Beranda blog Halaman 640

David Moyes Jenius, West Ham United Digdaya

David Moyes menandai pertandingan ke-1001nya dengan tinta manis. Menjamu Liverpool di pekan ke-11 Premier League, Moyes berhasil membawa West Ham United memetik kemenangan sekaligus membuat The Reds pulang dengan kekalahan.

Bertanding di London Stadium, The Hammers langsung unggul cepat di menit ke-4 berkat gol bunuh diri Alisson Becker. Liverpool kemudian menyamakan kedudukan sebelum turun minum lewat eksekusi tendangan bebas Trent Alexander-Arnold. Di babak kedua, anak asuh David Moyes berhasil menambah 2 gol lagi melalui Pablo Fornals dan Kurt Zouma, sementara anak asuh Jurgen Klopp hanya menambah satu gol lewat sepakan Divock Origi.

Laga pun berakhir dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan tuan rumah West Ham United. Kemenangan tersebut tak cuma berarti 3 poin bagi The Hammers, tetapi juga membuat mereka menyalip Liverpool di papan klasemen Liga Inggris.

‘David Moyes is Football Genius’

Setelah pertandingan berakhir, suka cita pun tumpah ruah di London Stadium. Nama David Moyes pun mendapat sanjungan, tak cuma dari pendukungnya sendiri, tetapi juga dari pendukung Liverpool. “David Moyes is Football Genius”, begitu kata mereka.

Kalimat tersebut dahulu didengungkan pendukung Liverpool sebagai ejekan bagi David Moyes saat masih membesut Manchester United. Namun, kini situasi telah berubah. Kalimat tersebut benar-benar dipakai sesuai dengan maknanya.

Moyes memang pantas disanjung. Ia jadi sosok yang berhasil memberikan kemenangan pertama bagi West Ham United atas Liverpool sejak 2016. Kemenangan tersebut juga berhasil memutus rekor tak terkalahkan Liverpool dalam 25 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Bagi Moyes sendiri, ini menjadi kemenangan pertamanya atas Jurgen Klopp.

Sanjungan tak hanya hadir dari para pendukung. Konon kabarnya, Moyes juga mendapat ‘Guard of Honour’ dari para petinggi West Ham United saat memasuki ruang rapat tak lama setelah membawa timnya menundukkan Liverpool.

“Saya sangat senang untuknya karena dia bekerja sangat keras. Dia mengalami hari-hari yang buruk, tetapi melihatnya masuk ke ruang rapat setelah kemenangan kemarin sungguh luar biasa. Dia mendapat ‘Guard of Honour’ saat dia berjalan ke ruang rapat. Itu fantastis.” kata co-owner West Ham United, David Gold, dikutip dari TalkSport.

Kedigdayaan West Ham United Bersama David Moyes

Performa West Ham United bersama David Moyes di awal musim ini memang sangat impresif. The Hammers begitu digdaya dengan rentetan hasil positifnya, baik di kompetisi domestik maupun kompetisi benua biru.

Kemenangan atas Liverpool jadi kemenangan ketujuh West Ham di Liga Premier musim ini. Sebelumnya, anak asuh David Moyes telah membantai Leicester City 4-1 dan mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor tipis 1-0.

Hebatnya lagi, dalam 4 pertandingan terakhirnya di Liga Premier, West Ham selalu berhasil memetik kemenangan. Atas dasar itulah nama David Moyes masuk dalam nominasi pelatih terbaik Premier League bulan Oktober.

Kini koleksi poin West Ham United menjadi 23, hasil dari 7 kemenangan dan 2 hasil imbang dalam 11 pertandingan. Total poin The Hammers tersebut sukses menyalip Liverpool dan menyamai koleksi poin Manchester City di peringkat 2. Hebatnya, kini mereka hanya berjarak 3 poin dari pimpinan klasemen, Chelsea.

Sementara itu, di ajang EFL Cup atau yang lebih dikenal sebagai Carabao Cup, West Ham untuk sementara ini telah lolos sampai babak perempat final. Di 2 babak sebelumnya, Michail Antonio dkk secara luar biasa berhasil mengeliminasi duo tim kota Manchester.

Di babak ketiga, gol tunggal Manuel Lanzini sudah cukup untuk mengalahkan perlawanan MU. Sementara di babak keempat, The Hammers berhasil mengeliminasi juara bertahan Manchester City melalui adu tendangan penalti.

Kedigdayaan West Ham United bersama David Moyes tak hanya berlangsung di kompetisi domestik. Di ajang Liga Europa, mereka masih unbeaten. The Hammers memimpin Grup H dengan koleksi 10 poin, hasil dari 3 kemenangan dan 1 hasil imbang. Sejauh ini, Dinamo Zagreb, Genk, dan Rapid Wien bukan lawan sepadan bagi West Ham.

Cara David Moyes Menyulap West Ham Jadi Calon Juara

Apa yang dicapai West Ham United sejauh ini bisa dibilang sebagai sebuah sensasi. Takada yang menyangka kalau David Moyes yang dulu gagal di MU dan membuat Sunderland terdegradasi justru mampu menyulap West Ham menjadi tim yang sangat kuat musim ini.

Akan tetapi, perjalanan Moyes menangani tim yang bermarkas di London Stadium itu sebenarnya tak mudah. Ini adalah periode keduanya menangani The Hammers dan tujuan awalnya hanyalah untuk menyelamatkan klub tersebut dari ancaman degradasi.

Sebagai pelatih kepala, David Moyes juga tak bisa bebas berbelanja layaknya pelatih hebat lainnya. Manajemen West Ham tak ingin mengulang kesalahan yang sama saat mereka ditukangi Manuel Pellegrini. Kala itu, mereka menghabiskan dana hingga 155 juta poundsterling hanya untuk berakhir sebagai tim yang terancam degradasi.

Jadi, di era Moyes, manajemen membatasi bujet transfer. Disinilah kejeniusan pelatih asal Skotlandia itu terlihat. Ia cerdik memilih pemain yang sesuai dengan kebutuhannya. Selama 2 musim terakhir, ia hanya menghabiskan kurang dari 130 juta euro untuk membeli pemain potensial seperti Said Benrahma, Tomas Soucek, Vladimir Coufal, Nikola Vlasic, hingga Kurt Zouma yang kini jadi benteng kokoh di lini bertahan The Hammers.

Sebagai juru taktik, David Moyes juga bukanlah Antonio Conte atau Jurgen Klopp yang punya pakem taktik tertentu. Ia juga bukan Pep Guardiola atau Thomas Tuchel yang punya banyak variasi taktik. Moyes juga bukan pelatih mahal layaknya Jose Mourinho atau Rafael Benitez.

Jadi bagaimana cara David Moyes meramu timnya hingga jadi sebagus itu?

Faktor pertama yang jadi kesuksesan Moyes di West Ham adalah kemampuannya dalam menjaga kekompakan dan kedisiplinan anak asuhnya. Meski ia kerap melakukan rotasi, tak ada pemain yang mempermasalahkan.

Faktor berikutnya adalah keberhasilan Moyes dalam maksimalkan potensi pemainnya. Di lini tengah misalnya. Moyes menduetkan Declan Rice dengan Tomas Soucek dalam formasi 4-2-3-1. Meski tak langsung berhasil, kini keduanya menjadi salah satu duo gelandang jangkar paling baik di Liga Premier. Sejauh ini, keduanya telah menghasilkan 2 gol dan 6 asis.

Moyes juga berhasil mengorbitkan seorang Jarrod Bowen. Bowen sendiri adalah salah satu pemain yang pertama kali diboyong oleh David Moyes. Ia diangkut dari tim gurem Hull City seharga 23 juta euro.

Pada awalnya banyak yang meragukan Bowen. Selain tidak dikenal, ia dibeli dengan harga yang tidak murah. Namun, Moyes membuktikan bahwa pembeliannya tak salah. Musim ini, Jarrod Bowen sudah menyumbang 2 gol dan 4 asis di Liga Inggris.

Namun, mahakarya terbaik David Moyes di London Stadium adalah Michail Antonio. Kejeniusan Moyes berhasil membuat Antonio bertransformasi menjadi seorang striker tajam.

Sebelum Moyes datang, peran Antonio tidak jelas. Ia bahkan seperti tak punya jati diri. Oleh pelatih-pelatih sebelumnya, Antonio pernah dipasang sebagai gelandang serang, sayap kanan, sayap kiri, gelandang sayap, hingga bek kanan maupun bek kiri. Oleh Moyes, Antonio kemudian dipasang sebagai striker murni di 2 musim terakhir.

Hingga pekan ke-11, striker 31 tahun yang kini memutuskan membela timnas Jamaika itu telah menyumbang 6 gol dan 3 asis di Premier League. Koleksi golnya hanya kalah dari Jamie Vardy dan Mohammed Salah. Penampilan impresif Antonio juga telah berbuah penghargaan pemain terbaik Premier League bulan Agustus. Berkat polesan David Moyes, Antonio kini menjelma menjadi striker subur.

Ambisi West Ham United Mengejar Gelar Juara Premier League

Berkat performa impresifnya sejauh ini dan penampilan bagus beberapa pemainnya, banyak yang menilai bahwa West Ham United telah menjelma sebagai tim kuda hitam yang berpeluang menjadi penantang juara Liga Inggris. Rasanya, anggapan tersebut cukup berlebihan. Apalagi, dua musim lalu mereka hanyalah tim yang berjuang di zona degradasi.

Akan tetapi, jika melihat performa mereka saat menumbangkan Leicester City, Tottenham Hotspur, Manchester United, Manchester City, dan yang terbaru Liverpool, The Hammers memang patut diwaspadai. Selain kompak, David Moyes berhasil membuat moral dan mental anak asuhnya selalu dalam kondisi prima.

Jika West Ham berambisi menjuarai Premier League, maka mereka harus mengejarnya mulai hari ini. Selain konsistensi, The Hammers juga wajib memikirkan fokus mereka, sebab Declan Rice dkk juga masih punya peluang di ajang Piala Liga, Liga Europa, maupun Piala FA.

Jadi, target minimalis dengan finish 4 besar dan lolos Liga Champions rasanya sudah menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa. David Moyes juga menyadari hal tersebut. Masih terlalu dini untuk membayangkan West Ham akan melaju jauh hingga tangga juara. Namun, pencapaian West Ham United sejauh ini tetap harus dinikmati dan dirayakan dengan penuh suka cita.

“Saya ingin benar-benar positif sepanjang waktu, saya ingin mengatakan itulah yang bisa kami lakukan, tetapi saya tidak melihat kami sebagai penantang juara saat ini. Kami kehilangan dua poin di Liga Champions – jadi mengapa kami tidak bisa berada di sana? Kami tidak terbawa suasana, tetapi saat ini kami merasa baik-baik saja.” kata Davis Moyes dikutip dari BBC.


***
Sumber Referensi: Goal, Talksport, Marca, The Guardian, Talksport 2, BBC.

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 9 November 2021

JOSH KROENKE TEGASKAN ARSENAL TIDAK UNTUK DIJUAL

Direktur Arsenal, Josh Kroenke, sekali lagi menegaskan bahwa klubnya saat ini tidak dalam status untuk dijual, menyusul tekanan terus menerus dari CEO Spotify, Daniel Ek. CEO Spotify, Daniel Ek, dikabarkan sudah mengajukan tawaran sebesar 1,8 milyar pounds (Rp 34 triliun) pada awal musim panas lalu namun ditolak, akan tetapi pria asal Swedia itu diketahui meminta bantuan Thierry Henry, Patrick Vieira dan Dennis Bergkamp demi membeli klub penuh sejarah tersebut. Namun Josh Kroenke masih enggan untuk menjual Arsenal.

LIVERPOOL KEOK, KLOPP: SAYA BUKAN ANAK ANJING

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp marah-marah usai dicecar pertanyaan oleh para wartawan. Emosi Klopp memuncak ketika rekan media menanyakan pendapatnya terkait keputusan wasit di laga West Ham vs Liverpool yang berakhir untuk kemenangan The Hammers. Saking kesalnya, Klopp sampai mengatakan dirinya bukan anak anjing kepada para wartawan, yang mana selalu menuruti apa yang diminta oleh pemiliknya. Klopp merasa pendapatnya tidak penting karena laga pun telah berakhir. Sebagai informasi, kekalahan dari West Ham merupakan kekalahan pertama Liverpool di Liga Inggris musim ini.

DI LAPANGAN, STANDAR MO SALAH DAN RONALDO SAMA

Mohamed Salah dan Cristiano Ronaldo dinilai punya standar permainan yang sama di lapangan saat ini. Keduanya sama-sama berbahaya. Hal itu dilontarkan Diogo Jota, rekan setim Salah di Liverpool. Salah dinilai mirip Ronaldo, yang menjadi salah satu pemain terbaik saat ini. CR7, yang sedang membela Manchester United, punya catatan 683 gol di level klub. Di sisi lain, pemain Mesir itu juga terus menambah pundi-pundinya bersama The Reds, dengan kini total sudah mencetak 140 gol dari 217 laga.

SOUTHGATE JAWAB KRITIK KLOPP: KAMI BAIK-BAIK SAJA

Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, mempertanyakan alasan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, kerap mengkritiknya saat berbicara di media. Pelatih asal jerman itu memang pernah mengkritik keputusan Southgate yang lebih memilih memanggil John Stones ketimbang Joe Gomes. Selain itu, Klopp juga pernah mempertanyakan keputusan Southgate yang sempat memainkan Alexander Arnold di lini tengah timnas Inggris. Namun begitu, Southgate menanggapinya dengan santai. Southgate menyatakan bahwa hubungannya dengan Klopp baik-baik saja.

MINTA MAAF KARENA GOL BUNUH DIRI, BEK MU MALAH BLUNDER LAGI

Eric Bailly melakukan kesalahan fatal dalam Derby Manchester. Dia mencetak gol bunuh diri dalam laga di Old Trafford, akhir pekan kemarin. Alih-alih menyatakan penyesalan, Bailly pun membuat postingan di media sosial twitter. Dalam unggahannya, Bailly memuat dua buah foto pertandingan, termasuk saat melakukan gol bunuh diri. Sayangnya, bukan mendapatkan simpati, justru dia malah dikecam habis-habisan oleh sejumlah fans. Beberapa dari mereka merasa kecewa karena sang defender memperlihatkan foto gol bunuh dirinya, padahal itu dianggap hal memalukan.

CEDRIC BAKAMBU DIINCAR BARCELONA

Barcelona mulai berhasrat mencari pemain anyar agar semakin menguatkan komposisi skuadnya. Dikutip Football Espana, Barcelona tengah mengincar Cedric Bakambu yang memperkuat Beijing Guoan. El Barca menilai jika pemain berusia 30 tahun itu bisa jadi pilihan jangka pendek bagi tim asuhan Xavi Hernandez. Selain bisa didatangkan secara bebas transfer lantaran kontraknya bakal habis di akhir Desember 2021, Bakambu yang punya pengalaman bermain pada kompetisi La Liga saat membela Villarreal selama tiga musim jadi pertimbangan mereka.

MADRID INGIN ADA KLAUSUL RILIS SUPER MAHAL DI KONTRAK VINICIUS

Sebuah informasi beredar mengenai proses perpanjangan kontrak Vinicius Junior di Real Madrid. Manajemen Los Blancos dilaporkan ingin menaruh klausul rilis bernilai besar di kontrak baru winger asal Brasil tersebut. Langkah ini diambil untuk mencegah sang winger dibajak klub-klub lain. Dilaporkan, klausul rilis yang bakal disematkan sebesar 1 Miliar Euro atau Rp 16,4 triliun di kontrak baru Vinicius. Laporan itu mengklaim bahwa Vinicius akan menerima kompensasi yang besar atas klausul rilis tersebut. Ia akan diberi kontrak berdurasi enam tahun sehingga ia akan membela El Real sampai tahun 2027.

HAALAND DAN MBAPPE COCOK DI REAL MADRID

Eks gelandang Bayern München, Lothar Matthaus mengungkapkan minatnya kepada dua bintang muda, yakni bomber Borussia Dortmund Erling Haaland dan striker PSG Kylian Mbappe. Menurut Matthaus, Haaland mungkin bisa saja menjadi pemain Bayern, tetapi itu jelas untuk menggantikan Robert Lewandowski, bukan untuk bermain bersama pemain internasional Polandia tersebut. Menurutnya, Madrid dinilai lebih cocok untuk Haaland, apalagi Mbappe juga santer dibicarakan bisa merapat ke Santiago Bernabeu. “Haaland akan lebih cocok di Real Madrid dengan Mbappe.”ucapnya.

AC MILAN VS KESSIE, INI PENDAPAT CLARENCE SEEDORF

Kontrak Franck Kessie di San Siro berakhir pada musim panas 2022 nanti. AC Milan tentu sudah berusaha membujuk Kessie agar memperbaharui kontrak barunya. Tapi negosiasi berlangsung dengan alot. Masalahnya adalah soal gaji. Masalah ini kemudian mendapatkan sorotan dari Clarence Seedorf. Ia mengatakan Kessie memang berhak meminta kenaikan gaji. Namun Milan juga berhak untuk tidak menerima permintaan Kessie. Seedorf kemudian mengisyaratkan bahwa pemain 24 tahun itu sebenarnya tak cukup layak meminta kenaikan gaji yang berlebihan mengingat perannya di skuat Milan tak terlalu krusial.

MAURIZIO SARRI SIAP PERPANJANG KONTRAK DI LAZIO

Maurizio Sarri sangat puas melihat perkembangan Lazio musim ini. Juru taktik asal Italia itu mengaku pihak manajemen telah berpikir menambah masa tugasnya. Sarri membantu Lazio melibas Salernitana 3-0 pada giornata ke-12 Liga Italia 2021/22. Kemenangan besar ini membuka peluang I Biancoceleste untuk masuk empat besar. Sebab, Lazio kini naik ke posisi lima dengan 21 poin, dan hanya terpaut satu poin dari Atalanta di urutan empat.

PAUL POGBA CEDERA PAHA DI SESI LATIHAN PRANCIS

Gelandang MU, Paul Pogba cedera paha dalam sesi latihan timnas Prancis menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2022, Senin (8/11) malam waktu setempat. Dalam video yang diunggah media Prancis, RMC Sport, Pogba cedera akibat menendang bola. Setelah itu Pogba langsung jalan dengan terpincang. Cedera itu terlihat buruk bagi Pogba karena tidak langsung pulih di lapangan. Sebagai langkah antisipasi, Pogba dibawa ofisial timnas Prancis meninggalkan Clairefontaine dengan mobil hitam. Masih akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui seberapa parah cedera Pogba.

XAVI RESMI DIPERKENALKAN SEBAGAI PELATIH BARU BARCELONA

Xavi Hernandez resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Barcelona di Camp Nou pada Senin (8/11) siang waktu setempat. Sesi perkenalan Xavi dimulai dengan pernyataan legenda hidup Barcelona itu usai ditunjuk menggantikan Koeman. Setelah itu, Xavi menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2024. Dalam pidato perkenalannya, Xavi mengaku ingin melatih para pemain hebat seperti Lionel Messi, Samuel Eto’o, dan Ronaldinho. “Ya, saya ingin melatih Messi, Eto’o, dan Ronaldinho,”ucapnya.

KERAP CEDERA, XAVI TETAP PERTAHANKAN OUSMANE DEMBELE

Ousmane Dembele menjadi salah satu pemain yang sempat diisukan akan ditendang Barcelona pada musim panas 2021 kemarin. Namun kini pelatih baru Barcelona, Xavi Hernandez, menegaskan bahwa Dembele akan berada di skuadnya dan bahkan ia akan menyiapkan kontrak baru untuk pemain asal Prancis tersebut. Meski begitu, Dembele harus berjuang untuk dapat membuktikan kemampuan terbaiknya. Pasalnya, Xavi sadar Dembele adalah pemain yang rapuh hingga kerap kali cedera. Tapi Xavi masih yakin bahwa Dembele berpotensi besar menjadi salah satu striker terbaik.

XAVI HANYA DITEMANI 5 PEMAIN SAAT LATIHAN PERDANA

Hari pertama Xavi di Barcelona akan terasa sepi karena hanya ditemani oleh lima pemain inti saat sesi latihan. Kelima pemain yang dimaksud adalah Neto, Oscar Mingueza, Samuel Umtiti, Riqui Puig, dan Luuk de Jong. Para pemain Barcelona lainnya akan membela timnas negara mereka masing-masing di jeda internasional. Selain itu, Barcelona juga tengah dilanda badai cedera yang diderita oleh banyak pemain, seperti Ousmane Dembele, Ansu Fati, Eric Garcia, Gerard Pique, Nico Gonzalez, dan Martin Braithwaite.

RESMI! NEWCASTLE TUNJUK EDDIE HOWE SEBAGAI PELATIH BARU

Teka-teki soal siapa yang bakal mengisi kursi kepelatihan Newcastle United akhirnya terjawab. Bekas manajer Bournemouth, Eddie Howe telah resmi dipilih menjadi pelatih baru Newcastle United pada Senin (8/11). Dikutip dari Marca, Eddie Howe sepakat menjalin kontrak hingga 2024 untuk menjadi pelatih klub kaya raya baru tersebut, menggantikan Steve Bruce yang dipecat beberapa waktu lalu. 

BRUNO FERNANDES PIMPIN MU KUDETA OLE GUNNAR SOLSKJAER

Ole Gunnar Solskjaer disinyalir telah kehilangan kepercayaan dari anak asuhnya. Gelandang Bruno Fernandes dan juga Cristiano Ronaldo dikabarkan secara mengejutkan telah memimpin kudeta Solskjaer dari kursi pelatih Setan Merah. Bruno beserta rekan-rekannya dikabarkan sudah gerah dengan cara Solskjaer melatih. Solskjaer dianggap tidak bisa mengeluarkan potensi anak-anak asuhnya melalui metode-metode latihannya. Selain itu, ada ketidaksenangan perihal perlakuan manajer kepada Donny van de Beek.

MANCHESTER UNITED TAK BERENCANA PECAT SOLSKJAER

Meski desakan Solskjaer out kembali menggema, pihak Manchester United tidak berencana memecat Solskjaer. Berdasarkan laporan Skysports, sumber-sumber dekat Solskjaer mengungkapkan bahwa Solskjaer dipastikan masih akan melatih MU setelah jeda internasional. Disebutkan pula bahwa manajemen MU memilih untuk mempertahankan Solskjaer setidaknya sampai akhir musim ini. Akan tetapi, keputusan itu masih bisa berubah jika posisi MU di Liga Champions musim depan terancam.

LEGENDA CHELSEA, FRANK LAMPARD BAKAL LATIH NORWICH CITY

Legenda Chelsea, Frank Lampard termasuk satu di antara tiga kandidat pelatih Norwich City. Dilansir Skysports, mantan pemain dan pelatih Chelsea itu dilaporkan telah melakukan pembicaraan dengan pihak Norwich namun belum ada keputusan yang diambil. Selain Lampard, kandidat lain untuk melatih Norwich City adalah Dean Smith, dan Ralph Hasenhuttl. Sekedar informasi, Norwich mencari pelatih anyar setelah mereka mendepak Daniel Farke beberapa hari lalu.

GERARD DAN MARTINEZ MASUK DAFTAR PELATIH BARU ASTON VILLA

Berselang dua hari setelah menelan kekalahan dari Southampton manajemen Aston Villa resmi menyudahi hubungan kerja sama dengan pelatih Dean Smith. Kini dilansir Sky Sports, manajemen Aston Villa tengah berencana untuk membidik satu nama dalam beberapa target pelatih baru. Kedua nama yang santer dikaitkan dengan tim tersebut adalah Steven Gerrard dan Roberto Martinez. Villa diharapkan berbicara dengan lima atau enam manajer baru selain dua nama di atas. Sebab, baik Gerrard dan Martinez masing-masing masih bertugas bersama Glasgow Rangers dan timnas Belgia.

TIFOSI AC MILAN BALAS PERLAKUAN HAKAN CALHANOGLU

Tifosi AC Milan membalas perlakuan mantan pemain mereka, Hakan Calhanoglu. Pemain Turki itu sebelumnya melakukan selebrasi mengejek ultras Curva Sud AC Milan dalam laga derby Milano di San Siro. Mirip dengan kasus Gianluigi Donnarumma dulu, kemarahan Milanisti diungkapkan salah satunya dalam bentuk spanduk yang dibentangkan di Jembatan Portello. Tulisan dalam spanduk buat Calhanoglu terbilang lebih kasar daripada Donnarumma karena sampai membawa-bawa masalah seksual dan rumah tangga sang pemain.

ALVARO MORATA MENDEKAT KE PINTU KELUAR JUVENTUS

Masa depan Alvaro Morata di Juventus tidak pasti. Manajemen Juve tampaknya tidak mau membayar 35 juta euro untuk mempermanenkan kepindahannya dari Atletico Madrid musim panas 2022. Lebih lanjut, masa depan Morata bisa saja bergantung pada keberhasilan Juventus mendapatkan penyerang Fiorentina, Dusan Vlahovic.  Bianconeri dikabarkan telah memasukkan nama Vlahovic ke dalam daftar buruan utamanya. Kalau berhasil memboyongnya ke Turin, maka jasa Morata tidak diperlukan lagi dan bisa dikembalikan ke Atletico Madrid.

JUVENTUS INGIN PUTUS KONTRAK AARON RAMSEY

Keberuntungan sepertinya memang belum berpihak pada Aaron Ramsey pasca dirinya bergabung dengan Juventus. Kini di musim 2021/22 dia tak menjadi pilihan utama Allegri dan lebih banyak duduk di bangku cadangan. Menurut laporan Football Italia, Juventus beranggapan jika pemain asal Wales kesulitan beradaptasi di Italia, mereka juga berencana memutus kontrak Ramsey dalam waktu dekat. Tingginya gaji Ramsey sebesar 8,4 juta pound per musim pula yang menjadi salah satu pertimbangan terbesar Juve untuk melepas Ramsey.

MANCINI SAMPAIKAN KABAR BURUK JELANG ITALIA VS SWISS

Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini menyampaikan kabar buruk jelang laga melawan Swiss, Sabtu Mendatang. Mancini mengkonfirmasi bahwa Nicolo zaniolo dan Lorenzo Pellegrini tidak akan tersedia untuk menghadapi Swiss di kualifikasi Piala Dunia 2022. Pellegrini mengalami masalah pada lututnya, sedangkan Zaniolo mengalami masalah pada betis kirinya. Atas cedera yang dialami kedua gelandangnya tersebut, Mancini pun memutuskan untuk memulangkan Pellegrini dan Zaniolo ke klub masing-masing. 

EMILE SMITH ROWE DIPANGGIL TIMNAS INGGRIS

Juru racik Timnas Inggris, Gareth Southgate memanggil gelandang serang Arsenal Emile Smith Rowe. Hal itu menjadi panggilan pertamanya untuk masuk tim senior Inggris di Kualifikasi Piala Dunia melawan Albania dan San Marino. Pemanggilan itu sangat masuk akal karena Smith Rowe tampil mengesankan bersama Arsenal belakangan ini. Gelandang berusia 21 tahun itu mencetak lima gol dan dua assist dalam delapan laga terakhirnya di semua kompetisi.

PSG MURKA LIHAT MESSI JALANI KLAUSUL KONTRAK ISTIMEWA

Direktur Olahraga PSG, Leonardo, mengungkapkan kekesalan melihat Lionel Messi menjalani klausul kontrak istimewa. Di PSG, Messi memang memiliki klausul yang memprioritaskan timnas Argentina dibandingkan PSG. Klausul itu mewajibkan PSG untuk merelakan Messi dan bersedia seandainya Les Parisiens tidak diperkuat pemain 34 tahun itu saat timnas Argentina bermain. Namun Leonardo ternyata kesal dengan klausul ini. Ia enggan membiarkan Messi kembali ke Argentina untuk jeda internasional November 2021. Pasalnya, Messi sedang berada dalam kondisi cedera lutut yang membuat Messi sempat melewatkan dua laga terakhir PSG.

Klub Baru Conte dan Xavi – Real Madrid Cetak Rekor

Antonio Conte resmi latih Spurs, begitupun dengan Xavi yang resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru FC Barcelona. Dari sisi seberang, Real Madrid yang terus menjaga asa di kompetisi Liga Champions Eropa berhasil mengukir sejarah yang tidak semua klub bisa melakukannya.

Clean sheet akan selalu setia menemani hari kalian dengan bahasan sepak bola terpanas dalam sepekan. Penasaran seperti apa cerita yang banyak dibahas? Simak terus sampai tiada satu detik pun tersisa!

Antonio Conte Resmi Latih Spurs

Kabar mengejutkan muncul dari kompetisi Liga Primer Inggris, setelah nama Antonio Conte yang sebelumnya dilaporkan bakal melatih MU, malah berbalik arah untuk mengisi kursi kosong di Tottenham Hotspurs yang baru saja ditinggal Nuno Espirito Santo.

Conte yang kita tahu punya reputasi terbaik sebagai seorang juru taktik, resmi dikontrak selama kurang lebih 18 bulan. Bila hasil yang diberikan sesuai harapan, maka opsi perpanjangan kontrak telah disiapkan oleh pihak The LillyWhites.

Kembalinya Conte ke kompetisi Liga Primer Inggris jelas menjadi ancaman serius bagi pelatih klub besar lainnya. Namun begitu, Thomas Tuchel yang kini tercatat sebagai pelatih Chelsea, mengaku telah menyambut baik kedatangan Conte. Menurutnya, kembalinya Conte bisa sekaligus menaikkan pamor kompetisi Inggris sebagai salah satu liga paling ketat di dunia.

Sementara itu, kedatangan Conte ke Spurs menjadi kesedihan tersendiri bagi Manchester United. Klub berjuluk Setan Merah itu harus merelakan pelatih yang sebelumnya diincar malah membesut tim rival, padahal semua penggemar juga tahu bila mereka sudah merasa tidak puas dengan kinerja pelatih saat ini, Ole Gunnar Solskjaer.

Debut Conte di Spurs berbuah manis, setelah pada laga UEFA Conference League, Vitesse yang tampil sebagai lawan sukses dilibas dengan skor 3-2.

Xavi Akhirnya Diperkenalkan Sebagai Pelatih Barca

Kabar baik baru saja diterima oleh penggemar FC Barcelona di seluruh dunia. Usai pelatih Ronald Koeman resmi dipecat, nama Xavi Hernandez yang memang digadang-gadang sebagai pengganti resmi diperkenalkan sebagai jurulatih anyar.

Xavi resmi bergabung dengan Barca setelah resmi berpamitan dengan seluruh skuad dan staf Al Sadd. Meski mengaku sedih karena telah meninggalkan klub yang telah membuatnya mendapat banyak pelajaran sebagai pelatih, Xavi turut menyambut bahagia kepulangannya ke FC Barcelona, mengingat klub tersebut telah merasuki seluruh aliran nadinya.

Kehadiran Xavi jelas sangat diharapkan oleh penggemar el Barca. Mereka yang mendapati tim kesayangan tengah terpuruk, ingin menyaksikan sang legenda membawa kembali kejayaan yang telah lama hilang.

Tidak hanya penggemar, kembalinya Xavi ke Camp Nou juga disambut baik oleh Pep Guardiola yang berharap kesuksesan mantan anak asuhnya itu di kubu Catalan.

Namun tetap saja, meski Xavi memiliki rekor yang membanggakan di klub sebelumnya, tantangan di Barcelona terbilang tidak mudah. Dia dianggap punya banyak pr untuk diselesaikan.

Maka dari itu, menarik untuk dinantikan seberapa jauh laju Xavi bakal berjalan mulus di klub yang telah membesarkan namanya.

Aguero Sakit Jantung, Barcelona Buru-Buru Bidik Pengganti

Dari Barcelona, selain kabar bahagia yang terus mengudara usai Xavi resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar, mereka memiliki masalah yang tidak bisa disingkirkan. Sergio Aguero, penyerang yang baru saja didatangkan pada bursa transfer musim panas kemarin, dilaporkan harus menepi dalam waktu yang cukup lama karena mengalami penyakit jantung.

Aguero mengeluhkan sakit di bagian dada ketika tengah berlaga melawan Alaves dalam lanjutan La Liga. Tepat setelah dirinya ditarik keluar, rumah sakit pun langsung menjadi tujuan. Kabar menyebutkan bila Aguero mengalami masalah pada irama jantung. Akibat masalah tersebut, detak jantung Aguero terasa lebih kencang hingga tiba-tiba melambat dan cenderung tidak beraturan.

Barcelona selaku tim yang kini memiliki hak penuh sang pemain sempat menginformasikan kondisi terkini usai Aguero mendapat pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Josep Brugada.

“Sergio Aguero tidak dapat dipilih masuk tim dan, selama tiga bulan ke depan, efektivitas pengobatan akan dievaluasi untuk menentukan proses pemulihannya,” demikian bunyi pernyataan resmi Barcelona.

Kepastian absennya sang pemain jelas menjadi pukulan telak bagi FC Barcelona. Seperti diketahui, Aguero baru saja sembuh dari cedera dan diharapkan bisa memberi kontribusi besar bagi lini serang tim. Maka dari itu, di tengah kabar buruk yang menyerang Aguero, klub langsung melakukan pergerakan dengan membidik sejumlah pemain sebagai pengganti.

Nama pertama adalah Alexandre Lacazette. Penyerang Arsenal itu dinilai tengah mengalami kondisi yang tidak pasti di Arsenal. Oleh karena itu, Blaugrana mencoba mencari celah untuk bisa mendapatkan tanda tangannya.

Selain itu, masih ada striker MU, Edinson Cavani, yang jasanya juga menarik perhatian el Barca. Meski sudah memasuki masa senja, Cavani dinilai masih punya produktivitas mumpuni sebagai seorang predator papan atas.

Nama lain yang disiapkan adalah Aubameyang, Raheem Sterling, sampai Akrim Adeyemi yang kini berstatus sebagai pemain RB Leipzig.

Kira-kira, siapa yang cocok gantikan posisi Aguero di lini serang Barcelona?

Real Madrid Cetak Rekor Mengagumkan

Di tengah banyak kabar yang menghiasi kubu Catalan, sang rival Real Madrid berhasil meneruskan laju mulus mereka di kompetisi Liga Champions Eropa. Real Madrid yang sukses mencatat kemenangan di laga melawan Shakhtar Donetsk, berhasil mendulang gol ke seribu di kompetisi tertinggi Eropa itu.

Dalam laga yang berjalan mulus bagi serangan yang terus dilancarkan Real Madrid itu, skuad besutan Carlo Ancelotti berhasil menang dengan skor 2-1. Dua gol el Real dicetak oleh penyerang asal Prancis, Karim Benzema.

Dengan catatan seribu gol di kompetisi Liga Champions Eropa, klub asal ibukota Spanyol menjadi tim pertama yang mampu menorehkan rekor tersebut. Benzema yang turut membantu klub meraih rekor tersebut pun merasa senang dan bangga.

“Aku sangat bangga bisa mencetak gol ke-1000 untuk klub ini, yang aku anggap sebagai klub terbaik di dunia. Aku akan selalu sangat bahagia di sini. Ini adalah pertandingan yang sulit bagi kami, melawan tim yang bagus seperti Shakhtar,” kata Benzema.

Dengan catatan itu pula, Real Madrid kini berada di peringkat teratas Grup D Liga Champions dengan koleksi sembilan poin. Mereka unggul dua poin atas Inter Milan di posisi kedua, dan tiga angka atas Sheriff Tiraspol di tempat ketiga.

Mengingat pertandingan yang masih menyisakan dua pertandingan lagi, Real Madrid jelas masih memiliki peluang lolos ke babak 16 besar.

Cedera Dusan Tadic yang Bikin Ngilu

Di tengah panasnya persaingan klub-klub Eropa, pemain Ajax Dusan Tadic seolah menjadi pencair suasana.

Dusan Tadic menjadi pemain yang ikut dalam rombongan Ajax, dimana klub tersebut mampu kandaskan perlawanan Borussia Dortmund di kompetisi Liga Champions Eropa dengan skor meyakinkan 3-1.

Namun gol yang dicetak Tadic untuk membuat Ajax mampu menyamakan skor harus dibayar mahal. Tepat sebelum mencetak gol, Tadic harus “berjuang” dengan bagian vitalnya menjadi yang lebih dulu menghantam tiang gawang. Dalam merayakan gol yang dicetak, Tadic terlihat kesakitan sembari memegangi bagian alat vitalnya.

Uniknya, usai laga langsung muncul sebuah foto yang memperlihatkan bagian vital Tadic yang terbungkus perban. Sontak foto itu pun langsung viral dan menuai banyak respon dari warganet.

Setelah sempat banyak warganet yang mempercayainya, seorang pengguna media sosial bernama @Mvan_berkel mengkonfirmasi bahwa foto itu adalah hasil editan. Meski pada akhirnya semua tahu bahwa foto itu adalah akal-akalan belaka, tetap saja banyak orang yang merasa sangat terhibur.

Itulah tadi kumpulan berita yang banyak diperbincangkan dalam sepekan lamanya. Kira-kira mana yang paling membuat kalian terkesan atau bahkan tak percaya?

Mengenang Musim Perdana Xavi Hernandez Bersama FC Barcelona

Xavi Hernandez telah menghabiskan sebagian besar karirnya bersama FC Barcelona. Meski menutup karir hebatnya di Qatar, nama Xavi tentu akan selalu lekat dengan Blaugrana, apalagi bila melihat torehan mengesankannya di klub asal Catalan.

Xavi, sedari kecil memang sudah disebut sebagai pemain berbakat. Sosoknya cerdas dan sudah mengetahui betul apa yang harus dilakukannya di atas lapangan. Di musim pertamanya di tim utama Barcelona, Xavi bahkan sudah menunjukkan tentang bagaimana seorang superstar masa depan memperlihatkan pertunjukkan di atas lapangan.

“Aku sudah kehabisan pujian untuknya. Tidak ada orang yang bisa dibandingkan dengan apa yang dia tunjukkan sebagai pribadi dan pemain,”

“Statistiknya dari tahun ke tahun, perasaan yang dia tunjukkan, caranya melakukan sesuatu di lapangan. Dia adalah pemain yang unik, dia telah menjadi sosok fundamental bagi klub dan Spanyol. Menjadi sebuah kebahagiaan dan keistimewaan untuk bermain bersamanya.” ucap Andres Iniesta (via 90min-football)

Mengingat Musim Perdana Xavi di Barcelona

Xavi yang lahir di Terrassa memang sudah memiliki darah yang kental akan sisi Catalunya. Sudah gabung dengan La Masia sejak usia 11 tahun, Xavi yang merupakan anak dari mantan pesepakbola, secara bertahap mampu menunjukkan kebolehannya di tim muda el Barca.

Pada musim 1998/99, Xavi menjadi salah satu dari sepuluh pemain muda yang diberi kesempatan tampil oleh pelatih Louis van Gaal. Debutnya untuk tim senior Barca terjadi pada 18 Agustus 1998, dalam pertandingan Supercopa de Espana melawan Real Mallorca. Meski sempat kesulitan di menit-menit pertama, tepat setelah 16 menit tampil di lapangan, Xavi berhasil mencetak gol di pertandingan debutnya.

Dia ketika itu sukses melepas tendangan yang mampu menjebol gawang lawan usai mendapat umpan dari sosok yang akan jadi pelatihnya di masa depan, Luis Enrique.

Kurang dari sebulan dari debut briliannya itu, sang pemuda Catalan langsung merasakan tampil di kompetisi Liga Champions Eropa. Dia merasa bahagia ketika pertama kali menapakkan kaki di kompetisi dengan atmosfer luar biasa.

Baru berusia 18 tahun ketika itu, Xavi masuk sebagai pemain pengganti di laga melawan Manchester United yang pada akhirnya keluar sebagai juara. Di pertandingan yang digelar di Old Trafford tersebut, dia menggantikan gelandang Brasil Giovanni, untuk kemudian mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 3-3.

Musim perdananya, yang dihiasi dengan penampilan indah nan menawan, membuat Xavi mengundang banyak perhatian. Visi yang bagus dan tidak adanya egoisme membuat Xavi menjadi sosok gelandang yang ideal bagi rekan-rekan setimnya. Bahkan, sosok Pep Guardiola mengakui kehebatan Xavi dengan mengatakan kalau juniornya itu akan memaksanya untuk segera pensiun.

“Kamu akan membuatku cepat-cepat pensiun!” ucap Pep Guardiola.

Di musim perdananya itu, Xavi juga masih sering diminta untuk tampil bersama tim Barcelona B. Namun itu tidak menjadi masalah baginya. Banyak pelajaran dan pengalaman yang didapat. Di musim yang dianggapnya luar biasa itu pun, Xavi tampil dalam 17 laga bersama tim senior, dengan 18 lainnya ia tampilkan di tim Barcelona B.

Meski pada musim tersebut Xavi gagal menyelamatkan tim Barcelona B dari jerat degradasi, ketika bicara tentang performanya di tim senior, dia malah sukses menjadi bagian dari tim yang memenangkan gelar La Liga.

Selain itu, Xavi juga mendapat penghargaan sebagai debutan terbaik La Liga.

Musim pertama itu jadi yang sangat spesial bagi Xavi. Pasalnya, dia tampil dalam 24 pertandingan di musim berikutnya untuk kemudian benar-benar menggantikan posisi Pep Guardiola sebagai gelandang yang diandalkan Barcelona.

Hebatnya, seperti yang telah kita saksikan, Xavi yang terus tampil sebagai andalan berhasil membuka lembar kejayaan bersama el Barca. Total ada delapan gelar La Liga, tiga gelar Copa del Rey, enam trofi Supercopa de Espana, empat gelar Liga Champions Eropa, dua gelar Piala Super Eropa, dan dua gelar Piala Dunia Antar Klub, yang dipersembahkan oleh klub yang ditinggalkannya pada tahun 2015 silam.

4 Alasan Aston Villa Memecat Dean Smith

Premier League mulai menunjukkan kekejamannya. Musim 2021/2022 baru berjalan 11 pekan, beberapa pelatih sudah kehilangan jabatannya. Terbaru, Dean Smith jadi pelatih kelima yang dipecat klub Premier League.

Pelatih Inggris berusia 50 tahun itu baru saja didepak oleh klubnya, Aston Villa tak lama setelah menelan kekalahan dari Southampton. Smith jadi pelatih kelima setelah Xisco Munoz, Steve Bruce, Nuno Espirito Santo, dan Daniel Farke yang terpaksa kehilangan pekerjaannya di ketatnya persaingan Liga Inggris musim ini.

Terdepaknya Dean Smith sendiri sejatinya menjadi hal yang tidak diduga-duga sebelumnya. Di awal musim, ada harapan dan optimisme tinggi yang dibebankan kepadanya. Apalagi, ia adalah figur penting yang membawa kembali Aston Villa ke pentas Premier League.

Ya, Dean Smith bukanlah orang asing di Villa Park. Ia mulai menjabat sebagai pelatih kepala di musim 2018/2019. Dampak besar langsung ia berikan. Smith menghidupkan kembali nyawa “The Lions” yang sempat meredup saat klub tersebut turun kasta di akhir musim 2016.

Di musim pertamanya, Smith langsung berhasil membawa Aston Villa promosi kembali ke Premier League setelah mengalahkan Derby County 2-1 di laga final play-off. Di musim tersebut, pasukan Dean Smith juga berhasil memproduksi 82 gol dalam 46 pertandingan alias menjadi tim terproduktif ketiga setelah Norwich City dan West Bromwich Albion.

Di musim 2019/2020, Dean Smith langsung berhasil membawa Aston Villa ke final Carabao Cup. Sayang, mereka kandas 1-2 dari juara bertahan Manchester City. Sementara musim lalu jadi pencapain tertinggi Dean Smith di pentas Liga Premier. Ia membawa Villa finish di peringkat 11, jauh lebih baik dari musim sebelumnya yang hanya finish di peringkat 17.

Di luar catatan prestasi tersebut, Dean Smith sendiri merupakan pendukung Aston Villa sejak kecil. Ia dan keluarganya juga tumbuh besar mendukung The Lions. Tak bisa dipungkiri kalau ia juga merupakan pelatih terbaik Villa dalam 2 dekade terakhir. Musim lalu, Dean Smith juga memberi Aston Villa kemenangan yang sangat bersejarah. Ia membawa The Lions membantai juara bertahan Liverpool 7-2.

Lalu, mengapa Aston Villa kini memutuskan untuk memecat Dean Smith yang dulu memberi mereka kenangan manis?

Alasan 1: Kekalahan Beruntun dalam 5 Laga Terakhir

Ada 4 alasan kuat yang membuat Aston Villa terpaksa mendepak Dean Smith. Alasan pertama sudah pasti, yakni kekalahan beruntun yang diderita Danny Ings dkk dalam beberapa pertandingan terakhir. Aston Villa selalu menelan kekalahan dalam 5 pertandingan terakhirnya.

Villa seperti mendapat karma usai mempermalukan Ole Gunnar Solskjaer. Di pekan ke-6, mereka berhasil mengalahkan Manchester United di Old Trafford dengan skor tipis 1-0. Usai mempermalukan MU dan Ole di kandangnya sendiri, Aston Villa malah kesulitan memetik poin di pekan-pekan selanjutnya.

The Lions kemudian kalah 2-1 dari Tottenham Hotspur di pekan ke-7, tunduk 2-3 dari Wolverhampton Wanderers di pekan ke-8, dipermalukan Arsenal 3-1 di pekan ke-9, dibantai West Ham United 1-4 di pekan ke-10, dan terakhir kandas di kandang Southampton dengan skot tipis 1-0.

Alasan 2: Catatan Statistik yang Buruk Musim Ini

Selain 5 kekalahan beruntun dalam 5 laga terakhirnya, catatan statistik Aston Villa di awal musim ini juga terbilang buruk. Inilah penyebab kedua yang menjadi alasan dipecatnya Dean Smith dari kursi pelatih.

Hingga pekan ke-11, Aston Villa baru mampu memetik 3 kemenangan dan sudah menelan 7 kekalahan. Lini serang mereka juga tumpul. Danny Ings dkk baru mampu menghasilkan 14 gol saja. Setali tiga uang, lini belakang Villa sangat rapuh dan sudah kebobolan 20 gol. Di jantung pertahanan, kiper Emiliano Martinez seperti bekerja sendirian.

Meski mampu mencatat 2,8 saves per laga dan menepis 2 sepakan penalti dengan sempurna, gawangnya sudah bobol 17 kali. Ironisnya, kiper timnas Argentina itu dinilai terkena karma usai ‘sombong’ dan menantang Cristiano Ronaldo di pertemuan mereka di pekan ke-6 Liga Inggris. Usai pertandingan tersebut, Emi Martinez gagal mencatat cleansheet dan kebobolan 13 gol hanya dalam 5 pertandingan.

Alasan 3: Taktik Dean Smith Tak Berjalan

Menurunnya performa Aston Villa musim ini jelas erat kaitannya dengan racikan taktik Dean Smith. Manajemen Villa sepertinya mulai menyadari bahwa taktik sang pelatih tidak berjalan dengan baik. Salah satu ciri khas gaya permainan Dean Smith adalah variasi dan pemanfaatan set piece.

Sudah banyak gol yang dihasilkan The Lions dari berbagai situasi bola mati. Sayangnya, skema serangan tersebut sudah tak banyak menghasilkan gol. Seiring dengan bertambahnya musim, skema taktik set piece ala Dean Smith makin tumpul.

Di musim perdananya melatih Aston Villa, The Lions mampu memproduksi 22 gol hanya dari skema bola mati. Lalu di musim 2019/2020 atau musim debut Dean Smith di pentas Premier League, skema set piece Aston Villa berhasil menghasilan 14 gol. Sementara di musim lalu, Ollie Watkins cs hanya menghasilkan 11 gol dari situasi bola mati.

Kini keampuhan skema serangan tersebut terlihat makin tumpul. Sepertinya, taktik tersebut juga sudah banyak diantisipasi lawan. Buktinya, hingga pekan ke-11, Aston Villa baru menghasilkan 2 gol dari situasi bola mati.

Catatan tersebut jelas jauh dari pencapaian mereka di musim-musim sebelumnya. Padahal manajemen Aston Villa sudah memenuhi permintaan Dean Smith dengan mengontrak Austin MacPhee, pelatih set piece yang khusus didatangkan di awal musim untuk meningkatkan skema serangan tersebut.

Alasan 4: Gagal Memaksimalkan Potensi Pemainnya

Selanjutnya, yang jadi alasan keempat Aston Villa memecat Dean Smith adalah gagalnya pelatih asal Inggris tersebut memanfaatkan potensi pemain yang ia miliki. Dilihat dari skuad yang dimiliki, Aston Villa sebenarnya punya kekuatan lebih dari cukup untuk mengganggu peta persaingan di papan atas Liga Premier.

Apalagi sejak musim lalu Villa telah mempekerjakan seorang direktur olahraga yang jeli menemukan pemain berbakat dalam diri Johan Lange. Lange yang jauh-jauh didatangkan dari Denmark langsung berhasil membantu Dean Smith dengan mendatangkan Emi Martínez, Matty Cash, Bertrand Traoré, Ollie Watkins, hingga Morgan Sanson yang menelan biaya hingga lebih dari 100 juta euro.

Investasi yang sama kembali dilakukan di awal musim ini. Selepas menjual mahal Jack Grealish, Aston Villa mengeluarkan biaya tak kurang dari 99,82 juta euro untuk mendatangkan Emiliano Buendia, Leon Bailey, Ashley Young, hingga Danny Ings. Atas dasar itulah wajar bila manajemen menuntut hasil yang lebih baik ketimbang musim lalu. Sayangnya, Dean Smith selaku pelatih kepala yang jadi pihak paling bertanggung jawab gagal memenuhi ekspektasi tersebut.

Meski sudah diperkuat nama-nama potensial tadi, posisi Aston Villa di papan klasemen Premier League musim ini justru makin turun ke peringkat 16 dengan hanya mengumpulkan 10 poin dari 11 pertandingan. Oleh karena itu, ketika Dean Smith gagal memaksimalkan potensi skuadnya, manajemen The Lions tak punya jalan lain selain memecat dirinya.

Ya, pada akhirnya, seperti yang tertuang dalam statement resmi Aston Villa di website-nya, ‘penurunan performa dan belum terlihatnya peningkatan prestasi’ jadi alasan utama di balik pemecatan Deam Smith dari kursi pelatih The Lions.

“Dewan ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Dean atas banyak pencapaiannya yang luar biasa, di dalam dan di luar lapangan, selama ini. Semua orang tahu betapa berartinya Aston Villa bagi Dean dan keluarganya. Dia telah mewakili Klub dengan kehormatan dan martabat. Secara universal disukai dan dihormati oleh semua orang yang terkait dengan Aston Villa; staf, pemain, dan pendukung kami. Kami mendoakan yang terbaik untuknya.” kata CEO Christian Purslow dikutip dari AVFC.

***
Sumber Referensi: The Guardian, AVFC, Bola Bisnis, SkySports, BBC.

Berita Bola Terbaru Starting Eleven News 8 November 2021

TUCHEL: CONTE ADALAH SALAH SATU PELATIH TERHEBAT DI DUNIA

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, menyambut baik kepulangan Antonio Conte ke kompetisi Liga Primer Inggris. Dia setuju untuk mengatakan bila itu adalah kabar baik bagi kompetisi Negeri Ratu Elizabeth. Menurut Tuchel, Conte masih tercatat sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Prestasinya tak terbantahkan. Jika melihat kiprahnya belum lama ini, Conte bahkan disebut Tuchel sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. “Dia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Lihat rekornya. Lihat gelarnya. Dia akan membuat semua orang kesulitan ketika berhadapan dengan Tottenham,” ucap Tuchel.

SPURS BERENCANA GAET BINTANG MUDA JUVENTUS

Conte menampilkan debut yang cukup ciamik bersama Tottenham Hotspurs. Bahkan dalam waktu yang relatif singkat, dia langsung tahu siapa pemain yang bakal cocok dalam skemanya. Pelatih asal Italia itu memandang bintang Juventus, Weston McKennie, sebagai figur yang pas untuk tampil dalam taktiknya di Tottenham. Ketertarikan Spurs kepada McKennie terlihat cukup serius. Conte yang menjadi sosok yang inginkan McKennie mengatakan bila setidaknya dia ingin datangkan sang pemain pada bursa transfer musim dingin Januari tahun depan. 

PENGGEMAR WEST HAM DITANGKAP USAI NYANYIKAN SERUAN RASIS

Sebuah video memperlihatkan para penggemar West Ham menyanyikan lagu anti-Semit kepada seorang penumpang Yahudi di pesawat. Video yang tersebar luas itu pun menarik perhatian The Hammers. Klub tersebut memilih untuk bersikap tegas dengan memberikan larangan hadir ke Stadion selama seumur hidup kepada fans mereka, khususnya para penggemar yang terlibat dalam insiden memalukan tersebut. Selain itu, Sky Sports melaporkan bila seorang pria berusia 55 tahun yang diduga jadi provokator dalam aksi itu ditangkap oleh pihak kepolisian. Pria itu ditangkap di Bandara Stansted, setelah tiba di Inggris dari Belgia untuk kemudian segera dibawa ke kantor polisi di Essex untuk diinterogasi.

BRAHIM DIAZ DIPANGGIL LUIS ENRIQUE

Gelandang AC Milan, Brahim Diaz, mendapat panggilan dari Luis Enrique untuk membela timnas Spanyol. Ini merupakan panggilan pertama yang tentunya membuat Diaz merasa sangat bahagia. Brahim Diaz yang kini berstatus sebagai pemain pinjaman di AC Milan dari Real Madrid memang sukses tampilkan performa menawan. Sejauh ini, dia mampu mencetak empat gol dan membuat dua assist dari sepuluh penampilan di berbagai ajang kompetisi. Di ajang Serie A Italia musim ini, pemain berusia 22 tahun itu tampil tujuh kali dengan menyumbang tiga gol.

MLS KONFIRMASI JADWAL MUSIM 2022

Kompetisi Major League Soccer, resmi mengumumkan jadwal musim 2022 mendatang. Melalui situs resminya, kompetisi tersebut bakal dimulai pada 26 Februari dan berakhir pada 9 Oktober. Sementara itu, Piala MLS sendiri akan berlangsung pada 5 November, atau lebih dari dua minggu sebelum dimulainya ajang Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar. Selain itu, Major League Soccer juga mengkonfirmasi bila mereka akan kedatangan tim baru, Charlotte FC, yang bakal jadi tim ke 28 yang tampil di liga. 

PSG SAINGI BARCA UNTUK BOYONG KESSIE

Nasib Franck Kessie di AC Milan memang masih abu-abu. Gelandang tersebut masih belum juga menandatangani kontrak baru meski AC Milan sudah mengajukan tawaran perpanjangan kontrak. Di tengah situasi pelik yang dialami, terdapat dua klub yang tertarik untuk meminangnya. Mereka adalah FC Barcelona dan Paris Saint Germain. Barcelona berharap bisa mendatangkan Kessie dengan status free transfer pada Juni tahun depan. Sementara itu, Paris Saint Germain juga terus memantau situasi Kessie untuk menambah daya gedor di lini tengah. Selain dua klub tersebut, Tottenham asuhan Antonio Conte juga kabarnya tertarik untuk memboyong sang pemain ke London. 

LUUK DE JONG TAK MASUK RENCANA XAVI

Xavi Hernandez telah resmi diumumkan sebagai pelatih anyar FC Barcelona. Pelatih yang didatangkan dari Al Sadd itu kemudian dilaporkan bakal segera merombak skuad yang sebelumnya disiapkan Ronald Koeman. Satu nama yang dinilai tidak akan masuk ke dalam rencana Xavi adalah Luuk de Jong. Sebuah laporan mengklaim bila Barcelona akan melakukan apapun demi bisa melepas De Jong pada bulan Januari nanti. Apa yang menjadi rencana Xavi itu pun sama sekali tidak mendapat pertentangan, setelah sang pemain memang dianggap gagal buktikan kualitas sejak didatangkan Koeman dari Sevilla. 

DANIEL LEVY JANJIKAN SESUATU PADA CONTE

Antonio Conte resmi masuk sebagai pelatih Spurs untuk gantikan Nuno Espirito Santo. Conte sendiri menjadi pelatih yang tampak bakal diberi kepercayaan penuh oleh manajemen. Buktinya, sosok penting di kubu The LilyWhites, Daniel Levy, berjanji untuk memberikan apapun yang diinginkan Conte. Dia mengaku bakal memberi sejumlah dana untuk Conte guna membangun skuad mumpuni. Diperkirakan, terdapat sekitar tiga sampai empat pemain yang bakal didatangkan Conte untuk menyempurnakan skuad besutannya.

ARSENAL SIAPKAN DANA BESAR UNTUK BOYONG VLAHOVIC

Arsenal dikabarkan menjadi tim yang paling depan untuk bisa dapatkan jasa Dusan Vlahovic. Vlahovic yang kini berusia 21 tahun memang menjadi incaran banyak klub Eropa, menyusul performa luar biasanya di kompetisi Serie A. Menurut jurnalis Italia Gianluca Di Marzio, Arsenal sudah mencapai kesepakatan awal dengan Fiorentina soal transfer Vlahovic. Bahkan, klub asal London dilaporkan siap membayar dana sebesar 80 juta euro atau setara 1,3 triliun rupiah untuk bisa datangkan Vlahovic.

VAN DE BEEK KENA EJEK SAAT UMUMKAN KEHAMILAN SANG KEKASIH

Gelandang Manchester United, Donny van de Beek, mengumumkan kehamilan sang kekasih lewat sosial media instagramnya. Postingan itu pun langsung dibanjiri ucapan selamat dari warganet. Namun dari sekian banyak komentar, terselip sebuah respon yang cukup menggelitik. Adalah ejekan yang dilontarkan Van der Meyde. Dia berkomentar dengan nada, “Selamat, apakah nama anak itu nanti adalah Ole Gunnar?” tulis Van der Meyde diikuti emoji tertawa dan hati. Komentar lelucon tersebut jelas untuk menyindir situasi Van de Beek yang saat ini masih belum menemukan performa terbaiknya di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer.

HASIL PERTANDINGAN LENGKAP

Liverpool menyerah 2-3 dari West Ham dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan ke-11. Bermain di London Stadium, West Ham ngegolin duluan berkat bunuh diri Alisson Becker di menit 4. Jelang akhir babak pertama, The Reds menyamakan skor melalui Alexander Arnold. Di babak kedua, Liverpool kembali tertinggal berkat gol dari Pablo Fornals dan Kurt Zouma. Liverpool hanya bisa mencetak gol hiburan melalui Divock Origi menit 83. Berkat kemenangan ini, West Ham menggeser Liverpool di posisi ketiga, sedangkan The Reds kini berada di urutan keempat. Di pertandingan lainnya, Arsenal menang 1-0 atas Watford, Everton imbang 0-0 dengan Tottenham, dan Leeds imbang 1-1 dengan Leicester City.

Dari ajang La Liga Spanyol, Valencia bermain seri 3-3 melawan Atletico Madrid di Estadio Mestalla. Atletico sempat memimpin 3-1 hingga menit ke-60, masing-masing melalui gol dari Luis Suarez, Antoine Griezmann, dan Sime Vrsaljko. Sementara satu gol Valencia dicetak oleh bunuh diri Stefan Savic. Namun kemenangan Atletico yang sudah di depan mata buyar di mata injury time, ketika Hugo Duro melesakkan dua gol untuk membuat kedudukan berakhir imbang. Atas hasil ini, Atletico masih tetap menghuni posisi keempat, sedangkan Valencia ada di peringkat ke-10.

Di Liga Italia, derby Milan berakhir imbang 1-1 ketika kedua tim bentrok di San Siro. Hakan Calhanoglu lebih dulu membawa Inter unggul melalui sepakan penalti di menit 11. Namun Milan berhasil menyamakan skor melalui gol bunuh diri bek Inter Stefan De Vrij di menit 17. Sampai 90 menit, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Di pertandingan lainnya, Lazio menang 3-0 atas Salernitana, Napoli imbang 1-1 dengan Verona, AS Roma kalah 2-3 dari Venezia.

ASTON VILLA RESMI PECAT DEAN SMITH

Aston Villa telah mengumumkan pemecatan Dean Smith dari jabatan pelatih kepala, hanya dua hari setelah tim itu kalah 0-1 dari Southampton. Keputusan Villa memecat Smith karena performa buruk tim musim ini, terlebih mereka menelan kekalahan sebanyak lima kali secara beruntun. Villa baru menang 3 kali dari 11 pertandingan Liga Inggris. 

RESMI! ANDRIY SHEVCHENKO JADI PELATIH BARU GENOA

Genoa telah punya pelatih baru. Klub Italia itu secara resmi menunjuk Andriy Shevchenko sebagai pengganti Davide Ballardini yang dipecat usai Genoa imbang 2-2 kala melawat ke markas Empoli, akhir pekan kemarin. Dalam kontraknya, eks manajer timnas Ukraina dan legenda AC Milan ini diikat selama tiga musim. Dengan begitu, ia akan menjalani masa pengabdiannya bersama Genoa hingga Juni 2024 mendatang.

SMITH ROWE KIAN CEMERLANG SAAT ARSENAL TUNDUKKAN WATFORD

Emile Smith Rowe terpilih menjadi man of the match pertandingan Arsenal vs Watford. Rowe terpilih menjadi man of the match di laga ini karena ia pahlawan kemenangan Arsenal. Gol yang dicetak Rowe kali ini membuat ia sudah mencetak tiga gol beruntun di tiga laga EPL. Ini merupakan catatan yang spesial. Catatan Opta Joe menyebut bahwa hanya ada empat pemain Arsenal yang berhasil mencetak tiga gol beruntun di EPL saat berusia di bawah 21 tahun. Mereka adalah Nicolas Anelka, Jose Antonio Reyes dan Cesc Fabregas.

RANIERI TUDUH ARSENAL MAIN CURANG? INI RESPON ARTETA

Pelatih Watford, Claudio Ranieri merasa Arsenal tidak fair play sebelum tercipta gol kemenangan. Keluhan Ranieri dikarenakan Arsenal tidak mengembalikan bola ke pemain Watford. Pada saat itu Danny Rose membuang bola keluar lapangan karena ada dua rekannya yang tergeletak. Lacazette kemudian melakukan lemparan dengan bola diarahkan ke kaki Bukayo Saka. Beberapa pemain Watford pada saat itu terlihat mengangkat tangannya karena Arsenal tidak mengembalikan bola fair play. Kejadian tersebut pada akhirnya berujung gol untuk Arsenal. Saat jumpa Pers, Mikel Arteta mencoba melindungi para pemain dan menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki niatan untuk mendapatkan keuntungan di saat Sarr sedang tergeletak kesakitan.

NORWICH PECAT DANIEL FARKE USAI BERI KEMENANGAN PERDANA

Norwich City resmi memecat pelatih kepala Daniel Farke pada Minggu (7/11). Padahal, Farke baru saja mempersembahkan kemenangan perdana sejak rentetan hasil buruk dari awal musim. Bersamaan dengan pemecatan Farke, tiga staf pelatih bawaannya yakni Eddie Riemer, Chris Domogalla dan Christopher John juga meninggalkan klub bersama juru taktik asal Jerman tersebut. Norwich saat ini sedang berada di dasar klasemen Liga Inggris dengan 5 poin saja.

INIESTA DUKUNG XAVI SUKSES SEBAGAI PELATIH BARCELONA

Andres Iniesta memberikan dukungan kepada mantan rekan setimnya di Barcelona Xavi Hernandez setelah ia secara resmi ditunjuk sebagai pelatih baru. Iniesta mendukung agar Xavi bisa sukses di Barcelona dan berharap ia mendapatkan keberuntungan dalam kariernya. “Saya berharap dia beruntung di dunia dan saya yakin dia akan baik-baik saja karena dia telah mempersiapkan momen itu dan sangat bersemangat untuk bisa menghadapi tantangan ini,”Ucap Iniesta

XAVI AKAN JALANI SESI LATIHAN PERDANA PADA SELASA 9 NOVEMBER

Xavi Hernández akan mengikuti sesi latihan FC Barcelona pertamanya pada Selasa 9 November, sehari setelah presentasi resminya di Camp Nou. Hal itu tentunya akan dilakukannya dengan sejumlah nama di skuadnya yang absen saat laga internasional. Walaupun tanpa para pemain terbaik, Xavi yakin akan memaksimalkan potensi tim yang ada di Barcelona.

GIROUD: KEMBALINYA BENZEMA BIKIN KACAU TAKTIK TIMNAS PRANCIS

Olivier Giroud menilai keputusan pelatih Didier Deschamps untuk membawa Karim Benzema kembali telah mempengaruhi permainan timnas Prancis. Menurut Striker AC Milan itu, keberadaan Benzema mempengaruhi taktik timnas Prancis. Kembalinya penyerang Real Madrid ke Les Bleus, memang jelas membuat posisi Giroud sebagai striker utama terancam. Selain itu, Giroud dan Benzema memang sempat beradu argumen perihal kemampuan mencetak gol.

RAMOS BERTAHAN DI PSG MESKI ADA ISU PUTUS KONTRAK

Bek veteran asal spanyol, Sergio Ramos, sama sekali belum pernah main untuk PSG sejak bergabung secara gratis dari Madrid. Menurut agen sekaligus saudaranya, Rene, Ramos tidak berpikir untuk meninggalkan PSG meskipun masih dirundung cedera hingga memunculkan isu putus kontrak. Rene menegaskan sang bek akan segera bermain ketika masalah fisiknya sudah membaik. Ramos diprediksi bisa membuat debut untuk PSG dalam pertandingan liga melawan Nantes pada 20 November mendatang. 

PEP INGINKAN PLAYMAKER BARCELONA UNTUK DITUKAR DENGAN STERLING

Dilansir BBC, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, dikabarkan telah mengatakan kepada Barcelona bahwa dia ingin mengontrak Frenkie de Jong dengan imbalan Raheem Sterling. Laporan itu menyebutkan bahwa Barcelona ingin mengontrak Sterling dari City pada saat jendela transfer Januari dibuka. City kabarnya bersedia menjual mantan pemain Liverpool tersebut dengan nilai 50 juta euro atau sekitar Rp 825 miliar. Namun, mereka baru bersedia menjual Sterling jika mendapatkan De Jong.

PERMAINAN RONALDO DINILAI SEMAKIN KASAR

Cristiano Ronaldo melancarkan tekel keras kepada Kevin de Bruyne yang berujung kartu kuning untuk sang mega bintang. Insiden yang terjadi saat laga MU vs City itu menuai kecaman dari mantan penyerang City, Trevor Sinclair. Ia menilai bahwa aksi Ronaldo adalah tindakan nakal dan sedang frustasi. Trevor juga mengatakan bahwa aksi Ronaldo itu sebagai aksi pengecut. Sebelum melakukan tekel keras kepada De Bruyne, Ronaldo di laga sebelumnya juga sempat beradu fisik dengan pemain Liverpool, Curtis Jones.

RIBUT LAGI DENGAN BOS PSG, MESSI MERAPAT KE BARCELONA?

Direktur Olahraga PSG, Leonardo marah besar setelah tahu Lionel Messi dipanggil timnas Argentina untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022. Masalah utama yang membuat PSG murka adalah kondisi Messi yang dianggap tidak 100 persen bugar. Ini bukan yang pertama Leonardo berkata demikian. Medio minggu lalu, Leonardo mengaku bingung Messi lebih banyak berada di Argentina ketimbang di Paris, semenjak gabung PSG pada Agustus 2021. Komentar Leonardo semakin menguatkan isu Messi kembali ke Barcelona.

JUVENTUS BERMINAT SELAMATKAN KARIR EDEN HAZARD

Performa Eden Hazard bersama Real Madrid tak kunjung bersinar. Bahkan, Madrid menawarkan Hazard ke klub lain, mulai dari Manchester United dan Bayern Munchen. Akan tetapi, MU dan Bayern enggan memboyong Hazard. Kini Juventus dikabarkan tertarik menyelamatkan karir Hazard dengan memboyongnya pada Januari 2022 dengan status pinjaman. Di sisi lain, pemain berusia 30 tahun tersebut ingin melanjutkan karirnya di Italia.

TAHAN PENALTI, TATARUSANU AKUI PELAJARI LAUTARO MARTINEZ

Kiper AC Milan, Ciprian Tatarusanu bisa dikatakan jadi salah satu pahlawan timnya saat meraih hasil imbang kontra Inter Milan pada derby della Madonnina. Kiper kedua Rossoneri yang naik pangkat karena Mike Maignan cedera ini menahan tendangan penalti Lautaro Martinez di menit 27. Tatarusanu mengungkapkan, dia telah mempelajari tendangan penalti Lautaro. Dari situ, kiper asal Rumania ini mampu melakukan penyelamatan gemilang yang membantu timnya dari kekalahan.

Apa yang Bisa Ditawarkan Eddie Howe Kepada Newcastle United?

Kabar baik datang dari klub kaya baru Newcastle United. Setelah memecat pelatih lawasnya, klub berjuluk The Magpies yang belum lama ini dibeli oleh Pangeran Arab itu tinggal selangkah lagi akan memiliki pelatih anyar.

Dilansir dari SkySports, Newcastle dikabarkan tengah menjalin kontak dengan Eddie Howe. Dikonfirmasi oleh Fabrizio Romano, Newcastle tengah mempersiapkan dokumen dan kontrak resmi untuk mengikat mantan pelatih Bournemouth itu hingga Juni 2024. Kabarnya, kesepakatan verbal sudah dicapai oleh kedua belah pihak.

Muncul Tiba-Tiba, Siapa Eddie Howe?

Berita ini jelas jadi kabar baik untuk penggemar Newcastle United yang sudah kepingin melihat timnya segera naik dari zona degradasi. Namun di sisi lain, kabar tersebut sekaligus jadi kabar yang mengejutkan, khususnya bagi mereka yang sudah kebelet untuk menyaksikan Newcastle sebagai tim yang bertabur bintang.

Pasalnya, munculnya nama Eddie Howe sebagai calon kuat pelatih The Magpies tidak pernah diprediksi sebelumnya dan jauh dari berbagai rumor yang bertebaran. Usai dibeli konsorsium asal Arab Saudi, Newcastle yang mendadak kaya santer dikabarkan langsung mengincar beberapa pelatih kenamaan, seperti Frank Lampard, Steven Gerrard, Brendan Rodgers, Lucien Favre, hingga Antonio Conte.

Nama Eddie Howe sendiri sangat minim terdengar. Apalagi, sebelumnya Newcastle United baru saja ditolak mentah-mentah oleh Unai Emery. Usut punya usut, ini bukan kali pertama tawaran Newcastle mendapat penolakan. Sebelum Emery, The Magpies dikabarkan menjalin kontak dengan Paulo Fonseca, tetapi di tengah jalan pembicaraan keduanya runtuh. Pun sama dengan Steven Gerrard yang belum mau hengkang dari Rangers FC.

Maklum, hingga hari ini, Newcastle belum menunjuk seorang direktur olahraga. Padahal posisi tersebut sejatinya sangat vital. Tanpa seorang director of football yang berpengalaman dan punya rekam jejak bagus, mustahil bagi The Magpies untuk dapat menggaet pelatih maupun pemain kenamaan. Itu kenapa tawaran mereka banyak ditolak hingga akhirnya hanya bisa mendapat sosok Eddie Howe.

Sosok Eddie Howe sendiri bukan orang asing di Premier League. Pelatih asal Inggris yang kini berusia 43 tahun itu pernah 5 musim bertahan di Liga Premier bersama tim kecil Bournemouth sebelum mundur di akhir musim 2020 saat tim berjuluk The Cherries itu terdegradasi.

Kelebihan Eddie Howe

Howe pernah dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Liga Inggris. Anggapan tersebut tak lepas dari jasa besarnya kepada Bournemouth. Ia menghabiskan total 25 tahun kariernya bersama klub tersebut, baik sebagai pemain hingga kemudian menjadi manajer.

Oleh Bournemouth, Eddie Howe diangkat sebagai legenda. Howe mulai menjabat sebagai manajer Bournemouth pada tahun 2008 saat usianya baru 31 tahun. Dengan kondisi finansial klub yang nyaris bangkrut dan harus memulai liga dengan pengurangan poin minus 17, ia berhasil menyelamatkan timnya dari jurang degradasi. Bahkan di musim berikutnya, Howe berhasil membawa Bournemouth promosi ke League One.

Sempat semusim menukangi Burnley, Howe kembali menukangi Bournemouth di musim 2012/2013 dan langsung mengangkat timnya promosi ke divisi Championship. Ia kemudian berhasil mengangkat The Cherries promosi ke Premier League untuk pertama kalinya dalam sejarah di akhir musim 2015.

Dalam kurun waktu 7 tahun, Eddie Howe berhasil mengangkat posisi Bournemouth dari kompetisi League Two ke kompetisi Premier League. Beberapa prestasi individu Eddie Howe bersama The Cherries antara lain, terpilih sebagai Manajer of the Decade di tahun 2015, memenangi LMA Manager of the Year 2015, dan 3 kali mendapat penghargaan Premier League Manager of the Month.

Sebagai pelatih, Howe juga telah banyak mengorbitkan pemain muda berbakat dan mengangkat talenta underrated dari divisi bawah Liga Inggris. Beberapa pemain bertalenta yang pernah ia tangani antara lain, Tyrone Mings, Matt Ritchie, Callum Wilson, Chris Mepham, Nathan Ake, Arnaut Danjuma, dan yang kini tengah panas-panasnya, Aaron Ramsdale.

Di musim 2019/2020, Howe dengan berani mendepak kiper senior Artur Boruc dan Asmir Begovic lalu menggantinya dengan Aaron Ramsdale yang kala itu masih berusia 21 tahun. Hasilnya memang tak instan, tetapi kini kita tahu Ramsdale jadi salah satu kiper dengan persentase save terbaik di Liga Inggris.

Dari segi taktikal, Eddie Howe adalah pelatih yang menerapkan gaya permainan menyerang. Ia membuat tim kecil sekelas Bournemouth bermain terbuka dan agresif. Selama 5 musim berkompetisi di Premier League, jumlah gol The Cherries tak pernah kurang dari 40 gol dengan rata-rata mampu mencetak 48 gol permusim. Saat menjuarai divisi Championship saja, pasukan Eddie Howe mampu memproduksi 98 gol dalam 46 pertandingan.

Kekurangan Eddie Howe

Sayangnya, gaya taktik Eddie Howe yang ofensif punya kelemahan. Akibat menyerang secara terbuka, pertahanan Bournemouth jadi terlalu sering kebobolan. Selama 5 musim di Premier League, gawang The Cherries selalu kebobolan lebih dari 60 gol.

Rata-rata kebobolan mereka mencapai 66 gol di tiap musimnya. Bahkan di musim 2018/2019, Bournemouth jadi tim dengan pertahanan terburuk. Gawang mereka bobol 70 kali. Catatan tersebut hanya lebih baik dari Fulham dan Huddersfield Town yang kemudian terdegradasi.

Rekam jejak Eddie Howe tersebut jelas tak bagus bagi Newcastle United. Sebab, kondisi Newcastle saat ini juga tak ada bedanya. Hingga pekan ke-11, gawang The Magpies sudah bobol 24 kali, hanya lebih baik dari Norwich City yang menghuni posisi paling buncit. Artinya, Newcastle adalah salah satu lumbung gol di Liga Inggris musim ini.
Jika Howe jadi dikontrak, serangan Newcastle mungkin akan lebih baik dan produktivitas gol mereka akan meningkat. Sayangnya, kondisi lini belakang mereka mungkin takada perubahan signifikan.

Meski Eddie Howe merupakan pelatih yang punya rekam jejak bagus dalam mengorbitkan pemain bertalenta, tetapi keahlian tersebut mungkin tidak pas dengan profil Newcastle United saat ini. Jika pemilik anyar The Magpies menghendaki timnya jadi tim elit dengan dihuni pemain berlabel bintang, maka sosok Eddie Howe bukanlah sosok yang tepat.

Lagipula, ada kekhawatiran atas kemampuannya untuk mengelola klub dengan perawakan yang lebih besar. Sebab, sepanjang kariernya, Eddie Howe baru menangani 2 tim medioker, yakni Bournemouth dan Burnley. Ditambah lagi ia telah menganggur selama hampir satu tahun. Awal musim ini Howe sebenarnya nyaris menangani Glasgow Celtic, tetapi ia kemudian menolak tawaran tersebut.

Pengalaman Eddie Howe akan jadi sedikit tantangan bagi Newcastle United. Howe belum pernah menangani tim besar. Terkadang pemain yang ia beli juga kurang perform. Pengalamannya di Premier League juga masih minim. Prestasi terbaik Howe hanyalah membawa Bournemouth finish di peringkat 9 Premier League musim 2016/2017.

Apakah Eddie Howe Sosok yang Tepat Buat Newcastle United?

Oleh karena itu, Newcastle United mesti mendukung Eddie Howe dengan sosok di balik layar yang tepat, seperti direktur olahraga yang visioner atau minimal kepala rekrutmen yang jeli melihat pemain berbakat. Tak bisa dipungkiri bahwa The Magpies butuh langsung belanja pemain baru di bursa transfer Januari mendatang untuk memperbaiki skuad mereka yang masih banyak kekurangan. Jika mampu dipenuhi, Howe bisa fokus terhadap pekerjaannya sebagai pelatih kepala.

Tugas pertamanya sudah jelas, yakni mengangkat Newcastle United dari ancaman degradasi. Akan sangat memalukan bukan jika klub sekaya Newcastle harus langsung terdegradasi pasca mendapat suntikan dana yang sangat melimpah. Untuk urusan ini Eddie Howe bisa diharapkan. Sebab, dulu ia pernah berada di posisi yang sama saat menolong Bournemouth dari ancaman degradasi.

Jika Newcastle United berencana untuk membentuk pondasi skuad yang kokoh terlebih dahulu, maka penunjukan Eddie Howe sebagai pelatih anyar rasanya cukup tepat. Pengalamannya dalam melatih banyak pemain underrated bisa membantu kondisi Newcastle saat ini yang terpuruk di zona degradasi.

Jika pemilik anyar The Magpies sangat berorientasi terhadap industri dan bisnis, maka menunjuk Eddie Howe juga merupakan pilihan bijak. Selama menukangi Bournemouth, ia telah banyak menghasilkan keuntungan melalui penjualan pemain yang ia poles.

Eddie Howe sepertinya benar-benar akan jadi pelatih anyar Newcastle United. Terbaru, ia telah terlihat menyaksikan pertandingan Newcatle saat The Magpies bertandang ke markas Brighton. Jika telah resmi, maka ia akan bereuni kembali dengan Matt Ritchie, Ryan Fraser, dan Callum Wilson yang merupakan mantan anak asuhnya semasa di Bournemouth.

Jadi, akan sesukses apa Newcastle United bersama Eddie Howe?


***
Sumber Referensi: Mirror, SkySports, Detik, The Guardian.

Pemain Hebat Ini Seharusnya Masuk Nominasi Ballon D’or

Sekitar awal bulan Oktober lalu, France Football telah resmi merilis tiga puluh daftar pemain yang masuk ke dalam nominasi Ballon D’or 2021. Disana terdapat banyak nama yang memang telah buktikan kualitas sebagai pemain jempolan.

Nama Ronaldo dan Messi jelas masih mengisi daftar terbaik. Di posisi kiper, Donnarumma yang baru saja memenangkan trofi Piala Eropa bersama Italia juga masuk ke dalam nominasi. Nama Ruben Dias yang tampil untuk Manchester City tampak mencolok di barisan para pemain belakang.

N’Golo Kante, Bruno Fernandes, sampai pemain yang diprediksi bakal meraih penghargaan ini, Jorginho, turut mengisi daftar selanjutnya. Kemudian, Romelu Lukaku sampai Robert Lewandowski yang diprediksi bakal memberi persaingan ketat kepada seluruh nama yang ada, juga masuk ke dalam barisan para penyerang terhebat.

Namun dari sekian nama yang masuk ke dalam nominasi, masih ada sejumlah nama terbaik lainnya yang tersingkirkan. Siapa sajakah mereka? Simak ulasannya berikut ini.

Federico Chiesa

Nama Federico Chiesa tidak masuk ke dalam daftar 30 nominasi penghargaan Ballon D’or 2021. Padahal, apa yang perlu dibuktikan lagi oleh pria Italia ini sehingga bisa diakui oleh France Football? Dia memainkan peran yang luar biasa hebat sejak didatangkan Juventus dari Fiorentina.

Di kompetisi Serie A maupun Liga Champions Eropa, Chiesa mampu memberi dimensi berbeda bagi serangan Juventus. Meski belum ada gelar yang didapat dari dua kompetisi itu, kontribusi Chiesa layak mendapat perhatian besar. Di musim ini, dia tampil dalam sembilan laga Serie A dan mencetak 1 gol serta 1 assist. Sementara di kompetisi Liga Champions Eropa, dia yang bermain dalam dua laga sudah catatkan namanya di papan skor sebanyak satu kali.

Selain itu, bersama timnas Italia, Chiesa juga menjadi salah satu aktor utama dari keberhasilan Gli Azzurri meraih gelar Piala Eropa 2020. Dia tampil dalam tujuh laga dan berhasil mencetak dua gol.

Jan Oblak

Jan Oblak, selama bertahun-tahun telah sukses menjadi andalan Atletico Madrid di bawah mistar. Dia merupakan salah satu kiper dengan rata-rata penyelamatan terbanyak dalam setiap musimnya. Pada musim lalu saja, dia berhasil membawa Los Rojiblancos memenangkan trofi La Liga.

Meski Oblak belum mampu membuktikan kualitasnya di level Internasional, tetap saja, namanya sangat layak mendapat perhatian bila hanya sekadar masuk ke dalam daftar nominasi Ballon D’or tahun 2021.

Son Heung-min

Bintang asal Korea Selatan, Son Heung-min, seringkali menciptakan aksi-aksi spektakuler dalam penampilannya bersama tim asal Inggris, Tottenham Hotspurs. Bersama nama Harry Kane, Son berhasil menciptakan sebanyak 22 gol dan 17 assist dalam satu musim kompetisi.

Harus diakui bila Son adalah pemain kelas dunia. Bila saja dia tampil untuk tim yang lebih besar, perhatian kepadanya mungkin akan lebih sering tersorot. Apalagi hanya untuk masuk ke dalam nominasi penghargaan Ballon D’or.

Edouard Mendy

Mendy yang saat ini berseragam Chelsea dianggap sangat layak untuk masuk ke dalam daftar nominasi Ballon D’or 2021. Sejak didatangkan dari Rennes, Mendy langsung mampu membuktikan diri sebagai yang terbaik. Dia berhasil menutupi kekurangan Chelsea yang kala itu tengah membutuhkan sosok kiper.

Musim pertamanya bersama the Blues sangat luar biasa. Dia tidak hanya jago catatkan clean sheet namun juga mampu tampil heroik dengan banyak penyelamatan gemilang. Keberhasilan Chelsea memenangkan trofi Liga Champions musim lalu pun dipandang berkat kecemerlangan Mendy di bawah mistar gawang.

Mendy tercatat mampu meraih sembilan clean sheet dalam 12 penampilan yang ia lakoni di ajang sekelas Liga Champions. Hanya kebobolan tiga gol, Mendy lalu mendapat penghargaan sebagai kiper terbaik UCL pada musim lalu.

Musim ini bersama Chelsea, Mendy berhasil menggagalkan rata-rata 6,1 tembakan yang berpeluang menjadi gol. Jika melihat performanya yang begitu luar biasa, sangat disayangkan ketika namanya tak masuk ke dalam daftar prestis tersebut.

Thomas Muller

Thomas Muller masih terus menjadi andalan FC Bayern hingga sekarang. Keberhasilan tim Hollywood dalam meraih gelar Bundesliga pada musim lalu bahkan tak lepas dari kontribusi besarnya. Muller berhasil ciptakan 11 gol dan 18 assist.

Muller, pada musim 2019/20, bahkan sempat mempersembahkan enam gelar prestis dalam satu musim kompetisi untuk FC Bayern. Di musim ini sendiri, kontribusinya lagi-lagi masih terbilang apik. Tampil dalam sembilan laga, Muller berhasil catatkan tiga gol dan enam assist.

Dengan kontribusi serta penampilan cemerlang nya dalam nyaris setiap laga, Muller pantas mendapat tempat dalam daftar nominasi Ballon D’or.

Emiliano Martinez

Kiper asal Argentina, Emiliano Martinez, juga layak mendapat perhatian berupa masuk ke dalam daftar nominasi Ballon D’or. Kiper yang kini membela Aston Villa itu menjadi salah satu penampil terbaik yang sukses membawa tim Tango keluar sebagai juara Copa America 2021.

Penjaga gawang yang kini berusia 29 tahun itu bahkan tampil heroik di bawah mistar Aston Villa sejak didatangkan dari Arsenal. Dari total 46 penampilannya mengawal mistar gawang Aston Villa, sampai saat ini Martinez berhasil mencatatkan 18 nirbobol.

Meski namanya tak selalu dilantunkan oleh media, nama Emiliano Martinez yang tampil sempurna untuk tim yang dibelanya sejak tahun 2020 lalu layak masuk ke dalam nominasi penghargaan Ballon D’or tahun ini.

Casemiro

Gelandang Real Madrid, Casemiro, juga kita tahu merupakan pemain yang tampil konsisten dalam beberapa tahun belakangan. Gelandang serbaguna asal Brasil ini mampu mengatur jalannya permainan, memotong serangan lawan, hingga membantu serangan tim dengan pergerakan-pergerakan sigap nan kerasnya.

Dari total 34 pertandingan yang dimainkan pada musim lalu, Casemiro berhasil mencatat sebanyak 184 tekel dan intersep. Lalu masih ada 484 clearance, dan 94 blok dari total 46 pertandingannya bersama Real Madrid dan timnas Brasil.

Musim ini, Casemiro yang sudah tampil dalam sembilan laga berhasil catatkan satu assist untuk Real Madrid.