Beranda blog Halaman 382

Berita Bola Terbaru 15 Maret 2023 – Starting Eleven News

0

HASIL LIGA CHAMPIONS

Di lanjutan pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Manchester City melumat habis RB Leipzig dengan skor 7-0. Erling Haaland jadi bintang lapangan dengan mencetak lima gol di menit 22, 24, 45, 53, dan 57. Sedangkan dua gol lainnya dicetak oleh Ilkay Gundogan menit 49 dan Kevin De Bruyne menit 90. City lolos ke babak perempat final dengan agregat 8-1.

Sama halnya dengan City, Inter Milan juga berhasil lolos ke babak perempat final setelah menahan imbang FC Porto 0-0. Hasil tersebut sudah cukup bagi Romelu Lukaku cs untuk mengamankan satu tempat di babak selanjutnya, karena berhasil unggul agregat 1-0 di leg pertama.

PELATIH PORTO MERASA TIMNYA TAK LAYAK KALAH

Kekalahan yang diterima Porto dari Inter Milan di Liga Champions tampaknya sulit diterima oleh sang pelatih, Sérgio Conceição. Dilansir Portugol, Conceicao merasa timnya tampil jauh lebih baik daripada Inter. Sang pelatih bahkan yakin kalau di dua leg menghadapi Inter, Porto tampil lebih mendominasi. Setelah kekalahan ini, sang pelatih meminta para pemain untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan fokus ke kompetisi domestik.

PENCAPAIAN LUAR BIASA DUO MILAN DI UCL

Inter Milan berhasil menyusul tetangganya, AC Milan yang sudah lebih dulu mengamankan satu tiket di babak perempat final Liga Champions 2022/23. Dilansir Get Football News Italy, ini jadi pencapaian yang luar biasa bagi kedua klub asal Kota Milan tersebut. Keduanya  sama-sama berhasil mencapai perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2005/06.

CETAK 5 GOL DI LAGA UCL, HAALAND BANJIR REKOR

Setelah cetak lima gol di pertandingan Liga Champions melawan RB Leipzig semalam, Erling Haaland dikabarkan banjir rekor. Setidaknya ada lebih dari dua rekor yang berhasil ia pecahkan di pertandingan tersebut. Dilansir ESPN, Haaland telah memecahkan beberapa rekor, di antaranya jadi pemain tercepat yang bisa mencetak 30 gol di UCL, pencetak gol UCL paling banyak dalam satu musim bersama Manchester City, dan jadi pencetak gol terbanyak City dalam satu musim. Haaland memang monster!

PEP GUARDIOLA DIBUAT PATAH HATI OLEH JULIA ROBERTS

Dalam sesi wawancara setelah pertandingan Liga Champions, Pep Guardiola membeberkan salah satu rahasia terbesarnya. Dilansir Sky Sport, Pep pernah dibuat galau oleh Julia Roberts karena lebih memilih Manchester United daripada Manchester City. Perlu diketahui, Pep begitu menggemari artis Hollywood tersebut. Dengan nada bercanda, ia menambahkan apabila memenangkan Liga Champions tiga kali berturut-turut sekalipun, ia tetap merasa gagal karena Julia lebih memilih Manchester United.

RIO FERDINAND EJEK ETIHAD STADIUM

Meski Manchester City menang, mereka tak bisa menghindar dari olok-olok legenda Manchester United, Rio Ferdinand. Dilansir Give Me Sport, Rio mengejek pertunjukan lampu yang ditujukan untuk para penonton di Stadion Etihad. Menurutnya, itu merupakan pertunjukan yang berlebihan. Pasalnya, jika City memiliki sejarah seperti Manchester United, pertunjukan tersebut dirasa sangat tidak perlu.

RONALDO NGAMUK KE WASIT, ADA APA?

Cristiano Ronaldo kembali berulah. Pada pertandingan Al-Nassr vs Abha di ajang King’s Cup, Ronaldo dikabarkan kesal dengan keputusan wasit. Dilansir AS, Ronaldo membuang bola tinggi-tinggi saat wasit meniup peluit tanda pertandingan babak pertama berakhir. Alhasil ia mendapat kartu kuning. Sebetulnya Al-Nassr sudah unggul 2-0, tapi saat injury time babak pertama Ronaldo sedang menguasai bola dan bersiap melancarkan serangan. Namun wasit Andris Treimanis justru meniup peluit. Ronaldo yang tak terima pun akhirnya ngomel-ngomel.

PIQUE BANTAH KALAU BARCA PERNAH SOGOK WASIT

Seiring kasus suap yang menimpa Barcelona, Gerard Pique pun angkat bicara. Menurutnya, Barca yang ia kenal tak pernah melakukan hal tak terpuji semacam itu. Dilansir Goal, Pique merasa kalau Barcelona tak pernah melakukan suap pada wasit. Pada era keemasan mereka, Barcelona memang superior, jadi klub tak mungkin merendahkan harga diri untuk meminta bantuan wasit.

RAMOS PRIORITASKAN BERTAHAN DI PSG

Beberapa hari terakhir berhembus kabar kalau PSG kesulitan untuk memperpanjang kontrak Sergio Ramos. Akhirnya, banyak klub MLS berusaha mendekati sang pemain. Namun, menurut Goal, Ramos lebih memprioritaskan untuk bertahan di PSG dan memainkan sepakbola Eropa ketimbang bergabung dengan klub MLS. Ia merasa kondisi fisiknya masih sangat baik sehingga ia yakin masih bisa bersaing di level tertinggi.

MESKI TAK ADA HARAPAN, KLOPP TETAP YAKIN JELANG LAGA LAWAN MADRID

Jelang pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Liverpool mendapat tekanan dari berbagai pihak. Namun, pelatih mereka, Jurgen Klopp tetap tenang menghadapi itu. Dilansir AS, meski hanya memiliki 1% peluang untuk mengembalikan keadaan Klopp masih yakin kalau timnya akan melakukan yang terbaik. Ia juga menegaskan kalau tidak ada yang tidak mungkin di sepakbola.

LAMPARD DAN GERRARD BERSAING JADI PELATIH TIMNAS INGGRIS?

Frank Lampard dan Steven Gerrard dikabarkan bakal diproyeksikan menjadi pelatih Timnas Inggris di masa yang akan datang. Dilansir Goal, salah satu dari mereka akan dipertimbangkan untuk melatih tim nasional Inggris U-21. Keduanya akan melatih tim junior terlebih dahulu sebelum dipersiapkan untuk menggantikan Gareth Southgate sebagai pelatih tim utama Inggris. Kabarnya, selain dua nama tersebut, Scott Parker juga masuk sebagai salah satu kandidat.

QATAR KEPINCUT BELI MALAGA

Qatar Sport Investment (QSI) dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan untuk mengambil alih klub Spanyol, Malaga. Dilansir Mirror, pemilik PSG, Nasser Al-Khelaifi telah membuka negosiasi dengan pihak Malaga. Kesepakatan belum tercapai, tapi Qatar tampak serius dengan upaya ini. Perlu diketahui, saat ini Malaga masih berlaga di kasta kedua sepakbola Spanyol. Jadi proses pengakuisisian tak akan menemui masalah karena PSG dan Malaga tak berada di level yang sama.

MANCHESTER UNITED MUNDUR DARI PERBURUAN HARRY KANE

Manchester United dikabarkan mempertimbangkan untuk mundur dari perburuan tanda tangan bintang Tottenham, Harry Kane. Dilansir Mirror, United tak mau ambil resiko dengan berupaya mendatangkan Kane karena sang pemilik, Daniel Levy enggan melepas sang bomber. Terlebih Manchester United dikabarkan punya riwayat buruk soal negosiasi transfer dengan Spurs.

FIFA SETUJUI FORMAT BARU PIALA DUNIA 2026

Piala Dunia 2026 dikabarkan akan menggunakan format baru. Pihak FIFA bahkan sudah merinci apa saja yang akan diubah pada kongres tahunan akhir pekan nanti. Dilansir Goal, wacana yang mencuat adalah FIFA akan menambah jumlah tim menjadi 48 tim dengan terbagi dalam 12 grup dan sehingga nantinya akan ada 104 laga. Nantinya, dua tim teratas tiap grup akan maju ke babak berikutnya. Ditambah delapan tim peringkat tiga terbaik akan melengkapi peserta di babak gugur. Dewan FIFA sudah menyetujui format tersebut. Namun, keputusan tersebut belum final karena masih harus dibawa ke kongres pada akhir tahun nanti.

RUSIA FIX PINDAH KE FEDERASI SEPAKBOLA ASIA?

Di tengah upaya federasi sepakbola Rusia untuk melobi AFC, Timnas Rusia dikabarkan telah mendapat undangan dari federasi sepakbola Asia Tengah. Dilansir The Guardian, Rusia telah diundang untuk berkompetisi di Kejuaraan Asosiasi Sepak Bola Asia Tengah (CAFA) pada Juni mendatang di tengah spekulasi peralihan dari UEFA ke AFC. CAFA adalah bagian dari AFC yang dibentuk pada 2014. CAFA terdiri dari federasi nasional Afghanistan, Iran, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Dampak Dibalik Format Baru Piala Dunia 2026

Rasanya baru kemarin Piala Dunia usai. Namun kali ini perbincangan mengenai turnamen akbar empat tahunan itu mulai kembali menggema. Pasalnya gelaran Piala Dunia selanjutnya di 2026 akan serba baru.

Namun di balik hal yang serba baru itu, banyak menimbulkan pertanyaan. Banyak dampak dari disahkannya format terbaru Piala Dunia ini. Apa saja itu?

Revisi FIFA

FIFA selaku induk sepakbola dunia telah resmi menggelar pertemuan di Rwanda untuk mengesahkan format baru Piala Dunia 2026. Seperti sudah banyak diketahui khalayak ramai, bahwa Piala Dunia 2026 akan pasti diikuti oleh 48 tim.

Hal ini adalah pertama kalinya sepanjang sejarah Piala Dunia diubah jumlah pesertanya menjadi 48 tim. Sebelumnya perubahan pernah terjadi dari 24 tim, menjadi 32 tim di Piala Dunia 1998 silam di Prancis.

Perubahan ini otomatis akan membuat format pertandingannya pun berubah. Sedianya, Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu, bakal terbagi ke dalam 16 grup. Di mana tiap grup akan berisikan tiga negara. Dua tim terbaik kemudian maju ke babak 32 besar.

Hanya saja dengan format itu, selain dianggap menghilangkan keseruan kompetisi, juga rentan menimbulkan sepak bola gajah seperti apa yang telah terjadi di Piala Dunia 1982 silam. Maka dari itu FIFA mengevaluasinya kembali.

12 Grup 4 Tim, 104 Pertandingan

Nah pada akhirnya, FIFA memutuskan dalam pertemuan itu mengubah format. Dari yang semula 16 grup dengan 3 tim, menjadi 12 grup dengan 4 tim. Di mana masing-masing grup nantinya akan meloloskan dua wakilnya yakni juara dan runner up grup. Sedangkan 8 tiket tersisa menuju babak 32 besar, ditentukan oleh 8 tim peringkat tiga terbaik dari masing-masing grup.

Dari segi jumlah pertandingan pun juga turut berubah. Dari yang awalnya akan berjumlah 80 pertandingan saja, pada Piala Dunia 2026 jika ditotal akan ada 104 pertandingan. Lamanya gelaran kompetisi juga akan bertambah. Nantinya, Piala Dunia 2026 bisa digelar selama 39 hari alias sebulan lebih.

Sementara periode persiapannya juga menjadi 16 hari. Jumlah pertandingan sebanyak 104 itu pun akan menjadi rekor baru di buku catatan sejarah Piala Dunia. Sebab, sebelumnya jumlah pertandingan di ajang buatan FIFA itu tak pernah lebih dari 64 pertandingan.

Dengan demikian, setiap tim yang akan meraih juara harus melakoni sebanyak delapan laga hingga final. Karena FIFA kali ini menambah satu fase yakni fase 32 besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dampak Positif

Dari semua perubahan format yang diketok di Rwanda tersebut, tentu menuai pro dan kontra. Sudah banyak dikecam sedari Piala Dunia 2022 lalu karena jadwal padat di tengah musim, FIFA tampaknya tak pernah kapok.

Untung saja Piala Dunia 2026 nanti tetap akan diselenggarakan di musim panas seperti semula, yakni Juni-Juli 2026. Wakil Presiden FIFA, Victor Montagliani mengatakan seperti dilansir New York Times bahwa ini adalah itikad bagus dari FIFA.

Bagaimana Piala Dunia akan lebih lama dinikmati oleh penonton di seluruh dunia. Montagliani juga berbicara, bahwa semua yang disahkan pada hari Selasa 14 Maret 2023 di Rwanda itu, telah melewati proses kesepakatan pada hari Seninnya.

Enam perwakilan dari konfederasi telah bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino dan menyatakan tak ada yang keberatan dengan perubahan format baru tersebut. Wajar saja kalau beberapa federasi setuju, karena masing-masing dari mereka diberi jatah tambahan kuota untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Salah satu dalih FIFA mengubah semua ini adalah prinsip “keadilan”. FIFA mengklaim semua negara di belahan dunia terkecil mana pun berhak untuk ikut serta mencicipi gelaran akbar empat tahunan ini.

Maka dari itu, nantinya di 2026 wakil dari masing-masing federasi pun akan bertambah.
Asia akan mendapatkan jatah 8 tiket. Sementara itu, Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, serta Amerika Selatan akan mendapatkan jatah masing-masing 6 tiket. Sedangkan Afrika akan mendapatkan 9 tiket, dan Eropa disediakan 16 tiket. Wakil Oseania yang tadinya harus melalui babak play off antarbenua untuk lolos, kini dikasih satu tiket lolos langsung.

Dampak Buruk

Namun apakah dengan peningkatan itu, serta merta FIFA lepas dari kritik? Montagliani sendiri mengaku tak akan luput dari kritik. Dan itu kemungkinan besar akan membuat marah serikat pemain dan klub yang khawatir dengan beban kerja berat yang dibebankan pada sang pemain.

Hal itu tampaknya menjadi sebuah nada sumbang yang tiap tahunnya terlontar seperti lagu wajib bagi para serikat pemain. Bahkan hal itu terjadi sejak adanya jadwal padat dengan adanya kompetisi macam UEFA Nations League sampai adanya Piala Dunia di musim dingin 2022 lalu.

Tak jarang para pemain pun speak up akan hal itu. Kini, protes keberatan penambahan pertandingan Piala Dunia 2026 sudah terlontar dari mulut Maheta Molango, CEO dari The Professional Footballers Association (PFA).

Molango yang notabene mantan pemain mengatakan bahwa perubahan yang dihasilkan FIFA ini harusnya membutuhkan pengaturan ulang yang lengkap. Kata Molango, sepertinya FIFA tak menghiraukan jadwal yang padat ini pada para pemain.

“Beban pemain sudah terlalu berat. Mereka juga semakin terabaian dari aspek kesejahteraan baik dari dalam lapangan maupun luar lapangan. Kami tak ingin membuat mereka marah lagi dan putus asa kembali,” kata Molango.

Selain dampak buruk bagi pemain, dampak buruk lainnya pasti akan berimbas pada kualitas pertandingan bagi penonton netral. Dengan banyaknya pertandingan dalam satu harinya, maka kualitas pertandingannya akan semakin menurun.

Alih-alih penonton yang akan menantikan pertandingan seru tiap harinya, mereka malah disuguhkan banyaknya pilihan pertandingan yang mempertemukan negara-negara yang tak terlalu kuat.

Misal pertandingan itu antara negara kuota tambahan macam Honduras vs Togo. Pasti antusiasme penonton netral untuk menonton pertandingan itu sangat sedikit.

Cuan FIFA

Namun apalah daya, kalau semuanya itu diwujudkan FIFA di balik layar dengan satu tujuan, yakni cuan. Dilansir Sky Sports, hal itu disampaikan sendiri Gianni Infantino bahwa perubahan format Piala Dunia 2026 ini, nantinya akan mengejar target pendapatan lebih besar yakni 9 miliar pounds.

Infantino juga memperkirakan Piala Dunia 2026 akan menghasilkan pembayaran yang memecahkan rekor. FIFA telah menganggarkan pendapatan sebesar 11 Miliar US Dollar dalam siklus empat tahun hingga 2026 nanti. Jumlah itu hampir 4 Miliar US Dollar lebih besar dari pada yang diperoleh selama periode sebelum Piala Dunia Qatar.

Selama ini sudah jelas, disamping dalih ingin menyetarakan sepakbola, ternyata ada udang di balik batu dari semua ini. Sudah menjadi rahasia umum beberapa tahun terakhir ini borok FIFA tersebut. Namun apa daya, beberapa suara keras dari para pemain dan stakeholder sepakbola yang menentang FIFA, selama ini seperti tak mempan untuk mengusik ulah mereka.

https://youtu.be/fTOFEeXKkxk

Sumber Referensi : theathletic, skysports, newyorktimes, bbc

Kembalinya si Monster Manchester City! Inilah Fakta Dibalik 5 Gol Haaland

Pep Guardiola masih bisa tersenyum. Meskipun ia harap-harap cemas terkait nasibnya di Premier League, tapi setidaknya ia menemukan secercah harapan di Champions League. Manchester City mengalahkan RB Leipzig dengan skor fantastis 7-0 di leg kedua babak 16 besar. Dengan kemenangan ini, City berhak melanjutkan asanya ke babak perempat final.

Yang lebih luar biasanya lagi, lima gol dalam laga itu dicetak oleh Erling Haaland. Sebelumnya Haaland sempat mengalami kemerosotan produktivitas gol. Dan hal itu pun jadi pertanyaan banyak orang. Ini seolah jawaban Haaland, bahwa si monster gol Man City sudah kembali.

Di pertandingan ini, Pep hanya membuat satu perubahan dari skuadnya yang menang 1-0 lawan Crystal Palace di pertandingan Liga. Yaitu Pep kembali memasukkan Kevin de Bruyne sebagai pemasok kreativitas utama City. Sedangkan Phil Foden duduk di bangku cadangan.

Pesta Gol 7-0

Gol pertama dicetak dari titik putih di menit ke-22. VAR mendapati Benjamin Heinrich ketahuan menyentuh bola menggunakan tangan di kotak penalti. Haaland dengan mudah mengkonversinya menjadi gol.

Hanya berselang dua menit kemudian, City menggandakan keunggulan. Kali ini lewat tendangan keras Kevin de Bruyne yang kembali ke starting eleven guardiola. Bola liar dari De Bruyne bisa dijinakan oleh Haaland menjadi gol.

Sebelum babak pertama berakhir, tepatnya di injury time babak pertama City kembali mencetak gol. Haaland berhasil menyambar bola pantulan dari sundulan Ruben Diaz. Dengan itu City sudah memimpin 3-0 dan Haaland sudah mencetak hattrick di babak pertama.

Tapi Pep masih belum puas. Anak asuhnya masih bermain menyerang di babak kedua. Hasilnya di menit ke-49 sang kapten Ilkay Gundogan mencetak gol keempat di laga ini. Tendangan mendatarnya tidak bisa dihalau oleh Janis Balwich.

Gol keempat Haaland datang di menit ke-53. Kemelut di depan gawang menghasilkan bola rebound yang siap diubah Haaland menjadi gol. Tidak lama berselang, tepatnya di menit ke-57 Haaland menuntaskan misinya dengan mencetak gol kelima di laga itu.

Ketika laga tinggal tersisa 27 menit lagi, Haaland pun ditarik keluar. Mungkin Pep merasa kasihan dengan Leipzig dan para suporternya yang sudah datang jauh-jauh. Atau mungkin ia ingin mengistirahatkan Haaland untuk pertandingan selanjutnya. Haaland pun disambut dengan tepuk tangan penonton seisi stadion Etihad selagi berjalan keluar lapangan.

Laga mungkin sudah selesai untuk Haaland, tapi belum berakhir bagi City maupun Leipzig. Di masa injury time, Kevin de Bruyne mencetak gol lewat tendangan melengkungnya yang luar biasa. Gol indah itu jadi gol penutup laga. Citizen berpesta 7-0 dan agregat 8-1. Ini modal kepercayaan diri yang luar biasa bagi anak asuh Pep Guardiola.

Haaland Is Back

Majalah Prancis, L’Equipe memberikan rating 10/10 untuk Haaland. Padahal media itu terkenal sangat kritis dan pedas menilai performa pemain. Sepanjang sejarah hanya ada 13 pemain yang diberi rating sempurna olehnya. Ini membuktikan seberapa hebat performa Haaland di laga ini.

Padahal sebelumnya, ia sempat mengalami kemunduran produktivitas gol. Dan hal itu membuat banyak orang mengira bensin Haaland sudah habis di awal musim. Atau ia lambat laun akan mengalami cedera di tengah persaingan Liga Inggris yang sangat ketat.

Sebelum menggila dengan mencetak lima gol di laga ini, Haaland hanya mampu memasukan bola ke gawang sebanyak tiga kali dalam 9 pertandingan. Catatan itu mungkin bukan hal yang buruk untuk striker lain. Tapi untuk Haaland, orang-orang punya ekspektasi yang lebih tinggi.

Ditengah pertanyaan dan keraguan banyak orang, masih ada yang yakin dengan Haaland. Orang itu adalah Kevin de Bruyne. Ia meminta para pendukung untuk tenang. Ia percaya kalau Haaland akan jadi mesin pencetak gol lagi seperti awal musim.

“Selalu ada bagian pertama dan bagian kedua. Saya merasa di bagian kedua akan lebih banyak hal yang terjadi nantinya. Kami lebih banyak bermain di fase kedua musim ini. Tapi kami juga lebih terorganisir. Haaland memang jadi lebih produktif, tapi saya rasa kita tidak usah terlalu khawatir.” Ungkap De Bruyne sebelum laga dikutip dari Goal.com

Di laga ini Haaland membuktikannya dengan mencetak lima gol sekaligus. Ketika ditarik keluar di menit ke-63, Haaland mengaku ia sebenarnya masih bisa mencetak gol lebih banyak lagi.

“Kekuatan super saya adalah mencetak gol. Sangat lelah melakukan selebrasi di laga ini. Ketika ditarik keluar, saya mengatakan kepada Pep kalau saya bisa saja mencetak double hattrick tapi mau bagaimana lagi?” Ungkapnya dikutip dari the athletic.

Fakta dibalik 5 Gol Haaland

Leipzig memang diampuni ketika Haaland ditarik keluar setelah cetak lima gol. Mudah saja untuk Haaland mencetak satu atau bahkan dua gol lagi. Tapi untuk hari ini ia harus puas dengan lima gol.

Itu cukup membuatnya sejajar dengan Messi sebagai pemain yang pernah mencetak lima gol dalam satu laga babak gugur Champions League. Namun, ada beberapa catatan yang membuat lima golnya itu lebih istimewa dari milik Messi.

Lima Gol Haaland membuatnya jadi pemain tercepat yang mencetak total 33 gol di Champions League. Ia mencapai angka itu hanya dalam 25 pertandingan dalam karirnya. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh Ruud van Nistelrooy dengan 38 pertandingan.

Haaland mencetak lima gol hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Atau lebih tepatnya 57 menit. Dan Haaland hanya membutuhkan 30 sentuhan di laga itu. Artinya ia begitu tajam setelah mencetak gol dengan 16,7% sentuhan bola di kakinya.

Haaland juga jadi penyumbang 1,9% dari seluruh gol yang pernah dicetak Manchester City sepanjang sejarah Premier League dan Champions League. Hebatnya ia melakukan ini hanya dalam satu musim debutnya. Musim yang bahkan masih belum berakhir.

Meskipun begitu, ada fakta yang membuat lima gol ciptaan Messi lebih unggul daripada Haaland. Yaitu Messi mencetak lima gol tanpa lewat eksekusi penalti. Sedangkan Haaland mencetak gol pertamanya di laga ini dengan tendangan titik putih.

Tapi yang lebih hebat adalah Pep Guardiola. Ia adalah pelatih Barcelona ketika Messi mencetak lima gol ke gawang Bayer Leverkusen. Artinya Pep adalah satu-satunya manajer yang berhasil membuat anak asuhnya mencetak lima gol dalam satu laga babak gugur Champions League.

Selanjutnya Untuk Manchester City

Undian perempat final akan dilangsungkan pada tanggal 17 Maret waktu setempat. Pada Undian ini, tim dari negara yang sama sudah boleh untuk menghadapi satu sama lain. Juga tim yang sudah pernah berhadapan di babak penyisihan grup kini boleh kembali bertarung. Tapi sebelum itu, harus menunggu hasil dari semua laga 16 besar selesai.

Manchester City akan bersiap untuk pertandingan FA Cup akhir pekan nanti. Mereka akan menghadapi penantang dari Divisi 2, Burnley. Artinya Man City akan menghadapi tim yang dilatih legendanya, Vincent Kompany. Setelah itu, City akan bertarung di Liga Inggris melawan Liverpool pada bulan April mendatang.

Sumber referensi: Sporting, Sporting 2, Athletic, Sky, Goal, Mirror

5 Rekor Unik di Dunia Sepak bola yang Mustahil Ada Lagi

0

Cristiano Ronaldo boleh jumawa menjadi pesepakbola pria pertama yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia. Para fans Lionel Messi juga tak perlu khawatir. Sebab La Pulga mencatatkan rekor sebagai pemain pertama yang mengemas 300 asis di level klub.

Sementara itu, Real Madrid layak kita junjung sebagai rajanya Eropa. Los Galacticos masih memegang rekor trofi Liga Champions terbanyak. Di sisi lain, penggemar MU tak perlu bersedih hati timnya malu di tangan Liverpool. Walau bagaimana Manchester United adalah tim dengan torehan Liga Inggris terbanyak.

Rekor-rekor yang disebutkan tadi terasa sangat istimewa. Namun, deretan rekor tersebut masih bisa dipecahkan. Nah, selain rekor tadi sebenarnya ada juga rekor unik di dunia sepak bola yang bahkan rekor tersebut mustahil ada lagi. Berikut ini rekor unik di dunia sepak bola yang mustahil ada lagi.

Rekor Ritchie de Laet

Situasi unik belum lama ini dialami kiper Newcastle United, Martin Dubravka. Meski timnya kalah dari Manchester United di final Carabao Cup, tapi Dubravka layak mendapatkan medali juara. Itu semata-mata karena Dubravka pernah bermain di Carabao Cup sebagai pemain pinjaman Manchester United.

Itu saja sudah sangat unik, apalagi dengan apa yang terjadi pada Ritchie de Laet. Betapa bahagianya pemain Leicester City yang satu ini. Pada Januari 2016, Ritchie sejatinya dipinjamkan oleh The Foxes ke klub Championship, Middlesbrough.

Ritchie dipinjamkan setelah bermain dalam 12 laga Leicester City. Tak disangka, pada 7 Mei 2016 tim yang meminjamnya meraih juara Sky Bet Championship. Di waktu yang hampir bersamaan, tim induknya, Leicester City memastikan gelar juara Liga Inggris setelah menaklukkan Everton 3-1.

Setelah membawa Middlesbrough juara Championship tugasnya selesai, dan Ritchie pergi ke King Power Stadium saat pertandingan Leicester City vs Everton hampir menyelesaikan babak pertama. Pemain yang juga mantan bek Manchester United itu, dilansir Daily Mail, harus menempuh jarak 150 mil atau dua setengah jam perjalanan ke King Power setelah Boro memastikan gelar Championship, dengan hasil imbang 1-1 kontra Brighton.

“Setelah pertandingan (di Championship) saya langsung mengemudi. Tiba di sini (King Power Stadium) beberapa menit sebelum paruh waktu. Saya menonton babak kedua dan bergabung dalam perayaan,” kata Ritchie dikutip Daily Mail.

Ritchie pun menjadi pemain satu-satunya yang bisa meraih dua medali dengan dua tim yang berbeda. Uniknya, cukup dalam waktu satu musim saja.

Gelar Ganda Eropa Chelsea

Menurutmu, mampukah sebuah tim menyabet dua gelar Eropa sekaligus dalam kurun waktu kurang dari dua musim? Hal yang seolah mustahil tersebut dibuktikan oleh raksasa London, Chelsea. The Blues sukses memastikan kemenangan Liga Champions musim 2011/12 kontra Bayern Munchen.

Pasukan Roberto Di Matteo menggondol trofi Liga Champions pertama selepas lewat adu penalti. Sayangnya, pada musim berikutnya, Chelsea semrawut di Liga Champions. The Blues bahkan hanya finis di peringkat ketiga fase grup di Liga Champions musim 2012/13.

The Pensioners kalah dari Juventus dan Shakhtar Donetsk. Chelsea pun terlempar ke Europa League. Di level kedua Eropa itu, Chelsea asuhan Rafael Benitez melaju mulus hingga ke final. Chelsea harus menghadapi Benfica di Amsterdam pada 15 Mei 2013. Sundulan Branislav Ivanovic memastikan Chelsea menang 2-1.

The Blues mengangkat trofi Liga Eropa. Dan itu membuat Chelsea pada saat itu berstatus sebagai juara Liga Champions dan Liga Eropa. Sebab final Liga Champions sendiri, di mana Bayern Munchen mengangkat trofi baru akan digelar 10 hari berikutnya.

Rekor Dejan Stankovic

Pernah membayangkan bagaimana seorang pemain bermain di Piala Dunia dengan tiga kewarganegaraan yang berbeda? Tampak sangat mustahil. Tapi Dejan Stankovic, pemain yang pernah berseragam La Beneamata bisa melakukan itu.

Pada tahun 1998, Dejan Stankovic termasuk maestro lini tengah di Timnas Yugoslavia yang bermain di Piala Dunia. Ia masuk menjadi pemain pengganti kala menghadapi Iran. Stankovic lantas diberi kesempatan menjadi line up saat melawan Jerman.

Sayangnya, Yugoslavia tersingkir di babak 16 besar. Itu rupanya Piala Dunia terakhir Yugoslavia. Terjadi gejolak geopolitik. Yugoslavia pun bubar. Tim nasionalnya juga sirna pada 2003. Negara itu kemudian terbentuk lagi menjadi Uni Negara, dengan nama Serbia and Montenegro.

Timnasnya juga terbentuk. Stankovic pun berkewarganegaraan Serbia and Montenegro. Setelah tidak bermain di Piala Dunia 2002, Stankovic bermain di Piala Dunia 2006 sebagai pemain Serbia and Montenegro. Stankovic jadi kapten, tapi timnya kalah di tiga pertandingan grup melawan Pantai Gading, Argentina, dan Belanda.

Saat turnamen Piala Dunia 2006 sedang berlangsung, Serbia dan Montenegro mendeklarasikan kemerdekaannya satu sama lain. Stankovic yang lahir di Beograd menjadi warga negara Serbia. Pada Piala Dunia 2010, Stankovic menjadi kapten Timnas Serbia.

Namun, Serbia tak lolos fase grup setelah hanya berada di posisi juru kunci Grup D. Walau begitu, rekor unik Stankovic bermain di tiga Piala Dunia dengan tiga kewarganegaraan yang berbeda mustahil akan dipecahkan.

Rekor Almoez Ali

Umumnya, seorang pemain akan membela tim nasionalnya di satu saja kompetisi antarbenua. Misalnya, Lionel Messi akan membela Argentina di Copa America saja. Mustahil Messi membela Argentina di kompetisi EURO atau AFC misalnya.

Akan tetapi, hal yang sepertinya mustahil itu tidak bagi pemain Timnas Qatar, Almoez Ali. Pemain muda yang diorbitkan pelatih Felix Sanchez. Ali bermain di tiga kompetisi antarbenua yang berbeda. Ia bermain di AFC Asian Cup 2019, Copa America 2019, Concacaf Gold Cup 2021.

Uniknya lagi, Almoez Ali tidak hanya bermain, tapi juga mencetak gol. Catat baik-baik. Itu artinya, Almoez Ali adalah satu-satunya pemain yang bisa mencetak gol di tiga kompetisi antarbenua yang berbeda. Di tempatnya sendiri, AFC 2019, Ali mengemas rekor 9 gol.

Qatar di Copa America 2019. Ali satu-satunya pemain Qatar yang mencetak gol di tiga pertandingan penyisihan grup. Di Concacaf Gold Cup 2021, lebih mengejutkan lagi. Qatar yang diundang berhasil melaju ke semifinal. Almoez Ali mencetak empat gol di sana.

Gelar EURO 1992 Denmark

Ini sudah tahun 2023, tapi gelar EURO 1992 Denmark belum ada yang bisa menyamai. Tidak, bukan trofinya. Melainkan kisah mendapatkannya. Denmark bisa meraih gelar EURO 1992 bahkan tanpa harus lolos babak kualifikasi. Ajaib bukan?

Tim Dinamit gagal lolos ke EURO 1992 karena di babak kualifikasi hanya bisa menjadi runner up di bawah Yugoslavia. Saat itu hanya delapan tim yang lolos ke putaran final. Tujuh dari kualifikasi dan satu adalah tuan rumah, dalam hal ini Swedia.

Kekacauan politik dan perang saudara menjadi alasan Yugoslavia akhirnya didepak dari EURO. Resolusi Dewan Keamanan PBB 757 menghasilkan bahwa Yugoslavia didiskualifikasi. Denmark sebagai runner up dipanggil untuk mengisi.

Mereka diberi waktu 10 hari untuk mempersiapkan skuad dan logistik. Seperti ketiban durian runtuh, Denmark mengisi slot kosong di Grup A bersama Swedia, Prancis, dan Inggris. Tapi itu menjadi repot karena sponsor terlanjur lepas.

Tim Denmark terpaksa memakai seragam yang sebenarnya untuk Tim U21. Dengan celana dan baju yang ketat. Denmark tampil di EURO 1992 tanpa nama besar Michael Laudrup yang harus beristirahat dari timnas. Mereka hanya menang dua dari tiga laga fase grup.

Lolos sebagai runner up Grup A di bawah Swedia, Denmark mesti menghadapi tim kuat Belanda di semifinal. Tak disangka, Denmark mengalahkan Belanda lewat adu penalti. Di final, Denmark secara mengejutkan menang atas Jerman 2-0. John Jensen dan Kim Vilfort adalah pahlawan di laga itu.

https://youtu.be/K5Keip-sJfw

Sumber: DailyMail, TheAsianGame, DreamTeamFC, Optus, Sportskeeda

Pembelian Pemain Paling Aneh Real Madrid Sepanjang Sejarah

Real Madrid dulu kita tahu adalah tempatnya para bintang kelas wahid berkumpul. Namun sisi lain yang perlu diingat, di sela-sela itu El Real juga pernah kedatangan para pemain yang justru aneh keberadaanya. Dan imbasnya justru tak terlalu berpengaruh bagi tim. Berikut para pemain tersebut.

Carlos Diogo dan Pablo Garcia

Real Madrid pada tahun 2005 pernah kedatangan dua darah baru dari Uruguay. Sepasang pemain yang direkrut El Real ketika itu adalah Pablo Garcia dan Carlos Diogo.

Kedua pemain yang direkrut Madrid ini sama-sama berposisi sebagai gelandang. Transfer yang diwujudkan sebagai jawaban dari materi lini tengah Madrid yang miskin sepeninggal Makelele dan Cambiasso.

Namun jika melihat materi pemain Madrid yang masih beraroma bintang Los Galacticos, merekrut dua pemain medioker itu adalah hal yang terasa aneh. Garcia sendiri direkrut dari tim medioker Osasuna. Sementara Diogo dibeli dari River Plate.

Perekrutan dua pemain ini di sisi lain juga menegaskan perubahan arah kebijakan transfer pemain Madrid. Di mana di musim sebelumnya, mereka hanya berminat pada pemain bintang dan mahal.

Akan tetapi kebijakan itu gagal total. Garcia dan Diogo dianggap tak memuaskan dalam semusim. Dua pemain Uruguay itu hanya bermain sekitar 20-an laga dan tak ada satupun gol dan assist dari mereka. Keanehan itu pun terbukti dari masa singkat kedua pemain di Bernabeu. Garcia dipinjamkan ke Celta Vigo sementara Diogo ke Zaragoza.

Thomas Gravesen

Sebelum perekrutan aneh Garcia dan Diogo, Madrid juga mendatangkan seorang gelandang bertahan dari Everton, Thomas Gravesen. Gelandang berkepala plontos asal Denmark itu dianggap Madrid juga mampu menjadi penerus peran Makelele maupun Cambiasso.

Sebagai catatan, Gravesen juga tak terlalu mentereng selama membela The Toffees. Sebelumnya, bahkan pelatih Everton, David Moyes pun terkejut mendengar nama anak asuhnya tersebut diminati klub sebesar Real Madrid. Moyes justru meragukan bahwa Madrid mungkin salah incar pemain.

Namun, Real Madrid sudah sepakat mendatangkan Gravesen dengan mahar 2,5 juta euro. Pada saat debutnya berseragam Madrid, sudah kelihatan bahwa ia tak lebih dari pemain medioker biasa yang tak menunjukan gelagat seperti yang diinginkan.

Sampai pada akhirnya Capello datang di musim 2006/07, serta perkelahiannya dengan Robinho, membuat nasib pemain botak itu semakin tak menentu. Capello juga tak senang melihat performanya.
Maka dari itu ia mendatangkan Mahamadou Diarra, Emerson dan Fernando Gago sebagai gelandang berikutnya. Umur Gravesen di Madrid pun hanya semusim. Ia kemudian dilego ke Celtic.

Jonathan Woodgate

Di saat yang bersamaan dengan kedatangan Gravesen, pemain asal Liga Inggris lainnya juga didatangkan. Ia adalah Jonathan Woodgate. Seorang bek tengah yang tiba-tiba dibeli dari Newcastle.

Maksud didatangkannya Woodgate tentu adalah penyegaran di lini belakang Madrid. Maklum duet bek mereka Ivan Helguera dan Francisco Pavon makin menua. Perekrutan tersebut juga terbilang aneh seperti halnya Gravesen.

Pasalnya penampilan Woodgate sendiri juga tak terlalu superior di Newcastle. Newcastle sendiri juga merasa bingung tentang minat Madrid itu. Pasalnya selama di Newcastle, keadaan fisiknya juga tak terlalu bugar karena sempat mengalami beberapa cedera.

Ditebus sekitar 20 juta euro, Woodgate termasuk pembelian mahal Madrid ketika itu. Namun apa yang terjadi? Woodgate kembali mengalami cedera parah. Dan hasilnya di musim pertamanya 2004/05, ia tak tampil sama sekali.

Sekalinya pulih dan bermain di musim berikutnya, ia juga tampil buruk. Melawan Athletic Bilbao di Bernabeu, ia menciptakan gol bunuh diri sekaligus menerima kartu merah. Alhasil di musim itu ia hanya dimainkan sebanyak 14 kali saja.

Sebelum akhirnya dipinjamkan kembali ke Inggris bersama Middlesbrough. Karena ia tak lagi dipercaya pelatih Madrid berikutnya Fabio Capello. Capello lebih percaya dengan membeli Fabio Cannavaro.

Royston Drenthe

Pembelian aneh berikutnya terjadi pada tahun 2007. Ketika Madrid mendatangkan daun muda bernama Royston Drenthe. Pemain yang baru berusia 20 tahun ketika itu, ditebus mahal sekitar 14 juta euro berkat penampilannya yang ciamik bersama timnas Belanda U-21.

Karir Drenthe ini bak secepat roket. Ia langsung dipinang klub bertabur bintang Real Madrid di usia yang sangat belia, mahal pula. Menjadi pertanyaan, apakah ia bisa bersaing bersama skuad Bernd Schuster di usia semuda itu? Maklum Madrid ketika itu masih berisikan banyak bintang matang.

Berposisi sebagai bek kiri maupun sayap kiri, nampaknya ia disiapkan Madrid sebagai penerus Roberto Carlos. Namun dengan juga hadirnya Marcelo, akhirnya ia menjadi kalah saing.

Ia dipinggirkan sejak Marcelo mencuri perhatian publik Bernabeu. Meskipun menjadi bagian skuad yang mengantarkan Madrid juara La Liga dengan koleksi tiga golnya, tapi ia tetap saja dianggap masih mentah.

Madrid lalu meminjamkannya ke klub Spanyol lainnya, Hercules agar bisa berkembang. Alih-alih berkembang, ia malah berselisih dengan manajemen klub. Begitupun kala ia dipinjamkan ke Everton. Ia malah bertengkar dengan Moyes. Sampai akhirnya tak ada pintu lagi kembali ke Madrid dan karirnya terbengkalai.

Ia sempat pindah dari liga ke liga, sampai akhirnya ia memilih pensiun di 2016. Ketika memutuskan pensiun dari dunia sepakbola, ia malah banting setir jadi penyanyi rap dengan nama artis Roya2faces.

Emmanuel Adebayor

Madrid juga pernah kedatangan pemain aneh di era Mourinho. Ia adalah striker jangkung asal Togo bernama Emmanuel Adebayor. Adebayor dipinjam oleh Madrid saat Mourinho kehilangan akal mengatasi penurunan performa striker mereka seperti Benzema dan Higuain yang sedang cedera.

Opsi jangka pendek yang mengejutkan terjadi, ketika striker bekas buangan Arsenal nyasar ke Bernabeu. Menurut Mourinho sendiri, ia bukanlah opsi utama. Melainkan Ruud Van Nistelrooy. Namun Hamburg ketika itu membandrol Van Nistelrooy dengan harga pinjaman yang mahal.

Alhasil Adebayor lah yang memungkinkan. Kondisinya di City pun juga sedang tak disukai pelatih Roberto Mancini. Tampil 28 kali dan mencetak 8 gol, adalah torehannya ketika berseragam El Real selama setengah musim. Sebelum akhirnya ia tak jadi dipermanenkan dan dikirim kembali ke City di musim berikutnya.

Julian Faubert

Yang terakhir ada pemain yang sangat ikonik di Madrid. Ikonik bukan penampilannya, tapi sikapnya ketika di lapangan. Ia adalah Julien Faubert. Sayap kanan yang dipinjam Madrid dari West Ham pada pertengahan musim 2008/09.

Secara tiba-tiba, agen Faubert, Yvan Le Mee dikejutkan dengan telepon dari pihak Madrid yang menginginkan kliennya itu. Sang agen terkejut karena menyadari bahwa Faubert bukanlah pemain yang bersinar selama di West Ham.

Sang pemain juga sama-sama terkejut mendengar adanya telepon itu. Pihak Madrid sendiri ternyata mengaku masih mencari seorang sayap kanan untuk dijadikan opsi jangka pendek mereka untuk strategi pelatih baru Juande Ramos.

Sebenarnya pilihannya tak hanya Faubert. Ada Jermaine Pennant, Aaron Lennon, maupun Antonio Valencia. Namun setelah melihat pertimbangan harga, dipilihlah Faubert. Namun apa hasilnya? Ia hanya tampil dua kali selama semusim. Sekalinya tersorot, ia nampak tertidur pulas di bangku cadangan. Hal aneh itulah yang akan diingat selalu oleh publik Madrid sampai sekarang terhadap mantan pemain Borneo FC itu.

https://youtu.be/-vGxX8IdOEA

Sumber Referensi : theathletic, planetfootball, goal, dailymail, goal

Jalan Terjal Bayern Munchen Meraih Gelar Juara Liga Champions 2013

Sebegitu supernya Bayern Munchen di pentas Bundesliga, ternyata tak sebanding jika di pentas Eropa. Sekuat-kuatnya Munchen di kancah Eropa, mereka ternyata selalu menemui jalan terjal merebut mahkota Liga Champions. Sejak era 2000-an awal hingga sekarang, mereka hanya meraih tiga gelar. Itupun dalam durasi penantian yang cukup lama sebagai tim yang katanya superior itu.

Pembangunan Ottmar Hitzfeld

Di era milenium, mereka baru saja meraih juara Liga Champions pada musim 2000/01. Mereka setelah terhempas menyakitkan oleh MU di final 1999, bangkit kembali bersama pelatih Ottmar Hitzfeld. Pelatih yang notabene berasal dari rival mereka, Dortmund.

Gelar itu adalah gelar keempat mereka sepanjang sejarah. Asal tahu saja, terakhir kali gelar Liga Champions mereka didapat pada 1975/76. Artinya sudah 25 tahun mereka puasa gelar.

Nah, gelar keempat yang diraih oleh Giovane Elber dan kawan-kawan dari Valencia itu, menjadi obat sakit hati sekaligus balas dendam. Karena di musim sebelumnya, mereka dihentikan di semifinal oleh tim Spanyol lainnya yakni Real Madrid.

Tak dipungkiri era kejayaan Munchen yang baru dimulai kembali sejak Hitzfeld hadir. Pembangunan tim bersama Hitzfeld berjalan sukses sejak 1998 menggantikan Trapattoni. Di tangan Hitzfeld, Munchen tumbuh bersama pemain-pemain baru pembeliannya macam Effenberg, Salihamidzic, Jens Jeremies, Willy Sagnol, maupun Paulo Sergio.

Namun setelah gelar keempat Liga Champions itu diraih, Munchen tak lagi bisa dibawanya melangkah sampai ke partai puncak. Sampai akhirnya Hitzfeld pun berpisah dari Munchen pada 2004.

Sakit Hati Di Era Louis Van Gaal

Sampai pada akhirnya era Louis Van Gaal dimulai. Mantan pelatih AZ Alkmaar itu ditunjuk Munchen pada musim 2009/10 menggantikan Jurgen Klinsmann yang dianggap gagal total di musim sebelumnya.

Tak usah diragukan lagi sepak terjang meneer Belanda yang satu ini. Di era Van Gaal, Munchen memulai era baru dengan para pemain muda binaan klub yang mulai dipercaya. Nama seperti Thomas Muller, Holger Badstuber, sampai David Alaba adalah beberapa pemain muda yang diorbitkan Van Gaal ketika itu.

Para pemain macam Arjen Robben, Ivica Olic, maupun Mario Gomez juga telah didaratkan manajemen Munchen ke Allianz Arena. Dengan racikan ala Belanda 4-3-3, Van Gaal sukses memadupadankan skuad muda dan tua. Pembentukan duo sayap mereka Ribery dan Robben begitu menakutkan ketika itu.

Gelar Bundesliga pun kembali direbut dengan mudah. Sampai akhirnya Van Gaal juga membuktikan bahwa ia bisa membawa Munchen kembali ke partai puncak Liga Champions.

Harapan publik Munchen pun seketika tumpah ruah di Santiago Bernabeu. Melawan Inter yang diasuh Mourinho, Munchen menatap asa gelar kelima mereka. Namun nahas, strategi menyerang Van Gaal, harus kalah dengan permainan pragmatis Mourinho.

Dua gol Diego Milito tak mampu dibalas oleh anak asuh Van Gaal. Sebuah penantian panjang yang berakhir pilu bagi publik Munchen. Gelar kelima mereka tak dapat diraih.

Tuah Pertama Jupp Heynckes Berakhir Malu

Van Gaal tak lama bersama Munchen. Ia diberhentikan di tengah jalan pada musim 2010/11. Nah, pada akhirnya pelatih kawakan Jupp Heynckes datang kembali ke Munchen pada musim 2011/12. Mulailah era baru Munchen di bawah Heynckes. Ini adalah periode keduanya kembali melatih Munchen.

Heynckes bukan sosok asing di Munchen. Ia adalah mantan striker yang sempat membawa Munchen meraih gelar ketiga mereka di Liga Champions 1976 silam. Ia di bidang kepelatihan pun pernah menggondol gelar Liga Champions ketika melatih Real Madrid pada 1998.

Tak heran jika tuahnya sangat diharapkan mampu membawa gelar kelima Liga Champions bagi Munchen. Pembangunan skuad di era Heynckes ini juga identik seperti apa yang dilakukan Van Gaal, yakni kombinasi pemain muda dan tua.

Di era Heynckes inilah pemain seperti Manuel Neuer dan juga Jerome Boateng didatangkan. Pemain muda seperti Toni Kroos pun muncul dan mulai matang di era Heynckes.

Namun apa mau dikata, tuah pertama Heynckes ternyata tak berakhir bahagia. Ia bahkan sempat dijuluki sebagai “mr runner up”. Bagaimana tidak? Di Bundesliga, DFB Pokal dan Liga Champions semuanya berakhir sebagai runner up.

Terlebih apa yang dirasakan di Final Liga Champions 2012. Ketika harapan besar gelar kelima mereka berakhir dengan sebuah rasa malu. Bagaimana tak malu, final yang dilangsungkan di markas sendiri itu sontak berubah menjadi pesta bagi sang lawan, Chelsea.

Muller dan kawan-kawan harus rela kalah lewat adu penalti di rumah mereka sendiri.
hal ini tentu sebuah pukulan besar bagi Heynckes.

Penantian 12 Tahun Lamanya Terwujud

Tapi faktanya pasca kegagalan itu, Munchen di bawah pemilik yang juga sahabat Heynckes, Uli Hoeness, masih percaya temannya itu menangani Munchen di musim berikutnya. Heynckes dianggap Hoeness adalah pelatih yang tepat dengan sentuhan sepakbola tradisional Jerman yang khas.

Kerangka tim yang dibangun Heynckes tak diubah. Neuer, Boateng, Lahm, Kroos, Muller, Ribery dan Robben masih menjadi pondasi. Penambahan pemain hanya dilakukan dengan menambal pos-pos tertentu seperti Dante di bek, Javi Martinez dan Shaqiri di tengah serta Mario Mandzukic di depan.

Justru dengan beberapa penambahan pemain itu, racikan Heynckes makin sempurna. Terbukti Munchen terlalu superior pada musim 2012/13. Di Bundesliga mereka finish dengan meyakinkan dengan selisih 25 poin dari peringkat dua. Mereka kebobolan paling sedikit, yaitu 18 kali dan dengan rentetan kemenangan terbanyak selama semusim yakni 14 kali.

Tak hanya di kancah domestik, di Eropa pun mereka mengesankan. Barcelona saja dicukur habis dengan agregat 7-0 di semifinal. Hal itu membuat Munchen makin ditakuti. Sampai pada akhirnya pembuktian mereka pun diuji di Wembley.

All German Final di Liga Champions terjadi antara Munchen vs Dortmund. Dortmund di era Jurgen Klopp tak mau begitu saja mengalah pada rivalnya itu. Perlawanan sengit di Wembley pun terjadi. Heynckes juga dengan segudang pengalaman tak mau gagal untuk kedua kalinya di final.

Benar saja, buah kesabaran skuad Munchen di dua babak akhirnya terjawab di menit 89. Gol Arjen Robben menjadikan papan skor berubah menjadi 2-1. Peluit akhir pun dibunyikan. Munchen akhirnya berbuka puasa gelar Liga Champions setelah pencariannya selama 12 tahun menemui jalan terjal.

Heynckes pun tersenyum. Ia mencatatkan rekor sebagai salah satu pemain sekaligus pelatih yang bisa meraih trofi Liga Champions dalam satu tim. Gelar kelima Munchen ini adalah buah kesabaran yang tiada henti. Mereka tak pernah menyerah meskipun jatuh sakit berkali-kali. “Mia San Mia” Bayern!

Sumber Referensi : bleacherreport, internationalchampionscup, bavarianfootball, eurosport, breakingthelines

Apa Kabar Skuad Schalke Yang Sampai Semifinal UCL?

Di musim 2010/11, Schalke yang dimanajeri oleh Ralf Rangnick berhasil mencapai semifinal Liga Champions. Mereka mampu mengalahkan raksasa Eropa, salah satunya Inter Milan. Dulu Schalke memang jadi rumah bagi bakat-bakat muda Eropa.

Rangnick sempat menjadi pelatih sementara untuk Manchester United kemudian melatih timnas Austria. Tapi untuk anak-anak asuhnya, apa kabar skuad Schalke yang sampai semifinal itu?

Manuel Neuer

Yang pertama ada kiper nomor satu Jerman, Manuel Neuer. Ia jadi penjaga gawang pilihan Ralf Rangnick. Neuer adalah didikan asli Schalke. Ia menandatangani kontrak profesionalnya bersama die knappen di tahun 2005. Dan dipercaya jadi kapten tim di musim itu.

Penampilan memukaunya sepanjang musim 2010/11 membuat banyak klub yang berminat pada tanda tangannya. Termasuk Manchester United, klub yang menaklukkan Schalke di semifinal. Tapi kiper yang terkenal dengan gaya sweeper nya itu lebih memilih untuk menyebrang ke Bayern Munchen di musim 2011/12.

Langkahnya itu tentu dipandang sebagai pengkhianatan bagi para pendukung Schalke. Tapi disisi lain, karir Neuer justru meroket setelah gabung Munchen. Dari piala domestik sampai Liga Champions sukses ia amankan bersama die roten. Ia juga jadi kiper utama Jerman saat menjuarai Piala Dunia 2014. Tidak diragukan, ia adalah kiper tersukses di Jerman

Benedikt Howedes

Benedikt Howedes adalah pemain yang unik. Ia merupakan seorang bek tengah, tapi ia sempat dimainkan menjadi gelandang saat leg kedua semifinal. Sepanjang Liga Champion semusim itu, ia bahkan menciptakan dua gol. Yaitu ketika melawan Benfica dan Inter Milan.

Di musim setelahnya, ia diangkat menjadi kapten menyusul kepergian Neuer. Ia tetap mengabdi pada die knappen sampai tahun 2017. Howedes saat itu dipinjamkan ke Juventus. Hanya semusim di Italia, ia kembali dipinjamkan ke Lokomotiv Moscow sampai akhirnya pensiun di tahun 2020.

Atsuto Uchida

Atsuto Uchida adalah pemain yang sangat terkenal di tanah kelahirannya, Jepang. Di negeri sakura, ia punya julukan “Japanese Beckham”. Entah julukan itu berlebihan atau tidak, yang jelas ia adalah pemain asal Jepang pertama yang pernah bermain di partai semifinal Liga Champions.

Setelah mengabdi untuk the royal blue selama tujuh tahun, Uchida akhirnya pindah ke Union Berlin di tahun 2017. Tapi di klub ibu kota, kisahnya tidak terlalu panjang. Setahun setelahnya Uchida kembali ke Kashima Antlers, klub masa kecilnya. Ia pun pensiun di tahun 2020.

Joel Matip

Sama seperti Neuer, Joel Matip sudah menjadi bagian dari Schalke sejak di akademi. Ia menjalani debut profesionalnya bersama the royal blue di tahun 2009. Banyak momen pertama bagi Matip di Schalke. Di musim 2010/11 itu, ia menjalani laga Champions League pertamanya. Matip bahkan mencetak gol liga Champions pertamanya di partai perempat final kontra Inter.

Matip bertahan di Schalke sampai tahun 2016 sebelum ia dicomot oleh Jurgen Klopp ke Anfield . Di Liverpool ia sempat mewujudkan impiannya untuk menjuarai Champions League bersama the reds di musim 2018/19

Kyriakos Papadopoulos

Papadopoulos dibeli dari Olympiakos di musim panas sebelumnya ketika umurnya baru 18 tahun. Bek asal Yunani itu diperkirakan akan jadi bek terbaik dunia di masa depan. Tapi sayang ia menderita cedera yang menghancurkan mimpinya.

Setelah petualangannya di Schalke habis di tahun 2014, ia terdampar di klub-klub Bundesliga. Seperti Bayern Leverkusen, RB Leipzig, dan Hamburg SV. Di usianya yang masih 31 tahun, ia pulang ke Yunani untuk bermain dengan PAS Lamia di tahun 2023

Christoph Metzelder

Metzelder datang di tahun 2010 dari Real Madrid. Ya, ia salah satu dari dua pemain yang datang dari Real Madrid, meskipun tidak setenar rekannya. Ia dinyatakan bersalah atas kasus pornografi anak di tahun 2021.

Hans Sarpei

Schalke adalah klub terakhir Hans Sarpei. Bek sayap asal Ghana itu pensiun di tahun 2012 setelah mengabdi kepada die knappen selama dua tahun. Setelah pensiun, ia terjun ke dunia hiburan. Sarpei menjadi pembawa acara reality show Netflix berjudul Beastmaster.

Julian Draxler

Di musim 2010/11 ia memang belum jadi pemain andalan Schalke. Ia bahkan baru menjalani debut profesionalnya di bulan Januari 2010. Draxler juga hanya menjalani 6 laga Champions League.

Tapi ia jadi pemain vital yang mengamankan posisi ketiga Bundesliga di musim setelahnya. Ia juga jadi bagian penting di Piala Dunia 2014. Penampilan gemilangnya itu membuat ia banyak diincar klub top Eropa. Tapi di tahun 2015 ia pindah ke tim bundesliga lainnya, Wolfsburg.

Dua musim di sana, ia pun dibeli oleh PSG di musim dingin tahun 2017. Ia nyaris menjuarai Champions League musim 2020 tapi kalah di final melawan Bayern Munchen. Dua tahun kemudian, Draxler dipinjamkan ke raksasa Portugal Benfica.

Ivan Rakitic

Rakitic memang tidak menjalani musim 2010/11 sepenuhnya bersama Schalke. Tapi sayang sekali untuk tidak membahas pemain yang satu ini. Di musim 2010/11, ia membantu timnya memuncaki Grup B dengan empat kali kemenangan dan sekali imbang dan hanya sekali kalah.

Di tengah musim, tepatnya bulan Januari 2011 ia pindah ke Sevilla seharga 2,5 juta euro saja. Di klub inilah penampilannya mulai mencuri perhatian publik. Sehingga di tahun 2014 Sevilla menjual Rakitic ke Barcelona dengan harga 18 juta euro. Di klub Catalan, ia meraih puncak kesuksesannya. Berbagai trofi ia datangkan ke Camp Nou. Sampai pada tahun 2020 ia pulang ke Sevilla.

Klaas-Jan Huntelaar

Schalke di musim 2010/11 memang diisi oleh bakat-bakat muda masa depan. Klaas-Jan Huntelaar adalah salah satu dari dua superstar eropa yang dimiliki die knappen saat itu. Sebelum di Schalke, ia telah berkelana di klub-klub besar eropa lainnya seperti Ajax, Real Madrid, dan AC Milan.

Musim 2010/11 adalah musim pertamanya di Schalke. Ia mencetak tiga gol di Liga Champions musim itu. Sayangnya, setelah membawa Schalke lolos fase grup, ia mengalami cedera lutut berkepanjangan. Ia sempat bermain untuk waktu yang sebentar di leg kedua semifinal lawan MU.

Ia bertahan di Veltins-Arena sampai musim 2016/17 dimana ia hanya mampu tampil 16 pertandingan liga. Ia kembali ke klub lamanya, Ajax dengan status bebas transfer di akhir musim itu. Di bulan Januari 2021 ia kembali ke Schalke dan menemani klub itu turun kasta sejak tahun 1988. Huntelaar akhirnya mengumumkan pensiun di akhir musim itu.

Raul Gonzalez

Satu lagi superstar di Schalke, Raul Gonzalez. Pangeran Bernabeu itu memilih untuk berlabuh di Schalke setelah dibuang Madrid pada akhir musim 2009/10. Tapi menjadi pemain buangan Madrid tidak menghapus fakta bahwa dirinya adalah pemain legenda. Juga, kemampuannya belum habis.

Di musim 2010/11 ia mencetak 19 gol di semua kompetisi. Termasuk 5 gol di Liga Champions, membuktikan julukan “Mr. Champions League” pantas ia sandang. Di musim setelahnya, ia masih belum menunjukan penurunan performa. Tapi ia tidak memperpanjang kontrak di Schalke. Ia pun mengumumkan untuk pensiun di tahun 2015. Dan saat ini ia mengambil posisi sebagai pelatih Real Madrid Castilla.

Sumber referensi: Planet, BBC, UEFA, One, Bundesliga, Goal

Berita Bola Terbaru 14 Maret 2023 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Serie A, AC Milan harus puas berbagi poin setelah hanya meraih imbang 1-1 dengan Salernitana. Milan sebetulnya unggul lebih dulu melalui Olivier Giroud menit 45. Namun, Boulaye Dia berhasil menyamakan kedudukan menit 61. Hasil ini membuat Milan tertahan di peringkat empat klasemen sementara Serie A.

Sedangkan di La Liga, Atletico Madrid berhasil menang tipis 1-0 di kandang Girona. Gol Alvaro Morata menit 90+1 jadi satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan ini. Kemenangan ini membuat Los Rojiblancos memperlebar jarak dengan Real Sociedad yang berada di peringkat 4 klasemen sementara La Liga. Sedangkan Girona masih tertahan di peringkat 12.

RUMAH MO SALAH DIRAMPOK!

Kabar mengejutkan datang dari pahlawan Timnas Mesir, Mohamed Salah. ESPN melaporkan kalau villa mewah milik Salah yang berada di Kairo, Mesir dibobol oleh orang tak dikenal. Penyidikan masih berlanjut dan belum ada penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian setempat. Kabarnya, perampok tersebut hanya mengambil TV dari villa Mo Salah.

ENRIQUE DAN VALVERDE TERSERET KASUS SUAP BARCELONA

Kasus suap wasit yang dialami Barcelona memasuki babak baru. Kini dua nama yang pernah berkaitan dengan Barcelona, Luis Enrique dan Ernesto Valverde ikut terseret. Dilansir AS, kedua mantan pelatih El Barca itu dipanggil bukan sebagai tersangka, melainkan sebagai saksi skandal Negreira. Kejaksaan setempat akan memastikan apakah dalam masa jabatan mereka, Barcelona melakukan kecurangan dengan menyuap wasit.

POGBA LAGI-LAGI CEDERA

Nasib apes beruntun dialami Paul Pogba. Setelah rangkaian kasus dengan saudaranya, kini Pogba harus mengalami rangkaian cedera. Dilansir BRfootball, Pogba tercatat baru tampil sekali untuk Juventus karena mengalami cedera lutut di awal musim. Kini saat Pogba kabarnya telah membaik dan sudah mulai latihan, otot sang pemain malah robek saat latihan tendangan bebas di Turin. Belum ada kepastian sampai kapan ia akan absen, tapi ini merupakan kerugian bagi Juventus dan Pogba itu sendiri.

XAVI SIMONS JADI TARGET MU SELANJUTNYA?

Erik Ten Hag dikabarkan sedang menekan Manchester United untuk segera mendatangkan gelandang muda dari Belanda. Pemain tersebut kabarnya adalah Xavi Simons yang kini memperkuat PSV Eindhoven. Dilansir Fourfourtwo, Xavi adalah salah satu pemain muda paling berbakat di Eropa saat ini. Ia telah mencetak 15 gol dalam 37 penampilan sejauh musim ini. Kabarnya Ten Hag sangat menggemari gaya bermainnya dan akan menjadikan Xavi sebagai target utama musim depan.

CHELSEA IKUTAN INCAR HARRY KANE?

Dalam beberapa hari terakhir, Harry Kane diisukan menjadi target utama Manchester United. Dilansir Football365, Chelsea dikabarkan juga berminat untuk mendatangkan bomber Tottenham Hotspur tersebut. Namun menurut legenda United, Rio Ferdinand, kemungkinannya cukup kecil, karena sang pemain pasti enggan membelot ke tim London lain. Rio justru menyarankan Chelsea untuk mendatangkan Victor Osimhen saja.

FIFA DITUNTUT BERI KOMPENSASI PADA PEKERJA DI QATAR

The Guardian mewartakan, ada lebih dari satu juta orang menuntut keadilan pada FIFA sebagai otoritas sepakbola dunia. Mereka telah menandatangani petisi guna menuntut agar FIFA memberikan kompensasi kepada para migran yang mengalami pelanggaran hak asasi manusia ketika bekerja di Piala Dunia Qatar. Mengingat FIFA mengantongi keuntungan miliaran rupiah di ajang tersebut, seharusnya ini bukanlah suatu hal yang sulit. Mencuatnya petisi ini mengindikasikan kalau kasus HAM di Piala Dunia Qatar tak kunjung rampung.

RAUL MASUK DAFTAR PENGGANTI ANCELOTTI DI REAL MADRID

Kesuksesan Raul Gonzalez dalam mengembangkan puluhan bakat muda di La Fabrica membuat manajemen Real Madrid ingin memberikan kesempatan yang lebih baginya. Dilansir AS, kontrak Carlo Ancelotti yang akan berakhir pada 2024 membuat nama Raúl masuk sebagai kandidat utama untuk mengambil alih kepelatihan Real Madrid. Jika Raul berkenan, Los Galacticos tak akan mencari opsi lain musim depan.

HUBUNGAN EDEN HAZARD DENGAN ANCELOTTI MEMBURUK

Dalam salah satu wawancara dengan media Spanyol, Eden Hazard membagikan pengalaman dan keluh kesahnya selama bermain di Real Madrid. Dilansir Football Espana, Hazard menyampaikan keinginannya untuk terus bermain bersama Madrid. Namun, ia belum mendapatkan kesempatan pasca event Piala Dunia rampung. Hazard bahkan menegaskan kalau hubungannya dengan Ancelotti tidak begitu baik. Ia bahkan mengaku sangat jarang mengobrol dengan pelatih berpaspor Italia tersebut.

MANCINI GERAM WEST HAM ABAIKAN SCAMACCA

Jelang jeda internasional akhir Maret nanti, Roberto Mancini telah memanggil pemain Timnas Italia yang akan dipersiapkan untuk pertandingan uji coba. Namun, Mancini tampaknya kurang senang dengan sikap West Ham yang tak memberikan banyak menit bermain pada strikernya, Gianluca Scamacca. Dilansir Football Italia, Mancini kecewa dengan West Ham yang tak memberi banyak kesempatan pada anak asuhnya itu. Ia menyalahkan klub atas tak berkembangnya sang pemain, karena menurutnya pemain akan berkembang apabila terus diberi kesempatan bermain.

JELANG LAGA KONTRA CITY, LEIPZIG TANPA NKUNKU

Jelang pertandingan leg kedua babak 16 besar kontra Manchester City, pelatih RB Leipzig, Marco Rose menyampaikan kalau timnya tidak dalam kekuatan terbaik. Dilansir Sky Sports, Rose mengkonfirmasi kalau dua gelandang kunci Christian Nkunku dan Xaver Schlager bakal absen di pertandingan tersebut. Menurutnya, ini bakal jadi tugas berat karena laga akan dimainkan di Etihad Stadium, markas City.

WEST HAM & LEICESTER BERSIAP DEGRADASI

West Ham United dan Leicester City tampaknya mulai pasrah dengan situasi klub musim ini. Dengan situasi yang membuat mereka harus bersaing di zona degradasi pihak klub mulai mempersiapkan apabila kemungkinan terburuk terjadi. Dilansir Daily Mail, kedua klub perlahan mulai menambah klausul pengurangan gaji pada para pemainnya apabila klub terdegradasi nanti. Sikap ini bertujuan agar klub terhindar dari beban gaji yang begitu besar saat berlaga di Championship.

TAKUT KENA FFP, PSG TUNDA PERPANJANGAN KONTRAK MESSI & RAMOS

PSG dikabarkan akan menunggu hingga akhir musim untuk membicarakan pembaruan kontrak kedua bintangnya, Lionel Messi dan Sergio Ramos. Dilansir Football Espana, pihak klub enggan terburu-buru dalam proses perpanjangan kontrak Messi dan Ramos karena khawatir tentang ancaman sanksi Financial Fair Play. Mengingat klub sudah membukukan kerugian tahunan sebesar 370 juta pounds (Rp6,9 triliun) musim ini.

MESKI MASIH DALAM PENYIDIKAN, HAKIMI TETAP DIPANGGIL TIMNAS

Meski masih dalam penyelidikan karena terlibat dalam tuduhan pemerkosaan di Prancis, Achraf Hakimi dikabarkan tetap dipanggil ke dalam skuad Timnas Maroko. Dilansir ESPN, meski status Hakimi belum jelas, pelatih Timnas Maroko, Walid Regragui percaya kalau pemainnya tak bersalah. Jadi ia masih mempercayai sang pemain untuk masuk skuad Maroko yang dipersiapkan jelang laga uji coba kontra Brazil dan Peru.

MASUK TIMNAS HARUS PSIKOTES DULU?

Menuju Sea Games 2023, Timnas Indonesia melakukan persiapan yang cukup unik. Dilansir CNN Indonesia, Indra Sjafri selaku pelatih Timnas U-22 mengadakan tes psikotes sebagai bagian persiapan jelang kompetisi. Coach Indra mengatakan tes psikotes ini dilakukan untuk mendapat gambaran mengenai kondisi psikologis para pemain. Indra menambahkan psikotes ini juga bertujuan untuk mengetahui ukuran potensial kecerdasan pemain. Udah kayak tes CPNS aja nih coach.

WILFRIED ZAHA DIINCAR KLUB ARAB SAUDI

Sepakbola Arab Saudi tak henti-hentinya memberikan kejutan. Setelah Al-Nassr mencuri perhatian di penghujung tahun lalu, kini giliran rival mereka, Al-Ittihad yang sedang berburu pemain top. Dilansir Talksport, Al-Ittihad dikabarkan tengah berusaha mendatangkan bintang Crystal Palace, Wilfried Zaha. Menurut laporan, kontrak Zaha akan habis akhir musim nanti dan Al-Ittihad telah menawarkan kontrak senilai 9 juta pound (Rp168 miliar) per tahun demi mendapatkan tanda tangan sang pemain. 

GAVI BISA PERGI DARI BARCA SECARA GRATIS, JIKA…

Krisis finansial dan rangkaian kasus yang dialami Barcelona membuat pergerakan transfer klub kian sempit. Yang terbaru, Barca dikabarkan tak bisa mendaftarkan beberapa pemainnya musim depan. Dilansir Sky Sport, salah satu pemain yang diragukan bisa masuk skuad Barca adalah Gavi. Melihat situasi tersebut, Liverpool dan Manchester City mengawasi situasi sang pemain. Jika ada celah, keduanya akan bergerak di musim panas mendatang.

MU INGIN PINJAMKAN ANTHONY ELANGA

Manchester United dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan untuk meminjamkan Anthony Elanga musim depan. Dilansir Mirror, di tengah menanjaknya performa Marcus Rashford dan Alejandro Garnacho, Elanga kesulitan untuk mendapatkan tempat reguler di line up utama Erik ten Hag. Melihat situasi ini United berencana melepas Elanga dengan status pinjaman musim panas ini. Peminjaman ini dilakukan agar Elanga mendapat menit bermain yang cukup.

BAYERN DAN LAFC JALIN KERJASAMA SOAL PENGEMBANGAN PEMAIN MUDA

Pemuncak klasemen Bundesliga, Bayern Munchen telah mengumumkan kerja sama dengan salah satu wakil MLS, Los Angeles FC. Dilansir ESPN, kerjasama lintas benua ini akan bergerak di bidang pengembangan pemain usia muda. Kabarnya kedua klub akan membangun sejenis akademi bernama Red & Gold Football yang nantinya berbasis di Jerman. Setiap klub masing-masing akan memegang 50% saham dari proyek ini.

KEYLOR NAVAS KESULITAN DI LIGA INGGRIS

Sejak tiba di Premier League bersama Nottingham Forest, Keylor Navas sudah kebobolan 12 gol dalam enam penampilan. Ia mengaku kalau bermain di Liga Inggris sangatlah sulit. Dilansir AS, Navas mengaku persaingan di Inggris begitu sulit. Sebagai penjaga gawang anyar ia dituntut tampil prima di setiap pertandingan. Meski itu sulit, Navas yakin bisa membantu Forest bersaing di papan tengah Liga Inggris

MESKI ADA TUDUHAN PENGANIAYAAN, GREGG BERHALTER TETAP LATIH US

Pelatih Timnas Amerika Serikat, Gregg Berhalter beruntung tak kehilangan pekerjaan setelah menerima tuduhan penganiayaan. Dilansir Bleacherreport, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat mengatakan bahwa Berhalter akan tetap menjadi pelatih kepala tim nasional putra meski terdapat tuduhan penganiayaan terhadap kekasihnya. Kabarnya, kasus ini sudah lama terjadi tapi baru muncul karena diduga untuk menghancurkan karir sang pelatih.

ARSENAL SEMAKIN DEKAT DENGAN WONDERKID LEVERKUSEN

Arsenal dikabarkan belum puas dengan komposisi pemain sayapnya musim ini. Manajer The Gunners, Mikel Arteta mengaku sangat tertarik untuk mendatangkan satu lagi pemain sayap musim depan. Dilansir Four Four Two, kini Arsenal dirumorkan jadi yang terdepan untuk mendapatkan bintang Bayern Leverkusen, Moussa Diaby. Arsenal akan bergerak pada musim panas mendatang, namun mereka akan bersaing dengan Newcastle United.

SIMEONE RELA TURUN GAJI DEMI BERTAHAN DI ATLETICO

Diego Simeone barangkali jadi pelatih paling lama yang menangani satu tim di Eropa bersama Atletico Madrid. Bahkan karena kecintaan terhadap Atletico, ia rela menurunkan gajinya demi bisa bertahan lebih lama di klub. Dilansir Football Espana, Simeone akan menurunkan gajinya dari 20 juta euro (Rp329 miliar) menjadi 16,5 juta euro (Rp271 miliar) per tahun. Ia juga ingin terus menjadi pelatih Atletico hingga 2024 mendatang.

MARCO SILVA JADI OPSI PENGGANTI CONTE DI SPURS

Selain Thomas Tuchel, Tottenham juga telah memasukan nama pelatih Fulham, Marco Silva sebagai salah satu kandidat yang akan menggantikan Antonio Conte musim depan. Dilansir The Sun, Spurs memandang Silva sebagai pelatih yang tepat. Spurs terpukau dengan kinerja Silva yang musim lalu membawa Fulham promosi dan kini bersaing di papan atas Liga Inggris.

MADRID JADI PENYEBAB HAZARD PENSIUN DARI TIMNAS

Situasi Eden Hazard di Real Madrid makin sulit. Setelah tak kunjung mendapat kesempatan bermain, kini hubungannya dengan klub kian berantakan. Dilansir Football Espana, dalam salah satu wawancara, Hazard membeberkan kalau Madrid punya peran besar di balik keputusannya pensiun dari Timnas Belgia. Minimnya menit bermain yang diberikan Madrid membuat Hazard frustrasi dan merasa sudah tak bisa berkontribusi banyak untuk tim nasional. Maka dari itu, ia membulatkan tekad untuk pensiun saja dari timnas.