Beranda blog Halaman 645

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 26 Oktober 2021

POLISI SELIDIKI SPANDUK SINDIRAN FANS PALACE KEPADA NEWCASTLE

Polisi sedang menyelidiki spanduk yang dipajang oleh penggemar Crystal Palace di Selhurst park pada Sabtu 23 Oktober 2021. Spanduk tersebut menyindir dan mengkritisi akuisisi Newcastle United oleh konsorsium dari Arab Saudi. Di dalam spanduk tersebut terlihat gambar seorang pria memakai pakaian tradisional Arab Saudi sedang mengacungkan pedang. Serta gambar kepala eksekutif Premier League, Richard Masters yang sedang memegang tali pelangi dengan darah menetes di kakinya.  Selain itu, Ada sekantong uang yang teronggok di dekat kaki Masters.

TAK MAIN SAAT MU DISIKAT LIVERPOOL, LINGARD TETAP DICERCA FANS

Selain berakhir dengan skor mencolok, partai Manchester United vs Liverpool di Old Trafford juga diwarnai berbagai insiden. Salah satunya menyasar Jesse Lingard. Sebagaimana dilaporkan Sportbible, Lingard tetap didamprat suporter Setan Merah meskipun tidak ikut bermain. Pemain yang musim lalu dipinjamkan ke West Ham itu dicerca suporter saat melakukan pemanasan di jeda babak pertama. Sadar dirinya sedang dihujat, Lingard pun membela diri. Ia menengok ke tribun suporter, lalu berteriak, “Aku tidak ikut bermain di lapangan!”

ANTONIO CONTE JADIKAN MU PRIORITAS, OLE SEMAKIN TERANCAM

Ole Gunnar Solskjaer kian tersudut saat ini, menyusul kekalahan MU dari Liverpool. Tagar #OleOut semakin ramai dibicarakan di media sosial yang menjadi bentuk kekecewaan fans MU terhadap Solskjaer. Selain itu, di Inggris, nama Antonio Conte juga dibicarakan oleh banyak kalangan di media sosial. Sebagian besar di antaranya meyakini kalau Conte cocok untuk menggantikan Solskjaer sebagai pelatih Setan Merah. Kabar tersebut sejalan dengan pernyataan reporter Sportitalia, Gianluigi Longari. Ia menyebut kalau Conte memprioritaskan MU seandainya jabatan pelatih dikosongkan dalam waktu dekat ini.

LIVERPOOL DAN MU BEREBUT STRIKER FC DALLAS, RICARDO PEPI

Liverpool dan Manchester United dikabarkan dalam persaingan untuk striker FC Dallas di Bursa Transfer Januari. Mereka mengincar pemain muda bernama Ricardo Pepi. Pepi telah mendapatkan sambutan hangat di Major League Soccer setelah musimnya dengan FC Dallas. Remaja ini juga muncul sebagai pilihan pertama negaranya di masa depan sebagai striker potensial yang menjanjikan. Klubnya FC Dallas sekarang bersiap untuk tawaran menjelang pembukaan jendela transfer pertengahan musim. Mereka berharap untuk menerima bayaran sekitar 10 juta pounds untuk aset berharga mereka.

MOHAMED SALAH DIKLAIM PEMAIN PALING EGOIS

Sejak tiba di Liverpool pada 2017, Mohamed Salah menjadi andalan tim di lini depan. Kontribusinya membuat Liverpool mampu bersaing di papan atas Liga Inggris, plus kembali bertaring di Liga Champions. Namun, di mata legenda The Reds, Graeme Souness, Salah dinilai sebagai pemain paling maruk yang pernah dia lihat. “Semua pemain top memang memiliki sifat seperti itu, namun dia sudah berada di level ekstrim. Target pribadi sangat penting untuknya dan dia mencoba menembak dari berbagai sudut, dan itu membuat frustasi rekan setimnya.”

CARLO ANCELOTTI PUJI PERFORMA CIAMIK REAL MADRID

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti merasa gembira dengan kemenangan 2-1 kontra Barcelona. Ia menilai timnya tampil dengan solid sejak awal laga hingga akhir. Pada kesempatan ini Ancelotti memberikan kredit khusus bagi bek Real Madrid. Ia menilai barisan pertahanan Los Blancos tampil dengan ciamik di laga itu. Ancelotti mengakui bahwa kemenangan di kandang Barcelona ini sangat krusial bagi timnya. Jadi ia menilai para pemain Madrid boleh berbangga diri mampu menaklukkan Barcelona di laga ini.

LUIS SUAREZ INGIN BERTAHAN LEBIH LAMA DI ATLETICO MADRID

Luis Suarez dikabarkan ingin tetap bertahan di Atletico Madrid melebihi masa kontraknya yang akan habis pada akhir musim 2021/22 mendatang. Pihak Atletico akan mengambil keputusan soal masa depan Suarez hingga 2022 dan melihat situasi yang terjadi. Pihak Atletico dikabarkan bersedia untuk memperpanjang kontrak Suarez selama 12 bulan, namun mereka masih meragukan kondisi fisik penyerang asal Uruguay itu kedepannya. Untuk saat ini, belum ada perkembangan lebih lanjut soal perpanjangan kontrak antara pihak Atletico dan pelatih Diego Simeone dengan Suarez.

PIQUE ENGGAN PENSIUN SEBAGAI PEMAIN CADANGAN

Bek Barcelona, Gerard Pique mengaku bahwa saat ini ia memiliki ketakutan terbesar yakni menjadi tua dan kemudian tak lagi aktif sebagai seorang pesepak bola. Pique menegaskan bahwa dirinya saat ini masih merasa tetap bugar dan tak ingin merasa tua hingga dipandang sebelah mata. Ia menegaskan akan pensiun di Barcelona. Namun ia tidak mau jika pensiun sebagai pemain cadangan. Artinya, Pique ingin terus menjadi pemain utama El Barca hingga akhir karinya nanti.

DIGOSIPKAN PINDAH KLUB, VLAHOVIC MAKIN TAK NIAT MAIN DI FIORENTINA

Setelah gosip kepergiannya dari Artemio Franchi makin berhembus kencang, Dusan Vlahovic kian tak niat main di Fiorentina. Pasalnya, saat timnya bertanding kontra Cagliari pada Minggu (24/10), Vlahovic menolak mengambil tendangan penalti meskipun pelatih dan rekan satu timnya mendesaknya untuk jadi eksekutor. Kejadian tersebut seolah jadi sinyal kuat bahwa Vlahovic sudah enggan berlama-lama lagi untuk berseragam Fiorentina. Sebelum drama menolak jadi eksekutor penalti, Vlahovic juga terlibat ketegangan dengan fan La Viola.

MARQUINHOS SEBUT PERNYATAAN NEYMAR SOAL PENSIUN USAI PILDUN DISALAHARTIKAN

Bek Paris Saint-Germain, Marquinhos, menyebutkan bahwa pernyataan Neymar soal pensiun setelah Piala Dunia 2022 disalahartikan. Sebelumnya, Neymar memang mengatakan bahwa Qatar 2022 akan menjadi Piala Dunia terakhirnya. Marquinhos menilai, Neymar  hanya mengatakan dia tidak tahu seperti apa dia dalam empat tahun ke depan. Menurutnya, Neymar tahu semua harapan di sekitarnya dan dia memahaminya. Dia hanya bermaksud bahwa dirinya fokus pada Piala Dunia 2022. Marquinhos, sekali lagi, menegaskan bahwa Neymar hanya berbicara tentang timnas bukan klub.

MU INCAR ANTONIO CONTE UNTUK GANTIKAN SOLSKJAER

Manchester United dikabarkan tengah mengincar Antonio Conte untuk mengambil klub di tengah krisis saat ini. Mantan manajer Chelsea dan Inter Milan itu muncul sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan pelatih asal Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer. Manajer berusia 48 tahun itu bisa saja segera dipecat menyusul performa buruk MU dalam beberapa laga terakhir. Menurut jurnalis Italia Gianluca Di Marzio, MU telah melakukan ‘kontak pertama’ dengan kubu Conte. Conte disebutkan tertarik untuk menerima tawaran untuk kembali ke Liga Premier.

3 LAGA PENENTU NASIB SOLSKJAER DI MANCHESTER UNITED

Masa depan Ole Gunnar Solskjaer bisa ditentukan lewat tiga laga Manchester United berikutnya. Situs resmi Manchester United memberikan informasi, nasib Solskjaer akan dipertimbangkan dalam tiga pertandingan kedepan, yakni melawan Tottenham Hotspurs akhir pekan mendatang, Atalanta di Liga Champions pekan depan, dan tim berikutnya adalah Manchester City pada 6 November. Solskjaer harus meraih hasil maksimal dalam laga-laga tersebut bila masih ingin menjabat pelatih Setan Merah.

MARADONA CUP: BARCELONA VS BOCA JUNIORS DI ARAB SAUDI

Demi mengenang satu tahun meninggalnya Diego Maradona, Barcelona dan Boca Juniors menjadwalkan laga persahabatan di Stadion Misool Park, Riyadh, Arab Saudi. Pertandingan dengan tajuk Maradona Cup tersebut bergulir pada 14 Desember 2021 waktu setempat. Barcelona dan Boca Juniors adalah dua klub yang sudah menikmati jasa Maradona. Dia bermain untuk Boca Junior pada 1981 sampai 1982 untuk kemudian memperkuat Barcelona hingga 1984.

LIONEL MESSI DIKEJAR FANS SAMPAI KE TENGAH LAPANGAN

Lionel Messi dikejar oleh fans Marseille, bahkan sampai ke tengah lapangan saat kedua tim bertanding di Liga Prancis. Kejadiannya pada menit 73, saat Messi masih menguasai bola dan disaat bersamaan, ada fans Marseille yang mengintai dari belakang. Ia coba mendekati Messi. Sadar ada orang asing di lapangan, Messi langsung berhenti mendribble bola. Si fans pun menyentuh Messi seakan mengajak foto. Namun, belum juga mengeluarkan ponselnya, sang suporter sudah diangkut petugas (steward) laga Marseille vs PSG.

HENRY: MESSI TERISOLASI DI PSG

Mantan pemain Arsenal dan Barcelona, Thierry Henry menilai Lionel Messi belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena terisolasi di Paris Saint Germain. Messi yang terbiasa jadi konduktor di Barcelona justru kurang mendapatkan keleluasaan memegang bola di PSG. Alhasil La Pulga belum mampu bikin gol dari empat penampilan di Ligue 1. “Dia [Messi] terisolasi dan kurang menguasai bola. Saya tak akan bilang Messi sedih, tapi yang jelas dia terisolasi. Saya lebih suka dia bermain di tengah,” kata Henry dikutip Marca.

DIGOSIPKAN BAKAL GANTIKAN OLE, ZIDANE TAK TERBURU-BURU BALIK KE DUGOUT

Zinedine Zidane telah menganggur sebagai pelatih selama lima bulan. Baru-baru ini, Zidane digosipkan bakal melatih MU untuk menggantikan Solskjaer. Namun, sebuah laporan dari Marca menunjukkan bahwa Zidane tidak terburu-buru untuk kembali ke dugout, bahkan jika tawaran itu benar-benar datang. Dirinya baru-baru ini membuka pusat padel (olahraga berbasis tenis) di dekat Marseille di Prancis Selatan dan menikmati waktunya jauh dari tekanan manajemen dan memungkinkan banyak waktu untuk kegiatannya bersama keluarga.

STEFANO PIOLI INGIN LATIH MILAN 100 PERTANDINGAN LAGI

Sejak melatih AC Milan pada 2019, Stefano Pioli telah menjalani 100 laga sebagai pelatih Milan pada akhir pekan lalu. Catatan spesial itu diraih Pioli kala AC Milan menghajar Bologna dengan skor 4-2 di Stadion Renato Dall’Ara. Tidak sembarangan orang bisa memimpin Milan hingga 100 laga. Karena itu, Pioli berharap ada 100 laga lainnya bersama Milan di masa depan sehingga genap menjadi 200. Pria berusia 56 tahun itu kini menorehkan 58 kemenangan, 23 imbang, dan 19 kali kalah dalam 100 laga di semua kompetisi. 

FRENKIE DE JONG ALAMI CEDERA HAMSTRING USAI EL CLASICO

Gelandang Barcelona, Frenkie de Jong harus masuk meja perawatan akibat mengalami cedera di laga El Clasico (24/10). Dia harus digantikan oleh Sergi Roberto di menit ke-77, setelah mengerang kesakitan usai berebut bola dengan salah satu pemain Real Madrid. Dikutip Football Espana, De Jong mengalami masalah di bagian hamstring-nya. Cedera yang dialami oleh De Jong ini diduga sudah dialami oleh sang pemain sebelum laga versus Madrid. Situasi ini pun membuat De Jong diprediksi harus absen, ketika Los Cules bertanding melawan Rayo Vallecano tengah pekan ini (28/10).

PESAN RONALDO SETELAH MU KALAH TELAK DARI LIVERPOOL

Cristiano Ronaldo menjalani hari buruk akhir pekan lalu ketika memperkuat MU menghadapi Liverpool pada laga bigmatch Liga Primer Inggris. Usai pertandingan, Ronaldo menggunakan media sosial Instagram untuk menyapa para penggemar Manchester United. “Terkadang hasilnya bukan seperti yang kita perjuangkan,” tulisnya. “Terkadang skornya bukan seperti yang kita inginkan. Dan ini ada pada kita, hanya pada kita, karena tidak ada orang lain yang bisa disalahkan,” katanya.

RONALDO PERNAH TOLAK CONTE DI JUVENTUS

Antonio Conte dikabarkan bakal menggantikan Solskjaer di Manchester United. Namun, yang menjadi masalah, Conte ternyata tidak disukai salah satu bintang MU, Cristiano Ronaldo. Menurut laporan, Ronaldo sempat menolak kehadiran Conte di tubuh Juventus pada musim panas 2019. Saat itu, Ronaldo yang membela Juventus baru saja ditinggal sang pelatih, Massimiliano Allegri. Karena itu, manajemen Juventus mencari pelatih berprofil tinggi dan Conte masuk radar. Akan tetapi, gaya permainan bertahan yang kerap diperagakan Conte membuat CR7 tak menyukainya. Alhasil Juve mengesampingkan Conte dan merekrut Maurizio Sarri.

MOHAMED SALAH MINTA NAIK GAJI DI LIVERPOOL

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah langsung minta naik gaji setelah mencetak hattrick melawan Manchester United. Mo Salah diklaim mulai mantap untuk memperbarui kontraknya di Liverpool yang habis pada 2023 mendatang. Dia meminta Liverpool untuk menaikkan gajinya dalam kontrak barunya nanti. Salah meminta bayaran sebesar 500 ribu pounds (sekitar Rp9,7 miliar) per pekan. Jika tuntutan tersebut disetujui Liverpool, Mo Salah bakal menjadi pemain dengan gaji tertinggi di Liga Inggris.

BINTANG MUDA REAL MADRID INI TERNYATA PENGGEMAR BARCELONA

Viicius Junior tampil gemilang di laga El Clasico akhir pekan kemarin. Tampil cemerlang di babak pertama, Vinicius membuat frustrasi para penggemar Barcelona yang beberapa diantara mereka bahkan melontarkan hinaan dan jari tengah ke arah pemain tersebut. Namun, segalanya bisa sangat berbeda jika Vinicius bergabung dengan Barcelona. Karena ternyata, Vinicius adalah penggemar berat Barcelona. Mantan pencari bakat Barcelona untuk Brasil, Andre Cury telah mengungkapkan bahwa penyerang sayap itu hampir pindah ke Camp Nou dan dia adalah penggemar Blaugrana.

REAL MADRID CATATKAN REKOR EL CLASICO TERBAIK SEJAK 1965

Kemenangan Real Madrid atas Barcelona di Camp Nou memiliki arti spesial. Dengan hasil itu, Real Madrid kini mencatatkan empat kemenangan beruntun dalam pertandingan bersejarah lawan Barcelona sejak paruh pertama 2020. Dilansir Opta, Madrid memenangkan empat kemenangan terakhir di semua ajang kompetisi lawan Barcelona, sebagai rekor terbaik di El Clasico sejak 1965 (tujuh kemenangan dengan satu di Copa del Rey dan enam di La Liga).

KABAR BURUK DORTMUND, PENAMPILAN HAALAND DI TAHUN 2021 SELESAI

Striker Borussia Dortmund Erling Haaland dikabarkan tidak akan bermain lagi hingga tahun 2021 berakhir karena cedera yang dideritanya baru-baru ini. Dia absen saat Dortmund mengalahkan Arminia Bielefeld akhir pekan kemarin. Pelatih Dortmund, Marco Rose menyebut pemainnya mengalami cedera fleksor pinggul dan harus absen dalam beberapa pekan. Namun, menurut laporan Bild, cedera Haaland cukup parah, yang akan membuatnya tidak dapat gabung latihan setidaknya delapan minggu. Dengan begitu, Haaland pun diperkirakan baru bisa bermain tahun 2022.

INGIN TINGGALKAN MADRID, MARCELO BERHARAP PINDAH KE BRASIL

Bek sayap Real madrid, Marcelo dilaporkan ingin hengkang dari Los Blancos pada 2022 untuk bergabung dengan klub Brasil, Fluminense. Dikutip dari football espana, Marcelo masih memiliki kontrak bersama Madrid hingga Juni 2022, namun mulai mempertimbangkan untuk membatalkan kesepakatan tersebut agar bisa pergi pada Januari.  Alasan Marcelo untuk hengkang dari Madrid disinyalir karena dirinya saat ini tidak menjadi pilihan utama di skuad musim ini setelah baru pulih dari cedera yang sempat ia derita sebelumnya.

MU Terperosok, Tagar Ole Out Kian Mengudara

Dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Inggris, Manchester United yang dijadwalkan untuk menjamu Liverpool di Old Trafford telah menyiapkan skuad yang cukup mumpuni. David de Gea diturunkan di bawah mistar, Victor Lindelof dan Harry Maguire disiapkan untuk menghalau serangan di lini belakang. Sementara itu, nama andalan seperti Bruno Fernandes sampai Cristiano Ronaldo juga diturunkan untuk merobek jala lawan.

Di kubu seberang, tim tamu Liverpool tak kalah dalam menurunkan susunan pemain terbaiknya. Dari penjaga gawang sampai lini serang, kita akan disuguhkan dengan nama yang tentunya sangat tidak asing di telinga.

Namun meski para penggemar Setan Merah sudah sangat antusias dalam memberikan dukungan, mereka malah disuguhkan dengan nuansa kelam berupa kekalahan telak yang tentunya tidak mudah dilupakan. Lewat gol Naby Keita pada menit ke 5, Manchester United tampak terkejut hingga membuat mereka kembali kecolongan enam menit berselang.

Puncaknya, tiga gol Mohamed Salah pada menit ke 38, 45+5, dan 50, kian membuat klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer tak tahu lagi harus menutup muka dengan alasan apa.

Buah dari kekalahan ini jelas membuat Manchester United kian merana. Terlebih ketika melihat raut muka Sir Alex Ferguson di tribun penonton yang seolah tak percaya dengan apa yang baru saja menimpa tim kesayangannya. Tak bisa berkata-kata mungkin menjadi kalimat yang lebih ingin diucap.

Apa yang jadi hasil minor pada laga melawan Liverpool itu pun semakin memperparah catatan CR7 cs di kompetisi Liga Primer Inggris. Sebelum kalah telak atas The Reds, MU memang datang dengan segudang lembaran tak diinginkan. Mereka belum memenangkan satu pun tiga pertandingan sebelumnya. Mereka bahkan harus terlempar dari posisi empat besar usai kalah dengan skor 4-2 dari Leicester City.

Apalagi lawan yang harus mereka hadapi memiliki catatan 18 kali tanpa kalah. Belum lagi kembalinya bek andalan mereka Virgil van Dijk yang siap menjagal segala serangan.

Sorotan Tertuju Pada Sosok Ole Gunnar Solskjaer

Seusai laga, tagar Ole Out terus mengudara. Jaringan media sosial ramai-ramai memberitakan tentang potensi Ole yang bakal dipecat oleh Manchester United. Terlebih, muncul kabar bahwa di pertandingan melawan Liverpool, pemain Manchester United banyak yang tidak paham dengan taktik yang disampaikan Ole.

Seperti dikutip Sportskeeda, beberapa pemain manyampaikan kebingungan mereka kepada Bruno Fernandes tentang apa yang disampaikan Ole.

“Pesan yang disampaikan tidak jelas. Ada kebingungan di tim, pemain tidak mengerti apa taktiknya. Tidak ada tim, hanya individu saja yang bermain. Ada masalah besar di lini pertahanan.”

Sebelum laga, Ole memang sudah banyak dipertanyakan. Dia terlihat memilih untuk mengambil resiko dengan memainkan tiga pemain yang dikabarkan tidak berada dalam 100 persen kondisinya. Diantaranya Bruno Fernandes, Marcus Rashford dan Fred. Selain itu, Ole juga tampak membangkucadangkan Jadon Sancho dan Paul Pogba yang kita tahu menjadi rekrutan termahal.

Sancho diklaim harus puas menjadi penghangat banku cadangan usai dipandang minim kontribusi. Namun yang perlu diingat adalah, pemain Internasional Inggris itu merupakan bintang di Signal Iduna Park dengan talenta hebat yang dimiliki.

Ketika Ole berdalih bahwa Sancho baru bergabung dengan tim dan masih membutuhkan adaptasi, tapi bagaimana bisa ia beradaptasi dengan lingkungan barunya andai tak diberi cukup kepercayaan?

Beragam komentar negatif pun muncul dengan menyudutkan sang pelatih. Ryan Taylor yang merupakan seorang jurnalis olahraga mengatakan dengan sederhana, bahwa ketika sebuah klub mampu mendatangkan pemain sekaliber Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, dan Raphael Varane namun malah mengalami kemunduran, maka kesalahan terletak pada pelatih.

Beberapa bulan lalu, Manchester Evening News bahkan pernah mengeluarkan kabar bila ada beberapa pemain Manchester United yang sudah tidak percaya dengan Ole. Meski tidak disebutkan secara rinci siapa pemain tersebut, mereka meyakini Ole merupakan sosok yang harus disalahkan atas laju MU yang jauh dari kata mulus.

Ketidakpercayaan para pemain kepada Ole sebagai juru taktik juga terlihat ketika MU berhadapan dengan Atalanta di kompetisi Liga Champions Eropa. Meski pada akhirnya mampu membalikkan keadaan, penampilan mereka di babak pertama kacau hingga membuat tim lawan mampu mencuri gol.

Di laga tersebut, ada laporan yang mengatakan kalau Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo sampai mengambil alih ruang ganti dengan ikut bicara di jeda pertandingan. Bruno dikatakan meminta Ole untuk menempatkannya lebih ke dalam untuk membuatnya bisa mengambil bola lebih banyak.

Benar saja, ketika memasuki babak kedua di laga melawan Atalanta, Bruno bisa bermain dengan banyak bola dan sukses mengirim umpan ke Marcus Rashford untuk kemudian dikonversi menjadi gol. Sejak saat itu, MU mampu menguasai pertandingan dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-2.

Kemudian pada kekalahan melawan Leicester City yang membuat banyak penggemar geram, permainan MU dinilai sangat buruk, tidak ada visi, dan mudah sekali diekspos. Harry Maguire yang diturunkan Ole diharapkan bisa memberi perubahan pada lini pertahanan. Namun, eks pemain Leicester itu justru menjadi penyebab dari beberapa gol yang diciptakan mantan tim nya tersebut.

Ole, dalam hal ini, juga disebut kerap kesulitan ketika mencoba untuk menemukan keseimbangan di lini tengah. Pada pertandingan melawan The Foxes, Brendan Rodgers mengakui bila dirinya menemukan banyak celah di lini tengah MU untuk dimanfaatkan.

“Pemain tengah United tidak melakukan press sehingga kami bisa bersabar dan mengolah bola dengan baik. Lalu kami masuk ke beberapa area yang bagus dan memberi tekanan pada lini belakang mereka,” ujar Brendan Rodgers.

Disaat lini tengah terus dijadikan celah oleh tim lawan, Ole tidak memiliki plan B atau bahkan C untuk mengantisipasinya.

Meski dalam beberapa laga sang pelatih mampu menunjukkan taktik jitu, di saat yang sama Iblis Merah juga kerap dibuat tak memiliki jalan keluar. Ole lebih sering membuat MU tampil tidak konsisten. Dalam beberapa laga yang dimainkan dengan sangat buruk oleh Manchester United, Alan Hutton yang merupakan legenda timnas Skotlandia berujar kalau para pemain MU seperti tidak tahu bagaimana caranya bermain sebagai satu kesatuan tim.

Mengenai hal tersebut, tampaknya semua penggemar setuju bila bagaimanapun pelatih adalah orang yang paling bertanggung jawab atas performa sebuah tim. Apalagi bila melihat laju Manchester United pada musim ini, dimana kemenangan menjadi hal yang kian langka.

Tinggal tunggu saja bagaimana pergerakan manajemen dalam menyoroti berbagai permasalahan ini. Tetap membiarkan penggemar lelah dalam menyebar tagar Ole Out, atau mengambil tindakan berupa penunjukkan pelatih anyar sembari memperbaiki kinerja lainnya.

Sumber referensi: Setan Merah, Sportskeeda, Libero, Bola, Goal

Mengenang Keajaiban Otto Rehhagel Bersama Kaiserslautern dan Yunani

0

Dua dekade silam, sebuah klub bernama FC Kaiserslautern menciptakan kisah dongeng yang sulit disamai hingga sekarang. Di musim 1997/1998, Kaiserslautern yang berstatus tim promosi mengguncang sepak bola Jerman dengan berhasil keluar sebagai jawara Bundesliga.

Mengenang Magis Otto Rehhagel Bersama FC Kaiserslautern

Dua musim sebelumnya, Kaiserslautern berhasil menjadi kampiun DFB-Pokal dan memastikan diri lolos ke Piala Winners. Sayangnya, di akhir musim 1996 mereka finish di peringkat 16 sehingga membuat mereka turun kasta ke divisi 2. Itu merupakan kali pertama bagi salah satu pendiri Bundesliga tersebut merasakan turun kasta.

Di masa kelam itulah Otto Rehhagel hadir sebagai juru taktik anyar ke dalam tim yang bermarkas di Fritz-Walter-Stadion itu. Sebelum bekerja untuk Kaiserslautern, Otto Rehhagel baru saja dipecat Bayern Munchen tepat 4 hari sebelum melakoni final Piala UEFA 1996.

Dengan berbekal skuad pas-pasan, Otto Rehhagel membuat Kaiserslautern begitu dominan di Liga 2 Jerman. Mencetak 74 gol dan hanya kebobolan 28 kali. Kaiserslautern mampu memetik 19 kemenangan dan hanya 4 kali menelan kekalahan dalam 34 pertandingan. Singkat cerita, Die Roten Teufel sukses kembali promosi ke Bundesliga musim 1997/1998.

Di sinilah awal kisah dongeng itu dimulai. Sebagai tim promosi, FC Kaiserslautern tak hanya datang untuk sekadar bertahan. Di bawah kendali Otto Rehhagel, sebagian besar pemain Kaiserslautern di musim sebelumnya sukses ia pertahankan. Sebagai tambahan, mereka mendatangkan beberapa pemain anyar seperti Ciriaco Sforza, Andreas Buck, hingga Michael Ballack.

Baru pertandingan pertama saja Kaiserslautern langsung memberi kejutan. Die Roten Teufel mengandaskan juara bertahan Bayern Munchen dengan skor tipis 1-0 di Olympiastadion Munich. Di paruh kedua lagi-lagi pasukan King Otto berhasil menumbangkan Bayern. Kali ini dengan skor 2-0 di Fritz-Walter-Stadion. Kemenangan tersebut juga merupakan pembalasan dendam yang manis bagi Otto Rehhagel yang sebelumnya dipecat dengan tidak hormat oleh FC Bayern.

Kaiserlautern sudah menempati puncak klasemen Bundesliga di pekan keempat. Hingga akhir musim, posisi Die Roten Teufel kokoh di puncak klasemen. Bahkan, mereka memastikan diri menjadi kampiun Bundesliga dengan masih menyisakan satu pertandingan. Kaiserslautern berhasil memetik 19 kemenangan, 11 hasil imbang, dan hanya 4 kali menelan kekalahan dalam 34 pertandingan.

Gelar juara di musim 1997/1998 tak hanya berarti gelar Bundesliga kedua bagi FC Kaiserslautern. Lebih dari itu, Die Roten Teufel menciptakan sejarah yang hingga hari ini sulit untuk dipecahkan. Mereka menjadi tim promosi pertama yang berhasil keluar sebagai kampiun Bundesliga Jerman.

Di musim tersebut, Kaiserslautern berhasil melangkahi juara bertahan Bayern Munchen, juara Liga Champions 1997 Borussia Dortmund, dan juara Piala UEFA 1997 Schalke. Tanpa sentuhan magis Otto Rehhagel, Die Roten Teufel tak akan mampu menciptakan kisah dongeng tersebut. Dialah yang orang paling bertanggung jawab atas kejayaan tersebut.

King Otto menyatukan skuad Kaiserslautern yang berisikan pemain tua dan muda. Dialah yang membawa Michael Ballack yang kala itu masih berusia 21 tahun dan melatihnya menjadi gelandang jempolan. Lewat racikannya, ia juga berhasil membangkitkan kembali performa Ciriaco Sforza yang sempat meredup bersama Inter Milan di musim sebelumnya.

“Dia tahu bagaimana menggunakan pemain yang dia miliki. Bersama kami, dia tahu kami harus menyerang dan memainkan sepakbola yang kuat,” kata Sforza dikutip dari UEFA.

Selain itu, King Otto juga mempertahankan pemain-pemain senior yang kenyang akan pengalaman internasional, seperti Michael Schjønberg, Miroslav Kadlec, Pavel Kuka dan kapten Andreas Brehme. Dia juga berhasil menyulap Olaf Marschall menjadi striker berbahaya. Di musim tersebut, Marschall mencetak 21 gol, hanya kalah 1 gol dari Ulf Kirsten yang menjadi top skor.

“Otto memberi kami kebebasan di lapangan. Dia memberi tahu kami susunan pemain; kami melakukan sisanya. Semua orang membantu dalam pertahanan, bahkan striker mengejar bola segera setelah kami kalah. Otto memiliki pemahaman yang luar biasa tentang bagaimana membangun sebuah tim.” kata Marschall dikutip dari DW.

Otto Rehhagel kemudian mundur dari kursi pelatih FC Kaiserslautern pada akhir musim 2000. Selesai dengan Kaiserslautern, King Otto kemudian menerima pinangan timnas Yunani pada bulan Agustus 2001. Di Negeri Para Dewa itulah ia kemudian kembali berhasil menciptakan kisah bersejarah dalam sepak bola Eropa.

Mengenang Magis “King Otto” Bersama Yunani di Euro 2004

Kita semua tahu bagaimana akhirnya. Euro 2004 adalah bukti sahih sentuhan magis Otto Rehhagel bersama Yunani. Namun, pelatih Jerman kelahiran Essen, 9 Agustus 1938 itu tak melakukan keajaiban tersebut dalam sekejap mata.

Melatih timnas Yunani adalah sebuah tantangan besar. Selama bertahun-tahun, rivalitas pemain Olympiakos dan Panathinaikos terbawa hingga membuat iklim timnas kurang kondusif. Otto juga mendapat kritik dari media karena banyak meninggalkan pemain bintang.

“Saya datang ke sini karena saya ingin mengubah mentalitas dan cara Anda bekerja. Saya membutuhkan pemain yang bermain untuk grup, yang bermain untuk tim nasional Yunani, bukan untuk diri mereka sendiri,” kata Otto Rehhagel dikutip dari FourFourTwo.

Setahap demi setahap, King Otto menunjukkan kinerja nyata. Ia membawa Yunani lolos lagi ke Piala Eropa setelah absen 24 tahun. Bahkan Yunani lolos otomatis ke Euro 2004 sebagai juara Grup 6, melangkahi Spanyol di babak kualifikasi.

Pada pengundian babak grup, Yunani tergabung ke dalam pot 4. Peringkat koefisien mereka adalah yang terendah kedua dan hanya lebih baik dari Latvia. Peluang mereka untuk juara saja hanya 150/1. Itulah kenapa Yunani menjadi tim yang tidak diperhitungkan. Apalagi, hasil undian menempatkan mereka ke dalam Grup A, bersama tuan rumah Portugal, Spanyol, dan Rusia.

Akan tetapi, Yunani justru langsung menghadirkan kejutan di awal turnamen. Mereka menundukkan Portugal dengan skor 2-1, lalu menahan imbang Spanyol 1-1 di pertandingan kedua. Meski kalah 1-2 dari Rusia di pertandingan ketiga, Yunani tetap lolos ke fase gugur Euro 2004 sebagai runner-up grup.

Di babak perempat final, Yunani berjumpa dengan juara bertahan Prancis yang lolos sebagai juara Grup B. Lagi-lagi, performa mereka mengejutkan seantero Eropa. Gol semata wayang Angelos Charisteas di menit ke-65 memastikan Yunani lolos ke babak semifinal.

Di babak semifinal, Yunani kembali meruntuhkan prediksi banyak pihak. Berjumpa Republik Ceko, mereka tampil spartan sepanjang laga. Traianos Dellas kemudian berhasil mencetak silver goal di menit ke-105 dan memastikan kemenangan Yunani.

Di partai puncak, mereka kembali bertemu Portugal yang berisikan generasi emasnya, seperti Luis Figo, Rui Costa, hingga bintang muda Cristiano Ronaldo. Sebagai tuan rumah, Portugal jelas lebih diunggulkan dan diuntungkan.

Namun lagi-lagi Yunani menunjukkan magisnya. Terus berada dalam tekanan, Angelos Charisteas berhasil mencetak gol tunggal di menit ke-57. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta sekaligus memastikan Yunani keluar sebagai kampiun Euro 2004.

Di akhir turnamen, 5 pemain Yunani terpilih dalam UEFA Team of the Tournament. Sementara itu, sang kapten Theodoros Zagorakis terpilih sebagai UEFA Player of the Tournament. Hasil akhir dari Euro 2004 itu hingga hari ini jadi salah satu akhir kisah paling ikonik dalam sejarah sepak bola Eropa. Bahkan Yunani juga menjadi kampiun dengan catatan rekor tanpa kebobolan sepanjang babak gugur.

Berbeda dengan saat dirinya melatih Kaiserslautern, taktik Otto Rehhagel di Yunani kala itu cenderung defensif, bahkan boleh dibilang mereka menerapkan taktik parkir bus dengan mengandalkan jumlah pemain bertahan untuk menutup ruang. Hasilnya, Yunani hanya kebobolan 4 gol dan hanya menghasilkan 7 gol sepanjang gelaran Euro 2004.

Ciri Khas Taktik Otto Rehhagel

Meski pendekatan taktiknya berbeda, racikan skuad Otto Rehhagel di Kaiserslautern dan timnas Yunani punya beberapa kemiripan. King Otto sangat menyukai pemain yang bertipe kokoh, tinggi, dan unggul dalam duel udara. Ia akan menempatkannya di posisi penyerang tengah dan posisi libero alias sweeper.

Cara itu dianggap ketinggalan zaman. Namun, ia menjawabnya dengan pembuktian prestasi. Di Kaiserslautern tugas itu diemban oleh Miroslav Kadlec yang bertinggi badan 185 cm. Sementara di timnas Yunani, tugas libero diserahkan kepada Traianos Dellas yang punya tinggi menjulang 196 cm.

Begitu pula dengan penyerang tengah. Striker seperti Olaf Marschall di Kaiserslautern dan Angelos Charisteas di Yunani ia plot sebagai target man. Mereka kerap disuplai dengan umpan-umpan lambung dari sisi sayap. Tak jarang pula gol dari tim yang diasuh Otto Rehhagel berasal dari skema bola mati, khususnya corner kick.

Meskipun terkenal gemar memakai pemain tua, Otto Rehhagel juga dikenal sebagai pencari bakat yang hebat. Dialah yang mengorbitkan Angelos Charisteas, Theofanis Gekas, Marco Reich, Rudi Völler, hingga Miroslav Klose.

Otto Rehhagel juga dikenal sebagai seorang motivator handal. Buktinya, ia mampu menyulap tim non unggulan menjadi sebuah tim juara. Selain itu, King Otto juga dikenal ahli dalam membangkitkan kembali karier pemain tua. Olaf Marschall dan Theodoros Zagorakis adalah buktinya.

Di Jerman, King Otto dikenal sebagai pelatih eksentrik dan seorang diktator yang ramah. Ia membangun reputasi sebagai seorang yang arogan dan jarang mau mengakui kesalahan. Namun reputasi tersebut juga dibuktikan dengan catatan prestasi yang menawan. Sebelum mengukir sejarah yang sulit diulang bersama Kaiserslautern dan Yunani, King Otto pernah menguasai Liga Jerman bersama Werder Bremen di awal era 90an.

14 tahun melatih Bremen dari 1981 hingga 1995, Otto Rehhagel berhasil menyulap Bremen menjadi tim yang disegani. King Otto berhasil meraih 2 trofi Bundesliga, 2 trofi DFB-Pokal, 2 trofi Piala Super Jerman, dan 1 trofi Piala Winners.

Otto Rehhagel adalah peraih penghargaan pelatih terbaik dunia versi IFFHS tahun 2004. Ia juga memenangkan predikat pelatih terbaik Eropa di tahun tersebut. Karena reputasinya itulah situs 90min.com menempatkan Otto Rehhagel di peringkat ke-21 dalam daftar 50 pelatih terbaik dunia. Sementara majalah World Soccer menempatkannya di peringkat ke-36 sebagai pelatih terbaik dunia sepanjang masa.

Otto Rehhagel yang kini berusia 83 tahun memang telah lama pensiun dari dunia sepak bola. Hertha Berlin jadi tim terakhir yang ia latih di tahun 2012. Meski begitu, seluruh jasa, prestasi, dan catatan magis King Otto akan tetap kekal abadi dalam sejarah sepak bola dunia.
***
Sumber Referensi: DW, 90min, GiveMeSport, UEFA.

Basque dan Catalunya dalam Balutan Seragam Matador

Nama Basque dan Catalunya tentu tidak asing di telinga kita semua. Ketika bicara tentang dua wilayah tersebut, maka Spanyol tak akan luput dari bahasan. Dua wilayah tersebut diketahui memiliki kesebelasan sepakbola masing-masing. Mereka bahkan sempat melakukan uji tanding dengan negara lain.

La Liga yang kita tahu merupakan kompetisi Spanyol, menjadi rumah dari banyaknya pemain yang memiliki darah Basque maupun Catalunya. Meski banyak sekali pemain asal Spanyol yang tampil di sana, nyatanya tidak semua ingin mengibarkan bendera yang sama. Basque, merupakan wilayah yang kerap dibela oleh pemain yang berasal dari Bilbao, Pamplona dan San Sebastian. Sementara di sisi lain ada Catalunya yang sudah tidak asing lagi dengan nama Barcelona, Tarragona, Girona dan Lleida.

Meski sudah memiliki kesebelasan sendiri dan sudah melakukan uji tanding dengan sejumlah negara, mengapa kemudian Basque dan Catalunya tidak segera terdaftar sebagai anggota FIFA maupun UEFA?

Beberapa Upaya Telah Dilakukan Namun Gagal

Dalam hal ini, mereka sejatinya sudah banyak melakukan banyak upaya untuk bisa terlepas dari Spanyol. Basque pada tahun 2010 lalu bahkan terang-terangan mendukung timnas Belanda ketimbang Spanyol di ajang Piala Dunia. Di sisi lain, Catalunya sudah sering menyuarakan kebencian mereka kepada Spanyol dalam beberapa pertandingan.

Pada tahun 2017 lalu, Catalunya bahkan sudah mendeklarasikan kemerdekaan mereka namun belum diakui oleh dunia Internasional. Deklarasi Catalunya dianggap sebagai deklarasi sepihak, atau dengan kata lain deklarasi kemerdekaan yang dikeluarkan Catalunya adalah tanpa izin entitas, negara atau bangsa yang ditinggalkannya.

Basque dan Catalunya sudah beberapa kali mengajukan proposal untuk bisa diakui. Namun seperti yang sudah diprediksi, FIFA sebagai badan tertinggi sepakbola dunia dan UEFA yang berkuasa di kawasan Eropa, menolak pengajuan dua wilayah tersebut.

Masalah utama jelas berkutat pada identitas mereka yang dianggap tidak jelas. FIFA dan UEFA mengatakan kalau baik Basque maupun Catalunya masih menjadi komunitas otonom ketimbang negara merdeka yang kita tahu kehadirannya sudah diterima oleh komunitas internasional.

Selain itu, birokrasi juga menjadi alasan terkuat mengapa suara mereka tak kunjung didengar. Semua komunikasi antara Basque dan Catalunya dengan pejabat dunia harus lebih dulu melalui federasi sepakbola Spanyol (RFEF). Padahal kita semua tahu bila RFEF tidak akan memberikan sedikit pun izin kepada Basque dan Catalunya untuk berlepas dari Spanyol.

Jadi, kedua wilayah tersebut sampai sekarang tidak bisa berbuat apa-apa.

Lantas apakah Catalunya dan Basque harus menjadi wilayah yang merdeka dan diakui dunia terlebih dahulu supaya bisa bergabung dengan FIFA? Nyatanya tidak. Kasus ini bisa mengambil contoh dari Palestina yang sudah bergabung dengan FIFA sejak tahun 1998 silam.

Padahal kita tahu bila Palestina sampai sekarang belum lepas dari penjajahan Israel.

Namun FIFA kemudian melunak dan mau menerima kehadiran Palestina setelah dibentuknya Otoritas Nasional Palestina, di mana pada tahun yang sama, Palestina langsung memainkan laga pertamanya melawan Lebanon dalam tajuk uji coba. Di pertandingan yang tentunya bersejarah itu, Palestina kalah dengan skor 1-3.

Selain itu, yang perlu dicatat, meski belum dinyatakan merdeka, Palestina juga sudah diakui sebagai negara oleh banyak negara termasuk Indonesia.

Bagaimana Nasib Catalunya dan Basque Nantinya?

Bila sudah seperti ini bagaimana nasib Basque dan Catalunya di kemudian hari?

Bila mereka memang berniat berpisah dan ingin membentuk kesebelasan yang direstui FIFA, maka ada banyak sekali hal yang harus dilakukan selain meminta persetujuan dari RFEF.

Mereka akan lebih dulu diminta untuk membentuk liga nya sendiri dimana itu bukan termasuk hal yang mudah. Pasalnya seperti diketahui, ada banyak tim hebat dari dua wilayah tersebut yang telah lama membawa nama La Liga. Diantaranya Athletic Bilbao, Real Sociedad, Alaves, hingga Barcelona dan Espanyol.

Bila RFEF sampai memberi izin atau kalah dalam pertempuran ini, maka yang akan sangat merugi tentunya timnas Spanyol. Betapa tidak, dalam tiga momen terbaik mereka di turnamen terbaik dunia, banyak sekali pemain Catalunya yang turut memberikan andil.

Spanyol Tanpa Catalunya dan Basque

Ya, Spanyol bisa menjadi juara di gelaran Piala Eropa 2008, turnamen Piala Dunia 2010, dan kembali berjaya di Eropa tahun 2012, adalah karena andil dari kebanyakan pemain yang berasal dari Catalunya.

Mereka adalah Victor Valdes yang masuk ke dalam turnamen Piala Dunia 2010 dan 2012. Di posisi bek ada Fernando Navarro (2008), Carles Puyol (2008, 2010), Joan Capdevila (2008, 2010), Gerard Pique (2010, 2012), dan Jordi Alba (2012).

Sementara itu di posisi gelandang ada Xavi Hernandez (2008, 2010, 2012), Cesc Fabregas (2008, 2010, 2012), dan Sergio Busquets (2010, 2012). Di posisi penyerang sendiri ada Sergio Garcia (2008).

Sisanya ada nama Xabi Alonso, Javi Martinez, dan Fernando Llorente, yang merupakan pemain asal Basque.

Pada gelaran Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012, Spanyol tercatat telah mendaftarkan sebanyak 34 pemain berbeda, dimana sepuluh diantaranya berasal dari Catalunya dan tiga lainnya dari Basque. Maka dari itu bisa dikatakan bila tanpa pemain Catalunya dan Basque, Spanyol akan memiliki peluang yang terbilang kecil untuk bisa memenangkan tiga turnamen akbar tersebut.

Namun sebaliknya, ketika Basque dan Catalunya terlepas dari Spanyol, wilayah tersebut masih sangat bisa bersaing di level tertinggi mengingat pemain yang berkontribusi memiliki kemampuan terbaik di level tertinggi.

Membayangkan Catalunya membentuk tim nasional nya sendiri, maka kita mungkin akan menjumpai Pep Guardiola sebagai pelatih. Di posisi penjaga gawang, ada nama Pau Lopez yang bisa diandalkan. Di posisi empat bek, mereka bisa menaruh nama Jordi Alba, Gerard Pique, Marc Bartra, dan Hector Bellerin.

Lalu di posisi gelandang, tiga nama yang bisa dimanfaatkan adalah Sergio Busquets, Cesc Fabregas, dan Sergi Roberto. Di lini depan, Gerard Deulofeu, Gerard Moreno, dan Keita Balde sudah cukup untuk membuat lawan kelabakan.

Beralih ke Basque, nama-nama hebat juga banyak yang bisa diandalkan. Ada Kepa Arrizabalaga yang bisa ditempatkan di posisi penjaga gawang. Odriozola, Laporte, Martinez, dan Berchiche akan sangat kuat bila ditempatkan di posisi belakang. Lalu, Illarramendi, Javi Martinez, dan Ander Herrera tampak cocok untuk mengisi pos gelandang.

Kemudian Inaki Williams, Raul Garcia, dan Oyarzabal sudah cukup untuk membuat lini serang mereka jadi menakutkan.

Sumber referensi: goal, tirto id

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 25 Oktober 2021

GANDENG POGBA, ADIDAS RILIS SEPATU SEPAKBOLA VEGAN

Sepatu vegan kini semakin bermunculan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan nilai-nilai keberlanjutan. Koleksi kolaborasi terbaru adidas mencoba membawa semangat tersebut. Untuk koleksi ini, adidas by Stella McCartney menggandeng bintang sepak bola Perancis dan Manchester United, Paul Pogba, merilis Predator Freak vegan. Ini adalah evolusi terbaru dari koleksi ikonik Predator, yang memadukan desain unik, inovatif, dan nilai berkelanjutan ala Stella McCartney dengan gaya ekspresif dan performa tinggi seorang Paul Pogba.

HARRY WINKS TEGASKAN BUTUH MENIT BERMAIN

Gelandang Tottenham Hotspur, Harry Winks menjadi pemain lapis kedua yang diturunkan Nuno Espirito Santo dalam laga melawan Vitesse di ajang Uefa Conference League pekan lalu. Winks mengatakan jika kekurangan menit bermain menjadi penyebab penurunan kualitas sentuhannya di atas lapangan. Sebelumnya, Winks memang menjadi pemain tak tergantikan di lini tengah Spurs. Namun saat ini, ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan Spurs. Winks mengatakan jika ia sangat perlu menit bermain sebagai satu-satunya cara mendapatkan kembali performa terbaiknya di atas lapangan.

TOTTENHAM INCAR STRIKER GENK, JADI PENGGANTI HARRY KANE?

Tottenham Hotspur dikabarkan tengah memantau situasi striker Genk, Paul Onuachu. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi kemungkinan hengkangnya Harry Kane, yang masa depannya sedang dispekulasikan. Target Spurs adalah striker berusia 27 tahun asal Nigeria yang sejauh ini tampil ganas. Dari 16 laga di semua kompetisi, ia berhasil menyarangkan 11 gol. Namun, Spurs bukanlah satu-satunya klub yang memburu Onuachu. Sederet klub Eropa telah berbaris untuk memasuki perburuan sang striker haus gol tersebut.

JESSE LINGARD MASUK DAFTAR BELANJA EVERTON

Kondisi yang dirasakan oleh Jesse Lingard di Manchester United terus coba dimanfaatkan oleh sejumlah tim Inggris. Setelah West Ham, kabarnya kini Everton turut meminati jasa dari Lingard. Demi meningkatkan daya gedor mereka di sisa musim ini, The Toffees dikabarkan tertarik untuk boyong Jesse Lingard dari MU. Terlebih pemain tersebut dikabarkan bakal dilepas MU menyusul penurunan performa yang dialaminya. Selain itu posisinya semakin terancam karena kehadiran sejumlah pemain bintang baru di Old Trafford pada musim panas kemarin.

BLAK-BLAKAN, THOMAS TUCHEL AKUI CHELSEA UNCAR ERLING HAALAND

Manajer Chelsea, Thomas Tuchel, berbicara secara blak-blakan soal rumor yang terus mengaitkan timnya dengan Erling Haaland. Dia pun mengakui bahwa klubnya tertarik merekrut Haaland yang diperkirakan meninggalkan Dortmund pada musim panas mendatang. Dalam kontraknya bersama Dortmund, Haaland memiliki klausul jual senilai 66 juta pound pada 2022. Selain Chelsea, yang juga meminati Haaland adalah Manchester United, Manchester City, Real Madrid, Bayern Munich, dan PSG. Chelsea sendiri sudah memburu Haaland sebelum memastikan membeli Romelu Lukaku seharga 97,5 juta pound.

PELATIH KLUB QATAR INI PUNYA AMBISI KE BARCELONA

Masih menukangi klub Liga Qatar, Al Sadd, Xavi Hernandez mengaku ingin mewujudkan ambisinya menjadi juru taktik Barcelona. “Terus terang, saya mempunyai ambisi itu,” ujar Xavi Hernández. Seperti diketahui, dalam beberapa bulan terakhir, nama Xavi seringkali muncul menjadi kandidat pelatih Barcelona, jika kelak Ronald Koeman dipecat. Namun untuk saat ini Xavi mengaku masih bahagia di Qatar dan ingin menjadi pelatih Barcelona apabila waktunya telah tiba. Sebagai informasi, sepanjang kepemimpinan Xavi Hernandez, klub Qatar tersebut memenangi 62 dari 93 laga.

DONNY VAN DE BEEK JADI REBUTAN JUVENTUS DAN INTER MILAN

Menurut laporan di Italia, Donny Van De Beek akan meninggalkan Manchester United pada Januari. Dia bisa bergabung dengan Inter atau Juventus tetapi hanya dengan status pinjaman dengan opsi untuk membeli. Gelandang Belanda itu hanya tampil tiga kali di semua kompetisi bersama Setan Merah sejauh musim ini. Ia sedang mencari jalan keluar dari Old Trafford dan agennya telah membuka pembicaraan dengan beberapa klub di Eropa, termasuk beberapa di Serie A. Bianconeri dan Nerazzurri disebut-sebut sebagai tujuan yang memungkinkan untuk pemain 24 tahun itu.

DIINCAR BANYAK KLUB EROPA, NICOLO BARELLA PILIH SETIA DI INTER MILAN

Para Interisti bisa bernafas lega terkait masa depan Nicolo Barella. Sang gelandang dilaporkan memilih untuk bertahan di Nerazzurri lebih lama. Barella senang membela Nerazzurri. Ia menilai Inter adalah klub yang sempurna untuk mengembangkan karirnya. Itulah mengapa ia tidak tergoda dengan tawaran klub-klub top Eropa yang menginginkan jasanya. Sebagai bentuk komitmennya di Inter, Barella dilaporkan akan meneken kontrak baru di Inter. Sang gelandang akan meneken kontrak jangka panjang berdurasi hingga tahun 2026 mendatang.

HASIL PERTANDINGAN TERLENGKAP

Manchester United harus mengakui kedigdayaan Liverpool di pekan ke 9 Liga Primer Inggris 2021/22. Bertanding di Old Trafford, Setan Merah dilibas dengan skor mencolok 5-0 oleh Liverpool. Gol-gol Liverpool dicetak oleh Naby Keita di menit 5, Diogo Jota menit 13 dan hattrick Mohamed Salah masing-masing di menit 38, menit 45, dan menit 50.  MU yang berusaha memperkecil skor justru harus kehilangan Paul Pogba karena dikartu merah akibat tekelnya kepada Naby Keita. Hasil manis ini membuat Liverpool naik ke posisi dua klasemen dengan perolehan 21 poin, sedangkan MU masih tertahan di peringkat ke-7. 

Dari ajang La Liga Spanyol, tuan Barcelona dikalahkan oleh Real Madrid dengan skor 2-1 pada laga bertajuk El Clasico. Bek Madrid David Alaba membuka skor bagi Los Blancos di menit 32. Lalu Lucas Vazquez menggandakan skor buat Madrid di menit 90+3. Setelah itu, Sergio Aguero memperkecil kedudukan bagi Barcelona melalui golnya di menit 90+7. Atas hasil ini, Real Madrid kini menghuni posisi kedua, sedangkan Barcelona terseok-seok di papan tengah klasemen La Liga.

Di Italia, Inter Milan dan Juventus berbagi angka satu sama. Bertindak sebagai tim tuan rumah, Inter lebih dulu unggul lewat aksi Edin Dzeko menit 17. Namun, penalti Paulo Dybala di menit 89 memaksa pertandingan harus berakhir imbang. Hasil imbang ini masih menempatkan Inter di posisi ketiga klasemen serie A, sementara Juventus di urutan keenam. 

Sementara laga Panas mewarnai pertarungan Marseille kontra PSG di kompetisi Liga Prancis. Dua gol dianulir plus satu kartu merah menjadi bumbu dari pertandingan tersebut. Hingga laga bubaran, kedua tim tak mampu menciptakan gol. Skor imbang membuat Marseille naik ke posisi empat, sedangkan PSG masih kokoh di pucuk klasemen dengan nilai 28 poin.

RAUT KECEWA SIR ALEX FERGUSON SAAT MU DIHAJAR LIVERPOOL

Sir Alex Ferguson tampak begitu kesal melihat mantan tim asuhannya, Manchester United, disikat habis Liverpool di Old Trafford dengan skor 5-0. Pria yang menangani MU sejak 1986 hingga 2013 itu hanya bisa geleng-geleng kepala dari bangku penonton. Wajah Ferguson juga tampak merah, terlihat tak kuasa menahan sedih. Well, hal ini wajar mengingat MU di bawah arahan Ferguson tak pernah sehancur ini kala bersua Liverpool. 

MO SALAH PECAHKAN REKOR DROGBA DENGAN HATTRICK DI KANDANG MU

Mohamed Salah menjadi bintang kemenangan Liverpool atas MU dengan mencetak hattrick alias tiga gol. Kini, Salah sudah mengemas 107 gol di ajang Liga Inggris. Catatan ini menjadikannya sebagai pemain dari Afrika tersubur di kompetisi Liga Inggris. Salah menggusur catatan legenda Chelsea Didier Drogba yang mendulang 104 gol. Bila Drogba membutuhkan 292 laga untuk mendapatkan 104 golnya, Salah hanya butuh 167 laga untuk 107 golnya.

FANS MU TUNTUT PEMECATAN SOLSKJAER USAI DIGILAS LIVERPOOL

Suporter Manchester United menuntut pemecatan Ole Gunnar Solskjaer setelah mereka dipermalukan Liverpool di kandang sendiri, Minggu (24/10). Para fans sangat kecewa dengan penampilan MU hari itu. Bahkan Fans MU di Old Trafford terlihat mulai meninggalkan stadion bahkan sebelum Paul Pogba diusir wasit di pertengahan babak kedua. Selepas laga, tagar OleOut langsung menjadi pembicaraan hangat di Twitter. Fans meminta petinggi Setan Merah untuk segera memecat Solskjaer.

OLE GUNNAR SOLSKJAER: INI HARI TERGELAP SAYA

Old Trafford ternyata menjadi neraka bagi sang pemilik, Manchester United pada pekan ke-9 Liga Inggris. Menjamu seteru abadinya, MU luluh lantak setelah kalah 0-5. Pelatih Ole Gunnar Solskjaer tak bisa menahan kekecewaannya. Ia mengatakan laga itu sebagai yang terburuk dalam karirnya. “Tidak mudah mengatakan hal lain selain bahwa ini adalah hari tergelap dalam diri saya sebagai manajer tim ini. Kami tidak cukup bagus secara individu maupun tim,” kata Solskjaer seperti dilansir situs resmi klub.

VIRAL! RONALDO DAN VIRGIL VAN DIJK NYARIS ADU JOTOS

Momen bintang MU Cristiano Ronaldo dan bek Liverpool Virgil van Dijk nyaris adu jotos viral di media sosial. Kejadian bermula saat CR7 berebut bola dengan gelandang muda The Reds Curtis Jones. Ronaldo tampak kesal dengan menendang bola saat Jones terjatuh. Pemain Liverpool yang melihat kejadian tersebut langsung menghampiri Ronaldo. Van Dijk yang memiliki postur 193 cm menghampiri Ronaldo dan mendorong sang mega bintang menggunakan dada. CR7 terlihat terpental dan terkejut.

MEMALUKAN ! CATATAN TERPARAH MU SEJAK DUA ABAD LALU

Manchester United mencatatkan kekalahan terparah di tangan Liverpool, Minggu (24/10), sejak 126 tahun yang lalu saat digilas 5-0 di Old Trafford. MU kini menelan kekalahan kedua terbesar di laga versus Liverpool – dan yang terparah sejak Ratu Elizabeth duduk di singgasana kerajaan Inggris. Pada Oktober 1895 – saat mereka masih bernama Newton Heath LYR F.C. – mereka dipermalukan 7-1 di Anfield. Setan Merah juga mencatatkan kekalahan kandang terparah di tangan The Reds, dan kemasukan setidaknya lima gol tanpa balas di Old Trafford untuk pertama kalinya sejak 1955.

RONALD KOEMAN DICEGAT FANS BARCELONA YANG MARAH

Pelatih Barcelona, Ronald Koeman diadang fan setelah Barcelona takluk 1-2 dari Real Madrid. Koeman kesulitan keluar dari kerumunan fan yang menghadang mobil yang ia kendarai dari Camp Nou. Sebagian fans melontarkan kekecewaan karena kekalahan yang dialami Barcelona dari rival mereka. Koeman disalahkan oleh sebagian besar fans karena hasil buruk Barcelona di awal musim ini. Tim Catalan sendiri mengutuk tindakan kekerasan dan penghinaan yang dialami Koeman usai laga kontra Madrid. Kekalahan Barcelona dari Madrid itu juga membuat Koeman berhasil memecahkan rekor buruk untuk Barcelona, yaitu mendapatkan 3 kekalahan beruntun kala melakoni El Clasico. Terakhir, hal itu diraih Patrick O’Connell pada tahun 1936 hingga 1940. 

KERUSUHAN! NEYMAR SAMPAI HARUS DIKAWAL POLISI SAAT SEPAK POJOK

Laga Marseille vs PSG sempat diwarnai aksi tak sportif dari pendukung tuan rumah. Di pertandingan itu, pendukung Marseille yang hadir ke stadion mengintimidasi pemain PSG sepanjang laga. Bahkan, Neymar yang ingin melakukan sepak pojok sempat mendapatkan lemparan botol. Kejadian di menit ke-26 itu membuat laga harus berhenti beberapa saat. Pihak panitia pertandingan bahkan sempat memberikan pesan kepada suporter lewat layar yang ada di stadion. Untungnya kejadian itu tak meluas dan laga bisa dilanjutkan.

AS ROMA DITAHAN IMBANG NAPOLI, MOURINHO DIKARTU MERAH

AS Roma dan Napoli harus puas berbagi angka 0-0 kala keduanya bertemu di Stadion Olimpico, Minggu (24/10) malam WIB. Perhatian malah tertuju pada pelatih AS Roma, Jose Mourinho. Mourinho mendapat akumulasi dua kartu kuning dari wasit yang memimpin laga. Ia dianggap melakukan aksi tidak sportif saat menanggapi keputusan wasit. Kartu kuning pertama ia dapatkan pada menit ke-18 babak pertama. Sedangkan kartu kuning kedua baginya datang di menit ke-82.

SAINGI LIVERPOOL, MAN CITY JUGA TERTARIK PADA TONI KROOS

Dikutip ESPN, Manchester City tertarik mengamankan jasa gelandang Real Madrid, Toni Kroos. Kontrak Toni Kroos di Real Madrid akan berakhir pada Juni 2023. Sampai saat ini belum ada pembicaraan mengenai kontrak baru sehingga Manchester City siap memanfaatkan situasi tersebut. City berencana merekrut Toni Kroos pada musim panas 2022. Namun untuk mendapatkan pemain Jerman itu, City harus bersaing dengan Liverpool, yang juga tertarik membawa sang pemain untuk meningkatkan kualitas lini tengahnya.

REAL SOCIEDAD TETAP DI PUNCAK, MESKI DIIMBANGI ATLETICO MADRID

Atletico Madrid selamat dari kekalahan saat melawan Real Sociedad di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Senin (25/10) dini hari. Atletico sempat tertinggal 0-2 oleh tim tamu. Namun dua gol Luis Suarez menyelamatkan muka Atletico di hadapan pendukung sendiri. Hasil ini membuat Sociedad tetap berada di puncak klasemen La Liga dengan nilai 21 dari 10 laga. Sociedad unggul satu poin dari Real Madrid dan Sevilla di peringkat dua dan tiga. Namun Madrid dan Sevilla baru menjalani sembilan pertandingan. Sementara Atletico ada di empat besar dengan nilai 18, juga dari sembilan laga.

PENGUMUMAN BALLON D’OR SEMAKIN DEKAT, MESSI JADI FAVORIT

Perebutan Ballon d’Or 2021 telah memasuki tahap akhir, pemain bintang seperti Lionel Messi, Karim Benzema, Robert Lewandowski, Cristiano Ronaldo, dan Jorginho, dalam persaingan ketat. Messi masih menjadi calon kuat yang difavoritkan menyabet penghargaan untuk ketujuh kalinya pada 29 November mendatang, menurut survei terhadap pembaca surat kabar Marca. Sebanyak 34 persen pembaca media tersebut mendukung La Pulga. Dan 26 persen memberikan dukungannya kepada Benzema, 11 persen memilih Lewandowski serta sisanya untuk pemain lain.

JADI DUTA PIALA DUNIA, DAVID BECKHAM DIBAYAR RP 2.9 T

Legenda sepakbola Inggris, David Beckham mengantongi 150 juta pounds atau sekitar Rp 2,95 triliun untuk menjadi duta negara Qatar termasuk Piala Dunia Qatar 2022. Dilansir dari Marca, legenda berusia 45 tersebut baru saja menandatangani kesepakatan senilai 15 juta pounds atau setara Rp 295 miliar per tahun selama dekade berikutnya untuk menjadi duta Qatar. Beckham bakal jadi sosok terdepan mempromosikan Piala Dunia sekaligus budaya dan potensi wisata di Qatar. Pada awal bulan ini, Beckham sendiri sempat terlihat mengunjungi Qatar.

Dana 3 Triliun AC Milan yang Habis Sia-sia

0

“We Are So Rich”, menjadi ungkapan kesombongan para penggemar Milan, tepat setelah klub diakuisisi pengusaha asal China, Yonghong Li. Kalimat itu pun tiba-tiba viral dan membuat semua mengarahkan pandangan pada klub pemegang 18 gelar liga.

Para penggemar, yang ketika itu memang tengah bersedih usai klub kesayangan mengalami krisis berkepanjangan jelas bergembira setelah Silvio Berlusconi akhirnya mau melepas saham mayoritas kepada Li. Li diketahui berhasil mengambil alih kursi kepemilikan Milan setelah mengeluarkan dana sebesar 750 juta euro pada musim panas 2017 silam.

Namun pada saat itu, beberapa dana senilai 303 juta euro yang didapatkan Li, berasal dari manajemen Elliot, yang mana bila sang pengusaha asal China tidak bisa mengembalikannya dalam waktu 18 bulan, otomatis klub akan berada di tangan Elliot. Meski mengambil pinjaman yang tergolong sangat besar, Li tetap percaya diri bisa mengembalikannya. Dia yakin bahwa di bawah kekuasaannya, Milan akan merengkuh banyak piala.

“Kami berjanji, selangkah demi selangkah, tim legendaris ini akan kembali ke puncak kejayaan,” ucap Yonghong Li (via goal)

Rekrutan Milan Senilai 240 juta Euro

Langkah yang dilakukan Li terhadap Milan ketika itu adalah melakukan perombakan besar-besaran. Melalui dana yang terbilang menyilaukan, Milan berhasil mendatangkan setidaknya sebelas pemain, yang mana bila digabungkan bisa menjadi satu tim untuk ditandingkan.

Setelah Milan yang kita tahu seringkali mendapatkan pemain dengan status bebas transfer dalam beberapa tahun belakangan, tiba-tiba dihujani dana segar yang jumlah nya sangat tidak karuan.

240 juta euro atau setara 3 triliun rupiah! Adalah dana yang dihabiskan Milan pada bursa transfer musim panas 2017. Hakan Calhanoglu, menjadi satu di antara pemain bintang yang didatangkan Milan ketika itu. Dengan dana sebesar 20 juta euro atau setara 328 miliar rupiah, Hakan direkrut dari klub asal Jerman, Bayer Leverkusen. Kemudian ada Franck Kessie, bintang muda yang diambil dari Atalanta senilai 28 juta euro atau setara 460 miliar rupiah.

Selanjutnya, Lucas Biglia muncul sebagai nama yang mengisi lini tengah Milan. Eks kapten Lazio itu rela dibayar senilai 18 juta euro atau setara 296 miliar untuk bisa bergabung dengan tim yang katanya bakal segera naik ke puncak kejayaan.

Di lini belakang, ada nama Mateo Musacchio yang dihargai 18 juta euro atau setara 296 miliar rupiah. Kemudian masih ada lagi nama Ricardo Rodriguez, pemain asal Swiss yang direkrut dengan nilai 15 juta euro atau setara 246 miliar rupiah dari Wolfsburg. Dia yang beroperasi di pos bek kiri Milan kian melengkapi kekuatan dari sisi lapangan setelah di pos bek kanan, Milan berhasil mendapatkan bintang muda Atalanta, Andrea Conti seharga 24 juta euro atau setara 395 miliar rupiah.

Maju ke lini serang, Milan menempatkan Nikola Kalinic sebagai pembelian terakhir di bursa transfer kala itu. Dengan dana sebesar 25 juta euro atau setara 411 miliar rupiah, eks penyerang Fiorentina itu akhirnya resmi berseragam Milan di musim 2017/18.

Dari seluruh pembelian yang dilakukan Milan saat itu, terdapat dua nama besar yang sampai mendapat sambutan luar biasa. Pertama adalah Andre Silva, yang pada akhirnya menjadi salah satu rekrutan termahal dalam sejarah Milan. Bintang muda FC Porto itu diboyong dengan dana sebesar 38 juta euro atau setara 625 miliar rupiah.

Silva disebut bakal jadi penerus ketajaman penyerang Milan. Dengan bentuk fisik yang oke, kualitas mumpuni, dan penyelesaian brilian ketika masih bermain untuk Porto, para penggemar menaruh harapan besar pada pundak sang pemain asal Portugal.

Lalu, ada nama Leonardo Bonucci, yang bisa dibilang sebagai transfer terbesar Milan dalam beberapa tahun terakhir. Bonucci diboyong dari Juventus dengan mahar 42 juta euro atau setara 690 miliar rupiah. Bergabung nya Bonucci ke Milan ketika itu benar-benar membuat penggemar menggila. Mereka tidak percaya bila salah satu pilar terbaik Juve ini mau membelot ke kubu rival.

Karena kedatangannya dianggap sebagai yang terbesar, dengan dirinya memang datang dengan segudang pengalaman, Milan rela memberikan ban kapten kepada penjaga lini pertahanan asal Italia itu.

Gagal Total

Pada musim 2017/18, Milan kembali merasakan kompetisi Eropa, meski bukan di level yang utama. Kehadiran Milan di kompetisi Liga Europa ketika itu jelas membuat penggemar sangat antusias. Apalagi bila melihat bursa transfer yang begitu menggelegar. Dengan pembelian yang dilakukan, para penggemar percaya bila klub yang mereka cinta akan segera kembali ke kompetisi papan atas.

Namun apa yang terjadi selanjutnya? Milan justru berada di masa yang sangat tidak diinginkan. Pembelian besar-besaran yang dilakukan bisa dibilang gagal total! Montella yang ketika itu masih jadi pelatih disebut sebagai biang dari ketidakmampuan para pemain Milan untuk berkembang. Satu kesalahan yang ketika itu sempat disorot adalah memaksa Milan bermain dengan skema tiga bek guna mengakomodasi peran Leonardo Bonucci.

Kedatangan pemain dalam jumlah banyak malah menjadi pedang bermata dua yang membuat beban nya semakin besar. Terlebih, pelatih asal Italia itu juga buru-buru melepas sejumlah pemain yang pada musim sebelumnya sukses menjadi kunci keberhasilan Milan kembali ke kompetisi Eropa.

Misalnya saja nama Mario Pasalic. Milan memilih untuk tidak memperpanjang masa bakti sang pemain yang jelas-jelas memberi kontribusi lumayan pada tim. Kemudian ada nama Gerard Deulofeu yang gagal dipertahankan. Belum lagi Juraj Kucka yang sempat jadi andalan di lini tengah, akhirnya memilih terbang ke Turki karena dianggap tak masuk ke dalam rencana.

Nama lainnya yang pada akhirnya dilepas adalah Carlos Bacca hingga Lucas Ocampos.

Pada 12 pertandingan pertama yang dijalani di semua kompetisi, Montella memang berhasil meraih 10 kemenangan. Namun, sejak 24 September 2017, Milan hanya memenangi dua dari sembilan pertandingan di Liga Italia, dimana pada laga pekan ke-14 mereka hanya bermain imbang dengan Torino 0-0 di San Siro. Laga itu kemudian jadi yang keempat dimana Milan gagal mencetak gol di kandangnya sendiri.

Setelah menelan banyak kegagalan, Montella akhirnya tumbang. Dia dipecat dan segera digantikan oleh Gennaro Gattuso.

Sayang seribu sayang, pelatih yang dulunya tampil di lini tengah Milan ini juga sempat membuat noda yang tak pernah dilupakan penggemar, yaitu ketika dia gagal membawa Milan meraih poin penuh atas tim promosi, Benevento. Pada akhir 2017 silam, Benevento berhasil meraih poin pertamanya di kompetisi Serie A usai bermain imbang dengan Milan

Pertandingan yang membuat Benevento mampu mencuri poin ketika itu kian menyakitkan usai kiper lawan, Alberto Brignoli, jadi penyelamat di menit akhir pertandingan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, gawang Milan terbobol oleh seorang kiper. Bahkan, Gattuso gagal membawa Milan menang atas Benevento usai pada pertandingan kedua, mereka justru tumbang dengan skor tipis 0-1.

Beruntung, Gattuso berhasil membawa Milan finish di posisi keenam dan mempertahankan tempat untuk bisa berkompetisi di Eropa musim berikutnya, meski pada akhirnya dia menjadi pelatih Milan selanjutnya yang harus menerima pemecatan.

Bukan Hanya Salah Pelatih

Dalam kegagalan mega proyek Milan yang begitu melegenda ini, pelatih tidak lantas menjadi satu-satunya pihak yang bisa disalahkan. Ada Yonghong Li yang kemudian gagal membayar hutang kepada Elliot dan berakhir pada pengalihan kekuasaan.

Saat itu, Milan benar-benar merasa ditipu oleh sang pengusaha asal China. Dana besar yang dikeluarkan hangus tanpa bekas. Fassone, yang sempat menjadi sosok yang duduk di kursi manajemen Milan juga mengaku menyesal pernah bekerjasama dengan Li.

Selain itu, Milan juga sempat mendapat hukuman dari UEFA usai disebut telah melanggar aturan Financial Fair Play. Pada 2019 lalu, Milan dianggap telah melanggar aturan tersebut sejak tahun 2017. Namun ketika itu banding yang dilakukan bisa diterima, hingga baru pada akhir musim 2018/19 lalu Milan harus menerima sanksi.

Hukuman yang dikeluarkan ketika itu, Milan dikeluarkan dari kompetisi Europa League 2019/20. Posisi mereka kemudian digantikan oleh AS Roma yang finish di posisi keenam pada musim sebelumnya.

Soal pemain rekrutan dari proyek Yonghong Li sendiri, siapa yang mampu bertahan hingga sekarang? Antonio Donnarumma, Leonardo Bonucci, Mateo Musacchio, Ricardo Rodriguez, Lucas Biglia, Nikola Kalinic, Fabio Borini, Andre Silva, sampai Hakan Calhanoglu, semua pemain itu pergi dengan caranya masing-masing.

Leonardo Bonucci yang gagal mempertahankan performa kala tampil untuk Milan lebih memilih untuk pulang kandang ke Juventus. Bek asal Italia itu bahkan mengungkapkan penyesalannya pernah gabung dengan Milan. Andre Silva yang tak kunjung tunjukkan kualitas juga lebih sering jalani masa peminjaman hingga akhirnya dijual. Yang tak boleh ketinggalan, adalah cara Hakan Calhanoglu yang memilih membelot ke kubu rival belum lama ini.

Pemain lainnya banyak yang dilepas tanpa timbulkan kehebohan, karena memang kebanyakan dari mereka gagal tunjukkan performa terbaiknya.

Kini, hanya tersisa Andrea Conti yang belum juga keluar dari jerat penurunan performa usai alami cedera yang terbilang parah. Kemudian ada Franck Kessie, yang nasibnya masih abu-abu. Sodoran perpanjangan kontrak tak kunjung ditandatangani hingga membuat media berspekulasi bahwa Kessie akan jadi angkatan Yonghong Li selanjutnya yang bakal cabut dari Milan.

Membuka Lembaran Baru dengan Manajemen Baru

Saat ini, Milan telah membuka lembaran baru dan menutup rapat-rapat mega proyek yang terbilang gagal. Melalui Elliot manajemen sebagai pemegang kendali, nama Paolo Maldini diundang kembali untuk mengatasi segala masalah secara rinci.

Hasilnya, penunjukkan Stefano Pioli sebagai pelatih yang sempat mendapat banyak caci, berujung pada sebuah konsistensi yang terus membuat Milan dekat dengan prestasi. Kemudian, pembelian pemain kunci yang terlihat lebih rapi, juga mampu membawa Milan kian dekat dengan jati diri.

Juara sejati, menjadi konsep yang dipegang Paolo Maldini. Perlahan tapi pasti, klub yang pernah membawa namanya terbang tinggi, tengah ditata ulang dengan lebih hati-hati untuk bisa kembalikan memori yang dulu pernah membuat Milan begitu ditakuti.

Sumber referensi: footballtransfer, the jakarta post, goal, sport detik

Sensasi FK Bodø/Glimt, Kuda Hitam UEFA Europa Conference League

0

Kejutan terjadi di UEFA Europa Conference League. AS Roma yang jadi favorit juara baru saja menelan kekalahan dalam lanjutan matchday ketiga Liga Konferensi Eropa. Bertandang ke Aspmyra Stadion, markas dari FK Bodø/Glimt, pasukan Jose Mourinho kalah dengan sangat memalukan. Tanpa ampun, Roma dibantai dengan skor telak 6-1.

Tuan rumah melaju kencang sejak menit pertama. 20 menit laga berjalan mereka sudah unggul lewat gol Erik Botheim dan Patrick Berg. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 setelah Roma memperkecil ketertinggalan lewat gol Carles Perez.

Pembantaian sesungguhnya baru terjadi di babak kedua. Bodø/Glimt mengamuk dan menambak keunggulan lewat gol kedua Erik Botheim, 2 gol Ola Solbakken, dan 1 gol Amahl Pellegrino. Ini merupakan kali pertama bagi Mourinho melihat tim yang diasuhnya kebobolan hingga setengah lusin.

Tak ayal, kekalahan itu membuat suporter Roma yang jauh-jauh datang mendukung mereka begitu marah. Sementara di Italia, media lokal banyak melabeli kekalahan tersebut sebagai ‘Kekalahan yang Memalukan dan Tak Dapat Diterima’.

Jika sang tamu mendapat rasa malu yang begitu memilukan, lain ceritanya dengan tuan rumah. Kemenangan besar atas AS Roma dirayakan dengan penuh suka cita oleh para pemain, pelatih, dan ofisial tim, serta pendukung FK Bodø/Glimt yang hadir di dalam stadion.

Mengenal Lebih Jauh FK Bodø/Glimt

Itu bukanlah sekadar kemenangan bersejarah, tetapi merupakan 3 poin penuh yang kini membuat mereka untuk sementara memimpin Grup C UEFA Europa Conference League. Banyak pihak yang lebih menyoroti Roma sebagai pihak yang kalah. Namun, jarang yang mengulas FK Bodø/Glimt sebagai pihak yang menang. Lalu, siapa sebenarnya FK Bodø/Glimt?

Banyak yang menyebut klub ini sebagai klub medioker dari liga antah berantah. Jika kamu berpikir demikian, maka kamu akan menyesal. FK Bodø/Glimt memanglah tim kecil, tetapi mereka bukanlah tim medioker. Mereka datang ke ajang perdana Liga Konferensi Eropa dengan status juara bertahan Eliteserien, Liga satunya Norwegia.

Di musim kompetisi 2021, FK Bodø/Glimt juga tengah memimpin liga. Hingga pekan ke-22, mereka bertengger di puncak klasemen dengan koleksi 47 poin, unggul 3 angka dari klub rakasa Norwegia, Molde.

Fotballklubben Bodø/Glimt berasal dari Kotamadya Bodø yang terletak tepat di utara Lingkaran Arktik. Bodø adalah kota terbesar kedua di Norwegia Utara. Sesuai dengan namanya, klub tersebut punya julukan Glimt yang dalam bahasa Norwegia berarti kilatan.

Bodø/Glimt bukanlah klub besar di Norwegia. Berdasarkan keterangan resmi di website-nya, Aspmyra Stadion yang jadi kandang mereka saja hanya punya kapasitas maksimal 4.616 kursi. Mengingat betapa dinginnya cuaca di sana, stadion yang statusnya milik pemkot tersebut menggunakan rumput sintesis yang dilengkapi pemanas bawah tanah.

FK Bodø/Glimt juga bukan penguasa Liga Norwegia. Klub yang telah berdiri sejak 1916 itu baru 2 kali menjuarai Piala Norwegia. Sementara itu, mereka baru 26 musim berkompetisi di Eliteserien dengan baru sekali merasakan juara, tepatnya di musim kompetisi 2020.

Klub ini juga baru mendapat perhatian khusus dalam beberapa musim terakhir. Pada musim 2017 saja mereka masih berkompetisi di divisi 2. Namun dalam 4 musim berikutnya, performa mereka sangat luar biasa. Bisa dibilang, Glimt adalah tim kuda hitam yang mendobrak persaingan juara di Liga 1 Norwegia.

Filosofi dan Gaya Main FK Bodø/Glimt

FK Bodø/Glimt adalah sensasi di Norwegia. Sebagai tim promosi di musim 2018, mereka langsung finish di posisi 11. Hasil yang sangat luar biasa kemudian mereka torehkan di musim 2019 di mana mereka melesat jauh dan sukses mengakhiri liga sebagai runner-up.

Semusim kemudian, Bodø/Glimt akhirnya berhasil menjadi juara Eliteserien untuk pertama kalinya dalam sejarah. Tak tanggung-tanggung, mereka melakukannya dengan catatan rekor yang impresif. Glimt berhasil mengumpulkan 81 poin dan hanya sekali menelan kekalahan dalam 30 pertandingan. Yang menjadi luar biasa, mereka berhasil mencetak 103 gol di musim kompetisi 2020. Mereka adalah tim pertama yang berhasil mencetak 100 gol lebih di Liga Norwegia.

Salah satu kunci sukses itu berasal dari sporting director Aasmund Bjørkan dan sang pelatih kepala Kjetil Knutsen. Uniknya, Knutsen adalah mantan asisten Bjørkan sebelum nama terakhir naik jabatan sebagai sporting director di musim 2018. Ketika Bjørkan naik jabatan, Knutsen ikut naik pangkat sebagai kepala pelatih.

Aasmund Bjørkan dan Kjetil Knutsen membangun skuad FK Bodø/Glimt dengan mengkombinasikan pemain muda dan pemain senior. Bahkan inti dari skuad Bodø/Glimt berasal dari homegrown player alias pemain lokal dari sekitar kota Bodø dan Norwegia Utara yang mereka kembangkan sendiri lewat sistem akademi.

“Setengah dari tim utama adalah anak laki-laki lokal. Kami menargetkan 40% skuat kami berasal dari Norwegia utara, dan 15 persen menit bermain untuk pemain lokal. Itu adalah bagian dari identitas kami. Para penggemar ingin orang Norwegia utara bermain,” kata Orjan Berg, General Manajer Departemen Anak dan Remaja FK Bodø/Glimt, dikutip dari nytimes.com.

Kebijakan itulah yang membuat mereka dapat menghasilkan bibit-bibit unggul dan menjual pemain lokalnya dengan harga mahal. Seperti di musim lalu. Usai memenangkan liga, Philip Zinckernagel diangkut Watford, Kasper Junker dibeli Urawa Reds Diamonds, hingga Jens Petter Hauge yang dibeli AC Milan dan kini berseragam Eintracht Frankfurt.

Skuad Bodø/Glimt musim ini memiliki rataan usia 24,4 tahun. Dari 28 pemain, hanya 7 pemain yang bersatus sebagai pemain asing. Sebagai tim dengan budget minim, skuad mereka juga tak bernilai mahal, hanya sekitar 14,60 juta euro saja.

Selain kebijakan homegrown player-nya, hal yang membuat mereka menjadi klub kuat seperti saat ini adalah keberadaan Bjorn Mannsverk. Bertugas sejak 2017, mantan pilot pesawat tempur angkatan udara Norwegia yang dulu pernah ditugaskan di Afghanistan dan Libya itu adalah pelatih mental Bodø/Glimt.

Dialah yang mendorong gagasan kepada anak asuhnya untuk fokus pada kinerja, bukan hasil. “Fokus pada hasil menghasilkan banyak stres. Berfokus pada kinerja adalah proses yang sangat kreatif,” kata Mannsverk dikutip dari The New York Times.

Ada beberapa metode latihan yang Mannsverk terapkan di Glimt. Setiap pagi, ia meminta anak asuhnya untuk bermeditasi sebelum memulai latihan. Dia juga menjalankan sesi satu lawan satu dan pertemuan kelompok yang berlangsung masing-masing 30 menit. Mannsverk juga kerap memberi PR anak didiknya untuk merenungkan emosi dan pengalaman mereka.

Hasil dari metode tersebut sangat terlihat saat Bodø/Glimt kebobolan. Para pemain secara teratur berkumpul untuk berdiskusi. Itulah kenapa mereka secara cepat dapat langsung bangkit dari ketertinggalan. Usai gawang mereka dibobol AS Roma, para pemain juga tak panik dan langsung dapat membalas gol tersebut dengan balasan yang lebih menyakitkan.

Budaya di FK Bodø/Glimt juga dibuat terbuka. Saking terbukanya, para pemain dapat mengutarakan kritiknya. Kjetil Knutsen dan jajarannya juga tak antikritik.

“Kami memiliki budaya yang sangat terbuka. Kami mengatakan hal-hal kepada pelatih kami bahwa, di klub lain, mungkin dianggap sebagai tanda kelemahan,” ujat Patrick Berg dikutip dari nytimes.com.

Hal itu pula yang membuat anak asuh Kjetil Knutsen sangat pede dalam menampilkan gaya main mereka sendiri, yakni sepak bola menyerang tak peduli siapa lawannya. FK Bodø/Glimt bermain agresif dengan memakai formasi dasar 4-3-3 Attacking yang dapat berubah menjadi 4-1-4-1.

Para pemain Glimt, khsusunya para pemain bertahannya juga tak takut untuk melakukan overlap. Dua fullback, yakni Alfons Sampsted dan Fredrik André Bjørkan rajin membantu serangan khususnya lewat sisi sayap. Sementara 2 bek tengah mereka, Brede Moe dan Marius Lode bertipe ball-playing defender yang memiliki kontrol bola bagus dan dapat mengirim umpan manis.

Salah satu kunci pertahanan dan serangan mereka adalah gelandang bertahan Patrick Berg. Sang wakil kapten yang masih berusia 23 tahun itu adalah gelandang bertipe deep lying playmaker. Dia rajin membangun serangan dari bawah dan kerap berotasi dengan 2 center back. Selain itu, ia juga diberi kebebasan yang membuatnya dapat bertindak sebagai playmaker di area sepertiga akhir lawan. Itulah mengapa ia mampu menyumbang 1 gol di laga versus AS Roma.

Di lini depan, FK Bodø/Glimt mengandalkan trio Ola Solbakken di sisi kanan, Amahl Pellegrino di sisi kiri, dan Erik Botheim di tengah. Kunci dari banyaknya gol yang lini serang Glimt hasilkan bukanlah sekadar agreasivitas pemain mudanya, tetapi sistem bermain mereka yang terstruktur rapi.

Di bawah asuhan Kjetil Knutsen, FK Bodø/Glimt sangat aktif dalam melakukan pressing. Mereka juga kerap menerapkan garis pertahanan tinggi. Begitu mereka kehilangan mereka, para pemain akan sigap mengambil posisi dan menekan balik lawan untuk sesegera mungkin merebut bola kembali. Taktik ini lazim disebut counter-pressing alias gegenpressing.

FK Bodø/Glimt: Kuda Hitam UECL

Skema taktik itu juga mereka tampilkan di ajang UEFA Europa Conference League. Seperti saat membantai AS Roma. Agresivitas dan taktik counter-pressing yang mereka terapkan membuat mereka secara cepat dapat menempatkan banyak pemain di area sepertiga akhir lawan. Hasilnya, para pemain Glimt kerap terlihat menang jumlah dan dengan mudahnya membantai pertahanan Roma.

Statistik di akhir laga menjadi buktinya. FK Bodø/Glimt menguasai bola hingga 54% dan menghasilkan 13 tembakan di mana 9 diantaranya mengarah tepat sasaran. Agresivitas mereka juga terbukti dengan 41 duel yang berhasil mereka menangkan. Lewat taktik itulah AS Roma dibuat tak berdaya.

Tak bisa dipungkiri bahwa FK Bodø/Glimt adalah tim agresif yang gemar memburu gol. Gaya main itu benar-benar tak canggung mereka bawa ke ajang UEFA Europa Conference League. Padahal, ini adalah pengalaman perdana mereka di kompetisi Eropa.

Buktinya, 2 kemenangan besar telah mereka raih dalam 3 pertandingan. Sebelum membantai Roma, Bodø/Glimt langsung menang besar di matchday pertama atas FC Zorya Luhansk dengan skor 3-1. Sementara di laga kedua mereka menahan imbang tuan rumah CSKA Sofia dengan skor 0-0. Dari 3 laga, mereka sudah menghasilkan 9 gol dan belum sekalipun menelan kekalahan. Winger Ola Solbakken untuk sementara ini bertengger di puncak daftar top skor dengan koleksi 3 gol.

Jika mampu meneruskan performa apik tersebut, seharusnya tak sulit bagi mereka untuk melaju jauh di kompetisi UEFA Europa Conference League. Bila pun tidak, penampilan mereka sejauh ini sudah sangat bagus dan menjadi sensasi tersendiri.

Menarik untuk disimak akan sejauh apa FK Bodø/Glimt melaju di ajang UEFA Europa Conference League. Yang pasti, mereka adalah tim kuda hitam yang sepertinya siap mengguncang Eropa.


***
Sumber Referensi: Goal, Football-Italia, Nytimes, Total Football Analysis, Transfermarkt, Fotmob.

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 23 Oktober 2021

ARTETA BUKA KEMUNGKINAN PERPANJANGAN KONTRAK LACAZETTE

Mikel Arteta berbicara tentang situasi Alexandre Lacazette di Arsenal dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Aston Villa, Sabtu (23/10). Arteta hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi kedepannya. Meskipun sepertinya Lacazette akan meninggalkan klub pada akhir musim seperti yang diharapkan, Arteta menolak untuk mengesampingkan kemungkinan dia menandatangani kontrak baru. Ketika ditanya apakah dia pasti tidak akan menandatangani kontrak baru, Arteta menjawab: “Tidak, segalanya mungkin,” katanya. 

ARTETA PRIHATIN DENGAN KONDISI STEVE BRUCE

Pelatih Arsenal Mikel Arteta telah mengakui kesedihannya atas pengakuan Steve Bruce tentang pelecehan yang dia terima saat bertanggung jawab atas Newcastle United. Arteta punya dua alasan mengapa merasa sedih mendengarnya, pertama karena ia mengenalnya secara pribadi, dan kedua, karena apa yang disampaikan Bruce dalam kata-katanya. Arteta mengakui kapasitas Bruce yang telah bermain selama lebih dari 40 tahun sebagai pemain dan sebagai manajer. Sementara Bruce menyebut dirinya sebenarnya bukan orang yang diinginkan oleh banyak pihak di Newcastle. 

BRUNO FERNANDES: PEMAIN MU MASIH DUKUNG SOLSKJAER

Playmaker Manchester United, Bruno Fernandes, memberikan komentar terkait Ole Gunnar Solskjaer yang kini sedang dalam tekanan usai timnya meraih rentetan hasil buruk. Dari delapan pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, MU hanya mampu mengemas tiga kemenangan, sekali hasil imbang dan empat kali menelan kekalahan. Meski demikian, Bruno menegaskan bahwa para penggawa MU hingga saat ini masih percaya dengan Solskjaer dan tetap berada di belakang sang manajer untuk terus memberikan dukungan.

NEWCASTLE SIAP TEBUS BINTANG FC PORTO DENGAN NILAI FANTASTIS

Performa impresif Luis Diaz belakangan ini menarik perhatian sejumlah klub Eropa. Salah satu klub yang dikabarkan berminat adalah Newcastle United yang baru saja diakuisisi oleh konsorsium Arab Saudi. Newcastle dilaporkan siap merekrut pemain internasional Kolombia tersebut pada bursa transfer selanjutnya. Dikutip dari Marca, Newcastle sedang mempersiapkan tawaran sebesar 80 juta euro atau Rp 1,3 triliun. Angka tersebut sesuai dengan klausul pelepasan dalam kontrak Diaz, saat Porto berusaha merevolusi skuad pada Januari lalu.

CHELSEA BERHARAP LUKAKU TIDAK ABSEN PANJANG

Chelsea menilai cedera Romelu Lukaku tak separah perkiraan awal setelah dia melakukan serangkaian pemindaian medis pada Kamis (21/10) kemarin. Dan sekarang ada harapan tinggi bahwa Lukaku hanya akan absen selama dua atau tiga minggu ke depan. Lukaku mengalami pembengkakan tetapi tidak mengalami kerusakan ligamen di bagian pergelangan kaki kanannya setelah dilanggar Lasse Nielsen dalam kemenangan 4-0 the Blues atas Malmo. Langkah selanjutnya adalah menunggu respons dari terapi yang akan ia jalani dan manajer Thomas Tuchel bakal memberi kabar terkini kondisi Lukaku.

MANCHESTER UNITED SERIUSI PERBURUAN DANI OLMO

Manchester United dilaporkan mulai serius untuk mendatangkan pemain RB Leipzig, Dani Olmo. Setan Merah sudah lama tertarik untuk mendatangkan Olmo sehingga mereka akan mencoba merekrutnya di tahun 2022. Pihak Leipzig dilaporkan siap berpisah dengan lulusan La Masia itu. Namun mereka meminta bayaran yang cukup mahal untuk Olmo. Diperkirakan transfer sang gelandang akan memakan biaya sekitar 60 juta Euro di musim panas nanti. Selain itu, MU juga harus bersaing dengan Man City dan Barcelona untuk mendapatkan Olmo.

TAK KUNJUNG SEPAKAT, RUDIGER CABUT DARI CHELSEA DI TAHUN 2022

Masa depan Antonio Rudiger mulai memasuki fase baru. Sang bek dilaporkan kian dekat dengan pintu keluar Stamford Bridge setelah ia gagal mencapai kesepakatan. Negosiasi perpanjangan kontrak baru dengan Chelsea tidak berjalan mulus. Laporan itu mengklaim bahwa agen Rudiger kini mulai bergerak untuk mencarikan sang bek klub baru. Ia diberitakan sudah menjalin kontak dengan beberapa klub top Eropa. Ada banyak tim yang ingin menggunakan jasa Rudiger di tahun 2022 nanti. Itulah mengapa saat ini Rudiger dan sang agen sedang menyeleksi tim-tim yang meminati jasanya tersebut.

ALABA BISA JADI SENJATA MADRID UNTUK KALAHKAN BARCELONA

David Alaba bisa menjadi senjata Real Madrid untuk mengalahkan Barcelona. Melawan Barcelona bukan pengalaman baru bagi Alaba. Sebelum berseragam Real Madrid, ia pernah merasakan permainan Barcelona saat masih bersama Bayern Munchen. Bersama Munchen, Alaba telah memenangkan tiga laga melawan Barcelona. Pengalaman Alaba melawan Barcelona tentu bisa dimanfaatkan Carlo Ancelotti untuk meraih kemenangan dalam El Clasico akhir pekan ini. Namun, Ancelotti juga perlu menentukan diposisi mana Alaba akan dimainkan.

INSIGNE BAKAL MERAPAT KE INTER MILAN?

Dikutip Football Italia, Masa depan Lorenzo Insigne bersama Napoli masih teka-teki. Itu tak lepas setelah kedua belah pihak belum menemui kesepakatan dalam negosiasi perpanjangan kontrak baru. Aroma hengkang Insigne makin kuat menyusul tengah adanya negosiasi yang dilakukan sang agen kepada klub raksasa Inter Milan. Sang agen bernama Vincenzo Pisacane dikabarkan telah bertemu dengan CEO Inter Beppe Marotta di markas Nerazzurri. Sebelum melakukan pertemuan, keduanya telah menjalin komunikasi secara intensif melalui sambungan telepon.

CHIELLINI: RONALDO HARUSNYA TINGGALKAN JUVENTUS LEBIH CEPAT

Giorgio Chiellini menilai segalanya akan lebih baik bagi Juventus andai Ronaldo pergi ke MU lebih cepat. Ia mengatakan, Juve telah mencapai titik dalam hubungan di mana Ronaldo membutuhkan tim baru yang bisa bermain untuknya. Pada saat yang sama, Juve tengah mengambil kebijakan peremajaan skuad. Jika Ronaldo tetap tinggal, kata Chiellini, akan menjadi nilai tambah bagi Juventus. “Ronaldo pergi pada 28 Agustus, alangkah lebih baik bagi kami jika saja ia pergi lebih awal. Kami jadi membayar mahal, sedikit terguncang, kami membayarnya dengan [kehilangan] poin. Jika ia pergi lebih awal, kami punya waktu untuk lebih siap.”

ARSENAL BUNGKAM ASTON VILLA

Arsenal sukses membungkam Aston Villa di pekan 9 Liga Primer Inggris 2021/22. Bertanding di Emirates Stadium, Sabtu dini hari tadi, Arsenal menang dengan skor 3-1 berkat gol-gol dari Thomas Partey menit 23, Pierre Emerick Aubameyang menit 45, dan gelandang Emile Smith Rowe menit 56. Sedangkan satu gol balasan dari Aston Villa dicetak oleh Jacob Ramsey di menit 66. Dengan hasil ini Arsenal naik ke posisi 9, sedangkan Villa masih bertahan di urutan ke 13. 

LANGKAH REAL MADRID GAET HAALAND TERGANJAL KOMPETITOR

Langkah Real Madrid untuk mendatangkan penyerang Borussia Dortmund, Erling Haaland dilaporkan terganjal oleh kehadiran kompetitor lainnya. Madrid menemui kesulitan untuk mendapatkan Haaland setelah bersaing dengan tim yang mempunyai kekuatan finansial baik. Ketiga kompetitor Madrid untuk mendapatkan Haaland adalah Manchester City, PSG, dan Bayern München. Meski akan kesulitan untuk mendapatkan Haaland, hal ini bisa membuat Real Madrid lebih fokus berusaha mendapatkan target utama musim ini, yakni Kylian Mbappe dari PSG.

BUAT KLUB PEMINAT, HAALAND MINTA DIGAJI RP 11,2 M PER PEKAN

Bomber Borussia Dortmund, Erling Haaland, meminta gaji 575 ribu pounds (Rp11,2 miliar) kepada klub mana pun yang ingin merekrutnya. Pemain asal Norwegia itu saat ini tengah menjadi buruan klub-klub besar Eropa. Tercatat, klub sekelas Manchester United, Real Madrid dan Chelsea antre tanda tangannya. Namun, perekrutan sang pemain diyakini tak akan berjalan mudah karena Haaland menuntut gaji tinggi. Jumlah itu bahkan lebih besar dari yang diterima Ronaldo di MU saat ini, yang mendapat 480 ribu pounds (Rp 9,2 miliar) per pekan.

ERLING HAALAND CEDERA LAGI, ABSEN SELAMA BEBERAPA PEKAN

Borussia Dortmund kehilangan bomber andalan mereka, Erling Haaland, dalam upayanya menjuarai Bundesliga musim ini. Menurut pelatih Dortmund Marco Rose, Haaland akan absen selama beberapa pekan kedepan karena alami cedera pinggul. Tidak ada kepastian kapan Haaland akan kembali, tapi program rehabilitasinya sudah berjalan dan sang pemain sudah berjanji bakal kembali lebih kuat.

MO SALAH INGIN AKHIRI KARIRNYA DI LIVERPOOL

Mohamed Salah saat ini tengah dispekulasikan bakal meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2021/22. Sebab, Mo Salah belum juga memperbarui kontraknya yang akan habis pada Juni 2023. Kondisi tersebut membuat penyerang timnas Mesir itu terus dikaitkan dengan beberapa klub top Eropa, seperti Real Madrid, Barcelona, hingga PSG. Namun, rumor tersebut baru-baru ini ditepis oleh Mo Salah. Dia mengaku tidak pernah memikirkan untuk meninggalkan Liverpool. Bahkan ia mengaku ingin gantung sepatu alias pensiun di Anfield.

SIAPA LEBIH JAGO RONALDO ATAU MO SALAH? INI JAWABAN JURGEN KLOPP

Mohamed Salah kerapkali disandingkan dengan Ronaldo ataupun Messi. Nah jelang duel Manchester United vs Liverpool, manajer Jurgen Klopp ditanya perkara perbandingan Mohamed Salah dengan Cristiano Ronaldo. Namun Klopp tak tertarik untuk memberikan jawaban yang mengundang kontroversi. Klopp mengatakan dirinya tak pernah membandingkan Salah dan Ronaldo. Ia menegaskan keduanya adalah pemain kelas dunia dengan kelebihannya masing-masing.

EL CLASSICO: VINICIUS & ANSU WARISI PERSAINGAN RONALDO-MESSI

Tidak ada lagi pertarungan dua pemain terbaik di dunia Cristiano Ronaldo dan Messi dalam Laga El Clasico Minggu (24/10) besok. Meski demikian, bukan jaminan laga itu tidak lagi berjalan seru. Pasalnya baik Real Madrid dan Barcelona kini punya pemain muda andalan mereka sendiri. Di kubu Los Blancos ada Vinicius Jr, sementara di Barcelona ada Ansu Fati. Di samping itu, masih ada lagi pemain muda lainnya yang siap diturunkan oleh kedua tim.

HAZARD SIAP DEBUT DI EL CLASICO SETELAH TERTUNDA DUA TAHUN

Winger Real Madrid, Eden Hazard berpeluang tampil pertama kalinya di laga El Clasico menghadapi Barcelona akhir pekan ini. Butuh waktu lebih dari dua tahun agar ia bisa mendapat kesempatan ini. Sejak bergabung dengan Madrid dari Chelsea pada 2019, Hazard memang tak pernah sekalipun tampil di El Clasico, padahal tercatat ada 4 pertemuan yang terjadi. Cedera menjadi faktor tersebut. Musim ini, Hazard yang absen di dua laga terakhir Madrid karena cedera otot dikabarkan sudah siap bermain lagi menghadapi Barcelona. Carlo Ancelotti yang mengkonfirmasi hal tersebut.

CEO INTER MILAN BOCORKAN ALASAN LUKAKU KEMBALI KE CHELSEA

CEO Inter Milan, Beppe Marotta menyebut bahwa Romelu Lukaku kembali ke Chelsea demi mendapatkan gaji berlipat. “Lukaku kami jual sebesar 115 juta euro dan mendapatkan Dzeko secara gratis. Di atas lapangan, tidak banyak perbedaan. Lukaku pergi untuk melipatgandakan gajinya,” kata Marotta. Marotta melanjutkan, langkah yang dilakukan klub dengan menjual Lukaku adalah pilihan tepat untuk saat itu di tengah dampak pandemi terhadap klub. Marotta bahkan menganggap kualitas Lukaku sebagai penyerang juga tidak terlalu istimewa.

MAU KELUAR DARI TEKANAN, SOLSKJAER HARUS BAWA MU KALAHKAN LIVERPOOL

Sebuah saran diberikan John Barnes kepada Ole Gunnar Solskjaer. Ia percaya bahwa kemenangan atas Liverpool akan menjadi kunci bagi sang manajer lolos dari kritikan-kritikan yang beredar. Barnes menilai laga melawan Liverpool ini panggung yang tepat bagi Solskjaer membuktikan ia layak menangani MU. Menurut Barnes, Solskjaer memang layak mendapatkan dukungan dari manajemen Setan Merah. Karena ia dinilai melakukan pekerjaan yang apik selama tiga tahun menangani MU.

BRUNO FERNANDES DIRAGUKAN TAMPIL LAWAN LIVERPOOL

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes dilaporkan diragukan kebugarannya jelang pertandingan Manchester United vs Liverpool di Liga Inggris, Minggu (24/10). Laporan tersebut mengklaim bahwa Fernandes terlihat ‘terpincang-pincang’ selama sesi pemanasan pada hari Kamis, sehari setelah membintangi kemenangan 3-2 atas Atalanta di Liga Champions. Pada laga itu, Fernandes memang mendapatkan perlawanan keras dari beberapa pemain Atalanta sehingga kesehatannya akan dipantau hingga hari ini.

FANS ROMA MENOLAK GIVEAWAY JERSEY DARI LORENZO PELLEGRINI

Sejumlah fans AS Roma mengkonfrontasi para pemain menyusul kekalahan mengejutkan 1-6 dari tim Norwegia, Bodo/Glimt dalam UEFA Conference League. Fans Roma yang hadir langsung di stadion menolak permintaan maaf, bahkan mereka ogah menerima jersey yang diberikan kapten Lorenzo Pellegrini usai pertandingan. Sementara Tammy Abraham terlibat dalam pertengkaran sengit dengan fans Roma setelah kekalahan itu. Para penggemar Roma tampak sangat kecewa dan marah.

DITANYA KAPAN PENSIUN DARI TIMNAS? INI JAWABAN RONALDO

Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo menegaskan bahwa dirinya belum memiliki niat untuk pensiun dari sepak bola internasional dalam waktu dekat. Februari mendatang, Ronaldo akan berulang tahun ke-37, sebuah usia yang bisa dibilang sudah tak muda lagi untuk seorang pesepakbola. Banyak pemain yang memilih pensiun dari timnas di usia sekitar usia Ronaldo saat ini. Namun, CR7 menegaskan bahwa ini belum saatnya bagi dia. “Mengapa? Saya rasa ini belum waktu saya. Bukan itu yang diinginkan orang, itu yang saya inginkan. Saya suka bermain sepak bola. Saya merasa senang membuat orang bahagia.” ujar Ronaldo kepada Sky Sports News.

INTER  MILAN SERIUS INCAR LACAZETTE, SIAPKAN TAWARAN DI JANUARI 2022

Dikutip Football London, Inter Milan dikabarkan serius menginginkan Alexandre Lacazette. Lacazette adalah target nomor satu Inter pada musim dingin januari 2022 nanti. Bahkan mereka siap melepas penawaran kepada Arsenal. Inter juga dikabarkan siap memberikan kontrak tiga tahun pada Lacazette. Akan tetapi mereka tak bisa begitu saja menawarkan kontrak tersebut. Sebab Inter harus melepas satu pemainnya dulu. Kabarnya pemain yang akan mereka singkirkan adalah Alexis Sanchez. Bahkan Inter disebut siap merelakannya cabut secara gratis.

MESSI RIBUT DENGAN ICARDI, RUANG GANTI PSG MEMANAS

Lionel Messi dilaporkan ribut dengan striker Mauro Icardi yang membuat internal PSG memanas. Keributan itu bermula dari keyakinan Icardi bahwa Messi tidak menyukai mantan pemain Inter tersebut. Salah satu faktor yang membuat Icardi memiliki pandangan negatif terhadap Messi adalah, Eks kapten Barcelona tersebut yang membuat dia tidak dipanggil ke Tim Tango selama lebih dari tiga tahun terakhir .Laporan tersebut juga mengklaim kedatangan Messi mengubah dinamika di ruang ganti PSG dan yang juga bisa menghambat karir Icardi. Akibat dari pertikaian itu Messi mengajukan permintaan khusus kepada PSG. La Pulga ingin Les Parisiens mendepak Icardi dan mendatangkan Sergio Aguero ke PSG.