Beranda blog Halaman 641

Menerka Laju Ajax di Liga Champions 2021/22, Mampukah Juara?

Ajax Amsterdam tampil trengginas di Liga Champions musim ini. Menurut catatan Opta, Ajax jadi tim Belanda pertama dalam sejarah yang sukses menyapu bersih 4 pertandingan pertama Liga Champions.

Terbaru, juara bertahan Eredivisie itu berhasil mempecundangi tuan rumah Borussia Dortmund dengan skor 3-1. Ini bukan kali pertama Ajax membantai Dortmund. Di pekan sebelumnya, Dusan Tadic dkk. memaksa Dortmund pulang dengan kekalahan 4-0 di Johan Cruyff Arena.

Sebelumnya, de Godenzonen juga meraih kemenangan besar atas Sporting Lisbon dan Besiktas di pekan pertama dan kedua. Pasukan Erik ten Hag membantai Sporting dengan skor 5-1 dan mengalahkan perlawanan Besiktas dengan skor 2-0.

Sapu Bersih 4 Kemenangan, Ajax Lolos ke Babak 16 Besar

Ajax Amsterdam memang tengah tampil begitu impresif musim ini, baik di kompetisi domestik maupun Liga Champions. Hingga pekan ke-11, de Godenzonen telah meraih 8 kemenangan dan baru kalah sekali. Lini depan mereka begitu tajam dengan torehan 37 gol, sementara lini pertahanan mereka begitu solid dan kokoh. Gawang Ajax yang kini dikawal Remko Pasveer baru kebobolan 2 gol dalam 11 laga Eredivisie.

Di ajang Liga Champions, Ajax juga begitu produktif. Mereka tercatat telah mencetak 14 gol dan baru kebobolan 2 gol dalam 4 pertandingan. Menyapu bersih 4 laga awal membuat Ajax tak perlu merampungkan semua pertandingan di babak grup untuk memastikan tempat di babak gugur. 12 poin yang mereka kumpulkan sudah lebih dari cukup untuk mengantar Ajax lolos ke babak 16 besar Liga Champions musim 2021/2022.

Capaian tersebut jadi sinyal positif bagi Ajax sekaligus sinyal bahaya bagi calon lawan mereka di babak gugur. Ini adalah kali pertama Ajax lolos kembali ke babak 16 besar setelah terakhir kali meraih hasil yang sama di musim 2018/2019. Di musim tersebut, de Godenzonen tampil mengejutkan sebagai tim kuda hitam.

Dihuni deretan pemuda bertalenta semacam Frenkie de Jong, Hakim Ziyech, Donny van de Beek, dan dikapteni Matthijs de Ligt, Erik ten Hag berhasil membawa Ajax tampil begitu menawan dan secara luar biasa lolos hingga babak semifinal sebelum kalah dramatis dari Tottenham Hotspur.

Banyak pihak yang mengira kalau Ajax telah habis setelah mencapai semifinal Liga Champions 2019. Banyaknya bintang yang dijual dan dipreteli tim besar jadi alasan kuatnya. Namun, tanpa disadari, Erik ten Hag yang telah mengabdi sejak musim 2017 memanfaatkan waktu dan kesempatan yang dipercayakan kepadanya untuk membangun ulang skuad Ajax Amsterdam yang lebih kompetitif.

Cara Erik ten Hag Meramu Kekuatan Ajax

Ya, apa yang sejauh ini dicapai Ajax tak bisa dilepaskan dari jasa seorang Erik ten Hag. Pelatih asal Belanda yang kini berusia 51 tahun itu adalah aktor utama di balik performa impresif Ajax musim ini, khususnya di Liga Champions.

Dari catatan statistik, Ten Hag telah mendampingi Ajax di 14 laga tandang. Hasilnya, ia hanya menelan 1 kekalahan, memetik 4 hasil imbang, dan meraih 9 kemenangan. Catatan impresif itu jadi salah satu penyebab dirinya pernah masuk dalam bursa calon pelatih Newcastle United, Manchester United, hingga FC Barcelona.

Seperti pelatih-pelatih Ajax sebelumnya, Erik ten Hag juga menerapkan filosofi “totaalvoetbal” dalam taktiknya. Bermain menyerang dengan ciri khas pressing ketat kepada lawan, kombinasi umpan kaki ke kaki, dan pergerakan rotasi pemain yang dinamis dijaga dan diterapkan dengan sempurna oleh penggawa Ajax musim ini.

Namun, Erik ten Hag juga memiliki filosofi sepak bolanya sendiri. Ia selalu menginstruksikan anak asuhnya untuk menjaga penguasaan bola dan memindahkan bola secara dinamis dengan tempo tinggi. Menjaga kelebaran, kedalaman, dan menciptakan ruang adalah ciri khas lain dari gaya taktik Erik ten Hag.

Formasi dasar yang kerap dipakai adalah 4-3-3. Di bawah asuhan Ten Hag, struktur formasi Ajax cukup reaktif. Ketika menyerang, struktur mereka bisa menjadi 3-1-6 dengan gelandang serang ikut masuk kotak penalti dan 2 bek sayap yang maju membantu serangan. Selain menang jumlah, struktur tersebut membuat bentuk serangan Ajax begitu lebar.

Opsi lain yang dilakukan Ajax untuk membongkar pertahanan lawan adalah dengan menciptakan situasi wide overload. Setelah berhasil menarik blok pressing lawan, Ajax akan melakukan switch play ke ruang kosong di sisi lapangan lainnya. Racikan taktik itulah yang membuat Ajax Amsterdam begitu garang musim ini.

Selain dikenal mempunyai taktik yang ampuh, Erik ten Hag juga merupakan sosok pelatih yang andal mengembangkan dan mengorbitkan bakat pemain muda. Sejak menjabat sebagai pelatih Ajax, ia telah banyak berjasa menghasilkan pemain bintang.

Kehebatan Erik ten Hag musim ini juga tak lepas dari bagusnya performa anak asuhnya yang menurut catatan transfermarkt mempunyai rataan usia 25,7 tahun. Pemain senior seperti Daley Blind, Noussair Mazraoui, dan Dusan Tadic yang dulu membawa Ajax melaju hingga semifinal UCL 2019 masih mengisi line up.

Nama-nama senior tadi dipadukan dengan pemain muda penuh talenta seperti Jurriën Timber dan Lisandro Martínez di pos bek tengah. Edson Álvarez, Ryan Gravenberch, dan Steven Berghuis di lini tengah. Serta Antony dan Sébastien Haller yang jadi ujung tombak serangan Ajax musim ini.

Baik Antony maupun Haller juga tengah mencuri perhatian di Liga Champions. Antony baru saja menjadi pahlawan kemenangan Ajax atas Dortmund. Ajax yang tertinggal terlebih dahulu berhasil membalas dengan 3 gol dan ketiga gol tersebut berasal dari andil besar Antony yang membuat 3 asis. Dalam 4 penampilannya, winger 21 tahun asal Brasil itu telah menyumbang 1 gol dan 5 asis yang membuatnya untuk sementara memimpin daftar top asis.

Sementara Sébastien Haller baru saja mencatat rekor di Liga Champions. Dilansir dari Opta, bomber 27 tahun yang belum lama ini memutuskan membela timnas Pantai Gading itu menjadi pemain kelima dalam sejarah Liga Champions yang berhasil mencetak 4 gol di 4 pertandingan pertama. Kini, mantan striker West Ham United itu telah memproduksi 7 gol, hanya kalah dari Robert Lewandowski yang memuncaki daftar top skor dengan 8 golnya.

Menghitung Peluang Ajax Juara di Liga Champions Musim Ini

Atas apa yang mereka capai dan tampilkan, Ajax Amsterdam kini kembali digadang-gadang sebagai tim kuda hitam yang siap memperebutkan trofi Liga Champions musim ini. Lalu, seberapa besar peluang mereka untuk menambah koleksi trofi Liga Championsnya menjadi 5?

Jika dilihat dari gaya main mereka yang atraktif dan sangat enak ditonton, performa skuad Ajax musim ini sebetulnya sangat berpotensi untuk menyaingi atau bahkan melewati prestasi skuad Ajax di Liga Champions 2019. Musim ini, produktivitas mereka saja hanya kalah dari Bayern Munchen dan Manchester City. Dusan Tadic dkk juga mampu menghasilkan 6,8 shots on target per laga.

Pertahanan yang dulu jadi masalah juga telah diperbaiki. Catatan kebobolan mereka hanya kalah dari Chelsea. Ajax juga telah mencatat 2 kali cleansheet. Berbahayanya lagi, Ajax tercatat 35 kali memenangi bola di area sepertiga akhir lawan. Ditambah lagi dengan catatan persentase kemenangan Ten Hag yang nyaris mencapai 74%.

Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Lolos ke babak gugur dengan produktivitas yang luar biasa jelas bakal membangkitkan semangat juang anak-anak Ajax. Akan tetapi, mereka perlu berhati-hati. Pasalnya, Ajax belum berjumpa dengan tim dengan level kekuatan di atas mereka.

Seperti yang kita tahu, babak gugur Liga Champions kerap menghadirkan banyak kejutan. Siapa yang lengah bisa terjungkal. Pun siapa yang kalah mental sebelum bertanding juga bakal tersingkir dengan penuh rasa penyesalan.

Ajax perlu memetik pelajaran berharga dari pengalaman mereka di musim 2019. Kala itu mereka telah tampil luar biasa dengan menumbangkan perlawanan Real Madrid dan Juventus di babak 16 besar dan perempat final. Sayangnya, Ajax terjungkal secara dramatis di leg kedua babak semifinal oleh Tottenham Hotspur yang terus berjuang mengejar gol hingga menit-menit terakhir.

Semangat juang membara harus terus dijaga oleh Ajax. Namun, semangat saja tak akan cukup. Ada baiknya de Godenzonen terlebih dahulu memastikan lolos ke babak gugur sebagai juara grup C. Dengan begitu mereka akan terhindar dari kemungkinan lawan berat di babak 16 besar dan kans mereka untuk terus melaju jauh akan lebih terbuka.


***
Sumber Referensi: Marca, Sportco, Ad, Goal, PlanetFootball, football365.

Apa Itu Taktik Parkir Bus?

Kita semua tahu bila tujuan bermain sepakbola adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya. Tetapi seiring berjalannya waktu, ketika lini pertahanan mulanya kurang diperhatikan dalam permainan ini, mulai banyak pelatih yang menganggap bila bertahan adalah salah satu cara terbaik dalam bermain bola.

Dengan bertahan, sebuah tim bisa meraih kemenangan meski skor yang dihasilkan nantinya tidaklah besar. Ada banyak cara untuk menjaga lini pertahanan agar tetap aman, seperti memilih taktik dengan lebih memanfaatkan pemain belakang daripada para penyerang.

Italia, menjadi satu dari beberapa tim yang kerap mengusung gaya ini. Catenaccio, merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan permainan sepakbola Italia dengan menggunakan lini pertahanan grandel. Pemain belakang dengan kekuatan terbaik yang dimiliki Gli Azzurri memang banyak diandalkan banyak pelatih untuk memainkan taktik ini.

Selain catenaccio, dunia juga mengenal taktik dengan menumpuk pemain di lini belakang pertahanan atau yang biasa disebut dengan parkir bus.

Sebenarnya, darimana istilah parkir bus itu berasal? Kemudian, tim mana yang pertama kali menggunakan taktik ini?

Apa itu Parkir Bus?

Definisi dari parkir bus adalah ketika sebuah tim banyak menempatkan pemain di lini pertahanan mereka ketika tidak menguasai bola. Sistem ini cenderung tidak memikirkan serangan atau bahkan mencetak gol. Tim yang menggunakan taktik parkir bus akan menyebabkan para lawan frustrasi karena para pemain yang banyak ditempatkan di lini belakang diminta untuk menciptakan pagar di sekitar gawang dengan tidak meninggalkan sedikitpun ruang untuk dieksploitasi lawan.

Namun begitu, dalam hal ini, tetap ada segelintir pemain yang ditugaskan untuk mencuri bola dan membawanya ke depan ketika pemain lawan mulai lengah atau kehilangan konsentrasi dalam melakukan serangan. Karena biasanya, tidak ditemukannya celah bagi pemain lawan untuk melakukan serangan kerap membuat mereka melakukan tembakan jarak jauh.

Disitulah peran pemain tertentu yang diminta untuk mencuri bola akan menjadi sangat krusial.

Dari Mana Istilah ini Berasal?

Kemudian tentang dari mana istilah ini berasal, nama pelatih Jose Mourinho sering dianggap sebagai biangnya. Istilah parkir bus muncul ketika Mourinho yang melatih Chelsea membawa klub hanya bermain imbang 0-0 melawan Tottenham Hotspurs pada 2004 silam.

Ketika itu, Jose Mourinho dibuat kesal dengan sistem permainan Spurs yang hanya menempatkan kebanyakan pemain nya di belakang. Pelatih asal Portugal tersebut mengecam Tottenham Hotspurs dengan umpatan, “estacionar o autocarr”, atau yang bermakna “mereka bawa bus, tapi ditinggal di depan gawang.”

“Seperti yang kami katakan di Portugal, mereka (Spurs) membawa bus dan meninggalkan bus tersebut di depan gawang mereka,” kata Mourinho.

“Aku akan sangat frustrasi jika aku adalah suporter yang membayar 50 paun (sekitar Rp 1 juta dengan konversi saat ini) untuk menonton pertandingan karena Spurs datang hanya untuk bertahan.”

Ketika itu, Mourinho yang merasa kesal menganggap kalau Spurs memang hanya berniat untuk tampil tanpa kebobolan. Lebih dari itu, pelatih yang kini membesut AS Roma itu mengatakan bila pertandingan Chelsea melawan Spurs hanya menempatkan satu tim saja yang ingin bertanding dan menghibur penonton.

Mourinho Justru Kental dengan Taktik Parkir Bus

Namun ironisnya, ketika Jose Mourinho disebut sebagai sosok pertama yang mengeluarkan istilah parkir bus akibat kekesalannya dengan sebuah tim yang terus bermain bertahan sepanjang laga, dia justru berubah jadi pelatih yang begitu lekat dengan taktik ini.

Pada pentas Liga Champions Eropa musim 2009/10 silam khususnya, Jose Mourinho yang melatih Inter Milan harus berhadapan dengan FC Barcelona di babak semifinal. Di leg pertama, dia berhasil membawa Inter menang dengan skor 3-1. Kemudian di leg kedua, Mourinho hanya berpikir kalau dia cuma perlu mempertahankan keunggulannya agar tetap menjaga asa lolos ke babak final.

Jadilah ketika Barcelona ingin mencetak gol sebanyak-banyaknya di leg kedua, Mourinho meminta para pemainnya untuk bertahan demi menjaga skor agar tetap aman.

“Aku mengatakan kepada anak-anak, pegang bola untuk menang tapi kita tetap harus rapat menutup ruang,” kata Mourinho.

Saat itu, Mourinho sadar betul bila Barcelona asuhan Pep Guardiola sangat mengandalkan sepakbola atraktif nan menyerang. Maka, fokus Inter adalah menjaga ruang aliran bola dan pergerakan Lionel Messi yang memang masih berada dalam performa terbaiknya sebagai pemain. Tugas menutup pergerakan Lionel Messi dari sisi kanan yang dinilai bisa menjelajah kemana saja, digalang secara kolektif oleh pemain Inter terdekat.

Hasilnya, Barcelona hanya bisa mencuri satu gol saja lewat Gerard Pique pada menit ke 83. Skor yang pada akhirnya tidak mampu mengungguli Inter secara agregat pun membuat tim asuhan Jose Mourinho melenggang ke partai final hingga sukses keluar sebagai juara.

“Kami ‘menang’ di Barcelona, tapi semua orang bilang sebaliknya karena kami hanya parkir bus. Padahal kami tidak parkir bus, tapi pesawat,” ujar Mourinho beberapa hari setelah laga.

Banyak Dibenci Namun Juga Harus Dihargai

Karena parkir bus dianggap sebagai taktik yang relatif tidak enak ditonton, banyak pecinta bola yang banyak mengkritiknya. Seperti apa yang diungkapkan oleh Mourinho saat bermain melawan Tottenham beberapa tahun silam, penonton menjadi pihak yang dirugikan karena dipaksa menonton pertandingan yang sama sekali tidak bisa jadi hiburan.

Namun di balik itu, semua juga harus memahami bila taktik ini cukup efektif digunakan ketika sebuah tim tengah mengincar kebutuhan tertentu seperti misalnya mempertahankan keunggulan, atau ketika sebuah tim memang hanya mengincar hasil imbang.

Faktanya, selain Jose Mourinho bersama Inter Milan, ada tim lain yang juga berhasil menyelesaikan pertandingan dengan hasil memuaskan ketika mereka memilih untuk menggunakan taktik fenomenal ini.

Diantaranya adalah Chelsea yang sering disebut sebagai tim yang kerap menggunakan taktik ini. Dengan strategi negatif football, klub London itu sukses menyingkirkan nama-nama besar seperti FC Barcelona hingga FC Bayern di kompetisi Liga Champions Eropa.

Selain itu ada juga Atletico Madrid yang memakai pola permainan ultra defensif hingga berujung hasil yang diinginkan, ketika melawan Liverpool, di babak 16 besar Liga Champions Eropa 2020 lalu. Di balik kemenangan tipis 1-0 mereka, Simeone yang mendapati anak asuhnya mampu mencuri gol cepat pada menit ke 4 lewat Saul Niguez, langsung tampil bertahan.

Dengan strategi parkir bus, anak asuh Simeone berhasil membuat Liverpool tak melepaskan satu pun shots on target ke gawang Atletico.

“Kami memainkan permainan yang harus kami mainkan untuk mempertahankan hasil,” kata Diego Simeone.

Bila melihat fenomena parkir bus dalam dunia sepakbola, berada di pihak mana kalian? Setuju atau sama sekali tidak menyukai taktik tersebut? Kami tunggu jawaban serta alasan kalian di kolom komentar ya!

Sumber referensi: goal, kompas, boladunia

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 5 November 2021

FERDINAND KECAM PARA PENGKRITIK RONALDO

Penampilan Ronaldo di MU mendapat sorotan tajam. CR7 dianggap tidak banyak memberikan pressing untuk merebut bola dari lawan. Dia juga jarang turun membantu pertahanan dan lebih banyak menunggu bola di depan. Berbagai kritikan yang diarahkan ke Ronaldo rupanya membuat jengah Rio Ferdinand. Eks kapten Setan Merah itu menilai para kritikus tidak menghormati sang pemain dan bertindak memalukan. Ferdinand meminta para pengkritik untuk lebih hormat, karena bagaimanapun Ronaldo sudah beberapa kali menyelamatkan MU dari kekalahan.

PELAKU RASIS DI FINAL EURO DIVONIS PENJARA 10 PEKAN

Seorang pendukung Timnas Inggris yang menghina pemain kulit hitam Inggris dihukum 10 pekan atau dua bulan penjara. Dia melakukan pelecehan rasial terhadap pemain Inggris Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka, usai final Euro 2020, di mana Inggris kalah dari Italia. Seorang fans itu dijatuhi hukuman di Pengadilan Magistrat Willesden di London pada Selasa (2/11). Sebelumnya, dia mengaku bersalah karena mengirim pesan melalui jaringan komunikasi publik.

POGBA AKAN TERUS LAKUKAN HAL BODOH SAMPAI USIA 35

Penampilan Paul Pogba saat membela MU mendapat kritik dari mantan legenda klub, Paul Scholes. Pogba dinilai hobi lakukan hal bodoh. Contohnya, ketika Pogba bermain saat Manchester United menghadapi Atalanta dalam laga Grup F Liga Champions. Scholes menilai Pogba tidak fokus menghadapi Atalanta. Scholes menduga kebiasaan buruk Pogba akan berlanjut hingga ia sudah menjadi pemain senior kelak. “Saya khawatir situasi Pogba tak akan berubah ketika ia sudah berusia 35 tahun sekalipun.”

DESAILLY EJEK KEPUTUSAN SPURS REKRUT CONTE

Eks bek Chelsea, Marcel Desailly mengejek keputusan Tottenham merekrut Antonio Conte. Bekas bek timnas Prancis ini mengejek perekrutan tersebut via Instagram Story. Caranya dengan mengunggah foto Jose Mourinho bersama Conte. Ia menuliskan caption yang menyebut bekerja di Tottenham sangatlah mudah karena ia tetap bisa dapat bayaran meski tak mendapatkan trofi juara. “Mereka membayarmu untuk datang. Mereka membayarmu untuk pergi… Dan kau tak harus memenangkan apapun. Ini luar biasa!!” tulis Desailly.

VINICIUS VS MBAPPE, MANA YANG LEBIH UNGGUL?

Belakangan, Vinicius dan Mbappe kerap disandingkan layaknya Messi dan Ronaldo. Laman Marca pada Rabu (3/11) memprediksi kedua pemain akan mendominasi peta persaingan bintang sepak bola selama satu dekade ke depan. Pasalnya, Vinicius dan Mbappe saat ini sama-sama sedang memiliki catatan impresif. Vinicius yang kini berusia 21 tahun, sudah menyumbang sembilan gol di semua ajang plus tiga assist selama musim 2021/22 berlangsung. Ia pun menorehkan akurasi operan mencapai 85 persen. Sementara Mbappe kini mengantongi enam gol di semua ajang plus enam assist, serta menggoreskan akurasi operan 83,5 persen.

TIMNYA KALAH, GRIEZMANN MURKA SAMA WASIT

Antoine Griezmann murka sama wasit yang memimpin jalannya laga Liverpool melawan Atletico Madrid di Anfield. Pada laga itu, Liverpool meraih kemenangan atas Los Rojiblancos dengan skor 2-0. Ada insiden pelanggaran keras yang dilakukan Diogo Jota kepada Kieran Trippier. Namun anehnya wasit hanya memberikan kartu kuning kepada Jota. Padahal pelanggaran ini mirip dengan yang dilakukan Griezmann saat mengangkat kaki terlalu tinggi kepada Firmino. Melalui cuitan di Twitter, Griezmann pun mempertanyakan keputusan wasit yang hanya memberi kartu kuning kepada Jota.

MOURINHO MINTA ROMA REKRUT 2 PEMAIN REAL MADRID

Performa AS Roma saat ini sedang menurun. Pelatih Jose Mourinho dikabarkan meminta klub mendatangkan dua pemain Real Madrid pada Januari. Mourinho sejauh ini tidak puas dengan pemain-pemain yang datang di musim panas kecuali kiper Rui Patricio. Mourinho disebut-sebut ingin Dani Ceballos dan Nacho Fernandez untuk memperkuat lini tengah dan pertahanan. Selain dua orang Spanyol tersebut, Mourinho dikabarkan membidik Ruben Loftus-Cheek dari Chelsea, Harry Winks dari Tottenham Hotspur dan Denis Zakaria pemain Monchengladbach.

DIGODA MU, NICOLO BARELLA MAU PINDAH KE OLD TRAFFORD?

Manchester United sebelumnya pernah menyatakan ketertarikannya kepada gelandang Inter Milan, Nicolo Barella. Nah baru-baru ini, kabar dari Sportsmole menyebutkan, Barella diduga akan senang pindah ke MU jika dia memutuskan untuk pindah ke Liga Premier. Pemain 24 tahun itu telah membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia, dengan memenangkan trofi bersama Inter dan Italia tahun ini. Inter saat ini sedang dalam proses negosiasi kontrak baru dengan Barella, meski kontraknya masih berlaku hingga 2024.

HUMMELS KESAL DI KARTU MERAH SAAT DORTMUND DIKALAHKAN AJAX

Bek Borussia Dortmund, Mats Hummels mengecam keputusan tidak masuk akal dari wasit yang mengeluarkannya di babak pertama saat timnya kalah 3-1 dari Ajax. Saat laga masih imbang tanpa gol, Hummels mendapat kartu merah karena melanggar pemain Ajax, Antony pada menit ke-29 meskipun kontak yang ada tampak minimal karena sang bek berusaha untuk tidak meneruskan upaya tekelnya. Keputusan kartu merah itu ditegakkan setelah adanya tinjauan VAR. Hummels masih tidak terima dengan keputusan itu. Menurutnya, wasit jadi penentu laga hari itu.

SEMPAT RUJUK, WANDA DAN ICARDI KINI KEMBALI PISAH

Drama perselingkuhan Mauro Icardi dengan Wanda Nara terus bergulir. Pertengkaran yang diawali dengan dugaan perselingkuhan ini pada akhirnya membuat pasangan tersebut kembali berpisah. Perpisahan kali ini diklaim sebagai yang terakhir dari keduanya. Pasalnya, Wanda tampak murka setelah mengetahui Icardi dan China Suarez bertemu langsung. Hal itu berarti, mereka tidak hanya saling menggoda melalui pesan singkat. Kini, Wanda Nara diklaim telah pergi ke Milan, kota tempat tinggalnya. Dia juga melakukan bisnis di sana. Di sisi lain, akun Instagram Icardi juga telah ditutup. 

HASIL PERTANDINGAN

Lazio bermain imbang 2-2 melawan Marseille pada matchday keempat Europa League 2021/22. Bertanding di Stade Orange Velodrome, Marseille memimpin duluan berkat penalti Arkadiusz Milik di menit 33. Lazio lalu menyamakan skor di penghujung babak pertama melalui aksi Felipe Anderson. Tim asal Italia itu menggandakan skor lewat gol Ciro Immobile di menit 49. Namun, Marseille berhasil menyamakan kedudukan di menit 82 lewat aksi Dimitri Payet. Dengan hasil ini, Lazio berada di peringkat kedua grup E, sedangkan Marseille berada satu strip di bawahnya. Pada laga lainnya, Napoli menang 4-1 atas Legia Warszawa, Leicester city imbang 1-1 dengan Spartak Moscow, Monaco imbang 0-0 melawan PSV, dan West Ham imbang 2-2 dengan Genk.

Di ajang UEFA Conference League, Tottenham sukses mengalahkan Vitesse dengan skor 3-2. Spurs memimpin tiga gol duluan di babak pertama masing-masing melalui Son Heung Min, Lucas Moura, dan bunuh diri Rasmussen. Vitesse lalu memperkecil skor di sisa babak pertama lewat Rasmussen, dan Matus Bero. Tambahan tiga poin membuat Spurs beranjak naik ke posisi kedua grup G dengan nilai 7, sementara Vitesse ada di urutan ketiga.

DEBUT GILA CONTE BERSAMA SPURS, 5 GOL, 3 KARTU MERAH

Memakai formasi 3-4-3, Antonio Conte menandai debutnya melatih Tottenham dengan kemenangan 3-2 atas Vitesse Arnhem di Stadion Tottenham Hotspur, London. Selain drama lima gol yang terjadi di babak pertama, laga tersebut juga diwarnai tiga kartu merah yang dikeluarkan wasit. Dua kartu merah untuk pemain Vitesse atas nama Danilo Doekhi, dan Markus Schubert. Sedangkan satu kartu merah lagi untuk pemain Spurs atas nama Christian Romero.

MANCHESTER CITY PERPANJANG KONTRAK JACK STEFFEN

Kiper Amerika Serikat, Zack Steffen telah menandatangani kontrak baru dengan Manchester City hingga musim panas 2025. Pemain berusia 26 tahun itu telah bersama City sejak musim panas 2019. Direktur sepak bola City Txiki Begiristain mengatakan bahwa Zack adalah penjaga gawang yang sangat baik dan seorang profesional brilian yang membawa begitu banyak hal ke skuad Pep Guardiola.

NEWCASTLE UNITED DIPASTIKAN TUNJUK EDDIE HOWE

Klub sultan baru, Newcastle United dipastikan menunjukkan Eddie Howe. Howe merupakan eks manajer Bournemouth dan Burnley. The Magpies dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan pelatih 43 tahun tersebut. Howe dikabarkan akan diresmikan oleh Newcastle setelah jeda internasional pada bulan ini. Skuad Newcastle sendiri saat ini dipimpin oleh pelatih karateker, Graeme Jones yang menggantikan posisi Steve Bruce.

OUSMANE DEMBELE, BARU PULIH LANGSUNG CEDERA LAGI

Penyerang Barcelona, Ousmane Dembele harus kembali berkutat dengan meja medis lantaran alami cedera lagi, kali ini pada hamstring kaki kirinya. Cedera tersebut dialami Dembele usai menjalani laga pertamanya musim ini melawan Dynamo Kiev di ajang Liga Champions, kemarin. Dembele sendiri baru saja pulih dari cedera lutut yang diderita sebelumnya sejak musim panas lalu. Dengan cedera barunya itu, membuat Dembele bakal absen untuk laga akhir pekan ini kontra Celta Vigo. Belum diketahui kapan Dembele bisa pulih dan merumput kembali.

4 CALON PENGGANTI SERGIO AGUERO DI BARCELONA

Barcelona mulai membidik pengganti penyerang Sergio Aguero yang saat ini sedang dalam pemulihan usai memiliki masalah jantung. Sang striker akan menepi selama 3 bulan dari lapangan hijau. Empat nama yang diincar Barcelona sebagai opsi pengganti Aguero adalah Alexandre Lacazette (Arsenal), Edinson Cavani (MU), Raheem Sterling (Man City), dan Karim Adeyami (RB Salzburg). Klub Catalan akan merekrut salah satu dari mereka di bursa transfer musim dingin Januari 2022.

SOUTHGATE PANGGIL LAGI RASHFORD, ABAIKAN SANCHO DAN LINGARD

Inggris akan menjalani laga di jeda internasional pekan depan. Mereka menghadapi Albania (13/11) dan San Marino (16/11) pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Untuk menyongsong laga tersebut pelatih Inggris, Gareth Southgate telah memanggil 25 nama pemain. Penyerang MU Marcus Rashford dipanggil. Sementara Jadon Sancho dan Jesse Lingard diabaikan. Sancho dan Lingard ditepikan karena tak banyak mendapat menit bermain di MU musim ini.

CHELSEA PERPANJANG KONTRAK TREVOH CHALOBAH

Trevoh Chalobah sukses mencuri perhatian musim ini. Pemain berposisi bek tengah itu sudah tampil dalam 10 pertandingan dengan koleksi dua gol. Tak mau kehilangan salah satu pemain potensial, Chelsea pun langsung bergerak cepat menambah masa baktinya. Dikutip Skysports, Chalobah sudah resmi menandatangani kontrak selama empat setengah musim atau hingga musim 2025/26. 

IMBANG 2-2 DENGAN BODO/GLIMT, ROMA DIRUGIKAN VAR

AS Roma kembali gagal mengalahkan Bodo/Glimt untuk kedua kalinya dalam pertandingan UEFA Conference League, setelah kedua tim berbagi poin dalam hasil imbang 2-2 di Olimpico. Dalam laga yang dipimpin oleh wasit Anastasios Papapetrou itu, terdapat beberapa keputusan yang membuat Jose Mourinho marah, utamanya adalah saat penggunaan VAR tidak diterapkan dengan baik oleh wasit. Salah satunya adalah saat lengan pemain Bodo menghalangi laju sundulan El Shaarawy di kotak penalti. Itu akan menjadi penalti jika wasit mau meninjau ulang rekaman VAR, tetapi wasit sama sekali tidak menggunakan dengan baik VAR.

AL SADD BERI SYARAT KHUSUS JIKA BARCELONA INGINKAN XAVI

Negosiasi antara Barcelona dengan Al Sadd soal nasib Xavi Hernandez dikabarkan menemui hambatan. Klub asal Qatar itu disebut meminta kompensasi sebesar 5 juta euro atau sekitar Rp 82,9 miliar ke Barcelona untuk melepas pelatihnya tersebut. Namun Barca enggan memenuhi ketentuan tersebut. Kedua kubu menjadwalkan pertemuan lanjutan pada Jumat (5/11) ini. Jika kesepakatan dapat diraih pada hari tersebut, maka akan ada pengumuman resmi dalam waktu dekat oleh kedua klub. 

MESSI KEPERGOK DI DEKAT MARKAS REAL MADRID

Lionel Messi kepergok sedang berada di kawasan dekat markas Real Madrid. Ternyata La Pulga menemui dokter penyembuh Cristiano Ronaldo. Bintang PSG itu memang sengaja mengunjungi Madrid untuk berkonsultasi soal cederanya di klinik yang memang letaknya dekat dengan Santiago Bernabeu. Messi diklaim menderita masalah pada hamstring dan benturan di lutut kiri. Klinik terapi di Madrid dipilih karena Messi menghendaki pulih total secara cepat. Fisioterapis di klinik tersebut dikabarkan sudah menangani beberapa atlet, termasuk Ronaldo.

REAL MADRID PANASKAN PERBURUAN KARIM ADEYEMI

Real Madrid dilaporkan tertarik untuk memboyong wonderkid RB Salzburg yang sedang naik daun, Karim Adeyemi. Pemain Jerman itu baru berusia 19 tahun, dan sang agen tampaknya menggembar-gemborkannya untuk pindah. Melansir dari Football Espana, perwakilan Adeyemi, Kick & Run Sports, telah berada di Madrid untuk berbicara dengan petinggi Los Blancos tentang kemungkinan transfer sang pemain di masa depan. Selain Madrid, Adeyemi juga tengah dilirik oleh Barcelona dan Liverpool.

MU DAN BAYERN TOLAK KESEMPATAN REKRUT HAZARD DARI MADRID

Eden Hazard sekarang sudah tak masuk rencana Carlo Ancelotti di Real Madrid.  Maka dari itu, Madrid pun dikabarkan telah berusaha menyingkirkan Hazard. Mereka sudah menawarkannya ke sejumlah klub. Di antaranya ada Bayern Munchen dan Manchester United. Akan tetapi kedua klub itu sama-sama tak berminat menampung Hazard. Laporan itu juga menambahkan ada dua klub lain yang juga diberi kesempatan untuk merekrut Hazard. Mereka adalah PSG dan Newcastle United, tapi keduanya juga memilih melewatkan peluang tersebut.

TRAKTIR MAKAN SKUAD MU, RONALDO MALAH KENA TILANG

Jelang laga kontra Man City,  Cristiano Ronaldo mengajak seluruh anggota skuat utama MU makan siang bersama, Kamis (4/11) waktu setempat di restoran Italia Cibo di Hale, Altrincham usai sesi latihan pagi harinya. Sayangnya, makan siang itu berakhir kurang mengenakkan untuk Ronaldo dan Fred. Keduanya mendapati surat tilang berada di depan kaca mobilnya masing-masing. CR7 ditilang karena memarkir Range Rover hitam-nya sembarangan di pinggir jalan, demikian pula Fred dengan mobil Bentley. 

NEYMAR GANGGU LAWAN YANG HENDAK PENALTI, ENDINGNYA BEGINI

Dominik Szoboszlai menyelamatkan Leipzig dari kekalahan saat berjumpa PSG di Liga Champions. Ia mencetak gol melalui penalti. Sesaat sebelum mengeksekusi tendangan penalti, Neymar coba menjatuhkan mental Szoboszlai dengan mempertanyakan kemampuannya dalam mengeksekusi tendangan 12 pas. Szoboszlai pun menjawab: “Saya tidak pernah gagal (penalti)”. Dan benar saja, Szoboszlai berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Inilah Alasan Franck Ribery Mau Bergabung ke Salernitana

0

Mantan pemain Bayern Munchen, Franck Ribery menandatangi kontrak bersama klub debutan Serie A, Salernitana. Ribery meneken kontrak selama 1 tahun bersama klub asal Salerno tersebut. Ia kabarnya digaji 1,5 juta euro atau sekitar Rp 25 miliar.

Bergabungnya Franck Ribery ke klub debutan memang bukan kabar yang menghebohkan. Setidaknya, kabar itu tertutup oleh desas-desus hengkangnya Messi dari FC Barcelona, dan Cristiano Ronaldo dari Juventus. Benar memang, Ribery bukan seperti Ronaldo dan Messi. Ia tidak memiliki pamor lebih untuk menarik perhatian media.

Namun, kepindahannya ke klub yang terbilang kecil itu mempunyai kisah yang cukup menarik dan sangat sayang kalau dilupakan begitu saja. Apalagi pemain sekelas Ribery seperti tidak pantas untuk bergabung ke Salernitana. Yup, benar, Fiorentina mungkin masih jauh lebih cocok untuk Ribery.

Prestasi Ribery

Sayang sekali penampilannya di Fiorentina tidak cukup baik. Ribery pun hanya dua musim membela Fiorentina sejak 2019. Ia didepak dari La Viola persis sebelum musim 2021/2022 bergulir. Kini ia bergabung dengan klub Salernitana, dan hal itu sungguh sukar dipercaya. Apalagi Ribery termasuk pemain yang bukan kaleng-kaleng.

Mari kita runut satu persatu prestasi pemain yang berjuluk The Scarface itu. Franck Ribery pernah membawa Galatasaray juara Piala Turki tahun 2004/05. Namun, prestasi terbaik Ribery adalah ketika ia bermain untuk Bayern Munchen. Bersama Die Roten, Ribery menjuarai Liga Jerman sebanyak 9 kali. Bukan hanya itu, ia juga menyumbangkan 6 gelar DFB Pokal, 1 Liga Champions, 1 Piala Super Eropa, dan 1 gelar Juara Dunia Antar Klub. Semuanya untuk FC Hollywood.

Berkat prestasinya itu, Ribery juga menyandang predikat Footballer of The Year tahun 2007 dan 2008. Ia juga menjadi pemain terbaik Eropa tahun 2013. Gelar-gelar tersebut jelas menunjukkan kalau Ribery adalah pemain hebat. Ia bahkan pernah menjadi salah satu pesaing terberat Ronaldo dan Messi dalam perebutan gelar Ballon d’Or.

Pernah Ditawari Klub Lain

Namun, kini performa apik Ribery seperti lenyap begitu saja. Kendati ia masih punya sedikit kemampuan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Hal itu dibuktikan ketika ia berstatus bebas transfer, usai dilepas Fiorentina ada beberapa klub yang tertarik memungutnya.

Hellas Verona adalah salah satu yang komitmen ingin merekrut Ribery. Meskipun Hellas bukan satu-satunya klub yang tertarik memakai jasa Ribery. Klub-klub rival di Serie A juga tertarik. Genoa dan Sampdoria tampaknya berminat memakai jasa pemain yang membawa Prancis runner-up di Piala Dunia 2006 itu.

Akan tetapi, yang menarik, nama Ribery justru menggema di Kota Salerno. Kota yang hanya berpenduduk sekitar 130 ribu jiwa itu membicarakan sosok Franck Ribery. Sebab klub asal Salerno, Salernitana dikabarkan telah mendesak Ribery untuk bergabung.

Akhirnya, Ribery pun yakin dan ujungnya sepakat untuk bergabung ke US Salernitana. Ia bahkan tidak mempermasalahkan besaran gaji yang, ya, terbilang sedikit untuk pemain yang penuh prestasi. Pertanyaannya, apa sebetulnya yang membuat Ribery memilih Salernitana, klub yang mungkin hanya dianggap lumbung gol oleh klub Serie A lainnya seperti Napoli hingga AS Roma?

Pengaruh Keluarga

Setelah mendapat informasi melalui agennya, Alain Migliaccio tentang tawaran bermain untuk Salernitana, Ribery langsung menghubungi keluarganya. Ribery akan ke Salerno, tapi dengan syarat keluarganya menyetujuinya. Ribery pun pergi ke Jerman, karena keluarganya ada di sana.

“Orang yang saya cintai sangat penting. Dia akan menentukan. Saya pergi untuk memberitahu tawaran ini,” kata Ribery seperti dikutip kanal olahraga, News In-24.

Dan, benar saja, Ribery mendapat dukungan dari keluarga. Kedatangan Ribery ke Salernitana mendapat lampu hijau. Agennya dan Davide Lippi, seseorang yang terlibat dalam negosiasi ini akhirnya menyelesaikan kontrak. Franck Ribery dikontrak Salernitana setahun dengan opsi perpanjangan.

Lingkungan yang Nyaman

Sebagai pesepak bola yang mendekati usia senja, bergabung ke sebuah klub dan hanya untuk bermain, rasa-rasanya sangat tidak mungkin. Ribery juga membutuhkan lingkungan dan suasana yang tentu saja nyaman. Kota Salerno yang terletak antara Pantai Amalfi di sebelah utara, dan Dataran Sele di sebelah selatan bisa menjawab kebutuhan itu.

Pemandangan Kota Salerno yang sungguh menawan membuat siapa saja bermimpi ingin ke sana. Dan, iya, Ribery mendapat kesempatan untuk itu. Jika ia bisa menguasai Villa mewah “Marina d’Albori” di Vietri sul Mare tak jauh dari Salerno, itu sungguh kenikmatan yang tiada tertandingi.

Villa tersebut memiliki kolam renang yang cukup menawan. Meskipun kalau ingin ke pantai juga tidak masalah, sebab jaraknya tidak terlalu jauh. Dan satu lagi yang tak kalah penting: sistem keamanan kota Salerno yang terkenal canggih.

Di pantainya, Salerno menawarkan Dolce Vita, semacam pertunjukkan musik di tepi pantai. Itu sangat disukai oleh Franck Ribery. Dolce Vita biasanya menampilkan bintang-bintang rock fenomenal di Italia, seperti DJ Fatima Hajji. Suatu hiburan yang tentu saja menyenangkan.

Atmosfer Pendukung

Walaupun terbilang berasal dari kota yang sempit, US Salernitana mempunyai ultras yang sangat loyal. Tifosi di sana sangat luar biasa. Dari awal, Ribery sudah dinanti-nantikan tifosi Salernitana. Jadi wajar saja apabila kedatangannya disambut dengan sangat meriah oleh pendukung I Granata.

Saat berkenalan di Stadion Arechi, markasnya Salernitana, sekitar 5 ribuan tifosi memadati stadion. Mereka berduyun-duyun ingin lebih dekat kepada Ribery. “Saya seperti di rumah sendiri. Saya seperti sudah berada di sini (Salerno) selama dua atau tiga tahun,” kata Ribery saat konferensi pers.

Yup, tifosi betul-betul mengelukan nama Franck Ribery. Saking antusiasnya, jersey nomor 7 Ribery pun robek saat menyapa ribuan orang di Arechi. Bersamaan dengan itu, Ribery bertekad memposisikan dirinya sebagai kakak untuk rekan satu timnya nanti. Pelatih Salernitana, Stefan Colantuono menaruh Ribery di posisi gelandang serang. Semenjak tidak di Bayern Munchen, Ribery memang sudah tidak menempati posisi sayap kiri. Sebagai gantinya, Ribery bakal ditempatkan di posisi attacking-midfilder sejak memperkuat Fiorentina.

Ia mengaku bakal membawa seluruh pengalamannya untuk mendongkrak performa Salernitana di kasta tertinggi Liga Italia. Ya, kita patut mendukung niat baik Ribery tersebut. Akan tetapi, pemain 38 tahun itu mesti sadar bahwa meskipun ia memakai seragam merah, tapi tim yang ia bela itu bukanlah Die Roten, melainkan I Granata. Klub bau kencur di Serie A yang hingga pekan 11 terseok di jalur degradasi.

Sumber referensi: news.in-24.com, aa.com, transfermarkt.com

Mengenal De Toekomst, Penghasil Bakat Sekaligus Pundi-pundi Uang Ajax Amsterdam

Akademi Ajax Amsterdam sarat akan bakat-bakat berkualitas. Tempo dulu, kita mengenal nama Johan Cruyff, Marco van Basten, Frank Rijkaard, Dennis Bergkamp, sampai Patrick Kluivert.

Mereka semua adalah produk dari akademi Ajax Amsterdam yang bernama De Toekomst. Penamaan De Toekomst tak sembarang dibuat. Nama itu memiliki arti The Future atau dalam bahasa Indonesia adalah Masa Depan.

Cara Mendapatkan Berbakat, Budaya, Hingga Metode Latihan yang Digunakan

Tentang para pemain berbakat yang ditelurkan, bagaimana cara Ajax Amsterdam bisa mendapatkannya?

Setiap tahunnya, Ajax Amsterdam selalu menggelar Talent Days, dimana anak-anak berusia 8 sampai 12 tahun akan diseleksi untuk bisa masuk ke akademi. Kemudian, Ajax juga bergerak untuk bisa mendapatkan pemain berbakat di luar akademi.

Disini, mereka telah menyiapkan sebanyak delapan pemandu bakat. Empat pemandu bakat beroperasi di Belanda untuk mencari pemain yang bisa menembus skuad utama, sementara empat pemandu lainnya disebar ke luar Belanda untuk mencari pemain muda potensial.

Namun kedelapan pemandu bakat ini tidak bekerja sendirian. Mereka memiliki setidaknya 90 relawan di berbagai negara untuk memberikan laporan pemain yang dinilai bisa diangkut ke tempat latihan.

Sebanyak sembilan puluh orang relawan yang disiapkan sendiri tidak dipilih secara sembarangan. Mereka sudah dibekali dan paham betul dengan filosofi yang dimiliki Ajax, yaitu mengembangkan bakat-bakat muda dari akademi untuk sukses di Eredivisie maupun di Eropa.

Selain itu, dalam mendapat pemain berkelas, Ajax juga melebarkan sayap dengan membentuk klub satelit seperti Ajax America yang berada di Amerika Serikat, meski klub tersebut telah dinyatakan bangkrut. Kemudian ada Ajax Cape Town yang berdiri di Afrika Selatan. Lalu masih ada lagi Ajax Hellas Youth Academy, di Cofu Yunani, yang merupakan akademi pertama di luar Belanda yang berdiri pada tahun 2011 silam.

Dikatakan, pemantauan para pemain berbakat dilakukan dalam waktu beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun sebelum para pemain diundang untuk bergabung dengan akademi klub. Ajax pun akan menyimpan dokumen secara rinci dari masing-masing pemain tersebut sejak dari awal sampai mereka gabung dengan akademi.

Setelah semua pemain yang dikumpulkan bisa mulai dibina di akademi, mereka tidak akan dibiarkan untuk tidak disiplin. Budaya serta sistem yang diberlakukan sangat ketat guna membentuk calon bintang yang paham akan warisan bersejarah Ajax Amsterdam.

Kita semua tahu bila Ajax Amsterdam menggunakan sistem permainan yang sangat melekat yaitu total football. Gaya permainan ini mengusung umpan cepat dan juga transisi menyerang cepat. Selain itu, para pemain juga dituntut untuk terus bergerak dengan mencari ruang kosong.

Melalui kurikulum dan filosofi School van de Toemkost yang telah disempurnakan oleh Rinus Michels, sejak usia dini para pemain yang masuk ke akademi Ajax akan diperkenalkan dengan dua bentuk pola dasar 4-3-3, yakni 2-3-5 dan 4-2-3-1 ultra offensif. Penjaga gawang akan dibiasakan menjadi sweeper dengan memberi operan pada bek tengah atau bek kanan, yang dari situ akan diteruskan ke pemain gelandang atau pemain sayap.

Sementara itu, penyerang akan ditugaskan untuk terus bergerak guna merusak konsentrasi lawan.

Ketika dalam skema yang diajarkan mereka kehilangan bola di tengah permainan, maka para pemain akan diminta untuk merebut kembali bola dalam waktu tiga detik saja. Bila bola gagal direbut kembali dan lawan berhasil mencetak gol, sistem ini akan terus diulang sampai berhasil.

Menurut Ajax Online Academy, setidaknya ada empat hal yang kemudian menjadi model kepelatihan di akademi mereka. Diantaranya Technique, Insight, Personality and Speed, atau yang biasa dikenal dengan TIPS. Dalam setiap sesi latihannya, akademi Ajax juga selalu meletakkan delapan komponen penting dalam sepakbola, yaitu latihan koordinasi, menendang, mengumpan dan lemparan ke dalam, pergerakan untuk mengecoh lawan, sundulan, penyelesaian akhir, penempatan bermain, dan permainan kecil agar tidak jenuh.

Penggabungan antara metode TIPS dan delapan komponen penting dalam sepakbola itu kemudian sering disebut sebagai salah satu rahasia sukses akademi Ajax.

Selain para pemain fokus mengembangkan kualitas permainan, budaya kompetisi juga diterapkan disini. Dengan begitu, mereka akan terus tunjukkan kualitas terbaik demi mendapat kesempatan tampil di tim utama. Di sisi lain, pemain yang dinilai kurang memiliki kualitas akan tersisih. Melalui budaya semacam ini, para pemain diharapkan memiliki mental pemenang dalam setiap aksi yang ditampilkan.

Pemain Bintang yang Dihasilkan

Dengan berbagai hal yang diterapkan di akademi mereka, Ajax berhasil menelurkan banyak sekali pemain hebat. Di era 90 an, setidaknya setelah Belanda sukses meraih gelar Piala Eropa 1988 bersama pemain didikan Ajax seperti Marco van Basten, de Boer bersaudara, sampai Frank Rijkaard, kita sempat menyaksikan ketika Ajax berhasil menjuarai kompetisi Liga Champions Eropa tahun 1995 dengan pemain mudanya. Diantaranya Edwin van der Sar, Clarence Seedorf, Patrick Kluivert, sampai Edgar Davids.

Di era milenium baru, kita juga disuguhkan dengan pemain hebat layaknya Toby Alderweireld, Ryan Babel, Daley Blind, John Heitinga, Nigel de Jong, Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, Thomas Vermaelen sampai Jan Vertonghen.

Sementara itu, dalam kurun waktu sepuluh tahun ke belakang, Christian Eriksen, Donny van de Beek, Matthijs de Ligt, sampai Justin Kluivert, sangat mendominasi.

Di era sekarang ini saja, dengan kombinasi pemain berpengalaman, Ajax juga masih terus telurkan nama hebat. Beberapa dari mereka yang saat ini masih berkarir untuk tim tercinta adalah Daley Blind, Ryan Gravenberch, Davy Klaassen, Noussair Mazraoui, Devyne Rensch, Maarten Stekelenburg dan Jurriën Timber.

Model Bisnis De Godenzonen

Satu hal yang perlu dicatat, tentang mengapa kemudian Ajax selalu berhasil menciptakan pemain berbakat setiap tahunnya, itu karena mereka memang ingin mengeluarkan sebuah “produk berkualitas” untuk bisa dijual. Ya, dua legenda sepakbola Belanda, Marc Overmars dan Edwin van der Sar, yang kini menjabat Direktur Sepakbola dan CEO Ajax mengakui hal itu. Bahwa pada akhirnya, Ajax menciptakan pemain berbakat untuk diboyong klub lain.

“Marc dan aku pernah jadi pemain,”

“Pada titik tertentu kami meninggalkan sarang untuk tantangan lain dan kami tahu itu pasti terjadi. Itu tidak akan jadi masalah selama mereka [pemain muda Ajax] bermain dua, tiga, atau empat tahun untuk klub, menjuarai liga dan memainkan sepakbola hebat. Setelah itu mereka boleh pergi.” kata Van der Sar pada Guardian.

Dalam setidaknya sepuluh tahun terakhir Ajax sudah meraup sebanyak 501,98 juta euro atau setara 8,1 triliun rupiah dari penjualan para pemain yang menuntut ilmu disana. Mereka unggul jauh dari FC Barcelona yang “hanya” meraup 112,7 juta euro atau sekitar 1,83 triliun rupiah dari pemain jebolan akademi La Masia, dimana sejak kepergian Pep Guardiola el Barca memang terlihat jarang menelurkan pemain muda.

Selain bisnis penjualan pemain, Ajax juga berhasil melebarkan sayap terkait kerjasama dengan klub-klub lain. Dengan sistem kerjasama sister club, Ajax mampu membangun jejaring bisnis dengan klub-klub di berbagai penjuru dunia.

“Dalam 25 tahun terakhir, banyak klub yang mempelajari soal akademi sepak bola kami. Kini, apabila sebuah klub ingin meningkatkan akademi sepak bola mereka, maka kami bisa menawarkan kesepakatan dengan mereka,”

“Kami bisa membagi metode kepelatihan dan infrastruktur kepelatihan kami,” kata Menno Geelen, Direktur Komersial Ajax Amsterdam.

Ajax terus melakukan inovasi dalam memberikan metode latihan untuk menghasilkan pemain berkualitas. Mereka akan memikirkan desain kaos berbeda untuk pemain saat berlatih dan bertanding. Kemudian, kebutuhan nutrisi pemain juga diperhatikan oleh Ajax. Bahkan, bentuk dari keseriusan mereka dalam membangun bisnis ini, klub asal Belanda tersebut sampai mendatangkan pelatih yang diambil langsung dari Ajax Amsterdam untuk melakukan pendampingan dalam metode pelatihan pemain muda.

Dengan model bisnis semacam itu, pada 2017 silam Ajax sukses menjalin kerja sama dengan klub asal Cina, Guangzhou R&F, dalam mengelola akademi sepak bola mereka. Malah sampai saat ini, sudah ada 50 klub yang tersebar di Afrika Selatan, Australia, Jepang, hingga Amerika Serikat, yang tertarik untuk menjalin kerjasama.

Bersama Guangzhou R&F, Ajax dilaporkan mendapat pundi-pundi sebesar 10 juta euro per tahun atau setara 165 miliar rupiah. Sementara dengan klub lain, nilai kontraknya bervariasi, mulai dari lima hingga enam juta euro per tahun.

Aliran Dana Menuju Pengambangan Fasilitas

Uniknya, ketika Ajax banyak mendapatkan keuntungan dari penjualan pemain atau bisnis lain yang dikembangkan, pundi-pundi yang didapat tidak melulu disalurkan ke pembelian pemain berkelas, namun kebanyakan malah dialirkan pada pengembangan infrastruktur klub dan akademi.

Sebagai contoh, pada 2015 silam meski akademi mereka sudah dikenal sebagai yang terbaik, Ajax masih meluncurkan School van de Toekomst atau “Sekolah untuk Masa Depan”. School van de Toekomst sendiri merupakan sekolah konvensional yang kurikulumnya dipadukan dengan kurikulum olahraga dan sepakbola.

Die Amsterdammers berharap, para pemain tidak hanya meningkatkan skil bermain bola saja namun juga berfokus pada standar pendidikan.

Saat ini, De Toekomst sendiri juga sedang berada dalam masa renovasi dan penambahan fasilitas sampai tahun 2022. Tahun depan, akademi Ajax diharapkan memiliki fasilitas seperti, 13 lapangan, 3 lapangan kecil untuk kiper, 1 Cruyff Court, 1 powerhill, 1 beach field, dan satu mini play area.

Kemudian, masih ada lagi tambahan berupa 1 lapangan untuk pemain U8 sampai U10, 1 MiCoach performance center, 1 mini stadium, serta fasilitas lain seperti ruang penyimpanan, area untuk riset, dan taman.

Sumber referensi: Registaco, Panditfootball, Republika, Viva goal, Sportskeeda

Kisah Mengejutkan di Balik Foto Paling Viral dalam Sepakbola

Sebuah foto memang kerap memberikan memori tersendiri bagi kita secara keseluruhan. Selalu terdapat cerita yang menggambarkan situasi tertentu. Bisa sedih, haru, bahagia, sampai yang menyimpan beragam kisah seperti pada foto-foto yang sempat viral dalam dunia sepakbola ini.

‘San Siro’ Indonesia

Sebuah foto yang menggambarkan sebuah suasana lapangan di pinggiran kota tiba-tiba viral. Foto yang diketahui berasal dari Makassar, Indonesia, itu viral lantaran disitu terdapat tulisan San Siro. Seperti yang kita tahu, San Siro merupakan salah satu stadion paling bersejarah di dunia, dimana saat ini digunakan oleh dua klub kenamaan Italia, yakni AC Milan dan Inter Milan.

Alih-alih megah, San Siro yang memang berada di sudut kota itu hanyalah lapangan tak berumput dan dikelilingi oleh tanah tak terurus. Meski begitu, “cerita” yang ditampilkan pada foto itu sangatlah kuat, setelah terdapat kumpulan bocah tanpa beban tengah bermain bola.

Mulanya, foto itu diunggah oleh akun Instagram @pachesmindstore milik Muhammad Nurdin pada 28 Desember 2018, yang kemudian mendapat perhatian dari akun @433. Sejak direpost oleh salah satu sepakbola terbesar di instagram itu, foto San Siro Indonesia langsung viral dan banyak diperbincangkan.

Fans Cilik Chapecoense

Pada tahun 2016 lalu, kebangkitan klub asal Brasil, Chapecoense, berubah menjadi petaka dalam waktu singkat. Kecelakaan pesawat yang menewaskan hampir separuh pemain klub tersebut meninggalkan duka bagi banyak pihak.

Dilaporkan, sebanyak 76 penumpang tewas dalam pesawat yang membawa perjalanan menuju Kolombia. Bek Chapecoense, Alan Luciano Ruschel, merupakan salah satu dari lima orang yang selamat dari kecelakaan. Dia mengaku sangat terkejut dan mengatakan bila itu adalah mimpi terburuk yang pernah dialaminya.

Ketika itu, Chapecoense dijadwalkan akan bermain di final Copa Sudamericana melawan Atlético Nacional di Kolombia. Namun segala impian untuk membuat sejarah pupus, meski pada akhirnya tim lawan rela memberikan gelar juara kepada Chapecoense.

Setelah kabar itu meluas, banyak sekali pihak yang merasakan dalamnya kesedihan, tak terkecuali seorang bocah yang mendukung Chapecoense. Dalam sebuah foto yang pada akhirnya menjadi viral, terdapat seorang bocah yang duduk sendirian di tribun penonton, seolah tengah menunggu kedatangan para pahlawannya.

Foto itu viral karena menurut banyak orang, berhasil mengisahkan tentang bagaimana luka mendalam yang dirasakan oleh seluruh penggemar sepakbola, khususnya Chapecoense itu sendiri.

Pemain China Overweight

Belum lama ini, dunia sepakbola sempat dihebohkan dengan sebuah foto yang menunjukkan pemain sepakbola asal China yang memiliki tubuh gemuk. Pemandangan ini tentu sangat tidak biasa bagi siapapun. Apalagi, sang pemain diketahui tercatat sebagai penggawa tim profesional, Zibo Cuju.

Setelah ditelusuri, pemain tersebut ternyata merupakan anak seorang pemilik Zibo Cuju. Ayahnya merupakan pengusaha kaya raya asal Tiongkok yang bernama He Shihua, dan dia tercatat sebagai pemegang saham utama Klub Sepak bola Zibo Cuju.

Setelah anaknya diturunkan dalam pertandingan yang kemudian fotonya viral itu, He Shihua kabarnya meminta klub untuk kembali memainkan anaknya di lain kesempatan.

Wakil Presiden Suriname Main Bola

Dunia dihebohkan dengan sebuah foto yang menggambarkan seorang pria bertubuh gemuk dan diketahui berusia lebih dari 50 tahun tampil dalam sebuah pertandingan Liga CONCACAF, kompetisi yang setara dengan Liga Europa di Amerika Utara. Ternyata, pria itu adalah wakil presiden Suriname Ronnie Brunswijk, yang bermain untuk tim yang ia miliki, Inter Moengotapoe.

Ronnie Brunswijk yang disebut sebagai sosok kontroversial, tampil di menit terakhir pertandingan melawan Olimpia. Dalam pertandingan itu, sang wakil presiden dikabarkan hanya meneriakkan instruksi kepada rekan setimnya dan tak banyak bergerak. Namun ia juga marah ketika tidak diberi umpan oleh rekan setimnya.

Tampil di laga itu kemudian membuat Ronnie Brunswijk menjadi pemain tertua yang tampil di kompetisi antarklub internasional dengan usia 60 tahun 198 hari.

Penggemar yang Jadi Presiden Klub

Kita semua tentu masih ingat dengan sebuah foto yang memperlihatkan seorang fans klub FC Santa Cruz duduk sendirian di tribun. Foto itu sempat viral dan membuat semua orang yang mengetahui kisah di baliknya terkesima. Sosok yang berdiam di tribun sendirian itu adalah Tiago Andre.

Diceritakan Tiago Andre merupakan seorang fans yang menjadi saksi dari dibantainya klub kesayangan dengan skor 1-4 oleh Gremio de Porto Alegre sekitar tahun 2012 lalu. Namun delapan tahun berselang, atau tepat pada tahun 2020 lalu, FC Santa Cruz menjadi tim yang berhasil meraih trofeo di Serie C Brasil.

Di tahun tersebut, siapa sangka bila Tiago Andre telah menjadi presiden klub FC Santa Cruz. Tercatat sejak tahun 2018 dia sudah memimpin Santa Cruz. Setelah klub kerap mengalami masalah, termasuk krisis finansial, Tiago Andre yang terus bersabar dan sempat menggunakan dana pribadi untuk membantu klub, sukses meraih hasil yang sangat membanggakan.

Ketika berhasil membawa klub meraih gelar juara, dia kembali berfoto dengan cara duduk di tribun seorang diri. Namun bedanya, saat ini terdapat sebuah trofi yang menjadi teman disampingnya.

Lionel Messi ‘Kantong Kresek’

Bocah bernama Murtaza Ahmadi sempat meroket setelah fotonya yang menggunakan jersey bertuliskan ‘Lionel Messi’ banyak diperbincangkan. Foto yang menunjukkan sosok Murtaza itu membuat warganet tertarik setelah jersey yang dikenakan sang bocah terbuat dari kantong kresek. Kantong kresek itu berwarna biru putih dan dianggap mirip dengan corak kostum timnas Argentina.

Jersey itu dibuatkan oleh sang kakak setelah adiknya terus merengek ingin dibelikan kostum Lionel Messi. Sang kakak yang tidak memiliki dana yang cukup karena hadir dari keluarga miskin pun kemudian memiliki ide untuk menciptakan inovasi jersey dari kantong kresek.

Meski hanya terbuat dari kantong kresek, Murtaza tampak sangat bahagia.

Setelah fotonya viral, Messi dan Barcelona langsung mengirimkan surat kepada Federasi Sepak Bola Afghanistan (AFF) untuk bertemu bocah tersebut. Hingga tibalah waktu dimana mereka dipertemukan. Pertemuan keduanya membuat Murtaza sangat bahagia. Foto dan video Murtaza bersama sang mega bintang pun kemudian tersebar luas, dan membuat orang-orang yang menyaksikannya merasa sangat tersentuh.

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 4 November 2021

REKOR GILA RONALDO SAAT MU DITAHAN ATALANTA

Cristiano Ronaldo mencetak dua gol saat MU ditahan imbang Atalanta 2-2 di Liga Champions. Itu menjadi gol kelima Ronaldo yang dibuat dalam empat pertandingan Liga Champions beruntun di musim ini. Suami Georgina Rodriguez tersebut menjadi pemain tertua yang mencetak dua gol di kompetisi Eropa bagi MU. Ronaldo saat ini berusia 36 tahun dan 270 hari. Ronaldo kini juga telah memecahkan rekornya sendiri sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Champions dengan jumlah 139 gol.

GARETH BALE: REAL MADRID NO, WALES YES

Gareth Bale masih dibekap cedera otot dan tidak akan memperkuat Real Madrid di akhir pekan ini. Bale diketahui sudah membaik kondisinya dan berlatih. Namun Bale masih berlatih sendiri, belum bergabung bersama tim. Meski begitu, Bale diketahui mengiyakan panggilan Timnas Wales dalam jeda internasional pertengahan November ini. Di mana Wales akan berlaga di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 kontra Belarus (14 November) dan Belgia (17 November). Pihak Madrid sendiri dikabarkan memberi lampu hijau kepada Bale untuk membela negaranya

SATU MIMPI ZIDANE YANG BELUM KESAMPAIAN 

Zinedine Zidane ternyata punya mimpi yang tak berhasil dipenuhinya saat masih aktif bermain. Zizou meraih banyak prestasi ketika tampil bersama Bordeaux, Juventus, Real Madrid, dan timnas Prancis, serta ditambah sukses sebagai pelatih Madrid. Meski begitu, ternyata ia pernah bermimpi untuk bermain dengan Olympique Marseille yang merupakan klub kebanggaan dari daerah kelahirannya. Tapi, semua itu tak kunjung terwujud hingga ia pensiun sebagai pemain. “Saya lahir di Marseille. Walau saya pergi dari kota tersebut di usia sangat muda, namun tetap saja saya berasal dari Marseille,”

BARCELONA MINTA UMTITI CARI KLUB BARU PADA JANUARI 2022

Barcelona dilaporkan akan meminta Samuel Umtiti untuk meninggalkan klub pada Januari 2022. Bek asal Prancis ini tidak mendapatkan tempat utama dan belum bermain satu menit pun untuk Blaugrana musim ini. Umtiti sangat terkait dengan kepindahannya di musim panas 2021 sebelum akhirnya bertahan, dan kontraknya yang ada dengan Barcelona akan berakhir pada 2023. Klub-klub di Inggris, Prancis dan Turki dikabarkan dapat menawarkan Umtiti jalan keluar, dan proposal untuk transfer musim dingin sudah diajukan.

DIDEKATI NEWCASTLE, HAZARD DIKABARKAN MENOLAK

Winger Real Madrid, Eden Hazard sama sekali tak tertarik untuk angkat koper dari Santiago Bernabeu dan bergabung dengan klub Inggris, Newcastle United pada jendela transfer musim dingin Januari 2022. Seperti dilansir Metro, Selasa (2/11) tidak ada kontak antara kedua kubu dan Hazard tidak tertarik dalam proyek the Magpies setelah pemilik baru menyatakan ambisi mereka untuk membawa klub ke puncak klasemen. Hazard masih ingin berjuang membuktikan kualitasnya bersama skuad asuhan Carlo Ancelotti.

MOURINHO DAN ALLEGRI PELATIH BERPENGHASILAN TERTINGGI DI SERIE A

Massimiliano Allegri dan Jose Mourinho sejauh ini merupakan pelatih berpenghasilan tertinggi di Serie A musim ini. Gaji mereka hampir dua kali lipat gaji Simone Inzaghi di Inter Milan dan mengerdilkan gaji Stefano Pioli di Milan. Calcio e Finanza menghitung bahwa Juventus dan AS Roma membayar ahli taktik mereka sekitar 7 juta euro per musim bersih. Sementara itu, Maurizio Sarri di Lazio dan Luciano Spalletti dari Napoli sama-sama menerima 3 juta euro per musim.

WONDERKID JUVENTUS INI BERENCANA PENSIUN MUDA KARENA DEPRESI

Sempat dinyatakan ‘hilang’, wonderkid Belanda milik Juventus, Mohamed Ihattaren, terancam pensiun di usia dini. Depresi berkepanjangan akibat kematian sang ayah pada tahun 2019 silam disinyalir menjadi alasan utama Ihattaren untuk menyudahi karirnya di dunia sepak bola. Kemungkinan Ihattaren untuk pensiun dini makin terbuka lebar setelah Rik Elfrink, jurnalis Belanda, menyatakan jika sang pemain memiliki keinginan untuk berhenti bermain bola saat ini. Keinginan tersebut menurut Elfrink agaknya bisa berubah. Namun untuk sementara ini Ihattaren dipastikan belum bisa kembali merumput bersama Sampdoria, klub yang meminjamnya dari Juventus.

LUCAS HERNANDEZ UNGKAP GAYA KEPELATIHAN NAGELSMANN

Bek Bayern Munchen, Lucas Hernandez baru-baru ini sedikit membeberkan mengenai metode kepelatihan yang dianut oleh Julian Nagelsmann. Dalam sebuah wawancara, Hernandez mengungkapkan bahwa pelatih muda itu selalu memiliki metode unik dalam setiap sesi latihan, salah satunya adalah dengan menunjukkan gaya permainan yang ia inginkan melalui sebuah video. Metode kepelatihannya itu pun terbilang berhasil, di mana dalam 10 laga pertama ia berhasil meraih 9 kemenangan dan hanya 1 kali hasil imbang, sehingga menjadikannya sebagai pelatih Bayern pertama yang berhasil mencatatkan hal tersebut.

BORUSSIA DORTMUND PEDE PERTAHANKAN ERLING HAALAND

Rencana Manchester United dan Manchester City untuk mendapatkan jasa Erling Haaland tidak akan berjalan mulus. Borussia Dortmund dilaporkan percaya diri bisa mempertahankan sang striker di tahun 2022. Menurut gosip yang beredar, pihak Dortmund memang sangat serius untuk mempertahankan Haaland. Mereka berencana untuk memberikan Haaland kontrak baru. Di mana nilai kontraknya nanti akan naik drastis dari kontrak yang ia dapatkan saat ini. Pihak Dortmund benar-benar berharap sang striker mau mengambil tawaran kontrak mereka itu.

HASIL PERTANDINGAN UCL

Manchester City sukses menekuk Club Brugge 4-1 di matchday 4 grup A Liga Champions 2021/22. Bertanding di Etihad Stadium, semua gol The Cityzen dicetak oleh Phil Foden di menit 15, Riyad Mahrez menit 54, Raheem Sterling menit 72, dan Gabriel Jesus menit 90. Sedangkan satu-satunya gol Club Brugge dibuat oleh bunuh diri John Stones menit 17. Dengan hasil ini, City menggeser PSG di puncak klasemen dengan 9 poin. Sementara Club Brugge masih tetap berada di peringkat ketiga dengan 4 poin.

Di grup B, Liverpool sukses membungkam Atletico Madrid dengan skor 2-0 di Anfield. Dua gol The Reds tercipta di babak pertama masing-masing melalui aksi Diogo Jota menit 13, dan dilanjutkan oleh aksi Sadio Mane menit 21. Hasil ini bikin Liverpool makin kokoh di puncak klasemen dengan perolehan 12 poin dari empat kemenangan, sedangkan Atletico masih bercokol di peringkat 3.

Dari grup D, Real Madrid menang 2-1 atas Shakhtar Donetsk dalam laga yang digelar di Santiago Bernabeu. Karim Benzema membuka keunggulan di menit 14, namun Fernando mampu menyamakan kedudukan di menit 39. Benzema kemudian mencetak gol lagi di menit 61 untuk membungkus tiga poin bagi Los Blancos. Madrid kini bercokol di posisi teratas dengan mengoleksi 9 poin, dan Donetsk masih terbenam di dasar klasmen dengan baru mengumpulkan 1 poin.

Di pertandingan lainnya, RB Leipzig imbang 2-2 dengan PSG, AC Milan imbang 1-1 melawan Porto, Dortmund kalah 1-3 dari Ajax, Sporting Lisbon menang 4-0 atas Besiktas, dan Inter Milan menang 3-1 atas tuan rumah Sheriff.

LIVERPOOL DAN AJAX PASTIKAN TEMPAT DI 16 BESAR UCL

Daftar tim yang sudah memastikan lolos 16 Besar Liga Champions kini bertambah jadi empat. Liverpool dan Ajax Amsterdam anggota baru. The Reds memastikan satu tiket di fase gugur setelah menghajar Atletico 2-0 di Anfield. Mereka dipastikan jadi juara grup. Sebab poin yang dikumpulkan sudah tak mampu terkejar FC Porto (5) dan Atletico (4). Sementara Ajax lolos berkat kemenangan meyakinkan di markas Dortmund. Dengan koleksi 12 poin, Ajax sudah tak mungkin dikejar tim-tim di bawahnya.

BUNGKAM ATLETICO, KLOPP NILAI LIVERPOOL NYARIS TAMPIL SEMPURNA

Jurgen Klopp menilai pemain-pemain Liverpool tampil nyaris sempurna saat membungkam Atletico Madrid 2-0. Klopp juga memuji kontribusi Trent Alexander-Arnold yang mengirimkan assist untuk kedua gol yang diciptakan Diogo Jota dan Sadio Mane. “Atletico bermain lebih menyerang dalam mengawali laga ketimbang pertandingan sebelumnya, tapi kami bertahan dengan baik dan saya harus bilang Trent mengirimkan dua umpan yang luar biasa untuk gol-gol kami,”Ucap Klopp.

VARANE ABSEN SEBULAN KARENA CEDERA PARAH

Raksasa Liga Inggris, Manchester United mengkonfirmasi cedera yang didapat bek andalan mereka, Raphael Varane dalam laga melawan Atalanta. Bek asal Prancis itu harus ditarik keluar pada menit ke-38 untuk digantikan Mason Greenwood. Varane terlihat merasakan sakit pada pahanya dan seusai laga, Ole Gunnar Solskjaer menyebut bahwa bek Prancis tersebut mengalami masalah pada otot hamstringnya. Melalui pernyataan resminya, MU menyebut cedera yang dialami Varane membuat sang bek harus beristirahat selama sebulan. 

XAVI INGIN PULANG, TAPI AL SADD OGAH MELEPASNYA

CEO Al Sadd, Turki Al-Ali, sadar bahwa Xavi Hernandez saat ini tengah diminati oleh Barcelona. Dua petinggi Barca Rafa Yuste dan Mattheu Alemany, bahkan telah berada di Doha, Qatar, untuk melakukan pembicaraan dengan pimpinan Al-Sadd. Xavi sendiri bahkan sudah terang-terangan ingin pulang ke Barca untuk melatih Sergio Busquets dkk, namun, Al-Ali selaku presiden Al Sadd berkomitmen untuk mempertahankan Xavi sebagai pelatih klub hingga Desember 2022. Al Sadd tidak dapat membiarkan Xavi pergi pada waktu yang sensitif musim ini.

AKSI HEROIK DONNARUMMA BERAKHIR SIA-SIA

Gianluigi Donnarumma bekerja cukup keras dalam laga Leipzig kontra PSG. Menurut catatan Flashscore, eks kiper AC Milan ini membuat setidaknya tiga penyelamatan penting di laga ini. Termasuk, kala ia menggagalkan sepakan penalti dari Andre Silva di menit ke-12. Pengorbanannya untuk pontang-panting menjaga gawang PSG dari kebobolan harus menemui jalan pahit. Terlebih setelah wasit kembali menunjuk titik putih di injury time, yang kemudian dikonversi menjadi gol oleh Dominik Szoboszlai, untuk memaksa laga berakhir imbang 2-2.

JARANG DIMAINKAN, WIJNALDUM LANGSUNG NGAMUK

Georginio Wijnaldum menunjukkan tajinya ketika dipercaya tampil sebagai starter saat PSG melawan Leipzig. Wijnaldum mengamuk dengan memborong dua gol kontra RB Leipzig. Dua gol kali ini sangat penting bagi Wijnaldum. Gelandang asal Belanda ini termasuk salah satu pemain baru PSG musim ini tapi tampak sulit mendapatkan menit bermain. Artinya, gol-gol ini bisa jadi pembuktian Wijnaldum. Dia bisa berkontribusi jika diberi kebebasan naik ke depan membantu para penyerang.

JANJI CONTE UNTUK FANS TOTTENHAM HOTSPURS

Pelatih anyar Tottenham Hotspurs, Antonio Conte, menyampaikan pesan untuk suporter the lilywhites. Menurut Conte, suporter Tottenham saat ini pantas untuk memiliki tim kompetitif yang bisa bersaing dan memiliki daya juang. Conte pun menyampaikan bahwa sebagai pelatih dirinya memiliki filosofi permainan yang cukup sederhana. Yang terpenting kata Conte, bahwa saat ini yang diinginkan oleh suporter Tottenham adalah tim yang bisa stabil, tidak fluktuatif. 

DIDEKATI NEWCASTLE, EMERY SETIA KE VILLARREAL

Manajer Villarreal, Unai Emery telah mengkonfirmasi dirinya akan tetap tinggal bersama klub La Liga dan tidak akan mengambil alih kursi kepelatihan Newcastle United. Mengutip dari Sky Sports, Rabu (3/11), Villarreal mengadakan pembicaraan dengan Emery setelah kemenangan Liga Champions atas Young Boys dan meyakinkannya untuk menolak minat dari The Magpies dan tetap di Estadio de la Ceramica. Emery mengatakan bahwa Villareal adalah rumahnya dan dia berkomitmen 100 persen pada klub.

SEJARAH! MADRID KLUB PERTAMA CETAK 1000 GOL UCL

Sebuah rekor langka diciptakan Real Madrid saat menjamu Shakhtar Donetsk dalam lanjutan fase grup Liga Champions. Los Blancos menahbiskan diri sebagai tim pertama yang mampu mengoleksi 1000 gol di turnamen ini. Benzema pun masuk dalam buku rekor sebagai pencetak gol bersejarah ini. Ia sejajar dengan nama-nama besar lain yang telah menjadi legenda Madrid. Beberapa diantaranya yaitu Miguel Munoz (pencetak gol pertama), Alfredo Di Stefano (gol ke-100), Ferenc Puskas (200), Guti (500), Beckham (600), Gonzalo Higuain (700), serta Cristiano Ronaldo (800 dan 900).

HARGA ERLING HAALAND DIKLAIM MENCAPAI RP 5 T

Striker maut milik Borussia Dortmund, Erling Haaland diklaim bisa berharga luar biasa mahal jika memang dilepas klubnya pada musim panas tahun depan. Haaland diperkirakan akan hengkang dari Dortmund pada tahun depan dan bisa jadi akan memakan biaya mencapai 300 juta euro atau setara dengan hampir Rp 5 triliun untuk menggaetnya. Hal tersebut dilontarkan oleh agen Toni Kroos, Volker Struth. “Haaland memiliki klausul pelepasan. Seluruh paket dengan gaji lima tahun dan komisi untuk agen mungkin sekitar 250 juta hingga 300 juta euro,” ujar Struth dikutip AS.

DORTMUND TANPA HAALAND SAMPAI NATAL

Bintang Dortmund, Erling Haaland kemungkinan akan absen setidaknya sampai Natal karena cedera pinggul. Hal tersebut dikonfirmasi oleh sang ayah, Alf Inge Haaland. Pemain berusia 21 tahun itu sudah absen sejak 19 Oktober, dan Dortmund sekarang bakal diharuskan untuk bermain tanpa striker andalan mereka tersebut selama beberapa pekan lagi. Haaland, yang memiliki 13 gol dalam 10 pertandingan musim ini, tampaknya akan absen hingga tahun baru.

DIINCAR NEWCASTLE, BARCELONA DAPAT LEPAS COUTINHO

Pasca didepaknya Ronald Koeman dari kursi kepelatihan Barcelona, Philippe Coutinho diprediksi bakal kembali kesulitan untuk mendapatkan tempat di tim utama. Bahkan kabar terbaru yang dikutip Daily Mail menyebut Barca bakal kembali mencoba untuk melego sang pemain pada Januari nanti. Barcelona dikabarkan siap menerima tawaran dari Newcastle United untuk Coutinho pada Januari mendatang. Barca ingin melepas Coutinho ke Newcastle dengan status pinjaman dengan opsi pembelian di akhir musim 2021/22.

GASPERINI KESAL DENGAN MAGIS CRISTIANO RONALDO

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini kesal dengan gol penyama skor yang dicetak striker MU, Cristiano Ronaldo, di penghujung laga Liga Champions. Usai pertandingan, Gasperini memang tampak terlibat percakapan kecil dengan CR7. Dikatakan bahwa dalam kesempatan itu Sang Allenatore mengungkapkan perasaannya usai timnya diimbangi MU. Dengan nada bercanda, ia menyuruh Ronaldo untuk pergi ke neraka. “Dia jarang melenceng dari target; separuh waktu dia mencetak gol, separuhnya lagi diselamatkan. Saya mengatakan kepadanya, ‘Anda tahu apa yang kami katakan di Italia? Pergi ke neraka,'” pungkas Gasperini. 

Percayakan Semuanya Pada Antonio Conte

Setelah sempat diisukan bakal melatih Manchester United, Antonio Conte yang menganggur usai mundur dari pekerjaannya sebagai pelatih Inter Milan resmi diperkenalkan sebagai pelatih anyar Tottenham Hotspurs. Conte yang menggantikan Nuno Espirito Santo dikontrak selama kurang lebih 18 bulan plus opsi perpanjangan.

Alasan Conte mau bergabung dengan Tottenham adalah karena dia melihat Daniel Levy tampak antusias dalam menawarkan pekerjaan. Selain itu keberadaan Direktur Tottenham, Fabio Paratici, yang pernah bekerja bersama nya di Juventus juga menjadi salah satu alasan, mengapa kemudian ia mau membuka cerita bersama skuad yang dihuni Harry Kane cs.

Memilih Conte sebagai pelatih bisa dibilang sebagai langkah cerdas yang dilakukan Spurs. Pasalnya mereka secara jelas telah dibesut oleh salah satu pelatih terbaik di dunia. Jamie Redknapp pun sampai mengingatkan Spurs untuk tak setengah hati mempercayakan proyek kepada Conte.

“Ketika kamu punya manajer seperti Conte, kamu harus memberinya jaminan untuk mendapatkan pemain-pemain yang dia inginkan dan mengizinkannya memainkan sistemnya. Kamu tak boleh ikut campur. Dia bekerja dengan caranya sendiri,” ujar Redknapp (via Sky Sports)

Reputasi Conte Sebagai Pelatih Kenamaan Eropa

Apa yang dibicarakan Redknapp bukan bualan belaka. Pasalnya Conte memang sudah membuktikan segalanya bahwa dia adalah seorang pemenang sejati. Conte merupakan sosok yang membuka kembali pintu kejayaan Juventus di kompetisi Serie A. Dia menyumbangkan sebanyak tiga gelar Serie A secara beruntun bagi Si Nyonya Tua, sebelum melanjutkan karirnya di level klub bersama Chelsea.

Bersama tim London Biru, trofi juara juga menjadi sesuatu yang akrab baginya. Conte berhasil mempersembahkan gelar liga di musim pertamanya di Stamford Bridge.

Usai diberhentikan dari tugasnya sebagai pelatih Chelsea, Conte lalu kembali ke kompetisi Italia dimana kali ini Inter Milan jadi tim yang ditanganinya. Di musim pertamanya, Conte mampu membawa Inter meraih posisi runner up untuk kemudian diikuti dengan posisi puncak semusim berselang.

Tampil sebagai juru taktik di Juventus, Chelsea, maupun Inter, persentase kemenangan Antonio Conte mencapai 60%. Konsistensinya pun kian teruji ketika Conte rata-rata mampu berikan lebih dari sebanyak dua poin kepada tim yang dilatihnya dalam setiap pertandingan, dengan-masing klub tidak ada yang mengalami kekalahan lebih dari 20 kali di kompetisi liga.

Dengan reputasi terbaik sebagai seorang pelatih, Conte diprediksi mampu memberi kontribusi besar bagi Tottenham Hotspurs.

Soal trofi yang mampu dipersembahkannya di klub yang ditangani, Conte bisa saja memutus tradisi Tottenham yang dikenal sebagai tim tanpa trofi. Namun bila memang trofi sulit didapat, maka setidaknya kedatangan Conte akan sangat berbahaya bagi pelatih lain semacam Pep Guardiola, Jurgen Klopp, sampai Thomas Tuchel.

Karena kita semua tahu bila taktik yang diperagakan memiliki kelebihan yang sulit ditaklukkan.

Taktik yang Sudah Teruji

Conte sangat lekat dengan strategi tiga bek dalam skema 3-4-3 atau 3-5-2. Maka, Harry Kane dan kolega dituntut untuk bisa beradaptasi cepat setelah di era Nuno Espirito Santo, Spurs sangat mengandalkan skema 4-2-3-1.

Selain itu, Conte juga bakal masuk ke ranah filosofi ketika pelatih sebelumnya merupakan sosok yang sangat memuja permainan berbasis penguasaan bola. Pendekatan Nuno yang dilakukan di Spurs tidak bekerja dengan baik hingga membuat klub justru mengalami kekalahan meski kerap menguasai bola.

Conte sendiri tidak akrab dengan penguasaan bola. Dia justru lekat dengan skema serangan balik cepat yang sudah sangat teruji kehebatannya bersama Inter Milan pada musim 2020/21 lalu.

Permainan ini sering membuat Conte dihujani kritik. Kendati demikian, pendekatan reaktif ala Conte terbukti efektif. Dengan skema andalan, Conte berhasil membawa Inter sebagai tim dengan lini pertahanan terbaik. Dari total 38 pertandingan yang dimainkan musim lalu, Inter hanya kebobolan sebanyak 35 gol saja. Bahkan, dengan skema serangan balik yang dimainkan, mereka mampu sarangkan sebanyak 89 gol dan jadi jawara Serie A!

Penerapannya di Tottenham Hotspurs

Dari segi taktikal, langkah pertama yang akan dibawa Conte ke Tottenham kemungkinan besar adalah tentang penerapan tiga bek. Lini pertahanan memang menjadi satu masalah yang harus segera diperbaiki, mengingat pada musim ini Spurs sudah kebobolan sebanyak 16 kali dari 10 pertandingan.

Dengan menggunakan skema tiga bek dalam formasi 3-4-3, Conte bisa mengandalkan Ben Davies, Eric Dier, hingga Cristian Romero. Tiga pemain tersebut berpotensi menjadi penerus Bonucci, Chiellini, dan Barzagli di lini belakang Juventus, Gary Cahill, David Luiz, dan Cesar Azpilicueta bersama Chelsea, hingga MIlan Skriniar, Stefan De Vrij, dan Alessandro Bastoni di lini belakang Inter Milan.

Nama Ben Davies memang diprediksi masuk dalam skema tiga bek di bawah Conte setelah dia sempat melakoni peran tersebut untuk timnas Wales dalam beberapa tahun belakangan. Sementara itu, Eric Dier dan Cristian Romero yang memiliki fisik kokoh bakal jadi barisan pertahanan kuat lainnya bagi Spurs.

Sebagai opsi cadangan, masih ada Japhet Tanganga yang bisa menjadi penerus Cesar Azpilicueta setelah sempat memainkan peran bek kanan sebelum akhirnya beralih ke bek tengah.

Di posisi winger kanan, Conte tampak bakal mengandalkan nama Emerson Royal yang sudah tampil dalam tujuh laga di Liga Primer Inggris musim ini. Sementara itu di sisi seberang, Sergio Reguilon akan sangat cocok dalam skema 3-5-2 yang diterapkan Conte.

Selain itu masih ada nama Matt Doherty yang mungkin bisa menjadi pilihan lain di posisi winger kanan.

Sang pemain memang kurang mendapat perhatian pada musim ini, setelah dia sempat membuktikan diri sebagai sosok terbaik bersama Wales dalam beberapa tahun lamanya. Namun kita semua tahu bila Conte merupakan sosok yang juga mahir memaksimalkan bakat pemain. Sebagai contoh, sebut saja nama Victor Moses yang bersama Chelsea berhasil menjadi andalan sebagai winger mumpuni.

Hal yang sama pun sangat berpotensi menular ke Matt Doherty.

Dalam hal ini, posisi wing back akan benar-benar jadi tumpuan bagi Conte untuk membangun serangan balik. Sama seperti di Inter Milan, Hakimi yang kita tahu beroperasi di sisi kanan telah memainkan peran dengan sangat luar biasa hebat dalam membantu serangan Inter. Di posisi seberang, Ivan Perisic juga memiliki atribut yang memang dibutuhkan Conte.

Dua wingback yang bakal dimainkan di Spurs juga tentu dituntut untuk melakukan pekerjaan yang berbeda. Satu bertugas untuk membagi bola, sedangkan yang lain diharuskan untuk siap-siap bergerak masuk ke pertahanan lawan. Persis seperti apa yang diterapkan sang pelatih kala menangani La Beneamata.

Menurut The Flanker, penerapan yang dilakukan adalah, saat wing back kanan memegang bola dan akan melepaskan umpan ke pertahanan lawan, wing back kiri harus siap berlari ke depan. Hal ini dilakukan agar Inter tidak kekurangan pemain saat berduel di daerah lawan.

Untuk posisi gelandang, nama Oliver Skipp dan Pierre-Emile Højbjerg dinilai sangat ideal dalam skema yang diterapkan Conte. Dua pemain tersebut memang sudah menjadi andalan di era Nuno, dan bersama Conte kemampuan taktis kedua pemain diprediksi bakal kian terlihat.

Seperti diketahui, kedua pemain tersebut memiliki pemahaman luar biasa tentang sistem permainan dan tidak mudah panik ketika menghadapi tekanan besar saat bola berada dalam penguasaan. Hal tersebut tentu akan sangat berguna untuk menyalurkan bola ke pemain yang berada di garis lebih depan.

Siapa kira-kira yang bakal mengisi pos gelandang serang yang diterapkan Conte? Tottenham yang memiliki nama Giovani Lo Celso dan Tanguy Ndombele tentu akan sangat memudahkan Conte dalam menentukan pilihan. Lo Celso yang memiliki keterampilan mengolah bola dan mendikte permainan dianggap bakal menjadi pilihan Conte untuk mendominasi lini tengah dan mengalirkan bola ke pemain depan.

Sementara itu, Tanguy Ndombele juga bisa disiapkan sebagai opsi lain setelah pada musim ini kemampuannya kurang tereksplor.

Bila dua nama itu kurang cocok untuk dimainkan sebagai gelandang serang, masih ada Dele Alli yang kita tahu menjadi pemain yang sempat mengakhiri rekor 13 kemenangan Chelsea ketika masih dibesut Antonio Conte pada 2017 lalu. Dengan kualitas yang sejatinya ada pada dirinya, Conte mungkin akan menyadari bakat sang pemain yang belakangan dianggap alami penurunan.

Jangan lupakan pula sosok Lucas Moura yang punya semangat juang tinggi ketika diturunkan di atas lapangan.

Sementara itu ketika bicara tentang lini depan, Spurs pada musim ini tengah mengalami masalah serius. Mereka tercatat hanya mampu ciptakan sebanyak sembilan gol saja dalam 10 pertandingan.

Maka, sosok Son Heung Min dan Harry Kane sangat diharapkan jadi duet terbaik selanjutnya bagi Conte, setelah sang pelatih sempat menciptakan duet yang begitu eksplosif dalam diri Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku.

Bahkan sebelum dua nama yang telah berpisah itu, Conte juga sempat memiliki Eden Hazard dan Diego Costa kala masih membesut Chelsea. Kemudian ada pemain bengal Carlos Tevez dan Fernando Llorente yang cukup diandalkan kala sang pelatih masih duduk di kursi kepelatihan Juventus.

Kane yang merupakan penyerang kelas atas diprediksi bisa kembali ke performa terbaiknya bersama Conte, setelah apa yang dilakukan sang pelatih pada sosok Lukaku di Inter Milan. Lukaku yang tampil melempem bersama Manchester United mampu dibawanya jadi monster mengerikan di depan gawang.

Selain berfokus pada sosok Kane, Conte tentu tak akan melupakan peran Son Heung Min yang kita tahu benar-benar hebat dalam beberapa musim ke belakang.

Satu hal penting lainnya yang bisa dibawa Conte ke Spurs adalah soal mental juara.

Conte adalah sosok yang mahir mengangkat mental pemain. Ada banyak contoh penggawa si kulit bundar yang mentalnya jadi terasah ketika berada di bawah asuhan Conte. Beberapa diantaranya adalah Fabregas dan Bonucci. Dua pesohor lapangan itu mengatakan bila Conte sukses membangun mental para pemainnya untuk tampil sempurna di lapangan.

Dalam satu kesempatan, Bonucci bahkan sempat diteriaki Conte, “Keep focus or I’ll kill you!”. Padahal, saat itu Juve sudah unggul 3-0 atas Nordsjaelland dan pertandingan hanya menyisakan 10 menit.

Meski harus diakui bila ini akan sulit karena Tottenham merupakan tim yang tidak pernah meraih gelar juara, keberadaan Conte tetap diprediksi akan sedikit mendorong mentalitas pemain agar berada di level yang lebih tinggi.

Prediksi skema permainan yang telah disampaikan pun juga masih mengandalkan peran pemain yang memang telah tersedia. Hal ini tentu akan sangat berbeda ketika sepakbola memasuki bursa transfer, dimana Conte dilaporkan telah menyiapkan sejumlah nama untuk didatangkan, yang diantaranya adalah Dusan Vlahovic, Franck Kessie, Milan Skriniar, dan Nicolo Barella.

Sumber referensi: The Flanker. football london, Sky Sport, Bola Kompas