Beranda blog Halaman 643

Menyambut Musim Cemerlang Vinicius Junior

Vinicius Junior tampil sangat apik saat membela Real Madrid dalam lanjutan pekan ke-11 La Liga musim ini. Turun sejak menit pertama kala Madrid bertandang ke markas Elche, pemuda 21 tahun yang kerap disapa Vini itu menampilkan peforma brilian.

Cetak 2 Gol Untuk Madrid, Vinicius Jr. Jadi Man of The Match

Diturunkan sebagai winger kiri oleh Carlo Ancelotti, Vinicius Junior berhasil membawa Real Madrid unggul 1-0 di menit ke-22. Lewat serangan balik cepat, ia sukses mengkonversi umpan cantik Mariano Diaz. Gol tersebut membuat Madrid memimpin di paruh pertama.

Pemuda asal Brasil itu kemudian menggandakan keunggulan Los Blancos menjadi 2-0 di menit ke-72. Kali ini ia berhasil menyelesaikan umpan terobosan dari Toni Kroos. Meskipun Elche sempat membalas dengan 1 gol, tetapi 2 gol dari Vinicius Junior di laga tersebut sudah cukup untuk membawa Real Madrid menang tipis 2-1 dan membawa pulang 3 poin penuh.

Atas performa gemilang tersebut, pantas kiranya Vinicius Junior dinobatkan sebagai Man of The Match. Bermain selama 84 menit, pemain bernomor punggung 20 itu mampu menghasilkan 2 gol hanya dari 3 tembakan. Dua golnya bukan sekadar membantu Real Madrid menang, tetapi juga mengantar timnya untuk sementara bertengger di posisi runner-up klasemen La Liga dengan koleksi 24 poin, tepat di bawah Real Sociedad yang sudah memainkan 12 pertandingan.

Performa gila Vinicius Junior di laga tersebut tentu sangat melegakan bagi Madrid. Pasalnya,Vini memang diplot sebagai juru gedor utama setelah Karim Benzema absen. Usai pertandingan, Vinicius Junior berterima kasih kepada Carlo Ancelotti yang telah memberinya kepercayaan penuh.

“Saya sangat senang dengan apa yang telah saya lakukan sejak awal musim. Saya hanya ingin terus seperti ini sampai akhir musim. Ancelotti memberi kami banyak kepercayaan diri. Saya terus bekerja keras dan terus mendengarkan orang-orang di sekitar saya. Penting untuk memiliki kepercayaan diri,” ujar Vinicius dikutip dari AS.

Lika-Liku Awal Karier Vinicus Jr. di Real Madrid

Dua golnya ke gawang Elche makin menambah koleksi gol Vinicius Junior musim ini. Tambahan 2 gol membuat koleksi golnya di La Liga bertambah menjadi 7 gol. Selain itu, dalam 11 pertandingan La Liga musim ini, ia juga telah menyumbang 2 asis. Catatan tersebut jadi sinyal positif, baik bagi Real Madrid maupun bagi karier Vinicius Junior itu sendiri.

Vinicius Junior didatangkan Madrid di masim panas 2017. Kabarnya, Madrid perlu menebusnya dengan mahar 46 juta euro dari Flamengo. Biaya transfer tersebut menjadikannya sebagai pemain di bawah usia 19 tahun termahal di Brasil. Kala itu, Vini Jr. memang masih berusia 17 tahun, sehingga transfer ke Real Madrid baru efektif di musim panas 2018 ketika usianya sudah 18 tahun.

Jika ditarik ke belakang, penampilan Vinicius Junior bersama Los Blancos musim ini adalah yang terbaik. Vini resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Real Madrid pada 20 Juli 2018. Ia kemudian terlebih dahulu bergabung dengan Real Madrid Castilla. 4 gol yang ia cetak dalam 5 pertandingan sudah cukup untuk mengantarkannya naik ke tim utama.

Vinicius Junior mendapat debutnya pada 29 September 2018 saat Real Madrid bersua Atletico Madrid. Ia kemudian mencetak gol perdananya pada 3 November 2018 saat diturunkan sebagai pemain pengganti di laga vs Real Valladolid. Meskipun menjadi bagian dari skuad Madrid yang menjuarai Piala Dunia Antarklub 2018, tetapi musim pertamanya di Santiago Bernabeu sebetulnya tak berjalan dengan baik.

Vinicius Junior hanya berhasil mencetak 4 gol dalam 31 pertandingan. Ia juga harus mengakhiri musim 2018/2019 lebih cepat setelah didiagnosa mengalami robekan ligamen pada sendi tibiofibular kaki kanan pada saat turun menghadapi Ajax di ajang Liga Champions, 6 Maret 2019.

Di musim 2019/2020, Vinicius mulai mendapat tempat di line up utama Real Madrid. Ia jadi salah satu pemain yang diandalkan pelatih Zinedine Zidane. 29 penampilan berhasil ia catat di ajang La Liga dengan sumbangan 3 gol dan 2 asis. Sebetulnya jika melihat catatan tersebut, penampilan Vinicius Junior tergolong biasa saja. Maklum, ia juga masih sering turun sebagai pemain pengganti.

Namun, performanya di musim tersebut tertutup dengan beberapa rekor. Pada 1 Maret 2020, Vinicius berhasil mencetak gol pertamanya di El Clasico. Dengan usia 19 tahun 233 hari, ia jadi pemain termuda yang sukses melakukan hal tersebut di abad ke-21 sekaligus menggeser rekor Lionel Messi. Di akhir musim, Madrid juga keluar sebagai jawara Piala Super Spanyol dan La Liga.

Musim lalu menjadi musim yang cukup berat bagi Vinicius Junior. Seiring dengan porsi bermainnya yang makin banyak, kritik terhadap penampilan dan performanya juga makin meningkat. Apalagi, itu adalah musim ketiganya berseragam Los Blancos.

Bahkan sempat tersiar rumor bahwa rekan-rekannya di Madrid mulai geram dengan performanya yang di bawah standar. Ini bermula dari tersebarnya video yang memperlihatkan perbincangan Karim Benzema dan Ferland Mendy yang enggan memberikan umpan kepada Vinicius Junior yang terlihat begitu mudah kehilangan bola.

Inkonsistensi dan efektivitasnya sebagai penyerang dipertanyakan dan dinilai tak sesuai dengan harganya. Musim tersebut, Vini hanya berhasil menyumbang 6 gol dan 7 asis dalam 49 penampilan di semua kompetisi.

“Saya selalu memikirkan mereka yang menginginkan yang terbaik untuk saya; keluarga, orang-orang di klub, rekan kerja seperti Marcelo dan Casemiro yang selalu menempatkan saya di jalan yang benar. Kritik adalah bagian dari menjadi anggota klub terbesar di dunia. Saya tidak melihat banyak dari apa yang dikatakan, saya hanya menyalakan TV untuk bermain video game sepak bola,” ujar Vinicius dikutip dari AS.

Masuk Musim Keempat, Performa Vinicius Jr. Alami Peningkatan

Kritikan sepertinya menjadi bahan bakar yang melecut semangat Vinicius Jr. musim ini. Masuk tahun keempat, ia sepertinya telah sadar bahwa dirinya bukan lagi si anak baru, melainkan salah satu pemain andalan Real Madrid, khususnya di bawah pimpinan Carlo Ancelotti.

Buktinya, Vini langsung menyumbang 1 gol dalam kemenangan Madrid atas Alaves di pekan pertama La Liga. Ia kemudian mencetak 2 gol di pekan kedua kala Los Blancos ditahan imbang Levante. Berikutnya ia berhasil menyumbang masing-masing 1 gol kala Madrid menumbangkan Celta Vigo dan Valencia. Total, 5 gol dan 2 asis sukses ia hasilkan dalam 5 pertandingan pertama La Liga musim ini. Sebuah catatan yang begitu apik bagi pemain kelahiran 12 Juli 2000.

Kini, catatan golnya di La Liga telah bertambah menjadi 7 gol. Makin bertambah banyak bila menyertakan kontribusinya di ajang Liga Champions Eropa. Dari 3 pertandingan, Vinicius Junior berhasil mencetak 2 gol dan 1 asis. Total, ia telah mencetak 9 gol dan 3 asis dalam 14 pertandingan bersama Real Madrid musim ini.

Apa yang sejauh ini ditampilkan Vinicius Junior adalah jawaban atas betapa sabarnya Real Madrid menanti sang bintang mudanya bersinar. Vini bak berlian yang mulai menampakkan kilauannya. Dulu, ia dihargai begitu mahal karena bakat besarnya, khususnya dalam hal akselerasi, kelincahan, kontrol bola, serta keterampilannya dalam melakukan tipuan.

Real Madrid beruntung, sebab Vinicius Junior menggabungkan bakat tersebut dengan kerja kerasnya dalam menggembangkan diri. Usut punya usut, seperti yang diungkap oleh Marca, usia mengalami cedera ligamen di tahun 2019 lalu, ia mendatangkan pelatih fisik khusus dari Brasil. Ia kemudian melatih Vinicius agar lebih kuat, cepat, dan tahan cedera.

Vinicius Junior juga diketahui telah mengubah pola makan dan pola istirahatnya. Dan yang paling penting, ia berhasil mengatasi kritikan dan cemoohan yang sempat membebaninya. Untuk urusan ini, kehadiran Carlo Ancelotti sebagai pelatih anyar Los Blancos tak dapat dikesampingkan. Vinicius Junior bahkan mengatakan bahwa kehadiran Don Carlo yang memberinya kepercayaan diri jadi kunci dalam penampilan cemerlangnya musim ini.

Vinicus Junior bisa dibilang telah menyegel satu tempat di starting eleven Real Madrid. Apalagi, Vini adalah seorang versatile player yang dapat bermain baik sebagai winger maupun striker. Efektivitas tembakannya juga terlihat lebih tajam dan kemampuannya dalam menemukan posisi layak diapresiasi.

Kini, Vinicius Junior sepertinya dapat membayar tuntas semua ekspektasi dan harapan yang dulu dibebankan kepadanya saat pertama kali datang ke Santiago Bernabeu. Mungkin terlalu dini karena musim ini masih begitu panjang. Namun, bila tak ada halangan berarti, musim ini nampaknya akan jadi awal musim yang cemerlang bagi karier Vinicius Junior.

“Saya hanya ingin menang di Madrid. Saya dan keluarga saya ingin tinggal di sini untuk waktu yang lama. Ada pemain yang sudah lama berada di sana dan menang banyak. Saya ingin menjadi salah satu dari mereka,” kata Vinicius dikutip dari transfermarketweb.

***
Sumber Referensi: Inews, AS, AS 2, Managing Madrid, Voi, Transfermarketweb.

Pemain Ini Beri Pembalasan yang Menyakitkan Kepada Klub yang Membuangnya

Dilepas begitu saja, dibuang tanpa adanya penghargaan, dan dibiarkan pergi tanpa ada kata-kata mengesankan, tentu membuat pemain berpotensi memendam kemarahan tersendiri.

Pada bahasan kali ini, Starting Eleven akan coba menyajikan deretan pemain yang sukses beri pembalasan menyakitkan kepada klub yang sempat membuangnya, Seperti apa kisahnya? Simak ulasannya berikut ini.

Luis Suarez

Luis Suarez menjadi tema yang cukup menguras emosi bagi sebagian besar penggemar FC Barcelona. Penyerang asal Uruguay itu sudah sejak lama bergabung dengan Barca dan menjadi andalan dalam banyak kesempatan.

Di tahun 2015 saja, dia yang membentuk trio sempurna dengan Messi dan Neymar berhasil persembahkan tiga gelar dalam satu musim kompetisi untuk el Barca. Selain itu, trofi La Liga dan Copa del Rey juga tak ketinggalan untuk dipersembahkannya.

Akan tetapi, semua berubah ketika Barca kedatangan pelatih asal Belanda bernama Ronald Koeman. Koeman secara terang-terangan mengatakan bila dia sudah tidak lagi membutuhkan Suarez dengan menganggap sang pemain terlalu tua untuk diandalkan.

Mendengar hal tersebut, Suarez jelas merasa kesal dan sangat bersedih. Karena tidak ada pilihan lain, dia lalu putuskan hengkang. Beruntung, tim sekelas Atletico Madrid mau menerimanya.

Tampil bersama skuad asuhan Diego Simeone membuat Suarez menggebu dan ingin membuktikan bahwa dia masih sangat layak tampil di level tertinggi. Hasilnya tak main-main, gelar La Liga berhasil dipersembahkan untuk Los Rojiblancos. Sementara itu, belum lama ini, Suarez juga berhasil menjebol gawang Barcelona ketika kedua tim bertemu di kompetisi La Liga.

Robin van Persie

Robin van Persie sudah begitu lekat dengan nama Arsenal. Dia menjadi andalan usai beberapa tahun lamanya dipercaya tampil di lini serang. Namun karena tak kunjung dapatkan gelar Liga Primer Inggris, van Persie lalu menerima tawaran yang diajukan Manchester United yang datang langsung dari Sir Alex Ferguson.

Dari situ, penggemar langsung mengecam tindakan The Flying Dutchman sebagai seorang pengkhianat. Van Persie disebut sebagai pemain yang telah berani menyakiti Arsenal dengan bergabung bersama klub rival.

Namun tahukah kalian? Setelah banyak sekali penggemar Arsenal yang terus melempar hinaan kepadanya, van Persie buka suara. Dia mengatakan kalau saat itu tidak ada tawaran yang datang dari Arsenal. Disaat dirinya menunggu, the Gunners tak kunjung menyodorkan perpanjangan kontrak yang memungkinannya bertahan lebih lama.

Karena disaat yang sama MU datang dengan segudang penawaran dan iming-iming menjanjikan, jadilah van Pergi gabung dengan Setan Merah.

Merasa terus dihina penggemar Arsenal, van Persie lalu memberikan pembalasan dalam sebuah pertandingan yang mempertemukan MU dengan tim lamanya. Hasilnya dia berhasil mencetak gol dan membawa Arsenal menang. Kemenangan itu juga sekaligus memuluskan langkahnya untuk mempersembahkan trofi Liga Primer Inggris untuk MU, dimana itu sekaligus menjadi yang pertama baginya sejak berkarir di kompetisi Liga Primer Inggris.

Philippe Coutinho

Philippe Coutinho yang sempat jadi bintang di Liverpool, datang ke Camp Nou dengan mahar yang menggelegar. Lebih dari 100 juta euro dikeluarkan el Barca hanya untuk memboyong Coutinho ke Catalan. Namun sayang, semua harapan yang membumbung tinggi tak mampu berbuah jadi kenyataan. Coutinho dianggap gagal dan lebih sering duduk di bangku cadangan.

Tak sabar dengan sang pemain, Barca lalu melepasnya ke FC Bayern meski dengan status pinjaman. Sialnya, Coutinho yang dilepas ke klub asal Jerman malah sukses berkembang. Tidak adanya tekanan membuat sang pemain leluasa dalam membuka jalan. Dia langsung bisa diandalkan dan bahkan membuat sejumlah gol untuk membantu tim meraih kemenangan.

Setelah statusnya adalah sebagai pemain terbuang dari Barcelona, tibalah saatnya ketika Bayern datang dalam sebuah pertandingan dimana FC Barcelona sudah menunggu sebagai lawan.

Coutinho sejatinya tidak langsung masuk sebagai pemain di tim utama. Dia baru masuk ketika pertandingan tinggal menyisakan lima belas menit saja. Namun sial bagi Barcelona, ketika mereka sudah tertinggal dengan skor yang cukup mencolok, Coutinho justru hadir sebagai pemain yang kian membuat mereka merana.

Dalam kesempatan yang didapat di laga melawan FC Barcelona, Coutinho mampu mengirimkan satu umpan matang kepada Robert Lewandowski. Tak ingin hanya jadi pelayan, Coutinho kemudian berhasil mencetak dua gol, dimana itu lantas membuat skor menjadi 8-2.

Barcelona kalah telak dan harus tersingkir dari kompetisi Eropa. Sementara itu, Bayern yang bersama Coutinho sukses melaju ke babak selanjutnya, akhirnya berhasil keluar sebagai juara usai di partai final kandaskan perlawanan Paris Saint Germain.

Samuel Eto’o

Nama Samuel Eto’o masuk ke dalam salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki FC Barcelona. Kontribusinya luar biasa. Dia banyak mencetak gol dan bahkan persembahkan gelar yang tak terlupakan. Eto’o berhasil menjadi pahlawan Barca ketika tim tersebut meraih gelar juara Liga Champions Eropa di tahun 2006.

Akan tetapi semua berubah ketika tim kedatangan sosok Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu menyingkirkan sejumlah pilar termasuk Ronaldinho yang pada akhirnya berlabuh di AC Milan. Eto’o dilaporkan menjadi bagian yang ingin disingkirkan sang pelatih saat itu. Namun sang pemain masih bisa bertahan dan bahkan sukses persembahkan enam gelar dalam satu musim untuk Barca di tahun 2009.

Nahas setelahnya, dia tak lagi mampu membendung keinginan Guardiola yang berniat membuangnya. Eto’o dilepas ke Inter Milan sebagai bagian dari transfer Zlatan Ibrahimovic. Mengetahui hal itu, Eto’o tak tinggal diam. Dia segera mencari cara untuk membuktikan bahwa keputusan yang dilakukan Guardiola adalah salah.

Benar saja, ketika berada di bawah asuhan Jose Mourinho, Eto’o sukses jadi andalan di Inter Milan. Bersama nama Diego Milito hingga Wesley Sneijder, penyerang asal Kamerun ini sukses meraih treble kedua sepanjang karirnya. Dia membantu Inter memenangkan Serie A, Coppa Italia, dan tentunya Liga Champions Eropa.

Di kompetisi Liga Champions Eropa, Eto’o bisa berbangga. Pasalnya, dalam perjalanannya dia berhasil singkirkan FC Barcelona asuhan Pep Guardiola di partai semifinal.

Fernando Morientes

Fernando Morientes pernah mengalami momen pahit ketika terbuang dari Real Madrid. Ketika itu, Morientes yang sudah bergabung dengan el Real sejak 1997 kesulitan untuk mendapat tempat di tim utama. Hasilnya, dia harus rela dilepas ke AS Monaco pada tahun 2003 melalui status pinjaman.

Beruntung, sang penyerang memiliki momen manis yang membuat klubnya, Real Madrid, kembali harus belajar lebih banyak untuk menghargai pemainnya. Morientes yang dibuang Madrid bertemu dengan klubnya itu di kompetisi Liga Champions Eropa. Dia yang berada dalam balutan seragam Monaco sejatinya tidak diunggulkan. Apalagi ketika menghadapi Madrid yang disitu banyak sekali terdapat bintang berkelas.

Di babak perempat final, Real Madrid memang berhasil menang dengan skor 4-2 di leg pertama. Namun di leg kedua yang berlangsung di Stade Louis II, Morientes menunjukkan aksi yang tak akan dilupakan oleh seluruh Madridista. Dia mampu membawa klubnya mengamankan posisi empat besar dengan aksi kepahlawanan mengagumkan.

Morientes yang pada leg pertama berhasil mencetak gol di penghujung laga, kembali mencetak gol pada leg kedua, dimana gol tersebut mampu membuat AS Monaco lolos ke babak selanjutnya.

Berkat sebiji golnya di leg kedua, AS Monaco berhasil menang dengan skor 3-1 yang kemudian membuat agregat berakhir dengan skor 5-5. Monaco kemudian jadi tim yang berhak lolos usai unggul agresivitas gol tandang.

Dengan keunggulan tersebut, Monaco berhasil lolos ke partai semifinal hingga menembus laga final melawan FC Porto.

Siapa Pemilik Klub Terkaya di Premier League?

Berbicara soal level kompetisi, siapa liga terbaik di dunia masih terus diperdebatkan. Namun semua kompak bila tak ada yang mampu menyaingi pamor Premier League. Liga kasta tertinggi di Tanah Britania itu bisa disebut sebagai liga sepak bola paling populer di dunia.

Liga Premier menjadi liga sepak bola yang paling banyak ditonton dan mampu menarik jumlah penonton global tertinggi di dunia. Saat ini, Premier League disiarkan di lebih dari 200 negara. Data di musim 2018/2019 saja memperlihatkan bahwa Liga Premier Inggris diperkirakan mampu menyedot perhatian sebanyak 643 juta rumah tangga di 212 wilayah di seluruh dunia. Kini, Premier League diperkirakan dapat menjangkau lebih dari 4 miliar penonton.

Fakta itulah yang membuat banyak perusahaan global berani berinvestasi dan menaruh uangnya di Liga Premier Inggris. Popularitas dan daya jual Liga Inggris yang tinggi juga membuat banyak pengusaha terkaya dunia memberanikan diri mengakuisisi dan mengelola klub Premier League.

Tercatat, dalam daftar 10 pemilik klub terkaya di dunia saat ini, 4 di antaranya adalah pemilik klub Premier League. Mereka adalah Stan Kroenke, Sheikh Mansour, Muhammad bin Salman, dan Roman Abramovich. Namun, di antara mereka siapa yang paling kaya?

Daftar Pemilik Klub Terkaya di Premier League: Peringkat 1-10

Di peringkat teratas tentu saja diduduki oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman. Melalui Public Investment Fund (PIF), sang pangeran Arab baru saja membeli saham mayoritas Newcastle United seharga 300 juta poundsterling dari tangan Mike Ashley.

Dalam keterangan resminya, Sang Putra Mahkota yang jadi chairman PIF kini memiliki 80% saham The Magpies, disusul Amanda Staveley dari PCP Capital Partners yang memiliki 10% dan Reuben bersaudara dari RB Sports & Media yang juga memiliki 10% saham Newcastle United.

Aset kekayaan kolektif yang dimiliki sang pemilik baru The Magpies itu diperkirakan mencapai 320 miliar poundsterling. Inilah yang membuat mereka langsung melejit menjadi pemilik klub sepak bola terkaya di dunia, termasuk Premier League.

Aset kekayaan itu juga jauh meninggalkan Sheikh Mansour, bos City Football Group yang mengelola Manchester City. Miliarder dari Abu Dhabi United Group yang juga merupakan anggota Keluarga Kerajaan Abu Dhabi itu membeli The Citizens pada tahun 2008 silam seharga 210 juta poundsterling. Sebelum disalip Muhammad bin Salman, Sheikh Mansour adalah pemilik klub sepak bola terkaya di dunia.

Aset kekayaannya diperkirakan mencapai lebih dari 22 miliar poundsterling. Sebuah angka yang sangat besar hingga mampu membuat Sheikh Mansour bertengger di puncak daftar pemilik klub terkaya selama bertahun-tahun. Namun jika dibandingkan dengan aset kekayaan pemilik baru Newcastle United, angka tersebut masih kalah sedikit.

Di peringkat ketiga ada pemilik Chelsea FC, Roman Abramovich. Miliarder asal Rusia itu sudah mengakuisisi The Blues sejak 2003 silam. Aset kekayaannya diperkirakan mencapai lebih dari 9,6 miliar poundsterling.

Berikutnya ada pemilik Arsenal, Stan Kroenke yang tercatat sebagai pemilik klub Premier League terkaya nomor 4. Aset kekayaan taipan Amerika Serikat itu diperkirakan mencapai lebih dari 6 miliar poundsterling.

Angka tersebut mengungguli Nassef Sawiris, salah satu orang terkaya Mesir yang memiliki saham mayoritas Aston Villa. Total kekayaannya diperkirakan mencapai lebih dari 5,3 miliar poundsterling. Itulah kelima pemilik klub Premier League terkaya saat ini.

Di peringkat 6 ada Guo Guangchang pemilik Wolverhampton Wanderers dengan total kekayaan 4,5 miliar poundsterling, disusul Joe Lewis dari Tottenham Hotspur dengan total kekayaan 3,6 miliar poundsterling.

Sementara pemilik Manchester United, The Glazers hanya menempati peringkat 8 dengan total kekayaan 3,5 miliar poundsterling. Di peringkat 9 dan 10 ada pemilik Crystal Palace, Joshua Harris dengan total kekayaan 3,36 miliar poundsterling dan pemilik Leicester City, Aiyawatt Srivaddhanaprabha yang tercatat punya aset kekayaan mencapai 2,9 miliar poundsterling.

Daftar Pemilik Klub Terkaya di Premier League: Peringkat 11-20

Berikutnya di peringkat 11 hingga 15 ada pemilik Southampton – Gao Jisheng (2,3 miliar poundsterling), pemilik Liverpool – John Henry (2,14 miliar poundsterling), pemilik Everton – Farhad Moshiri (1,9 miliar poundsterling), pemilik West Ham United – David Sullivan dan David Gold (1,6 miliar poundsterling), dan pemilik Brighton – Tony Bloom (765 juta poundsterling).

Yang menarik adalah pemilik Liverpool, John Henry yang hanya menempati peringkat ke-12 sebagai pemilik klub terkaya di Premier League. Meski begitu, kita sama-sama tahu bagaimana prestasi The Reds di bawah kepemilikan bos Fenway Sports Group tersebut.

Berikutnya secara berurutan di peringkat 16 hingga 20 ada pemilik Leeds United – Andrea Radrizzani (344 juta poundsterling), pemilik Watford – Gino Pozzo (93 juta poundsterling), pemilik Burnley – Mike Garlick (62 juta poundsterling), pemilik Norwich City – Delia Smith dan Michael Wynn-Jones (23 juta poundsterling), dan terakhir adalah pemilik Brentford – Matthew Benham yang aset kekayaannya hanya sebesar 3 juta poundsterling.

Jika dibandingkan, aset kekayaan pemilik Norwich City dan Brentford nampak seperti remahan di hadapan aset kekayaan pemilik baru Newcastle United.

Pemilik Klub Premier League Paling Disukai Fans

Akan tetapi, seperti yang kita tahu, aset kekayaan super kaya dari sang pemilik tak menjamin prestasi mentereng. Banyak uang bukan berarti banyak prestasi. Pada kenyataannya, kekayaan dari sang pemilik terkadang tak sungguh-sungguh dipakai dengan bijak. Tak jarang pemilik klub yang terbilang pelit.

Jadi, meskipun dimiliki oleh seorang sultan, belum tentu klub tersebut mampu meraih prestasi. Yang lebih penting lagi, kekayaan sang pemilik tak menjamin dirinya dicintai fans klub yang ia kelola.

Seperti yang tergambar dengan jelas di Fan Hope Survey yang dilakukan Sky Bet. Pada bulan Agustus lalu, Sky Bet melakukan survey kepada para suporter Premier League. Mereka ditanya apakah bahagia dengan kepemilikan klub mereka saat ini.

Hasilnya, Stan Kroenke yang notabene menempati peringkat 4 sebagai pemilik klub terkaya hanya menempati peringkat 2 dari bawah di Fan Hope Survey. Pemilik Arsenal itu hanya mampu mengumpulkan nilai persentase sebesar 8,9%. Bisa dibilang fans Arsenal sangat tidak menyukainya.

Begitu juga dengan The Glazers di Manchester United. Mereka hanya setingkat lebih dari pemilik Arsenal. Hasil survey menunjukkan persentase fans MU yang bahagia dengan kepemilikan The Glazers hanya sebesar 9,8% saja.

Hasil cukup mengejutkan diperoleh pemilik Brentford, Matthew Benham. Pejudi profesional yang aset kekayaan pribadinya hanya sebesar 3 juta poundsterling itu meraih hasil voting terbaik ketiga. Sebanyak 91,7% fans Brentford merasa bahagia dengan kepemilikan Benham yang baru saja mengantar klub tersebut promosi ke Premier League.

Begitu pula dengan pemilik Brighton and Hove Albion, Tony Bloom. Pejudi profesional yang berjuluk “The Lizard” itu memiliki Brighton sejak 2009 dan mengantar klub tersebut promosi ke Premier League di musim 2016/2017. Meski setelah itu klub tak meraih prestasi lainnya, sebanyak 94,4% fans Brighton merasa puas dan bahagia dengan kepemilikan Tony Bloom.

Lalu, siapa yang menempati posisi pertama? Ya, tak lain dan tak bukan adalah pemilik Leicester City, Aiyawatt Srivaddhanaprabha atau yang akrab disapa Khun Top. Sejak klub tersebut dibeli sang ayah, keluarga Srivaddhanaprabha memang sangat loyal dan begitu dicintai para pendukung Leicester City.

Setelah menciptakan kisah dongeng dengan menjadi jawara Premier League musim 2016, Leicester City terbilang cukup konsisten menghuni papan atas Premier League. Bahkan di musim lalu mereka berhasil menjuarai FA Cup untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Sebagai pemilik, Khun Top juga tak pelit. Baru-baru ini, The Foxes baru saja meresmikan kompleks latihan baru mereka di kawasan Seagrave yang kabarnya menelan biaya hingga 100 juta poundsterling. Leicester City juga dikabarkan tengah berencana menambah kapasitas Stadion King Power. Inilah mengapa sebanyak 94,6% fans The Foxes puas dan bahagia dengan kepemimpinan Khun Top.

Lalu, di manakah posisi pemilik Newcastle United? Pemilik lawas The Magpies, Mike Ashley menempati posisi buncit sebagai pemilik klub yang paling tidak disukai. Hanya sebanyak 3,1% fans Newcastle yang merasa bahagia dengan Mike Ahsley. Itulah kenapa mereka begitu gembira ketika posisi Mike Ashley tergantikan oleh Public Investment Fund pimpinan Muhammad bin Salman.


***
Sumber Referensi: Premier League, SportMob, NationalWorld, Give me Sport, Sportbible, Talksport.

Valencia CF: Dulu Berjaya, Kini Bernasib Pilu di Bawah Cengkraman Peter Lim

0

Awal 2000an menjadi periode yang menyenangkan bagi fans Valencia Club de Futbol. Berbagai suka dan duka mereka raih pada periode bersejarah tersebut. Klub asal kota metropolitan Valencia, Spanyol itu tercatat meraih 2 trofi La Liga di tahun 2002 dan 2004, menjadi juara Piala UEFA dan Piala Super Eropa 2004, serta 2 kali menjadi runner-up Liga Champions musim 2000 dan 2001.

Di musim 2007/2008, mereka juga menjadi kampiun Copa del Rey. Pada periode tersebut, klub berjuluk Los Che itu dihuni banyak pemain legendaris. Seperti, Ruben Baraja, David Albelda, Carlos Marchena, Pablo Aimar, Joaquin Sanchez, David Silva, David Villa, hingga kiper ikonik yang punya ciri khas rambut putih, Santiago Canizares.

Namun kejayaan tersebut tak bertahan lama. Di tahun 2008, utang Valencia mencapai 439 juta euro. Angka tersebut belum termasuk biaya pembangunan stadion Nou Mestalla yang akhirnya dibiarkan mangkrak. Pada bulan Juni 2009, utang Los Che making menggunung hingga menyentuh 547 juta euro.

Untuk mengurangi beban utang, Valencia terpaksa melepas beberapa pemain bintangnya. Raul Albiol, David Villa, David Silva, Juan Mata, dan Jordi Alba dilepas secara bertahap demi menyelamatkan keuangan tim. Sayangnya, keuangan Los Che tak terselamatkan lagi di tahun 2013. Utang mereka makin membengkak hingga pemilik Valencia kala itu tak sanggup lagi membayarnya.

Akhirnya pada bulan Mei 2014, Peter Lim, pebisnis asal Singapura membeli saham mayoritas Valencia. Lim membeli Valencia saat klub tersebut tidak punya uang cash di bank dan memiliki beban gaji 48 juta euro yang belum dibayarkan kepada para pemain.

Drama dan Kontroversi Peter Lim di Valencia

Sekadar intermezzo, Lim adalah orang terkaya ke-10 di Singapura pada tahun 2019 versi majalah Forbes. Peter Lim adalah seorang investor swasta yang cukup kontroversial di Singapura. Ia disebut punya kekayaan 2,5 miliar dolar AS. Singkat cerita, di bawah kepemilikan Peter Lim, Valencia mulai berbenah.

Pada musim 2017/2018, Valencia akhirnya mulai berhasil membayar utangnya ke bank. Setelah nyaris 1 dekade, Los Che juga berhasil mencatat pendapatan tertinggi dalam sejarah. Catatan positif itu juga diikuti dengan raihan prestasi semusim kemudian. Setelah 11 tahun, Valencia akhirnya kembali meraih trofi, yakni menjadi kampiun Copa del Rey musim 2018/2019 setelah mengalahkan Barcelona di partai final.

Akan tetapi, catatan indah itu hanyalah sebagian kecil dari kisah penuh drama dan kontroversi dari kepemimpinan Peter Lim di Valencia. Sebab, catatan prestasi tadi hanyalah bumbu manis yang pada akhirnya tertupi oleh pahitnya kenyataan.

Hanya beberapa bulan setelah memenangi Copa del Rey, pelatih Marcelino Garcia Toral dan sporting director Mateu Alemany justru dipecat setelah sebelumnya secara terbuka mengkritik kebijakan Peter Lim. Padahal, keduanya adalah aktor penting di balik kesuksesan Valencia dalam membangun skuad yang kompetitif.

Ada 2 hal yang jadi bahan kritikan Marcelino. Pertama, adalah target prestasi yang tidak jelas. Katanya, Peter Lim dan presiden Anil Murthy justru tak terlalu senang dengan hasil juara di Copa del Rey.

Kedua, adalah kebijakan transfer sang pemilik klub. Untuk urusan ini bukan hanya Marcelino yang pernah mengeluh. Pada musim 2016, Cesare Prandelli mundur dari kursi pelatih Valencia setelah hanya bertahan selama 10 pertandingan. Prandelli mengklaim bahwa klub telah memberinya janji transfer palsu.

Sudah menjadi rahasia umum bila Peter Lim kerap terlalu ikut campur dalam urusan masalah teknis, khususnya soal kebijakan transfer pemain, baik perekrutan pemain baru maupun siapa yang harus mengisi line up tim. Lim kerap dengan seenak jidatnya merekrut pemain yang ia sukai dan mendepak siapa pun yang ia nilai kurang.

Hal tersebut juga berlaku kepada pelatih dan direktur olahraga klub. Hingga akhir 2020 saja, Peter Lim telah memecat 6 manajer dan 6 sporting director yang berbeda. Parahnya, satu-satunya manajer dan sporting director yang berhasil membawa Valencia meraih juara justru dipecat dengan tidak hormat hanya gara-gara sang pemilik antikritik.

“Jika Anda ingin mencopot pelatih dan direktur olahraga, datangkan pelatih dan direktur olahraga lain untuk membangun sebuah proyek. Tapi tidak, apa yang telah dilakukan Peter Lim adalah mundur selangkah dan kembali ke model awal, ketika mereka tiba.” kata Gaizka Mendieta dikutip dari nytimes.com.

Kritik dan Kemarahan Fans Kepada Peter Lim

Kepemilikan Peter Lim di Valencia memang sebenarnya tidak sehat. Sang pemilik dan keluarganya juga tak punya hubungan yang harmonis dengan para fan. Sudah berkali-kali suporter Valencia mendatangi kantor klub untuk melakukan demonstrasi mengkritik kebijakan Peter Lim. Bahkan, kritikan tajam juga terlontar dari mulut wakil walikota Valencia.

Kontroversi besar terjadi di bulan Juli 2020. Putri sang pemilik, Kim Lim membalas kritikan suporter Valencia melalui instagramnya. Ia menulis, “Beberapa penggemar Valencia memarahi dan mengutuk keluarga saya dan saya. Apakah mereka tidak mengerti? Klub ini milik kami dan kami dapat melakukan apa pun yang kami inginkan dengannya, tidak ada yang bisa mengatakan apa pun.”

Tak ayal, postingan yang segera dihapus itu membuat pendukung Valencia murka. Kebencian mereka terhadap kepemilikan Peter Lim makin menjadi-jadi setelah klub kesayangan mereka menjadi salah satu klub yang kondisi finansialnya begitu terhantam pandemi Covid-19.

Kala itu, Marca melaporkan bahwa Valencia sampai harus memangkas anggaran mereka hingga 40% dan memangkas tagihan gaji mereka dari 166 juta poundsterling menjadi 90 juta poundsterling. Manajemen yang buruk juga membuat Los Che terpkasa menjual pemain bintangnya lagi untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub.

Puncaknya, di awal musim 2020/2021, ribuan pendukung Valencia berkumpul di luar stadion Mestalla. Mereka mengheningkan cipta selama satu menit sambil mengangkat tinggi-tinggi spanduk bertuliskan “Valencia, R.I.P”. Hal itu merupakan akumulasi kemarahan pendukung Valencia yang sudah tak terbendung lagi.

Pasalnya, sebelum demonstrasi tersebut, manajemen Valencia baru saja mengumumkan telah menjual kapten mereka Dani Parejo dan gelandang Francis Coquelin. Masalahnya, kedua pemain andalan tersebut dijual ke Villarreal yang notabene rival mereka di “Derbi de la Comunitat”.

Selain itu, Valencia juga hanya menjual murah bintang muda mereka Ferran Torres ke Manchester City. Di musim tersebut, Valencia juga gagal merekrut pemain baru selama jendela transfer musim panas. Bahkan di awal musim, klub tidak mampu membayar gaji pemain yang tersisa.

Parahnya, meski telah menghasilkan lebih dari 70 juta euro dari penjualan pemain, Valencia tetap terperosok dalam utang. Presiden Anil Murthy mengatakan bahwa klubnya punya beban utang lebih dari 400 juta euro kepada kreditur.

Inilah yang membuat suporter Valencia melakukan protes di luar stadion Mestalla di bulan Agustus 2020. Mereka juga menuntut Peter Lim untuk segera meninggalkan klub. Namun, pihak klub dengan segera menyatakan bahwa Los Che tidak dijual. Ironis! Sebab pada bulan Desember 2020, Valencia diperkirakan mengalami kerugian hingga 323 juta euro. Hal tersebut kemudian berdampak kepada performa tim di lapangan.

Nasib Pilu Valencia di La Liga

Di musim 2020/2021, Valencia yang ditangani 2 pelatih di musim tersebut hanya mampu finish di peringkat 13 klasemen La Liga. Los Che hanya mampu memetik 10 kemenangan dan 13 kali imbang di 38 pertandingan. Sementara di ajang Copa del Rey mereka terhenti di babak 16 besar.

Bagai dejavu, Valencia kembali menghadapi gelombang protes dari fansnya sendiri jelang musim 2021/2022. Pada bulan Mei lalu, ribuan suporter Los Che yang marah dan muak kembali berkumpul untuk memprotes Peter Lim. Mereka tak terima dengan hasil buruk musim lalu, baik dari segi performa di lapangan maupun finansial klub yang bobrok.

Di musim ini, Valencia juga hanya mengeluarkan 11,2 juta euro untuk membeli pemain anyar. Sayangnya, nama-nama yang datang tak lebih dari sekadar penambal skuad. Buktinya, performa Los Che bersama pelatih Jose Bordalas di musim ini tak mengalami peningkatan.

Hingga pekan ke-11, Valencia baru meraih 3 kemenangan dan sudah menelan 4 kekalahan. Menurut analisis OptaJoe, Los Che adalah tim paling tidak efektif di La Liga musim ini. Penguasaan bola mereka jadi yang paling sedikit. Hanya 48,4 menit menit per pertandingan.

Kini, kabar terbaru mengatakan bahwa Valencia jadi tim La Liga dengan salary cap terendah. Batas gaji mereka hanya sebesar 30,9 juta euro, lebih rendah 72,4 juta euro dari musim lalu. Sama seperti Barcelona, situasi tersebut sempat membuat Valencia mesti melepas pemainnya dulu sebelum mengontrak pemain baru.

Pada awal Oktober lalu juga sempat tersiar kabar bahwa ada seorang pebisnis yang coba membeli Valencia dari tangan Peter Lim. Ini bukan kali pertama saham mayoritas Los Che ditawar pihak lain. Namun seperti yang sudah-sudah, pihak klub buru-buru mengeluarkan statement bahwa Valencia tidak dijual!

Melihat nasib Valencia sekarang sangatlah menyedihkan. Los Che dan para pendukung setianya bak terjebak dalam hubungan toxic yang menyakitkan. Mereka sangat sulit lepas dari cengkraman Peter Lim yang mengatur klubnya dengan seenak jidatnya sendiri. Sudah banyak pihak yang menyebut bahwa Peter Lim telah menghancurkan sejarah panjang Valencia sebagai klub besar Spanyol.

“Perasaan di antara para penggemar adalah Peter Lim tidak mengerti di mana dia berada. Dia tidak pernah mengerti seberapa besar Valencia sebelum dia datang, dan sekarang dia merasa telah meninggalkan Valencia untuk mati,” kata Paco Polit, seorang jurnalis Spanyol dikutip dari The New York Times.


***
Sumber Referensi: Valencia CF, Mirror, The New York Times, Football-Espana 1, AS, Football-Espana 2.

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 30 Oktober 2021

MENYUSUL NEWCASTLE, WEST HAM BERPOTENSI DIBELI MILIARDER ASAL 

West Ham United tampaknya akan segera berganti pemilik. Miliarder asal Republik Ceko, Daniel Kretinsky siap merogoh kocek hingga Rp3,7 triliun untuk membeli klub London Timur itu. Kabar akuisisi West Ham ini muncul hanya beberapa pekan setelah konsorsium yang dipimpin Dana Investasi Publik Arab Saudi membeli Newcastle United seharga 305 juta pounds atau mendekati angka Rp 5.9 triliun. Selama ini The Hammers dikuasai duo pengusaha David Sullivan dan David Gold sejak 2010 lalu.

DIPERMALUKAN LIVERPOOL, PEMAIN MU DISEMPROT ROONEY

Wayne Rooney mengeluarkan kritik pedas kepada para pemain Manchester United. Punggawa MU dinilai tidak tampil bagus dalam kekalahan 5-0 melawan Liverpool pada akhir pekan kemarin. Rooney menilai pemain MU dibayar mahal tapi tidak tampil ngotot. Pria yang kini jadi manajer Derby County itu menilai level penampilan Cristiano Ronaldo dkk tak bisa diterima untuk klub sekaliber MU. Menurut Wayne Rooney, kekalahan dari Liverpool bukan cuma tanggung jawab manajer MU Ole Gunnar Solskjaer, melainkan juga semua pemain.

SEBELUM KE CHELSEA, LUKAKU NYARIS GABUNG MAN CITY

Sebuah kisah menarik dituturkan Federico Pastorello. Agen Romelu Lukaku itu mengaku sang bomber sebenarnya nyaris bergabung dengan Manchester City di tahun 2020 kemarin. Menurut Pastorello, City benar-benar serius ingin mendatangkan Lukaku yang kala itu masih berseragam Inter Milan. Namun karena pandemi COVID-19, The Citizens jadi berubah pikiran. “Selama masa pandemi situasinya sangat rumit untuk terbang dan menemui pihak-pihak terkait,”ucap Federico. 

RONALD KOEMAN DIPECAT BARCELONA, BERAPA PESANGONNYA?

Meski dipecat, uang di rekening Koeman bakal bertambah. Pelatih berusia 58 tahun itu akan mendapatkan biaya kompensasi. Dirinya akan mengantongi nyaris Rp 200 miliar, lantaran kontraknya yang berdurasi hingga 2022 telah dihentikan di tengah jalan. Menurut Marca, pesangon yang harus dibayar Barcelona kepada Koeman sekitar 12 juta euro atau sekitar Rp 197,7 miliar. Di tengah kesulitan keuangan yang tengah dihadapi, pembayaran pesangon Koeman jelas mengurangi anggaran Barcelona untuk jendela transfer Januari 2021. 

NASIHAT KOEMAN UNTUK ANSU FATI: JANGAN JADI MESSI DI BARCELONA

Ronald Koeman telah resmi dipecat oleh Barcelona menyusul penampilan buruknya dalam beberapa laga terakhir. Namun sebelum meninggalkan Barcelona, Koeman menitip pesan terakhir kepada pemain muda Barcelona, Ansu Fati, yang kini mengenakan nomor punggung warisan Lionel Messi. Koeman mengatakan bahwa Fati harus besar dengan namanya sendiri. Meski memiliki nomor yang identik dengan Messi saat masih di Barcelona, sang wonderkid disebut tak akan bisa menjadi sosok La Pulga. “Jadilah diri sendiri. Jangan memperhatikan perbandingan dengan Messi,”ucap Koeman.

PEMAIN INTER MILAN HAKAN CALHANOGLU DITUNTUT OLEH MANTAN AGEN

Pemain Inter Milan, Hakan Calhanoglu dituntut ke pengadilan oleh mantan agennya Bektas Demirtas yang meminta kompensasi senilai 3 juta Euro dan sebuah jam tangan. Pemain internasional Turki yang pindah dari AC Milan ke Inter Milan ini dituntut di pengadilan atas perselisihan dengan mantan agennya Demirtas. Kasus ini menurut laporan Football Italia bermula dari selesainya kontrak antara Calhanoglu dengan Demirtas. Setelah sebelas tahun bekerja sama, hubungan keduanya kemudian berakhir. Setelahnya, Demirtas dan Calhanoglu mengalami perselisihan.

ALAMI CEDERA, DE SCIGLIO ABSEN BELA JUVENTUS

Bek Mattia De Sciglio dikabarkan mengalami cedera saat membela Juventus pada pertandingan pekan ke-10 kontra Sassuolo. Pemain berusia 29 tahun tersebut harus ditarik keluar pada menit ke-13 dan digantikan oleh Alex Sandro. De Sciglio mengalami cedera hamstring dan tak akan membela Juventus pada pertandingan pekan ke-11 kontra Hellas Verona akhir pekan ini. Cederanya tak parah dan hanya cedera ringan. Dalam waktu sekitar sepuluh hari dia akan dievaluasi kembali

STEVEN ZHANG KONFIRMASI SUNNING TAK AKAN JUAL INTER MILAN

Presiden Inter Milan, Steven Zhang, mengatakan bahwa Suning berkomitmen untuk menjadi pemilik klub dalam jangka panjang. Dia juga menepis semua rumor yang menyebut bahwa Suning akan menjual Inter. Sebelumnya, keadaan finansial Suning membuat mereka dirumorkan akan menjual Inter tahun ini. Public Investment Fund (PIF) yang baru saja mengakuisisi Newcastle United dikabarkan tertarik untuk membeli Inter Milan. Tapi Zhang mengatakan bahwa berita itu tidak benar.

INTER MILAN PASTIKAN KERUGIAN 245,6 JUTA EURO DI MUSIM 2020/21

Klub Italia Inter Milan umumkan kerugian mereka pada musim 2020/21 sebesar 245,6 juta Euro atau 3,3 Triliun Rupiah. Dampak dari Covid-19 adalah sekitar 110 juta Euro (Rp 1,6 Triliun): sekitar 70 juta Euro (Rp 1,1 Triliun) karena kurangnya pendapatan laga setelah penutupan stadion dan sekitar 40 juta Euro (Rp 66 Miliar) karena pengurangan kontrak sponsor karena Klub tidak dapat memberikan manfaat dan pengurangan mitra dalam bisnis. Lebih lanjut 30 juta Euro (Rp 49 Miliar) adalah karena pemutusan kontrak olahraga.

KYLIAN MBAPPE AMBISI MAIN DI OLIMPIADE PARIS 2024

Bintang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe telah mengutarakan minatnya untuk bermain di Olimpiade 2024 yang menurut rencana bakal digelar di Paris. Mbappe merupakan pemenang Piala Dunia, setelah membantu Prancis keluar sebagai juara di Rusia tiga tahun lalu. Dan ia sekarang menyasar emas Olimpiade, menegaskan bahwa ia tidak bisa melewatkan kesempatan untuk memperkuat negaranya di kompetisi “unik”. “Saat menonton Olimpiade 2012 di London itulah saya menyadari betapa pentingnya kompetisi global itu,” kata Mbappe dikutip Goal.

PSG TAKLUKKAN LILLE, MAKIN KOKOH DI PUNCAK KLASEMEN

Paris Saint Germain sukses mengalahkan Lille dengan skor 2-1 di pekan 12 Ligue 1 Prancis. Bertanding di Parc Des Princes, PSG kebobolan lebih dulu melalui aksi Jonathan David menit 31. Les Parisien baru bisa menyamakan keadaan di menit 71 melalui gol Marquinhos. Winger Angel Di Maria akhirnya memastikan tiga poin bagi PSG melalui golnya di menit 88. Dengan hasil ini PSG semakin kokoh di puncak klasemen dengan nilai 31 poin, sedangkan Lille tertahan di peringkat 11.

LIONEL MESSI CEDERA

Lionel Messi tidak bermain penuh kala PSG menang atas Lille. Eks kapten Barcelona itu hanya bermain 45 menit sebelum digantikan Mauro Icardi pada awal babak kedua. Terkait pergantian Messi, menurut laporan sang mega bintang tidak dalam kondisi fit. Pelatih Pochettino mengungkapkan bahwa Messi mengalami permasalahan di ototnya. Cedera ini didapat Messi usai melawan Marseille pekan kemarin. Ia sempat berlatih terpisah pada hari Kamis, dan dipaksakan tampil saat PSG melawan Lille.

TIMNAS INDONESIA GAGAL LOLOS KE PIALA ASIA U23

Timnas Indonesia harus mengubur mimpinya untuk tampil di ajang Piala Asia U23 tahun depan. Anak asuh Shin Tae Yong kembali kalah dari Australia di babak kualifikasi yang digelar di Republican Central Stadium, Dushanbe, Tajikistan. Pada laga ini, Australia meraih kemenangan berkat gol dari Patrich Wood pada menit ke-9. Indonesia kalah 2-4 secara agregat di tangan Australia, karena di pertemuan pertama Indonesia menyerah 2-3 dari negeri Kanguru.

XAVI SUDAH SIAP LATIH BARCELONA, KATA GUARDIOLA

Manajer Manchester City, Pep Guardiola menyebut mantan anak latihnya, Xavi Hernandez siap untuk menggantikan Ronald Koeman sebagai pelatih baru Barcelona. Pep, yang pernah melatih Barcelona pada periode 2008-2012, menganggap Xavi Hernandez pantas untuk menjadi pelatih baru Barcelona. Tanggapan itu dilontarkan Pep berdasarkan kiprah Xavi yang telah merambah dunia kepelatihan bersama klub Qatar, Al-Sadd FC sejak 2019. Menurutnya, Xavi lebih punya banyak pengalaman ketimbang dirinya.

ROBERTSON ANGGAP SALAH PEMAIN TERBAIK DUNIA SAAT INI

Bek sayap Liverpool, Andrew Robertson menganggap rekan satu timnya, Mohamed Salah merupakan pesepak bola terbaik di dunia saat ini. Sanjungan itu disampaikan Andrew Robertson setelah Mohamed Salah tampil luar biasa untuk Liverpool di awal musim ini. Robertson beranggapan Salah ingin meneruskan performanya selama satu musim penuh seperti apa yang sudah pernah dia lakukan sebelumnya dan diharapkan membuat Liverpool mendapatkan banyak kesempatan mencetak gol dan memenangkan piala.

PELATIH LEGENDARIS MILAN PUJI JURGEN KLOPP

Eks pelatih AC Milan, Arrigo Sacchi memberikan pujian selangit pada skuat Liverpool asuhan Jurgen Klopp. Dalam wawancaranya dengan eks bek The Reds Jamie Carragher, Sacchi mengaku sangat terkesan dengan hasil polesan Klopp. Ia senang melihat Liverpool bermain layaknya sebuah unit. Sacchi juga menyebut Liverpool layaknya sebuah mahakarya dan sebuah orkestra yang sempurna. Sacchi mengatakan hadirnya Klopp membuat sepak bola terus berkembang. Namun bukan cuma Klopp saja. Ia juga mengatakan efek serupa juga dimiliki oleh pelatih City, Pep Guardiola.

KANDIDAT PELATIH BARCELONA BUKAN CUMA XAVI

Xavi Hernandez dikabarkan segera menjadi pelatih anyar Barcelona. Namun Presiden klub Joan Laporta menyebut pria 41 tahun itu bukanlah satu-satunya kandidat. Politisi 59 tahun itu tampak ingin menunggu segala proses pemutusan kontrak Xavi dengan Al Sadd rampung, baru berbicara lebih banyak. “Saya akan merahasiakan siapa saja opsi yang kami miliki dan saya tidak ingin membahayakan proses negosiasi, saya tahu bahwa nama Xavi akan muncul, tetapi ada opsi lain.”Ucapnya.

AL SADD JAWAB RUMOR XAVI KE BARCELONA

Al Sadd menjawab seputar spekulasi pelatih Xavi Hernandez menuju Barcelona. Manajemen klub Qatar itu menegaskan bahwa Xavi bakal terus bersama Al Sadd sampai sisa kontrak. Disampaikan, Xavi memiliki kontrak dua tahun dengan klub dan sepenuhnya fokus pada pertandingan tim yang akan datang. Mereka ingin Xavi fokus bersama klub untuk mempertahankan keunggulan di puncak liga dan mempertahankan gelar Liga Qatar.

INTER MILAN: ERIKSEN TIDAK BISA MAIN LAGI MUSIM INI

Harapan Inter Milan untuk memainkan Eriksen dipastikan pupus. Sebab Federasi Sepakbola Italia (FIGC) melalui salah satu anggotanya, Francesco Braconaro, melarang Eriksen untuk bermain jika masih dipasang alat pacu jantung. Maka dari itu Inter pun mengisyaratkan akan melepas Eriksen di bursa transfer Januari, agar dia bisa bermain seperti sedia kala. Melalui pernyataan resminya, Inter menyebut karir Eriksen bersama tim musim ini telah berakhir. Untuk saat ini, kemungkinan besar Eriksen baru bisa bermain di Liga Belanda yang mengizinkan pemakaian alat pacu jantung atau sejenisnya.

DIKAITKAN DENGAN BARCELONA, ARTETA TEGASKAN BAHAGIA DI ARSENAL

Selain Xavi Hernandez, Roberto Martinez, dan Marcelo Gallardo, Mikel Arteta masuk di antara nama yang disebut berpotensi gantikan Ronald Koeman yang dipecat Barcelona baru-baru ini. Namun manajer Arsenal itu menepis isu yang mengaitkannya dengan kursi kosong pelatih mantan klubnya, Barcelona. Mikel Arteta menegaskan bahwa dirinya merasa bahagia berada di Arsenal di tengah rumor yang mengaitkannya dengan klub Catalan tersebut.

NEDVED PERANG DINGIN DENGAN JAJARAN PETINGGI JUVENTUS

Pavel Nedved melontarkan kekecewaan setelah Juventus ditekuk Sassuolo 1-2 di Allianz Stadium, Selasa (27/10). Nedved menumpahkan kekecewaan kepada petinggi klub dan juga pemegang saham Bianconeri. Alhasil, akibat ulah terbarunya itu, yakni meneriaki Agnelli dan mengkritisi sejumlah tokoh pemegang saham, Nedved pun dilaporkan dipanggil petinggi klub. Nedved sendiri mengakui, tingkahnya memang tidak patut untuk dicontoh. Akan tetapi hal tersebut merupakan sebuah reaksi spontan ketika tim kesayangannya mengalami kekalahan menyakitkan.

DUSAN VLAHOVIC DIDEKATI AGEN JUVENTUS DAN MANCHESTER CITY

Juventus dan Manchester City kini tengah membuka pembicaraan dengan agen striker handal Fiorentina, Dusan Vlahovic.  Apalagi menjelang kemungkinan kepindahan sang pemain pada Januari 2022. Striker berusia 21 tahun tersebut diberitakan tidak akan memperpanjang kontraknya dengan Fiorentina, yang akan berakhir pada Juni 2023. Baik Juventus dan City berharap untuk menyelesaikan kesepakatan pada Januari. Mereka ingin merekrut penyerang muda yang sedang naik daun tersebut.

BENZEMA ABSEN BELA REAL MADRID KONTRA ELCHE, KENAPA?

Real Madrid telah mengumumkan skuad yang mereka bawa untuk lawatan ke markas Elche, Sabtu (30/10). Namun penyerang Karim Benzema tak ada dalam daftar. Benzema merasakan sakit luar biasa pada punggung kakinya usai mendapat tekel pada laga melawan Sheriff Tiraspol di Liga Champions beberapa waktu lalu. Setelah itu, Benzema masih memaksakan bermain melawan Barcelona dan Osasuna. Namun, kini Madrid memutuskan untuk memberi sang bomber waktu istirahat. 

LEICESTER CITY VS ARSENAL, MARTIN ODEGAARD COMEBACK

Sebuah kabar baik datang bagi Arsenal jelang pertandingan melawan Leicester City. Pemain mereka, Martin Odegaard dikabarkan bisa comeback di laga nanti. Odegaard beberapa hari terakhir absen dari skuat Arsenal. Ia dikonfirmasi mengalami cedera saat Arsenal berhadapan dengan Leeds United. Menurut laporan, Odegaard sudah terlihat berlatih penuh bersama skuad Arsenal pada Kamis kemarin. Namun Arsenal dilaporkan tidak mau terburu-buru memainkan Odegaard. Mereka menilai sang gelandang masih belum fit sepenuhnya. Sehingga mereka ogah ambil resiko.

CONTE TERGODA LATIH MU KARENA 9 PEMAIN INI

Antonio Conte dikabarkan siap menggantikan Ole Gunnar Solskjaer melatih Manchester United. Dia disebut tertarik karena sejumlah pemain bintang yang ada saat ini. Kesembilan pemain tersebut ialah Cristiano Ronaldo, Paul Pogba, Raphael Varane, Alex Telles, Bruno Fernandes, Anthony Martial, Jadon Sancho, Mason Greenwood, dan Marcus Rashford. Para pemain itu disebut membuat Conte yakin untuk melatih lagi. Conte saat ini memang sedang menganggur. Terakhir dia melatih Inter Milan yang dibawanya menjuarai Liga Italia musim 2020/21.

Rahasia di Balik Pelengseran Ronald Koeman Oleh Barcelona

Para penggemar FC Barcelona di seluruh dunia akhirnya bisa bernapas lega, setelah pelatih yang memang mereka inginkan hengkang, Ronald Koeman, kini be nar-benar tinggalkan kenangan.

Ronald Koeman resmi dipecat sebagai juru taktik FC Barcelona tepat setelah klub menelan kekalahan atas klub yang baru promosi ke La Liga Rayo Vallecano dengan skor tipis satu nol beberapa waktu lalu. Selama menjabat sebagai entrenador Barcelona, pencapaian terbaik Koeman adalah ketika dia berhasil membawa Martin Braithwaite cs merengkuh trofi Copa del Rey edisi 2020/21.

Memimpin Barca dalam total 67 pertandingan, Koeman berhasil catatkan 40 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 16 kali kalah. Sebanyak 141 gol sukses disarangkan ke gawang lawan, sementara gawang Barcelona terbobol sebanyak 77 kali di bawah asuhannya.

Kronologi Pemecatan Koeman

Pascalaga melawan Rayo, Koeman menjalani masa-masa terakhir sebagai pelatih Barcelona. Dia sempat menjumpai pers dan mengatakan sesuatu yang sejatinya tidak mencurigakan, meski memang sang pelatih mengakui bila Barca tengah mengalami masa sulit.

“Posisi Barcelona mengatakan bahwa kami tidak baik-baik saja,”

Diceritakan, Koeman harus menerima kenyataan bahwa dia tidak lagi menjadi pelatih Barca, dalam sebuah perjalanan udara dari Madrid menuju Barcelona. Dalam rombongan yang menyertakan Presiden Joan Laporta beserta staf lainnya, dibuka sebuah diskusi singkat untuk menentukan nasib Ronald Koeman.

Klub mengaku sudah habis kesabaran dan tidak bisa lagi memberi kesempatan kepada Koeman. Kabar ini pun sudah mampir ke telinga Koeman tepat sebelum pesawat mendarat di bandara el Prat Barcelona.

Dengan itu dia menyadari bila pada sesi latihan Barcelona berikutnya, tidak akan ada instruksi lagi yang diberikan, melainkan sebuah salam perpisahan formal kepada seluruh komponen yang ada di Blaugrana, utamanya para penggawa.

“Barcelona telah membebaskan Ronald Koeman dari tugasnya sebagai pelatih. Presiden Joan Laporta telah memberitahu nya usai kekalahan atas Rayo Vallecano. Barcelona mengucapkan banyak terima kasih dan mendoakan yang terbaik kepada karir profesionalnya,” tulis Barcelona.

Dari pemecatan yang tampak ditunggu banyak penggemar Barcelona ini, klub sesungguhnya sudah menyiapkan keputusan itu sejak lama. Namun ada beberapa hal yang perlu dipahami, sehingga membuat mereka mengurungkan niatnya untuk segera melengserkan Koeman.

Kisah di Balik Pemecatan Koeman

Berdasarkan laporan Julio Pulido di el Larguero, ketidakpercayaan klub terhadap sosok Koeman sudah muncul sejak Maret lalu, tepat ketika Joan Laporta ditunjuk sebagai Presiden klub. Saat itu, Laporta sempat mengungkapkan bila Koeman bukanlah pelatih pilihannya.

Ketika kemudian banyak yang mempertanyakan mengapa sang pelatih tidak segera dibebastugaskan, klub memiliki dua alasan kuat untuk menjawabnya.

Pertama, ketika itu belum ada sosok ideal yang dinilai tepat untuk mengisi kursi kepelatihan FC Barcelona. Laporta tidak ingin segera memecat Koeman karena memang dia sendiri belum bisa menemukan pengganti ideal sang pelatih asal Belanda.

Menurutnya, memilih seorang pelatih ideal sangat membutuhkan waktu. Tidak bisa secara tiba-tiba, karena hal tersebut akan berpengaruh pada reputasinya sebagai presiden klub ketika pelatih yang ditunjuknya gagal berikan holy grail bagi FC Barcelona.

Ketika bicara soal nama Xavi Hernandez, Laporta menjelaskan bahwa dirinya memang tidak melakukan pendekatan sama sekali kepada eks pemain Barca tersebut saat itu, karena sekali lagi, dia tidak mau terburu-buru. Lagipula, Laporta juga ‘merasa’ Xavi belum memiliki kualitas jempolan untuk tangani Barca.

Dia masih ragu, dimana hal ini lantas membuat posisi Koeman masih terus dipertahankan.

Alasan berikutnya mengapa Barca tidak segera memecat Koeman adalah karena masalah kompensasi. Barcelona masih mengalami krisis keuangan, yang mana apabila saat itu mereka nekat untuk memecat Koeman, maka setidaknya ada dana senilai 13 juta euro atau setara 214 miliar rupiah yang harus dikeluarkan sebagai kompensasi.

Sebetulnya, ketika Barca menelan kekalahan telak 0-3 dari Benfica, Laporta sudah berniat memecat Koeman, namun masalah pengganti yang belum juga didapat disebut sebagai penghalangnya. Hal itu pula yang kemudian membuatnya kembali memberi kesempatan kepada Koeman dalam tiga pertandingan ke depan.

Tiga laga yang mempertemukan Barcelona dengan Atletico, Valencia, dan Dynamo Kiev, sukses membuat Koeman kantongi dua kemenangan, dan lagi-lagi membuat Laporta memperpanjang masa baktinya di kursi kepelatihan Barca.

Puncaknya, Barcelona menelan kekalahan di laga el Clasico melawan Real Madrid dan tumbang atas tim promosi Rayo Vallecano.

Dari situ, tak butuh waktu lama bagi Laporta untuk menghentikan perjalanan Koeman sebagai pelatih FC Barcelona.

Dosa Ronald Koeman di FC Barcelona

Apa yang telah dilakukan manajemen dengan memecat Koeman memang menjadi langkah yang sangat tepat. Koeman banyak melakukan kesalahan dan benar-benar gagal kembalikan kejayaan el Barca. Yang ada, dia malah membuat performa tim kian parah.

Koeman pernah mengatakan bila para pemain Barcelona saat ini tidak ada yang cocok dengan skema tiki-taka di masa lalu. Dia kerap mengganti sistem 4-3-3 menjadi 4-2-3-1, dimana umpan pendek mulai ditinggalkan.

Lalu, Koeman kerap memelihara masalah di ruang ganti, seperti pernah cekcok Riqui Puig dengan memilih untuk jarang memainkan sang pemain. Sebelumnya, Koeman juga melakukan blunder yang secara mengejutkan melepas Luis Suarez yang dianggapnya sudah terlalu tua untuk diandalkan.

Membiarkan kepergian Lionel Messi dan Antoine Griezmann tanpa pengganti juga menjadi hal yang patut disalahkan dari sosok Koeman.

Kondisi itu lalu kian diperparah dengan pembelian pemain yang buruk. Sergino Dest, Memphis Depay, sampai Luuk de Jong, merupakan pemain yang didatangkan atas rekomendasi Koeman yang seperti ingin membuat kesebelasan rasa Belanda. Namun apa yang mampu mereka berikan? Pemain tersebut belum juga membuktikan kapasitasnya untuk tampil di klub sebesar FC Barcelona.

Kemudian, dosa Ronald Koeman yang tak kalah membekas adalah, dia gagal memenangkan satu pun pertandingan el clasico sejak tangani Gerard Pique dan kolega. Selain el Clasico, Barca juga kerap tak berdaya ketika meladeni perlawanan tim besar lainnya.

Barca gagal meraih kemenangan dari Atletico pada musim lalu hingga membuat klub tersebut meraih gelar juara. Di kompetisi Eropa, meski sempat menang sekali atas Juventus pada musim lalu, Barca menelan kekalahan atas Paris Saint Germain, FC Bayern, dan Benfica, pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Calon Pengganti Koeman

Kini jelas sudah, mencari pengganti Koeman adalah tugas Laporta berikutnya. Meski berat, dia tampak mulai menaruh kepercayaan kepada Xavi Hernandez yang banyak disebut sebagai sosok paling ideal untuk mengembalikan kejayaan FC Barcelona.

Bahkan muncul kabar bila Xavi sudah sepakat untuk melatih FC Barcelona. Laporan juga menyebut bila Xavi tinggal mengurus penghentian kontraknya di Al Sadd. Bila setuju datangkan Xavi, Barcelona harus membayar dana sebesar 1 juta euro sebagai kompensasi.

Xavi sendiri sudah mempersiapkan sejumlah hal, selain kata sepakat yang disampaikannya untuk melatih FC Barcelona. Dia kabarnya bakal membawa serta dua saudaranya yang selama ini jadi asistennya di Al Sadd, yaitu Oscar Hernandez dan Sergio Alegre.

Kemudian nama Ivan Torres yang jadi pelatih fisik juga kabarnya bakal masuk ke dalam rombongan.

Bila Xavi dinilai kurang pas, maka masih ada sejumlah nama yang siap mengisi kekosongan pelatih FC Barcelona. Diantaranya, Marcelo Gallardo yang kini masih melatih River Plate namun telah menyuarakan rencananya untuk menerima tantangan melatih di Eropa.

Gallardo baru saja memenangkan gelar Liga Argentina dan memiliki gaya permainan menyerang yang memanfaatkan penguasaan bola. Gaya melatih Gallardo bahkan sempat diakui kehebatannya oleh legenda Barca, Pep Guardiola.

“Apa yang telah dilakukan Gallardo di River sangat luar biasa.”

Berikutnya ada nama Sergi Bajuan yang kita tahu merupakan pelatih Barcelona B dan kini jadi pelatih interim pasca kepergian Koeman. Meski peluangnya untuk menjadi pelatih tim utama terbilang kecil, Sergi Bajuan memiliki pengetahuan mendalam tentang klub dan bisa berpotensi jadi Pep Guardiola jilid dua yang ketika itu juga diberi kesempatan naik kelas dari tim muda.

Nama lain yang santer dilaporkan jadi kandidat pelatih Barcelona adalah Andrea Pirlo, Roberto Martinez, sampai Erik Ten Hag.

Namun bila boleh jujur, penunjukkan Xavi Hernandez mungkin akan menjadi yang paling tepat, mengingat dia punya beberapa kelebihan. Diantaranya hadir sebagai legenda Barcelona. Namanya besar di Barcelona hingga membuatnya memiliki DNA klub Catalan. Tentang pengalaman dan pengetahuan nya di klub, Xavi sangat layak kembali sebagai pelatih yang siap kembalikan kejayaan Blaugrana.

Mari lihat video tiki taka Xavi di Al Sadd yang satu ini, sangat Barcelona sekali!


Berikutnya, Xavi sudah membuktikan diri sebagai pelatih hebat dengan sederet gelar yang didapat di Al Sadd. Gaya permainan tiki-taka yang begitu melekat dengannya sukses membawa gelar Qatar Stars League, Qatar Cup, Qatar Super Cup, Emir of Qatar Cup, dan Qatari Stars Cup.

Selain gelar yang didapat, perjalanan yang diperlihatkan Xavi juga tak main-main. Dia mampu membawa klub melakoni sebanyak 34 laga tanpa kekalahan. Dalam total 93 pertandingan yang dijalani, Xavi berhasil memenangkan 63 diantaranya. 14 pertandingan lainnya berakhir imbang dan 16 sisanya tumbang.

Di musim ini, Xavi juga masih mampu membawa timnya duduk di tangga teratas dengan raihan 21 poin, hasil dari tujuh kemenangan dari tujuh laga yang dilakoni.

Jadi bagaimana Barca, kapan akan segera umumkan Xavi sebagai pelatih anyar?

Sumber referensi: The Flanker, Bolasport, Planet Football, Bolasport 2, Marca

Tak Lagi Dibutuhkan, Raheem Sterling Cari Pintu Keluar

Beranjak dari kekalahan telak yang baru saja diterima tim tetangga, Manchester City yang meski kini masih duduki peringkat tiga besar memiliki sedikit masalah pada satu pemain yang mereka dulu andalkan. Raheem Sterling, di tengah keringnya kesempatan yang diberikan tiba-tiba mengatakan bila dia ingin hengkang. 

Dia tak main-main dengan ucapan itu dan mengaku telah mempertimbangkan banyak hal. Melihat salah satu pemain andalan City dalam beberapa tahun terakhir yang berpotensi hengkang mungkin akan menjadi sesuatu hal yang menyedihkan. Apalagi, Pep selaku pelatih mengakui bila tanpa Sterling dalam beberapa tahun belakangan, City mungkin tidak akan meraih banyak kesuksesan.

Era Kejayaan Raheem Sterling di Manchester City

Ucapan Pep Guardiola memang bukan bualan belaka. Dia sedang tidak merayu Sterling. Dia juga sedang tidak memiliki maksud lain, selain memuji bakat sang pemain yang banyak memberikan momen mengesankan bagi Manchester City. 

Memulai debut di kompetisi Liga Primer Inggris pada usia 17 tahun, Raheem Sterling telah membuktikan bahwa dia layak disebut salah satu yang terhebat. 

“Ada sesuatu yang istimewa darinya (Sterling) ketika dia masih muda.” ucap Brendan Rodgers (via Sky Sport)

Bila kalian berpikir bahwa Rodgers yang ketika itu masih menjabat sebagai pelatih Liverpool berbicara tentang bakat sang pemain, maka itu salah besar. Pasalnya, Rodgers tengah memuji ambisi besar yang tertanam dalam diri Sterling. Sterling bersedia melakukan banyak hal demi bisa memenuhi ambisinya.

 

Satu kalimat dari Rodgers yang mengatakan bahwa Sterling adalah pemain muda yang selalu berusaha kuat untuk bisa menjadi pemain terbaik di dunia, telah membuktikan bahwa memang, bakatnya bukan sekadar mengolah bola di atas lapangan. 

Tiga tahun bermain di tim utama Liverpool, ambisinya yang ingin memenangkan gelar Liga Primer terus menggebu coba dimanfaatkan oleh Manchester City, yang kita tahu tengah membangun skuad yang bermaterikan pemain bintang nan berbakat. Melalui dana sebesar 50 juta pounds atau setara 976 miliar rupiah, The Citizens akhirnya sukses memperkenalkan Sterling sebagai bintang baru mereka.

Meski mendapat banyak sekali caci dari para penggemar Liverpool, Sterling terus melangkah pergi, Ambisinya masih lebih berharga ketimbang ucapan tak berguna dari orang-orang yang merasa disakiti hatinya. Sterling, yang dalam hal ini memang telah menjadi bintang, tak kesulitan untuk melaju ke tim yang diandalkan. 

Di musim perdananya, statistik yang ditunjukkan terbilang luar biasa. Dia sudah mampu tampil dalam 31 laga liga dan mencetak enam gol. Di semua kompetisi? Catatan pertandingan nya mencapai 47 laga dengan torehan 11 gol jadi penghiasnya. 

Pengalaman yang didapatkannya di Liverpool benar-benar membuat Sterling jadi pemain yang lebih matang ketika tampil untuk armada Citizens. Musim berikutnya, atau tepat pada 2016/17, ketika Pep Guardiola masuk, Sterling masih belum juga kehilangan tajinya. Di liga, torehan golnya naik satu biji ketimbang musim sebelumnya. 

Berlanjut ke musim berikutnya, statistik yang ditunjukkan jauh lebih gila. Sterling berhasil mencetak 18 gol di liga dan catatkan 23 gol secara keseluruhan. Sky Sport mencatat bahwa finishing yang ditunjukkan meningkat dengan sangat tajam. Nilai Expected Goal pada musim 2017/18 adalah sebanyak 1,5, dimana rasio gol per pertandingannya mencapai 0,6. 

Selain kualitas finishing yang dinilai meningkat, ada faktor lain berupa pergerakan sang pemain di dalam kotak penalti lawan. Pada musim 2017/18, Sterling yang dominan menguasai sisi kanan juga tak jarang beroperasi di sisi kiri, hingga ke pertahanan tengah tim lawan. Hasilnya, dia berhasil catatkan rata-rata sebanyak 9,2 sentuhan di kotak penalti lawan tiap pertandingan, dimana itu menjadi yang tertinggi dari pemain lain di kompetisi Liga Primer Inggris. 

Kemudian pada musim 2018/19, pergerakan Sterling di kotak penalti lawan bahkan mencapai rata-rata 9,7 sentuhan per pertandingan, dimana itu mampu membuatnya mencetak sebanyak 17 gol di liga. Dari kontribusinya itu, Sterling berhasil persembahkan gelar Liga Primer Inggris kedua buat Manchester City. 

Melaju ke musim berikutnya, Sterling menjadi pemain yang sangat diandalkan oleh Pep Guardiola. Kecepatan dan kelincahan mampu membuat Sterling melakukan rata-rata sebanyak 12,4 sentuhan tiap pertandingan. Hal itulah yang kemudian membuatnya berhasil mencetak 20 gol di liga dan 31 gol di semua kompetisi. 

Dari musim 2018/19 sampai setidaknya awal musim 2020/21, Sterling menjadi pemain yang berhasil ciptakan peluang terbanyak dari permainan terbuka di kompetisi Liga Primer Inggris. Catatannya mencapai angka 88, unggul dari Bernardo Silva yang menciptakan sebanyak 82 peluang, dan Eden Hazard dengan 80 peluang.

Pada musim tersebut, gelar liga memang berhasil didapat, akan tetapi, dari musim tersebut, performa Sterling justru dianggap menurun. Sterling kerap dibangkucadangkan hingga membuat sejumlah pihak mulai arahkan perhatian. 

Di musim tersebut, Pep Guardiola mengatakan kalau pergerakannya di sisi sayap mulai diragukan. Bahkan, pelatih asal Spanyol itu tak sungkan untuk menyebut bila kualitas sang pemain menurun dan masih kalah dengan dua bintang lainnya, yakni Phil Foden dan Riyad Mahrez. 

“Dia tidak sering bermain pada musim ini karena Riyad dan Foden bermain lebih baik. Mereka berdua sedang berada dalam performa terbaiknya. Itu.”

“Dia harus menunjukkan kualitasnya bila ingin mendapat kesempatan bermain.” ucap Pep Guardiola, pada April 2021.

Masih Terus Dicadangkan Hingga Kabar Ingin Keluar

Tampak masih sama dengan alasan pada musim sebelumnya, tidak hadirnya Sterling dalam sejumlah laga Manchester City pada musim ini juga dianggap Guardiola sebagai hal yang murni dari kurangnya keterampilan sang pemain.

“Aku tidak bisa memberikan jaminan kepada setiap pemain, berapa banyak menit yang akan mereka dapat. Aku hanya ingin mereka membuktikannya di atas lapangan dalam setiap pertandingan,” ucap Guardiola. 

Musim ini, kinerja Sterling memang harus lebih ditingkatkan karena dia kudu bersaing dengan banyak pemain berkualitas seperti Phil Foden, Gabriel Jesus, Riyad Mahrez, Ferran Torres, sampai manusia 100 juta euro Jack Grealish. 

Namun meski terus mencoba untuk mengembalikan performa terbaiknya, Sterling masih tampak kesulitan untuk mendapatkan kembali tempat utamanya. Pasalnya dari total 8 pertandingan yang dijalani, Sterling hanya tampil sebagai starter dalam tiga pertandingan saja, sementara dalam lima pertandingan lainnya, dia hanya memulai dari bangku cadangan. 

Hal ini pun menjadi kekhawatiran tersendiri baginya. Di tengah banyaknya pemain yang mulai bermunculan, Sterling merasa harus tetap mendapat kesempatan, mengingat turnamen Piala Dunia 2022 akan segera dimulai. Dia tidak ingin kesempatannya tampil di ajang tersebut hilang begitu saja. 

Maka, bila Guardiola tidak bisa memberi jaminan baginya untuk tampil di atas lapangan, keluar adalah solusi yang disebut paling ideal. Saat ini, Sterling bahkan mengaku siap bila harus berkarir di luar Negeri Ratu Elizabeth. 

“Jika ada kesempatan bermain di luar negeri, maka aku akan bersedia,”

“Aku hanya ingin bermain secara teratur dan terus mencetak gol, di kompetisi luar negeri sekalipun. Karena itu memang sudah menjadi mimpiku sejak kecil,” ucap Sterling.

Melihat situasi saat ini, beberapa tim sudah menunjukkan ketertarikannya kepada sang pemain. FC Barcelona dan Real Madrid, dua raksasa Spanyol itu berpotensi mengontrak Sterling pada bursa transfer mendatang. Namun dalam hal ini, Real Madrid dianggap sebagai tim yang kemungkinan mampu membajak sang pemain mengingat harga yang ditawarkan mencapai 80 juta euro atau setara 1,3 triliun rupiah. 

Selain itu, nama Paris Saint Germain juga tidak boleh dikesampingkan. Bila el Real jadi membajak Kylian Mbappe, maka Sterling tidak akan direkrut dan otomatis Paris Saint Germain bisa memanfaatkan hal tersebut, dengan menggunakan nama Sterling sebagai pengganti Mbappe.

Melihat kiprahnya yang sejauh ini patut dipuji, menarik dinantikan kemana kaki Sterling akan melangkah pergi.

Sumber referensi: marca, bola bisnismarca 2, marca 3, Sky Sport

Kekalahan Terburuk dan Paling Memalukan yang Pernah Diderita Ronaldo

Di final Piala Eropa 2016 melawan Prancis, Cristiano Ronaldo sibuk memberikan instruksi sekaligus menyemangati rekan-rekannya meskipun dalam keadaan kaki yang terpincang-pincang.

Kemudian di babak penyisihan grup Liga Champions Eropa melawan Young Boys, Ronaldo yang digantikan oleh Jesse Lingard tampak ikut berdiri memberi instruksi di samping pelatih Ole Gunnar Solskjaer ketimbang duduk manis di bangku cadangan. Ronaldo berteriak dan memberikan instruksi dari area teknis pelatih

Baru kemarin Ronaldo dengan penuh trengginas menendang bola yang ada di perut Curtis Jones. Dibantai Liverpool di kandang, CR7 Frustasi dan seakan ingin mengajak ribut semua pemain Liverpool.

Begitulah Ronaldo, ia sangat ambisius apapun lawannya apapun keadaannya ingin selalu menang!

Namun tentunya, kemenangan tidak selalu menjadi hal yang terus mengiringi pertandingan yang dimainkan sang bintang. Ada momen dimana kekalahan juga harus ia relakan.

Pada kesempatan kali ini, Starting Eleven akan menyajikan deretan kekalahan terburuk dan paling memalukan yang pernah diderita Ronaldo. Penasaran seperti apa momen nya? Simak ulasannya berikut ini.

Atletico Madrid 4-0 Real Madrid (La Liga, Februari 2015)

Derby Madrid tepat pada Februari 2015, Ronaldo yang masuk kedalam skuad el Real kalah dengan skor telak 0-4.

Di babak pertama, Madrid gagal menunjukkan respon sempurna harus rela tertinggal dua gol.. Vicente Calderon langsung bergelora ketika skuad asuhan Diego Simeone sudah berhasil menciptakan dua gol melalui aksi Tiago Mendes dan Saul Niguez.

Memasuki babak kedua, lini depan el Real yang diisi trio Bale, Benzema, dan Ronaldo gagal menembus pertahanan Los Rojiblancos. Bukannya memperkecil kedudukan, gawang el Real malah kembali terkoyak lewat aksi Antoine Griezmann pada menit ke 67.

Belum puas dengan skor 3-0, Atletico mampu menutup laga dengan skor yang sangat telak 4-0 usai Mario Mandzukic turut catatkan namanya di papan skor, setelah memanfaatkan umpan yang diberikan Fernando Torres yang masuk menggantikan Griezmann.

Di laga itu, meski Real Madrid mampu membuat 55% penguasaan bola, tercatat hanya ada empat tembakan dengan satu mengarah ke gawang saja yang dilancarkan. Berbeda dengan Atletico, mereka berhasil ciptakan 17 tembakan dimana 8 diantaranya mengarah ke gawang.

Jerman 4-0 Portugal (Piala Dunia, Juni 2014)

Bermain di Arena Fonte Nova, Brasil, laga yang berlangsung di Grup G itu sudah dimeriahkan dengan gol cepat yang dicetak Thomas Mueller pada menit ke 10. Belum cukup sampai disitu, Mats Hummels kemudian sukses gandakan kedudukan Der Panzer pada menit ke 32, untuk kemudian diikuti oleh gol kedua Thomas Mueller pada menit ke 45+1.

Jerman yang mendominasi babak pertama ketika itu dipermudah dengan kartu merah yang diterima Pepe pada menit ke 37.

Di babak kedua, Ronaldo yang ditempatkan sebagai ujung tombak tak mampu berbuat apa-apa. Meski Portugal mampu melepas sebanyak 13 tembakan, tak ada satupun yang berbuah angka. Malah, Jerman kian perkasa dengan gol ketiga yang dicetak Mueller pada menit ke 78.

Dengan kekalahan itu, meski pada akhirnya berhasil memetik satu kemenangan di pertandingan selanjutnya, Portugal tak mampu lolos ke babak penyisihan.

Brasil 6-2 Portugal (Laga Persahabatan, November 2008)

Flashback ke tahun 2008 ketika Ronaldo masih muda tergabung ke dalam skuad Portugal melawan Brasil dalam laga persahabatan.

Danny yang berhasil membuat Portugal unggul pada menit kelima buru-buru dibalas oleh Luis Fabiano pada menit ke 9. Lalu pada menit ke 25, Fabiano sukses membuat Brasil berbalik unggul. Di babak kedua, Maicon dan Luis Fabiano membuat Brasil unggul dengan skor 4-1 sebelum Simao memperkecil kedudukan pada menit ke 62.

Namun tiga menit berselang, Elano kembali membuat Brasil menjauh sebelum Adriano menutup pesta gol Brasil pada menit ke 89.

Hattrick Luis Fabiano sukses membantu Brasil berpesta. Sementara itu, Ricardo Kaka yang tampil sebagai gelandang serang sukses memberikan pelajaran istimewa bagi Ronaldo yang di tahun tersebut berhasil merebut penghargaan Ballon D’or. Meski tidak mencetak gol, Kaka tampil brilian dengan jadi motor serangan tim Samba.

Manchester United 0-5 Liverpool (Liga Primer Inggris, Oktober 2021)

Baru saja terjadi, Manchester United dipermalukan oleh Liverpool dengan skor 0-5 dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Inggris. Hasil ini jelas menjadi sejarah, apalagi di sana terdapat nama Ronaldo yang dipulangkan untuk mengembalikan kejayaan Setan Merah.

Liverpool langsung tancap gas sejak menit awal. Naby Keita yang menerima bola dan berdiri bebas sukses menceploskan bola ke dalam gawang David de Gea. Belum juga laga berjalan seperempat jam, Liverpool sudah mampu menggandakan keunggulan. Kali ini ada Diogo Jota yang catatkan namanya di papan skor.

Sebelum menutup babak pertama, Mo Salah yang jadi bintang sukses ciptakan dua gol untuk membuat skor menjadi 4-0 buat keunggulan Liverpool.

Pada babak kedua, bukannya memperkecil keunggulan, Ronaldo dan Bruno Fernandes yang ditempatkan di lini serang malah gagal temui sasaran. Parahnya, gawang De Gea kembali kebobolan dimana Mo Salah lagi-lagi keluar sebagai bintang.

Dengan kekalahan tersebut, Manchester United terus menjadi bulan-bulanan di sosial media, tak terkecuali Ronaldo yang dianggap kalah telak atas Mo Salah yang sekaligus menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mencetak hattrick di Stadion Old Trafford dalam sejarah kompetisi Premier League.

FC Barcelona 5-0 Real Madrid (La Liga, November 2010)

Pertandingan el clasico biasanya menyajikan momen keras nan ketat dalam setiap edisinya. Akan tetapi, kembali ke tahun 2010, kita disuguhkan dengan sebuah laga klasik yang membuat el Real tampak diajarkan bagaimana cara bermain bola oleh FC Barcelona.

Cristiano Ronaldo yang berada di dalam skuad Los Blancos ketika itu pun tampak lesu dan tidak percaya dengan apa yang baru saja menimpa kesebelasan yang dibelanya. Real Madrid asuhan Jose Mourinho dihajar dengan skor telak 5-0 di Camp Nou. Padahal ketika itu el Real datang dengan rekor 7 kemenangan beruntun di La Liga.

Barcelona hanya butuh waktu sepuluh menit ketika Xavi Hernandez mampu membuka keunggulan. Delapan menit berselang, Pedro berhasil menambah keunggulan Barcelona sebelum menutup babak pertama dengan skor 2-0.

Di babak kedua, David Villa mengubah keunggulan menjadi 4-0 setelah pada menit ke 55 dan 57 dia berhasil catatkan namanya di papan skor.

Akhir kata, Jeffren mampu memberi pukulan telak kepada kubu el Real, setelah dia mencetak gol kelima Barca pada menit ke 91 usai memaksimalkan umpan Bojan Krkic.

Usai pertandingan, Mourinho tidak mengelak dengan mengatakan bahwa Madrid memang bermain buruk. Dia sadar bahwa kekalahan tersebut tidak akan pernah dilupakan oleh penggemar sepakbola manapun.