Beranda blog Halaman 385

Ternyata Ini Alasan Wenger Ogah Terima Fabregas di Arsenal Lagi

Meskipun sempat berpindah klub ke Barcelona, Fabregas sebenarnya ingin kembali ke Arsenal. Tapi Arsene Wenger ogah untuk menerimanya kembali ke Emirates Stadium. Lalu, apa alasan Wenger menolak anak emasnya itu untuk pulang, dan membiarkan ia bermain untuk Chelsea?

Pindah ke Kampung Halaman

Di tahun 2011, Fabregas memutuskan untuk pindah ke Barcelona. Setelah delapan tahun, 303 penampilan, 57 gol, dan 95 assist ia rela meninggalkan ban kapten begitu saja untuk bergabung bersama Barca. Tapi kepergian Fabregas bukan tanpa alasan. Barcelona dulu pernah jadi rumahnya. Ia adalah jebolan akademi La Masia sebelum akhirnya dibeli oleh Arsene Wenger.

Fabregas berkata bahwa itu adalah keputusan yang sangat sulit baginya. Sebab Barcelona adalah klub masa kecilnya dan ia selalu menjadi seorang pendukung tim Catalan itu. tapi disisi lain, Arsenal adalah klub yang memberinya kepercayaan untuk bermain secara profesional.

“Jika bukan Barcelona saya pasti akan bertahan di Arsenal. Itu pasti, apapun yang terjadi” Ungkapnya dikutip dari Daily Mail.

meskipun begitu, Fabregas juga mengaku kalau saat itu dirinya memang sudah tidak betah berada di Emirates Stadium. Ia frustasi karena Arsenal tidak kunjung memenangkan piala. Sedangkan ia adalah seorang kapten. Jadi Fabregas juga ikut merasa bersalah atas puasa gelar Arsenal.

“Saya adalah kapten, saya merasakan tekanan luar biasa pada saya. Dulu saya pernah menderita, tidak bisa tidur. Kami kalah dalam pertandingan, lalu saya pulang dan hanya bisa menangis” Katanya dikutip dari Sky Sport.

Dengan banyak alasan yang dimiliki Fabregas, ia pun memilih untuk berlabuh ke Camp Nou. Wenger tentu tidak senang dengan keputusannya. Ia adalah anak emasnya sekaligus amunisi utama Meriam London. Tidak heran kalau Wenger merasa di khianati.

Barca Tak Seindah yang Dikira

Ternyata bergabung bersama Barca tidaklah seindah yang Fabregas kira. Awalnya tentu ia senang. Ia bisa bermain di bawah arahan Pep Guardiola, idolanya sejak kecil. Ia juga bisa bermain dengan para pemain bintang kelas dunia seperti Messi Iniesta dan Xavi.

Tapi dari segi permainan, Fabregas tidak cocok untuk Barcelona. Sejak awal, Fabregas memang kurang sesuai dengan gaya permainan Pep yang cepat dan disiplin. Fabregas membutuhkan kebebasan untuk bermain di tengah lapangan. Sedangkan Barca tidak bisa menyediakan itu untuknya

Tapi yang terpenting, Fabregas tidak bisa mendapatkan tempat sebagai gelandang utama di Camp Nou. Selama masih ada Iniesta, Xavi dan Busquets, Fabregas selalu jadi opsi cadangan. Karena itulah, kemudian ia ingin kembali ke liga Inggris. Rencananya ingin pulang ke Emirates, tapi harapannya pun tetap jadi harapan.

Ditolak Pulang

Dalam kontrak transfernya dulu, Arsenal adalah tim yang paling berhak membelinya kembali sewaktu-waktu. Tapi setelah tiga musim berlalu, Wenger sudah tidak membutuhkan jasanya lagi. Fabregas bahkan telah berbicara langsung dengan Wenger. Dikutip dari Daily Mail, ia memohon agar Wenger membelinya kembali.

“Kami menelpon Arsene, tapi saat itu ia berkata mereka sudah memiliki banyak pemain di posisi saya. Seperti Mesut Ozil, Santi Cazorla, Jack Wilshere, dan Aaron Ramsey.” Ungkapnya.

Disitulah Mourinho datang. Mou saat itu masih melatih Chelsea dan lebih dari bersyukur untuk bisa mendapatkan tanda-tangan Fabregas. Fabregas merasa ia tidak punya pilihan lain pun akhirnya bisa pulang ke London. Hanya saja rasanya ia pergi ke bagian London yang salah.

Tapi saat ini ia sudah berdamai dengan masalahnya. Meskipun sempat berpindah-pindah klub, jiwanya masih bersama Gunners. Setelah pensiun, ia menerima pekerjaan sebagai pelatih tim Arsenal U-18.

Sumber referensi: B/R, Espana, Sky, Talk, Daily

Berita Bola Terbaru 10 Maret 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Dari ajang Europa League babak 16 besar, Arsenal yang tak diperkuat banyak pemain inti harus puas dengan hasil imbang 2-2 di markas Sporting Lisbon. Arsenal lebih dulu unggul berkat sundulan William Saliba pada menit ke-22. Tapi gol balasan dari Goncalo Inacio dan Paulinho sebelum dan selepas jeda membawa Sporting berbalik unggul. Arsenal lalu berhasil samakan skor melalui bunuh diri Hidemasa Morita di menit 62.

Pada pertandingan lain, Manchester United tampil meyakinkan dengan melibas Real Betis 4-1 di Old Trafford. Gol Marcus Rashford sempat dibalas Ayoze Perez. Akan tetapi gol dari Antony, Bruno Fernandes, dan Wout Weghorst pada babak kedua memastikan MU mendapatkan keunggulan nyaman menuju leg kedua.

Juventus memetik kemenangan tipis 1-0 atas Freiburg dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa 2022/23, Jumat (10/3) dini hari. Juve bisa mencuri satu gol lewat sundulan Angel Di Maria di babak kedua menit 53. Kemenangan tipis 1-0 ini bakal jadi modal Juve ketika bertandang ke markas Freiburg dalam duel leg kedua 16 besar Liga Europa pekan depan.

Pada pertandingan lain, Roma menang 2-0 atas Real Sociedad, Leverkusen menang 2-0 atas Ferencvaros, Union Berlin imbang 3-3 lawan Union Gilloise, Sevilla menang 2-0 atas Fenerbahce, dan Shakhtar Donetsk imbang 1-1 kontra Feyenoord.

POGBA DICORET DARI SKUAD JUVENTUS

Paul Pogba tidak disertakan dalam skuad Juventus kala menghadapi Freiburg. Dia didepak atau dicoret dari skuad. Juventus mencoret Pogba karena alasan disiplin hanya dalam dua pertandingan setelah kembalinya dari cedera. Menurut Skysports, Paul Pogba tidak dibawa Juventus karena datang telat. Pemain yang musim lalu membela Manchester United itu telat bergabung dengan skuad.

CHIESA JADI TUMBAL KEMENANGAN JUVENTUS

Penyerang Juventus, Federico Chiesa alami cedera lutut dalam kemenangan kandang Nyonya Tua 1-0 atas Freiburg. Chiesa digantikan pada babak kedua, memberikan Massimiliano Allegri kekhawatiran lain sebelum timnya menjamu Sampdoria di Serie A pada hari Minggu. Cedera Chiesa akan dilihat lebih lanjut dan hasilnya akan diumumkan pada Sabtu (11/3).

ARTETA SYUKURI HASIL IMBANG ARSENAL DI MARKAS SPORTING

Mikel Arteta mengakui penampilan Arsenal di markas Sporting tak memuaskan. Dengan The Gunners tampil kurang cemerlang, ia terima hasil imbang. “Menimbang kami kebobolan dua gol di laga tandang dan masih lolos dengan hasil imbang, hal-hal positif mesti dilihat. Tapi kami memang memberikan mereka harapan terlalu besar dengan kehilangan penguasaan terlalu sering di area sendiri,” katanya kepada BT Sport

ALASAN WEGHORST MENANGIS USAI CETAK GOL KEEMPAT MU KONTRA REAL BETIS

Striker jangkung asal Belanda, Wout Weghorst menangis setelah mencetak gol keempat Manchester United saat menghadapi Real Betis. Ini merupakan gol kedua pemain bertinggi badan 1,97 meter itu sejak bergabung dengan MU pada bursa transfer musim dingin. Gol ini sekaligus mengakhiri pacekliknya di mana kali terakhir Weghorst membobol gawang lawan adalah pada 25 Januari lalu ketika MU menang 3-0 atas Nottingham Forest di semifinal Piala Liga Inggris.

DUA KLUB YANG DITAKUTI PIOLI DI PEREMPATFINAL UCL

AC Milan melangkah ke perempat final Liga Champions, setelah 11 tahun menanti. Pelatih Stefano Pioli berharap Milan tidak berjumpa sesama klub Serie A Italia pada pertandingan perempat-final. Sampai saat ini, dua klub Italia lainnya, Inter Milan dan Napoli, masih mempunyai peluang untuk lolos ke perempat-final. Inter bermodalkan kemenangan 1-0 untuk menghadapi tuan rumah Porto di leg kedua 16 Besar pada pekan depan. Sedangkan Napoli mengantongi modal kemenangan 2-0 dari duel melawan Eintracht Frankfurt di leg pertama.

POCHETTINO DAN TUCHEL KANDIDAT PENGGANTI CONTE DI SPURS

Spurs dapat menyingkirkan Conte sebelum musim berakhir jika situasinya memburuk. Menurut laporan The Guardian, Spurs akan mempertimbangkan dua pelatih sebagai pengganti Conte. Keduanya sedang menganggur, yakni Pochettino dan Tuchel. Pochettino ingin mencari klub untuk musim depan dan sebelumnya mengatakan ingin melatih Spurs lagi. Begitu pula dengan Tuchel, pelatih yang didepak Chelsea tahun lalu.

TAK DIJADIKAN STARTER VS AC MILAN, RICHARLISON KRITIK CONTE

Penyerang Tottenham Hotspur Richarlison mengkritik pelatihnya, Antonio Conte, si Lili Putih disingkirkan AC Milan di babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (9/3). Richarlison mempertanyakan keputusan pelatih asal Italia itu yang baru memainkannya di pertengahan babak kedua. Pemain asal Brasil itu dijanjikan akan menjadi starter lawan AC Milan bila kondisi fisiknya baik saat menjalani tes kebugaran, tetapi Richarlison justru duduk di bangku cadangan.

MULLER: MESSI LEBIH MUDAH DIKALAHKAN DIBANDING CR7

Pemain Bayern Munchen Thomas Muller mengatakan, Lionel Messi pemain yang lebih mudah dikalahkan dibandingkan Cristiano Ronaldo. Hal itu diungkapkan Muller usai laga Bayern menekuk PSG. “Menghadapi Messi, semuanya berjalan dengan baik. Kalau Cristiano Ronaldo adalah masalah kami saat dia main di Real Madrid,” katanya. Muller mengatakan bahwa dia menghormati Messi, tetapi Bayern sudah paham dengan pergerakan pemain Argentina itu di lapangan.

MEGA PROYEK PSG GAGAL, HENRY: SAATNYA KEMBALI KE TALENTA LOKAL!

Legenda Prancis, Thierry Henry menilai kekalahan dari Bayern Munchen menjadi tanda bahwa mega proyek PSG gagal. Henry merasa PSG bisa memilih opsi untuk mengambil talenta lokal sebagai jalan baru menjalankan klub. Selain itu, Henry menilai ada hubungan yang kurang baik antara PSG dengan basis penggemar tradisional klub. Situasi tersebut mesti diperbaiki karena mereka sama-sama saling membutuhkan.

FRENKIE DE JONG TUTUP KANS PINDAH KE MU

Frenkie de Jong ditanya sekali lagi tentang masa depannya oleh RAC1, dikutip oleh Fabrizio Romano, dan dia menjawab: “Saya sangat tenang di sini, sangat bahagia di Barca.” Dia menegaskan posisinya di Camp Nou. “Saya ingin bertahan di Barcelona untuk beberapa tahun lagi.” Dengan demikian, De Jong telah menutup kans untuk pindah ke Manchester United.

EKS TIMNAS ARGENTINA NAIK DARAH MELIHAT TINGKAH GARNACHO

Performa apik Garnacho tak sepadan dengan kelakuannya di luar lapangan. Hal ini setidaknya menjadi sorotan eks timnas Argentina, Carlos Morete. Satu hal yang membuat Morete naik darah adalah sikap sang pemain saat Manchester United menyingkirkan Barcelona dari Liga Europa. Dalam selebrasinya Alejandro Garnacho menulis “Tim besar lolos”. Cara itu dianggap Carlos Morete sebagai bentuk tidak hormat. Ia pun mendesak sang pemain tutup mulut dan lebih banyak belajar.

GIROUD: MILAN PANTAS MENGALAHKAN SPURS

Olivier Giroud menegaskan AC Milan layak lolos ke babak perempat final Liga Champions 2022/23 dan mengatakan Rossoneri harusnya bisa menang saat melawan Tottenham di London. Sebab di laga tersebut Tottenham kehilangan Cristian Romero yang dikartu merah pada menit ke-77. Olivier Giroud mengatakan Milan memang harusnya bisa mencetak gol dan menang di laga tersebut.

MESSI DIKRITIK HABIS-HABISAN USAI PSG GAGAL DI UCL

Bintang PSG Lionel Messi jadi sasaran kritik karena gagal membantu tim lolos di Liga Champions. Menurut eks pemain Prancis, Jeremy Rothen, Messi hanya bersinar dengan mencetak gol dan assist saat bersua tim-tim lemah di Liga Prancis. Ketika berhadapan dengan tim-tim kuat, La Pulga justru mengecewakan. “Anda mencetak 18 gol atau 16 assist tahun ini melawan Angers dan Clermont? Namun dalam pertandingan penting, Anda menghilang.”

BUTUH SUKSESOR BENZEMA, MADRID INGIN SERET GONCALO RAMOS

Butuh suksesor Karim Benzema, klub Liga Spanyol, Real Madrid ingin merekrut Goncalo Ramos yang membela Benfica. Ramos dipersiapkan sebagai salah satu pengganti Benzema, yang pada musim ini kerap alami cedera. Selain itu, usia Benzema juga sudah tidak muda lagi dan performanya juga mulai menurun. Jika Real Madrid ingin menggaet Ramos dari Benfica, Los Blancos harus merogoh kocek 75 juta pounds atau sekitar Rp 1,3 triliun setelah tampil memukau di Piala Dunia 2022 lalu.

SUPORTER YANG TONJOK KIPER SEVILLA DIPENJARA 2 BULAN

Suporter yang menonjok kiper Sevilla di pertandingan Liga Europa dua pekan lalu dijatuhi sanksi. Pria itu dipenjara dua bulan. Si suporter itu didakwa jaksa penuntut dengan dua pelanggaran. Pertama melanggar aturan sepakbola sesuai regulasi KNVB, kemudian masuk ke lapangan atas pengaruh alkohol. UEFA juga sudah menginvestigasi PSV atas kejadian itu. Klub Liga Belanda itu terancam sanksi atas pelanggaran yang disebabkan si suporter.

ARSENAL KONTAK ASENSIO UNTUK CABUT DARI REAL MADRID

Klub Premier League, Arsenal dikabarkan telah mengontak gelandang Real Madrid Marco Asensio untuk membujuknya pindah ke London musim depan ketika kontraknya habis pada akhir musim. Laporan dari Arsedevils.com juga menyebut Asensio sendiri sekarang ini sangat kecewa pada Carlo Ancelotti karena sang pelatih mengurangi jatah bermainnya dalam beberapa bulan terakhir. Pemain kidal itu pun diklaim siap mendengar semua tawaran kepadanya.

JUVENTUS SIAPKAN MAHAR FANTASTIS UNTUK GAET BINTANG ATLETICO

Penampilan Rodrigo de Paul belum memuaskan fans Atletico Madrid sejak diboyong pada musim panas lalu. Masa depannya pun kembali dispekulasikan. Menurut Fichajes, Juventus adalah pengagum nomor satu saat ini. La Vecchia Signora bersedia membayar sekitar 40 juta euro atau Rp 651 miliar untuk membawa de Paul kembali ke Serie A dan menjadikannya rekrutan bintang mereka musim panas nanti.

TERINSPIRASI ANCELOTTI, RIBERY BERNIAT TERJUN SEBAGAI PELATIH

Mantan bintang Bayern Munchen, Franck Ribery mengatakan jika dirinya sangat berniat untuk berkarier sebagai pelatih pasca pensiun sebagai pemain setahun silam. Ribery sendiri saat ini masih terikat dengan klub Serie A Salernitana, dengan bekerja sebagai staf dari manajer di klub tersebut. Ketika ditanya siapa sosok yang paling menginspirasinya untuk bekerja sebagai manajer, Ribery mengenang sejumlah pelatih top yang menanganinya di Bayern Munchen, salah satunya Carlo Ancelotti.

JARANG MAIN, CEBALLOS PERTIMBANGKAN TINGGALKAN REAL MADRID

Seiring dengan minimnya menit bermain, Dani Ceballos kabarnya mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan Real Madrid secara permanen pada musim panas mendatang. Kontrak Ceballos juga hendak habis di musim panas 2023. Jadi, klub peminat bisa menggaetnya secara gratis nantinya. Ceballos pernah membela Arsenal untuk dua musim, namun sebagai pemain pinjaman. Kini, dia bisa benar-benar pergi secara permanen.

MOISE KEAN BAKAL DITEBUS JUVENTUS DARI EVERTON

Monster Serie A, Juventus dipastikan mempermanenkan Moise Kean pada akhir musim nanti. Klub berjuluk si Nyonya Tua tersebut harus menebus Moise Kean dari Everton dengan biaya transfer senilai 28 juta euro atau Rp 455 miliar. Pasalnya, klausul wajib beli yang disepakati Juventus dan Everton terhadap peminjaman Moise Kean dilaporkan sudah aktif.

LEGENDA LIVERPOOL SARANKAN MBAPPE TINGGALKAN PSG

Tersingkirnya PSG dari Liga Champions menimbulkan tanda tanya terkait masa depan Kylian Mbappe bersama klub Paris tersebut. Pengamat sepak bola dari Inggris yang sekaligus legenda Liverpool, Jamie Carragher menyarankan Kylian Mbappe untuk segera meninggalkan PSG. Mbappe disarankan bergabung ke klub yang bisa menjaminnya memberikan trofi Champions. “Mbappé harus pergi. Semakin cepat dia di Real Madrid, semakin baik,” kata Jamie Carragher.

MU INCAR GELANDANG MUDA REAL MADRID

Menurut kabar dari Footballtransfervatern.com, Manchester United tertarik menggunakan jasa pemain muda Real Madrid, Eduardo Camavinga. Namun, Real Madrid dikabarkan tidak akan menerima tawaran kurang dari 130 juta euro untuk pemain yang terikat kontrak hingga akhir musim 2026/27. Nah laporan tersebut mengklaim MU akan mempertimbangkan tawaran sebesar 130 juta euro atau sekitar Rp 2,1 triliun untuk mendapatkan Camavinga.

THIAGO MOTTA PELATIH TERBAIK SERIE A FEBRUARI

Bos Bologna Thiago Motta dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Bulan Februari di Serie A. Rossoblu telah memenangkan empat dari enam pertandingan Serie A terakhir mereka, termasuk kemenangan mengejutkan atas Fiorentina dan Inter. Thiago Motta menjadi pelatih pertama yang memenangkan penghargaan di dua klub berbeda, seperti yang juga diraihnya pada Januari 2021 saat memimpin Spezia .

Sejak Degradasi 2012, Mengapa Blackburn Rovers Sulit Kembali ke Premier League?

0

Lebih dari satu dasawarsa kabar klub penuh sejarah, Blackburn Rovers tidak berdesir di telinga kita. Terakhir, berita yang muncul adalah ketika klub Inggris Tengah itu mempersilakan umat muslim untuk Sholat Ied di markasnya. Tapi soal prestasi cenderung sepi.

Sejak degradasi pada 2012 silam, perkembangan klub yang pernah juara Liga Inggris tersebut nyaris tak pernah diulik. Padahal kini Blackburn sedang berusaha untuk kembali ke Premier League. 

Blackburn Rovers musim ini juga memastikan lolos ke perempat final Piala FA saat tim yang menghabisi Manchester United 7-0 saja tidak sampai ke sana. Well, sebenarnya apa yang terjadi dengan Blackburn Rovers? Mengapa Blackburn sulit kembali ke Premier League?

Terdegradasi Tahun 2012

Nona dan tuan penggemar berat Liga Inggris sejak zaman baheula mengenal Blackburn Rovers adalah klub yang biasa saja, namun berhasil memberikan kejutan ketika meraih trofi Liga Inggris pada tahun 1995.

Musim itu, Blackburn berlari di depan Manchester United. Blackburn memang luar biasa kala itu. Keberadaan Alan Shearer dan berkat juru taktik yang kini namanya diabadikan di Anfield, Sir Kenny Dalglish, Blackburn menjadi sangat kuat.

Bertahun-tahun Blackburn bisa bertahan di ketatnya persaingan Premier League. Namun, pada tahun 2012, tim berjuluk The Riversiders dipaksa menyerah dengan keadaan. Blackburn terdegradasi setelah hanya memenangkan 8 dari 38 pertandingan.

Pergantian Pemilik

Gejalanya sudah muncul dari tahun 2010. The Riversiders merengkuh kesuksesan berkat pemilik lawasnya, Jack Walker. Ia seorang fans yang mendanai klubnya sendiri.

Kemenangan di Liga Inggris musim 1994/95 menjadi bayaran yang setimpal untuk dedikasi Walker. Namun, kekayaan tak selamanya abadi. Pada suatu keadaan, Walker terpaksa menjual Blackburn ke orang lain. Pada tahun 2010, The Riversiders sudah berpindah kepemilikan.

Venkateshwara Hatcheries Group, perusahaan milik keluarga almarhum Banda Vasudev Rao yang bergerak di industri peternakan melalui anak perusahaannya, Venkys London Ltd membeli Blackburn Rovers. Pemimpin Venkys London adalah dua bersaudara: Balaji Rao dan Venkatesh Rao.

Namun, perahu Blackburn malah goyang setelah pergantian pemilik. Di tangan Venkys, alih-alih tetap menjadi tim yang disegani, Blackburn justru berubah drastis menjadi tim yang layak diolok-olok. Sang pemilik baru dituding tidak punya kemampuan untuk mengelola tim sepak bola.

Apalagi Venkys juga pernah berurusan dengan aparat kepolisian. Para pendukung pun berkali-kali memprotes kebijakan Venkys. Protes yang sampai pada tahap anarkisme. Apa yang bikin para pendukung sangat memprotes kepemilikan baru?

Rencana yang Gagal Mulu

Saat membeli Blackburn Rovers, Venkys punya sederet rencana adiluhung untuk merevitalisasi klub. Ia ingin merekrut para pemain bintang berkelas. Apa yang bisa kamu pikirkan? Venkys berencana mengangkut David Beckham, Raul, dan Ronaldinho ke Ewood Park.

Ia juga ingin merekrut mendiang Diego Maradona untuk menjadi manajer. Suatu mimpi dan rencana yang sebetulnya boleh-boleh saja. Tidak ada yang melarang Venkys untuk merekrut pemain tadi dan Maradona. Tapi apa yang coba direncanakan sang pemilik terasa keluar dari realitas. Kalau bahasa orang sini halu.

Maka gagal menjadi nama tengahnya. Venkys juga ternyata punya maksud lain ketika membeli Blackburn Rovers. Venkys ingin menjadikan Blackburn merek dagang global dan memanfaatkannya.

Hobi Pecat Pelatih

Secara aktif pemilik baru mendukung penuh Blackburn supaya bertahan di Premier League. Tapi, sekali lagi, Venkys tak punya strategi yoi untuk mewujudkan cita-citanya. Alih-alih menyusun strategi yang matang, baru sebulan menjadi pemilik Blackburn, pelatih sekaliber Sam Allardyce dipecat.

Sayangnya, Big Sam digantikan oleh pelatih medioker seperti Steve Kean yang minim sekali pengalaman. Mulai dari sinilah arus protes dari pendukung jadi lebih deras dari Bengawan Solo. Kehebohan dimulai. Para penggemar mulai antipati pada sang pemilik.

Steve Kean tak bisa berbuat banyak. Gagal mendatangkan para bintang, sang pemilik justru membuat pemain anyep seperti Ruben Rochina, Myles Anderson, sampai Mauro Formica menandatangani kontrak. Untung, musim pertama melatih, Blackburn selamat dari jerat degradasi.

Namun, pada musim 2011/12, bukannya mengganti pelatih yang lebih tokcer, Steve Kean dipertahankan. Penampilan Blackburn musim itu justru memburuk. The Riversiders terpontal-pontal. Ujungnya, Blackburn Rovers terdegradasi. Steve Kean dipecat.

Finansial Kacau

Setelah degradasi dari Premier League, Venkys benar-benar tak memiliki strategi yang lebih jitu dari menyembunyikan kekayaan pejabat. Tapi itu bisa dimaklumi. Degradasi membuat finansial goyah.

Dilansir laporan BBC, Rovers harus merugi sebesar 36,5 juta poundsterling (Rp673 miliar) sebelum pajak akibat tersingkir dari Premier League. Padahal pada tahun sebelumnya bisa untung 4,3 juta poundsterling (Rp80 miliar).

Selain itu, omset klub merosot tajam hingga 27,3 juta poundsterling (Rp503 miliar) pada perhitungan yang berakhir Juni 2013. Hutang bersih The Riversiders juga meningkat.

Dari yang semula 24,5 juta pounds (Rp452 miliar) menjadi 54,5 juta poundsterling (Rp1 triliun). Kerugian yang khusus operasional mencapai 24,3 juta poundsterling (Rp448 miliar) sejak dibeli Venkys tahun 2010 sampai terdegradasi.

Blackburn juga kehilangan pendapatan tiket sebesar 1,1 juta poundsterling (Rp20 miliar). Finansial yang sempoyongan mendorong sang pemilik belingsatan mencari jalan. Untungnya, musim itu aturan Championship mengizinkan tim merugi 8 juta poundsterling (Rp147 miliar) musim itu.

Setelah Steve Kean, Blackburn dilatih lima pelatih berbeda sebelum kedatangan Tony Mowbray sebagai manajer dan Steve Waggott sebagai CEO yang membawa angin segar. Keduanya mengembalikan pijakan Blackburn dengan menjual beberapa pemain demi keselamatan finansial.

Mantan Juara yang Degradasi ke Kasta Ketiga

Ironisnya, degradasi ke kasta kedua bukan satu-satunya kesengsaraan mantan juara Liga Inggris ini. Sebab pada tahun 2017 Blackburn mencatatkan rekor sebagai mantan juara Premier League pertama yang turun ke kasta ketiga.

Kemenangan 3-1 atas Brentford di laga terakhir EFL Championship musim 2016/17 tak mampu menyelamatkan Blackburn dari degradasi. Padahal pada musim itu, The Riversiders dilatih tiga pelatih yang berbeda. Paul Lambert, Owen Coyle, dan Tony Mowbray.

Para penggemar pun makin tak bisa menyembunyikan kekesalannya pada Venkys. Fans menuding pemilik baru telah menghancurkan tim dengan investasi yang buruk. Meski begitu, Tony Mowbray mencoba bertanggung jawab. Beruntungnya, Blackburn hanya semusim di kasta ketiga.

Harapan Baru di Tangan Jon Dahl Tomasson

Tatkala kontraknya habis, Mowbray tidak memperpanjangnya. Kedua pihak sepakat untuk berpisah. Momen inilah yang mengantarkan eks pemain AC Milan, Jon Dahl Tomasson ke Blackburn Rovers. Di sisi lain, Venkys ingin menata ulang tim.

Dengan finansial yang minimal, sebisa mungkin Blackburn harus optimal. Musim ini, Tomasson ditunjuk sebagai manajer. Ada ambisi besar yang mengendarai pekerjaan mantan pemain Denmark tersebut. Ia direkrut dengan durasi lima tahun.

Tomasson yang sudah mengantongi dua trofi Liga Swedia kala melatih Malmo bertekad mengembalikan Blackburn ke Premier League. Direktur sepak bola Rovers, Gregg Broughton mengatakan pemilik kini punya misi jangka panjang.

Penunjukkan Tomasson adalah pengejawantahannya. Mental Tomasson kala jadi pemain Newcastle United, AC Milan, dan Villarreal berharap bisa menular ke anak-anak Ewood Park. Tomasson merenovasi skuad dengan material bakat yang menarik.

Ada bek kuat Dominic Hyam dan pemain sayap Ryan Hedges. Blackburn juga punya pemain paling cemerlangnya saat ini, Ben Brereton Diaz yang usianya masih 23 tahun. Pemain lainnya, Tyrhys Dolan juga mendukung aliran bola.

Blackburn juga punya mantan pemain Southampton, Sam Gallagher yang jadi pengganggu dan pencetak gol. Pendekatan yang dipakai Tomasson sejatinya tidak terlihat meyakinkan. Ia pernah menerapkan penguasaan bola, tapi belakangan sering bermain pragmatis.

Blackburn kini sedang berada di zona play off promosi. Setidaknya itu sebelum menghadapi Stoke City. The Riversiders juga tampil apik di Piala FA. Mereka melangkah ke perempat final dengan melalap juara Liga Inggris 2016, Leicester City. Jadi, pada kangen nggak nih sama Blackburn Rovers?

https://youtu.be/I67K5nj4AIM

Sumber: BBC, TheAthletic, LancashireTheTelegraph, LancashireTheTelegraph2, ESPN, Quora, Squawka, TheGuardian, PanditFootball

Ketika Gembong Narkoba, Pablo Escobar Menyulap Sepakbola Kolombia

0

Kolombia bukan dikenal sebagai negara sepakbola seperti negara-negara tetangganya: Brazil, Uruguay, atau Argentina. Mereka lebih dikenal karena kebudayaannya. Kolombia juga terkenal sebagai salah satu pusat industri manufaktur terbesar di Amerika Selatan.

Negara yang berada di barat laut Amerika Selatan ini merupakan negara terbesar keempat di Amerika Selatan. Tak heran kalau Kolombia termasuk negara yang sangat beragam akibat migrasi besar dari Eropa beberapa puluh tahun lalu. Perpindahan penduduk itu pula yang membawa budaya sepakbola ke Kolombia.

Setelah itu sepakbola menjadi populer di negara ini. Awal mulanya di era 1980-an ketika kartel narkoba paling besar di dunia, Pablo Escobar turun tangan mengelola sepakbola. Dengan kekayaannya di Atletico Nacional, Escobar bahkan sampai mengubah wajah sepakbola Kolombia. Kala itu sepakbola Kolombia mendapat julukan “Narcos Football”.

Narcos Football

Menurut beberapa penelitian yang menelaah tentang hubungan antara sepakbola dan gembong narkoba mengemukakan, Narcos Football sudah dimulai pada awal 1980-an. Pada saat itu Kolombia mulai membolehkan hal-hal yang awalnya dianggap tak legal. Termasuk salah satunya peredaran narkoba.

Di era itulah, orang-orang mulai membangun kekuatan bisnis di bidang penyedia barang haram tersebut. Karena sepakbola merupakan olahraga paling populer di Kolombia, para kartel memandang klub sepakbola sebagai mekanisme sempurna untuk mencuci uang. Biaya transfer pemain dan gaji dinaikkan secara tidak sah ke angka yang mencurigakan dan berlebihan.

Skema semacam itu juga dimanfaatkan oleh Pablo Emilio Escobar Gaviria, yang dikenal sebagai satu di antara pemimpin kartel narkoba paling besar dalam sejarah. Di negaranya, Escobar bak memiliki dua jati diri. Sebagian menganggap kalau dia adalah salah satu orang paling berbahaya. Namun, di sisi lain Escobar justru dianggap penyelamat. Terutama di mata lapisan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.

Meski uang yang dihasilkan dari perdagangan barang haram, ia tetap memiliki jasa dalam membangun perekonomian dan sumber daya manusia di sekitar Madeline. Salah satu jasanya adalah membangun persepakbolaan di negara Amerika Selatan ini. Berbekal saldo rekening yang tak terhingga, El Patron menyuntikan dana besar ke salah satu klub yang berasal dari kota kelahirannya, Atletico Nacional. 

Juara Copa Libertadores

Beda dengan kartel lain yang hanya menggunakan klub sepakbola sebagai tempat pencucian uang, Pablo Escobar tidak. Ia benar-benar mencintai olahraga yang satu ini. Escobar memang bukan atlet atau mantan pesepakbola profesional, tapi berkat kecintaan kepada sepakbola, ia juga memikirkan kemajuan Nacional.

Secara struktural organisasi Escobar memang tak tercatat sebagai anggota manajemen klub. Namun melalui penghasilan sekitar 70 juta euro per hari atau setara Rp1,1 triliun membuat dirinya dengan mudah membangun kembali Atletico Nacional secara menyeluruh. Ia bahkan melakukan transfer besar-besaran demi memperkuat tim yang berasal dari kota kelahirannya itu.

Berkat uluran tangan Pablo Escobar, Atletico Nacional jadi klub yang sangat kuat di Kolombia. Nacional bahkan sempat mendominasi kompetisi domestik Kolombia di pertengahan 1980. Pablo sesekali terlihat di tribun untuk menonton pertandingan Los Verdolagas. Ia sangat menikmati peran barunya sebagai investor klub sepakbola.

Puncaknya mungkin terjadi pada tahun 1989, saat klub El Patron tersebut menjuarai Copa Libertadores. Pada saat itu, Nacional jadi klub Kolombia pertama yang memenangkan gelar tersebut. Setelah juara, Escobar mengadakan pesta besar-besaran. Ia mengundang seluruh pemain Nacional untuk merayakan setiap keberhasilan yang mereka raih.

Kehancuran Sepakbola Kolombia

Kecintaan Escobar terhadap sepakbola tak hanya ditunjukkan melalui Atletico Nacional saja. Melainkan hampir di seluruh pelosok Kolombia. Selain membangun lapangan sepakbola sendiri di kediamannya. Escobar juga membangun lapangan sepakbola di daerah-daerah agar anak-anak lokal bisa menikmati sepakbola dari dekat rumah.

Apa yang telah dilakukan kartel narkoba ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Escobar memiliki pengaruh besar di sepakbola Kolombia. Saking besar pengaruhnya, bahkan ketika ia meninggal pada 1993, kekuatan Atletico Nacional menurun tajam. Kartel narkoba saingan Escobar mulai merusak nama baik sepakbola Kolombia saat itu.

Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat jadi akhir dari era keemasan sepakbola Kolombia di bawah bayang-bayang Narcos Football. Kolombia datang ke Amerika Serikat sebagai salah satu tim kuda hitam. Sayang, ekspektasi tinggi itu gagal diwujudkan Carlos Valderrama cs dan pulang lebih awal usai jadi juru kunci Grup A, kalah bersaing dengan Rumania dan Swiss sebagai juara grup serta runner up saat itu.

Dalam kegagalan timnas Kolombia tersebut, ada hal yang menyita perhatian dunia. Yaitu ketika pemain Timnas Kolombia, Andres Escobar dibunuh dengan cara tragis hanya karena melakukan gol bunuh diri. Dia meregang nyawa setelah ditembak mati algojo suruhan salah satu kartel narkoba saingan El Patron.

Tidak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk mengungkap tragedi berdarah ini. Polisi menangkap pria bernama Humberto Castro malam hari setelah kejadian. Dia merupakan kaki tangan kartel narkoba Santiago Gallon. Peristiwa paling sadis di sepakbola ini telah mencoreng wajah sepakbola Kolombia.

Kebangkitan Sepakbola Kolombia

Setelah rangkaian mimpi buruk tersebut, sepakbola Kolombia mulai pulih. Uang haram Escobar pun perlahan lenyap beriringan dengan kematian Andres Escobar. Rodriguez Orejuela bersaudara, salah satu kartel yang berkuasa setelah kematian Pablo pun diekstradisi ke Amerika untuk menjalani hukuman penjara yang cukup lama. 

Sepakbola Kolombia mulai memberikan harapan pada awal 2000-an. Kebangkitan Kolombia pasca lika-liku Narcos Football tercipta di Copa America 2001. Bukan Brazil, Argentina, atau Uruguay selaku raksasa Amerika Latin yang melakukannya, melainkan Kolombia. Los Cafeteros berhasil membawa pulang trofi paling bergengsi se-Benua Amerika tersebut.

Kolombia menciptakan sejarah baru sekaligus menjadi tim ketujuh yang mampu menjuarai Copa America setelah Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, Peru, dan Uruguay. Ini menjadi sebuah prestasi yang tak disangka-sangka, terlebih Kolombia baru saja lepas dari masa lalu yang kelam.

Nacional Masih Jadi yang Tersukses

Timnas Kolombia berhasil keluar dari kegelapan, lantas bagaimana kabar Atletico Nacional, mantan klub Pablo Escobar? Sama halnya dengan tim nasional, Atletico juga perlahan mulai membaik. Mereka tetap berusaha untuk tetap berlaga di kasta tertinggi sepakbola Kolombia. Meski sempat puasa gelar selama bertahun-tahun, Nacional tak pernah kehilangan nama besarnya di Kolombia. 

Setidaknya butuh 27 tahun lamanya bagi Los Verdolagas untuk kembali meraih gelar internasional, yakni Copa Libertadores. Mereka memenangkan turnamen tersebut pada tahun 2016 setelah mengalahkan wakil Ekuador, Independiente del Valle. 

Meski tak sesering dulu, Nacional masih bersaing di papan atas liga. Bahkan pada tahun 2022 kemarin, Nacional keluar sebagai kampiun Liga Kolombia. Menurut situs Transfermarkt, Los Verdolagas masih berstatus sebagai klub tersukses Kolombia dengan raihan 17 gelar liga dan dua gelar Copa Libertadores.

Sumber: Breaking The Lines, Sportskeeda, FFT, BRfootball, Foottheball

Sebelum Dipoles Fergie, Orang Ini Adalah Pemoles Bakat CR7 Sebenarnya

Cungkring, berpostur tak terlalu tinggi, dan mudah jatuh. Itulah Cristiano Ronaldo ketika masih berusia belasan tahun yang sedang menimba ilmu di akademi Sporting Lisbon sejak 1997. Sampai akhirnya ia lulus lebih cepat untuk dipromosikan ke tim utama Sporting Lisbon.

Lantas siapa yang mempromosikan dan memberinya menit bermain lebih? Tak dipungkiri, banyak orang yang menyebut bahwa Sir Alex Ferguson lah yang memolesnya hingga menjadi superstar seperti sekarang.

Namun apa jadinya kalau CR7 tak dipoles dahulu oleh orang ini di Sporting Lisbon? MU, Fergie, dan seluruh pecinta sepakbola di dunia pun tak akan menikmati indahnya permainan CR7 dalam hidupnya.

Ditemukan Dan Dipromosikan Laszlo Boloni

Jatuh cinta pada pandangan pertama. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan ketertarikan seorang pelatih asal Rumania, Laszlo Boloni terhadap bakat Cristiano Ronaldo.

Bagi fans Cristiano Ronaldo di penjuru dunia, mungkin kini harus akrab dengan nama yang satu ini. Siapa sih Boloni ini sebenarnya? Ia adalah pelatih Sporting Lisbon yang ditunjuk sejak musim 2001/02.

Ia hanyalah pelatih medioker. Meski hingga kini sudah melalangbuana ke beberapa klub medioker sampai akhirnya kini melatih FC Metz di divisi liga dua Prancis

Ketika ia melatih Sporting, Ronaldo masih berada di tim akademi. Singkat cerita, suatu saat Boloni melihat tim akademi bermain. Tak diduga ia langsung kepincut dengan talenta CR7.

Tanpa fafifu wasweswos, Boloni ingin anak muda itu berada di timnya. CR7 tak menyangka secepat itu ia dipanggil ke tim utama. Bahkan ia masih berusia 17 tahun waktu itu. Secara pertandingan pun CR7 masih bermain dua kali di tim akademi.

Walau begitu, Boloni yakin dengan keputusannya sendiri, karena didasari oleh insting yang tajam dalam melihat bakat pemain. Menurutnya CR7 berbeda dari teman sebayanya di akademi.

“Saya pergi melihat tim junior, lalu meminta dia bergabung dengan tim utama. Alasannya, dia punya atribut yang bagus. ia sangat cepat, dan punya kemampuan teknik yang mumpuni,” kata Boloni kepada Marca.

Boloni Sempat Ditertawakan

Ronaldo yang dianggap sudah dewasa dalam bermain dibanding bocah seumurannya, membuat Boloni nekat melabeli CR7 sebagai calon bintang besar yang bisa melewati pencapaian legenda Portugal macam Eusebio maupun Luis Figo.

Sikap Boloni tersebut wajar jika ditertawakan oleh publik Portugal. Karena CR7 sendiri belum menunjukan performa yang mejanjikan. Bermain di level senior saja belum, kok sudah bilang muluk-muluk?

Ditambah soal perkataan Boloni yang menyeret nama Eusebio dan Luis Figo. Karena tak dipungkiri bahwa mereka berdua bagi publik Portugal sudah bak dewa. Boloni pun sadar perkataannya telah membuat masalah sehingga dicibir. Namun Boloni tak tinggal diam. Ia tetap yakin pada pendiriannya terhadap Ronaldo.

Debut CR7 Di Bawah Boloni

Lalu apa yang dilakukan oleh Boloni? Ia memberikan menit bermain lebih CR7 sekaligus memberinya debut di tim senior. Awalnya debut Ronaldo di tim senior dicoba dulu di uji coba pramusim.

Melawan Lyon, PSG dan Real Betis, pemain cungkring bernomor punggung 28 itu langsung menyita perhatian kala menceploskan gol ke gawang Betis pada 3 Agustus 2002. Setelah itu, barulah media Portugal mulai banyak memberitakan CR7. Namanya kini muncul ke permukaan setelah sebelumnya banyak dicibir berkat perkataan Boloni.

Debut profesional Ronaldo di pertandingan resmi baru dijalani pada 14 Agustus 2002. Ketika Sporting berjibaku mendapatkan tempat di fase grup Liga Champions di babak kualifikasi melawan Inter.

Namun Ronaldo yang masuk menjadi pengganti tak mampu mengubah keadaan. Hasil 0-0 pun terjadi. Tapi di luar itu, sejak debutnya di laga uji coba, ia sudah semakin berkembang secara permainan.

Transformasi CR7 Dibawah Boloni

Lantas bagaimana bisa CR7 makin berkembang? Kembali lagi, hal itu tak terlepas dari peran Boloni. Secara khusus, ada satu hal yang jadi penentu kesuksesan dan kini jadi utang besar CR7 kepada Boloni.

Hal Itu adalah perubahan posisi yang dilakukan terhadap dirinya. Bagaimanapun andai tak berubah posisi, mungkin CR7 tak akan sedahsyat sekarang. Asal tahu saja, dulu di tim junior, CR7 bermain sebagai striker “Nomor 9”.

Nah, sejak dipromosikan Boloni, CR7 diputuskan untuk bermain di sisi sayap, baik dari kiri maupun kanan. Kata Boloni, hal itu dilakukan karena bobot Ronaldo hanya 60 kilogram. Akan sangat sulit bagi CR7 untuk duel dengan bek-bek tengah lawan yang tinggi dan berbobot lebih darinya. Boloni punya keyakinan kuat, dengan skill, kecepatan, serta kemampuan dribelnya, Ronaldo akan jauh lebih efektif di sisi sayap.

Awalnya perubahan posisi itu tak mudah. Hal itu diyakini sendiri oleh Boloni sebagai perjudian. Karena bagaimanapun Ronaldo yang diharapkan efektif melakukan dribbling di sisi sayap, eh malah keseringan melakukan dribbling yang tak perlu. Hal itulah yang jadi PR bagi Boloni.

Di sisi lain, dengan keyakinan Boloni itu apakah Ronaldo sudah banyak diberikan menit bermain? Faktanya menurut Transfermarkt, CR7 tercatat total hanya bermain sekitar 1400 menit. Artinya, ia tak langsung jadi orang kepercayaan di skuad inti Sporting musim itu.

Namun dari segi torehan gol dan assist, bagi seorang bocah cungkring 17 tahun sudah menjadi prestasi tersendiri. Dari 31 pertandingan, meski tak selalu starter ia sudah mampu membukukan 5 gol dan 6 assist.

Laga Melawan Moreirense Jadi Titik Balik

Dan salah satu momen penting bagi dirinya tentu adalah gol debutnya di pertandingan resmi kala melawan Moreirense. 7 Oktober 2002 menjadi malam yang indah bagi Ronaldo. Ia menciptakan gol debut sekaligus brace yang mengantarkan timnya menang telak 3-0.

Gol yang lahir dari dribbling serta sundulannya itu, telah mengubah segalanya bagi karir Ronaldo. Pasalnya dari video pertandingan itulah tim-tim besar Eropa mulai meliriknya.

Termasuk apa yang dilakukan MU yang sudah mengawasinya setelah melihat video itu. Ketika MU melakukan pertandingan uji coba melawan Sporting di tanggal 6 Agustus 2003, pasca pertandingan, tim internal MU termasuk Fergie serius melakukan pertemuan dengan sang agen Ronaldo, Jorge Mendes. Tak heran selang dua hari kemudian, MU mampu mengamankan bocah Madeira itu dengan bandrol 12,8 juta pounds.

Ronaldo Berhutang Budi Pada Boloni

Itulah takdir Ronaldo bisa sampai Old Trafford. Bakatnya beruntung bisa diasah oleh Fergie sehingga bisa menjadi seperti sekarang ini. Namun dari itu semua, yang patut untuk digarisbawahi adalah peran Laszlo Boloni.

Ronaldo dalam hidupnya akan sangat berhutang budi pada orang Rumania tersebut. Apa jadinya kalau ia tak dipromosikan ke tim utama Sporting waktu itu? Jadi, bagi CR7 dan para fans die hard-nya, selain Fergie, berterimakasihlah pada Laszlo Boloni.

https://youtu.be/3TM9F9FaE5g

Sumber Referensi : dailystar, transfermarkt, uefa, planetfootball, marca

Bisa Bahaya! Ini Bukti Lord Ibrahimovic Tak Boleh Diusik

Awas jangan macam-macam dengan Zlatan Ibrahimovic. Senggol dikit, bisa bahaya. Lord yang satu ini memang kerap bersitegang selama karirnya di lapangan hijau jika ada yang mengusiknya. Sikap dingin dan temperamentalnya tak jarang memakan korban.

Tak hanya lawan, kawan pun kerap jadi sasarannya. Ia tak pandang bulu jika tak suka sama orang. Mau tahu konflik unik apa saja yang terjadi berkat ulah Ibrakadabra ini?

Mengancam Mematahkan Kaki Van Der Vaart

Yang pertama terjadi ketika Ibrahimovic datang ke Ajax dari Malmo pada tahun 2001. Sampai pada akhirnya ada satu permasalahan diantara bintang Ajax., Van Der Vaart dengan anak baru bernama Ibrahimovic itu.

Mereka sempat tak saling respect di dalam tim. Kata Van Der Vaart, Ibra nampak cemburu terhadap sinar kebintangannya yang sudah kadung lebih dulu dicintai publik Amsterdam.

Alhasil suatu ketika pada laga di level timnas antara Swedia vs Belanda mereka berduel meluapkan persaingannya itu. Van Der Vaart jadi korban tekel keras Ibra. Ia pun cedera parah dan setelah itu absen selama beberapa bulan.

Van Der Vaart meyakini bahwa tekel seram itu sengaja ditujukan kepadanya. Namun di sisi lain, Ibra mengklaim bahwa ia tidak sengaja. Ibra tak terima Van Der Vaart terus mengumbar fakta yang menyudutkan dirinya. Dengan nada lantang Ibra bahkan mengancam mematahkan kedua kaki Van der Vaart biar puas.

Perseteruan itu berakhir ketika Ibra pergi ke Juve. Namun ketika laga Milan vs Spurs di Liga Champions 2011 silam, mereka berdua kembali bertemu. Syukurnya pematahan kaki itu tidak terjadi. Walaupun pada akhirnya Ibra dipecundangi Van Der Vaart karena timnya kalah.

Mengirim Materazzi Masuk RS

Berikutnya yang jadi korban Lord Ibra adalah Marco Materazzi. Berawal dari dendam kesumat Ibra kala ditekel Materazzi pada 2006. Peristiwa itu terjadi pada laga Juve vs Inter. Ketika itu Ibra merasa disakiti dan sempat mendekam cedera berkat tekel itu.

Pembalasan dendam Lord Ibra baru terwujud ketika ia berbaju Milan. Tepatnya pada musim 2011. Tendangan ala taekwondo menghujam tubuh Materazzi. Ilmu kungfu Ibra itu mampu mengirim Materazzi sampai masuk rumah sakit. Ibra pun banyak dikecam atas perilakunya itu.

Namun yang namanya Lord, ia bahkan mengakui bahwa itu adalah hal yang disengaja. “Ini adalah momen penantianku selama lima tahun,” kata Ibra.

Yang jadi menarik ketika itu Materazzi tak tinggal diam. Ia juga sempat menyerang balik Ibra, namun hanya berupa postingan di akun media sosial pribadinya saja. Ia memposting dirinya bersama Inter kala memboyong trofi Liga Champions 2010. Hal itu murni spesifik ditujukan kepada Ibra yang notabene belum pernah merengkuh trofi Si Kuping Besar itu.

Memukul Jonathan Zebina

Ibrahimovic juga membuat ulah di tahun 2004 ketika berseragam Juventus. Kali ini bukan lawan yang menjadi musuhnya, melainkan teman sendiri. Peristiwa itu berawal ketika bek asal Prancis, Jonathan Zebina di sesi latihan kedapatan melakukan tekel terhadapnya. Ibra yang melihat tekel tak perlu itu langsung emosi.

Tak tanggung-tanggung, sebuah pukulan tinju ke muka Zebina menjadi hadiah saat itu juga. Beberapa teman yang melerai termasuk pelatih Fabio Capello pun tak mampu menyelamatkan Zebina.

Sang pelatih pun marah, dan sempat mendenda keduanya. Zebina akhirnya terlihat di ruang perawatan dengan mukanya yang dikompres es batu karena memar berkat tinju Lord Ibra tersebut.

Bergulat Dengan Oguchi Onyewu

Saat di Milan, selain mengirim Materazzi ke rumah sakit, Ibra juga membuat gaduh suasana latihan dengan rekan setimnya. Kali ini Ibra terlibat perselisihan dengan bek Milan asal AS Oguchi Onyewu.

Apa sih permasalahanya? Awalnya Ibra ini terlihat sengaja menekel Onyewu pada sesi latihan. Dikira Ibra, bek bertubuh tinggi besar bak petinju itu tak berani menantangnya. Eh, malah kebalikannya.

Onyewu berani menantang Lord Ibra dengan melayangkan pukulan. Apa yang terjadi? Ibra pun tersungkur dan mencoba bangkit lagi dan berduel. Gattuso dan beberapa pemain lainnya pun sempat melerainya. Pelatih Max Allegri pun akhirnya menghentikan sementara sesi latihan sampai semuanya beres.

Ibra sendiri mengaku, bahwa kejadian itu membuatnya patah tulang rusuk. Baru kali ini Ibra kalah duel. Ada yang bilang itu adalah karma yang menimpanya akan perbuatannya dulu.

Mencekik Simon Kjaer

Saat laga Liga Europa antara MU vs Fenerbahce pada 2016, terlihat pemandangan di lapangan Lord Ibra terisolasi di lini depan karena terus ditempel ketat dan dilanggar oleh bek Fenerbahce, Simon Kjaer.

Kejadian ini bermula ketika Kjaer berhasil merebut bola yang sedang digiring Ibra. Usai merebut bola, ia sempat memberikan tangannya untuk mengajak Ibra bersalaman. Namun upayanya ditolak, dan Ibra malah naik pitam dengan mencekik leher Simon Kjaer.

Keduanya sempat beradu mulut sebelum akhirnya dipisahkan oleh Mourinho yang berada di dekat kejadian. Beruntung bagi Lord Ibra, meski melakukan tindakan tidak terpuji itu dirinya lolos dari hukuman kartu.

Keduanya bahkan setelah itu saling canggung ketika sama-sama dalam balutan seragam Milan. Apakah perseteruan itu bersemi kembali dalam satu tim? Nampaknya hal itu belum terjadi. Yang ada, keduanya saling memaafkan dan saling puji satu sama lain.

Ribut Dengan Marcos Rojo

Masih berseragam MU. Lord Ibra kembali memakan teman sendiri. Kali ini yang jadi musuh adalah Marcos Rojo, bek MU asal Argentina. Awal mula perselisihan itu memang diawali dari ulah Rojo.

Rojo tak memberi umpan kepada Ibra ketika MU menguasai bola dalam keadaan unggul di Old Trafford. Kala itu, Rojo malah lebih sering memberi umpan kepada Pogba. Padahal Ibra terus meneriakinya untuk meminta bola tersebut. Rojo pun berani dan malah balik mengatakan “Diam kau, si hidung besar.”

Wah, cari gara-gara nih Rojo. Benar saja, Ibra yang dengar mulut Rojo mengatainya, setelah pertandingan usai langsung menghampiri Rojo di ruang ganti. Adu mulut dan perkelahian pun terjadi. Mourinho dan para pemain lainnya pun sempat melerainya.

Kegaduhan selesai, namun tidak untuk hari berikutnya. Meskipun terlihat guyon dan dengan suasana santai, Rojo terlihat dicekik lehernya dari belakang oleh Ibra saat sarapan pagi. Ketika itu ia masih bilang ke Rojo, “Ngomong apa kamu kemarin?” dengan diselingi tawa.

Adu Kepala Dengan Lukaku

Satu lagi ulah Ibra yang baru-baru ini terlihat di atas lapangan. Yakni ketika ia beradu kepala dengan Romelu Lukaku saat Derby Della Madonnina di perempat final Coppa Italia 2021.

Tak hanya di Derby Milan itu saja mereka berselisih. Sebelumnya, ketika sama-sama membela MU pun mereka sempat terlibat perselisihan. Saat di MU, Ibra sering merecoki Lukaku.

Lukaku sempat beberapa kali diganggu maupun di tekel di sesi latihan. Menurut penuturan Lukaku, Ibra berniat mencederainya dan merebut tempat di striker inti MU. Lukaku juga sempat dibully karena tak mau terima tantangan taruhan dari Ibra. Ibra sempat bertaruh jika Lukaku mampu memberikan setiap sentuhan pertama dengan bagus, ia akan membayar 50 pounds atau (Rp 900 ribu).

Hal itu bagi Lukaku merupakan sebuah sindiran. Karena Lukaku sempat bermasalah dengan teknik sentuhan pertamanya sebagai seorang striker waktu itu. Akumulasi dendam lama itulah yang mungkin menyulut kemarahan Lukaku ketika berani mengajak duel Ibra di Derby Milan tersebut.

https://youtu.be/fP58mNjAp9o

Sumber Referensi : thesun, dailymail, givemesport, bleacherreport, talksport, thesun

Bertabur Bintang Tapi Kelam!! Bukti PSG Selalu Pahit di Champions League

Entah apa yang salah dari PSG tapi mereka selalu menghadapi nasib buruk di Liga Champions. Padahal skuad parisiens adalah tim yang bertabur bintang paling mahal seantero Eropa. Tapi mereka masih belum bisa menaklukan kompetisi Eropa. Semalam mereka kembali harus menghadapi keterpurukan. Messi dan kolega tidak bisa melangkah ke fase berikutnya setelah dipecundangi oleh Bayern Munchen.

PSG Keok Lawan Bayern Munchen

PSG tidak berdaya di dua leg melawan Bayern Munchen. Nyatanya raksasa Jerman itu memang lebih perkasa di setiap aspek permainan. Lini serang parisiens diredam dengan baik oleh pertahanan gemilang die roten. Trio Neymar, Mbappe, dan Messi hanya menghasilkan 10 tembakan selama dua leg itu. Sebuah catatan yang memalukan untuk tiga pemain dengan bayaran tertinggi di dunia saat ini.

Padahal mereka bisa menunjukan ketajaman di liga domestik. Lini depan PSG terlihat begitu tajam setelah mencetak 11 gol dalam tiga kemenangan beruntun di Liga Prancis. Yang terakhir adalah kemenangan 4-2 atas Nantes, dimana Mbappe mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub. Ia telah mengoleksi 201 gol untuk les parisiens.

Di leg kedua ini, Neymar harus absen karena cedera jangka panjangnya. Dan itu membuat PSG semakin tak berdaya melawan Bayern Munchen. Duet Messi dan Mbappe tidak cukup tajam untuk menembus pertahanan yang dipimpin oleh Matthijs de Ligt. Bek asal Belanda itu menunjukan kemampuan bertahan luar biasa ketika menghalau tendangan Vatinha yang nyaris melewati garis gawang.

Meskipun PSG lebih dominan di babak pertama, mereka tidak bisa memanfaatkan momentum. Skuad Galtier mampu mencatatkan penguasaan bola yang lebih unggul. Namun mereka harus puas dengan skor kacamata di babak pertama.

Masuk ke babak kedua, Bayern membuat awal yang kuat. Eric Maxim Choupo-Moting, yang merupakan mantan pemain Paris memasukan bola ke gawang yang menganga di menit ke-60. Membuat agregat menjadi 2-0.

Setelah itu, kedua manajer membuat beberapa pergantian pemain di sepuluh menit terakhir. Tapi pemain pengganti Bayern yang membuat dampak lebih signifikan. Serge Gnabry masuk ke ruang terbuka dan membuat skor menjadi 2-0 di menit ke-89. Kini agregat jadi 3-0 dan membuat punggawa PSG makin frustasi. Sampai peluit panjang dibunyikan tidak ada gol tambahan. Bayern pun melaju ke perempat final dengan mudah.

Champions Adalah Rumah Bayern

Gambaran terakhir di Allianz Arena menceritakan kisah mereka masing-masing. Kegembiraan tersaji di sisi tuan rumah yang merayakan kesuksesan mereka. Sementara itu Mbappe dan Messi langsung menghilang dari lapangan. Tidak lebih dari enam pemain PSG yang datang ke tribun suporter tamu untuk berterima kasih kepada fans yang sudah jauh-jauh datang dari Paris.

Mereka tentu kecewa lagi-lagi hanya sampai di 16 besar. Namun quarter final memang sudah jadi rumah Bayern yang mereka tempati secara reguler. Die Roten telah lolos ke perempat final Liga Champions untuk ke-21 kalinya. Itu lebih banyak daripada klub lain di Eropa.

Thomas Muller CS juga telah memenangkan 16 dari 18 laga kandang di Champions League terakhir mereka. Bayern hanya pernah sekali menang dan sekali kalah. Menunjukan bagaimana kekuatan mereka jika bermain di rumah sendiri.

Tidak hanya itu. Bayern kini mencatatkan tujuh clean sheet dalam delapan pertandingan Liga Champions musim ini. Yang tidak terduga adalah, satu-satunya tim yang bisa mencetak gol ke gawang mereka adalah Viktoria Plzen dalam kemenangan 4-2. Itu terjadi di Republik Ceko pada fase grup.

Catatan PSG di Champions

Catatan luar biasa Bayern di liga Champions itu sangat berbanding jauh dengan catatan PSG. Les Parisiens telah menjalani 137 pertandingan Liga Champions tanpa menjuarai kompetisi. Itu jadi catatan terburuk kedua sepanjang masa sebuah klub. Yang terbaik masih dipegang oleh Arsenal. Meriam London mencatatkan 177 pertandingan tanpa pernah juara Champions.

Ini tentu bertolak belakang dengan visi pemilik PSG saat ini. Qatar Sport Investment sangat ingin membawa gelar Champions pertama ke Parc de Princes. Sementara klub telah mendominasi liga domestik sejak tahun 2011. Tapi di Champions League, mereka selalu gagal meskipun sudah belanja pemain besar-besaran.

Dengan tersingkirnya PSG musim ini di babak 16 besar, itu memperpanjang catatan buruk klub di Eropa. PSG telah delapan kali dalam 10 tahun hanya bisa sampai di perempat final. Hanya dua kali tim Menara Eiffel berhasil melewati perempat final. Yakni mencapai final pada musim 2019/20 dan semifinal 2020/21.

Donnarumma mungkin punya penyesalan lebih atas catatan PSG di Champions League itu. Pasalnya AC Milan yang merupakan klub lama Donnarumma berhasil melaju sampai ke perempat final setelah mengalahkan Tottenham. Tapi ia mengaku masih bangga berseragam PSG dan ikut senang atas pencapaian AC Milan.

“Kami kecewa dan marah. Sangat mengecewakan tersingkir dari Champions League. Ya, saya senang Milan bisa terus maju, tapi saya sangat bangga berada di PSG.” Ungkapnya dikutip dari the Athletic.

Masa Depan Messi dan Mbappe

Donnarumma mungkin masih bisa bertahan di PSG beberapa musim kedepan. Tapi yang jadi pertanyaan adalah akankah ini jadi musim terakhir Mbappe dan Messi di Paris? Setelah menjuarai Piala Dunia, Messi tentu ingin sekali lagi menjuarai Liga Champions sebelum ia pensiun. Tapi mimpinya itu akan sulit jika terus berada di Paris.

Kontrak Messi akan habis pada musim panas mendatang. Ada laporan bahwa ia sudah ditawari perpanjangan kontrak selama satu tahun di PSG. Tapi kabar itu masih simpang siur dan belum ada kejelasan lebih lanjut. Baik itu dari pihak klub maupun Messi sendiri.

Untuk Mbappe, kontrak tiga tahun yang ia tandatangani musim lalu memang bisa meredam rumor untuk sementara waktu. Tapi Mbappe masih saja selalu dikabarkan akan bergabung dengan Real Madrid. Ia masih punya sisa kontrak di PSG selama dua tahun. Tapi ia bisa membatalkan kontrak tersebut dan pergi dari klub.

Apakah itu akan terjadi di akhir musim ini? Akankah akhirnya Mbappe mendarat ke Bernabeu? itu semua masih belum pasti. Tapi yang pasti adalah Mbappe ingin menjadi pemain terbaik dan mendapatkan gelar Ballon d’Or. Ia tidak bisa mendapatkannya kalau belum menjuarai Liga Champions. Dan Real Madrid adalah klub paling tepat jika ia ingin dapat gelar Liga Champions.

Sumber referensi: Athletic, Sporting, Sportskeeda

Berita Bola Terbaru 9 Maret 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL LIGA CHAMPIONS

Bayern Munchen berhasil melaju ke perempat final atau delapan besar Liga Champions 2022/23. Raksasa Jerman itu membungkam skuad mewah PSG di leg kedua 16 besar dengan skor 2-0. Gol Bayern yang bersarang di gawang PSG dicetak oleh Eric Maxim Choupo-Moting di menit 61 dan Serge Gnabry 89. Dengan hasil ini, Bayern menyingkirkan PSG dengan agregat 3-0.

Di laga lain, Tottenham Hotspur gagal memanfaatkan kesempatan saat tampil di depan pendukungnya sendiri. Menjamu AC Milan, Spurs hanya bisa berbagi angka 0-0. Atas hasil ini, AC Milan lah yang lolos ke perempat final karena di leg pertama Rossoneri menang 1-0 atas Spurs. Ini menjadi kali pertama Milan lolos ke perempat final Liga Champions sejak musim 2011/12.

CONTE AKUI TOTTENHAM BEDA LEVEL DENGAN AC MILAN

Antonio Conte kembali gagal membawa tim yang dilatihnya melaju ke perempat final Liga Champions usai disingkirkan AC Milan. Menurut pelatih asal Italia itu, Tottenham harus bekerja keras untuk bisa bersaing kompetitif di level yang lebih tinggi. Dalam pandangan Conte ada jalan panjang yang harus ditempuh. Dalam hal sejarah, lanjut Conte, Milan dan Tottenham berada di level yang berbeda.

CONTE: SPURS MUNGKIN MEMECAT SAYA SEBELUM AKHIR MUSIM

Pelatih Tottenham Hotspur Antonio Conte mengatakan masa depannya akan dibicarakan pada akhir musim, tetapi mengakui klub mungkin akan memecat dirinya setelah tersingkir dari Liga Champions. Dilansir ESPN, Conte mengatakan, “Mari kita lihat bagaimana musim berakhir. Mungkin mereka bisa memecat saya lebih awal. Mungkin ekspektasinya lebih tinggi dan mungkin kecewa.”

MESSI GAGAL LAGI ‘BUKA PUASA’ DI LIGA CHAMPIONS

Lionel Messi belum berhasil menjuarai Liga Champions lagi sejak 2015. Artinya, sudah delapan musim La Pulga puasa gelar Liga Champions. Sejak 2015, pencapaian maksimal Messi cuma sekali semifinal di 2018/19 dan lebih banyak kandas di perempat final. Dalam dua musim terakhir bareng PSG, Messi bahkan mentok di 16 besar melulu.

MBAPPE PAKAI SEPATU KHUSUS LAWAN BAYERN MUNCHEN

Kylian Mbappe mengenakan sepatu Nike emas khusus untuk pertandingan melawan Bayern Munchen, setelah menjadi pencetak gol terbanyak PSG. Nike memberi hadiah sepatu spesial itu usai Mbappe telah cetak 201 gol untuk PSG. Kendati demikian, meski pakai sepatu khusus, Mbappe belum berhasil bawa PSG mengalahkan Bayern Munchen.

BELLINGHAM MURKA SOAL PENALTI KONTROVERSIAL KAI HAVERTZ

Gelandang Borussia Dortmund, Jude Bellingham geram dengan gol penalti Kai Havertz, yang harus dilakukan secara ulang pada laga kedua 16 besar Liga Champions 2022/23 di Stamford Bridge, Rabu (8/3). Havertz berhasil cetak gol di penalti kedua itu. Gol itu berhasil mengirim Chelsea ke perempat final. “Keputusan itu mengecewakan dan fakta bahwa mereka telah mengulang penalti, saya pikir itu adalah lelucon,” kata Bellingham kepada BT Sport.

PENYANYI SEKSI SPANYOL JADI SPONSOR BARCELONA DI LAGA EL CLASICO

Penyanyi seksi asal Spanyol yakni Rosalia resmi menjadi sponsor Barcelona di laga El Clasico Liga Spanyol kontra Real Madrid. Laga itu akan dimainkan pada 20 Maret 2023 di Stadion Camp Nou. Seperti diketahui, Barcelona sendiri bekerja sama dengan platform musik digital Spotify dan akan menampilkan logo penyanyi Rosalia di bagian depan kaos Barcelona.

DIRUMORKAN DIINCAR MADRID, BEGINI TANGGAPAN MIKEL ARTETA

Real Madrid dilaporkan membidik Mikel Arteta guna menggantikan posisi Carlo Ancelotti yang masa depannya di Santiago Bernabeu belum jelas. Arteta yang mendengar rumor itu, menanggapinya bahwa saat ini fokusnya hanyalah pada Arsenal. “Yang bisa saya katakan adalah bahwa saya sepenuhnya fokus pada apa yang saya lakukan di sini dan sangat bangga serta bersyukur melakukan apa yang saya lakukan di klub sepak bola ini. Itu dia.”

BELUM SEMUSIM, SCOTT PARKER SUDAH DIPECAT DUA KALI

Club Brugge, yang telah tersingkir dari Liga Champions langsung memecat Scott Parker. Parker didepak dari jabatannya usai Club Brugge dilibas Benfica lewat agregat 7-1 di 16 besar Liga Champions. Sebelum dipecat Club Brugge, Parker pernah dipecat Bournemouth pada Desember 2022. Padahal ia baru menukangi klub Liga Inggris tersebut pada awal musim 2022/23. 

WADUH! SUDAH PUNYA ISTRI, WALKER KEPERGOK CIUM WANITA LAIN

Bintang Manchester City, Kyle Walker, kepergok selingkuh dengan cewek lain. Dia yang sudah punya istri bernama Anna Walker, ketahuan mencium dan meraba bagian sensitif cewek lain. Diberitakan oleh Mirror, Walker menari dengan cewek tersebut di sebuah bar di Inggris dalam keadaan mabuk. Sikap kurang pantas Kyle Walker ini kabarnya akan ditindaklanjuti oleh kepolisian setempat.

BRUNO DIKRITIK 2 LEGENDA MU, TEN HAG PASANG BADAN

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag memberikan pembelaan terhadap Bruno Fernandes yang terus dihujani kritik. Seperti diketahui, Bruno dikritik usai MU dibantai Liverpool. Dua legenda MU, Roy Keane dan Gary Neville, menilai pemain berusia 28 tahun itu tak layak menyandang ban kapten. Menanggapi tuntutan-tuntutan tersebut, Ten Hag memastikan bahwa ia tidak berencana menarik ban kapten dari Fernandes.

MU DITUDING MENYERAH DI ANFIELD, RASHFORD: OMONG KOSONG

Kekalahan Manchester United 0-7 dri Liverpool adalah hasil dari kurangnya komunikasi, kata penyerang Setan Merah Marcus Rashford pada Rabu (8/3). Dia menepis anggapan bahwa para pemain Setan Merah telah menyerah dalam kekalahan tersebut. “Kami tidak menyerah, itu omong kosong. Kami tidak terorganisasi…ya. Komunikasi kami buruk…ya. Itulah mengapa kami kebobolan,” kata Rashford.

DUH! KARIM BENZEMA CEDERA LAGI

Karim Benzema telah menderita tidak kurang dari tujuh cedera sejauh musim ini, dan akibatnya telah melewatkan 12 pertandingan. Dia dapat menambah jumlah itu, menyusul laporan dari Football Espana bahwa pemain berusia 35 tahun itu absen dari latihan penuh pada hari Rabu, menjelang pertandingan hari Sabtu melawan Espanyol di Santiago Bernabeu.

SAAT GRIEZMANN SEMRINGAH KETEMU ‘KEMBARAN’ DI PARIS

Pemain Atletico Madrid Antoine Griezmann pada Senin (6/3) mengamati ‘kembarannya’ yang terbuat dari lilin. Patung lilinnya sendiri berada di Museum Grevin, salah satu destinasi wisata paling ternama di Paris, Prancis. Patung karya Stephane Barret tersebut mengenakan jersey timnas Prancis, dengan ekspresi senyum dengan gestur selebrasi khas Griezmann seusai mencetak gol. 

ENZO BERIKAN JERSEY UNTUK FANS ANAK-ANAK YANG PAKAI KAOS CHELSEA DENGAN TULISAN MESSI

Pertandingan Chelsea melawan Borussia Dortmund menjadi momen berkesan bagi seorang bocah penggemar yang mendapat hadiah jersey dari Enzo Fernandez, Rabu (8/3). Enzo Fernandez memberikan kaosnya untuk seorang anak yang mengenakan kaos Chelsea atas nama Messi dengan nomor 10 di punggungnya. Sikap Enzo Fernández terhadap seorang anak yang melompat ke lapangan ini mendapat sorotan dari beberapa wartawan.

INTER MILAN DAN UNICEF BEKERJASAMA DUKUNG KORBAN GEMPA TURKI

Inter Milan bekerjasama dengan UNICEF melelang jersey Liga Champions untuk memberikan bantuan kepada korban gempa bumi di Turki dan Suriah. Yang dilelang adalah celana pendek yang dipakai dalam laga babak 16 besar melawan Porto. Jersey tersebut dijual mulai tanggal 6-11 Maret di eBay. Hasil lelang akan disumbangkan untuk pekerjaan intervensi UNICEF di daerah terdampak, membantu menyediakan persediaan medis, tempat perlindungan darurat, pertolongan pertama, dan makanan.

TIGA KANDIDAT PELATIH PENGGANTI CARLO ANCELOTTI

Dilansir Football Espana, masa depan Carlo Ancelotti diujung tanduk menyusul performa negatif beberapa laga terakhir.  Presiden Real Madrid Florentino Perez mengunjungi Ancelotti di ruang ganti setelah bermain imbang dengan Real Betis pada hari Minggu. Jika Ancelotti dibebaskan dari tugasnya di akhir musim, atau jika dia memilih untuk mengambil alih sebagai manajer Brasil, Perez telah menyusun daftar tiga orang sebagai pelatih Real Madrid. Zidane, Pochettino, dan Raul digosipkan bakal jadi suksesor Ancelotti.

WATFORD PECAT SLAVEN BILIC

Watford memecat Slaven Bilic setelah kurang dari enam bulan bertugas dan menunjuk Chris Wilder untuk sisa musim ini. Pertandingan terakhir Bilic adalah hasil imbang 0-0 di kandang Preston pada hari Sabtu, hasil yang membuat mereka hanya meraih satu kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir. Watford hanya memenangkan tiga laga sejak Natal, dan hanya meraih 14 poin dari kemungkinan 36 poin.

LIVERPOOL PERTIMBANGKAN BOYONG JAMES MADDISON

Raksasa Premier League, Liverpool dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk memboyong James Maddison dari Leicester City. Laporan dari Footballtransfertavern.com menyebut salah satu faktor The Reds mengincarnya adalah karena kontraknya yang akan berakhir pada musim panas 2024 mendatang. Liverpool tak sendirian dalam perburuan Maddison. Kabarnya pemain 26 tahun tersebut juga diincar oleh Manchester United, Tottenham, dan Newcastle.

NAINGGOLAN: SAYA DIPERLAKUKAN SEPERTI KOTORAN DI ANTWERP

Radja Nainggolan mengaku jika dirinya diperlakukan layaknya kotoran manusia, saat membela Royal Antwerp dari tahun 2021-2022. Hal ini disampaikan secara terbuka oleh Nainggolan, dalam wawancaranya dengan Antwerp Gazette. Nainggolan mengatakan kalau selama 18 bulan membela Antwerp, dirinya banyak mengalami perlakuan yang tak menyenangkan baik itu dari presiden klub, atau juga dari pemain-pemain muda.

KVARATSKHELIA DIAJAK GUTI UNTUK GABUNG REAL MADRID

Real Madrid ternyata adalah klub idola Kvara sejak kecil. Kvara mengidolakan Madrid lantaran terkesima dengan permainan gelandang flamboyan El Real di era 2000-an yaitu Guti Hernandez. Terkait komentar Kvara bulan Februari silam, Guti pun menanggapinya di program El Chiringuito de Jugones. Guti berharap Kvara bisa bergabung ke Madrid dalam waktu dekat dan dirinya siap menghadiahkan jersey khusus untuk pemain 22 tahun tersebut.

TIGA KLUB SERIE A TERTARIK MENGONTRAK MAHMOUD DAHOUD

Sejumlah klub di seluruh benua, termasuk tiga di Italia, dikatakan tertarik untuk menggaet pemain Borussia Dortmund, Mahmoud Dahoud dengan status bebas transfer saat kontraknya habis pada akhir musim. Dortmund telah mengkonfirmasi bahwa mereka tidak akan mengambil opsi untuk memperbarui kontrak Dahoud saat ini. Adapun tiga klub Serie A yang tertarik sama Dahoud adalah Napoli, AS Roma dan AC Milan.

BARCELONA TERANCAM KE PENGADILAN GARA-GARA SKANDAL SUAP WASIT

Barcelona tersandung skandal suap wasit. Barcelona dituding menyuap eks Wakil Presiden Komite Wasit Spanyol (CTA) periode 1994-2018, Jose Maria Enriquez Negreira. Blaugrana membayar Negreira 6,7 juta euro dalam rentang tahun 2001-2017. Kantor Kejaksaan Spanyol siap menyeret Los Cules ke pengadilan. Presiden-presiden Barcelona pada periode kasus tersebut, yakni Joan Gaspart (2000-2003), Sandro Rosell (2010-2014), Joan Laporta (2003-2010), dan Josep Maria Bartomeu (2014-2020), bisa dibawa ke meja hijau apabila Barcelona dinyatakan bersalah.

JOAN LAPORTA BANTAH BARCELONA SUAP WASIT

Barcelona digoyang isu suap eks Wakil Presiden Komite Wasit Spanyol (CTA), Jose Maria Enriquez Negreira. Pihak Barcelona membantah telah membayar jasa Negreira untuk menyuap wasit. Joan Laporta selaku presiden klub menuding skandal ini dibuat untuk menjatuhkan Los Cules. “Barca tidak pernah menyuap wasit dan Barca tidak pernah berniat membeli wasit. Sama sekali tidak pernah,” kata Laporta pada konferensi pers Barcelona, Selasa (7/3), dikutip dari Football Espana.

INDONESIA HADAPI 2 TIM AFRIKA DI FIFA MATCHDAY

Teka-teki lawan timnas Indonesia di FIFA Matchday Maret 2023 mendatang sudah menemui titik terang. Skuad Garuda dikabarkan akan memainkan dua pertandingan melawan tim Afrika, yakni Burundi dan Kenya. Hal itu seperti yang dibagikan akun Twitter asal Burundi @257Foot. Seluruh pertandingan akan digelar di Indonesia. Adapun FIFA Matchday akan digelar pada 20-28 Maret 2023. Burundi saat ini duduk di posisi ke 141 rangking FIFA. Sedangkan Kenya lebih tinggi berada di posisi ke 101 rangking FIFA.