Beranda blog Halaman 59

Berita Bola Terbaru 13 Februari 2025 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil laga playoff UCL leg pertama, wakil Italia, Atalanta menelan kekalahan di markas Club Brugge 2-1. Setelah gol dari Ferran Jutgla di menit 15, La Dea sebenarnya sempat menyamakan kedudukan di menit 41 lewat gol Mario Pasalic. Namun akhirnya di menit 90+4, Club Brugge mampu mengunci kemenangan lewat gol yang dicetak Gustaf Nilsson.

Wakil Italia lainya AC Milan, juga menderita kekalahan saat bertemu tuan rumah Feyenoord 1-0. Gol kemenangan dari klub yang baru saja memecat pelatih ini, dilesakkan oleh Igor Paixao di menit 3. Hasil ini membuat Rossoneri harus berjuang lebih keras lagi di leg kedua.

Berbeda dengan hasil yang diraih oleh wakil Jerman Bayern Munchen, yang justru meraih kemenangan di markas Celtic 1-2. Dua gol kemenangan Die Roten di laga ini, masing-masing dicetak oleh Michael Olise di menit 45, serta Harry Kane di menit 49.

Beralih ke hasil dari laga tunda Liga Inggris antara Everton vs Liverpool. Liverpool gagal meraih tiga poin setelah berhasil ditahan imbang 2-2 oleh Everton di Goodison Park. Meski The Reds sudah unggul 2-1 dahulu lewat gol dari Mac Alister dan Mo Salah, namun di menit 90+8 The Toffees mampu menyamakan kedudukan lewat gol dari James Tarkowski.

KEOS DERBY MERSEYSIDE

Laga Derby Merseyside terakhir di Goodison Park, dilaporkan The Sun berakhir dengan kekacauan. Kartu merah melayang dari saku Michael Oliver, setelah perkelahian hebat Curtis Jones dan Doucoure di menit akhir laga. Pelatih The Reds dan asistennya Sipke Hulshoff, juga diusir Oliver karena terlibat aksi protes. Slot bahkan tak hadir di konferensi pers usai laga. Kerusuhan brutal yang juga melibatkan penonton itu, akhirnya harus diamankan oleh pihak kepolisian.

MUSIM HAVERTZ SELESAI

Berikutnya ada kabar dari Arsenal yang sedang mengalami krisis di lini depan. Mirror melaporkan bahwa satu-satunya striker mereka, Kai Havertz dilaporkan menderita cedera hamstring dan dipastikan mengakhiri musim lebih cepat. The Gunners kini tidak punya striker lagi, karena Gabriel Jesus juga sedang cedera. Ini adalah pukulan telak bagi manajemen Meriam London yang memutuskan untuk tidak membeli satupun striker di bursa transfer.

CHELSEA KEHILANGAN STRIKERNYA

Badai cedera penyerang juga dialami oleh Chelsea. BBC melaporkan bahwa striker murni satu-satunya yang dimiliki The Blues yakni Nicholas Jackson, mengalami cedera hamstring dan harus absen selama enam minggu. Mirip dengan Arsenal, The Blues kini sedang krisis striker. Kabarnya keadaan ini memaksa Enzo Maresca memainkan Cole Palmer atau Christopher Nkunku sebagai striker palsu.

TUDUHAN BARU BAGI PAQUETA

Masih kabar dari London. Menurut laporan Goal, pemain West Ham, Lucas Paqueta telah menerima tuduhan baru soal kasus perjudian yang menimpanya. Paqueta dituduh oleh pelapor bahwa ia sengaja mendapat kartu kuning dalam laga melawan Aston Villa pada 12 Maret 2024 sebagai “hadiah ulang tahun” untuk saudaranya, Matheus. Tuduhan baru tersebut sudah masuk sebagai bukti yang akan dibawa ke pengadilan. Apabila nantinya terbukti, Paqueta terancam dihukum larangan bermain sepakbola seumur hidup.

SPURS BAKAL DIMILIKI QATAR?

Sementara itu dari London Utara, tersiar kabar bahwa Tottenham Hotspur akan segera dibeli oleh pemilik asal Qatar dalam waktu dekat. The Guardian sudah diberi tahu oleh sumber internal The Lilywhites, bahwa salah satu perusahan swasta Qatar sudah menyanggupi pembayaran kepemilikan Spurs sebesar 3,75 miliar pounds. Namun pembayarannya, kabarnya akan dilakukan bertahap. Daniel Levy pun dikabarkan sudah setuju. Sebab, ia diiming-imingi tetap menjabat sebagai Kepala Eksekutif klub.

HASIL UNDIAN SEMIFINAL COPA DEL REY

Dari Inggris kini beralih ke kabar dari Spanyol. Undian semifinal Copa Del Rey telah usai dilangsungkan pada Rabu 12 Februari. Sebagai hasilnya, Barcelona akan ditantang Atletico Madrid, sedangkan Real Madrid akan ditantang Real Sociedad. Laga semifinal ini akan dihelat dalam dua leg. Leg pertama akan berlangsung mulai 25 Februari, sedangkan leg kedua akan berlangsung mulai 1 April. Barcelona dan Real Sociedad, akan menjadi tuan rumah terlebih dahulu di leg pertama.

FIGC KIRIM CALON PELATIH UEFA PRO KE CHELSEA

Berikutnya ada kabar dari Italia. Federasi Sepakbola Italia atau FIGC, pada Rabu 12 Februari telah mengirimkan para calon pelatih yang sedang mengikuti kursus kepelatihan UEFA Pro ke Chelsea. Didampingi oleh Direktur Sekolah Pelatihan, Renzo Ulivieri, para calon pelatih akan menghabiskan waktu selama dua hari untuk mendalami pekerjaan sehari-hari Enzo Maresca di Chelsea. Beberapa calon pelatih yang ikut dalam program ini diantaranya Aleksandar Kolarov dan Marek Hamsik.

PSG DIKECAM SOAL KAMPANYE VISIT RWANDA

Lanjut ke kabar lainnya yang datang dari PSG. BBC melaporkan bahwa PSG kini sedang dikecam oleh publik sepakbola Kongo, soal kerjasamanya dengan Visit Rwanda. Mengingat, Rwanda dianggap Kongo mendukung aksi pemberontakan M23 di perbatasan Kongo. Menteri Luar Negeri Kongo telah menulis surat kepada Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, meminta agar segera mengakhiri kesepakatan dengan Visit Rwanda. Surat serupa juga dikirimkan ke Arsenal dan Munchen yang juga bekerjasama dengan Visit Rwanda.

AKSI MENAWAN ARHAN DI AUSTRALIA

Selanjutnya ada kabar dari pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan yang kembali menunjukkan tajinya di Bangkok United. Ia baru saja memberikan assist penting bagi timnya saat melawan Sydney FC, di laga leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two. Arhan yang baru masuk di menit 85, menyelamatkan timnya dari kekalahan ketika assist ciamiknya mampu dikonversi menjadi gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Thitiphan Puangjan.

GAGAL DEBUT, KLUB SANDY WALSH DISERANG NETIZEN

Dari Arhan kini beralih ke kabar dari Sandy Walsh. Walsh baru saja gagal melakukan debut bersama tim barunya Yokohama Marinos saat menjamu Shanghai Shenhua di Liga Champions Asia. Keterlambatan pendaftaran, dan kondisi kebugaran menjadi alasan Walsh gagal debut. Kegagalan debut Walsh itupun lalu dikecam oleh beberapa netizen Indonesia yang membanjiri kolom komentar unggahan Instagram Yokohama Marinos. Mereka mendesak agar Walsh segera dimainkan di laga berikutnya.

FIFA BERI PUJIAN BAGI PILAR INDONESIA U-20

Berikutnya ada kabar jelang perhelatan Piala Asia U-20. Sebelum Timnas Indonesia melawan Iran di laga pembuka, FIFA telah menaruh perhatian besar pada punggawa Garuda U-20, Dony Tri Pamungkas. Hal itu disampaikan FIFA, saat merilis daftar pemain yang patut diperhatikan di Piala Asia U-20 2025. Menurut pandangan FIFA, pemain berusia 20 tahun itu merupakan bek kiri dengan gaya bermain yang tenang dan cerdas, sekaligus sosok yang pantas menyandang ban kapten.

KLUB POLISI RESMI PROMOSI KE LIGA 1

Masih kabar soal sepakbola nasional. Klub Liga 2 Bhayangkara Presisi Indonesia FC, telah resmi memastikan diri promosi ke Liga 1 musim depan. Tiket promosi langsung itu diraih setelah hasil imbang melawan Persijap Jepara. Tambahan satu poin itu sudah cukup membuat klub yang dibela Ilija Spasojevic ini mengunci posisi nomor satu di Grup Championship B dengan koleksi 9 poin.

ANDIK SERANG PSSI

Lanjut ke kabar lainnya dari eks pemain Timnas Indonesia, Andik Vermansyah yang berani terang-terangan menyerang pihak PSSI dan PT LIB. Dalam akun Insta Story pribadinya, ia bahkan menandai akun PSSI, Ketum PSSI dan PT LIB, dan menyebut bahwa Liga di Indonesia itu bobrok. Sikap berani Andik tersebut berasal dari kekecewaannya atas keputusan kontroversial wasit pada saat klubnya Persiraja kalah melawan PSPS di Liga 2.

TAKTIK AMORIM MULAI DIBANTAH PEMAINNYA

Dari Manchester tersiar kabar bahwa ruang ganti MU sedang tidak baik-baik saja. Goal melaporkan bahwa ada sebagian pemain Red Devils yang sudah mulai mendebat skema pemilihan taktik tiga bek yang diterapkan Amorim. Dalam latihan, pemain banyak meminta Amorim untuk segera mengevaluasinya karena hasilnya kerap inkonsisten. Namun Amorim terus menjawab bahwa tidak ada jalan keluar kedua selain taktiknya tersebut.

RATCLIFFE DIGUGAT KLUB RUGBY

Masih kabar dari MU. Menurut laporan BBC, bos INEOS, Sir Jim Ratcliffe telah digugat ke ranah hukum oleh klub rugby New Zealand Rugby (NZR). Gugatan tersebut diajukan akibat INEOS secara sepihak memutus kerjasama sponsorship selama enam tahun dari tahun 2022 hingga 2027. Alasan INEOS memutus kerjasama sponsorship dengan NZR adalah, karena penghematan yang dilakukan oleh perusahaan bisnisnya.

PEMAIN EVERTON INI TIAP HARI HUBUNGI ORANG TUANYA DI UKRAINA

Masih dari Inggris, ada kabar dari pemain Everton, Vitaly Mykolenko yang tiap harinya mengaku terus menghubungi ayah dan ibunya di Ukraina lewat telepon. Mirror melaporkan bek kiri asal Ukraina tersebut khawatir kedua orang tuanya yang tinggal di daerah Kiev tersebut, terkena serangan rudal dan bom dari Rusia. Orang tua Mykolenko juga sempat mengabarkan bahwa mereka kerap tak bisa tidur karena beberapa ancaman tersebut.

LA LIGA LAPORKAN REAL MADRID KE KOMITE DISIPLIN RFEF

Beralih ke kabar dari Spanyol. Menurut laporan Mundo Deportivo, pihak La Liga telah resmi melaporkan tuduhan Real Madrid soal wasit kepada Komite Disiplin RFEF, Selasa, 11 Februari. La Liga menggugat ke Komisi Disiplin REFE atas dasar bukti dokumen dari El Real soal protesnya kepada wasit. Pihak La Liga berharap Komisi Disiplin RFEF segera bertindak, dan menghukum Real Madrid.

INTER TARIK LEBIH CEPAT PEMAIN PINJAMANNYA DI MARSEILLE

Sementara itu dari Italia, ada kabar bahwa Inter Milan yang telah menarik lebih cepat pemain yang dipinjamkannya ke Marseille, Valentin Carboni. Padahal sang pemain, kontrak pinjamannya masih berlangsung hingga akhir musim. Get Football News France melaporkan, bahwa penarikan tersebut telah disetujui bersama oleh kedua klub, karena sang pemain sudah mengakhiri musimnya berkat cedera ACL yang dialami.

PEMAIN INI PASTI DIJUAL JIKA DORTMUND GAGAL MASUK UCL

Dari Italia bergeser ke Jerman. Beberapa pemain Dortmund menurut laporan Get Football News Germany akan masuk daftar jual musim depan, jika mereka tidak bisa masuk zona UCL musim depan. Kebijakan tersebut bakal ditempuh oleh Die Borussen karena terjadinya kesepakatan dengan sang pemain. Beberapa pemain yang dikabarkan akan masuk daftar jual, diantaranya adalah Karim Adeyemi, James Gittens, dan kiper Gregor Kobel.

SERGIO AGUERO KALAH TARUHAN

Lanjut ke kabar berikutnya yang datang dari mantan pemain City, Sergio Aguero. Talksport melaporkan bahwa pemain asal Argentina tersebut kepergok kalah taruhan di laga UCL City vs Real Madrid. Aguero bertaruh di situs judi Stake, sebesar 10 ribu dollar AS. Ia berani menebak jika The Citizens akan cetak dua gol di babak pertama. Namun apes, tebakan Aguero salah karena City hanya cetak satu gol di babak pertama.

PSSI RAPAT DENGAN BTN

Kini beralih ke kabar dari tanah air. Jelang persiapan laga melawan Australia, Ketum PSSI Erick Thohir mengadakan rapat dengan Badan Tim Nasional (BTN), Selasa 11 Februari. Isi rapat tersebut antara lain adalah memastikan persiapan Timnas benar-benar matang sebelum berlaga. Ia tak ingin ada satu kendala non teknis yang bisa menghambat para pemain. Hal-hal seperti mengatur jadwal keberangkatan pemain, serta teknis carter pesawat, juga dibahas dalam rapat tersebut.

TIKET INDONESIA AUSTRALIA LUDES, MARET ADA TAMBAHAN?

Masih kabar jelang laga tandang Indonesia vs Australia. Dilaporkan oleh CNN, bahwa tiket laga tersebut untuk tahap pertama, telah sold out. Hal tersebut disampaikan langsung oleh akun Instagram The Socceroos. Namun pihak tuan rumah akan menyiapkan alokasi tiket tambahan mulai awal Maret mendatang. Bagi yang ingin mendapatkannya, tiket tersebut dijual dengan sistem “siapa cepat dia dapat”. Sebab persediaannya terbatas.

GARUDA AUSTRALIA SIAPKAN KOREO SPESIAL DI SYDNEY

Antusias penonton yang ingin menyaksikan laga Australia vs Indonesia, juga ditunjukan oleh para fans Timnas Garuda di Australia. Rencananya, fans yang menamakan dirinya Garuda Australia itu, akan membuat sebuah koreo khusus di tribun Sydney Stadium. Menurut ketua fans Garuda Australia, Osvaldo Giovani, koreo tersebut kisi-kisinya akan bertema merah putih. Pihaknya bahkan mengaku sudah berkoordinasi untuk meminta izin kepada Federasi Sepakbola Australia untuk membuat koreo spesial itu.

Begini Jadinya Jika Joel Veltman Membela Timnas Indonesia

0

Ketika negara-negara tetangga pada sibuk nyari pemain keturunan, Indonesia justru yang dicari oleh pemain keturunan. Ya, semakin ke sini, makin banyak pemain berdarah Indonesia yang mempublikasikan identitasnya. Bukan cuma itu, mereka juga terbuka untuk membela sang saka Merah Putih jika ada kesempatan.

Yang terbaru, ada bintang Liga Inggris, Joel Veltman. Bek kanan milik Brighton itu secara terang-terangan menyampaikan bahwa ia ingin membela Timnas Indonesia. Dalam salah satu wawancaranya dengan Voetbal Primeur, Veltman mengaku sering mendapatkan dorongan dari warganet Indonesia untuk membela Garuda.

Tapi tunggu dulu. Memangnya, Veltman eligible untuk berseragam Timnas Indonesia? Jika bisa, apa dampak yang akan diberikan? Maka dari itu, kita akan sedikit berandai-andai apabila Veltman benar-benar membela Skuad Garuda.

Memang Bisa?

Sebelum berandai-andai terlalu jauh, kita akan meraba kemungkinannya. Apakah Joel Veltman memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia? Menurut beberapa sumber, Veltman memiliki darah Indonesia dari nenek pihak ibunya. Dirinya juga tergugah lantaran banyak dukungan dan dorongan dari fans Indonesia agar pindah kewarganegaraan.

Yang perlu kalian tahu, Joel Veltman sudah berusia 33 tahun. Kalau pelatihnya Shin Tae-yong sih, Veltman udah jelas dicoret dari daftar calon ya. Karena STY lebih suka pemain-pemain muda. Tapi, itu dulu. Sekarang kan pelatihnya Patrick Kluivert. Bisa saja peraturan dan standar untuk pemain keturunan berubah.

Di sisi lain, Veltman di usianya yang sudah kepala tiga telah mengantongi 28 caps bersama Timnas Belanda senior. Ya, senior. Dirinya pun aktif terlibat saat De Oranje berlaga di Piala Dunia 2014 dan Euro 2020. Laga terakhir yang dimainkan Veltman adalah laga melawan Ukraina di Euro 2020.

Dari sini saja, Veltman sudah tidak memenuhi Pasal 9 Poin C regulasi FIFA tentang naturalisasi pemain yang diterbitkan pada 2021. Veltman memahami bahwa ada aturan yang harus dipatuhi untuk pindah federasi. Dirinya belum mempelajari lebih lanjut tentang kemungkinannya. 

Veltman Masih Berusaha

Ia beranggapan kalau seorang pesepakbola tidak bermain untuk tim nasional selama dua tahun secara berturut-turut, pemain itu bisa pindah federasi. Benar, ada kalimat yang senada dengan itu di statuta FIFA. Namun, dengan catatan, di laga terakhirnya pemain tersebut belum berusia 21 tahun. Sedangkan laga terakhir melawan Ukraina, Veltman sudah berusia 29 tahun.

Tapi, Veltman enggan mengesampingkan peluang sekecil apa pun itu. Veltman yakin, masih ada celah untuk mewujudkan ini. Kini, pemain Brighton itu sedang berusaha menyelidiki tentang peraturan dan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pindah. Dirinya merasa terpanggil untuk membela tanah leluhurnya.

Jadi Kebanggaan

Optimisme Joel Veltman patut diacungi jempol. Meski peluangnya sekecil lubang jarum, dirinya tak menyerah begitu saja. Toh kalau beneran bisa pindah, kita sebagai fans Timnas Indonesia pun senang kok. Karena akan ada satu lagi pemain grade A yang bergabung ke skuad Timnas Indonesia jelang Piala Dunia 2026.

Selain bikin senang fans Indonesia, ada beberapa manfaat dan dampak yang dibawa Joel Veltman jika pada akhirnya bisa membela Timnas Indonesia. Salah satunya adalah torehan rekor baru. Joel Veltman akan jadi pemain Indonesia pertama yang berkompetisi di Premier League. Liga yang katanya nomor satu di dunia. 

Itu karena saat ini Veltman masih berseragam Brighton dan menjadi andalan di bawah asuhan sang pelatih, Fabian Hurzeler. “Kok yang pertama min, kan udah ada Jordi Amat yang pernah main di Swansea?” Tenang adik-adik, mimin nggak lupa kok dengan sepak terjang sang pangeran Amat.

Namun, saat bek berdarah biru itu menjadi andalan Swansea, dirinya belum berstatus sebagai WNI. Oleh karena itu, Jordi Amat tidak masuk dalam hitungan. Kalau Veltman kan beda nih. Dia mau jadi WNI di saat masih berkarir di Premier League. Jadi, Veltman akan mewakili Indonesia di Premier League musim ini.

Indonesia Jadi Makin Disorot

Bermain di Premier League dan berstatus sebagai pemain Grade A++, kehadiran Joel Veltman juga bisa bikin Indonesia semakin dekat untuk mewujudkan ambisi PSSI. Melansir Kompas, Erick Thohir bercita-cita ingin membawa Skuad Garuda terbang tinggi dan mendunia. 

Mendunia dalam hal ini bisa berarti luas. Bukan cuma tampil di Piala Dunia. Tampil di kompetisi antar negara paling bergengsi di dunia jelas jadi mimpi semua lapisan masyarakat Indonesia. Namun, mendunia juga bisa diartikan dalam bentuk lain. Misal, jika Indonesia meresmikan Joel Veltman, maka kita akan mendapat spotlite dari media-media asing, ESPN, The Athletic, The Guardian, dan sebagainya.

Sepakbola Indonesia akan semakin dibicarakan dan menarik pasar yang lebih luas. Para pecinta sepakbola yang lebih kenal Bali, ketimbang Indonesia jadi mau menonton pertandingan Timnas Indonesia. Jika jaringan luas sudah terbangun, maka sponsor dan brand-brand internasional akan semakin tertarik untuk masuk. 

Tak cuma itu, jika pemain sekaliber Joel Veltman saja mau membela Timnas Indonesia, maka pemain-pemain keturunan lain akan segera berdatangan. Mereka tak akan ragu lagi untuk memilih Indonesia sebagai kelanjutan karir internasionalnya.

Bikin Iri

Jika semua itu sudah tercapai, maka negara-negara tetangga akan semakin panas. Seperti yang kita ketahui, negara-negara macam Malaysia, Filipina, Singapura, dan tentunya Vietnam, sedang gencar-gencarnya mencari pemain keturunan untuk memperkuat tim nasional mereka.

Namun, sejauh ini beberapa dari mereka sangat kesulitan untuk menjaring bakat diaspora. Terutama Malaysia. Antara database yang tidak kuat atau kurang riset aja. Karena pemain-pemain yang diincar Malaysia selalu bermasalah. Entah garis keturunannya terlalu jauh. Atau sang pemain ternyata tidak memiliki darah Malaysia sama sekali.

Bahkan, mengutip Superball, viralnya Joel Veltman di Indonesia pun jadi sorotan media-media China. Dengan begitu cepat, berita keinginan Veltman membela Timnas Indonesia bisa mendapat atensi besar dari publik China. Salah satu media China, 163.com bahkan heran kenapa Veltman sengotot itu pengen bela Indonesia.

Secara Permainan

Semua yang kita sebutkan sebelumnya adalah dampak eksternal yang bisa diberikan oleh Joel Veltman. Lantas, secara kualitas permainan Timnas Indonesia, apa yang bisa ditawarkan oleh mantan pemain Ajax Amsterdam itu? Sepanjang karirnya, ia bermain sebagai bek kanan serba bisa. Kadang di kanan, tapi tak jarang ia diturunkan sebagai bek tengah.

Veltman bukan tipe pemain flamboyan. Dia rela berdarah-darah demi menjauhkan bola dari area kotak penaltinya. Selain piawai menyerang, Veltman juga cerdas dalam membantu lini serang. Pemosisian dan akselerasinya bisa jadi ancaman bagi siapapun lawannya. Oh ya, kemampuan umpan jarak menengah dan diagonalnya juga sangat baik.

Jika melihat komposisi skuad sekarang, posisi pemain bertahan sudah sangat melimpah. Di posisi bek kanan, Veltman akan bersaing dengan Sandy Walsh, Asnawi Mangkualam, Yakub Sayuri, dan tentu saja Kevin Kaks. Eh, maksudnya Kevin Diks. Persaingannya tentu akan semakin menarik. Tapi, akan terasa mubazir saja. Pemain-pemain berkualitas macam Asnawi dan Sayuri bisa saja terpinggirkan.

Transfer Ilmu

Yang patut disayangkan adalah usia Joel Veltman yang sudah di penghujung karir. Di usia 33 tahun, Veltman tentu tak akan lama membela Timnas Indonesia. Namun, di masa pensiunnya nanti, Veltman bisa saja mentransfer ilmunya kepada pemain-pemain lokal. Terutama pemain muda.

Dengan melakukan coaching clinic, atau seminar-seminar sepakbola, Veltman bisa membagikan pengalaman sepakbolanya di Eropa. Tentunya, ini tidak hanya bisa dilakukan oleh Veltman. Harapannya, transfer ilmu bisa dilakukan oleh semua pemain diaspora yang berkarir di Eropa.

Sumber: Jawapos, Good News, Kompas, Suara

Katanya Manchester City Kena Kasus, Kok Bisa Jor-Joran Belanja Pemain?

0

Angin nasib antarkan Manchester City pada kekalahan dari Real Madrid di Etihad. Setelah sekian psywar jelang laga, The Citizens justru dipaksa mengantongi rasa malu. Kena comeback, ya kali nggak malu? Tapi tenang, walau nasib di lapangan tak memihak, tapi di luar, nasib baik masih menaungi Manchester City.

Bursa transfer musim dingin telah ditutup. Forbes melaporkan, pengeluaran tim-tim di bursa transfer Januari musim ini, lebih besar ketimbang musim kemarin. Manchester City menjadi tim yang paling banyak ngeluarin duit di bursa transfer kemarin. Padahal The Citizens sedang terseret kasus.

Dugaan 115 pelanggaran financial fair play masih mengancam mereka. Tapi kenapa City masih bisa belanja pemain, bahkan jor-joran di jendela transfer musim dingin? Kita akan cari tahu jawabannya.

Pembelian Manchester City

Hari-hari menjelang dibukanya bursa transfer musim dingin, Josep Guardiola dihadapkan segambreng persoalan. Salah satu paling nyata adalah performa tim yang amburadul. Selain megap-megap di Liga Champions, City yang biasanya melongok ke bawah untuk melihat posisi Nottingham Forest, kini harus mendongak ke atas.

Tornado cedera juga menghantam. Mau tidak mau, Guardiola mesti menambah amunisi baru. Jadilah, di bursa transfer musim dingin, The Citizens menggelontorkan banyak uang. Menurut Transfermarkt, tak kurang dari 218 juta euro (Rp3,7 triliun) dihabiskan. Ini lebih banyak dari yang mereka keluarkan di bursa transfer Januari musim lalu.

City hanya menghabiskan 18,5 juta euro (Rp315 miliar) di bursa transfer Januari musim lalu. Dan itu cuma satu pemain doang, yakni Claudio Echeverri. Sementara musim ini, City mengangkut enam pemain, antara lain Abdukodir Khusanov, Vitor Reis, Omar Marmoush, Nico Gonzalez, Juma Bah, dan Christian McFarlane.

Nama yang terakhir menjadi satu-satunya pembelian gratis The Citizens. Sisanya, City mesti mengeluarkan kocek yang tak sedikit. Bahkan untuk Juma Bah, yang dibeli lalu dipinjamkan, City membayar 6 juta euro (Rp102 miliar) Real Valladolid. Untuk empat pemain sisanya, tak kurang dari 20 juta euro dikeluarkan.

Vitor Reis diboyong 37 juta euro (Rp643 miliar) dari Palmeiras, City membayar 40 juta euro (Rp695 miliar) pada Lens untuk Khusanov. Lalu, The Citizens juga mentransfer 60 juta euro (Rp1 triliun) ke Porto demi Nico Gonzalez. Dengan banderol 75 juta euro (Rp1,3 triliun), City menjadikan Omar Marmoush pembelian termahal mereka di bursa transfer musim dingin dalam lima tahun terakhir.

Sidang Manchester City yang Dihentikan

Yang jadi pertanyaan, mengapa City tak diembargo di bursa transfer, padahal mereka terseret kasus financial fair play? Manchester City memang tengah menghadapi 115 dakwaan itu. Dakwaan bisa bertambah, tapi juga tak menutup kemungkinan berkurang. Perkara ini telah sampai ke meja hijau.

Sidang independen digelar. Segala tuntutan ditodongkan pada Manchester City. Mulai dari pencabutan gelar, diusir dari Premier League, hingga denda yang sangat besar. Selama tiga bulan adu argumen hukum terjadi di Pengadilan Penyelesaian Sengketa Internasional di London. Di meja hijau juga terkuak, bahwa City tidak hanya terkena 115 kasus, tapi bertambah menjadi 130 kasus.

Mengutip laporan The Times seperti dikutip Goal, panel yang bertugas menyampaikan putusan mendesak agar sidang itu mencapai keputusan secepatnya. Amar putusan harus diumumkan pada akhir Januari 2025. Tapi yang terjadi, sidang itu justru ditutup pada 6 Desember 2024 lalu. Anehnya, saat sidang ditutup, tak ada keputusan yang dijatuhkan.

Aji Mumpung Manchester City

Tidak jelas kapan sidang ini akan dilanjutkan lagi. Hanya saja menurut laporan Football Insider, sidang ini bisa saja ditunda hingga Maret 2025. Sidang ditunda dan tak ada keputusan, Manchester City pun aji mumpung. Daripada musim depan mendapat hukuman embargo transfer, tidak ada salahnya belanja pemain lebih dulu.

Makanya kan, kelihatan tuh, Manchester City enteng banget ngeluarin duit di bursa transfer musim dingin kali ini. Berbeda sekali dengan empat musim sebelumnya. Walau begitu, City juga tak sekonyong-konyong belanja pemain.

Mereka mengatur siasat dan muslihat agar kelak, operasi gila-gilaan di bursa transfer musim dingin kali ini, tidak malah makin memberatkan mereka di pengadilan. Pemain-pemain yang dibeli Manchester City kemarin itu, tidak semuanya dibayar kontan.

Nico Gonzalez itu mbok kira dibayar lunas di muka? Tidak. Sama sekali tidak. City awalnya menawar Nico 40 juta euro (Rp682 miliar) pada Porto. Namun klub Portugal itu ingin City membayar klausul pelepasannya senilai 60 juta euro (Rp1 triliun). City mengiyakan, tapi enggan membayarnya di muka.

The Citizens bersedia membayar klausul pelepasan Nico tapi dengan cara mengangsur. Porto pun sepakat. Nico Gonzalez akhirnya memperkuat Manchester City pada bursa transfer Januari kemarin.

Tidak Akan Terkena Larangan Transfer?

Sebetulnya City tidak perlu melakukan aji mumpung, atau cemas kalau-kalau dilarang transfer. Mantan penasehat keuangan The Citizens, Stefan Borson, membaca bahwa peluang Manchester City terkena larangan transfer akibat dakwaan financial fair play, sangatlah kecil. Menurutnya, kasus yang dihadapi City lebih rumit.

Jika pelanggaran yang dilakukan City lebih serius, pelarangan transfer malah tidak akan menyelesaikan masalah. Masih menurut Borson, andai City memang akan terkena larangan transfer, mereka tentu akan menyiapkan rencana baru yang berbeda untuk menghadapi musim panas mendatang.

“Intinya, saya tidak berpikir larangan transfer adalah alasan mereka (Manchester City) berinvestasi. Saya pikir alasannya jelas karena mereka memiliki masalah yang signifikan di lapangan,” kata Borson dikutip Goal.

Bagaimana Kata Pep Guardiola?

Di tubuh tim, Josep Guardiola telah menduga aktivitas transfer masif timnya pada Januari di tengah kasus pelanggaran financial fair play, akan menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia. Saat konferensi pers, Guardiola keceplosan membahas hal itu.

Ia menjelaskan bahwa belanja besar-besaran Manchester City di bursa transfer musim dingin kali ini, bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan. Menurut Guardiola, Manchester City berhak berinvestasi besar-besaran karena dalam beberapa tahun terakhir, mereka juga menjual banyak pemain.

Peraih sextuple bersejarah bersama Barcelona itu gusar karena orang-orang selalu menuding bahwa City, sebagai klub kaya raya, cuma menghamburkan uang di bursa transfer. Padahal menurut Guardiola, City kan juga menjual pemain.

“Dalam lima tahun terakhir, uang yang kami belanjakan di jendela transfer masih jauh dari Chelsea, United, Arsenal, Tottenham, bahkan dari Liverpool,” ujar Guardiola dikutip Football365.

City Pengeluarannya Tak Banyak?

Yah, omongan Pep Guardiola benar. Benar bagi dirinya sendiri. Mengutip Transfermarkt, dalam lima musim terakhir dari 2020/21 hingga 2024/25, Manchester City adalah tim dengan pengeluaran terbanyak kedua di Premier League. Angka pengeluarannya menyentuh 969,9 juta euro atau sekitar Rp16,5 triliun.

Hanya Chelsea yang melampaui Manchester City. Selama lima musim terakhir, The Blues menghabiskan 1,71 miliar euro atau kira-kira Rp29 triliun lebih. Tapi omongan Pep Guardiola juga tak sepenuhnya salah. Ihwal pengeluaran bersih, City memang lebih kecil dari MU, Chelsea, Arsenal, dan Spurs.

Selama lima musim terakhir, pengeluaran bersih The Citizens ‘hanya’ 321,83 juta poundsterling atau sekitar Rp5,4 triliun, menurut laporan Football365. Namun Pep berlebihan jika bilang pengeluaran bersih mereka lebih sedikit dari Liverpool yang, kita semua tahu, ownernya kikir.

Pengeluaran bersih The Reds selama lima musim terakhir hanya di kisaran 248,13 juta poundsterling, berada di bawah City, bahkan di bawah West Ham yang dalam lima musim terakhir menghabiskan 272,17 juta poundsterling pengeluaran bersih.

Akhirul kalam, walau belanja besar di bursa transfer musim dingin, Manchester City yakin bisa menghindari konsekuensinya. Terkait 100 lebih kasus FFP yang disangkakan ke mereka, City juga yakin tak bersalah. By the way, petugas pengadilan London berintegritas kan ya? Mereka nggak kena efisiensi, kannnn?

Sumber: Football365, FootballInsider247, Goal, Forbes, Tribuna, Transfermarkt

Mengapa Banyak Klub Menolak Berlaga di Liga Singapura?

0

Jika biasanya yang open recruitment adalah sebuah PT atau perusahaan BUMN, maka kali ini yang membuka lowongan adalah federasi sepakbola. Melalui laman resminya, Federasi Sepakbola Singapura baru saja mengumumkan sebuah lowongan. Namun, menariknya itu bukan lowongan kerja sebagai staff, melainkan slot untuk berkompetisi di Liga Singapura.

Ya, FAS mengundang klub-klub yang berminat untuk bergabung mensukseskan Liga Premier Singapura. Tujuannya, untuk penambahan kontestan dan peningkatan mutu kompetisi di musim 2025/26. Tawaran ini pun terbuka untuk umum, baik klub lokal Singapura atau luar negeri. Jika demikian, klub-klub macam Persikomet Kota Metro bisa saja ikut meramaikan.

Namun, yang jadi pertanyaan adalah, kenapa FAS sampai repot-repot buka lowongan? Ternyata, sepakbola Singapura memang tak semenarik itu. Banyak klub yang menolak untuk berlaga di Liga Premier Singapura. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? 

Kondisi Saat Ini

Sebelum berbicara mengapa Liga Premier Singapura sepi peminat, kita akan memberikan pemahaman terlebih dahulu tentang bagaimana kondisi Liga sepakbola Singapura saat ini. Sejak tahun 2016, kontestan Liga Premier Singapura tidak pernah lebih dari sepuluh tim. Kadang sembilan, kadang delapan. 

Formatnya pun berubah-ubah. Tidak memiliki pakem yang jelas. Terkadang berbentuk kompetisi penuh, seperti Liga Inggris, tapi pernah juga memberlakukan format play off. Setelah musim reguler, akan dilanjut ke babak final untuk mencari yang terbaik. Kayak MLS gitu deh.

Nah, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2024/25, Liga Singapura juga hanya diikuti oleh sembilan klub saja. Dengan begini, kita bisa berkesimpulan bahwa sepinya Liga Singapura bukan masalah baru. Tapi, mengapa sesepi itu? Padahal, Singapura adalah negara maju secara ekonomi dan teknologi. 

SPL di Mata Masyarakat Singapura

Masalah yang pertama adalah animo sepakbola di Singapura yang tergolong sangat rendah. Berbeda dengan negara tetangganya, yakni Malaysia dan Indonesia, masyarakat Singapura kurang senang menghabiskan waktu hanya untuk menonton sepakbola lokal. Bahkan, ada kredo menarik yang berkembang di sepakbola Singapura.

Melansir Baz Talks, di Singapura ada kepercayaan bahwa masyarakatnya tidak begitu peduli dengan adanya Liga Premier Singapura. Penduduk negara yang terkenal dengan Patung Merlionnya ini tidak memandang SPL sebagai sebuah hiburan yang worth it. Ketika ditanya mengapa? Jawabannya pun simpel.

Menurut salah satu penikmat sepakbola di Singapura, “Mengapa saya harus menonton SPL ketika ada Liga Premier Inggris atau liga Eropa lainnya?”. Artinya, orang-orang Singapura sebenarnya punya ketertarikan terhadap sepakbola. Tapi, kualitas Liga Singapuranya saja yang jelek. Mereka tidak mau membuang-buang waktu untuk liga lokal.

Selain itu, jadwal pertandingan Liga Singapura juga bersifat random. Pertandingan bisa berlangsung kapan saja antara, Selasa hingga Minggu. Sedangkan jadwal Liga Inggris atau Serie A cenderung tetap.

Di hari kerja, penduduk Singapura pun lebih memilih untuk bekerja ketimbang ke stadion. Jika ingin menonton sepakbola, maka mereka akan menonton pertandingan-pertandingan akbar melalui layanan streaming online yang tersedia di gadget mereka. Lebih efisien karena mereka bisa menonton kapan saja dan di mana saja.

Apresiasi Pemerintah

Setelah ditarik lebih dalam, ada beberapa turunan masalah lagi. Salah satunya datang dari pemerintah Singapura itu sendiri. Menurut beberapa sumber, sepakbola Singapura tidak memperoleh dukungan yang cukup dari pemerintah. Itu karena apresiasi pemerintah Singapura terhadap para atlet memang rendah.

Contoh kasusnya seperti yang dialami oleh legenda renang Singapura, Joseph Schooling. Perenang yang handal dalam gaya kupu-kupu ini kurang mendapatkan dana dari pemerintah, terutama saat melakoni persiapan. Mewakili Singapura di ajang sebesar Olimpiade saja, Joseph tidak menerima tunjangan apa pun dari pemerintah.

Proses persiapan sepenuhnya dibiayai oleh keluarga Joseph. Lantas, bagaimana dengan sepakbola? Gaji para pemain yang rutin bermain untuk Timnas Singapura sangat kecil. Mereka hanya mendapat 5 ribu dolar Singapura per bulan atau Rp60 juta per bulan. Padahal, rata-rata gaji pekerja kantoran di Singapura di angka 6 ribu dolar Singapura atau Rp72 juta.

Terlepas dari bakat, gaji yang rendah membuat pemain mengalami demotivasi. Banyak pemain muda yang tidak lagi termotivasi untuk menjadi pemain sepakbola yang hebat di negaranya sendiri. Itu membuat klub kontestan kesulitan mencari pemain lokal yang berkualitas.

Aturan Ketat

Selain itu ada aturan-aturan ketat yang menyulitkan calon peserta. Meskipun hanya diikuti oleh sedikit kontestan, Liga Singapura tetap dijalankan secara profesional. Tapi, saking profesionalnya, Liga Singapura memiliki aturan yang sangat ketat, bahkan terkesan ribet bagi sebagian klub.

Khusus klub luar negeri yang ingin terlibat, harus memiliki izin dari AFC, FIFA, dan federasi asal klub tersebut. Lebih dari itu klub asing akan terdaftar dan diverifikasi oleh The Registrar of Societies sehingga pemerintah dapat memantau finansial dan pajak klub tersebut. Dengan persyaratan tersebut, banyak klub yang mengurungkan niat untuk berkompetisi di Singapura.

Dalam perekrutan pemain pun cukup dipersulit. Banyak berbenturan dengan sistem dan peraturan yang ketat. Misalnya, dalam upaya pemain untuk mendapatkan surat izin kerja, paspor, dan membayar pajak. 

Hal tersebut pernah disampaikan oleh eks bek Singapura, Daniel Bennett. Dilansir Superball, Liga Singapura sudah lebih ketat dalam mengatur pemain-pemainnya. Pemain kelahiran inggris itu merasa bahwa pemain asing semakin sulit untuk mendapat visa, apalagi paspor Singapura. Beda dengan zaman dia dulu.

Pendapatan

Belum lagi, dengan sepinya antusiasme penonton terhadap sepakbola lokal membuat klub ragu untuk terlibat dalam kompetisi. Imbalan finansial untuk berpartisipasi dalam Liga Singapura tidak begitu menguntungkan bagi klub. Klub-klub asing merasa biaya yang dikeluarkan untuk mengisi slot tidak sebanding dengan apa yang didapat.

Seperti yang disampaikan di awal. Masyarakat Singapura lebih banyak yang suka nonton Liga Inggris, ketimbang Liga Singapura. Alhasil, pendapatan hak siar dan tiket nonton tiap klub pun kecil. Data terakhir, rata-rata penonton yang hadir ke stadion hanya 3000 orang dan terus berkurang setiap tahunnya.

Faktor geografis yang berdekatan juga membuat suporter tidak memiliki kedekatan emosional dengan klub di daerahnya masing-masing. Dengan masalah yang sama pula, klub kontestan Liga Singapura jadi kesulitan mencari sponsor. Sekalinya ada, nilainya kecil jika dibandingkan klub di liga-liga lain. 

Tingkat Kompetitif

Nah, permasalahan-permasalahan tadi menimbulkan masalah baru, yakni tingkat kompetitifnya. Dengan sedikitnya kontestan, dan minimnya pemain-pemain bintang, Liga Singapura dinilai memiliki level persaingan yang sangat rendah. Bagi sebagian tim yang ingin gabung ke SPL, poin ini cukup penting.

Di Singapura, bahkan cuma ada satu kompetisi. Tidak ada piramida sepakbola layaknya Liga Indonesia yang punya empat kasta. Dilansir Kompas, pertimbangan geografis menjadi alasan kenapa liga sepakbola di Singapura tidak menganut sistem piramida yang di dalamnya ada promosi dan degradasi.

Albirex Niigata dan DPMM Brunei

Namun, apakah dengan segala kekurangan yang ada, Liga Singapura tidak bisa menarik kontestan dari luar negeri? Tidak juga. Buktinya, di musim ini ada dua klub asing yang berkompetisi di Liga Premier League Singapura. Yang pertama adalah Albirex Niigata dari Jepang.

Didirikan pada 2004, klub ini merupakan tim satelit dari klub asal Jepang dengan nama yang sama. Sejak berdiri di Singapura, Albirex Niigata telah banyak berkontribusi memajukan sepak bola Singapura. Bahkan mereka membuat sekolah dance, Cheer Dance School, dan akademi sepakbola.

Sementara yang kedua ada DPMM FC yang berasal dari Brunei Darussalam. DPMM FC yang merupakan kepanjangan dari Duli Pengiran Muda Mahkota Football Club dan merupakan klub milik putra mahkota Brunei, Prince Al-Muhtadee Billah. Klub ini pernah dua kali juara di Liga Singapura.

Sumber: FAS, Channel News Asia, Straits Times, Baz Talks

Berita Bola Terbaru 12 Februari 2025 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil laga playoff UCL leg pertama, PSG berhasil menang telak atas tuan rumah Brest 0-3. Tiga gol dari pasukan Luis Enrique, masing-masing dilesakkan oleh Vitinha di menit 21, serta brace dari Ousmane Dembele di menit 45 dan 66. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Les Perisiens saat melakoni laga leg kedua di Paris.

Lalu dari Portugal, kemenangan besar juga diraih Borussia Dortmund saat hadapi tuan rumah Sporting CP, dengan skor 0-3. Masing-masing gol Die Borussen dicetak oleh Serhou Guirassy di menit 60, Pascal Gross di menit 68, serta Karim Adeyemi di menit 82.

Lanjut ke Italia, Juventus berhasil menang tipis atas tamunya PSV Eindhoven 2-1. Gol dari Weston McKennie di menit 34, awalnya mampu disamakan oleh Ivan Perisic di menit 56. Namun akhirnya, La Vecchia Signora berhasil mengunci kemenangan lewat gol dari Samuel Mbangula di menit 82.

Sementara itu di Etihad, Real Madrid berhasil menang dramatis di menit-menit akhir saat hadapi tuan rumah Manchester City dengan skor 2-3. The Citizens cetak gol lewat brace dari Erling Haaland, sementara El Real cetak gol lewat Kylian Mbappe, Brahim Diaz, serta ditutup dengan gol kemenangan di menit 90+2, oleh Jude Bellingham.

REKOR TAK PERNAH KALAH CITY DI ETIHAD PUTUS

Kemenangan Real Madrid atas City di Etihad, terasa spesial karena mampu memecahkan rekor tak terkalahkan The Citizens. Dilansir dari Sport Illustrated, El Real berhasil memutus rekor 35 kali tak terkalahkan City di Etihad pada ajang UCL. Terakhir kali pasukan Pep Guardiola kalah di kandang sendiri pada ajang UCL, adalah pada bulan September 2018 saat melawan Lyon. Tujuh tahun silam, City kalah atas Lyon dengan skor 1-2.

PEMAIN NOTTINGHAM DIBAWA AMBULANS

Dari UCL pindah ke kabar dari Piala FA. The Sun melaporkan bahwa pemain Nottingham Forest, Taiwo Awoniyi telah diangkut oleh ambulans berkat cedera parah pada kepalanya. Peristiwa itu terjadi saat Nottingham meraih kemenangan adu penalti atas tuan rumah Exeter City di babak 4 Piala FA. Striker asal Nigeria itu terkena sikutan kiper lawan, dan mengalami pendarahan hebat di kepalanya. Bahkan dengan adanya kejadian itu, laga sempat dihentikan selama 11 menit.

RATCLIFFE AKAN PECAT KARYAWAN LEBIH BANYAK LAGI

Masih kabar dari Inggris. Bos INEOS, Sir Jim Ratcliffe dilaporkan oleh The Guardian akan segera memecat karyawan di MU secara besar-besaran lagi. Sekitar 200 karyawan akan diberhentikan dari pekerjaannya, dengan alasan kerugian yang diderita klub sebesar 300 juta pounds selama tiga tahun terakhir. Bahkan dari 200 karyawan yang akan didepak tersebut, sudah dihubungi satu persatu untuk segera bersiap.

ASENCIO TERANCAM DIPENJARA

Beralih ke kabar dari Spanyol. Bek muda Real Madrid Raul Asencio, dilaporkan oleh Diario AS sedang terancam hukuman penjara akibat kasus pornografi. Asencio dan tiga rekannya dituduh melakukan aktivitas kriminal, yakni mendistribusikan video pornografi anak dibawah umur. Pengadilan Provinsi Las Palmas telah menolak banding yang diajukan pihak Asencio, karena sudah punya cukup bukti. Mereka kini terancam dihukum satu hingga lima tahun penjara, karena telah melanggar pasal 197 KUHP Spanyol.

SERIE A TEKAN IFAB SOAL VAR YANG LEBIH KETAT

Dari Spanyol kini terbang ke Italia. Ada kabar dari Tuttomercatoweb yang mengatakan bahwa pihak Lega Serie A akan menekan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional atau IFAB, agar penggunaan VAR di Liga Italia lebih diperketat. Usulan tersebut akan diajukan dalam pertemuan antara kedua pihak pada 1 Maret di Swiss. Pihak Lega Serie A akan meminta, supaya penggunaan VAR di Liga Italia bisa mencakup soal pengecekan kartu kuning kedua pada pemain, serta pengecekan proses terjadinya corner.

HAK SIAR TV KLUB-KLUB LIGUE 1 BELUM DIBAYAR

Lanjut ke kabar berikutnya yang datang dari Prancis. RMC Sport melaporkan bahwa hak siar TV dari klub-klub di Ligue 1 ternyata belum dibayar. DAZN selaku Pemegang hak siar memilih untuk menangguhkan pembayaran, karena alasan loyalitas yang kurang dari pihak LFP sebagai perantara. Panik menghadapi situasi ini, LFP akan mengadakan pertemuan darurat dengan para petinggi klub Ligue 1 pada Rabu sore 12 Februari waktu Prancis, untuk menyelesaikan masalah ini.

TEN HAG LATIH FEYENOORD?

Berikutnya ada kabar dari Belanda yang menyebut bahwa mantan pelatih MU, Erik Ten Hag kemungkinan akan ditunjuk sebagai pelatih baru Feyenoord menggantikan Brian Priske. Menurut Mirror, Direktur Teknik Feyenoord, Dennis te Kloese tengah mempertimbangan nama Ten Hag sekaligus beserta asistennya, Rene Hake, untuk jadi satu paket nahkoda baru Feyenoord. Dennis te Kloese juga tak menghiraukan soal rivalitas ketika mengincar Ten Hag dan Rene Hake yang notabene pernah melatih Ajax.

MENDY GABUNG KLUB SWISS

Selanjutnya tersiar kabar dari Swiss, bahwa klub Liga Swiss FC Zurich, telah resmi mengangkut mantan bek kiri Manchester City, Benjamin Mendy. Get Football News France melaporkan bahwa pemain 30 tahun itu telah menandatangani kontrak selama 18 bulan dengan FC Zurich. Mendy hijrah ke Swiss setelah dengan kesepakatan bersama memutus kontraknya di klub lamanya, FC Lorient.

UEFA CAPAI KESEPAKATAN, FINAL UCL AKAN DIGELAR DI AS?

Dari kabar lainnya, UEFA dan Asosiasi Klub Eropa (ECA) dilaporkan oleh Goal telah mencapai kesepakatan dengan agensi Amerika Relevent Sports, untuk bekerjasama soal hak komersial global UCL untuk periode 2027 hingga 2033. Dengan kesepakatan ini, kemungkinan laga Final UCL bakal digelar di Amerika Serikat mulai tahun 2027 mendatang. Relevent Sports sudah sangat ingin menghadirkan laga bergengsi UCL itu di benua Amerika.

WASIT COLLINA USUL UBAH ATURAN PENALTI

Sementara itu, Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina dilaporkan oleh Sportbible akan segera mengusulkan perubahan besar-besaran soal aturan tendangan penalti. Collina akan mengusulkan bahwa, tendangan penalti kalau sudah ditepis kiper tak boleh ditendang lagi, alisa bola harus mati. Menurut Collina, kiper selama ini banyak dirugikan setelah mengantisipasi penalti, karena kebobolan lewat bola muntahan. Menurutnya itu tidak adil bagi kiper, dan harus segera diubah.

HUBNER JADI KAPTEN DAN JADI PENENTU KEMENANGAN WOLVES

Kini saatnya beralih ke kabar dari pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner. Dalam laga National League Cup melawan Rochdale, Selasa 11 Februari, Justin Hubner tampil dipercaya menjadi kapten untuk pertama kalinya. Selain jadi kapten, ia juga menjadi penentu kemenangan Wolves U-21. Si preman mencetak gol penyeimbang di menit 90+6, dan sekaligus menjadi algojo penentu kemenangan di babak adu penalti yang berakhir dengan skor 4-1.

HUBNER MAIN LAWAN LIVERPOOL?

Jelang laga melawan Liverpool akhir pekan ini, Wolves meluncurkan video latihan di channel youtubenya dengan judul “Marshall Munetsi’s First Day at Wolves!. Di video tersebut, terlihat Hubner mulai berlatih di tim senior bersama Matheus Cunha dan kawan-kawan. Hal itu semakin menguatkan bahwa Hubner akan masuk skuad saat bertandang ke Anfield, Minggu 16 Februari. Latihan bareng tim senior ini adalah kali kedua bagi Hubner, setelah yang pertama pada Desember 2023 ketika dirinya masuk skuad menghadapi Arsenal.

BAGGOTT CLEAN SHEET LAGI

Kabar berikutnya datang dari rekan Hubner di Timnas Indonesia, Elkan Baggott. Di laga League One Selasa 11 Februari, Baggott kembali tampil 90 menit, dan berhasil ciptakan clean sheet, saat Blackpool menahan imbang Rotherham 0-0. Ia juga mendapat rating cukup tinggi dari Sofascore, yakni 8,1. Hasil seri ini juga sekaligus membuat rentetan tak terkalahkan Blackpool di enam laga terakhir di League One, ketika Baggott tampil di lapangan.

CHELSEA AKAN AMBIL KEMBALI KEPA

Dari London tersiar kabar bahwa Chelsea akan kembali memungut kiper Kepa Arrizabalaga yang dipinjamkan ke Bournemouth. Menurut laporan Marca, The Blues sudah mengklaim di klausul peminjamannya soal pengembalian Kepa. Dengan begitu, Kepa harus kembali ke Stamford Bridge akhir musim nanti. Kepa yang tampil apik musim ini dibawah Iraola, sangat dibutuhkan Maresca. Allenatore asal Italia itu makin tidak percaya dengan performa inkonsisten kiper utamanya, Robert Sanchez.

SANCHO BUAT FANS MU GERAM

Selanjutnya ada kabar dari Jadon Sancho yang dilaporkan oleh Daily Mail, telah membuat marah fans MU berkat pesan yang dialamatkan pada Marcus Rashford. Sancho mengomentari unggahan Instagram Rashford pasca debutnya bersama Aston Villa dengan kata “Freedom”. Beberapa fans MU yang marah, menyebut kalau kata-kata tersebut bersifat sindiran yang membuktikan mereka berdua seakan-akan terkekang dan tidak bebas saat berada di MU.

CASEMIRO MENUJU FLAMENGO?

Sementara itu dari kabar lainnya, Daily Express melaporkan bahwa pemain MU Casemiro, sudah disetujui klub untuk pindah ke Flamengo dengan status pinjaman hingga akhir musim. Meski bursa transfer di Inggris sudah ditutup, namun bursa transfer di Brazil masih dibuka hingga 28 Februari mendatang. Menurut laporan jurnalis Brasil, Jorge Nicola, pihak Flamengo termasuk sang pelatih, Luis Felipe, sudah setuju menerima Casemiro. Sebab, gaji yang tinggi sekitar 350 ribu pounds per pekan milik Casemiro, sebagian besar akan ditanggung oleh Red Devils.

RONALD ARAUJO TERNYATA TIDAK CEDERA SERIUS

Berikutnya kita beralih ke Spanyol. Marca melaporkan bahwa bek Barca yang sedang cedera, Ronald Araujo telah selesai diperiksa oleh tim medis Barca, Senin, 10 Februari. Awalnya, Barca khawatir Araujo mengalami cedera kambuhannya pasca ditarik keluar di laga melawan Sevilla. Namun setelah diperiksa, ternyata itu hanya memar di pergelangan kaki kanannya. Pemain asal Uruguay itupun diperkirakan tidak akan menepi terlalu lama.

DORTMUND DIPREDIKSI SUSAH LOLOS UCL MUSIM DEPAN

Dari Spanyol kita terbang ke Jerman. Dilansir Get News Football Germany dari Opta, peluang Dortmund finish di peringkat 4 Bundesliga, atau masuk Zona UCL musim depan, hanya 5,1%. Padahal di awal musim dortmund diprediksi dengan persentase 78,4%. Persentase terbaru itu telah dihitung berdasarkan jadwal sisa laga Die Borussen musim ini. Kondisi performa yang inkonsisten juga menjadi tolak ukur penghitungan. Mengingat hingga Spieltag 21 Bundesliga, Dortmund masih berada di peringkat 11 dengan 29 poin.

PEMILIK SAHAM LAFC MINTA MAAF SOAL ANTI-ISRAEL

Berikutnya ada kabar dari pemilik sebagian saham klub MLS, Los Angeles FC, Ruben Emir Gnanalingam, yang tengah meminta maaf pada publik soal perkataannya di media sosial. ESPN melaporkan bahwa Gnanalingam telah meminta maaf atas unggahan di halaman LinkedIn miliknya yang mendesak tentara AS untuk membubarkan Israel. Pihak MLS dan LAFC juga sudah menyatakan sikap bersama, dan mengutuk siapapun stakeholder sepakbola yang berbicara soal ujaran kebencian di publik.

UNIK, PELATIH INI DIKONTRAK DUA KLUB BRAZIL SEKALIGUS

Kabar lainnya datang dari Brasil. ESPN melaporkan bahwa ada peristiwa unik ketika pelatih 39 tahun bernama Marcelinho Paraiba, dikontrak oleh dua klub sekaligus pada Senin 10 Februari. Dua klub yang mengontraknya adalah Americano RJ, dan National Patos. Kontrak tersebut benar adanya, karena Marcelinho akan terlebih dulu menangani National Patos selama tiga laga hingga akhir Februari di kejuaraan Paraibano. Lalu di bulan Maretnya ia akan pindah menangani Americano RJ untuk persiapan mengikuti kejuaraan Carioca 2, yang akan dimulai bulan Mei mendatang.

KASIHAN, LIGA SINGAPURA SEPI PEMINAT

Pindah ke kabar dari sepakbola Asia Tenggara. Ada kabar mengenaskan bagi Singapura ketika liga utama mereka sepi peminat. Federasi Sepakbola Singapura (FAS) sampai-sampai membuka lowongan bagi klub lokal maupun klub luar Singapura yang mau ikut serta. Sejauh ini peserta Liga Singapura hanya 9 klub, itupun ada dua klub yang dari luar Singapura, yakni Albirex Niigata dari Jepang, dan DPPM FC dari Brunei.

LANDZAAT DAN PASTOOR PANTAU 6 PEMAIN INI DI TERNATE

Dari tanah air, dua asisten Patrick Kluivert yakni Denny Landzaat dan Alex Pastoor, terlihat menyaksikan laga Malut United vs Borneo FC di Stadion Kie Raha Ternate, Senin 10 Februari. Kedatangan mereka ternyata khusus untuk memantau enam pemain sekaligus yang berlaga. Dari Malut United ada Yacob dan Yance Sayuri, serta Wahyu Prasetyo. Sementara dari Borneo ada Nadeo, Rivaldo Pakpahan dan Stefano Lilipaly. Salah satu dari enam pemain tersebut kemungkinan akan dipanggil ke Timnas untuk laga bulan Maret nanti.

REKOR GILA CYRUS MARGONO DI LIGA KOSOVO

Lanjut ke kabar berikutnya yang datang dari kiper keturunan Indonesia, Cyrus Margono yang baru saja hijrah membela klub KF Dukagjini di Liga Kosovo. Menurut catatan agensi sepakbola Skandinavia, Modyr Management, di laga debutnya melawan KF Ballkani, kiper 23 tahun itu berhasil melakukan 11 penyelamatan penting. Catatan tersebut bahkan merupakan yang terbanyak diciptakan oleh kiper di Liga Kosovo sejak tahun 2022.

Menguak Hubungan Manchester City dan Yokohama F. Marinos

0

Kepindahan Sandy Walsh ke Yokohama F. Marinos cukup mengejutkan. Banyak pihak menyayangkan keputusan itu. Sebab Sandy hanya akan bermain di Liga Asia, bukan Eropa lagi. Ini sebuah penurunan level dari pemain naturalisasi Indonesia.

Tetapi di balik itu semua, Sandy Walsh masih cukup beruntung. Karena Yokohama F. Marinos termasuk klub terbaik di Liga Jepang. Klub ini masih ada kaitannya kok dengan Eropa, khususnya Liga Inggris. Kok bisa? Begini cerita awal mulanya.

Klub Terbaik Liga Jepang

Terletak di bagian Tokyo Raya, klub yang menaungi Sandy walsh ini punya sepak terjang yang membanggakan sejak awal dibentuknya pada 1972. Berbagai kompetisi sepakbola Jepang sudah dimenangkan klub asal Yokohama ini. Ya, Yokohama F. Marinos bukan tim biasa-biasa saja.

Sebab hanya butuh tujuh tahun saja dari pendirian klub, Yokohama F. Marinos atau tepatnya saat itu Nissan Motor, berhasil tembus ke divisi pertama Liga Jepang pada 1979. Nissan Motor di bawah asuhan Shu Kamo menjuarai Liga Sepakbola Jepang pada tahun 1988 dan 1989.

Tak cuma itu saja, Nissan Motor juga membawa medali Piala Winner Asia pada 1991-92. Kala itu Nissan Motor sudah jadi tim elit di Jepang. Sebab ada beberapa pemain terbaik yang ada di Nissan Motor. Diantaranya Takashi Mizunuma, Kazushi Kimura dan Masami Ihara. Pemain-pemain ini berperan sangat penting bagi tim.

Kemunduran Yokohama F. Marinos

Terinspirasi dari letak geografis Yokohama yang berada di pesisir. Jadilah dipilih “Marinos” dari bahasa Spanyol yang artinya pelaut. Nissan Motor pun berubah nama jadi Yokohama Marinos. Perubahan nama ini terjadi karena klub ini memperoleh registrasi di J League.

Transformasi klub yang jadi tempat naungan Sandy Walsh itu tak berhenti di situ. Yokohama Flugels, tim rival yang nyaris mengalami kebangkrutan menawarkan untuk merger. Akhirnya kedua tim ini pun merger. Namanya pun berubah menjadi Yokohama F. Marinos pada 1999

“F” dalam nama itu mewakili Flugels. Namun merger ini ditentang oleh fans Yokohama Flugels. Banyak dari mereka menolak mengakui tim ini karena dengan merger, mereka merasa timnya dibubarkan. Fans yang menolak mengakui Yokohama F. Marinos, justru mendirikan klub baru yang kini dikenal dengan Yokohama FC.

Setelah merger, masalah menerjang Yokohama F. Marinos. Kendati menjuarai Liga Utama Jepang atau J1 League setahun setelah merger, klub berjuluk Tricolor ini harus menghadapi masalah finansial. Klub dipaksa berhemat agar tak mengalami kerugian. Bahkan sejumlah pemain asing yang menguras anggaran seperti Edmilson, Goran Juric, hingga Sin Byung-ho dan Yoo Sang-chul dijual.

Yokohama F. Marinos berhasil menstabilkan situasi. Mereka bisa bertahan di level teratas, termasuk menjuarai beberapa turnamen. Namun periode terburuk kemudian datang pada tahun 2005.

Sejak saat itu hingga 2008, Yokohama F. Marinos tak menjuarai satu pun kompetisi. Prestasi terbaik mereka hanya semifinal Piala Kaisar pada 2008. Di sana Gamba Osaka berhasil menyingkirkan mereka.

Tawaran dari Perusahaan Asing

Keterpurukan finansial Yokohama F. Marinos berlanjut. Sebuah laporan dilansir dari Toyokeizai, menyatakan bahwa pemasukan Yokohama F. Marinos lesu. Laba menurun drastis. Dari 2,6 miliar yen pada tahun 2007 menjadi 1,3 miliar yen pada 2009. Sampai disini Marinos perlu melakukan sesuatu jika ingin bangkit lagi.

Pemangkasan biaya untuk memperkuat tim harus dilakukan. Marinos tak mampu membeli pemain untuk memperkuat tim. Sementara mereka harus menjual pemain demi mendongkrak pemasukan. Dari sinilah Presiden Yokohama F. Marinos, Yoshiaki Kaetsu menargetkan peningkatan pendapatan mencapai 20 persen pada tahun 2013.

Singkat cerita, datang tawaran dari anak perusahaan Abu Dhabi United Group, yaitu City Football Group (CFG). Tawaran itu berupa pembelian sebagian saham Yokohama F. Marinos.

Sebagai perusahaan besar internasional, CFG tertarik dengan Yokohama F. Marinos karena klub ini punya basis penggemar yang kuat. Begitu juga prestasi yang telah diraih sejauh ini. Sudah ada bayangan masalah finansial akan selesai dengan akuisisi CFG. Penggemar dan pendapatan pun kelak, setelah bergabung ke CFG, akan meningkat.

Terhalang Aturan Liga Jepang

Namun belum juga jadi sebuah kesepakatan yang fix, rencana akuisisi saham Marinos jadi perbincangan hangat. Karena Liga Jepang menyatakan bahwa klub tak boleh dimiliki oleh mayoritas perusahaan asing. Harus ada pemilik dari dalam negeri baik perorangan maupun perusahaan lebih dari 51 persen.

Bila tidak seperti itu, maka akan terjadi ketimpangan. Media Jepang lantang memberitakan pengakuisisian CFG pada Yokohama F. Marinos. Jika sahamnya diambil alih Uni Emirat Arab, Yokohama F. Marinos akan seperti Manchester City.

Namun, rumor itu ditepis Direktur Pelaksana Tim Nasional City Football Jepang, Takao Toshishige. Ia berdalih bahwa CFG hanya akan mengakuisisi 19,95% saham Marinos.

Bahkan jika ada perubahan peraturan terkait kepemilikan saham, di mana perusahaan asing boleh memiliki saham lebih dari 50 persen, CFG tidak akan melakukannya. Sebab Yokohama F. Marinos punya sejarah yang panjang sebagai klub. Sejarah yang terikat dengan para penggemarnya.

Keuntungan Yokohama F Marinos Menerima Tawaran CFG

Akhirnya pada 3 Maret 2014 CFG resmi mengakuisisi 20 persen saham Yokohama F. Marinos. Dengan cuma mengakuisisi 20% saham, CFG tidak banyak campur tangan. Filosofi klub tak perlu berubah. Bahkan pimpinan CFG seperti Khaldoon Al Mubarak tidak perlu menjadi CEO.

Kendati demikian, bekerja sama dengan CFG membuat Yokohama F. Marinos bisa mengakses fasilitas yang sama dengan Manchester City. Fasilitas itu antara lain berguna untuk pengembangan pemain, pembinaan, dan informasi yang berkaitan dengan ilmu kepelatihan.

Yang cukup menarik, setelah diakuisisi CFG, Yokohama F. Marinos mulai mempekerjakan pelatih asing, setelah beberapa tahun dilatih orang Jepang itu sendiri. Lihat saja, pada 2015 atau setahun setelah akuisisi itu, Yokohama F. Marinos merekrut pelatih dari Prancis, Erick Mombaerts.

Setelah Mombaerts, sejumlah pelatih asing merapat. Mulai dari Kevin Muscat, Harry Kewell, Ange Postecoglou, John Hutchinson, hingga sekarang dilatih oleh orang Inggris, Steve Holland. Kesuksesan pun datang. Saat ditukangi Postecoglou, tim ini menjuarai Liga Jepang. Setelah sebelumnya, Kevin Muscat lebih dulu membawakan gelar J1 League kelima.

Jadi Klub yang Kuat

Terbukti dengan strategi akuisisi saham oleh CFG, membuat Yokohama F. Marinos bangkit. Tricolor jadi klub kuat di Jepang. Baik dari sisi keuangan maupun performa tim. Yokohama F. Marinos tak perlu bingung lagi soal membeli pemain. Sebab pendanaan mereka juga disokong oleh CFG, perusahaan yang juga menaungi Manchester City.

Selain itu, dari sisi internal, pembinaan Yokohama F. Marinos memang sudah bagus sejak dulu. Mereka menyeleksi pemain lewat laga persahabatan antar sekolah. Lalu dari pemain yang dipilih itu masuk akademi Yokohama F. Marinos. Berjenjang mulai dari kelompok usia 12 tahun, 15 tahun, 18 tahun hingga masuk ke tim utama.

Kini Yokohama F. Marinos punya target besar untuk bisa menjuarai Asian Championship League. Kejuaraan yang sama sekali belum pernah diraih Marinos.

Newspick, Toyokeizai, Transfermarket, Global Nissan News, Sports ndtv, One Football.

Biadabnya Fiorentina Hancurkan Harapan Kevin Diks

0

The Haye Way, podcast yang digawangi oleh Thom Haye kembali mengundang pemain Timnas Indonesia sebagai narasumber. Kali ini, pemain yang dipilih adalah Kevin Diks. Di episode tersebut, Kevin bercerita banyak hal tentang perjalanan karirnya. Salah satunya saat merantau ke Italia bersama Fiorentina.

Dalam video yang berdurasi hampir satu jam itu, Kevin cukup emosional saat menceritakan tentang Fiorentina. Sebab, Italia jadi chapter terberat dalam karirnya. Sedikit banyak momen itulah yang membentuk Kevin sebagai pesepakbola yang lebih baik, bijaksana, dan dewasa seperti sekarang.

Tapi seberat apa sih perjuangan Kevin? Setelah ditelusuri, ternyata Fiorentina memperlakukan Kevin dengan tidak hormat. Penasaran bagaimana cerita selengkapnya? Mari kita kupas bersama. 

Bersinar di Vitesse

Semua perjalanan pahit Kevin Diks di Serie A berawal saat dirinya muncul sebagai talenta berbakat di Liga Belanda, bersama Vitesse. Ya, Kevin merupakan produk asli klub bernuansa hitam-kuning tersebut. Di Vitesse, bakatnya terasah hingga akhirnya debut di tim utama pada musim 2014/15. Kala itu, klub yang sempat didanai oleh Roman Abramovich itu masih dilatih Peter Bosz.

Pada usia 17, Peter memberikan kesempatan kepada Kevin untuk debut di laga melawan PEC Zwolle. Meski pada akhirnya Vitesse kalah 2-1, Kevin bermain penuh di laga tersebut. Bermain sebagai bek kanan, Kevin cukup memuaskan. Maka dari itu, setelah laga itu Kevin pun mulai rajin mengisi sektor kanan pertahanan Vitesse. Di musim 2014/15, Kevin bahkan sudah mencatatkan 22 penampilan di Eredivisie.

Di musim 2015/16, bakat Kevin Diks semakin terpancar. Posisi Diks hampir tak tergantikan. Mencatatkan 30 penampilan di Eredivisie, Kevin menjelma jadi bek yang memiliki naluri menyerang tinggi. Akselerasi dan bagaimana dirinya menjadi pelayan bagi pemain-pemain di lini depan sangat menawan. Itu dibuktikan dengan catatan dua gol dan empat assist-nya. Tak cuma itu, Kevin juga mengantarkan Vitesse menembus sepuluh besar Liga Belanda.

Di usianya yang baru 19 tahun, Kevin Diks pun dianggap sebagai talenta yang potensial saat itu. Beberapa klub papan atas Eredivisie pun berusaha menggoda Vitesse untuk melepasnya. Namun, tawaran yang diterima justru dari Fiorentina, klub luar Belanda. Kala itu, Fiorentina menawarkan 2,9 juta euro belum termasuk bonus. Kevin diikat kontrak berdurasi lima tahun kala itu.

Merantau ke Fiorentina

Pada tahun 2016, Kevin Diks pun resmi diperkenalkan sebagai pemain baru La Viola. Kevin didatangkan bersamaan dengan mendiang Davide Astori, Ianis Hagi, Cristian Tello, dan Riccardo Saponara. Kevin bahkan saat itu satu tim dengan Federico Chiesa yang baru saja dipromosikan dari Fiorentina U-20.

Awal-awal Kevin di Fiorentina sangat lambat. Kevin kesulitan untuk menembus skuad utama La Viola. Mentok cuma jadi pemain cadangan, tak lebih. Di enam bulan pertamanya mengarungi Serie A musim 2016/17, Kevin bahkan hanya bermain selama lima menit dalam dua pertandingan. Dua menit saat menghadapi Cagliari dan tiga menit saat menghadapi Napoli. 

Sisanya, Kevin hanya dimainkan di tim Fiorentina U-19 yang berlaga di Primavera A. Di tim muda, Kevin pun tak mendapat banyak kesempatan. Tercatat, ia tampil sebanyak enam kali dengan catatan dua gol. Dua gol sebagai pemain belakang? Tentunya bukan suatu hal yang buruk. Maka dari itu, Fiorentina masih percaya padanya.

Namun, karena dirasa sulit beradaptasi di skuad utama, Kevin Diks pun kembali dipinjamkan ke Vitesse pada awal tahun 2017. Harapannya, dengan bermain di tanah kelahiran, Kevin bisa mengembalikan mental dan mood bermainnya. Kevin pun senada dengan harapan La Viola. Dirinya bersemangat untuk membuktikan diri di masa peminjaman ini.

Dibuang Sana Sini

Di saat Kevin Diks berambisi untuk membuktikan diri di Eredivisie, ego dan pola pikir yang sudah berubah justru jadi penghalang untuk dirinya berkembang. “Saya sangat bersemangat karena ingin menunjukkan kemampuan saya. Tetapi, saya tidak dalam pola pikir yang tepat. Saya menjalani setengah musim yang sangat buruk di Vitesse,” ungkap Kevin.

Masa peminjaman di Vitesse tidak berjalan baik. Kevin justru bermain seperti cacing kepanasan. Terkadang, terlalu memaksakan diri sehingga melakukan banyak pelanggaran tak perlu. Dalam sebelas pertandingan yang dimainkan, Kevin gagal mencetak gol maupun assist. Kevin hanya membawa pulang empat kartu kuning dan satu kartu merah, berkat performa yang penuh emosi itu.

Setelah masa peminjaman yang gagal, Kevin pun kembali dipinjamkan ke klub Belanda. Kali ini, Feyenoord jadi tim yang menampung talenta Kevin. Namun, ketika berada dalam penerbangan menuju Belanda, Kevin mendapat kabar bahwa Fiorentina justru mendatangkan bek baru, Nikola Milenković dari Partizan. 

Hati dan pikiran Kevin pun kacau. Kevin merasa Fiorentina sudah tidak menginginkannya lagi. Mungkin ini hanya perkara waktu sampai La Viola benar-benar menyingkirkannya dari skuad. Namun, momen ini justru jadi titik balik Kevin di Belanda. Di saat mulai putus asa dengan masa depannya, performanya bersama Feyenoord justru membaik. 

Kevin cukup diandalkan oleh sang pelatih, Giovanni van Bronckhorst. Pemain berusia 28 tahun itu mengantongi 31 penampilan dan mencetak 4 assist di semua kompetisi musim 2017/18. Dirinya bahkan jadi pilihan utama saat Feyenoord tampil di Liga Champions dan harus berhadapan dengan Napoli dan Manchester City.

Kembali dan Cedera

Harapan pun mulai tumbuh kembali. Asa yang sempat padam mulai kembali menyala. Kevin Diks berharap performanya di Feyenoord jadi portofolio yang cukup untuk meyakinkan Fiorentina bahwa dirinya adalah pemain berkualitas. Fiorentina akhirnya memulangkan Kevin. Stefano Pioli kala itu ingin memberikan peran vital untuk Kevin di musim 2018/19.

Menurut penuturan Kevin, pramusim untuk persiapan musim 2018/19 berjalan sangat baik. Kevin yang semakin matang kemudian diberi harapan untuk mendapat tempat di Fiorentina. Tapi, di awal musim, harapan itu ternyata sekadar omon-omon. Nikola Milenkovic yang sebetulnya berposisi sebagai bek tengah justru dipasang sebagai bek kanan.

Selama 13 pekan pertama di Serie A musim 2018/19, Kevin tak pernah mengenakan jersey bernomor 34 miliknya. Padahal, nomor itu dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu temannya, Abdelhak Nouri. Saat itu, Kevin hanya ikut latihan secara rutin. Tapi cuma sampai tahap pemanasan doang. Nggak pernah main sama sekali.

Keadaan semakin parah karena Kevin kemudian mengalami cedera lutut yang parah pada awal Desember 2018. Sebagai klub di mana Kevin bernaung, Fiorentina pun langsung bertindak. Tapi terkesan seadanya. Cedera Kevin tidak ditangani dengan baik. Bahkan, sang pemain tidak mendapat hasil diagnosa yang jelas dari dokter.

Semakin Buruk di Empoli

Belum juga pulih 100%, La Viola justru lepas tanggung jawab dan meminjamkan Kevin Diks ke Empoli pada awal tahun 2019. Di sinilah situasi yang sudah buruk, justru makin runyam. Kevin masih harus menjalani proses penyembuhan. Tapi, tim dokter Empoli juga bergerak lambat.

Kevin yang belum mau karirnya berakhir, memutuskan untuk terbang ke Belgia guna mencari dokter dan fisioterapis sendiri. Sendirinya tuh bener-bener apa-apanya sendiri. Tanpa uluran tangan Fiorentina. Jadi, selama empat bulan penyembuhan di Belgia, Kevin hanya ditemani agennya. Kevin pun membayar biaya akomodasi dan pengobatan menggunakan dana pribadi.

Bahkan, Kevin juga mengaku kalau dirinya sempat tidak menerima gaji saat absen karena cedera. “Saya mengalami masa di mana saya tidak menerima gaji di Italia. Itu kadang-kadang terjadi. Lalu saya benar-benar muak,” tutur Kevin di podcast-nya Thom Haye. Pada akhirnya, momen itulah yang menjadi titik terendah karir Kevin Diks.

Kevin sadar bahwa Italia bukan tempat yang cocok untuknya. Maka dari itu, saat kontraknya bersama Fiorentina habis, dirinya langsung menjauh dari Italia dan pergi ke Denmark, negara yang berjarak lebih dari 2000 kilometer dari Italia, untuk bergabung FC Copenhagen tahun 2021. Di Parken Stadium lah, Kevin akhirnya menemukan apa itu cinta dan kasih dalam sepakbola.

Sumber: Football Italia, Viola Nations, Football Oranje, Poskota

Dengan 2 Keturunan Baru, Starting XI Timnas Indonesia U-23 Bisa Sengeri Ini! 

0

Ole Romeny bersama Dion Markx dan Tim Geypens resmi WNI. Romeny diproyeksikan untuk tim senior. Sementara dua nama lain belum akan masuk ke tim senior. Markx dan Geypens rencananya akan memperkuat Timnas Indonesia U-23.

Kedua pemain itu disiapkan untuk SEA Games 2025. Namun tidak menutup kemungkinan keduanya juga akan turun di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang ditengarai akan berlangsung bulan September 2025 mendatang. Di lain sisi, pelatih Timnas U-23, Gerald Vanenburg juga sudah memantau sejumlah pemain bersama Patrick Kluivert.

Dengan tambahan dua pemain keturunan baru akan bagaimana gambaran Timnas Indonesia U-23 asuhan Gerald Vanenburg? Sebelum kita bahas, jangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya agar tidak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven.

Kiper: Cahya Supriadi

Sejak memutuskan bekerja di dunia kepelatihan, Vanenburg tidak banyak mengisi posisi sebagai pelatih kepala. Justru ia lebih sering menjadi asisten pelatih. Cukup sulit untuk mengetahui formasi apa yang akan dipakai, karena tidak ada riwayatnya.

Namun mungkin saja, Gerald Vanenburg akan memakai formasi 4-3-3. Mengapa begitu? Selama menjadi pemain, Vanenburg cukup akrab dengan formasi itu. Ia bermain sebagai sayap kanan maupun gelandang kanan.

Nah, kita akan mulai dari kiper. Kira-kira siapa kiper yang akan mengisi skuad Vanenburg? Shin Tae-yong dulu memakai Ernando Ari Sutaryadi. Sang kiper mengantarkan Timnas Indonesia ke semifinal Piala Asia U-23 edisi sebelumnya. Bukan tidak mungkin Ernando akan dipakai lagi.

Namun, masih ada nama lain untuk dicoba. Ia adalah Cahya Supriadi. Namanya melangit sejak Piala AFF U-19 2022 lalu. Cahya Supriadi juga tampil gemilang di Piala AFF Senior 2024 lalu, saat teman-temannya tampil kurang maksimal.

Di Piala AFF 2024, setiap kali kiper 21 tahun itu turun, gawang Indonesia sulit dijebol. Dari tiga laga di Piala AFF, Cahya hanya kebobolan dua gol. Itu pun satunya dari kotak penalti saat melawat Filipina. Di laga melawan The Azkals, Cahya seperti cahaya. Ia bersinar dengan memblok sejumlah peluang.

Bek Tengah: Dion Markx dan Kadek Arel

Selanjutnya, bek tengah. Tentu saja ada nama Dion Wilhelmus Eddy Markx. Pemain yang memperkuat Top Oss di Eerste Divisie ini usianya baru 19 tahun. Namun PSSI sudah percaya akan memasukkan ke Tim U-23. Dengan masuk langsung ke Timnas Indonesia U-23 akan lebih cepat baginya untuk masuk tim senior.

Pemain keturunan Palembang ini sosok bek yang tangguh dan kuat. Dengan tinggi 1,88 meter, fisik Markx mumpuni bagi seorang bek tengah. Selama membela Nijmegen U-21, perkembangannya sangat pesat. Tak mengejutkan jika pada Januari kemarin, ia dikontrak oleh tim utama Top Oss. Lalu, siapa yang akan menjadi tandem Markx?

Sebetulnya Muhammad Ferrari lebih berpengalaman di timnas. Namun penampilan buruknya di Piala AFF kemarin, membuatnya diragukan untuk membela tim nasional lagi. Kadek Arel, pemain Bali United, mungkin akan lebih cocok menemani Dion Markx. Usia Kadek baru 19 tahun.

Sang pemain sudah menjajal timnas kelompok umur di level U-19, U-20, dan U-23. Kadek pernah membawa Timnas Indonesia U-19 meraih titel Piala AFF keduanya, pada 2024 lalu. Selain itu, di usia yang masih muda, Kadek matang sebagai pemain. Kemampuan reading the game-nya bagus. Tingginya juga tak terpaut jauh dari Dion Markx.

Bek Kiri: Tim Geypens

Sementara di tim senior kita punya Calvin “Loopy” Verdonk, di Timnas U-23, kita punya Tim Geypens yang baru saja mengambil sumpah WNI. Pengalaman di Liga Belanda menjadi daya tawar Geypens. Sang pemain kini memperkuat FC Emmen, klub dari Eerste Divisie.

Ketika memboyongnya, Direktur Teknik FC Emmen, Nico Haak mengatakan, Geypens bek kiri yang berbakat dan dinamis. Walau seorang bek, Geypens kerap membantu serangan dengan menyuplai umpan-umpan silang.

Lewat kemampuan itu, PSSI kepincut untuk membawanya berseragam Timnas Indonesia. Hanya saja, kalau boleh jujur, Geypens sebenarnya tidak terlalu bagus. Musim ini Geypens jarang bermain di FC Emmen. Hanya 12 laga ia lakoni sejauh ini di Eerste Divisie.

Kalau saja pelatihnya Patrick Kluivert, mungkin Geypens tak dipakai. Namun kita tidak tahu apakah Vanenburg punya preferensi yang sama. Kendati begitu, mungkin Geypens akan tetap dipanggil ke Timnas Indonesia U-23. Siapa lagi yang lebih baik darinya?

Bek Kanan: Tristan Gooijer

Jika kiri Tim Geypens, siapa yang menempati bek kanan? Opsi bek kanan di Timnas Indonesia U-23 sedikit. Paling hanya Fajar Fathurrahman yang lumayan. Fajar tampil apik di SEA Games 2023 lalu dengan menjadi top skor. Nah, karena sedikit opsinya, PSSI bisa mendatangkan satu pemain lagi.

Salah satu pemain keturunan yang bisa mengisi posisi bek kanan Timnas Indonesia U-23 adalah Tristan Gooijer. Pemain tangguh milik Ajax Amsterdam ini memberi kode bergabung Timnas Indonesia. Kebetulan pemain keturunan Maluku ini juga mantan anak didik Gerald Vanenburg. Tepatnya ketika menjadi pelatih teknik tim muda Ajax.

Tiga Gelandang

Dalam formasi 4-3-3 akan ada tiga gelandang di lini tengah. Kalau di tim senior, kita mudah menebak siapa mereka. Tapi bagaimana di Timnas U-23? Salah satu posnya mungkin ada diisi oleh Ivar Jenner. Meski sudah bermain di tim senior, Ivar bisa saja akan ditarik lagi ke tim U-23 apabila dibutuhkan.

Betul bahwa Timnas Indonesia asuhan Gerald Vanenburg akan menempati Pot 1 di undian Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, sehingga terhindar dari lawan berat. Tapi lolos ke sana juga bukan perkara gampang. Memakai pemain yang berpengalaman seperti Ivar bisa jadi alternatif bagi Vanenburg.

Ketenangan serta kualitas umpan yang dimiliki Ivar sangat diperlukan. Ivar mungkin menempati gelandang bertahan. Sementara gelandang ofensif akan diambil oleh Marselino Ferdinan. Marceng memang sudah bermain di level senior. Tapi di usia yang masih 20 tahun, ia masih bisa memperkuat Timnas U-23.

Kita tahu bagaimana kualitas Marceng. Gelandang yang lebih menyerang juga bisa diisi oleh Fajar Fathurrahman. Saat dilatih Shin Tae-yong, Fajar kerap beroperasi di lini tengah daripada di pertahanan. Satu gelandang lagi mungkin akan diisi Rayhan Hannan.

Penampilannya bersama Persija menarik perhatian Patrick Kluivert dan kolega saat menghadapi PSBS Biak. Di laga itu Hannan mencetak satu gol. Ia juga dikabarkan sudah masuk database pemain yang akan dipertimbangkan Vanenburg.

Pemain Sayap

Beranjak ke posisi terdepan. Di posisi sayap kiri, Vanenburg kebanyakan opsi. Mulai dari Dony Tri Pamungkas, Rafael Struick, hingga Adrian Wibowo. Di antara mereka, Adrian Wibowo menjadi yang cukup menarik. Meski PSSI belum bergerak membujuknya. Wibowo ini pemain yang cukup tajam dan beringas sebagai sayap.

Ia produktif mencetak gol selama bermain di MLS Next Pro bersama Los Angeles FC 2. Mungkin PSSI masih akan mempercayakan pemain yang ada seperti Dony maupun Struick, daripada mempertimbangkan Wibowo. Padahal dari segi menit bermain, Wibowo lebih baik dari El Klemer.

Sayap kiri ada tiga opsi, bagaimana dengan sayap kanan? Dony Tri bisa mengisi sayap kanan Timnas Indonesia U-23. Tapi ada satu nama lagi yang menarik untuk dipanggil. Ia adalah Yardan Yafi, pemain Persita Tangerang.

CEO Persita, Ahmad Zaki bahkan telah merokemendasikan pemainnya itu ke Patrick Kluivert. Kabarnya Kluivert juga kepincut dengan Yardan. Tapi ia mungkin akan bergabung ke Timnas U-23 asuhan Vanenburg. Mengingat usianya masih 21 tahun.

Penyerang: Jens Raven

Di tim senior kita mungkin kekurangan penyerang ganas. Tapi di kelompok umur, kita punya Jens Raven. Pemain yang masih berusia 19 tahun itu menjadi andalan di Timnas Indonesia U-20. Pemain yang satu ini telah mencetak tujuh gol dari 12 pertandingannya bersama timnas kelompok umur.

Raven juga membantu Indra Sjafri meraih gelar Piala AFF U-19 keduanya. Setelah tahu Patrick Kluivert yang melatih Timnas Indonesia, Raven ingin segera bergabung.

Raven pun memuji Kluivert agar dilirik. Namun, untuk masuk ke tim senior agaknya terlalu jauh. Jens Raven bisa memulai dari Timnas Indonesia U-23 terlebih dahulu. Di bawah asuhan Gerald Vanenburg, Raven akan dipoles menjadi lebih baik lagi.

Well, dengan skuad begini, bisakah Indonesia kembali raih medali emas SEA Games dan lolos ke Piala Asia U-23?

Sumber: OneFootball, Merdeka, Suara, Bolacom, Liputan6, Antara, Bolasport