal kuat dalam bertahan. Dia juga telah menjadi andalan timnas Austria di lini belakang hingga membuat tim sekelas AC Milan sempat meminatinya.

Di laga melawan Die Borussen, Florian Grillitsch harus berhadapan dengan Erling Haaland yang kita tahu merupakan penyerang tak sembarangan. Hasilnya, dia sempat dibuat kepayahan sepanjang laga meski timnya sempat membalikkan keunggulan setelah tertinggal di awal laga.

Duel Florian Grillitsch dan Erling Haaland tercipta lewat situasi udara. Dalam sebuah kesempatan Grillitsch harus menghentikan pergerakan Haaland yang coba merebut bola. Namun apa yang terjadi, ia justru mendapat sikutan di bahunya hingga membuat salah satu bagian tubuhnya itu mengganggu nya dalam bertanding.

Dalam hal ini, Florian Grillitsch sempat mengomentari tindakan Haaland yang dianggap coba mencederainya, namun sang pemain asal Norwegia malah mengatakan bila ia tidak tahu ada Grillitsch yang juga mencoba menghalau bola.

Beruntung meski sempat mengerang kesakitan, Florian Grillitsch tetap bisa melanjutkan pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 2-2.

Dayot Upamecano, Ruben Dias, Sergio Ramos

Meski tak sampai membuat cedera para bek hebat ini, aksi Erling Haaland yang berhasil membuat mereka sampai sulit mengejar hingga terpental, tetap layak mendapat sanjungan.

Melawan Dayot Upamecano yang ketika itu masih membela RB Leipzig, Haaland menunjukkan kualitasnya sebagai seorang penyerang. Dia yang pada menit ke 27 menerima umpan dari Marco Reus, langsung menggiring bola dan berhasil menggocek Upamecano. Belum sampai disitu, bek asal Prancis itu dibuatnya terjungkal setelah kalah duel tepat di muka gawang.

Hasilnya, Haaland berhasil mencetak gol setelah mengirim Upamecano ke lembah penyesalan.

Berikutnya ada bek termahal Manchester City, Ruben Dias. Dalam sebuah kesempatan, Haaland membuat Ruben Dias yang disebut sebagai salah satu bek terbaik dunia terlihat seperti bocah sekolahan yang baru belajar bermain bola.

Dias bahkan sampai terlihat tak mampu menyeimbangkan badan hingga tubuhnya yang digunakan untuk menghentikan Haaland sampai terjatuh ke lapangan. Beruntung, meski Haaland berhasil lepas dari penjagaan, dengan membuat Ruben Dias terjungkal, gawang Manchester City tetap aman setelah sang penjaga gawang berhasil meredam tendangan Haaland.

Lalu, ketika masih membela RB Salzburg, Haaland juga sempat membuat bek sekaliber Sergio Ramos terpental. Dala momen tersebut, Haaland tampak mendorong Ramos dengan cara membelakangi bek asal Spanyol tersebut, yang kemudian membuat sang pemain terjatuh ke lapangan.