Beranda blog Halaman 52

Justin Hubner Selangkah Lagi Bermain di Liga Primer Inggris

0

Justin Hubner selangkah lagi bermain di Liga Primer Inggris. Ia sudah beberapa kali masuk radar pelatih tim utama Wolves, Vitor Pereira. Itu tandanya Justin Hubner makin dipertimbangkan untuk memasuki tantangan yang lebih besar lagi. Lantas bagaimana perjuangan Justin Hubner menembus skuad utama Wolverhampton Wanderers?

Mimpi Bermain di Liga Inggris

Sebagai pemain sepakbola, Justin Hubner punya mimpi besar. Dirinya kelak ingin bermain di Premier League. Untuk mencapainya, Hubner memulai karir di Brabant Youth dengan serius. Hasilnya, dia dipanggil ke FC Den Bosch.

Namun, impian Hubner untuk bisa bermain di Liga Primer Inggris masih perlu perjuangan. Hubner harus menjadi yang terbaik di FC Den Bosch. Benar saja tiga setengah musim di FC Den Bosch, Hubner jadi pemain yang menonjol. Hingga akhirnya datang tawaran dari Wolves.

Tentu saja ini kesempatan yang bagus bagi Justin Hubner. Dia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan segera pindah ke Wolves. Meski Direktur Teknik Den Bosch, Bert Ruijsch ingin mempertahankannya, tapi Hubner keburu ingin memenuhi mimpinya untuk main di Liga Inggris.

Wolves jelas lebih besar daripada FC Den Bosch. FC Den Bosch hanyalah klub kecil yang bermain di liga dua Belanda. Justin Hubner pun tak pikir panjang untuk menandatangani kontrak pertamanya berdurasi 7 bulan bersama Wolverhampton Wanderers.

Manajer akademi Wolves sangat bergembira dengan kedatangan Justin Hubner. Baginya, Hubner telah mencatatkan capaian positif bagi tim. Hubner bahkan mencetak gol spektakuler pada menit 90 saat melawan Norwich City U-18 di Piala FA 2020.

Karir yang Struggle di Eropa

Hubner memang jadi pemain yang diandalkan oleh pelatih Wolves U-18, Steve Davis. Pemain abroad itu selalu main penuh. Namun sejak awal 2022, Hubner tak dimasukkan lagi ke dalam skuad. Hubner mengalami struggle hebat di musim kedua bersama Wolves.

Ia sempat tak memiliki menit bermain yang cukup. Hingga pada akhirnya, pemain bertinggi 187 cm itu dipinjamkan ke klub lain. Kebetulan muncul minat dari klub Jepang, Cerezo Osaka. Hubner dinilai tepat untuk menambal lini belakang klub asal Prefektur Osaka itu yang dihajar cedera.

Hubner pun benar-benar dipinjamkan ke Cerezo Osaka pada Maret 2024. Menurut Steve Davis yang ketika itu sudah menjabat sebagai manajer peminjaman pemain, meminjamkan Hubner ke Cerezo Osaka adalah keputusan yang juga baik buat pemain. Dengan dipinjamkan ke klub Jepang, Hubner bisa mendapatkan menit bermain yang mungkin sulit didapatkan di Wolves Youth.

Steve Davis yakin Hubner bakalan makin berkembang jika dirinya mau dipinjamkan ke Cerezo Osaka. Sebab di J League punya gaya sepakbola yang kuat. Hubner dapat berkembang dengan pengalamannya main di Cerezo Osaka. “Di liga yang berbeda, Hubner akan belajar sesuatu yang berbeda. J1 League akan memberikan pijakan yang dia perlu untuk terus maju,” kata Steve Davis.

Di Cerezo Osaka, menurut Steve Davis, belum ada bek yang memiliki kemampuan seperti Hubner. Dengan kemampuan yang berbeda yang bisa main di banyak posisi, Justin Hubner akan menciptakan keseimbangan dalam tim. Sehingga Hubner bisa mendapatkan menit bermain yang cukup.

Namun faktanya, di Cerezo Osaka pun, Hubner hanya mendapat menit bermain yang sedikit. Hubner hanya mendapat 83 menit bermain di bawah pelatih Cerezo Osaka, Akio Kogiku.

Kembali Lagi ke Wolves

Peluang Hubner untuk bersinar di Cerezo Osaka pun gagal. Pemain Indonesia itu gagal menaklukan tantangan di Liga Jepang. Hubner pun dipulangkan ke Wolverhampton Wanderers pada 16 Juli 2024, setelah masa pinjamannya selesai.

Malang, sekembalinya Hubner ke Wolves ia mendapati bahwa tempatnya sudah dihuni oleh pemain lain, Dexter Lembikisa. Pelatih Wolves U21 kala itu, Jamie Collins pun tak memasukkannya ke dalam skuad, dari Agustus hingga awal Desember 2024. Hubner tercatat tak bermain dalam tujuh laga Wolves U21.

Tentu saja ini membuat Hubner merasa tak diberi tempat di Wolves. Ia pun sempat menyatakan ingin hengkang dari klub jika memang Wolves tak membutuhkannya lagi. “Saya akan meninggalkan klub ini. Gila, karena pemain terbaik di sini tidak punya kesempatan,” tulis Hubner di sosial medianya.

Meski tak dimainkan di klub, Hubner mentas di Timnas Indonesia tiga kali. Hubner jadi starter saat Timnas Indonesia melawan Australia, Jepang, dan Arab Saudi. Setelah menjadi pemain kepercayaan Shin Tae-yong, dan diturunkan di tiga laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 tersebut, barulah pelatih Wolves, Jamie Collins mempertimbangkan Hubner masuk skuad pada pertengahan Desember.

Hubner masuk ke dalam skuad saat Tim Serigala itu bertemu Aston Villa U-21. Dalam laga itu, Hubner mencatatkan hasil positif dengan membawa kemenangan 4-0. Sejak saat itu, Hubner dipercaya lagi oleh sang manajer, Jamie Collins. Dirinya selalu jadi line up bagi Wolves.

Hubner Mulai Tunjukkan Kemampuannya

Kesempatan yang diberikan Jamie Collins tak disia-siakan oleh Justin Hubner. Ia mengerahkan segala kemampuannya demi bisa bertahan di starting line up. Syaratnya, seperti yang dikatakan oleh Steve Davis, Hubner harus tampil konsisten dalam 90 menit. Itu kunci jadi pemain yang sukses.

Benar saja berkat bermain konsisten di pertandingan sebelumnya, Hubner diturunkan kembali di pertandingan selanjutnya. Tepatnya saat Wolves U-21 melawan Crystal Palace pada 20 Januari 2025. Dalam kesempatan itu, Hubner membawa kemenangan tim. Wolves U-21 menang tipis 1-0.

Rentang waktu dari pertengahan Desember 2024 hingga Maret 2025, Hubner selalu dipercaya pelatih Wolves U-21, Jamie Collins, untuk jadi line up. Hasilnya cukup memuaskan. Ketika Hubner dimainkan, Wolves U-21 hanya menelan dua kekalahan dari tujuh pertandingan yang dilakoni.

Promosi di Tim Utama Wolves

Fyi saja, saat Wolves dilatih Gary O’Neil, Hubner sebenarnya pernah masuk daftar susunan pemain (DSP) saat melawan Arsenal pada Desember 2023. Sebelum dipromosikan masuk ke tim utama pada musim lalu, tepatnya 9 Maret 2024. Dirinya bersanding dengan Nelson Semedo, Craig Dawson, hingga Toti Gomes. Namun, Hubner belum diberikan debut di tim utama.

Lalu di era kepelatihan Vitor Pereira, Hubner sempat berlatih bersama dengan pemain utama Wolves pada 12 Februari 2025. Pemain Timnas Indonesia itu latihan bersama Hwang Hee Chan, Matt Doherty, dan Nelson Semedo. Namun sayang sekali, Hubner belum mampu bersaing dengan pemain lain. Ia tak dipilih Vitor Pereira. Hubner pun dikembalikan lagi ke Wolves U-21.

Selepas dari situ, Hubner didapuk jadi kapten kesebelasan U-21. Hubner menjalankan tugas dengan baik. Wolves U-21 memetik kemenangan tipis di kandang Tottenham dengan skor, 3-2.

Apakah sampai di situ saja? Tidak. Pemain yang dijuluki “Preman” itu juga menunjukkan penampilan yang luar biasa saat melawan Rochdale di laga lanjutan England National League Cup. Hubner jadi bintang di laga itu.

Hubner menciptakan gol penyama kedudukan di saat Rochdale memimpin laga dengan skor 2-1 di babak kedua. Saat laga sudah memasuki babak tambahan, Hubner tampil menyelamatkan Wolves dari kekalahan. Hubner yang maju ke kotak penalti menyambar bola yang dikirim rekannya dari luar kotak penalti. Gol pun tercipta di menit 90+6 lewat skema umpan lambung.

Hubner dan cs harus melakoni drama adu penalti. Pemain yang pernah dipinjamkan ke Cerezo Osaka itu jadi salah satu eksekutor penalti. Hubner menyumbang satu gol. Wolves menang dalam drama adu penalti dari Rochdale, dengan skor 4-1.

Penampilan mengesankan Hubner tentu saja akan menaikkan daya tawarnya di Eropa. Ia bakal makin dipertimbangkan oleh pelatih Wolves, Vitor Pereira. Bukan tidak mungkin jika penampilannya konsisten, Hubner benar-benar bermain untuk skuad utama Wolves. Semoga saja begitu.

Skor, Bolasport, Transfermarket, Tempo, VoetbalPrimeur, Wolves, CNN, Sofascore.

Berita Bola Terbaru 4 Maret 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Lanjutan pertandingan Serie A pekan ke-27, Juventus menang 2-0 atas Hellas Verona. Gol Bianconeri dicetak oleh Khephren Thuram menit 72 dan Teun Koopmeiners menit 90. Tambahan tiga poin bikin Juve naik ke urutan empat klasemen sementara Liga Italia. 

Sementara dari Inggris, ada lanjutan Piala FA yang mempertemukan Nottingham Forest dengan Ipswich Town. Hasil laga yang berakhir imbang 1-1 akhirnya dilanjutkan ke adu penalti. Forest berhasil menyudahi perlawanan Ipswich usai menang 5-4. Dengan begitu, Forest berhak melaju ke perempat final. Anthony Elanga cs akan menghadapi Brighton yang sudah lebih dulu lolos.

ANDREA BERTA SEMAKIN DEKAT KE ARSENAL

Masih dari Liga Inggris, pencarian Arsenal terhadap direktur olahraga baru kabarnya sudah mencapai tahap akhir. Banyaknya rumor yang beredar kini mengerucut ke satu nama, yakni Andrea Berta. Dilansir Goal, Arsenal sudah sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan mantan direktur olahraga Atletico Madrid itu. Bahkan, Fabrizio Romano sudah mengkonfirmasi berita ini. Arsenal begitu menginginkan Berta, begitupun sebaliknya. Berta sampai menolak tawaran dari AC Milan demi bergabung dengan Arsenal.

AKE JALANI OPERASI USAI PATAH KAKI

Dari London, kita bergeser ke Manchester untuk melihat perkembangan dari pemain Manchester City, Nathan Ake. The Athletic melaporkan, bek asal Belanda itu telah merampungkan operasi pada cedera kakinya. Ake dilaporkan mengalami patah tulang kaki saat City mengalahkan Plymouth Argyle di putaran kelima Piala FA. Dengan begitu, Ake diperkirakan akan absen cukup lama. Sang pemain pun menggambarkan kondisi ini sebagai situasi yang menyebalkan. 

CITY JADIKAN FABREGAS OPSI PENGGANTI PEP

Masih seputar Manchester City, Daily Mail melaporkan bahwa manajemen klub sedang terpukau dengan kinerja Cesc Fabregas di FC Como. Menurut laporan, City jadi salah satu dari sekian banyak klub top Eropa yang memantau situasi Fabregas di Italia. Mereka merasa bahwa Fabregas punya kualitas dan potensi yang besar untuk menjadi pelatih top Eropa. Meski Como sedang berkutat di papan tengah Serie A, kinerja Fabregas tetap menciptakan kesan positif bagi manajemen City. Bahkan, City akan memasukan Fabregas dalam list pengganti Pep Guardiola di masa depan.

MU TERANCAM RUGI 100 JUTA POUND DI AKHIR MUSIM

Bergeser ke Manchester United, klub yang bermarkas di Old Trafford itu akhir-akhir ini berhadapan dengan banyak masalah keuangan. Mereka bahkan memecat banyak karyawan demi menyeimbangkan neraca keuangan. Yang terbaru, United dikabarkan akan kembali menghadapi kerugian besar di akhir musim nanti. Seperti yang diwartakan The Sun, United akan kehilangan kesempatan untuk mendapat suntikan dana sekitar 80 juta pound jika gagal tampil di Liga Champions musim depan. Selain itu, United juga harus membayar kompensasi sebesar 10 juta pound kepada Adidas jika tak tampil di Liga Champions musim depan. Itu belum termasuk kerugian-kerugian lain. Contohnya United akan kehilangan sekitar 25 juta pound hanya dari penjualan tiket laga kandang jika tak tampil di babak penyisihan grup UCL.

LIVERPOOL TAWARI BRADLEY KENAIKAN GAJI

Liverpool kabarnya tak akan mengeluarkan tenaga lebih untuk mencari pengganti Trent Alexander-Arnold, jika sang pemain benar-benar hengkang. The Sun mengabarkan kalau Arne Slot meminta pada klub untuk mengikat bek muda bernama Conor Bradley dengan kontrak jangka panjang. Sang pelatih yakin, Bradley adalah pilihan paling pas dan murah untuk menggantikan peran TAA di masa depan. Tak cuma itu, Liverpool juga berencana untuk menaikan gaji Bradley. Tak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai 650%.

VALVERDE SIAP DITURUNKAN DI DERBY MADRID

Kini giliran membahas sepakbola Spanyol. Setelah kemarin Real Madrid sempat ragu dengan kondisi kebugaran Federico Valverde, kini pihak klub sudah memberikan update terbaru soal kondisinya. Dilansir Bein Sport, gelandang Uruguay itu dilaporkan sudah menjalani sesi latihan bersama skuad Real Madrid. Pihak klub mengkonfirmasi bahwa Valverde siap diturunkan untuk pertandingan leg pertama 16 besar Liga Champions melawan rival sekota, Atletico Madrid. Valverde kabarnya sudah lulus tes kesehatan dan dianggap layak untuk masuk skuad. Dengan begini, Real siap all out di leg pertama.

VILLARREAL VS ESPANYOL DITUNDA GARA-GARA CUACA BURUK

Di sisi lain, laga lanjutan Liga Spanyol antara Villarreal dan Espanyol yang seharusnya dilangsungkan dini hari tadi justru ditunda. Dilansir Football Espana, laga harus dihentikan karena masalah cuaca buruk. Beberapa jam sebelum kick off sudah tersiar kabar bahwa wilayah Castellon ada potensi cuaca buruk hingga menimbulkan banjir. Namun, pihak penyelenggara tidak mengindahkan peringatan itu. Dan benar saja, beberapa menit sebelum kick off, hujan deras pun mengguyur Estadio de la Cerámica. Laga pun ditunda di saat fans sudah memenuhi stadion. Keputusan yang tiba-tiba ini membuat sejumlah fans tandang marah. Maka dari itu, pihak Espanyol akan mengganti biaya tiket yang sudah dikeluarkan oleh fans yang bertandang ke Ceramica.

NEYMAR NGEBET GABUNG, TAPI BARCA OGAH

Masih berhubungan dengan klub Spanyol, Neymar yang kini sedang memperkuat Santos kabarnya ngebet banget buat balikan sama Barcelona di akhir musim nanti. Sang pemain bahkan rela mendapat gaji sekecil mungkin demi bisa bermain di Camp Nou dan menjaga peluang agar tetap bisa tampil di Piala Dunia 2026 bersama Brazil. Namun, niat sang mantan tak disambut baik oleh klub. Menurut Football Espana, Neymar tidak masuk dalam rencana Barcelona musim depan. Neymar dirasa sudah tidak sesuai dengan profil pemain yang dicari Hansi Flick dan Barcelona, baik dari segi usia maupun kualitas.

AC MILAN UMUMKAN PERPANJANGAN KONTRAK REIJNDERS

Bergeser ke Italia, ada si anak lanang, Tijjani Reijnders yang baru saja teken kontrak baru dengan raksasa Serie A, AC Milan. Dikutip dari Sempre Milan, Reijnders telah menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun. Itu akan membuatnya tetap di San Siro hingga 2030. Milan merasa bahwa Tijjani adalah pemain paling penting di lini tengah. Klub bahkan menggambarkan Tijjani sebagai jantung lini tengah Milan saat ini. Kakak dari Eliano Reijnders ini pun senang dengan kesepakatan baru. Ia sudah menganggap Milan sebagai rumah kedua.

RANIERI DIDENDA UEFA USAI KRITIK WASIT

Pelatih AS Roma, Claudio Ranieri baru saja dijatuhi sanksi yang cukup berat dari UEFA. Menurut Football Italia, Ranieri didenda sebesar 20 ribu euro menyusul pernyataan kritisnya terhadap wasit Tobias Stieler yang memimpin laga Europa League antara Roma vs Porto beberapa pekan lalu. Menurut laporan, Ranieri kurang puas dengan beberapa keputusan Stieler yang membuat Roma harus bermain dengan 10 orang. Ranieri menduga bahwa wasit bias terhadap tim tuan rumah, Porto. Tuduhan itu lah yang mendasari UEFA memberi sanksi kepada Ranieri.

DIMARCO CEDERA, INI KERUGIAN BAGI INTER DAN ITALIA

Masih dari sepakbola Italia, ada kabar buruk yang muncul dari Inter Milan. Pihak klub mengabarkan bahwa Federico Dimarco akan absen cukup lama akibat cedera otot saat menahan imbang Napoli pekan lalu. Menurut Football Italia, absennya Dimarco jadi kerugian besar bagi Inter dan Timnas Italia. Sebab, di Bulan Maret kedua tim akan menghadapi beberapa pertandingan krusial. Inter akan menghadapi Feyenoord di Liga Champions. Sedangkan Gli Azzurri akan menghadapi Jerman di perempat final UEFA Nations League. 

STY BAKAL LATIH ASEAN ALL-STAR VS MANCHESTER UNITED

Setelah berkeliling Eropa, kita akan kembali ke Asia untuk membahas tour ASEAN yang akan dilangsungkan oleh Manchester United musim panas tahun ini. Dilansir CNN Indonesia, United dilaporkan akan kembali menjalani uji coba pramusim di kawasan Asia. Kali ini giliran Malaysia menjadi venue untuk pertandingan MU. Nah, di Malaysia nanti, United akan menghadapi ASEAN All Stars. Rumornya, yang akan melatih tim All-Stars itu adalah Shin Tae-yong. Peluang STY melatih ASEAN All Star sangat terbuka. Sebab, pelatih asal Korea Selatan itu sedang menganggur setelah dipecat dari Timnas Indonesia.

GREG KEMBALI BELA TIMNAS?

Sementara dari Indonesia, ada berita hangat tentang Greg Nwokolo yang kabarnya dipanggil lagi ke Timnas Indonesia untuk lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Maret nanti. Dilansir Suara.com, Greg Nwokolo mengaku bahwa dirinya mendapatkan panggilan lagi dari timnas Indonesia. Hal tersebut diungkapkan via akun Instagramnya. “Sangat bahagia bisa dipanggil lagi untuk perkuat timnas buat World Cup Qualification. Ayo Garuda kita kasih yang terbaik,” tulis Greg. Kendati demikian, apa yang diungkapkan Greg bak candaan semata. Sebab, usianya sudah 39 tahun dan sudah lama tak bermain secara profesional. Banyak netizen yang justru mengira bahwa Greg sedang pamer jersey baru aja.

GILIRAN UDINESE YANG INCAR JAY IDZES

Dari kabar pemain abroad Indonesia, Jay Idzes dikabarkan telah menarik perhatian klub Serie A lain. Setelah Juventus, Bologna, Inter Milan, dan Torino, kini Idzes dirumorkan jadi incaran Udinese. Dilansir Goal, manajemen Udinese telah mengamati pemain bertahan Timnas Indonesia itu untuk mengantisipasi beberapa pilar di lini belakang yang bisa saja pergi setelah musim 2024/25 berakhir. Udinese merasa baik dari segi karakteristik teknis maupun biaya, Idzes sangat pas dengan kebutuhan tim. Pendekatan sudah dilakukan. Namun, belum ada kesepakatan apa pun. Sebab, Bang Jay masih mempertimbangkan proposal dari tim-tim lain.

OLE MARAH MU JUAL MCTOMINAY KE NAPOLI

Kebijakan transfer Manchester United musim ini ternyata tidak membuat mantan pelatih mereka, Ole Gunnar Solskjaer senang. Dirinya dikabarkan sangat kecewa dengan beberapa keputusan klub melepas beberapa pemain favoritnya. Dilansir Goal, pelepasan Scott McTominay ke Napoli adalah salah satu yang bikin Ole jengkel. Sang pemain terbukti cepat beradaptasi di Serie A. Ole yang melihat itu pun memberikan pendapatnya. “Saya kecewa kami melepasnya karena ia penting di musim lalu, ketika ia terus mencetak gol. Semangat dan pengetahuannya tentang budaya (Manchester United) juga penting,” ucap Ole.

RUBEN DAN ROONEY MEMANAS

Masih tentang Manchester United, performa buruk tim akhir-akhir ini menimbulkan berbagai komentar. Salah satunya dari Wayne Rooney yang kini sedang menjalani profesi sebagai pundit. Dilansir ESPN, Rooney menyebut Ruben Amorim sebagai sosok yang naif lantaran masih berambisi untuk menjuarai Liga Inggris. Dengan kondisi tim yang tidak stabil, Rooney merasa bahwa Ruben harus lebih realistis. Ruben yang mendengar itu pun memberikan respons ketus. Sang pelatih mengatakan bahwa akan selalu lebih mudah jika berbicara dari tempat yang aman di studio televisi, sebagai pundit.

NEWCASTLE AJUKAN BANDING UNTUK KARTU MERAH GORDON

Sementara itu, Newcastle United kabarnya tak puas dengan keputusan wasit di pertandingan melawan Brighton semalam. Dalam pertandingan itu, salah satu pilar utama The Magpies, Anthony Gordon diganjar kartu merah langsung pada menit 83. Menurut Goal, Eddie Howe telah memastikan bahwa tidak ada tindakan kesengajaan dalam insiden dengan Jean Paul van Hecke. Maka dari itu, pihak klub akan mengajukan banding agar kartu merah Gordon dicabut. Upaya ini dilakukan agar Gordon tetap bisa dimainkan di final Piala Carabao melawan Liverpool, 16 Maret nanti. 

SAIDO BERAHINO GABUNG KLUB SLOVENIA

Masih seputar sepakbola Inggris, tapi kali ini berita datang dari mantan pemain Premier League, Saido Berahino. Setelah tanpa klub sejak November lalu, pemain yang pernah menghadapi Timnas Indonesia itu akhirnya menemukan klub baru. Dilansir Daily Mail, eks pemain Stoke City dan West Brom itu telah bergabung dengan klub kasta kedua Slovenia, Tabor Sezana. Di Slovenia, Berahino hanya dikontrak hingga akhir Juni 2025. Dengan begitu, ini jadi klub sebelas Berahino selama karirnya. Kalau udah susah cari klub, bisa kali main di Indonesia bang.

BARCA BAKAL DAPAT UNTUNG JIKA SPORTING LEPAS TRINCAO

Sementara dari Spanyol, ada Barcelona yang dikabarkan bisa saja mendapat suntikan dana apabila Sporting CP memutuskan untuk menjual Trincao. Lho kok bisa? Barca bisa saja mendapat untung besar karena memasang klausul bagi hasil penjualan dengan persentase yang cukup tinggi, yakni 50%. Sporting dikabarkan terbuka untuk menjual sang pemain pada akhir musim nanti. Itu setelah upaya perpanjangan kontrak tak kunjung menuai hasil. Sejauh ini, duo Manchester jadi yang terdepan mendapatkannya. Kabarnya, Sporting mematok harga Trincao di angka 100 juta pound. Jika angka itu dipenuhi oleh klub peminat, maka Barca akan mendapat 50 juta pound secara cuma-cuma.

ALASAN MENGAPA ANTONY GACOR DI LA LIGA

Belum beranjak dari La Liga, ada Antony yang kembali jadi sorotan di Real Betis. Performanya yang terus membaik membuat Ruben Amorim terus digempur pertanyaan. Mengapa Antony bisa bermain apik di La Liga? Mengutip dari Tribalfootball, Amorim pun punya jawabannya. Ruben merasa ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi performa Antony. Tapi, spekulasinya adalah tidak jauh-jauh dari kekuatan fisiknya. Di Inggris, sepakbolanya sangat mengandalkan kemampuan fisik. Sedangkan La Liga tidak.

BEK BOLOGNA DIINCAR CHELSEA, INTER, JUVE, DAN ATLETICO

Dari Spanyol, kita bergeser ke Italia. Goal mengabarkan kalau bek Bologna, Sam Beukema telah menjadi komoditas panas akhir-akhir ini. Beberapa klub top Eropa bahkan mulai memantau sang pemain di Italia. Tak terkecuali Chelsea. Menurut laporan, mereka bahkan sudah mengirimkan tim scouting ke Italia untuk menonton pertandingan Bologna melawan AC Milan kemarin. Chelsea berharap bisa mendatangkan Beukema untuk memperbaiki kualitas lini belakang musim depan. Namun, The Blues tidak sendirian. Juventus, Inter Milan, dan Atletico Madrid kabarnya juga memantau pemain asal Belanda itu. 

SETELAH 735 HARI, DELE ALLI KEMBALI MUNCUL

Kabar baik datang dari Como, Italia. Setelah 735 hari tak pernah masuk skuad utama, eks bintang Tottenham, Dele Alli akhirnya terlihat lagi dalam daftar susunan pemain. Kali ini, ia terlihat berada di bangku cadangan tim barunya, Como FC. Dilansir Goal, sayangnya Cesc Fabregas tidak memberikan kesempatan bermain pada Dele. Meski begitu, ini tetap jadi sebuah kemajuan yang patut dirayakan. Sebab, terakhir kali Dele masuk skuad adalah pada Februari 2023 saat masih bersama Besiktas. Setelah itu, ia selalu berkutat pada cedera dan penyakit mentalnya.

LEGENDA TIMNAS BERI TIPS UNTUK KALAHKAN BAHRAIN

Jelang jeda internasional pada akhir Maret nanti, legenda tim nasional Indonesia, Charis Yulianto berbagi tips untuk para punggawa Skuad Garuda. Dilansir Superball, Charis Yulianto menaruh perhatian cukup besar terhadap laga Timnas Indonesia melawan Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Bahrain bukan tim yang asing bagi sosok Charis Yulianto, pada 2007 silam ia bersama Bambang Pamungkas dkk pernah mengalahkan mereka. Dengan bekal itu, Yulianto berusaha memberikan tips jitu untuk menumbangkan Bahrain. Pemain diharapkan bisa segera beradaptasi dengan kepemimpinan Patrick Kluivert. Selain itu, fokus juga penting. Pemain Indonesia harus fokus pada skema dan permainan tim. Jangan terperdaya gaya bermain Bahrain, apalagi terpancing drama pemainnya. 

JADWAL SIDANG DPR PEMAIN KETURUNAN BARU

Masih dari Timnas Indonesia, Erick Thohir menjelaskan bahwa Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy masih harus menempuh proses yang cukup panjang sebelum dapat melaksanakan sumpah sebagai WNI. Namun, pihak PSSI dan pemerintah terus berusaha agar prosesnya rampung secepat mungkin. Mengutip dari cuitan Update Score Bola, sidang DPR RI tentang pembahasan naturalisasi ketiga pemain itu akan dijadwalkan minggu ini. Sebab, target PSSI ketiga pemain itu sudah bisa dimainkan di matchday Maret ini.

Hadapi Manchester United, Inilah Prediksi Starting XI ASEAN All-Star

Klub raksasa Inggris kesayangan kita semua, Manchester United, baru saja mengumumkan rencana untuk mengadakan agenda tur luar negeri pasca musim 2024/25 rampung. Kali ini Setan Merah akan menyambangi Asia yang terkenal sebagai salah satu basis fans terbesar mereka di dunia. Ada dua negara yang dijadikan destinasi. Salah satunya adalah Negeri Jiran. 

Melansir dari Straits Times, bala tentara Ruben Amorim akan segera bertolak ke Malaysia usai melakoni laga pamungkas Premier League kontra Aston Villa 25 Mei 2025. Setibanya di Kuala Lumpur, Manchester Merah dijadwalkan akan meladeni kesebelasan ASEAN All-Stars di Stadion Bukit Jalil 28 Mei 2025. 

Sesuai dengan namanya, ASEAN All-Stars adalah tim yang nantinya dihuni oleh bintang-bintang lapangan pilihan dari kontinen Asia Tenggara. Lantas, siapa saja nama yang diprediksi akan masuk dalam starting eleven ASEAN All-Stars? Benarkah tim ini akan ditangani oleh Shin Tae-Yong? Mari kita bahas. 

Namun sebelumnya, kalian bisa klik tombol subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven. 

Coach Shin disinyalir jadi pelatih ASEAN All-Stars 

Desas-desus penunjukkan Shin Tae-Yong sebagai pelatih ASEAN All-Stars semakin kencang. Mantan arsitek timnas Garuda ini tengah dikaitkan oleh banyak media sebagai sosok yang paling berpotensi untuk memimpin para bintang ASEAN dari pinggir lapangan. Kebetulan saat ini pria berkebangsaan Korea Selatan itu masih menganggur pasca ditendang mendadak oleh PSSI.

Sosoknya yang sudah dikenal publik sepak bola Asia Tenggara, membuat STY akan menjadi leader yang disegani dan langsung klik dengan pemain, sekalipun hanya untuk sehari pertandingan saja. Jika benar dipilih sebagai arsitek, STY diprediksi memakai formasi kesukaannya saat masih menukangi Timnas Indonesia, yakni 3-4-3. Dengan formasi tersebut, ia dapat bereksperimen dengan pemain-pemain berikut yang bisa dipilih untuk membangun ASEAN All-Stars. 

Nguyen Dien Thru Sebagai Stopper

Nguyen Dien Thru sedang naik daun di Vietnam mungkin akan mengisi posisi kiper. Kiper berpostur 178 meter mulai dikenal setelah Philippe Troussier memanggilnya untuk memperkuat Timnas Vietnam dalam pertandingan bertajuk FIFA Matchday lawan Palestina pada 11 September 2023. 

Awalnya, keputusan Troussier menurunkan Dien Thru sebagai pengganti Dang Van Lam yang menepi akibat cedera punggung, sempat dipertanyakan oleh netizen Vietnam. Namun, Dien Thru menunjukkan kualitasnya secara langsung dengan mengamankan gawangnya dari serangan Palestina. The Golden Stars menang 2-0 di akhir laga dan jadi debut yang manis bagi Dien Thru. Sejak saat itu, Dien Thru seolah lekat sebagai kiper yang underrated di antara kompatriotnya. 

Meski kursi kepelatihan Vietnam sudah berganti dari Troussier ke Kim Sang-Sik, Dien Thru tetap diangkut untuk mengarungi kompetisi ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024. Kiper milik Hai Phong FC di V-League bahkan jadi pilihan utama di bawah mistar menggeser kemapanan Filip Nguyen. 

Dari babak grup, Dien Thru tampil sebanyak 6 kali dan berjaya mengemas 2 clean sheets. Momen terbaiknya tentu saja saat jungkir balik melindungi gawang Vietnam dari aksi sporadis punggawa Thailand di final ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024. Vietnam keluar sebagai juara untuk ketiga kali, dan Dien Thru membawa pulang penghargaan individu sebagai kiper terbaik.  

Dengan tipikal gaya main yang disiplin, aktif bergerak, dan punya refleks yang lebih baik dari Andre Onana, Dien Thru bisa jadi pilihan STY dalam skema permainannya. 

Bek: Jay Idzes, Amani Aguinaldo, Theerathon Bunmathan

Di posisi bek, tentu Jay Idzes akan mengisi salah satu slotnya. Pria blasteran Belanda-Semarang ini sudah membuktikan bahwa dirinya tidak boleh diremehkan oleh penyerang mana pun. Coba tanyakan pada Dusan Vlahovic rasanya diayam-ayami oleh Bang Jay di atas lapangan. Sakit tapi tak berdarah. 

Baru menjalani debut bersama Venezia di Serie A, Jay sudah sejajar dengan nama-nama beken seperti Matteo Darmian, Alejandro Bastoni, hingga Theo Hernandez. Saat bersama Timnas Indonesia, Jay selalu bisa memberikan rasa aman kepada Maarten Paes. Sembari menjalankan jobdesk mengawal lini belakang, ia turut mengomando kawan-kawannya untuk fokus menjalani laga. 

Dengan rekam jejaknya yang selalu bikin frustasi lawan, sudah sepatutnya Jay dipanggil oleh STY untuk pertandingan menghadapi pemilik 20 titel Premier League. Vlahovic aja takluk dari Jay, apalagi Rasmus Hojlund, sepele itu mah. 

Nah selain Jay, ada bek dari Filipina, Amani Aguinaldo. Amani memang punya tubuh kekar yang cocok dengan posisinya sebagai bek tengah. Bersama Amani, pertahanan The Azkals jadi lebih solid dan tidak gampang dikelabui. Bukti sahih itu sudah cukup untuk memasukkan nama pemain Rayong FC sebagai kandidat bek tengah di Starting XI ASEAN All-Stars. 

Lalu, tidak afdol rasanya membangun tim all-star tanpa mengikutsertakan Theerathon Bunmathan. Bek kiri veteran 34 tahun adalah momok yang begitu menakutkan bagi musuh. Theerathon yang pernah mencicipi main di liga Jepang adalah pelindung lini belakang Changsuek bertahun-bertahun. Kita tepikan aksinya yang kadang suka nyeleneh, Theerathon adalah manifestasi dari figur pemain bertahan yang serba bisa, defence gaskeun, menyerang siapa takut. 

Tengah: Asnawi Mangkualam,Faris Ramli, Brendan Gan, Chanatip Songkrasin

Beralih ke posisi tengah, STY pasti tak akan sanggup untuk melewatkan pemain yang satu ini. Asnawi yang dijuluki The Winning Stronghold (Sang benteng kemenangan) adalah tipikal pemain yang mobile dan sering berganti posisi tergantung jenis formasinya. Khusus untuk 3-4-3, Asnawi bisa ditempatkan agak maju sebagai gelandang sayap kiri. 

Model seperti itu sudah biasa ia jalankan, baik bersama Port FC maupun timnas. Bila sudah mendapatkan peran itu, Asnawi yang dikenal lincah bukan hanya mengemban tugas untuk mengalirkan bola ke striker, tapi juga langsung turun ke belakang membantu pertahanan bersama 3 bek murni. 

Lalu ada Faris Ramli, gelandang gaek yang selama ini mengorkestrasi barisan tengah The Lions. Pemilik 13 gol dari 77 caps bersama Timnas Singapura sejak 2013 ini masih belum tergantikan di usianya yang menginjak kepala tiga. Faris mungkin adalah wujud nyata dari peribahasa tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Terbukti dengan torehan 2 gol di pagelaran ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024. 

Masih dari sosok senior di sektor tengah, ada nama Brendan Gan yang boleh dijajal oleh STY. Secara usia, Gan yang berdarah campuran Malaysia-Australia memang tak lagi muda, tapi soal kualitas masih bisa diadu. Selain lihai meramu ritme permainan, Gan juga bisa diandalkan untuk mencetak gol kemenangan saat kondisi sedang buntu.

Dan di sektor gelandang sayap kanan, ada Chanatip Songkrasin. Tidak dibawa di ajang ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024 lalu bukan berarti namanya tidak lagi dilirik. Justru menghadapi Manchester United adalah waktu yang tepat bagi mantan pemain Kawasaki Frontale untuk kembali unjuk gigi sebagai gelandang yang berkelas. 

Depan: Suphanat Mueanta, Nguyen Tien Linh, Patrik Gustavsson

Terakhir, STY bisa mempertimbangkan untuk menggaet trio depan ini jika ingin membobol gawang United: Suphanat Mueanta, Nguyen Tien Linh, dan Patrik Gustavsson.

Suphanat dan Gustavsson adalah striker masa depan Thailand. Keduanya menjadi top skor bagi Thailand di pesta bola Asia Tenggara tahun lalu dengan sama-sama mengemas 4 gol. Masih muda tapi insting mencetak golnya sudah tokcer.

Sementara Nguyen Tien Linh adalah talenta lokal Vietnam yang ganas. Meskipun sempat jadi pelapis dari striker naturalisasi Nguyen Xuan Son, Tien Linh tetap saja jadi bomber yang produktif dan agresif kala mencecar bola.

Itulah nama-nama yang diprediksi akan diturunkan membela ASEAN All-Stars versi Starting Eleven. Kira-kira dengan kekuatan seperti itu, mampukah ASEAN All-Stars memberi kejutan pada The Red Devils? Kalau menurut Football Lovers siapa yang berpeluang dipanggil ke ASEAN All-Stars?

nst.com.my, bola.net, superball.bolasport.com, cnnindonesia.com, net.detik.com, transfermarkt.co.id,aseanutdfc.com

Adakah Yang Kontroversial?! Deretan Sanksi KEJAM Komdis PSSI Tahun 2025

Bagi manusia, bertumbuh setiap harinya untuk jadi lebih baik adalah suatu keharusan. Tak mau kan, jadi manusia yang stagnan alias nggak ke mana-mana? Belajar dari kesalahan, toh jadi pengalaman yang paling berharga bagi setiap insan manusia.

Namun jika melihat fenomena sepakbola di tanah air, kok rasanya tidak ada yang berubah ya? Masih saja ada pemain maupun penonton yang rusuh. Apakah sudah sejatinya sepakbola kita seperti itu? Ah..sudahlah.

Itulah kenapa, baru bulan Maret saja, beberapa sanksi sudah keluar dari Komdis PSSI. Lantas, apakah sanksi tersebut sudah sesuai, atau justru ada dari beberapa sanksi tersebut yang berbau kontroversial?

Flashback Sanksi Akhir 2024

Sebelum beranjak ke tahun 2025, mari kita flashback sebentar ke bulan Desember 2024. Di bulan tersebut, puluhan sanksi telah dilayangkan Komisi Disiplin PSSI untuk klub-klub penghuni Liga 1, 2, hingga Liga 3.

Sanksi yang diberikan sebagian besar berupa denda uang. Kalau menurut data dari Bola.com, jika ditotal selama bulan Desember 2024, total uang yang terkumpul dari denda mencapai Rp1,512 miliar. Tentu jumlah tersebut cukup fantastis.

Denda Komdis PSSI tersebut tak pandang bulu. Klub-klub besar seperti Persebaya, PSM Makasar, hingga Persija pernah menerimanya. Namun yang lebih nasib lagi, yakni sanksi yang diterima klub Liga 2, Persipani Paniai. Klub asal Papua Tengah tersebut harus dikeluarkan dari Liga 2 akibat tiga kali tidak hadir dalam pertandingan karena terbentur biaya perjalanan.

Tahun 2025 Tak Berubah

Nah, berkaca dari bulan Desember 2024, harusnya klub-klub jadi makin sadar, betapa ngerinya sanksi yang diberikan Komdis PSSI apabila terus membandel. Namun apalah daya, klub-klub di Liga Indonesia ini nampaknya masih saja hobi dikenai sanksi.

Hal itu dibuktikan dengan beberapa sanksi berat dari Komdis PSSI yang sudah dilayangkan ke sejumlah klub. Padahal, tahun 2025 baru berjalan tiga bulan lho. Sanksi-nya pun bermacam-macam, dari denda materi hingga didiskualifikasi.

Drama Deltras vs Persibo

Seperti apa yang terjadi di bulan Januari, ketika laga Deltras Sidoarjo vs Persibo Bojonegoro di Liga 2. Laga ini berlangsung bak sinetron. Maklum, laga ini jadi penentu siapa yang bakal lolos ke babak 8 besar Liga 2.

Laga yang digelar pada 11 Januari 2025 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo itu, terhenti akibat kericuhan yang tak terkendali. Kerusuhan tersebut berawal dari protes terciptanya gol Persibo di menit akhir laga. Akibatnya pemain Deltras yang tak terima, mengejar-ngejar wasit. Suporter The Lobster pun turun ke lapangan untuk beradu jotos dengan pemain Persibo.

Dalam keputusannya, PT LIB akhirnya menganulir gol Persibo itu. Mereka menjadwalkan ulang laga di tempat netral. Namun, saat laga ulangan dimulai, pemain Persibo justru menolak bermain. Mereka memilih berdiri di pinggir lapangan sambil bertepuk tangan, mengakui kemenangan The Lobster.

Namun drama yang tersaji itu belum usai. Meski lolos ke babak 8 besar Liga 2, Komdis PSSI tetap menghukum Deltras, berupa larangan menggelar laga dengan penonton di kandang, serta denda sebesar 125 juta rupiah.

Anehnya, Persibo yang juga dipunyai oleh Exco PSSI, Eko Setiawan, tak dikenakan denda. Persibo terhindar dari sanksi pengurangan sembilan poin, dan denda 500 juta rupiah berkat proses bandingnya yang terkabul.

Rusuh Di Tuban

Sama seperti Deltras, klub asal Jawa Timur lainnya, yakni Persela Lamongan juga ikut terkena sanksi berat dari Komdis PSSI. Sanksi itu berawal dari kerusuhan yang terjadi di Tuban Sport Center, 18 Februari. Saat itu Persela Lamongan sedang bentrok dengan Persijap Jepara di laga 8 besar Liga 2.

Berkat kerusuhan itu, laga kemudian dihentikan pada menit ke-78. Sejumlah fasilitas stadion dirusak oknum suporter yang masuk ke lapangan. Tampak spanduk papan iklan dan gawang dibakar, serta kaca-kaca ruangan yang dipecah oleh massa.

Apa boleh buat. Kerusuhan tersebut akhirnya membuat Laskar Joko Tingkir dikenai sanksi larangan bermain tanpa suporter selama semusim penuh di musim 2025/26, serta denda uang sebesar 110 juta rupiah.

Promosi Tapi Panen Sanksi

Lain halnya dengan klub Liga 3, Persiba Balikpapan. Tim berjuluk Beruang Madu itu berhasil promosi ke Liga 2 musim depan, namun uniknya, mereka termasuk klub yang memperoleh banyak sanksi dari Komdis PSSI.

Klub asuhan Coach Muhammad Nasuha itu dihukum denda di laga 6 besar Liga 3, saat melawan NZR Sumbersari dan Sumut United. Total denda di dua laga tersebut berkisar 30 juta rupiah.

Persiba terkena denda tersebut akibat ulah oknum suporter mereka yang melempari bench pemain lawan, penggunaan flare, insiden pelemparan sepatu, serta denda akibat tidak datang di konferensi pers jelang laga. Ada-ada aja Persiba ini.

Didiskualifikasi Dan Terasingkan

Berikutnya ada sanksi berat yang dilayangkan Komdis PSSI kepada klub Liga 4 Jawa Tengah, PPSM Magelang. Klub yang sebagian sahamnya dimiliki CEO Asumsi, Pangeran Siahaan itu, terkena sanksi akibat kerusuhan yang terjadi pada saat laga melawan Persibat Batang.

Kerusuhan yang terjadi di Stadion Moch Soebroto itu sungguh memilukan. Sebab dalam kerusuhan tersebut, pemain kedua tim saling adu jotos di lapangan. Tidak hanya itu, penonton tuan rumah yang tak terima tim kesayangannya keok, juga turun ke lapangan ikut adu jotos. Miris bukan?

Akhirnya klub berjuluk Macan Tidar itu dikenai sanksi berat oleh Komdis PSSI berupa denda sebesar 45 juta rupiah, serta didiskualifikasi dari Liga 4 Jawa Tengah. Tidak berakhir sampai di situ. Di kompetisi yang akan diikuti berikutnya, Macan Tidar harus menjalani laga usiran di luar Magelang sejauh minimal 75 km dan tidak boleh dihadiri penonton.

Denda Tim Ibu Kota

Berikutnya yang tak kalah jadi sorotan adalah, sanksi Komdis PSSI yang ditujukan kepada Persija Jakarta saat bentrok melawan Persib Bandung. Duel klasik di Stadion Patriot Chandrabaga itu berakhir rusuh.

Beberapa oknum suporter Persib mendapat penyerangan di dalam dan luar stadion. Terjadi juga aksi pelemparan terhadap pemain Persib, yakni Tyronne del Pino, yang membuat bagian pelipisnya terluka. Tak hanya itu, terjadi juga penyalaan flare dalam jumlah banyak, termasuk di hotel tempat tim Maung Bandung menginap.

Berkat beberapa pelanggaran tersebut, Komdis PSSI dengan tanpa ampun memberikan denda kepada Macan Kemayoran sebesar 220 juta rupiah, serta larangan empat laga tanpa penonton di Liga 1.

Selebrasi Beckham Putra

Yang menarik perhatian di laga Persija vs Persib, selain denda bagi Persija juga denda bagi pemain Persib, Beckham Putra. Memangnya Beckham kenapa? Melakukan pelanggaran keras? Intimidasi? Atau berbuat onar?

Faktanya tidak. Pemain 23 tahun tersebut dihukum Komdis PSSI hanya gara-gara masalah sepele yakni selebrasi. Ekspresi kegembiraan seorang Beckham Putra dengan meniru gaya ice cold milik pemain Chelsea, Cole Palmer, ternyata berbuah petaka.

Bagaimana bisa pemain kelahiran Bandung itu dihukum denda sebesar 75 juta rupiah hanya karena selebrasi itu, aneh bukan? Toh selebrasinya bukan tidak rasis atau terang-terangan menghina lawan.

Well, itulah tadi sanksi-sanksi yang diberikan Komdis PSSI ke klub-klub di Indonesia. Menurut football lovers, apakah sanksi-sanksi yang diberikan sudah tepat atau justru berlebihan?

WOW! Bagaimana Bisa Nilai Pasar Timnas Indonesia Melebihi Australia?

Kalian sepakat nggak sih kalau bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Ya, bagaimanapun bangsa Indonesia jangan sampai dipandang sebelah mata oleh dunia, begitupun juga dengan sepakbolanya, ya nggak? Timnas Indonesia sekarang ibarat artis yang sedang viral diperbincangkan banyak orang di seluruh penjuru dunia.

Gimana nggak viral coba, Fabrizio Romano saja mengabarkan penunjukan seorang Patrick Kluivert hingga Jordi Cruyff ketika gabung Timnas Indonesia. Oh iya, yang tak boleh ketinggalan juga, yakni soal semakin populernya materi skuad Timnas Indonesia. Dengan penambahan pemain naturalisasi, kini nilai pasar skuad Timnas Garuda mampu melebihi calon lawannya seperti Australia. Lantas, kenapa bisa seperti itu?

Nilai Pasar Kalah Jauh Dari Australia

Bicara soal nilai pasar skuad Garuda di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini, awalnya Timnas Indonesia ini termasuk yang terendah lho. Bayangkan saja, sebelum laga melawan Australia di GBK bulan September 2024 lalu, Timnas Indonesia hanya punya nilai pasar 16,73 juta euro atau tiga kali lipat di bawah Australia.

Dilansir dari Transfermarkt, saat itu The Socceroos memiliki total harga pasar 42,85 juta euro. Bek mereka yang dari Parma, Alessandro Circati, jadi pemain penyumbang nilai pasar tertinggi, yakni mencapai 8,5 juta euro. Sedangkan pemain dengan harga tertinggi di skuad Merah Putih hanyalah bek Venezia, Jay Idzes yang berkisar 2,5 juta euro.

Lalu kalau soal karier, pemain Australia juga lebih banyak tersebar di liga-liga top Eropa. Dari 24 nama yang dibawa ke Jakarta, hanya dua pemain yang bermain untuk liga lokal, A-League. Sisanya bermain di liga top seperti Jerman, Inggris, hingga Italia. Coba bandingkan dengan skuad Garuda, paling hanya Jay Idzes satu-satunya pemain yang berlaga di liga top Eropa seperti Serie A. Saat itu bahkan 9 pemain berasal dari klub lokal.

Jelang Pertemuan Kedua Melawan Australia

Nah, jelang pertemuan kedua Indonesia vs Australia di Sydney 20 Maret mendatang, keadaan tiba-tiba berbalik. Nilai pasar skuad Timnas Garuda melesat bak roket. Australia yang unggul tiga kali lipat di bulan September itu, disalip tanpa permisi oleh Indonesia.

Nilai pasar Indonesia kalau ditotal per Maret 2025, mencapai angka 60 juta euro. Nilai tersebut juga membuat kaget salah satu media China, Sohu. Kalau mengacu data dari Transfermarkt, skuad The Socceroos per Maret 2025, ditaksir memiliki nilai pasar mencapai 39 juta euro. Artinya, kini Indonesia unggul hampir setengahnya dari segi nilai pasar skuad.

Penyumbang Nilai Pasar Tertinggi

Kalau footbal lovers melihat fenomena tersebut, pasti seketika muncul pertanyaan di kepala, kenapa sih kok bisa berubah seperti itu? Nilai pasar kedua tim berubah karena adanya beberapa faktor. Seperti halnya penambahan pemain, maupun nilai pasar dari sang pemain yang mengalami kenaikan.

Jika kita melihat dari sisi Australia, kenapa sih mereka akhirnya tertinggal dari Indonesia? Jawabannya sederhana, tidak ada penambahan pemain naturalisasi dengan harga besar, juga tidak ada pemain yang nilai pasarnya naik signifikan.

Di Australia, pemain yang banyak menyumbang nilai pasar skuad, masih dipegang oleh bek Parma, Alessandro Circati. Itupun nilainya masih sama dari sebelumnya di bulan September, yakni masih di angka 8,5 juta euro. Mereka juga tak ada penambahan pemain baru.

Berbeda dengan skuad Timnas Indonesia. Tengok saja dengan adanya penambahan pemain seperti Mees Hilgers. Pemain FC Twente itu menyumbang nilai pasar yang cukup signifikan. El Nyengir kini nilai pasarnya mencapai 9 juta euro.

Penambahan Pemain Baru Indonesia

Tak hanya faktor gabungnya Mees Hilgers yang membuat nilai pasar Timnas Indonesia melonjak. Penambahan pemain naturalisasi baru di bulan Maret seperti Joey Pelupessy, Dean James, Ole Romeny, serta Emil Audero juga berpengaruh.

Keempat pemain tersebut bukan pemain sembarangan. Mereka punya nilai pasar yang cukup tinggi. Terutama Emil Audero yang kini membela Palermo, punya nilai pasar sekitar 5 juta euro. Lalu bek kiri baru dari Go Ahead Eagles, Dean James punya nilai pasar sekitar 580 ribu euro.

Sementara gelandang baru Timnas yang membela Lommel SK, Joey Pelupessy, punya nilai pasar berkisar 300 ribu euro. Jangan lupakan juga Ole Romeny, pemain Oxford United ini menyumbang nilai pasar sebesar 1,3 juta euro.

Selain penambahan keempat pemain baru tersebut, jangan lupakan juga penambahan pemain seperti Kevin Diks maupun Eliano Reijnders. Kevin Diks sendiri mampu memberikan sumbangan nilai pasar sebesar 4,5 juta euro. Sedangkan Eliano, meski hanya punya nilai pasar sebesar 530 ribu euro, namun adik Tijjani Reijnders itu cukup punya andil dalam mengubah total nilai pasar skuad garuda.

Perubahan Harga Pemain

Tak hanya penambahan pemain baru saja yang membuat nilai pasar Timnas Indonesia melaju melewati nilai pasar Timnas Australia. Ada faktor lain yakni perubahan harga pemain. seperti apa yang terjadi pada Jay Idzes. Kapten tim Venezia ini nilai pasarnya melonjak drastis di bulan Desember 2024.

Performanya yang kian meroket bersama I Lagunari, berpengaruh pada perubahan harganya. Lihat saja, di bulan Juni 2024 pemain kelahiran Mierlo itu berada di harga 2,5 juta euro. Sedangkan di bulan Desember 2024, harga Bang Jay naik menjadi 3 juta euro.
Selain Bang Jay, ada juga kiper Dallas FC, Maarten Paes. Ia menyumbang nilai pasar yang cukup signifikan. Ketika menghadapi Australia di GBK, Paes masih bernilai 1,4 juta euro. Namun pada Desember 2024, nilainya melonjak menjadi 1,8 juta euro.

Sektor Belakang Mewah

Melihat beberapa kenaikan tersebut, kontribusi terbesar kenaikan ternyata banyak disumbangkan oleh pemain bertahan. Begitu mewahnya pemain bertahan kita secara nilai.
Sudah ada Maarten Paes dan Jay Idzes yang nilai pasarnya terus meroket, ditambah juga dengan pemain baru seperti Emil Audero maupun Dean James.

Barisan pertahanan skuad Garuda tersebut, kini punya nilai pasar hampir menyentuh angka 23 juta euro. Fyi aja nih football lovers, kemewahan harga nilai pasar lini belakang Timnas Indonesia ini tak hanya menyalip Australia, melainkan juga banyak negara timur tengah seperti Qatar, Bahrain, maupun Arab Saudi.

Sebagai juara Piala Asia 2023, lini pertahanan Qatar hanya punya nilai pasar cuma 6,4 juta euro. Sementara itu lini belakang Arab Saudi yang diperkuat pemain AS Roma seperti Saud Abdulhamid sekalipun, total nilai pasarnya hanya mencapai 7,9 juta euro. Yang lebih nasib lagi, nilai pasar lini belakang Bahrain yang hanya berkisar 2,7 juta euro saja.

Kepercayaan Diri

Ya, dengan melihat data seperti itu harusnya Timnas Indonesia makin pede. Apalagi jelang laga melawan Australia, pemain termahal mereka seperti Alessandro Circati maupun Harris Souttar diragukan tampil. Peluang meraih poin di Sydney harusnya terbuka. Jadi, buat apa gentar dan minder dengan mereka?

Pada akhirnya, serdadu Garuda harus punya semangat kepercayaan diri lebih untuk menghancurkan setiap lawannya dengan modal kemewahan ini. Yakinlah saja wahai serdadu garuda, bahwa di Amerika Serikat 2026 nanti lagu Indonesia Raya pasti akan kau kumandangkan.

Menguak Dalang Kehancuran Manchester United, Kok Begini Amat Nasibnya?

0

Pernah nggak sih terlintas di pikiranmu ada klub yang dulunya merajai Premier League, sulit dikalahkan, dan ditakuti tim-tim besar kini terpuruk bahkan diambang kehancuran. Nah itulah yang dialami Manchester United.

Sudah lebih dari sedekade MU seperti kehilangan unsur magisnya. Berita buruk dari Manchester United ada saja setiap hari kayak rezim pemerintahan ini. Saking bapuknya, target Manchester United hanyalah agar tidak terdegradasi. Bayangkan, klub sekelas MU hanya memiliki target tidak terdegradasi? Kok nahas ya? Apa sebetulnya yang bikin performa Manchester United angin-anginan, yuk kita bahas bersama.

Namun, sebelum itu jangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya agar tak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven Story.

Kepergian Sir Alex Ferguson

Kembali pada tahun 2013. Tahun itu Manchester United baru saja memenangkan gelar Premier League ke-20. Namun jangan senang dulu, kesuksesan itu hanya kesenangan sesaat setelah diumumkan kabar pensiunnya Sir Alex Ferguson. Ia mengakhiri masa jabatannya setelah hampir 27 tahun memimpin menuju kejayaan.

Kepergian pria asal Skotlandia itu benar-benar mengarah pada fakta, bahwa klub besar seperti Manchester United memiliki nasib masa depan yang tidak pasti. Kepergian Sir Alex juga menandai era kegelapan bagi Manchester United.

Gagal di Era David Moyes

Fergie memang tak begitu saja meninggalkan Manchester United. Ia juga telah memilihkan penerus untuk melanjutkan legasinya di Theatre of Dreams. Dan sosok yang dipilihnya adalah David Moyes, rekan senegara yang sebelumnya cuma melatih tim sekelas Everton. Pilihan Fergie ini ternyata tak tepat.

Sebab penunjukan Moyes pada akhirnya justru menjadi titik awal kehancuran MU di Liga Inggris. Walaupun berhasil meraih Community Shield, tapi di liga, penampilan Manchester United. Buruknya penampilan Setan Merah membuat desakan untuk memecat Moyes mengemuka.

Ia pun sungguh-sungguh dipecat setelah Manchester United hanya bertengger di peringkat ketujuh, berjarak 13 poin dari Arsenal di peringkat keempat. Kegagalan mempertahankan gelar, plus tidak sanggup mengantarkan United ke Liga Champions menjadi aib bagi Moyes. Julukan The Chosen One pun akhirnya menjadi bahan ledekan. Usai tak dilatih Moyes, sementara United dilatih oleh mantan pemainnya sendiri, Ryan Giggs.

Pencapaian Mini Louis Van Gaal

Namun, pada musim 2014/15 kursi kepelatihan Manchester United kembali kosong. Kali ini justru pelatih top Belanda yang dipercaya menangani Setan Merah. Pelatih itu bernama Louis Van Gaal yang sebelumnya mengantarkan Timnas Belanda finish di urutan ketiga Piala Dunia 2014.

Selama dua musim menangani Setan Merah, Van Gaal membawa gelar Piala FA pada musim 2015/16. Tapi di Premier League, United tetap gagal. Louis Van Gaal hanya memimpin dalam 103 pertandingan di semua kompetisi bersama MU. Dengan catatan 54 kemenangan, 24 hasil imbang dan 25 kekalahan. Tak lama setelah itu, mantan pelatih Barcelona ini dipecat.

Hanya meraih Piala FA, tak sepadan dengan apa yang dikeluarkan MU untuk memenuhi hasrat Louis Van Gaal. Di era sang meneer, MU memboyong Angel Di Maria dari Real Madrid dengan banderol 75 juta euro.Tak cuma Di Maria yang jadi pembelian termahal, Memphis Depay, Matteo Darmian, Marcos Rojo, Daley Blind, Bastian Schweinsteiger, hingga Falcao menjadi beberapa yang dibeli waktu itu.  

Treble Mini Jose Mourinho

Pemain-pemain tadilah yang jadi tanggungan pelatih berikutnya. Dan, kamu sudah tahu siapa pelatih berikutnya. Ya, Jose Mourinho. Pelatih yang juga keras kepala itu ditunjuk pada Juli 2016. Di era Mourinho inilah, Manchester United sangat boncos dalam pengeluaran, terutama untuk transfer.

Selama tiga musim di MU, Mourinho menguras uang klub ini hingga 6,59 triliun rupiah. Uang itu digunakan untuk membeli pemain-pemain berbanderol tinggi seperti Henrikh Mkhitaryan, Paul Pogba, Victor Lindelof, hingga Diogo Dalot. Dua nama yang disebut belakangan justru menjadi beban Manchester United musim ini, karena penampilan mereka yang sulit membuat orang tersenyum.

Dengan menghabiskan uang sebanyak itu, Mourinho memberikan treble mini buat United. Community Shield, Carabao Cup, dan Europa League setidaknya sukses dipersembahkan Mourinho untuk para Pengabdi Setan. Namun, MU era Mourinho masih gagal memberikan gelar Premier League. Dan itu, di mata penggemar, jelas sebuah noda yang cukup untuk membakar kemarahan pada Mourinho. Mourinho pun didepak pada musim ketiganya di United yakni tahun 2018.

Angin Segar Ole Gunnar 

Setelah Mourinho, kursi pelatih bergeser ke Ole Gunnar Solskjaer. Para penggemar Setan Merah sudah tak asing lagi dengan nama Ole. Kedatangan Ole menjadi angin segar bagi para penggemar. Pembunuh Berwajah Bayi tersebut bisa dibilang salah satu legenda MU. Julukan itu ia dapat karena kemampuannya keluar dari bangku pengganti untuk mencetak gol di menit-menit akhir. 

Namun penunjukkan Ole disertai keraguan. Betul bahwa ia sukses sebagai pemain, tapi di dunia kepelatihan, Solskjaer sama sekali belum pernah melatih klub elit Eropa, hanya pernah melatih Molde, Cardiff, dan Manchester United U-21. 

Awal kedatangan pria asal Norwegia itu tampak biasa-biasa saja. Namun, di akhir masa jabatannya banyak konflik yang mulai memanas. Ole mengaku tak terkesan dengan beberapa sikap para pemain. Banyak pemain yang lebih mementingkan egonya sendiri. “Saya tak akan menyebutkan nama, tetapi saya kecewa ketika ada pemain yang menolak kesempatan menjadi kapten,” kata Solskjaer dikutip The Athletic.

Walaupun sukses memulangkan Cristiano Ronaldo, tapi Ole masih gagal membawa Manchester United juara di Liga Inggris. Ole hanya sempat membuat United menjadi salah satu pesaing ketat juara. Dan nyaris menjadi juara di Liga Eropa, sebelum takluk atas Villarreal di partai puncak.

Pelatih Interim Ralf Rangnick

Setelah pemecatan Ole pada 2021, United merekrut Ralf Rangnick untuk menjadi interim selama beberapa bulan sebelum akhirnya United mengontrak Ten Hag. 

Ralf Rangnick seharusnya akan mengambil peran sebagai konsultan Manchester United setelah masa kepelatihannya berakhir pada bulan Mei. Tapi tanpa diduga, klub merilis pernyataan bahwa Rangnick akan dilepas sepenuhnya.

Seperti diketahui, Manchester United menunjuk Rangnick sebagai pelatih interim pada awal Desember 2021. Dia menggantikan Ole Gunnar Solskjaer dengan kontrak tujuh bulan. Penunjukkan Rangnick sebagai pelatih interim bertujuan agar manajemen klub mendapatkan seseorang yang bisa membangun Setan Merah. 

Di era Rangnick, performa Ronaldo cenderung kurang baik ditandai dengan menurunnya jumlah golnya. Enam laga tanpa membobol gawang lawan adalah catatan buruk bagi peraih 5 Ballon D’or itu. Ronaldo baru mencetak tiga gol dari 10 laga yang dimainkan bersama Rangnick.

“Ronaldo seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Saya rasa di beberapa pertandingan terakhir kami membuat banyak sekali peluang,” ujar Rangnick yang dikutip Manchester Evening News.

Dari 29 pertandingan Premier League, MU era Rangnick cuma 11 kali menang dan menderita 9 kekalahan. Sementara itu Cristiano Ronaldo hanya mengemas 12 gol dalam 19 pertandingan MU di Premier League di bawah Rangnick.

Kedatangan Rangnick sebagai pelatih membawa masalah bagi Ronaldo. Ronaldo bilang bahwa membawa direktur olahraga Rangnick merupakan sesuatu yang tidak dimengerti oleh siapapun. Ronaldo mempertanyakan tentang keberadaan dan posisi Rangnick di klub. Menurutnya, keberadaan Rangnick merupakan hal yang mengejutkan karena bagaimana bisa seseorang yang bukan pelatih dapat menjadi manajer di klub.

Setelah Erik ten Hag datang, situasi berubah lebih parah lagi. Pria berkewarganegaraan Belanda itu sepertinya tidak setuju dengan posisi dan keberadaan Rangnick. Bahkan mantan manajer Ajax itu tidak bertemu langsung dengan Rangnick, dan hanya berbicara dengannya lewat telepon. Rangnick merasa tidak mendapatkan dukungan, sedangkan pihak klub memilih melepasnya.

Ten Hag dan Kontroversinya Bersama Ronaldo

Di musim pertamanya, Ten Hag berhasil mengantarkan United ke babak final Piala FA. Sayangnya, di kejuaraan tersebut United kalah dari sang rival, Manchester City. Walau kalah di final Piala FA, Ten Hag masih bisa membawa MU meraih satu gelar, yakni Carabao Cup dengan mengalahkan Newcastle United di partai final.

Di musim itu pula, tiket ke Liga Champions berhasil dikasih Ten Hag ke United dengan finis di posisi ketiga di Premier League. Di Liga Champions, United kerap diselamatkan oleh Ronaldo di setiap pertandingan yang ia lakoni. Tapi Ronaldo juga pada akhirnya bersitegang dengan Erik ten Hag. Saat diwawancarai Piers Morgan, Ronaldo blak-blakkan bilang dikhianati oleh manajemen klub yang dipimpin Ten Hag. 

Konfliknya dengan Ten Hag sebenarnya sudah memanas sejak Oktober 2022. Momen itu terjadi setelah Ronaldo menolak bermain dan ngacir ke ruang ganti sebelum laga melawan Tottenham Hotspur berakhir. Ten Hag kala itu langsung mencoret Ronaldo dari skuad utama selama kurang lebih satu pekan. 

Usai wawancara dengan Piers Morgan, Manchester United pun memutuskan untuk memberikan sanksi kepada Ronaldo. Hukuman itu membuat Ronaldo terpaksa berlatih dengan tim U21 dan tidak bermain pada laga kontra Chelsea. Sebelumnya, Ten Hag juga sempat murka ketika Ronaldo meninggalkan stadion lebih dulu sebelum laga uji coba pramusim melawan Rayo Vallecano berakhir.

Tak lama, Ronaldo akhirnya dilepas MU dengan status bebas transfer. Dengan perginya Ronaldo, MU justru dapat bermain lepas tanpa beban di setiap pertandingan. Tapi masalah tidak selesai di sana. Sebab ternyata Ten Hag adalah sosok yang mendatangkan masalah baru.

Keputusan dan gaya manajerialnya kerap dikritik. Selain itu, banyak pemain yang ternyata tak menyukai Ten Hag. Salah satu konflik yang timbul saat itu adalah persoalannya dengan Jadon Sancho. Ten Hag pernah mengabaikan Sancho, bahkan sang pemain dibuang. Hal ini lalu memanas setelah Sancho justru mengadu di media sosial terkait perlakuan Ten Hag padanya.

Ketika Manchester United berencana dijual, posisi Ten Hag terancam. Awalnya, dia mengira akan dipertahankan oleh pemilik baru. Namun, penampilan buruk di kompetisi liga, Ten Hag tak bisa terhindar dari pemecatan. Itu terjadi sekitar bulan Oktober 2024.

Kedatangan Ruben Amorim

Penampilan MU, terutama di Liga Inggris, sepeninggal Erik ten Hag sebenarnya memperlihatkan angin segar. Ruud van Nistelrooy yang ditunjuk sebagai manajer sementara berhasil membuat fans sedikit tersenyum. Tapi masa Ruudtje hanya sebentar. Pemilik baru menginginkan perombakan besar, termasuk di kursi kepelatihan. Dan jadilah, United membajak Ruben Amorim dari Sporting CP.

Setan Merah setuju membayar uang kompensasi senilai 12 juta poundsterling demi memaksa Amorim terbang dari Portugal ke Inggris. Amorim terkenal sosok pelatih yang cukup bagus. Sebelum dibajak MU, Sporting CP asuhannya bahkan belum terkalahkan. Ia juga sosok pelatih yang punya pakem formasi dan strategi. Tapi inilah justru melahirkan persoalan baru.

Alih-alih menjadi lebih baik, selama ditukangi Ruben Amorim, Manchester United justru mendekat ke zona degradasi. Selidik punya selidik, banyak pemain MU sekarang yang ternyata tak cocok dengan formasi tiga bek yang diterapkan Amorim. Menurut Ole Gunnar Solskjaer seperti dikutip The Athletic, MU era Amorim belum maksimal karena berisi skuad warisan pelatih sebelumnya. Menurut Ole, ini masalah klasik United. Mereka tak punya identitas karena selalu bergonta-ganti pelatih usai era Sir Alex Ferguson.

Efisiensi Anggaran Man United

Bagi para penggemar, masalah sebenarnya bukan di pemain atau pelatih. Pemilik, tiada lain adalah Keluarga Glazer adalah biang masalah MU sebenarnya. Bohir yang sudah menguasai MU sejak 2005 ini dianggap tak becus dalam mengelola klub dan hanya memanfaatkan United sebagai ladang penghasil dolar.

Oleh karena itu, ketika Sir Jim Ratcliffe membeli United dan akan menjadi orang di balik pengelolaan klubnya, penyambutan dari para fans begitu hangat. Tapi pergantian pengelola yang digadang-gadang akan memperbaiki kebobrokan MU, ternyata cuma semu. Ratcliffe justru membawa masalah baru.

Lihatlah bagaimana kebijakan efisiensinya justru berdampak besar. Selain sebagian besar pegawai MU dipaksa kehilangan pekerjaan, kondisi tim juga berdampak. Pengiritan membuat MU tak leluasa berdansa di lantai transfer. Parahnya lagi, MU yang terlanjur jor-joran di awal musim ketika masih ditangani Ten Hag, jadi tak memiliki anggaran di bursa transfer musim dingin.

Padahal bisa jadi, Ruben Amorim punya rencana untuk membeli sejumlah pemain di bursa transfer Januari kemarin. Akhirnya kan, lihat, hanya pemain seperti Patrick Dorgu yang bisa ditambahkan ke skuad Amorim. Saking banyaknya sumber masalah di United, sulit untuk menemukan satu yang paling berdampak yang membuat MU begini. Mungkin, satu-satunya cara agar MU kembali ke sedia kala adalah, ganti nama dan bancakan bubur merah putih.

Sumber: www.bola.net, transfermarkt.co.id, bbc.com, skysports-com, skysports.com, manutd.com, eurosport.com, espn-com, goal.com

3 Pemain Baru Tiba, Assalamualaikum Piala Dunia, Timnas Indonesia Datang

0

Mimpi Timnas Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia 2026 terus dirajut. Salah satu caranya adalah dengan menambah kekuatan lewat pemain naturalisasi yang kini bermain untuk klub-klub di Eropa. Bergabungnya pemain naturalisasi terbukti telah membuat Indonesia makin kompetitif.

Tiga nama telah diumumkan PSSI untuk bergabung ke dalam tim asuhan Patrick Kluivert. Emil Audero, Joey Pelupessy dan Dean James akan bergabung dengan Jay Idzes dan kawan-kawan. Setelah sebelumnya Ole Romeny dipastikan bergabung pada akhir 2024 lalu.

Lantas mengapa PSSI memilih tiga pemain tersebut? Mari kita ulas bersama.

Namun sebelumnya, kalian bisa klik tombol subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven.

Profil Emil Audero

Sosok Emil Audero sudah banyak diisukan masyarakat Indonesia. Kiper Palermo yang mempunyai darah Italia tersebut sudah sering disebut namanya untuk memperkuat Timnas Indonesia. Ayahnya, Edy Mulyadi berasal dari Indonesia dan Ibunya, Antonela Audero berasal dari Italia. Dia pindah bersama keluarganya ke kampung halaman ibunya di Cumiana, Italia pada tahun 1998.

Emil kecil mengawali karirnya bersama Juventus Youth pada usia 11 tahun. Setelah kepergian Rubinho pada tahun 2016, Audero dipromosikan menjadi penjaga gawang pilihan ketiga klub di belakang Gianluigi Buffon dan Neto untuk musim 2016–17. Debutnya di Juventus terjadi pada laga versus Bologna di laga terakhir Serie A musim 2016/2017.

Pada laga debutnya Emil Audero gagal menjaga gawang Juventus dari kebobolan meskipun tampil 90 menit. Namun, permainan Emil waktu itu dinilai cukup baik. Sebagai penjaga gawang, Emil pernah memperkuat tim Italia dari U-15 sampai U-21. Meski di Juventus, Emil tak pernah mendapat tempat.

Oleh La Vecchia Signora, Emil justru hanya dipinjamkan. Venezia dan Sampdoria adalah dua tim yang pernah meminjam Emil. Nah, kala dipinjamkan ke Sampdoria pada musim 2018/19, Emil Audero berhasil memikat dengan 12 clean sheet dalam 37 penampilan. Berkat performa apik itu, ia dipermanenkan pada kurun waktu 2019-2024. Setelahnya, Audero dipinjamkan ke Inter Milan pada rentang waktu 2023-2024.

Prestasi tertinggi diraih Mulyadi saat memperkuat Inter Milan. Ia meraih gelar juara Serie A pada 2023/2024 dan Piala Super Italia 2023. Secara keseluruhan, Emil Audero bermain 169 kali bersama Sampdoria, enam kali bersama Inter Milan, sekali bersama Juventus, dan 39 kali bersama Venezia.

Penjaga gawang berusia 28 tahun tersebut pindah ke Como pada 2024 sebelum akhirnya pada 2025 dipinjamkan ke Palermo yang berkompetisi di Serie B hingga akhir musim ini. Sebagai penjaga mistar utama Palermo, Emil Audero telah tampil dalam tiga laga, mencatatkan satu kali clean sheet dan kebobolan empat gol.

Posisi Emil Audero di Timnas

Upaya meyakinkan Emil Audero untuk berpindah kewarganegaraan memang tak mudah. Pria yang mempunyai nama belakang Mulyadi tersebut sudah bertahun-tahun menjadi incaran PSSI untuk direkrut menjadi penjaga gawang. Namun tak kunjung berhasil, karena satu dan lain hal. 

Bahkan ayah Emil sempat melontarkan pernyataan yang terkesan ngenyek dengan bilang bahwa anaknya tidak punya minat untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Jawaban Edy Mulyadi dinilai cukup realistis mengingat putranya adalah kiper kelas dunia yang saat itu membela klub Serie A, Sampdoria.

Namun kini sungguh berbeda, melihat perkembangan Timnas Indonesia, terutama keseriusan PSSI, mulai dari Piala Asia 2023 hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pria yang memiliki nama akhir Mulyadi itu perlahan mulai berubah pikiran dan menerima tawaran PSSI untuk memperkuat timnas.

Kedatangan Emil Audero disinyalir mampu meringankan beban yang selama ini dipikul Paes sendirian. Ketika menghadapi pertandingan yang sengit, ada kemungkinan Maarten Paes absen karena cedera atau akumulasi, mengingat Paes sendiri sudah mendapat kartu kuning. Tanpa mengecilkan kualitas kiper lokal, kehadiran Emil Audero bisa menjadi pelapis yang sepadan. Dengan segudang pengalaman yang ia miliki bersama tim papan atas Serie A, PSSI yakin Emil mampu menampilkan performa apik.

Profil Joey Pelupessy

Nama kedua yang akan segera merapat adalah Joey Pelupessy. Joey lahir di Almelo, Belanda, 15 Mei 1993. Dilihat dari namanya, pemain jebolan akademi Twente itu jelas merupakan keturunan Maluku.

Joey mengawali karier profesional sebagai pesepakbola pada 2013. Saat itu, Twente yang menjadi klub pertamanya. Debut profesional Joey terjadi pada usia 19 tahun. Ia kemudian menembus tim akademi Twente dan pernah dilatih oleh Patrick Kluivert serta Denny Landzaat. Jadi ya jelas Kluivert dan Landzaat sudah hafal banget dengan cara permainan Joey.

Setelah itu, Joey setidaknya memperkuat lima klub lain dalam perjalanan kariernya di sepakbola. Heracles Almelo dan Sheffield Wednesday pada 2021. Setelah itu, ia bermain di klub Turki, Giresunspor, pada 2021. Pada 2022, ia kembali ke Belanda dan membela FC Groningen, sebelum akhirnya pindah ke Lommel SK di Belgia.

Heracles Almelo dan Sheffield Wednesday menjadi dua klub yang paling lama diperkuat Joey. Di Sheffield Wednesday ia dilatih oleh pelatih keturunan Maluku, Jos Luhukay.

Meski baru didatangkan pada bursa transfer musim panas 2022, performa Pelupessy membuat FC Groningen memercayakan ban kapten padanya.

Pemain bertinggi 180 cm ini merupakan gelandang bertahan yang kini merumput di kasta kedua Liga Belgia bersama Lommel SK. Sejauh ini, Joey telah bermain sebanyak 4 pertandingan di Liga Belgia dan mencetak 1 assist.

Posisi Joey Pelupessy di Timnas

Untuk posisi gelandang, Timnas Indonesia belum mempunyai banyak pemain diaspora. Sejauh ini hanya ada Thom Haye dan Ivar Jenner atau terkadang Nathan Tjoe-A-on yang mengisi posisi tersebut. Nah, pria bermarga Pelupessy tersebut akan menjadi salah satu pesaing baru bagi Thom Haye di lini tengah Timnas Indonesia. Kehadiran Joey Pelupessy jelas akan menjadi tenaga baru di lini tengah Timnas Indonesia.

“Kami coba ajak bicara, dan akhirnya Joey Pelupessy mau. Dia ada keturunan Maluku, terakhir menjadi kapten di klubnya. Saya rasa dia bisa mendukung lini tengah kita yang saat ini memang kekurangan,” lanjut Erick Thohir dikutip dari Skorid.

Kedatangan pemain Lommel SK ini diyakini mampu menjadi super sub gelandang bertahan bagi Timnas Indonesia. Mengingat stamina Thom Haye yang selalu ngos-ngosan dan tidak selalu kuat bermain full satu pertandingan, sementara Joey juga bisa mengantisipasi apabila performa Ivar Jenner angin-anginan.

Kedatangan Joey Pelupessy juga menggantikan isu hadirnya Jairo Riedewald yang sangat alot untuk bergabung dengan Timnas Indonesia. Berdasarkan kabar dari Ketum PSSI, Erick Thohir, naturalisasi Jairo Riedewald belum bisa diproses. Urusan berkas menjadi penyebab sulitnya proses naturalisasi gelandang asal Belanda tersebut.

Profil Dean James

Yang terakhir adalah Dean James. James merupakan bek kiri asal klub Go Ahead Eagles. Ia lahir di Leiden, Belanda, pada 30 April 2000. Ia memiliki keturunan Indonesia dari sang kakek yang berasal dari Semarang dan ibunya dari Surabaya. 

Berasal dari akademi Volendam, arek Suroboyo tersebut tampil apik bersama Go Ahead Eagles di Eredivisie. Ia merupakan bek kiri utama, tampil 22 kali di semua kompetisi dan membawa Eagles ke peringkat ketujuh klasemen sementara Eredivisie. Dean James sudah menyumbang satu gol dan dua assist musim ini.

Dean James mengawali karir dengan masuk akademi Ajax Amsterdam. Kemudian pemain berpostur 1,77 meter tersebut pindah ke akademi Volendam pada musim 2014/15. Dean kemudian dipromosikan ke FC Volendam pada 1 Juli 2020 usai tampil mengesankan mulai dari kelompok usia U-17, U-19 dan U-21. Selama tiga musim membela FC Volendam, Dean mencatatkan total 55 penampilan di semua kompetisi dengan membukukan dua gol dan dua assist.

Posisi Joey Pelupessy di Timnas

Dean James diproyeksikan menjadi bek kiri untuk pelapis dari Calvin Verdonk. Dengan kedatangan Dean James, stok bek kiri Timnas Indonesia melimpah. Enam pemain mengisi posisi bek kiri timnas jika Dean James resmi disumpah. Kehadiran pemain berusia 24 tahun itu di Timnas Indonesia merupakan sebuah ancaman bagi pemain posisi bek kiri lainnya.

Jam terbangnya bersama Go Ahead Eagles akan menjadi modal yang mungkin saja akan membuatnya mengisi ruang tim utama. Dan pemain yang boleh jadi terancam posisinya adalah Shayne Pattynama. Pemain KAS Eupen itu acap kali bermain buruk. Lihat saja bagaimana ia melakukan blunder saat Indonesia takluk menghadapi China. Sementara untuk Calvin Verdonk, posisinya mungkin tak akan digeser oleh Dean James.

Pemain NEC Nijmegen itu selalu tampil menawan di klubnya. Di tim nasional, penampilan Verdonk sangat jarang mengecewakan. Lantas, kalau ada James, Verdonk mau taruh mana? Patrick Kluivert bisa saja mencoba Verdonk untuk naik lebih ke atas, yakni menjadi sayap kiri, alih-alih bek kiri seperti sedia kala. Jadi Verdonk tidak lagi dibebankan tugas bertahan, melainkan fokus untuk membantu serangan dari sektor kiri.

Kehadiran Pemain Baru Menambah Kekuatan Timnas Indonesia

Menurut Erick Thohir, ketiga pemain ini Dean James siap untuk dinaturalisasi. Oleh karena itu, dokumen mereka pun langsung akan diproses dengan harapan bisa segera membela Timnas Indonesia.

Erick Thohir juga mengatakan bahwa PSSI akan mengusahakan semaksimal mungkin agar ketiganya bisa main melawan Australia dan Bahrain pada bulan Maret mendatang, dan melakukan debut di Timnas Indonesia bersama Ole Romeny. Ketua Umum PSSI tersebut juga sudah melapor kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, Menpora, Dito Ariotedjo dan akan segera berdiskusi dengan DPR RI.

Bagaimanapun jika ingin segera memainkan ketiga pemain itu, proses naturalisasinya harus dikebut oleh PSSI karena FIFA memiliki regulasi tentang pendaftaran pemain. Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga menyampaikan bahwa agar ketiga pemain bisa diturunkan melawan Australia, mereka harus sudah WNI sebelum tanggal 10 Maret 2025. Sebab tanggal itu merupakan batas pendaftaran pemain untuk laga melawan Australia.

Itu berarti PSSI hanya memiliki waktu sekitar dua minggu saja untuk mengurus proses naturalisasi ketiga pemain tersebut. Jika terlambat, Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James belum bisa merumput bersama Timnas untuk melawan Australia. 

Mereka bertiga diharapkan menambah kekuatan skuad Garuda yang akan kembali berjuang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Mengingat tensi persaingan di Grup C sendiri makin ketat. 

Satu jatah grup ini hampir dipastikan jadi milik Timnas Jepang yang poinnya mustahil terkejar. Sementara satu slot sebagai peringkat kedua masih sengit. Pasalnya, Australia yang telah mengoleksi tujuh angka hanya selisih satu dari Indonesia, Arab Saudi, Bahrain, dan China. Jika ketiga pemain tadi bisa turun di laga melawan Australia, Indonesia akan diuntungkan.

Sementara Indonesia akan bertambah amunisinya, Australia terancam tak bisa menurunkan pemain terbaik. Kusini Yengi, Thomas Deng, Jordan Bos, Connor Metcalfe, Nestory Irankunda, Alessandro Circati, dan Harry Souttar berpeluang tak dapat diturunkan saat menjamu Indonesia karena cedera.

Selain melawan Australia di Sydney pada 20 Maret, skuad Garuda akan menghadapi Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta pada Kamis 25 Maret 2025. Akankah pertandingan tersebut akan jadi debut mereka?

Sumber: https://www.bolasport.com, https://www.skor.id, https://www.tvonenews.com, https://www.transfermarkt.co.id, https://www.transfermarkt.co.id

Berita Bola Terbaru 3 Maret 2025 – Starting Eleven News

0

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan La Liga pekan ke-26, Barcelona menghajar Real Sociedad empat gol tanpa balas. Gol La Blaugrana masing-masing dicetak oleh Gerard Martin menit 25, Marc Casado menit 29, Ronald Araujo menit 56, dan Robert Lewandowski menit 60. Dengan tambahan tiga poin ini, anak asuh Hansi Flick dapat memuncaki klasemen sementara La Liga dengan 57 poin.

Di pertandingan lain, ada Valencia yang menahan imbang Osasuna 3-3. Meski bermain tandang, Los Che unggul lebih dulu melalui gol Diego Lopez dan brace Umar Sadiq. Namun, tim tuan rumah tak mau menyerah begitu saja. Osasuna mengejar ketertinggalan melalui dua gol Aimar Oroz dan satu sepakan penalti Ante Budimir. Dengan begini, Osasuna tertahan di urutan 11 klasemen sementara.

Sementara di Serie A, ada AS Roma yang menang 2-1 atas FC Como. Timnya Cesc Fabregas sebetulnya unggul lebih dulu melalui aksi Lucas Da Cunha menit 44. Namun, tim ibukota membalikan keadaan di babak kedua. Melalui gol Alexis Saelemaekers menit 61 dan Artem Dovbyk menit 76, Roma membawa pulang tiga poin. Dengan kemenangan ini, Roma naik ke urutan delapan klasemen sementara.

Di pertandingan lain, AC Milan harus kalah 1-2 dari tim tamu, Lazio. Skuad asuhan Marco Baroni unggul lebih dulu melalui Mattia Zaccagni menit 28. Sempat dibalas oleh Samuel Chukwueze menit 84, Lazio mengunci kemenangan lewat sepakat penalti Pedro menit 90+8. Kemenangan ini bikin Lazio masuk 4 besar klasemen sementara.

Dari Italia, kita ke Inggris. Ada laga FA Cup antara Newcastle United vs Brighton yang berakhir dengan skor 2-1 untuk The Seagulls. Alexander Isak memberikan keunggulan lebih dulu menit 22. Namun, Brighton bangkit dan menang melalui dua gol dari Yankuba Minteh menit 44 dan Danny Welbeck menit 114. Brighton akan melawan antara Forest atau Ipswich di babak perempat final nanti.

DI FA CUP AJA KALAH, AMORIM MALAH INCAR EPL

Masih seputar pertandingan FA Cup, Fulham harus susah payah untuk mengalahkan tim sekelas Manchester United di round ke-5. Dilansir Fotmob, Fulham berhasil menyingkirkan United melalui babak adu penalti. Menariknya, meski tersingkir dari FA Cup, pelatih MU, Ruben Amorim tetap optimis. Dirinya justru tidak begitu menghiraukan hasil tersebut. Amorim mengatakan tersingkirnya Manchester United dari Piala FA tidak akan mengalihkan perhatian dari tujuan utama mereka, yakni memenangkan gelar Liga Inggris. Dengan melihat performa United sekarang, agaknya target itu terbilang mustahil untuk diwujudkan.

MESKI PUASA, PEMAIN MU INI TETAP ON FIRE

Meski kalah dari Fulham, ada tontonan menarik yang ditampilkan oleh salah satu pemain Manchester United. Ya, dia adalah Noussair Mazraoui. Dilansir CNN Indonesia, pemain berkebangsaan Maroko itu diturunkan sebagai starter oleh Ruben Amorim. Dirinya tampil begitu bersemangat. Bahkan, Mazraoui terus mengejar bola saat MU kehilangan penguasaan bola walaupun sedang berpuasa. Laga juga sendiri sempat dihentikan sementara untuk memberikan waktu Mazroui membatalkan puasanya. Aksi Mazroui yang tetap semangat saat puasa ini mendulang pujian. 

PEP BERI UPDATE SOAL RODRI

Masih dari Kota Manchester, ada Pep Guardiola yang memberikan kabar terbaru tentang kondisi cedera pemainnya, Rodri. Dikutip dari cuitan Fabrizio Romano, Pep mengabarkan bahwa Rodri dalam keadaan baik. Rodri sudah mulai latihan dengan bola. Namun, Pep enggan gegabah. Dirinya ingin sang pemain pulih 100% terlebih dahulu. Pelatih asal Spanyol itu juga memprediksi kalau Rodri mungkin bisa kembali bermain sebelum Piala Dunia Antarklub. 

CHELSEA DATANGKAN PEMAIN ANTAH BERANTAH LAGI

Dari Manchester, kita bergeser ke London untuk membahas transfer Chelsea. Standard melaporkan bahwa The Blues baru saja mencapai kesepakatan dengan pemain muda asal Brazil, Denner Evangelista. Menurut laporan, Chelsea sepakat untuk memboyong Denner dari Corinthians dengan harga 10 juta euro plus bonus sekitar 4 juta euro. Kabarnya, pemain yang tidak ada kaitannya dengan Celine Evangelista ini akan menandatangani kontrak berdurasi tujuh tahun dengan Chelsea. Namun, baru akan pindah ke London pada tahun 2026 atau saat usianya 18 tahun. 

LIVERPOOL INCAR PEMAIN MUDA BRIGHTON

Sementara dari Liverpool, kabarnya Arne Slot telah menunjukan minat pada talenta muda Brighton, Carlos Baleba. Dilansir Sportingnews, Arne meminta Liverpool untuk menyusun strategi guna mendatangkan pemain yang berposisi sebagai gelandang itu. Namun, The Seagulls kabarnya meminta mahar sekitar 35 juta pound. Itu angka yang terlalu tinggi, mengingat Baleba masih berusia 21 tahun. Negosiasi belum terjalin, tapi Liverpool percaya Baleba akan jadi opsi yang lebih menarik ketimbang Martin Zubimendi.

BARCA SIAP LEPAS GAVI KE PSG

Inggris sudah, kita bergeser ke Spanyol untuk mengabarkan kalau Barcelona, siap melepas Gavi secara permanen di musim panas nanti. Kabarnya, PSG jadi tujuan yang masuk akal jika Barca ingin meraup banyak uang. Dilansir Sportskeeda, sebelumnya, Gavi hanya mendapat sedikit menit bermain di era kepemimpinan Hansi Flick. Itu dapat mendorong Gavi untuk segera angkat kaki dari Camp Nou. Kabarnya, PSG jadi yang terdepan untuk mengamankan tanda tangannya. Klub asal Prancis itu bersedia membayar 80 juta euro guna menyegel kesepakatan.

VALVERDE DIRAGUKAN TAMPIL DI LAGA VS ATLETICO

Kabar buruk justru hadir dari Real Madrid. Jelang leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Madrid terancam tak akan diperkuat oleh salah satu pemain pentingnya. Dilansir Football Espana, selain akan tampil tanpa Jude Bellingham, Madrid belum bisa memastikan apakah Federico Valverde bisa dimainkan atau tidak. Sebab, pemain serba bisa ini dikabarkan sedang mengalami gangguan pada ototnya. Bahkan, Valverde belum terlihat dalam sesi latihan terakhir Real Madrid. Ia hanya melakukan latihan mandiri secara terpisah.

LIM TAWARKAN VALENCIA KE RONALDO

Masih seputar sepakbola Spanyol, Valencia dikabarkan akan segera dilepas oleh pengusaha asal Singapura, Peter Lim. Keputusan ini muncul usai sang pemilik klub mendapat banyak tekanan dari fans dan publik Valencia. Nah, yang menarik adalah kepada siapa Lim akan menjual klub tersebut. Menurut Tribalfootball, Lim telah menghubungi legenda Real Madrid, Cristiano Ronaldo terkait penjualan klub ini. Kabarnya, Lim menawarkan kesempatan kepada Ronaldo untuk membeli Valencia di angka 400 juta euro. Ronaldo sendiri memang terbuka dengan rencana berinvestasi di klub sepakbola. Namun, komunikasi ini masih tahap awal. 

RONALDO DIDEKATI KLUB BRAZIL INI

Masih seputar Cristiano Ronaldo, Goal melaporkan bahwa masa depan sang pemain di Al-Nassr masih belum jelas. Masih ada kemungkinan bagi Ronaldo untuk pindah. Menurut laporan, ada satu klub asal Brazil bernama Portuguesa yang sangat berminat untuk mendatangkan sang mega bintang. Direksi klub, Alex Bourgeois mengklaim bahwa Portuguesa akan mencoba segala cara untuk mendatangkan Ronaldo pada tahun 2026 mendatang. Alex merasa, dengan mendatangkan Ronaldo, itu bisa menguatkan nilai klub sebagai kebanggaan komunitas Portugal di Brazil.

FELIX DIHUJAT MEDIA ITALIA

Sementara dari Italia, ada pemain baru AC Milan, Joao Felix yang kena kritik media Italia. Dikutip Daily Mail, Felix dinilai tampil sangat buruk saat Milan kalah dari Bologna pekan lalu. Bahkan, koran Corriere della Sera memberi rating 4,5 untuk Felix. Itu jadi yang terburuk di lapangan. Surat kabar itu mendeskripsikan permainan Felix seperti tak terlihat dan tak terdengar. Pemain Milan lain seakan enggan mengumpan bola ke Felix yang hanya bermain 61 menit itu.

FONSECA TERANCAM DI BANNED SELAMA 7 BULAN

Masih seputar Milan, ada mantan pelatihnya, yakni Paulo Fonseca yang dikabarkan tengah terancam sanksi berat di Ligue 1. Pelatih berkebangsaan Portugal itu kini sedang menukangi Lyon. Nah, di laga melawan Brest kemarin, Fonseca terlibat perdebatan hebat dengan wasit dan akhirnya diusir dari pinggir lapangan. Namun, pihak Ligue 1 sedang mengkaji lagi gestur-gestur yang ditunjukan Fonseca. Salah satu yang jadi perhatian adalah menempelkan kepalanya ke dahi wasit dan berteriak keras. Menurut laporan Football Italia, dengan adanya kasus ini Fonseca bisa saja disanksi tak boleh memimpin anak asuhnya selama tujuh bulan lamanya. 

BAGGOTT TOLAK PANGGILAN PATRICK KLUIVERT?

Setelah berkeliling Eropa, kita kembali ke Tanah Air untuk membahas salah satu punggawa Timnas Indonesia, Elkan Baggott. TVOnenews mewartakan, bahwa sang pemain enggan memenuhi panggilan Patrick Kluivert untuk pertandingan melawan Australia dan Bahrain Maret ini. Alasannya, Baggott masih ingin fokus untuk memperbaiki performanya usai mengalami cedera panjang. Kluivert pun kabarnya tak masalah dengan penolakan itu. Sebab, dirinya masih punya banyak pemain belakang. Namun, respons Baggott yang seakan menutup diri kembali jadi sorotan.

PUKULAN TELAK AUSTRALIA JELANG VS INDONESIA

Timnas Australia bakal menjamu Timnas Indonesia pada laga ketujuh Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertandingan ini akan diselenggarakan pada tanggal 20 Maret 2025 waktu Australia. Namun, semakin dekat dengan waktu kick off, Australia tak henti-hentinya mendapat masalah. Dilansir Superball, menjelang laga tersebut, The Socceroos mendapat pukulan telak dengan bertambahnya daftar pemain yang cedera. Yang terbaru, ada bek Portsmouth, Hayden Matthews yang mengalami cedera pergelangan kaki. Mantan bek Sydney FC tersebut menyusul dua rekannya, Harry Souttar dan Alessandro Circati yang sudah lebih dulu cedera. Dengan begini, Australia tengah mengalami krisis pemain belakang.

GREENWOOD PENGGANTI MO SALAH?

Dilansir dari Goal, pemain Marseille, Mason Greenwood jadi incaran utama Liverpool musim panas mendatang, jika Mohamed Salah memilih hengkang. Mantan pemain MU tersebut sudah mulai dijajaki oleh manajemen The Reds. Mereka masih menegosiasikan dengan Marseille yang dilaporkan telah memasang bandrol sebesar 75 juta euro. 

SETELAH GUNDOGAN, KINI GILIRAN DE BRUYNE

Berikutnya ada kabar dari pemain Manchester City, Kevin De Bruyne. Setelah Ilkay Gundogan siap memperpanjang kontraknya di Etihad, De Bruyne juga akan mengikuti. De Bruyne ingin bertahan di Etihad setahun lagi demi menjaga performanya di level tertinggi. Sebab, ia masih ingin bermain di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Belgia. Ia rela menyanggupi permintaan pihak The Citizens yang akan memotong gajinya dari 375 ribu pounds per pekan menjadi 150 ribu pounds per pekan. 

ARSENAL TUNJUK ROSICKY SEBAGAI DIREKTUR KLUB?

Lalu ada laporan dari 90min yang mengatakan bahwa, Arsenal sedang menjajaki kemungkinan bergabungnya mantan legenda mereka, Thomas Rosicky, sebagai direktur olahraga klub yang baru menggantikan peran yang ditinggalkan oleh Edu Gaspar. Rosicky dipertimbangan oleh petinggi Arsenal, cocok mengemban tugas tersebut jika melihat track record keberhasilannya menjadi direktur olahraga di Slavia Praha. 

PEMILIK MU DIKECAM ORANG TUA PEMAIN AKADEMI 

Beralih ke kabar selanjutnya yang datang dari MU. Tribalfootball melaporkan bahwa beberapa orang tua pemain akademi Red Devils, mengaku geram dengan sikap petinggi klub yang membebastugaskan beberapa staf pelatih akademi. Seorang ayah dari salah satu pemain akademi setan merah mengatakan kepada The Sun, bahwa tindakan klub tersebut sudah keterlaluan dan diluar nalar.

ISCO MINTA MAAF

Dari Inggris kita pindah ke Spanyol. Setelah mengalahkan mantan klubnya Real Madrid, pemain Real Betis, Isco terlihat meminta maaf kepada fans El Real. Isco minta maaf atas selebrasinya yang menggebu-nggebu. Ia mengaku selebrasinya tersebut dilakukan karena ingin menunjukan kepada istri dan keluarganya yang menonton di tribun. Diakhir permintaan maafnya, Isco mengatakan bahwa Real Madrid tetap ada dalam hatinya. 

HUKUMAN JOSE MOURINHO DIKURANGI

Berikutnya ada kabar yang datang dari Jose Mourinho. ESPN melaporkan bahwa larangan empat laga terhadap Jose Mourinho telah dikurangi setengahnya oleh Federasi Sepak Bola Turki (TFF), menyusul peninjauan banding klub. Banding Fenerbahce diterima atas sanksi yang ditujukan pada The Special One atas tuduhan rasis oleh Galatasaray. Tak hanya hukuman skorsingnya yang dikurangi, hukuman dendanya juga dikurangi dari 1,6 juta lira, menjadi 558 ribu lira.

MUNCHEN SIAP BAJAK KIPER BRIGHTON

Dari Jerman, ada laporan Mirror yang mengatakan bahwa Bayern Munchen sedang bergerak menjajaki kesepakatan transfer kiper Brighton, Bart Verbruggen. Kiper asal Belanda yang notabene adalah mantan anak buah Vincent Kompany saat di Burnley itu, akan coba ditebus oleh Die Roten sesuai dengan bandrol yang diminta The Seagulls, yakni sebesar 50 juta pounds. 

GARA-GARA MESSI ABSEN, TIM LAWAN MALAH MINTA MAAF

Beralih dari kabar MLS, soal laga Inter Miami vs Houston Dynamo. Menurut The Guardian, sebelum laga tersebut digelar, pihak Houston Dynamo meminta maaf kepada para fansnya yang sudah kadung membeli tiket. Sebab, beberapa fans yang membeli tiket kecewa setelah mengetahui bahwa Lionel Messi bakal absen di laga tersebut.  Pihak Houston Dynamo bahkan sampai memberikan tiket gratis kepada fans mereka yang belum membeli tiket untuk bisa hadir di stadion. 

KIPER KETURUNAN INDONESIA DIPANGGIL TIMNAS BELANDA

Selanjutnya ada kabar dari kiper keturunan Indonesia yang kini membela Club Brugge, Dani Van Den Heuvel. Kiper 21 tahun yang telah memfollow akun PSSI itu, dilaporkan dipanggil masuk Timnas Belanda U-21 besutan Michael Reiziger. Van Den Heuvel dipersiapkan Reiziger untuk laga melawan Italia dan Rumania. Selain Van Den Heuvel, ada juga tiga pemain yang konon memiliki darah Indonesia, yang juga dipanggil ke timnas U-21 Belanda. Mereka ialah Ryan Flamingo, Ian Maatsen, dan Million Manhoef.

PSSI SIAPKAN TIKET TAMBAHAN INDONESIA VS AUSTRALIA

Lalu dari tanah air tersiar kabar bahwa Ketum PSSI, Erick Thohir tengah memperjuangkan tambahan kuota tiket untuk suporter Timnas Indonesia untuk menonton laga melawan Australia di Sydney. Kuota tiket tambahan yang dibuka Senin, 3 Maret, coba akan diborong PSSI. Kabar terakhir dari fans Timnas Indonesia di Negeri Kanguru, sebanyak 3.250 fans Indonesia telah mengantongi tiket. jumlah tersebut diharapkan bisa lebih setelah adanya kuota tambahan.