Beranda blog Halaman 378

Berita Bola Terbaru 24 Maret 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Timnas Inggris dengan 10 pemainnya sukses mengalahkan Timnas Italia dengan skor 2-1 pada laga Grup C kualifikasi Euro 2024. Bertanding di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, pada Jumat (24/3) dini hari WIB, gol Timnas Inggris dicetak oleh Declan Rice di menit ke-13 dan Harry Kane di menit ke-44. Sementara Italia hanya bisa memperkecil skor melalui Mateo Retegui di menit ke-56.

Di tempat lain, partai kualifikasi Euro 2024 antara Portugal vs Liechtenstein berakhir dengan skor 4-0. Dalam laga di Stadion Jose Alvalade, gol-gol dari Joao Cancelo di menit ke-8, Bernardo Silva menit ke-47, dan Cristiano Ronaldo menit 51 dan 63 mengantar tim beralias Selecao das Quinas meraih tiga poin. 

Pada ajang uji coba, gol ke-800 Lionel Messi dalam karirnya mewarnai kemenangan Argentina 2-0 atas Panama. Pemain pengganti, Thiago Almada membuka keran gol La Albiceleste di menit ke-78, sebelum Lionel Messi menggandakan skor di menit ke-89. Setelah Panama, Argentina akan memainkan satu laga uji coba lagi, yaitu berjumpa Curacao.

NAGELSMANN DIPECAT, TUCHEL JADI PELATIH BAYERN MUNCHEN

Dikutip Bleacherreport, Bayern Munchen dilaporkan memecat Julian Nagelsmann. Pemecatan ini dikabarkan imbas dari menurunnya performa Bayern Munchen di kompetisi domestik. Kini Thomas Tuchel disiapkan sebagai pengganti. Tuchel akan meneken kontrak dalam beberapa hari ke depan, yang berlaku sampai 2025. 

MASON BAKAL DIPILIH JIKA SPURS LENGSERKAN CONTE

Tottenham Hotspur diklaim akan membuat keputusan terkait dengan jabatan Antonio Conte pada agenda internasional. Seiring musim ini hanya menyisakan 2,5 bulan lagi, Spurs berencana mempromosikan asisten pelatih Ryan Mason sebagai pelatih interim. Pengalaman sebagai pemain Spurs yang dimulai sejak dari akademi tentu menjadikan Mason sangat mengenal The Lilywhites.

RONALDO PECAHKAN REKOR CAPS TERBANYAK DALAM SEJARAH SEPAKBOLA

Cristiano Ronaldo belum juga berhenti mencatatkan rekor fantastis. Terbaru, Ronaldo sah menjadi pemain dengan torehan caps internasional resmi terbanyak dalam sejarah. Dengan bermain di laga Portugal vs Liechtenstein, Ronaldo telah mencatatkan caps ke-197 bersama Selecao. Angka tersebut membawa Ronaldo melampaui catatan striker Kuwait, Bader Al-Mutawa yang sebelumnya memimpin dengan 196 caps.

RONALDO SEMPAT PERTIMBANGKAN PENSIUN USAI PIALA DUNIA 2022

Sehari sebelum laga kontra Liechtenstein, Cristiano Ronaldo mengungkapkan bahwa ia mempertimbangkan untuk pensiun dari dunia internasional setelah dicoret Portugal di Piala Dunia 2022. Penyerang berusia 38 tahun itu ternyata sangat terpukul dengan hasil jeblok di Qatar 2022. Akan tetapi, Ronaldo menolak menyerah dan kini sudah bersama timnas Portugal untuk melakoni Kualifikasi Piala Eropa 2024.

KEMENANGAN PERDANA INGGRIS DI KANDANG ITALIA SEJAK 1961

Skuad asuhan Gareth Southgate ini akhirnya buka puasa kemenangan di Negeri Pizza. Sebab kemenangan Inggris di kandang Italia terakhir kali pada 1961. Selain itu, kemenangan adalah balas dendam usai sebelumnya Inggris vs Italia berakhir tangisan. Pasalnya, di final Euro 2020 Inggris harus bertekuk lutut di Italia sebagai jawara Eropa, dan terjadi di stadion kebanggaan mereka, Stadion Wembley. 

HARRY KANE LEWATI REKOR WAYNE ROONEY

Striker Timnas Inggris Harry Kane berhasil memecahkan rekor 53 gol milik Wayne Rooney di level timnas. Hal itu usai Kane mencetak gol dari titik putih saat The Three Lions mengalahkan Timnas Italia dengan skor 1-2. Harry Kane mencetak gol kedua Inggris pada pertandingan pembuka Grup C Kualifikasi Euro 2024 melawan Italia, lewat penalti pada menit 44.

MESUT OZIL PENSIUN

Mesut Ozil, eks pemain Real Madrid, Arsenal dan Timnas Jerman, memutuskan gantung sepatu pada usia 34 tahun. Hal itu disampaikan melalui akun media sosialnya. “Halo semuanya, setelah pertimbangan matang, saya mengumumkan pengunduran diri saya segera dari dunia sepak bola profesional,” tulis Ozil dalam unggahannya di Instagram, Rabu, 22 Maret 2023. Cedera jadi alasan utama Ozil memutuskan pensiun.

TITISAN MESSI PENSIUN DI USIA 32 TAHUN

Dikutip dari Dailymail, pemain yang pernah dijuluki The Next Lionel Messi, Bojan Krkic, pensiun. Bojan Krkic telah memutuskan untuk gantung sepatu dan menyelesaikan masalah diri dengan segera dari sepak bola pada usia 32 tahun. Bojan Krkic sebelumnya telah menghabiskan dua tahun terakhir bermain untuk klub Jepang Vissel Kobe, bermain di sana sejak Agustus 2021, tetapi tidak memiliki klub sejak meninggalkan tim Jepang pada Januari 2023.

VIRUS MEREBAK DI TIMNAS BELANDA, 5 PEMAIN DIPULANGKAN!

Petaka menghampiri Belanda jelang kualifikasi Piala Eropa 2024 kontra Prancis dan Gibraltar. Lima pemain mereka terjangkit virus dan dipulangkan. Mereka yang batal bertanding diantaranya Cody Gakpo (Liverpool) dan Matthijs de Ligt (Bayern Munchen). Hal serupa dialami tiga pemain lainnya, yakni Sven Botman, Joey Veerman dan Bart Verbruggen. Kelima pemain itu langsung dipulangkan untuk menjalani pengobatan.

PHILIPP LAHM KLAIM MESSI TAK BAHAGIA DI PSG

Mantan bintang Bayern Munchen, Philipp Lahm menyebut Lionel Messi tidak bahagia di Paris Saint-Germain. Lahm juga membeberkan pandangan yang makin menohok. Ia menilai Messi terintegrasi dengan baik ke dalam timnas Argentina seperti halnya Kylian Mbappe di timnas Prancis. Semua bahu membahu untuk tujuan tim. Namun itu tak terjadi di PSG.

UEFA IKUT INVESTIGASI KASUS SUAP BARCELONA

Klub raksasa Spanyol, Barcelona dalam masalah yang lebih besar karena UEFA ikut turun tangan untuk melakukan investigasi terkait suap wasit. Dilaporkan Sky Sports, jika Barcelona terbukti melakukan pengaturan skor, UEFA berhak melarang mereka tampil di Liga Champions selama semusim. Aturan ini sudah berlaku sejak 2007.

GRIEZMANN KECEWA DESCHAMPS BERIKAN BAN KAPTEN TIMNAS PRANCIS PADA MBAPPE

Keputusan Didier Deschamps menunjuk Kylian Mbappe jadi kapten Timnas Prancis menimbulkan masalah. Griezmann yang merupakan salah satu favorit menggantikan peran Hugo Lloris sangat kecewa mengetahui bahwa dirinya hanya menjadi kapten kedua. Griezmann menganggap keputusan Deschamps tidak adil. Pasalnya, dia belum dapat diberi pengakuan bahwa berdasarkan usia dan pengalaman, ia seharusnya pantas mendapatkannya.

MADRID SIAPKAN RENCANA UNTUK REKRUT HAALAND PADA 2024

Raksasa La Liga, Real Madrid kabarnya sudah menyiapkan rencana untuk merekrut Erling Haaland dari Manchester City pada musim panas 2024. Haaland memang bisa saja ditebus dari The Citizen per 2024. Laporan Diario AS mengklaim eks punggawa Borussia Dortmund itu memiliki klausul rilis di kisaran 220-240 juta euro, yang bakal aktif pada akhir musim depan.

MU DIDAKWA FA ATAS KISRUH KARTU MERAH FULHAM

Perempat final Piala FA antara Manchester United melawan Fulham diwarnai tiga kartu merah untuk dua pemain dan manajer Fulham. Ternyata kisruh tiga kartu merah dalam 40 detik itu merembet ke Setan Merah. MU terkena imbas dakwaan FA. MU didakwa oleh FA karena gagal mengendalikan para pemainnya selama momen kisruh tiga kartu merah di Old Trafford akhir pekan lalu. Tuduhan tersebut terkait dengan kejadian di mana sejumlah pemain Manchester United mengepung wasit Chris Kavanagh saat mereka meminta penalti, setelah pemain Fulham, Willian melakukan handball menit ke-72.

LIVERPOOL INGIN REKRUT PAUL MITCHELL

Liverpool dikabarkan sudah mengadakan pertemuan dengan pihak AS Monaco untuk merekrut Direktur Olahraga mereka, Paul Mitchell. Dilansir Mirror, Mitchell telah membangun reputasi sebagai salah satu recruiter paling cerdas di sepakbola Eropa. Ia sukses sebagai kepala rekrutmen di Southampton dan kemudian RB Leipzig sebelum akhirnya di Monaco. Pihak Liverpool ingin menggunakan jasanya untuk memperbaiki strategi transfer mereka musim depan. 

SPURS PANTAU PELATIH FRANKFURT

Mengingat masa depan dari Antonio Conte sudah tak jelas di London, Tottenham mulai bergerak mencari penggantinya musim depan. Dilansir Four Four Two, Spurs dikabarkan tengah memantau situasi pelatih Eintracht Frankfurt, Oliver Glasner. Ia mengesankan selama dua tahun bertugas di Frankfurt. Ia memenangkan Europa League dan membangun tim yang solid sehingga Frankfurt jadi tim penantang di Eropa. Spurs yakin, Glasner bisa membawa kesuksesan itu ke London. Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

NEAL MAUPAY TINGGALKAN EVERTON?

Pemain Everton, Neal Maupay dikabarkan akan meninggalkan klub akhir musim nanti. Menurut juru transfer Fabrizio Romano, Maupay cukup tertarik untuk menjajal kompetisi lain seperti Serie A. Menurut agennya, Pastorello Maupay diminati beberapa klub Serie A termasuk Salernitana dan sang pemain terbuka dengan negosiasi tersebut. 

ARSENAL JADWALKAN LAGA KONTRA MLS ALL-STAR

Arsenal akan mempersiapkan diri menghadapi musim 2023/24 dengan melakukan perjalanan tur musim panas ke Amerika Serikat. Kabarnya mereka mengagendakan pertandingan melawan MLS All-Star. Dilansir Bein Sport, The Gunners akan mengunjungi Amerika Serikat untuk kedua kalinya. Mereka akan menghadapi tim yang terdiri dari pemain terpilih dari Major League Soccer pada Juli mendatang. Kabarnya, tim All-Star tersebut akan dipimpin oleh Wayne Rooney sebagai pelatih.

BINTANG MUDA JERMAN INGIN GABUNG BARCELONA

Meski menderita masalah keuangan, Barcelona tampaknya tak kehilangan pesona bagi beberapa pemain muda. Dilansir Football Espana, salah satu bintang muda Jerman, Florian Wirtz dikabarkan berminat untuk bergabung dengan raksasa Spanyol tersebut. Menurut laporan, Wirtz merupakan fans La Blaugrana sejak kecil. Ia mengaku selalu ingin bermain untuk Barca suatu saat nanti.

ROMA BERMINAT TUKAR ABRAHAM DENGAN LUKAKU

AS Roma dikabarkan siap menjual striker andalan mereka, Tammy Abraham dan menggantikannya dengan mantan punggawa Chelsea yang lain. Dilansir Football Italia, Abraham memang tampil apik di musim perdananya di Roma, tapi ia tak bisa mempertahankan performanya musim ini. Kabarnya, sang pelatih Jose Mourinho mulai mempertimbangkan untuk menjualnya akhir musim nanti. Menurut laporan, apabila Roma melepas Abraham, mereka akan menggantikannya dengan striker Chelsea lainnya, yakni Romelu Lukaku.

PULISIC BAKAL DILEPAS KE NAPOLI

Chelsea dikabarkan sangat tertarik untuk mengontrak Victor Osimhen dari Napoli musim depan dan mereka bersedia menawarkan Christian Pulisic dalam kesepakatan itu. Dilansir AS, pemain internasional Amerika Serikat itu siap berpisah dengan tim Liga Inggris untuk mencari menit bermain lebih banyak di klub lain musim depan. Kabarnya, Chelsea akan memanfaatkan keinginannya itu untuk menjadi pelicin dalam negosiasi dengan Napoli soal Osimhen.

BALOGUN BUKA PELUANG PINDAH WARGA NEGARA AMERIKA SERIKAT

Folarin Balogun dikabarkan telah meninggalkan kamp latihan Timnas Inggris U-21 di tengah isu tentang perubahan warga negaranya ke Amerika Serikat. Dilansir AS, Balogun yang sudah dipanggil ke Timnas Inggris U-21 tak menghadiri pusat pelatihan. Kabarnya, di waktu yang sama Balogun menjajaki kemungkinan bisa membela Timnas Amerika Serikat. Pembicaraan dengan pelatih Amerika Serikat sudah terjalin. Balogun berhak membela USMNT karena ia merupakan pemain kelahiran New York, Amerika Serikat.

EDERSON: ANCELOTTI BAKAL LATIH BRAZIL 

Rumor tentang Carlo Ancelotti yang akan melatih Timnas Brazil musim depan kian santer terdengar. Dilansir ESPN, beberapa pemain tim nasional Brazil bahkan tampak yakin bahwa Ancelotti bisa menjadi pelatih mereka berikutnya. Penjaga gawang Brazil, yakni Ederson juga berbicara soal kemungkinan ini. Menurutnya, Ancelotti sangat mungkin untuk melatih Timnas Brazil akhir musim nanti. Apalagi jika Real Madrid tersingkir dari Liga Champions musim ini.

KETIKA RAMADHAN, LIGA INGGRIS MEMBERLAKUKAN JEDA BUKA PUASA

Memasuki bulan ramadhan, Liga Inggris akan memberlakukan peraturan unik untuk menghormati pemain yang sedang menjalani ibadah puasa. Dilansir Sky Sport, Ofisial pertandingan telah mengeluarkan panduan agar pemain dapat berbuka puasa dengan meminum cairan, gel energi, atau suplemen di pinggir lapangan selama jeda permainan. Wasit juga didorong untuk mengidentifikasi pemain yang berpuasa sebelum kickoff dan menyetujui perkiraan waktu jeda di tengah pertandingan.

Hebatnya Schalke Sampai ke Semifinal UCL 2010/11

Ada rasa kecewa sekaligus bangga dari para pemain Schalke ketika wasit meniup peluit panjang di laga semifinal Liga Champions 2010/11. Kecewa karena mereka kalah dengan agregat 6-1 melawan Manchester United. Bangga, karena itu adalah pertama kalinya Schalke bisa menapakkan kakinya di babak semifinal Liga Champions.

Jose Manuel Jurado saat itu berkata “Ini pertama kalinya klub bisa sampai babak semifinal. Dan sekarang orang-orang memandang Schalke secara berbeda”. Dan ucapan itu terbukti benar. Siapapun yang punya pengetahuan tentang Bundesliga pasti menyadari bahwa Schalke adalah klub besar. Mereka dikenal sebagai penghasil bakat-bakat muda di Jerman.

Tapi sayangnya ucapan itu seolah tidak berarti apapun setelah apa yang terjadi pada Schalke sekarang. Setelah serangkaian keputusan buruk dari petinggi klub, Schalke menghadapi kehancurannya sendiri.

Puncaknya adalah di musim 2020/21, ketika die knappen terdegradasi untuk yang pertama kalinya sejak 33 tahun. Mereka memang bisa kembali ke Bundesliga di musim 2022/23 ini. Namun, setelah itu pun Schalke masih belum bisa bangkit.

Tapi kita bukan membahas soal kehancuran Schalke. Melainkan bernostalgia ketika Schalke dengan gagahnya berhasil sampai ke semifinal Champions League. Bagaimana hebatnya perjalanan Schalke di Liga Champions musim 2010/11?

Datangnya Rangnick

Bisa dibilang Schalke mengawali musim 2010/11 dengan penuh kekecewaan. Rentetan hasil buruk mereka dapatkan di pertandingan liga. Kalah di empat laga awal Bundesliga membuat semangat mereka sempat surut. Padahal Schalke mengakhiri musim sebelumnya dengan finis di peringkat kedua.

Tapi empat kekalahan beruntun di awal kampanye Bundesliga tentu membuat Schalke diragukan kualitasnya. Dan hasil buruk itu masih tetap berlanjut. Total dari 10 pertandingan pertama, Schalke hanya meraih satu kemenangan, tiga imbang dan enam kali kalah. membuat mereka duduk di peringkat 17.

Setelah itu Schalke sempat mengalami peningkatan performa menjelang musim dingin. Tapi itu hanya bersifat sementara. Die Knappen kembali berkutat di posisi 10 sampai libur tengah musim.

Performa yang tidak baik itu memunculkan ketidakpuasan dari berbagai pihak. Dan yang harus bertanggung jawab adalah Felix Magath, pelatih Schalke saat itu. Ia pun dipecat pada pertengahan musim dan digantikan oleh Ralf Rangnick. Ia bukanlah nama yang asing bagi Schalke. Sebelumnya Rangnick pernah jadi pelatih Schalke di tahun 2004 sampai tahun 2005.

Rangnick mewarisi skuad yang pincang. Setelah menderita banyak hasil buruk, mereka mengalami penurunan motivasi dan banyak ketidakpuasan. Tapi setidaknya ia punya skuad yang dipenuhi dengan bakat-bakat yang luar biasa. Diantaranya adalah Manuel Neuer. Saat itu ia masih berusia 25 tahun dan sudah jadi kapten tim.

Bawa Bakat Muda ke Eropa

Selain Neuer ada juga beberapa pemain lagi yang akan jadi bintang di masa depan. Diantaranya adalah Joel Matip yang masih jadi pemain muda saat itu. Ia dipercaya di lini bertahan Schalke. Kemudian, bersama Matip juga hadir Benedikt Howedes yang dimasa depan akan menjuarai Piala Dunia bersama Jerman.

Bakat muda itu dipadukan dengan beberapa pemain yang sudah veteran. Sebut saja Raul Gonzalez. Dimana ini jadi musim pertama Raul di Schalke setelah dibuang oleh Real Madrid. Raul bisa membuktikan bahwa dirinya masih belum habis.

Kemudian ada juga Klaas-Jan Huntelaar. Ia berlabuh di Schalke setelah berkelana di klub-klub top Eropa seperti Ajax, AC Milan, dan Real Madrid. Untuk melapis dua pemain senior itu Rangnick juga punya pemain muda lainnya, Julian Draxler.

Meskipun hasil buruk diterima oleh Schalke di Bundesliga, Felix Magath masih bisa membuat keberuntungan di Liga Champions. Die Knappen berada di grup B yang diisi oleh Lyon, Benfica, dan Hapoel Tel Aviv. Felix masih bisa membawa Schalke lolos fase grup dengan memuncaki klasemen.

Mengalahkan Valencia

Pertandingan terakhir Felix di Liga Champions bersama Schalke adalah di babak 16 besar. Saat itu Schalke bertemu dengan wakil dari Spanyol, Valencia. Leg pertama dijalankan di markas Valencia, Mestalla Stadium. Dalam laga sengit yang diwarnai 31 kartu kuning dan 1 kartu merah ini Schalke berhasil menahan imbang tim tuan rumah dengan skor 1-1.

Gol pembuka diciptakan oleh Soldado di menit ke-17. Tapi Tim tamu berhasil membalasnya di babak kedua. Tepatnya di menit ke-64, lewat gol dari Raul Gonzalez yang seolah menegaskan kunjungannya ke Spanyol bukan untuk main-main. Meskipun imbang, gol tandang ini jadi modal penting Schalke untuk leg kedua.

Tapi ternyata Schalke tidak membutuhkan modal itu di leg kedua. Valencia mampu unggul lebih dulu di menit ke-17 lewat gol dari Ricardo Costa. Namun sebelum babak pertama berakhir, tepatnya di menit ke-40 Jefferson Farfan mencetak gol balasan.

Di menit ke-52 Gavranovic berhasil membalikan kedudukan. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk sementara waktu. Sampai di akhir babak kedua, Farfan kembali mencetak gol ke gawang Valencia. Mereka pun lolos ke babak perempat final dengan agregat 4-2.

Di babak perempat final inilah tantangan sebenarnya menanti Schalke. Mereka harus menghadapi raksasa Serie A, Inter Milan. Nerazzurri adalah juara bertahan Liga Champions tahun sebelumnya. Memang Inter Milan di musim 2010/11 tidaklah sekuat mereka di musim sebelumnya. Nerazzurri baru saja ditinggal oleh pelatih mereka, Jose Mourinho yang pindah ke Real Madrid.

Tapi skuad mereka pada dasarnya masih sama. Inter masih diperkuat oleh pemain-pemain yang meraih treble di musim sebelumnya. Lini serang mereka masih diisi oleh Diego Milito, Samuel Eto’o dan Wesley Sneijder. Dan barisan pertahanan yang kokoh seperti Thiago Motta, Zanetti, dan Julio Cesar.

Jatuhkan Juara Bertahan

Inter telah mengalahkan Bayern Munchen sebelum sampai ke babak ini. Dan Giuseppe Meazza masih memberikan aura intimidatif terhadap para lawannya. Jadi, Inter bukanlah tim yang bisa diremehkan meski sudah tidak dilatih Jose Mourinho.

Ini juga jadi pertandingan pertama Rangnick di Champions League bersama Schalke musim itu. Ia baru jadi pelatih die knappen selama tiga minggu saat timnya melakukan perjalanan ke Milan untuk leg pertama.

Pertandingan dimulai dengan awal yang buruk bagi Die Knappen. Baru semenit laga berjalan, Dejan Stankovic sudah mencetak gol jarak jauh terhebat dalam sejarah Champions League. Tapi Matip berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-17. Sebelum Milito dan Edu bergantian mencetak gol untuk menambah skor masing-masing tim. Kedudukan 2 sama pun bertahan sampai babak pertama selesai.

Di babak kedua Schalke mendapatkan kendali permainan. Raul mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-53. Kemudian empat menit berselang Ranocchia mencetak gol bunuh diri. Kartu merah yang diterima Chivu membuat malam makin terasa panjang bagi tim tuan rumah. Akhirnya Edu kembali mencetak gol di menit ke-75 membuat Schalke menang 5-2 di kandang Inter.

Kemenangan 2-1 yang mengejutkan di leg kedua menempatkan mereka ke semifinal Champions League pertama die knappen sepanjang sejarah. Dan mereka melakukannya dengan cara yang luar biasa. Yaitu dengan membinasakan Inter yang musim sebelumnya dapat treble winner. Inter yang saat itu diperkuat mega bintang seperti Samuel Eto’o, Diego Milito, Wesley Sneijder dan lainnya.

Ini jadi penghibur di tengah suramnya nasib mereka di Bundesliga. Mereka duduk di peringkat 10 liga setelah hanya meraih 3 kemenangan dari 7 pertandingan. Hanya perjalanan di Liga Champions inilah yang jadi penyelamat mereka musim itu.

Berakhir di Old Trafford

Namun tentu saja semua hal baik tidak ada yang abadi. Takdir mempertemukan Schalke dengan Manchester United di babak semifinal. Bermain di kandang sendiri, Manuel Neuer melakukan segala cara untuk menjaga gawangnya dari gempuran yang dipimpin oleh Wayne Rooney di leg pertama.

Tapi apa daya, bahkan bermain di Gelsenkirchen tidak bisa membuat mereka membendung kekalahan. Schalke pun kalah dengan skor 2-0 lewat gol dari Ryan Giggs dan Wayne Rooney.

Di leg kedua Schalke tidak bisa berbuat apa-apa. Performa mereka di Liga Champions mulai mencerminkan penampilan mereka di liga domestik. Hal ini berbanding terbalik dengan Manchester United. Anak asuh Sir Alex Ferguson itu masih jadi tim terkuat di Inggris. Dan jelas masih terlalu kuat untuk Schalke.

Dibuktikan dengan MU yang di leg kedua itu memasang pemain-pemain pelapisnya. Diantaranya John O’Shea, Smalling, Jonny Evans, Anderson dan Gibson. Tetap saja, MU bisa menang dengan mudah setelah mengakhiri laga dengan skor 4-1.

Meskipun Rangnick akan hengkang lebih awal di musim setelahnya, ia memiliki peran besar dalam perjalanan sampai ke semifinal Liga Champions. Dan merupakan pencapaian terhebat Schalke di Liga Champions sejauh ini.

Selain itu Schalke juga tidak mengakhiri musim dengan terlalu buruk. Die Knappen meraih DFB Pokal dengan mengalahkan Bayern Munchen di semifinal dan pesta gol lawan MSV Duisberg di final. Itu jadi trofi bergengsi pertama mereka sejak 2002.

Sumber referensi: UEFA, UEFA 2, Balls, 90min, Guardian

Mesut Ozil Tutup Karier yang Dibangunnya dari Keterbatasan

0

“Betapa bagusnya dia. Kami sedang melihat pemain terbaik dunia di masa depan,” kata Miroslav Klose ketika ditanya soal Mesut Ozil. Pemain yang memberinya satu assist kala menaklukan Timnas Argentina dengan skor 4-0 di babak delapan besar Piala Dunia 2010. 

Pujian tersebut terbukti benar beberapa tahun kemudian. Ozil menjelma salah satu gelandang terbaik di eranya. Dengan wajah yang terlihat mengantuk itu, Ozil memberi umpan seperti sudah hafal rekan-rekannya akan berlari ke mana.

Namun, kini kita tak akan pernah melihat karya seni itu lagi. Legenda Arsenal itu memutuskan untuk pensiun dari dunia sepakbola di usia 34 tahun. Maka dari itu, mari kita sedikit melempar ingatan bagaimana perjalanan berliku seorang Mesut Ozil dalam membangun karir persepakbolaannya.

Keterbatasan Bukan Halangan

Mesut Ozil lahir di Gelsenkirchen dari keluarga imigran. Kakek dan nenek Ozil bermigrasi dari Zonguldak, Turki ke Jerman untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di pusat industri Ruhr, Jerman. Namun, Ozil lahir di era yang salah. Kelahirannya bersamaan dengan penurunan industri Jerman ketika tingkat pengangguran migran lebih dari 70%.

Sama halnya dengan anak-anak lain di sekitarnya, hidup di bawah garis kemiskinan membuat Ozil sulit mencari hiburan. Hanya sepakbola yang selalu menemani waktu luangnya. Sebelum sukses seperti sekarang, Ozil mengenal sepakbola di lapangan sempit yang dikelilingi pagar besi di Olga Strasse, Gelsenkirchen. Saking tertutupnya, beberapa orang menyebut lapangan tersebut sebagai “kandang monyet”.

Dengan keterbatasan lahan tersebut Ozil justru mampu mengasah potensinya. Bermain di ruang yang sempit memaksa dirinya untuk mengambil keputusan dengan sangat cepat saat menguasai bola. Situasi tersebut yang membentuk dirinya menjadi pemain tengah yang kreatif. 

Permainannya di “kandang monyet” mengantarkan Ozil bergabung dengan klub lokal bernama Rot-Weiss Essen. Di klub tersebut lah Ozil terlepas dari dunia sepakbola yang gelap dan mendapat metode pelatihan dan fasilitas sepakbola yang jauh lebih baik. Ia membela Essen selama lima tahun dalam periode 2000-2005.

Werder Bremen dan Piala Dunia 2010

Setelah lima musim membela klub lokal, Ozil akhirnya bergabung dengan klub kaya akan sejarah, Schalke. Karirnya di Veltins-Arena tak begitu spesial. Setelah tiga musim lamanya membela klub, Ozil yang menolak perpanjangan kontrak dari Schalke membelot ke Werder Bremen tahun 2008.

Bersama Die Werderaner, Ozil mulai dikenal publik sepakbola Jerman. Di musim pertamanya, pemain berkaki kidal itu langsung mencetak 23 assist di semua kompetisi dan itu jadi yang terbanyak di Bundesliga. Di musim yang sama, ia juga membantu Bremen menjuarai DFB-Pokal keenam dalam sejarah klub.

Performa luar biasanya itu menarik perhatian pelatih Timnas Jerman saat itu, Joachim Low untuk memanggilnya ke skuad Der Panzer yang dipersiapkan untuk Piala Dunia 2010. Meski sudah berprestasi dengan skuad U-21 Jerman, ini jadi kali pertama Ozil dipanggil ke skuad senior. Ia melakoni debut di laga uji coba kontra Norwegia tahun 2009.

Singkat cerita, dengungan vuvuzela memanggil dan Ozil pun terbang ke Afrika Selatan. Meski ini adalah Piala Dunia pertama bagi Ozil, ia tak merasa canggung. Di usianya yang masih 22 tahun, Ozil justru bermain lepas bak ingin membuktikan kalau pemain imigran bisa bersinar dengan Timnas Jerman. Ia bahkan sudah mencetak satu assist di laga pembuka kontra Australia.

Kecemerlangan Ozil di Piala Dunia 2010 terus berlanjut. Ia mencatatkan tiga assist dan satu gol dan membantu Der Panzer mengalahkan Argentina dan Inggris. Sayang, Jerman hanya menjadi juara ketiga di turnamen empat tahunan tersebut.

Ozil si Raja Assist

Peran Ozil sangat vital dalam membangun serangan Die Mannschaft. Ozil jadi bahan bakar pundi-pundi gol yang diciptakan Timnas Jerman di Piala Dunia 2010. Di saat Low menginstruksikan timnya untuk menyerang pasti ada Ozil yang merangkai serangan tim. Peran penting Ozil sebagai pemain nomor 10 di skuad Jerman lah yang membuat Real Madrid mau menebusnya.

Awalnya Jose Mourinho hanya menjadikan Ozil sebagai pelapis Ricardo Kaka yang sudah lebih dulu mengisi pos nomor 10. Namun, Kaka yang tak mampu mencapai performa terbaiknya usai mengalami serangkaian cedera memberi kesempatan Ozil untuk menggantikannya di skuad utama Los Blancos.

Menurunnya performa Kaka jadi berkah tersendiri bagi Ozil. Posisi yang tadinya diisi Kaka praktis jadi miliknya. Bermain di depan Xabi Alonso membuat Ozil kian rajin membantu serangan dan menciptakan assist

Bagaikan Pablo Picasso yang menggoreskan tinta di kanvas, umpan-umpan membelah pertahanan lawan jadi karya seni Ozil di lapangan. Bersama El Real, Ozil memantapkan diri sebagai salah satu playmaker terhebat sepanjang masa. 

Duetnya dengan Cristiano Ronaldo barangkali jadi kombinasi paling mematikan saat itu. Jika Ronaldo adalah senjatanya, maka Ozil adalah bubuk mesiunya. Ia jadi pemain ketiga paling banyak memberikan assist ke Ronaldo setelah Benzema dan Bale dengan catatan 31 assist

Catatan itu menjadi luar biasa karena ia melakukannya hanya dalam tiga tahun. Selama tiga musim tersebut Ozil mencatatakan 27 gol dan 81 assist untuk Madrid. Bahkan 25 assist-nya di musim 2010/11 berhasil menjadikan Ozil sebagai top assist di lima liga top Eropa. 

Pemain Termahal Jerman

Hingga Real Madrid pun kedatangan Luka Modric tahun 2012. Kepercayaan The Special One pada Ozil pun luntur. Ia pada akhirnya dilepas ke Arsenal pada tahun 2013. Banderol 47 juta euro (Rp772 miliar) dikeluarkan Arsenal untuk menebus Ozil dari Los Merengues. Nilai transfer tersebut kabarnya menjadikan Ozil sebagai pemain Jerman termahal saat itu. 

Meski tersisih dari skuad Real Madrid, kemampuan melayani para striker tak pernah hilang dalam diri Ozil. Ia meneruskan performa apiknya saat berseragam Arsenal. Ozil tetap memainkan perannya sebagai “Raja Assist”. Di musim pertamanya, ia mencetak 14 assist di semua kompetisi. Performanya itu sudah cukup untuk mengantar Arsenal buka puasa gelar Piala FA musim 2013/14.

Menang Dipuja, Kalah Dihina

Kendati masih dalam performa apik, kepindahannya ke Arsenal dari Real Madrid dianggap sebuah penurunan. Namun, Joachim Low tak peduli dan tetap memasukkan Ozil ke skuad Piala Dunia 2014. Beda halnya dengan edisi lalu, kali ini Ozil berhasil antarkan Jerman menapaki tangga juara dunia.

Ozil dan kawan-kawan yang sukses mengangkat trofi Piala Dunia 2014 diguyur pujian. Namun pujian itu hanya sementara. Setelah momen itu, ketika Jerman mengalami kekalahan nasib Ozil berbalik. Ia yang dulu dipuja, kini dihujat habis-habisan. Apalagi saat Jerman gagal total di Piala Dunia 2018.

Karena kegagalan itu cemooh dari publik Jerman menghantam keras ke muka Ozil. Ejekan yang keluar bahkan sampai berbau rasis yang juga tak hanya datang dari masyarakat biasa. Para politisi sayap kanan Jerman turut memanfaatkan situasi tersebut untuk menyerang latar belakang Ozil sebagai keturunan imigran asal Turki. 

Mesut Ozil merasa sendirian di Timnas Jerman. Ia mengaku kerap diserang, tetapi tidak ada orang yang mau membelanya. Situasi tersebut pada akhirnya mendorong Ozil untuk mengundurkan diri dari sepakbola internasional tahun 2021 kemarin. Ozil merasa Jerman telah melupakan jasa-jasanya untuk timnas sejak 2009 silam.

Pensiun di Turki

Rangkaian permasalahan di Jerman tampaknya mempengaruhi performanya di Arsenal. Ia juga kerap mendapat kritik karena gaya bermainnya yang malas-malasan. Beberapa pihak merasa kalau usaha yang diberikan Ozil tak setinggi gajinya di Arsenal. Sama halnya di timnas, ketika Ozil memberi assist, ia akan dipuja. Tapi ketika tak memberi umpan ia akan dihujat habis-habisan oleh fans Arsenal.

Kemunduran karir Ozil pun tak terhindarkan. Setelah menjadi cadangan mati di Emirates Stadium, Ozil akhirnya dibuang ke Liga Turki. Setelah kurang lebih dua tahun di sana, Mesut Ozil akhirnya memutuskan gantung sepatu dengan alasan kebugaran. Keputusan sudah diambil dan kita kehilangan salah satu gelandang terbaik di eranya. Terimakasih Ozil, umpan-umpan cantikmu tak akan kami lupakan.

Sumber: Sky Sport, Planetfootball, These Football Times, The Athletic, The Guardian

Intrik di Balik Pemecatan Julian Nagelsmann oleh Bayern Munchen

Kabar tak mengenakan datang dari Bayern Munchen. Klub berjuluk Die Roten itu tiba-tiba memecat sang pelatih, Julian Nagelsmann. Pemecatan Nagelsmann menjadi sangat ironi. Sebab Bayern Munchen toh kini sedang melaju ke perempat final Liga Champions Eropa. Jadi, apa yang bikin Die Roten seenak hati mendepak Nagelsmann dari kursi pelatih?

Liburan Pilu

Pada 24 Maret 2023, Nagelsmann yang tengah menikmati liburan dengan di Austria mendadak dikejutkan dengan kabar pemecatan dirinya. Sayang sekali, pelatih yang ditebus mahal dari Leipzig itu, harus mengakhiri masa pengabdiannya satu setengah musim saja. Kontraknya yang baru akan habis di Juli 2026 mendatang pun hanya angan semu.

Awalnya ketika dihubungi Kicker pun, Nagelsmann tidak tahu kabar mengejutkan tersebut. Sama halnya dengan para pemain Bayern Munchen yang juga tidak tahu ketika ditanya tentang gerak cepat pemecatan pelatihnya. Kekejaman Munchen itu tentu bukan tanpa sebab. Sudah banyak akumulasi dan pertimbangan yang membuat Nagelsmann harus segera disudahi sebelum terlambat.

Akumulasi Sikap Nagelsmann Musim Lalu

Dari musim lalu, gelagat manajemen memiliki hubungan yang kurang mengenakkan dengan Nagelsmann sudah tercium. Mulai dari permasalahannya dengan Lewandowski yang berujung kepergian bomber Polandia itu ke Barcelona, sampai kritik dari manajemen yang terus menghujaninya.

Nagelsmann banyak menerima kritik dari manajemen tim tentang taktiknya yang sering berubah-ubah. Sikap overthinking Nagelsmann dalam meracik strategi itu ternyata jadi senjata makan tuan ketika tergusur di perempat final Liga Champions melawan Villareal musim lalu. Selain itu, kendati menjuarai Bundesliga dan dua Piala Super Jerman, Nagelsmann dinilai belum bisa menunjukkan level permainan paling atas.

Wajar saja, Munchen selalu dituntut untuk mendominasi tiap musimnya. Baik dari segi performa maupun trofi bergengsi. Di Bundesliga musim lalu, mereka juara hanya selisih 8 poin dari peringkat kedua. Hal yang tak mencerminkan sebuah dominasi Munchen yang tiap musimnya selalu mendominasi liga paling tidak dengan jarak 10 poin. Selain itu, musim lalu Bayern Munchen juga tersingkir dari DFB Pokal setelah dibantai 5-0 oleh Monchengladbach.

Sikap Nagelsmann Di Musim Kedua

Berbagai ketidakmampuan Nagelsmann serta sikapnya itu tampaknya tak membuat ia berintrospeksi diri. Ia malah banyak membuat ulah lagi di musim keduanya.

Dilansir BILD, salah satunya yang fatal adalah pemecatan pelatih kiper, Toni Tapalovic di akhir Januari 2023 lalu. Perlu diketahui, Tapalovic ini adalah pelatih Manuel Neuer yang sudah sejak 2011 menemani sang kiper di Munchen.

Ketidakakuran Nagelsmann terhadap Tapalovic karena ketidaksukaan cara melatih jadi penyebab utama pemecatan. Pemecatan sepihak itu bahkan tak didengar oleh Neuer yang notabene sedang dalam masa penyembuhan cederanya. Neuer pun sangat menyesal, begitupun sang CEO, Oliver Kahn yang notabene mantan kiper Munchen.

Masalah itu ditambah lagi dengan sikapnya di banyak media yang suka ceplas-ceplos mengomentari keadaan tim lain yang tak perlu. Masih ingat ketika ia mengomentari tentang situasi keuangan Barca atau saat menyindir metode latihan Juventus? Atau ketika ia disemprot Antonio Conte karena perkataannya tentang Harry Kane?

Ada juga sikap Nagelsmann yang mengatakan ada pihak internal Munchen yang jadi “cepu” kala taktiknya bocor ke media. Pihak manajemen yang mengetahui kabar itu pun merasa disindir. Manajemen mengklaim bahwa tak ada satu pun dari pihak internal klub yang membocorkan taktik tersebut.

Kekhawatiran Bundesliga dan Liga Champions

Lalu bagaimana dengan performa Bayern Munchen musim ini? Faktanya Nagelsmann juga belum mampu membuat Bayern Munchen superior seperti yang diharapkan. Hal itu bahkan sudah kelihatan di Bundesliga.

Hal itu tampak nyata terjadi di Bundesliga. Sebelum dipecat, Bayern Munchen asuhan Nagelsmann bahkan kalah dari Bayer Leverkusen 2-1. Kekalahan ini diketahui berbuntut pada hilangnya kesabaran Direktur Olahraga Bayern Munchen, Hasan Salihamidzic. Brazzo, panggilan akrabnya, mengaku kesal dan mengkritik Munchen kini tidak terlihat punya semangat seperti yang seharusnya. Mental mereka berkurang dan lemah dalam berduel.

Karena kekalahan itu, kekhawatiran menyergap di tubuh manajemen Bayern Munchen. Manajemen takut gelar Bundesliga yang sudah lama dikuasai luput dari genggaman. Lalu bagaimana dengan Liga Champions?

Nagelsmann di Liga Champions musim ini memang tak pernah satu kali pun seri dan kalah hingga babak 16 besar. Mereka ciptakan 21 gol dan hanya kebobolan 2 kali, itu pun oleh klub Viktoria Plzen.

Namun berkaca dari musim lalu, mereka terhenti di perempat final juga setelah mengalami fase terbaik tak terkalahkan di fase grup hingga 16 besar. Bahkan musim lalu sebelum gugur, Munchen telah ciptakan 30 gol dan hanya 5 kali kebobolan.

Manajemen Munchen sadar, hal itu tak mau terulang lagi musim ini. Apalagi kini yang akan dihadapinya di perempat final adalah Manchester City asuhan Pep Guardiola.

Guardiola, Ancelotti, Kovac, dan Hansi Flick

Selain beberapa kekhawatiran tersebut, fakta sejarah juga menunjukan. Bahwa kerap kali pelatih yang punya masalah dengan manajemen cenderung tidak akan lama umurnya di Allianz Arena.

Contohnya saja Guardiola, Ancelotti, Niko Kovac, maupun Hansi Flick. Ancelotti dikabarkan dipecat karena menolak gaya bermainnya diubah oleh manajemen. Selain tentu, ia juga gagal mempersembahkan trofi Liga Champions.

Pep Guardiola juga pernah mengungkapkan kekesalannya terhadap manajemen ketika tuntutan transfernya tak dikabulkan. Niko Kovac beda lagi kasusnya. Ia dipecat setelah para pemain Munchen yang di caci-makinya mendapat perlindungan dari manajemen. Dan ia akhirnya yang jadi tumbalnya.

Pelatih sekaliber Hansi Flick yang sudah memberikan gelar sextuple saja, pernah merasakan kekesalan terhadap manajemen. Ketika itu tuntutan Flick mempertahankan para pemainnya seperti Thiago Alcantara maupun Alaba tidak dipenuhi. Flick juga diketahui punya hubungan renggang dengan Hasan Salihamidzic.

Tuchel Jadi Pengganti Yang Tepat?

Lalu apakah pelatih berikutnya akan aman-aman saja dari perselisihan? Sepertinya tak menjamin. Karena konon yang akan ditunjuk menggantikan Nagelsmann adalah Thomas Tuchel. Pelatih yang notabene punya track record berkonflik dengan pihak manajemen klub yang dilatihnya.

Penunjukkan Tuchel ini pun kabarnya didasari atas kekhawatiran. Ketika Munchen sudah jauh-jauh hari menyiapkan suksesor Nagelsmann pada diri Tuchel di akhir musim nanti, tiba-tiba nama Tuchel intens didekati oleh Real Madrid yang juga sedang mencari suksesor Ancelotti. Alih-alih menunggu lama dan tertikung El-Real, Munchen segera gerak cepat menunjuk Tuchel.

Apakah Tuchel cocok dengan permainan Munchen? Kalau dilihat dari track record Tuchel, tak usah diragukan lagi. Kekayaan taktiknya yang adaptif, serta ditambah materi pemain yang mewah di Munchen saat ini, sangat memudahkannya dalam meracik tim. Terlebih ia di Liga Champions juga sudah terbukti mentalnya karena pernah menjadi juara.

Lawan yang akan dihadapi Munchen nanti di perempat final Liga Champions, yakni Manchester City pun pernah dikalahkan Tuchel ketika di Chelsea. Artinya siap-siap saja, FC Hollywood bakal memulai era yang baru. Masa depan Munchen kini bukan lagi di tangan Julian Nagelsmann.

https://youtu.be/g9pn2QLmpHU

Sumber Referensi : bavarianfotball, goal, bavarianfootball, sportsbrief, goal, mirror

Pengkhianatan PSG Terhadap Carlo Ancelotti

0

Carlo Ancelotti menikmati masa hebatnya bersama Real Madrid. Tak peduli musim ini bakal kembali menggamit Si Kuping Besar, atau kelak Los Galacticos justru memberhentikannya.

Apa pun itu, Don Carlo memang sangat melekat pada kesuksesan. Di Los Merengues ia memberi trofi yang diidam-idamkan publik Santiago Bernabeu. Benar, La Decima. Sepanjang perjalanannya melatih, Carletto bahkan sudah menaklukkan lima liga top Eropa. Tidak ada yang menyamai rekor itu.

Namun, walau bagaimana pahit manis selalu mengiringi perjalanan Carletto. Ia pernah dipecat, disingkirkan, dan dipaksa menyingkir. Salah satu yang boleh jadi menyakitkan adalah ketika Don Carlo dikhianati oleh Paris Saint-Germain, raksasa Prancis yang tak kunjung meraih trofi Liga Champions.

Kedatangan Carlo Ancelotti ke PSG

Paris Saint-Germain yang hari ini menguasai Liga Prancis itu adalah tim bau kencur. Tim yang bahkan terakhir kali juara liga pada tahun 1994. Sejak saat itu sampai kedatangan Carlo Ancelotti, PSG tak pernah sekali saja juara Liga Prancis.

Selama bertahun-tahun PSG seperti tidak dimudahkan jalannya untuk meraih titel Liga Prancis. Padahal PSG sudah mulai bertabur bintang, bahkan sebelum kedatangan Qatar Sports Investments.

Mikel Arteta, Nicolas Anelka, Jay-Jay Okocha, Mauricio Pochettino, Gabriel Heinze, sampai Ronaldinho pernah memperkuat PSG pada awal tahun 2000-an. Tapi gelar Ligue 1 masih saja melayang. Hingga Nasser Al-Khelaifi dengan Qatar Sports Investments-nya menyiram duit ke klub itu tahun 2011.

Carlo Ancelotti akhirnya ditunjuk untuk menggantikan Antoine Kombouare di pertengahan musim 2011/12. Tapi sayang, upaya itu masih menemui kegagalan. Alih-alih PSG yang kampiun, justru tak terduga Montpellier yang merebut trofi itu.

Membawa PSG Buka Puasa Gelar

Sejak ditunjuk pada Januari 2012, Ancelotti sejatinya mulai bergerak di bursa transfer. Maxwell dan Thiago Motta adalah salah dua yang didatangkan Don Carlo.

Proyeknya itu kemudian mulai terlihat. Ketika musim pertamanya melatih, walau tak menjuarai Ligue 1, tapi PSG sukses kembali ke Liga Champions sejak terakhir kali melakukannya pada musim 2004/05.

Carletto pun makin serius membenahi Les Parisiens. Dukungan penuh Nasser Al-Khelaifi dan direktur olahraga, Leonardo menjadi bahan bakar Ancelotti untuk mewujudkan gelar juara Ligue 1 yang dirindukan PSG. Carletto kembali mendatangkan pemain.

Lucas Moura, Ezequiel Lavezzi, Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, sampai tentu saja David Beckham merapat. Dengan sepak bola yang jauh dari kata atraktif, Ancelotti sukses mengantarkan trofi Ligue 1 ke Parc des Princes pada ujung musim 2012/13. Itu adalah trofi Liga Prancis pertama setelah 19 tahun.

Ancelotti tidak hanya menaklukkan Liga Prancis, tapi sekaligus menyelamatkan muka PSG di Prancis. Apa jadinya kalau PSG kala itu tak berhasil menggamit trofi liga? Namun, ada sebuah kejanggalan di sana. Ancelotti mengubah total gaya permainan PSG.

Sebelumnya, PSG memainkan sepak bola indah dan menarik dengan permata Argentina, Javier Pastore menjadi poros permainan. Nah, Ancelotti menerapkan gaya serangan balik. Permainan yang sangat membosankan karena cenderung menunggu.

Di sisi lain, walau juara, PSG acap kali kerepotan ketika harus menghadapi tim papan bawah dengan strategi itu. Selain itu, nah ini yang janggal, Direktur Olahraga PSG, Leonardo menyebut timnya dibangun untuk level Eropa, bukan Prancis doang. Ekspektasi itu gagal diwujudkan Don Carlo.

Hubungan Carletto dan PSG Memburuk

Perjalanan PSG di Liga Champions musim 2012/13 harus terhenti di babak perempat final. Meski sebetulnya PSG punya kesempatan  untuk memulangkan Barcelona karena menahan imbang 2-2 di Paris. Namun, hasil imbang itu malah petaka. Sebab di leg kedua, PSG juga ditahan imbang 1-1.

Blaugrana bisa lolos karena unggul gol tandang. Akan tetapi, prahara sudah terjadi di badan PSG sebelum laga tersebut. Ancelotti terlibat hubungan tak sehat dengan manajemen PSG, termasuk Leonardo. Ini terbilang aneh. Tadinya, alasan Carlo Ancelotti mau melatih PSG adalah keberadaan Leonardo di sana.

Dilansir media Spanyol, Universo Valdano sebagaimana dikutip The Sun, Ancelotti mengatakan, ia bergabung ke PSG karena Leonardo juga mantan anak asuhnya di AC Milan. Carletto juga sangat tertarik dengan proyek yang dicanangkan Qatar untuk PSG.

Leonardo mengizinkan Ancelotti mengubah struktur sesi latihan, seperti soal makanan dan waktu latihan. Don Carlo mengubah waktu latihan, di mana pemain PSG harus datang setengah jam sebelum dimulai dan harus pulang setengah jam setelah sesi latihan selesai.

Akan tetapi, PSG malah mengubah paradigma proyeknya di tengah jalan. Ia menilai Les Parisiens hanya mau instan saja. Keinginan serba instan ini tak disukai Ancelotti. 

Ancelotti Diancam

Awal musim 2012/13, Ancelotti memberi kesan yang buruk. Waktu itu, dalam tiga pertandingan awal Ligue 1, PSG gagal memenangkannya. Padahal lawan yang dihadapi ‘hanya’ Lorient, Ajaccio, dan Bordeaux. Sepanjang musim itu, Ancelotti cukup kesulitan saat menghadapi tim papan bawah.

Lalu di Liga Champions, PSG tersentak dengan kekalahan atas Porto di laga kedua fase grup. Kekalahan yang kendati cuma 1-0, tapi begitu menyakitkan. Rasa sakit itu bahkan membekas pada manajemen PSG, termasuk Leonardo. Kekalahan itu membuat para petinggi PSG mengultimatum Ancelotti.

PSG akan menghadapi Porto di laga terakhir fase grup Liga Champions pada 4 Desember 2012. Kalah pun sebenarnya PSG masih bisa lolos ke fase gugur. Tapi para petinggi mengancam Ancelotti untuk memenangkan laga itu.

“Menang atau Anda (Ancelotti) dipecat!” Demikian bunyi ancamannya. Kekalahan atas Nice pada tiga hari sebelum laga itu disinyalir juga menjadi penyebab lahirnya ancaman tersebut.

Makin Retak dan Ada Tawaran Melatih Real Madrid

Hubungan PSG dan Ancelotti makin retak. Don Carlo yang tak suka diancam merasa tersinggung dengan ancaman itu. Maka, meskipun akhirnya mengalahkan Porto dan membawa PSG ke perempat final Liga Champions, tapi Ancelotti tetap ingin hengkang.

Di tengah prahara itu, Real Madrid sedang membutuhkan pelatih baru. Mendengar kabar tersebut, Ancelotti membulatkan tekadnya agar PSG membebaskan kontraknya untuk ke Bernabeu. Tapi keinginan itu ditentang oleh Nasser Al-Khelaifi.

Nasser tak mengizinkan Ancelotti pindah karena masih terikat kontrak setahun lagi dengan PSG. Sementara itu, dilansir The Guardian sebagaimana laporan L’Equipe, Leonardo juga tak mencari penggantinya. Prioritas bos PSG adalah mempertahankan Ancelotti. Titik!

Tapi mantan jugador AC Milan itu bertahan pada pendiriannya. Setelah melewati diskusi yang panjang dengan para petinggi Les Parisiens, pengunduran diri Ancelotti pun dikabulkan. Ia merapat ke Real Madrid yang kelak dibawanya meraih La Decima.

Penyesalan Ancelotti

Seiring berjalannya waktu, Don Carlo melalui media Le Figaro seperti dikutip ESPN mengungkapkan penyesalannya bagaimana ia berakhir di PSG. Ancelotti mengatakan memang ada permasalahan di PSG. Namun, katanya itu hanyalah permasalahan kecil.

Carletto juga mengakui hubungannya dengan Nasser Al-Khelaifi sudah membaik. Ia juga sempat menampik bahwa hubungannya dengan Leonardo pecah. Ancelotti bahkan sempat bersimpati kala Leonardo mundur dari direktur olahraga PSG. Apa pun itu, masalah antara PSG dan Ancelotti sudah berlalu.

https://youtu.be/ayDZGVcsMk0

Sumber: TheSun, GFNF, GOAL, TheGuardian, Reuters, EuroSport, ESPN

Berita Bola Terbaru 22 Maret 2023 – Starting Eleven News

0

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

MESSI DIKEROYOK RIBUAN FANS, ADA APA?

Lionel Messi pulang ke Argentina untuk bergabung dengan tim nasional. Namun, yang menarik adalah sambutan masyarakat Argentina kepada Messi yang dirasa terlalu berlebihan. Dilansir Give Me Sport, saat Messi tengah menyantap hidangan di salah satu restaurant, ribuan fans langsung mengerubungi tempat tersebut. Mereka meneriakan nama Messi bak seorang dewa. Saat ingin keluar pun Messi sampai dibantu oleh pihak pengaman. Namun, wajah Messi terlihat senang dengan adanya kerumunan itu.

HAALAND CEDERA DAN ABSEN BELA NORWEGIA DI KUALIFIKASI EURO 2024

Kabar kurang mengenakan datang dari Timnas Norwegia. Salah satu bintangnya yakni Erling Haaland dikabarkan mengalami cedera dan bakal absen di pertandingan kualifikasi Euro 2024. Dilansir 90min, Haaland tampaknya mengalami masalah pangkal paha saat Manchester City menang 6-0 atas Burnley. Kabarnya, cedera itu membuat Haaland menarik diri dari skuad Norwegia dan bakal absen di laga kontra Georgia dan Spanyol.

DECLAN RICE EJEK BUKAYO SAKA, KENAPA YA?

Para pemain Inggris dikabarkan telah berkumpul untuk mempersiapkan pertandingan jeda internasional akhir pekan nanti. Namun, ada momen lucu yang melibatkan gelandang West Ham, Declan Rice dan penyerang Arsenal, Bukayo Saka. Dilansir Sport Brief, Rice mengejek Saka yang beberapa hari sebelumnya melakukan video call dengan putra Kim Kardashian, Saint West. Dengan nada bercanda Rice menganggap Saka hanya berteman dengan artis papan atas. Jadi pemain sepakbola sepertinya bukan levelnya lagi.

HASSELBAINK JOIN STAF KEPELATIHAN INGGRIS

Ada yang baru dari kamp latihan Timnas Inggris. Pelatih kepala, Gareth Southgate menggandeng mantan striker papan atas Liga Inggris, yakni Jimmy Floyd Hasselbaink sebagai staf kepelatihannya musim ini. Dilansir Sky Sport, Mantan striker Chelsea tersebut telah bergabung dengan staf pelatih Inggris menjelang pertandingan internasional akhir pekan nanti. Kabarnya, Hasselbaink menggantikan Chris Powel yang sudah habis kontrak.

PEMAIN BARCA & MADRID TAK AKUR DI LATIHAN TIMNAS SPANYOL

Setelah laga El Clasico yang cukup panas, pemain Barcelona dan Real Madrid diberitakan melakoni sesi latihan Timnas Spanyol secara terpisah. Dilansir Mirror, perpecahan ini dilakukan oleh tim kepelatihan untuk meredam ketegangan. Menurut laporan, Gavi dan Alejandro Balde berlatih bersama, sementara trio Real Ceballos, Nacho dan Carvajal berlatih di tempat lain selama sesi tersebut.

NYERAH KEJAR BELLINGHAM, LIVERPOOL INCAR BINTANG WOLVES

Liverpool dikabarkan mulai sadar diri dan mengurungkan niatnya untuk mendatangkan Jude Bellingham dari Borussia Dortmund. Dilansir Four Four Two, daripada mengejar Bellingham, Liverpool ingin memfokuskan untuk mendapatkan tanda tangan pemain Wolves, Matheus Nunes. Jurgen Klopp dikabarkan sebagai pengagum berat kerja keras dan disiplin posisi pemain berusia 24 tahun itu. Dan Liverpool menganggap Nunes sebagai target yang lebih realistis ketimbang Bellingham.

SAMPAOLI AKHIRNYA DIPECAT 

Berakhir sudah periode kedua Jorge Sampaoli di kursi pelatih Sevilla. Pelatih berkepala plontos itu resmi dipecat. Dilansir ESPN, Sampaoli kehilangan pekerjaannya karena cuma mempersembahkan enam kemenangan dari 19 pertandingan La Liga. Catatan buruk itu pun membuat Los Nervionenses kesulitan keluar dari papan bawah klasemen. Kini Sevilla menunjuk pelatih kawakan, Jose Luis Mendilibar untuk menggantikan Sampaoli.

SULIT DIBUKTIKAN, BARCA TAK BERSALAH DI KASUS SUAP WASIT?

Kabar cukup mengejutkan datang dari persepakbolaan Spanyol. Setelah beberapa kali penyidikan, Jaksa Spanyol dikabarkan kesulitan untuk membuktikan kasus penyuapan wasit oleh Barcelona. Dilansir Goal, investigasi terhadap skandal wasit Barcelona tidak menemukan bukti bahwa pembayaran sejumlah uang kepada mantan wakil presiden komite wasit telah mempengaruhi hasil keputusan di lapangan. Berdasarkan bukti yang ada sejauh ini, Barca memang sempat jalin kerja sama serta membayar perusahaan milik Negreira, namun bukan untuk menguntungkan hasil pertandingan. Melainkan untuk konsultasi dalam informasi analisis perwasitan. Kabar baik Cules?

GAGAL DIDAFTARKAN, GAVI BAKAL HENGKANG SECARA GRATIS?

Dilansir Barca Universal, banding Barcelona untuk mendaftarkan Pablo Gavi ke Liga Spanyol telah ditolak oleh pengadilan setempat. Alhasil, kontrak baru dari pemain muda Barcelona itu dibatalkan alias Gavi akan kembali ke kontrak pemain muda. Hal itu berarti Gavi bisa mengakhiri kontrak dengan Barcelona dan meninggalkan klub dengan status free transfer musim panas 2023 nanti.

HARRY REDKNAPP SIAP KEMBALI KE SPURS APABILA CONTE DIPECAT

Nasib pelatih Tottenham Hotspur, Antonio Conte diujung tanduk. Kabarnya, pelatih asal Italia itu kemungkinan akan di depak dalam waktu dekat. Dilansir Talksport, Spurs sudah melakukan beberapa kontak dengan beberapa kandidat pengganti Conte, termasuk manajer Eintracht Frankfurt, Oliver Glasner. Namun, pelatih tersebut dirasa tak bisa bergabung dalam waktu dekat, jadi Tottenham akan menunjuk Ryan Mason sebagai pelatih sementara. Mereka juga akan memanggil kembali Harry Redknapp untuk membantu Mason sebagai penasehat.

DI TENGAH KASUS, BARCA MALAH CAPAI KESEPAKATAN DENGAN PEMAIN BARU

Di tengah berbagai masalah yang datang, Barcelona justru dikabarkan telah mencapai kesepakatan pribadi dengan bek Athletic Bilbao, Inago Martinez. Menurut jurnalis Spanyol, Gerard Moreno, Barcelona dan Inigo Martinez telah mencapai kesepakatan transfer di musim panas. Namun, penyelesaian transfer akan tergantung pada situasi Financial Fair Play klub.

IBRA LAKUKAN 3 OPERASI LUTUT DEMI SELAMATKAN KARIRNYA

Dalam salah satu wawancaranya saat kembali ke Timnas Swedia, Zlatan Ibrahimovic mengungkapkan butuh tiga operasi lutut untuk menyelamatkan karirnya di akhir musim lalu. Dilansir Bein Sport, Ibra memang baru kembali dari masa pemulihan setelah menjalani operasi lutut akhir musim lalu. Dalam sesi jumpa pers di laga kontra Belgia tersebut, Ibra berbicara kalau dirinya tak hanya melakukan satu operasi lutut. Melainkan tiga operasi demi karirnya di Milan dan Timnas Swedia.

ROY HODGSON KEMBALI LATIH PALACE

Setelah Crystal Palace memecat Patrick Vieira, klub telah mengumumkan Roy Hodgson akan mengisi kekosongan jabatan hingga akhir musim nanti. Dilansir Sky Sport, Hodgson kembali ke Selhurst Park untuk periode keduanya. Kabarnya, pelatih berusia 75 tahun itu merasa terhormat diberi kesempatan untuk melatih Crystal Palace di usianya yang sudah sangat tua ini.

NAPOLI TETAPKAN HARGA OSIMHEN

Napoli dikabarkan telah mematok harga untuk salah satu bintangnya Victor Osimhen. Dilansir Goal, klub Serie A tersebut memasang 150 juta euro atau setara dengan Rp2,4 triliun apabila ada klub yang serius menginginkannya. Kabarnya, Manchester United dan Chelsea masih jadi yang terdepan dalam perburuan tanda tangan pemain berusia 24 tahun tersebut. 

BALI TOLAK ISRAEL, STATUS TUAN RUMAH PILDUN U-20 TERANCAM?

Keikutsertaan Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia Mei nanti terus mendapat penolakan dari beberapa pihak. Dilansir BBC, setelah penolakan itu disuarakan beberapa ormas Islam, Gubernur Bali, I Wayan Koster mengatakan pihaknya menolak Bali dijadikan lokasi laga timnas Israel saat Piala Dunia U-20 nanti. Padahal, apabila Indonesia melarang Timnas Israel bertanding di sini, resikonya persepakbolaan Indonesia akan di banned oleh FIFA dan batal menjadi tuan rumah Piala Dunia.

TUNGGAK GAJI PEMAIN, WIGAN DISANKSI PENGURANGAN POIN

Klub divisi Championship, Wigan Athletic mendapatkan sanksi berupa pengurangan tiga poin akibat gagal membayar gaji pemain pada bulan Maret. Ini adalah keempat kalinya dalam sembilan bulan terakhir Wigan gagal membayar pemain. Mereka juga gagal melakukannya pada bulan Juni, Juli dan Oktober tahun lalu. Atas hukuman pengurangan poin ini, Wigan semakin terbenam di dasar klasemen dengan 31 poin.

PUKUL KIPER SEVILLA, FANS PSV DILARANG MASUK STADION 40 TAHUN

Penggemar PSV mendapat sanksi berat usai menyerang kiper Sevilla. Fans yang menyerang kiper Marko Dmitrovic selama pertandingan Liga Europa bulan lalu dilarang memasuki Stadion Philips PSV selama 40 tahun. Fans itu sebelumnya sudah menerima larangan masuk stadion hingga 2026 yang diberlakukan oleh asosiasi sepak bola Belanda. Akan tetapi PSV mengatakan dia memasuki lapangan dengan tiket yang dibeli oleh seorang temannya.

GARA-GARA DUA HAL INI, LIVERPOOL BAKAL GAGAL DARATKAN BELLINGHAM?

Liverpool dilaporkan kecil kemungkinan mampu memboyong Jude Bellingham di musim panas. Menurut laporan Thisisanfield, ada dua faktor yang menghalangi Liverpool untuk mendapatkan jasa Bellingham. Pertama adalah masalah faktor performa. Liverpool sejauh ini performanya masih jauh dari kata konsisten sehingga mereka kini jauh dari zona Liga Champions. Laporan yang sama juga mengklaim bahwa masalah kedua yang menghalangi Liverpool mendapatkan Bellingham adalah faktor harga. Dortmund bersikukuh dengan keputusan mereka. Bellingham hanya bisa pergi dengan tebusan sekitar 150 juta Euro.

ANTISIPASI KEPERGIAN MOUNT, CHELSEA INCAR ANDREAS PEREIRA

Chelsea dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk merekrut Andreas Pereira. Hal tersebut demi mengantisipasi kepergian Mason Mount, yang kontraknya habis 2024, tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda perpanjangan kontrak. Di sisi lain, Fulham memberi bandrol kepada pemain berusia 27 tahun itu antara 25 juta pounds sampai 35 juta pounds. Pereira pun memiliki kontrak hingga 2026 dengan opsi tambahan satu tahun.

STRIKER RB SALZBURG, NOAH OKAFOR BERI SINYAL PENTING KE MILAN

Penyerang RB Salzburg, Noah Okafor mengirimkan sinyal penting ke daftar klub yang tertarik padanya, termasuk AC Milan. Daniele Longo dari Calciomercato.com merinci bagaimana Okafor telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan RB Salzburg dan kini beralih agen ke Sport360. Agensi memiliki hubungan baik dengan semua klub papan atas di Bundesliga dan memiliki perwakilan di Italia, yang akan segera dihubungi Milan untuk membahas kemungkinan kesepakatan.

WALAU CEDERA, ALABA TETAP PERKUAT AUSTRIA DI KUALIFIKASI EURO 2024

Defender Real Madrid, David Alaba dilaporkan telah bergabung ke skuad tim nasional Austria meski sang pemain tengah mengalami cedera. Diketahui Alaba telah absen dalam enam laga terakhir Real Madrid akibat cedera hamstring. Dia sudah berjuang untuk kembali bugar. Kepergiannya ke Timnas Austria berpotensi menimbulkan polemik di kubu Madrid, dengan Carlo Ancelotti bisa saja marah karena situasi Alaba sedang cedera.

EDOUARD MENDY AKAN DILEPAS, CHELSEA INCAR ONANA?

Edouard Mendy yang saat ini memiliki kontrak di Chelsea hingga 30 Juni 2025 mendatang, kabarnya enggan untuk memperpanjang kontraknya. Sementara masa depan Kepa Arrizabalaga juga masih belum jelas, kabarnya The Blues bersedia melepas Mendy untuk memberi slot kiper baru. Menurut informasi dari media Fichajes, Chelsea telah menyasar penjaga gawang Inter Milan, Andre Onana sebagai kiper baru mereka.

CHELSEA DAN NEWCASTLE UNITED INCAR BRAHIM DIAZ

Dilansir Sports Mole, duo Liga Premier Chelsea dan Newcastle United muncul sebagai pelamar potensial untuk penyerang AC Milan, Brahim Diaz di jendela transfer musim panas ini. Laporan itu menambahkan bahwa Milan memiliki opsi untuk mengamankan jasa pemain Spanyol itu secara permanen seharga 19,5 juta pound, namun Los Blancos asuhan Carlo Ancelotti memiliki klausul pembelian kembali sebesar 24 juta pounds jika pemain itu meninggalkan Bernabeu.

SABITZER ISYARATKAN HANYA SEBENTAR DI MU?

Sejauh ini Marcel Sabitzer menunjukkan performa memuaskan di Manchester United. Namun, Sabitzer yang dipinjam MU dari Bayern Munchen mengatakan, saat ini masa tinggalnya hanya sampai musim panas. “Aku dulu ‘kan harus membuat keputusan yang cepat di Januari. Aku fokus pada ini, ‘kan sudah jelas kesepakatannya hanya peminjaman sampai musim panas.”

MANCHESTER UNITED DIAM-DIAM AMATI KAORU MITOMA

Daftar peminat Kaoru Mitoma di musim panas nanti semakin bertambah. Manchester United dilaporkan tertarik untuk mengamankan jasa sang winger dari Brighton. Setan Merah diklaim sudah beberapa kali mengirim pemandu bakat untuk mengamati aksi sang winger. Laporan yang sama mengklaim bahwa kans MU untuk membajak Mitoma di musim panas nanti cukup kecil. Ini disebabkan Brighton dikabarkan ogah melepas Mitoma. Sang winger dinilai pemain yang sangat krusial bagi The Seagulls.

Akhir Tragis Proyek Ambisius Crystal Palace Bersama Patrick Vieira

0

Lawatan ke Emirates Stadium pada lanjutan matchday ke-27 Premier League, Minggu 19 Maret kemarin harusnya jadi hari yang spesial untuk Patrick Vieira. Jika terwujud, itu bakal jadi lawatan keduanya sebagai seorang manajer ke kandang mantan klub yang dulu ia bela selama nyaris 1 dekade.

Sayangnya, pertemuan kedua yang sudah dinanti di musim ini batal terwujud. Jumat, 17 Maret 2023, atau dua hari sebelum away ke Emirates Stadium, Patrick Vieira dipecat dari kursi pelatih Crystal Palace. Kabar tersebut ia terima via telepon langsung dari ketua Steve Parish ketika dirinya bersama 3 asistennya sedang dalam perjalanan menuju tempat latihan.

Pemecatan tersebut terjadi dua hari setelah Crystal Palace takluk 1-0 dalam derby M23 di kandang Brighton & Hove Albion. Hasil tersebut membuat Crystal Palace gagal meraih satu pun kemenangan dalam 12 pertandingan terakhir setelah pergantian tahun 2023. Sebuah hasil yang membuat The Eagles hanya berjarak 3 poin dari zona degradasi.

Proyek Ambisius Patrick Vieira Pada Awalnya Berjalan Baik

Dipecatnya Patrick Vieira dari kursi pelatih Crystal Palace adalah sebuah akhir yang tragis. Pasalnya, Crystal Palace sebetulnya tengah membangun era baru di bawah pelatih berusia 46 tahun tersebut. Vieira bergabung pada Juli 2021 setelah The Eagles memutuskan tak memperpanjang kontrak pelatih kawakan Roy Hodgson yang sudah bertugas sejak 2017.

Dengan hadirnya investor anyar dalam diri John Textor yang membeli 40% saham Crystal Palace, perubahan besar juga dilakukan dengan pengembangan training center dan pembelian pemain baru di bursa transfer. Di bawah kendali Vieira, strategi dan master plan baru diusung untuk merekrut pemain ke Selhurst Park.

Dengan dana tak kurang dari €85 juta, Crystal Palace mendatangkan beberapa pemain menjanjikan, semacam Marc Guehi, Joachim Andersen, Odsonne Edouard, Michael Olise, hingga Conor Gallagher. Langkah tersebut dibarengi dengan dilepasnya beberapa pemain yang dianggap sudah menua, seperti Patrick van Aanholt, Andros Townsend, Mamadou Sakho, Wayne Hennessey, hingga Gary Cahill. Langkah transfer tersebut merupakan bagian dari regenerasi yang dicanangkan Patrick Vieira dan Crystal Palace.

Hasilnya memang sepadan. Dengan skuad yang lebih segar, Crystal Palace tampil cukup mengejutkan. Meski secara peringkat tak jauh beda, tetapi penampilan The Eagles jauh lebih enak ditonton.

Ketika dilatih Roy Hodgson, The Eagles hanyalah tim medioker yang tampil membosankan. Dengan taktik ortodoks Inggris yang pragmatis, Palace banyak mengandalkan fisik dan long ball.

Gaya main Palace kemudian berubah drastis di bawah arahan Patrick Vieira. Strategi yang revolusioner ia pakai. The Eagles tak lagi menunggu, tetapi bermain menekan dengan intensitas tinggi dan mengandalkan penguasaan bola. Sebuah gaya main yang sangat kekinian.

Perubahan yang diusung Patrick Vieira itu sukses membuat Crystal Palace tampil lebih baik. The Eagles bahkan sanggup menembus semifinal Piala FA. Meski pada akhirnya finish di peringkat 12 pada akhir musim, tetapi pendukung The Eagles tentu dibuat senang dengan apa diperlihatkan oleh Luka Milivojević dan kolega di atas lapangan.

Kembali ke Setelan Pabrik, Taktik Patrick Vieira Tak Berjalan

Sayangnya, pemandangan yang sama tak terjadi di musim ini. 2 kemenangan dan 3 kekalahan dalam 10 pertandingan pertama musim ini membuat Crystal Palace hanya menghuni peringkat 15 klasemen. Penampilan mereka membaik jelang jeda Piala Dunia 2022. 3 kemenangan dan 2 kekalahan memperbaiki posisi The Eagles ke peringkat 11 klasemen.

Namun, semua berubah ketika Premier League kembali dilanjutkan, khususnya ketika pergantian tahun 2023. Membuka kembali liga dengan kekalahan 3-0 atas tim promosi Fulham, Palace kemudian meraih kemenangan 2-0 atas tim promosi lainnya, Bournemouth.

Sayangnya, itu adalah kemenangan terakhir yang dipersembahkan Patrick Vieira. Pasalnya, setelah itu, mereka gagal meraih satu pun kemenangan dalam 11 pertandingan beruntun di Premier League. Palace juga tersingkir di babak ketiga Piala FA usia kalah 2-1 dari Southampton. 12 laga tanpa kemenangan itulah yang membuat Patrick Vieira didepak dari Selhurst Park.

Sejak pergantian tahun, Crystal Palace memang terpuruk. Mereka belum pernah menang, mengumpulkan poin paling sedikit, dan mencetak gol paling sedikit dari tim manapun di Premier League. Dan biang keroknya adalah taktik Patrick Vieira yang tak berjalan sesuai rencana.

Catatan gol musim ini adalah buktinya. Dalam 27 pertandingan yang mereka jalani di bawah asuhan Patrick Vieira, The Eagles baru mencetak 21 gol. Catatan tersebut kontras dengan capaian musim lalu yang sanggup mencetak 37 gol dalam 27 pertandingan.

Kinerja lini serang klub asal London Selatan itu memang memprihatinkan. Jordan Ayew dan Jean-Philippe Mateta baru menghasilkan masing-masing sebiji gol. Sedangkan Odsonne Edouard baru mencetak 3 gol. Sementara itu, top skor Palace musim lalu, Wilfried Zaha baru menyumbang 6 gol.

Penampilan atraktif yang mereka perlihatkan musim lalu seolah menguap begitu saja dan berganti ke bentuk semula, yakni bermain pragmatis. Musim lalu, Crystal Palace sanggup mencatat penguasaan bola hingga 51,2%. Catatan ini turun drastis ke angka 43,4% di musim ini. Pressing yang begitu menekan di musim lalu juga tak lagi terlihat di musim ini.

Crystal Palace Kembali Mundur Selangkah

Namun, penyebab dipecatnya Patrick Vieira bukanlah sekadar hasil buruk. Berdasarkan laporan The Athletic, para petinggi klub tidak yakin dengan kualitas staf kepelatihan Patrick Vieira. Alhasil, 3 asisten Vieira, yakni Osian Roberts, Kristian Wilson dan Saïd Aïgoun juga ikut didepak.

Selain itu, menurut laporan Daily Mail, pemecatan Shaun Derry sebagai asisten pelatih oleh Patrick Vieira dinilai sebagai sebuah kesalahan. Pihak klub juga disebut kesulitan berkomunikasi dengan Vieira. Kebisuan dari pelatih asal Prancis itu disebut terjadi setelah kekalahan dari Aston Villa pada awal bulan ini. Kondisi tersebut memperparah kerenggangan hubungan antara manajer dan dewan direksi.

Dewan direksi juga menganggap Patrick Vieira terlalu santai. Ditambah dengan komunikasi yang tak berjalan di antara kedua belah pihak, dewan merasa tidak yakin dengan kapabilitas Vieira untuk mengeluarkan Crystal Palace dari ancaman degradasi.

Steve Parish dikabarkan sudah mencoba berkomunikasi dengan Patrick Vieira. Namun, kebisuan dari sang manajer membuat pihak klub sulit untuk mempertahankannya. Maka, ketika komunikasi itu akhirnya terjalin pada Jumat pagi, klub terlanjur memutuskan untuk memecat Vieira.

Di sisi lain, Patrick Vieira sendiri dikabarkan frustrasi dengan perekrutan yang dilakukan klub di bursa transfer musim ini. Memang, langkah transfer Crystal Palace musim ini tak sebaik musim lalu. Dari segi biaya, The Eagles hanya menggelontorkan €46,60 juta, turun nyaris €40 juta dibanding musim lalu. Kualitas pemain yang datang di bursa transfer musim ini juga menurun drastis.

Dari 6 pemain anyar yang datang, hanya Cheick Doucouré yang sanggup menembus tim utama dan tampil reguler. Sementara itu, Albert Sambi Lokonga yang dipinjam dari Arsenal gagal mengisi tempat yang ditinggalkan Conor Gallagher.

Musim lalu, Gallagher seperti kepingan puzzle yang dibutuhkan Vieira. Beroperasi di lini tengah Crystal Palace, ia tak hanya berperan sebagai pengalir bola, tetapi juga playmaker dan opsi serangan dari lini kedua. Sumbangan 8 gol dan 3 asisnya musim lalu gagal digapai Lokonga yang belum berkontribusi.

Atas alasan inilah, tak berlebihan jika Patrik Vieira merasa tak diberi dukungan oleh klub. Seharusnya, dengan apa yang dicapai Vieira musim lalu, sudah selayaknya klub memberi dukungan penuh kepada sang manajer. Diungkap Daily Mail, Patrick Vieira juga merasa kesal dan marah karena ketua Steve Parish menyampaikan berita pemecatannya melalui panggilan telepon.

Kini, untuk sementara Crystal Palace menghuni peringkat 12 klasemen. Dari 28 pertandingan, The Eagles baru mengumpulkan 27 poin, berjarak 3 poin dari zona degradasi.

Menurut Opta, Palace hanya memiliki peluang untuk terdegradasi sebesar 6,1% saja. Namun, bagaimanapun juga, peluang tetaplah peluang. Dibanding pekan lalu, peluang Palace untuk terdegradasi makin membesar seiring dengan terus gagalnya mereka meraih kemenangan.

Dan, sinyal kemunduran juga makin diperlihatkan Crystal Palace. Usai memecat Patrick Vieira, The Eagles yang sempat ditangani pelatih tim U-21, Paddy McCarthy, kini kembali mempekerjakan pelatih berusia 75 tahun, Roy Hodgson hingga akhir musim ini.

Mantan pelatih timnas Inggris itu mungkin bisa menyelamatkan The Eagles dari ancaman degradasi. Namun, bukankah penunjukan kembali Roy Hodgson adalah sebuah langkah mundur?

Sebelum ini, Roy Hodgson terbilang gagal ketika menangani Watford di akhir musim 2021/2022. Dari 18 pertandingan, ia menang 2 kali dan kalah 13 kali yang membuat Watford akhirnya terdegradasi.

Maka dari itulah, langkah penunjukan kembali Roy Hodgson adalah sebuah langkah mundur. Lebih daripada itu, apa yang dilakukan Crystal Palace terasa seperti keputusasaan. Proyek mereka bersama Patrick Vieira yang sukses mengubah image Crystal Palace jadi terasa terbuang sia-sia.


https://youtu.be/5Np713QGNLE

Referensi: Goal, Daily Mail, The Analyst, Crystal Palace, BBC.

Berita Bola Terbaru 21 Maret 2023 – Starting Eleven News

TOTTENHAM SEGERA PECAT ANTONIO CONTE

Menurut laporan The Telegraph, Selasa (21/3), hubungan Antonio Conte dan The Lilywhites saat ini dinilai sulit untuk diperbaiki. Bos Tottenham, Daniel Levy sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait masa depan Conte. Ada kemungkinan Tottenham memecat Antonio Conte sebelum minggu berganti. Masih dari The Telegraph, jika Conte benar didepak dalam waktu dekat, Tottenham akan menugaskan Ryan Mason sebagai pelatih interim.

FA DAKWA PELATIH DAN STRIKER FULHAM

Dua tokoh Fulham, striker Aleksandar Mitrovic dan pelatih Marco Silva didakwa oleh FA. Mitrovic menghadapi larangan bermain dalam jangka waktu lama setelah FA mengatakan hukuman standar atas kartu merah saat kekalahan 3-1 timnya di perempat final Piala FA dari Manchester United. FA juga mengatakan bahwa perilaku Mitrovic setelah diusir keluar lapangan adalah menghina dan mengancam. Sementara Marco Silva didakwa karena marah-marah pada wasit keempat.

DESCHAMPS TEGASKAN MAIGNAN KIPER UTAMA PRANCIS

Setelah pensiunnya Hugo Lloris, Mike Maignan mengambil alih posisi kiper utama Timnas Prancis. Hal tersebut ditegaskan oleh pelatih Didier Deschamps. Kiper milik AC Milan tersebut akan menjadi pilihan utama di bawah mistar saat Prancis menghadapi Belanda dan Irlandia pada Kualifikasi Euro 2024. Di sisi lain, Deschamps tetap bakal memberikan kesempatan untuk kiper lain merasakan tampil di ajang internasional. Deschamps menekankan pentingnya jam terbang.

MBAPPE RESMI JADI KAPTEN TIMNAS PRANCIS

Jelang kualifikasi Euro 2024, Kylian Mbappe resmi ditunjuk sebagai kapten tim untuk Timnas Prancis. Sosoknya diharapkan bisa menjadi penanda era baru sepakbola Prancis pasca Piala Dunia 2022. Deschamps memilih Mbappe dibanding Griezmann yang secara usia lebih senior guna menyongsong era baru di Timnas Prancis. Mbappe sebelumnya juga sudah sempat mengapteni PSG dalam beberapa kesempatan.

MANCINI KELUHKAN REGENERASI TIMNAS ITALIA

Jelang laga kualifikasi Euro 2024 melawan Inggris, Roberto Mancini mengeluhkan kedalaman skuad yang dimiliki timnas Italia saat ini. Pasalnya beberapa pemain andalan Mancini terkena cedera saat ini. Cederanya para pemain penting tersebut akan teratasi jika saja Italia punya kedalaman skuad yang baik seperti Inggris. Namun sayangnya hal itu tidak dimiliki Italia yang bahkan memanggil Federico Chiesa yang cedera. Mancini mengeluhkan berubahnya sepak bola dunia dalam beberapa tahun terakhir. Mancini menilai ada kecenderungan para pemain muda yang lahir di Italia membela timnas lain setelah memasuki usia matang.

EKS JUVE: INZAGHI HARUSNYA SOROTI BEK-BEK INTER, BUKAN HANDBALL RABIOT

Pekan kemarin, Inter takluk 0-1 dari Juventus berkat gol Filip Kostic. Usai pertandingan, Simone Inzaghi mengecam wasit dan VAR soal gol Kostic. Inzaghi menilai Adrien Rabiot melakukan handball dalam proses terciptanya gol Kostic. Akan tetapi, mantan gelandang Juve, Marchisio menilai Rabiot tidak melakukan handball. Marchisio menyebut Inzaghi seharusnya lebih mengkhawatirkan kurangnya pressing dari bek-bek Inter yang membuat Kostic leluasa melepaskan tembakan.

TIMNAS INGGRIS KEHILANGAN RASHFORD DAN MOUNT

Timnas Inggris dipastikan kehilangan Marcus Rashford dan Mason Mount untuk dua laga awal Kualifikasi Euro 2024. Dilansir dari laman resmi timnas Inggris, Rashford mengalami cedera saat Manchester United melawan Fulham di perempat final Piala FA, Minggu (19/3). Sementara itu, Mason Mount meski mulai pulih dari cedera akan tetap bersama Chelsea. Gareth Southgate memutuskan tidak memanggil pemain pengganti untuk mengisi kekosongan tempat yang ditinggalkan Rashford dan Mount.

AC MILAN BAKAL JUAL LEAO KALAU NGGAK MAU PERPANJANG KONTRAK

Menurut kabar dari Football Italia, AC Milan diwartakan masih berupaya memperpanjang kontrak Rafael Leao yang, jika tak diperpanjang, maka menjualnya bisa menjadi pilihan. Milan tidak berniat kehilangan Leao dengan status bebas transfer dan mereka akan menjualnya di musim panas jika dia tidak menandatangani kontrak baru.

CEDERA, FRENKIE DE JONG ABSEN BELA BELANDA

Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, telah mengumpulkan skuadnya dan tidak ada Frenkie de Jong di sana. Gelandang Barcelona itu alami cedera hamstring di El Clasico dan dipastikan tak akan memperkuat Timnas Belanda di kualifikasi euro 2024. Dilansir Football Espana, eks pemain Ajax ini akan menepi selama dua pekan ke depan. De Jong diprediksi bakal absen pada laga pertama Barcelona setelah jeda internasional, yaitu kontra Elche.

KABAR BURUK URUGUAY, ARAUJO CEDERA DI EL CLASICO

Timnas Uruguay telah mengkonfirmasi bahwa Ronald Araujo mengalami cedera sehingga absen di jeda internasional bulan ini. Araujo, yang baru saja membela Barcelona di El Clasico, alami cedera selepas laga. Ia dikabarkan mengalami cedera otot. Laporan yang beredar di Spanyol menyebutkan bahwa cedera yang dialami Araujo masuk dalam kategori ringan, dan membuatnya tidak akan menepi dalam waktu lama.

MUSIALA DIPASTIKAN MUNDUR DARI TIMNAS JERMAN

Jamal Musiala dipastikan mundur dari Timnas Jerman untuk dua pertandingan uji coba pada jeda internasional akhir Maret 2023, yang mana Der Panzer akan melawan Timnas Peru dan Belgia. Pelatih Timnas Jerman, Hansi Flick menjelaskan bahwa gelandang Bayern Munchen itu dalam kondisi tidak fit, sehingga memaksanya untuk beristirahat.

MASA DEPAN BUSQUETS DITENTUKAN SETELAH JEDA INTERNASIONAL

Kontrak kapten Barcelona, Sergio Busquets akan habis pada akhir musim ini. Dia disebut menarik minat banyak klub, termasuk Inter Miami dari MLS. Gelandang senior itu juga disebut mempertimbangkan untuk tetap tinggal bersama klub masa kecilnya, tapi menurut Mundo Deportivo ia akan membuat keputusan tentang masa depan setelah jeda internasional bulan ini. 

PUNYA 2 PERTIMBANGAN, PSG PUTUSKAN NASIB MESSI LEBIH DINI

PSG menentukan nasib megabintang mereka, Lionel Messi secara lebih dini karena dua pertimbangan yang ada. Dilansir L’Equipe, PSG berniat untuk melepas Messi secara gratis. Keputusan tersebut didasarkan kepada dua aspek yang sulit diubah oleh Paris Saint-Germain. Hasil Liga Champions menjadi faktor penentu nasib penyerang asal Argentina tersebut. Hal kedua, kondisi Messi saat ini juga tidak didukung oleh suporter PSG.

PSG SIAP DATANGKAN HAALAND DAN TUMBALKAN BINTANG

PSG dilaporkan siap mendatangkan Erling Haaland dengan menumbalkan Neymar dan Lionel Messi. Kedua pemain bintang itu dinilai gagal memberikan kontribusi yang signifikan untuk PSG dan bakal dilepas. Sebagai gantinya, Haaland yang akan direkrut guna menemani Kylian Mbappe di depan. Lewat kekuatan finansial yang luar biasa tentunya membeli Haaland bukanlah hal sulit bagi PSG.

RONALDO BIKIN LIGA ARAB SAUDI DIKENAL DI 137 NEGARA

Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Al-Nassr membawa berkah bagi Arab Saudi, khususnya dunia bal-balan di negara tersebut. Bagaimana tidak, Ronaldo menjadi pahlawan karena membuat Liga Arab Saudi dikenal di 137 negara di seluruh dunia. Seluruh mata para penikmat sepak bola pun langsung tertuju ke Liga Arab Saudi yang sebelumnya sama sekali tidak dilirik oleh investor.

XAVI SAMAI PENCAPAIAN GUARDIOLA

Xavi Hernandez berhasil menyamai prestasi Pep Guardiola setelah Barcelona mengalahkan Real Madrid di laga lanjutan Liga Spanyol 2022/23. Ini merupakan kemenangan ketiga Xavi di El Clasico dalam setahun. Sebelumnya, Barcelona juga berhasil memastikan kemenangan 3-1 atas Real Madrid pada babak final Piala Super Spanyol. Setelahnya, Barcelona juga sukses menumbangkan tim asuhan Carlo Ancelotti itu di leg pertama Copa del Rey 1-0. Tiga kemenangan dalam satu tahun melawan Real Madrid membuat Xavi kini sejajar dengan Guardiola yang pernah melakukannya pada tahun 2011.

NAPOLI BISA SEGEL GELAR SERIE A PADA 30 APRIL

Napoli kini unggul 19 poin di puncak klasemen Serie A dan secara matematis bisa meraih Scudetto pada 30 April di Stadio Diego Armando Maradona. Itu dengan asumsi gap saat ini tetap sama dan tidak bertambah.  Tanggal 30 April Napoli akan melawan Salernitana di pekan ke-32. Artinya, setelah pekan ke-32 itu, akan ada enam pertandingan tersisa dan hanya 18 poin yang diperebutkan. Dan jika Napoli tetap menjaga jarak 19 poin, mereka bisa menyegel gelar Scudetto di pekan ke-32.

MESSI DICEMOOH FANS PSG

Lionel Messi selain tak bisa membawa PSG raih kemenangan atas Rennes, ia juga dapat cemoohan dari fans. Cemoohan itu ia dapatkan sebelum kick off laga kontra Rennes. Hal ini terjadi kala nama Messi diumumkan di stadion jadi starter melawan Rennes. Fans garis keras PSG melakukan hal ini karena mereka geram tim kesayangannya disingkirkan Bayern Munchen di Liga Champions.

XAVI SIMONS TAK TERTARIK KEMBALI KE PSG

Musim panas lalu, Xavi Simons meninggalkan PSG karena minimnya kesempatan bermain bersama tim utama. Simons kini menikmati karirnya bersama PSV asuhan Ruud Van Nistelrooy. Kontraknya saat ini berjalan hingga Juni 2027. Dan dalam beberapa minggu terakhir, desas-desus beredar bahwa Simons mungkin bisa kembali ke Paris. Akan tetapi, menurut laporan L’Équipe, Xavi Simons lebih memprioritaskan petualangan barunya di Belanda daripada kembali ke PSG. 

DITUDING MARAH KE DEWAN SPURS, CONTE KLARIFIKASI

Wartawan senior Sports Mole, Ben Knapton mengabarkan, manajer Tottenham Hotspurs Antonio Conte akhirnya mengklarifikasi kepada dewan direksi bahwa kemarahannya itu ditujukan kepada para pemain, bukan pada manajemen. Seperti diketahui sebelumnya, Conte mengeluarkan kata-kata kasar dalam konferensi persnya, mengecam para pemainnya yang “egois” dan mempertanyakan kurangnya kesuksesan klub di bawah asuhan Joe Lewis dan Daniel Levy.

BOS CHELSEA BAKAL SIAPKAN DANA RP 34,7 TRILIUN UNTUK BANGUN STADION BARU

Chelsea dikabarkan kembali akan mengeluarkan uang dengan jumlah yang cukup besar. Dikabarkan Chelsea bakal menyiapkan dana sebesar 2 miliar pounds atau sekitar Rp 37,4 triliun untuk membangun stadion baru. Nantinya stadion tersebut tetap akan berlokasi di Stamford Bridge markas Chelsea saat ini. Dikabarkan pemilik Chelsea, Todd Boehly saat ini sudah membuka obrolan dengan pemilik Fulham, Shahid Khan. Obrolan tersebut dikabarkan terkait niat Chelsea untuk menggunakan fasilitas Fulham selama proyek stadion baru dikerjakan.

KLOPP INGIN KONTRAK JAMES MILNER DI LIVERPOOL DIPERPANJANG

Manajer The Reds, Jurgen Klopp, menginginkan agar kontrak James Milner di Liverpool diperpanjang untuk satu musim lagi. Gelandang 37 tahun itu akan berstatus bebas agen pada akhir musim ini dan telah disebut-sebut akan hengkang saat Liverpool bersiap untuk melakukan perombakan besar-besaran di lini tengah. Klopp diduga akan menganggap Milner sebagai “kehilangan besar” di ruang ganti jika dia pergi musim panas ini, tetapi Liverpool berharap kesepakatan baru dapat segera tercapai saat negosiasi dimulai.

PEP BERHARAP ARSENAL TERPELESET DI LIGA INGGRIS

Manchester City masih berpeluang untuk meraih treble winners musim ini. Mereka masih bertahan di Piala FA serta Liga Champions. Selain itu, City juga masih ada peluang untuk mempertahankan gelar Liga Inggris meski saat ini berjarak 8 poin dari Arsenal. City masih memiliki satu laga tunda. Pelatih Pep Guardiola pun berharap City dapat meraih kemenangan demi kemenangan, sembari berdoa agar The Gunners terpeleset supaya memuluskan jalan City menuju tangga juara.

MIMPI BESAR ERICK THOHIR UNTUK TIMNAS INDONESIA

Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir punya mimpi besar untuk Timnas Indonesia. Ia menargetkan Timnas Indonesia bisa tembus 50 besar ranking FIFA pada tahun 2045 mendatang. Menteri BUMN itu pun mengatakan mimpi itu tak hanya omongan belaka. Ia berharap seluruh insan sepakbola Indonesia bisa membantu mewujudkan mimpi tersebut. Terlebih, Indonesia juga punya target besar sebagai negara maju pada 2045.

3 KEUNTUNGAN TIMNAS INDONESIA ANDAI JADI LAWAN ARGENTINA

PSSI berencana mendatangkan Timnas Argentina untuk beruji coba dengan timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni. Andai duel melawan Argentina di FIFA Matchday Juni 2023 benar-benar terjadi, maka ada sederet keuntungan yang dirasakan Timnas Indonesia kelak. Pertama, dari segi permainan akan meningkat karena Argentina lawan yang kuat. Kedua, menaikkan animo sepakbola Indonesia. Ketiga, hal ini akan berimbas pada rangking FIFA bagi Indonesia andai mampu meraih hasil positif atas Argentina.