Beranda blog Halaman 377

Berita Bola Terbaru 26 Maret 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Timnas Spanyol mengawali Kualifikasi Euro 2024 dengan yahud. Menjamu Norwegia di La Rosaleda, Minggu (26/3) dini hari, La Furia Roja menang tiga gol tanpa balas. Gol gol Spanyol dibuat oleh Dani Olmo di babak pertama. Lalu sepasang gol Joselu di lima menit akhir babak kedua menambah keunggulan Spanyol. Spanyol sementara memuncaki Grup A dengan tiga poin, sama dengan Skotlandia yang menang dengan skor sama atas Siprus. Di sisi lain, Norwegia di posisi keempat.

Kroasia ditahan imbang Wales pada pertandingan kualifikasi Euro 2024. Andrej Kramaric membawa Kroasia unggul pada pertengahan babak kedua, tepatnya pada menit ke-28. Akan tetapi, kemenangan itu sirna di penghujung laga. Memasuki menit ke-90+3, Wales membalas lewat gol kaki kiri Nathan Broadhead. Skor 1-1 bertahan hingga laga bubar.

Maroko berhasil mengalahkan Brasil 2-1 pada pertandingan uji coba dalam agenda FIFA Matchday, Minggu (26/3) pagi WIB di Stadion Grand Stade de Tanger. Pada menit ke-29 Maroko berhasil membuka keunggulan lewat Sofiane Boufal. Brasil menyamakan skor pada menit ke-67 lewat gol Casemiro. Akan tetapi, Maroko pun berhasil mencetak gol kedua lewat tendangan keras Abdelhamid Sabiri pada menit ke-79.

Jerman berhasil mengalahkan Peru dengan skor 2-0 dalam laga uji coba. Pada pertandingan di Mewa Arena, Minggu (26/3) dini hari WIB, Niclas Fullkrug menjadi bintang kemenangan Jerman. Striker Werder Bremen tersebut memborong dua gol pada pertandingan ini.

Timnas Indonesia sukses menggasak Burundi pada partai uji coba, Sabtu (25/3) di stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi. Skuad Garuda menang 3-1 berkat sumbangan gol dari Yakob Sayuri, Dendy Sulistyawan, dan Rizki Ridho, yang semuanya di babak pertama. Sedangkan Burundi hanya membalas lewat Pacifique Niyongabire di babak kedua.

SMITH ROWE BANTU INGGRIS U21 BENAMKAN PRANCIS U21

Gol pertama Emile Smith Rowe dalam sembilan bulan membantu Inggris U-21 mengalahkan Prancis 4-0 di Stadion King Power. Sundulan penyerang Arsenal di babak kedua mengakhiri penantiannya sebelum gol dari Noni Madueke, Curtis Jones dan Jacob Ramsey membungkus kemenangan The Three Lions muda.

INTER MILAN INCAR AUBAMEYANG

Inter Milan mau cari untung di tengah masalah yang dialami Chelsea. Mereka bersiap menampung striker yang jarang terpakai di Chelsea, Pierre Aubameyang. Dikutip Football Italia, Inter menyatakan siap menampung eks pemain Arsenal tersebut jika dia memutus kontrak dengan Chelsea. Dalam hal ini Nerazzurri bisa mendapatkannya secara gratis. Sebagai timbal balik, kemungkinan Inter pun akan memulangkan Romelu Lukaku ke Chelsea.

NEMANJA MATIC PERPANJANG KONTRAK DI AS ROMA

Gelandang Serbia, Nemanja Matic akan memperpanjang masa tinggalnya di ibu kota Italia hingga 2024. Setelah awalnya menandatangani kontrak satu tahun dengan Roma, Matic telah memutuskan untuk menyetujui opsi perpanjangan dalam kontraknya saat ini setelah mencapai persyaratan yang diperlukan untuk mengaktifkan opsi tersebut.

RONALDINHO INGIN MESSI AKHIRI KARIR DI BARCELONA

PSG ingin memperpanjang kontrak Lionel Messi. Tetapi klub kaya Prancis itu akan menghadapi persaingan dari Barcelona yang ingin kembali mengontrak Messi. Ronaldinho yang merupakan mantan rekan satu tim Messi di Barcelona ingin melihat La Pulga menyelesaikan karirnya di Barcelona. Secara umum, Ronaldinho ingin melihat Messi bahagia di manapun berada. Ia menyukai kebersamaannya dengan Messi selama di Catalan.

MESSI RESMI JADI NAMA KOMPLEK LATIHAN TIMNAS ARGENTINA

Lionel Messi mendapat penghormatan spesial dari Federasi Sepakbola Argentina (AFA). La Pulga diabadikan menjadi nama kompleks latihan Timnas Argentina, Sabtu (25/3). Claudio Tapia selaku presiden federasi meresmikan perubahan nama kompleks latihan Tim Tango, Casa de Ezeiza, menjadi Lionel Andres Messi. Bintang 35 tahun itu dianggap sebagai salah satu pesepakbola terbaik Argentina dalam sejarah.

TANGANI BAYERN, TUCHEL COMOT 2 PEMAIN CHELSEA

Pelatih anyar Bayern Muenchen, Thomas Tuchel, dilaporkan bakal membajak dua pemain dari mantan klubnya, Chelsea, yakni Edouard Mendy dan Mateo Kovacic. Kontrak Mendy di Chelsea sebenarnya baru akan habis pada Juni 2025, sedangkan Kovacic pada musim panas 2024. Namun, keduanya berpeluang besar meninggalkan Chelsea pada akhir musim ini.

VARANE SIAPKAN RENCANA PENSIUN, MADRID BAKAL JADI KLUB TERAKHIRNYA?

Raphael Varane terikat dengan kontrak Manchester United hingga akhir musim 2024/25. Ditanya mengenai klub tujuannya sebelum pensiun, Varane menyebut Real Madrid atau Manchester United. Kendati demikian, ia tak terlalu berharap untuk kembali ke Santiago Bernabeu. “Saya akan menyelesaikan karir saya di Real Madrid, atau di Manchester, atau di Lens. Saya tidak akan pindah ke klub lain selain ketiganya,” ucap Varane.

WEGHORST TAK MASALAH DIMAINKAN DI POSISI NO.10

Pemain Manchester United, Wout Weghorst, mengatakan bahwa dirinya tidak masalah bermain sebagai gelandang serang atau no 10. Seperti diketahui, Weghorst, yang aslinya adalah penyerang tengah, justru sudah beberapa kali dimainkan sebagai gelandang serang oleh Erik ten Hag, dan dia tak mempermasalahkan hal itu. Weghorst menyebut dirinya adalah team player.

LA LIGA HILANGKAN GAVI DARI DAFTAR PEMAIN BARCELONA

Liga Spanyol mencoret gelandang muda itu dari daftar pemain Barcelona. Di situs resmi La Liga, tak ada lagi Gavi dalam daftar pemain Blaugrana. Dihapusnya Gavi dari skuad utama Barcelona ini merupakan drama lanjutan perselisihan antara Barcelona dengan La Liga terkait kontrak sak pemain. Yang menjadi alasan utama La Liga tidak dapat menerima kontrak baru Gavi adalah karena keuangan Blaugrana yang sedang amburadul, bahkan minus.

GERRARD EJEK FANS CELTIC DI CHARITY MATCH BERSAMA LIVERPOOL

Mantan manajer Rangers, Steven Gerrard berselebrasi di depan para suporter Celtic pada laga amal. Pertandingan ini mempertemukan legenda Liverpool dan Celtic di Anfield, dengan Steven Gerrard membuka skor dari titik penalti sebelum turun minum. Adapun semua hasil dari pertandingan ini akan disumbangkan untuk mendukung Yayasan LFC dan badan amal lainnya.

LAGU PIALA DUNIA U20 INDONESIA RESMI DIRILIS

Ajang FIFA U-20  World Cup Indonesia 2023 semakin dekat. Berkolaborasi dengan sejumlah musisi Indonesia, FIFA meluncurkan lagu resmi atau theme song Piala Dunia U-20 dengan judul Glorious. Salah satu grup musik Indonesia, Weird Genius bersama para penyanyi berbakat Indonesia seperti Lyodra, Tiara Andini, dan Ziva Magnolya meluncurkan lagu resmi U-20 World Cup Indonesia 2023. Teaser lagu Glorious saat ini telah tersedia di platform FIFA plus, serta semua social media FIFA.

SKOTLANDIA PERPANJANG KONTRAK SANG PELATIH HINGGA 2026

Pelatih kepala Skotlandia, Steve Clarke menandatangani kontrak baru untuk tetap memimpin tim nasional hingga 2026. Performa yang apik jadi alasan Federasi sepakbola Skotlandia memperpanjang masa kerja Clarke. Sejak menukangi Skotlandia pada 2019, Clarke membawa negara itu ke pentas Euro 2020, turnamen besar pertama mereka sejak 1998. Setelah itu, Skotlandia juga menikmati promosi ke Grup A UEFA Nations League.

PEDRI BUKA PELUANG MAIN DI LIGA PRIMER INGGRIS

Gelandang Barcelona, Pedri membahas masa depannya dalam interaksi pers baru-baru ini. Pemain muda itu mengaku keinginannya untuk melanjutkan di Barcelona. Tetapi pada saat yang sama, dia menawarkan petunjuk potensial bahwa dia akan terbuka untuk pindah ke Inggris suatu saat nanti. “Pindah ke Liga Premier di masa depan? Saya berharap untuk bertahan di Barcelona selama bertahun-tahun tetapi tidak ada yang bisa dikesampingkan,” kata Pedri kepada Diario SPORT.

JOAN LAPORTA: PINTU CAMP NOU SELALU TERBUKA UNTUK LIONEL MESSI

Presiden Barcelona, Joan Laporta mengatakan pintu Camp Nou selalu terbuka untuk Lionel Messi. Messi sendiri santer dikabarkan bakal kembali ke Barcelona musim depan. Sebab, Kontraknya di PSG akan habis akhir musim ini. Selain kembali ke Barcelona, Messi juga disebut berpeluang untuk pergi ke Major League Soccer di Amerika Serikat. Messi bakal membuat keputusan terkait masa depannya akhir musim nanti.

DEPAY UNGKAP KEKECEWAAN TERHADAP FRENKIE DE JONG

Penyerang Atletico Madrid, Memphis Depay mengungkapkan kekecewaan terhadap rekan satu timnya, Frenkie de Jong. De Jong dikabarkan mengalami cedera otot ringan dan dipastikan tidak akan membela Belanda di jeda internasional kali ini. Meski faktanya hampir sepertiga musim yang tersisa, De Jong hampir mendekati 2000 menit musim ini dengan Barcelona saja. Depay merasa kecewa karena rekan satu timnya tersebut tidak bisa bergabung dengan skuad Belanda.

3 RAKSASA EPL INCAR WONDERKID JUVENTUS

Bakat baru Juventus, Samuel Iling-Junior menarik perhatian ketika dia masuk ke skuad Massimiliano Allegri dan sekarang sejumlah klub Liga Premier telah menaruh minat pada pemain berusia 19 tahun itu. Dikutip Football Italia, Manchester City, Chelsea, dan Newcastle United telah mengawasi perkembangan Iling-Junior di Juventus dan sedang mempertimbangkan untuk merekrut sang striker di musim panas.

OZIL: MOURINHO PELATIH TERBAIK ABAD INI

Setelah pengumuman gantung sepatu pada Rabu (22/3) pagi, Mesut Ozil menyebut pelatih AS Roma, Jose Mourinho sebagai ‘yang terbaik abad ini.’ Keduanya pernah bersama ketika di Real Madrid, di mana Mourinho menjadi penerus torehan gelar yang membanggakan di ibu kota Spanyol. “Dia benar-benar manajer kelas dunia. Saya memilih Real (Madrid) untuknya. Dia mengajak saya melihat stadion dan semua trofi yang telah mereka menangkan.”

OZIL BERGEMING, RONALDO TETAP TERBAIK DIBANDINGKAN MESSI

Mesut Ozil bergeming dengan pendapatnya terkait Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Sampai sekarang, Ozil tetap menganggap CR7 sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Pendapat Ozil ini tidak berubah seperti yang dia ucapkan pada 21 Januari 2021. Kala itu, Ozil menyatakan Messi telah membuktikan dirinya sebagai yang terbaik di Spanyol. Namun di mata Ozil, Ronaldo selalu menjadi yang terbaik di negara mana pun sang pemain berkarir.

LANGGAR ATURAN FFP, EVERTON DIDAKWA FA

Liga Premier telah mendakwa dan membawa Everton ke komisi independen atas dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play musim lalu, pada hari Jumat tanpa memberikan rincian. Everton mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa klub kecewa dengan keputusan tersebut. “Klub telah selama beberapa tahun memberikan informasi kepada Liga Premier secara terbuka dan transparan dan secara sadar memilih untuk bertindak dengan itikad baik setiap saat.”

SYARAT ZIDANE MAU LATIH PSG, MINTA DIBELIKAN 2 PEMAIN BINTANG REAL MADRID

Zinedine Zidane dikabarkan meminta dibelikan dua pemain bintang Real Madrid jika dirinya menjadi pelatih PSG. Dua pemain yang dimaksud adalah Karim Benzema dan Ferland Mendy. Untuk Benzema, Zidane sepertinya bakal mendapatkan sang pemain cukup mudah. Hal itu tak bisa dilepaskan dari kontrak Benzema yang akan habis pada 30 Juni 2023. Kemudian untuk Mendy, PSG harus siap-siap merogoh kocek sebesar 35 juta euro atau setara Rp 571 miliar untuk memboyong mantan pemain Le Havre itu.

LEAO JADI PENGGANTI MESSI DI PSG

Paris Saint-Germain masih belum bisa meyakinkan Lionel Messi untuk bertahan. Apabila pemain mega bintangnya itu sampai lepas, PSG berencana menargetkan pemain AC Milan Rafael Leao sebagai pengganti. Rencananya, PSG akan mulai membuka tawaran di akhir musim sambil menunggu keputusan resmi dari Messi. Akan tetapi, strategi PSG untuk menunggu ini bisa jadi senjata makan tuan. Sebab, Leao dan Milan sedang intens membahas kontrak baru.

Kemana Mereka Sekarang? Skuad Ajaib Manchester City Juara Liga Inggris 2012

Etihad, Minggu 13 Mei 2012 tepatnya di menit 93:20 sejarah tercatat. Sebuah momen ikonik nan dramatis yakni gol Sergio Aguero ke gawang QPR, mampu mengantarkan Manchester City memulai era baru dengan menjadi juara Liga Inggris musim 2011/12. Sebagai sebuah skuad yang solid bentukan Roberto Mancini, menarik untuk melihat siapa saja sih bagian dari starting eleven mereka waktu itu? Dan, ke mana mereka sekarang?

Joe Hart

Menjadi kiper muda Manchester City sejak 2010, Joe Hart menjelma pilihan utama Roberto Mancini dibanding Shay Given. Sempat meraih sarung tangan emas di 2010 berkat rekor clean sheets terbanyak dalam satu musim, mengantarkan Joe Hart kiper nomor satu di Inggris.

Ia mengalami nasib buruk ketika Pep Guardiola datang. Performanya sebagai seorang kiper ternyata tak sesuai dengan gaya main Pep. Sampailah pada momen ia mengakhiri masa pengabdiannya di Etihad dari sebuah obrolan dua jam dengan Pep.

Ia kemudian dipinjamkan ke Torino sebelum kembali lagi ke Inggris bersama West Ham, Burnley, dan Spurs. Sejak 2021 lalu, ia memilih berseragam Celtic.

Di Celtic performanya sempat kembali gacor dengan membawa Celtic juara Liga Skotlandia musim 2021/22. Kini kiper berusia 35 tahun itu masih aktif bermain di Celtic dengan masa kontraknya yang akan habis pada 2024 mendatang.

Pablo Zabaleta

Di bek kanan, ada Pablo Zabaleta. Bek Argentina yang didatangkan dari Espanyol pada 2008 silam. Namun sayang, ia lama hanya menjadi pelapis Micah Richard. Hingga akhirnya penampilannya disorot ketika tampil sebagai starter di laga melawan QPR dan mencetak gol pertama bagi City.

Ketika Pep datang, ia memutuskan hengkang dari City. Ia tak terpakai lagi di skema tim. City memutuskan tidak memperpanjang kontraknya dan pergi secara gratis ke West Ham. Di West Ham ia pensiun pada 2020 lalu.

Sebelum pensiun, tepatnya di 2018 ia pernah menjadi pundit di BBC dalam acara Match of The Day Piala Dunia 2018. Kemarin di Piala Dunia 2022 Qatar pun ia masih dikontrak BBC di acara yang sama sebagai pundit.

Gael Clichy

Rekan Zabaleta di bek kiri ada Gael Clichy. Bek Prancis yang dibajak dari Arsenal pada 2011. Menjadi bagian dari skuad juara, karir Clichy hampir sama dengan Zabaleta. Ia hengkang di 2017 ketika tak terpakai lagi di musim kedua Pep.

Setelah itu, Clichy akhirnya nekat hijrah ke Liga Turki bersama Istanbul Basaksehir. Clichy sempat meraih kejayaan mengantarkan klub Turki itu meraih juara Liga Turki musim 2019/20.
Kini, ia masih aktif bermain untuk klub Swiss Servette di usia yang sudah 37 tahun. Clichy membela klub asal Liga Swiss tersebut hingga kontraknya habis pada Juni 2023 mendatang.

Joleon Lescott

Di sektor bek tengah ada Joleon Lescott. Bek Inggris yang dibeli mahal dari Everton yang menjadi tandem Vincent Kompany.

Beberapa cedera lutut yang dialaminya di City, membuatnya tak mampu bersaing di skuad utama. Ia akhirnya tak diperpanjang kontraknya di 2014 dan memilih melanglang buana bersama klub macam West Bromwich, Aston Villa, bahkan hingga Liga Yunani bersama AEK Athens.

Ia pensiun ketika berseragam Sunderland pada 2017. Setelah pensiun, ia tak jauh dari dunia sepakbola. Lescott sempat beberapa kali menghiasi layar kaca dengan menjadi pundit di BT Sport.

Selain itu, setelah lulus dan memiliki lisensi kepelatihan, ia kemudian ditawari menjadi asisten pelatih Lee Carsley di Timnas Inggris U-21 sejak 2021 lalu hingga sekarang.

Vincent Kompany

Sama halnya dengan kompatriotnya Vincent Kompany. Kapten ikonik yang saking berjasanya bagi City, sampai-sampai dibuatkan patung tersendiri di depan stadion Etihad. 11 musim ia mengabdi di Etihad dengan segala trofi.

17 Mei 2019 menjadi akhir baginya di Etihad. Ia memilih pergi setelah kontraknya habis dan kembali ke klub asalnya, Anderlecht. Ia di sana diangkat menjadi pelatih setelah memutuskan pensiun sebagai pemain di 2020 lalu.

Karir kepelatihan Kompany patut untuk diapresiasi. Sebagai pelatih muda, ia mampu menarik perhatian dengan sistem dan gaya bermain yang atraktif. Kini bahkan ia kembali lagi ke Inggris dengan menerima pinangan menjadi pelatih Burnley.

Gareth Barry

Di sektor gelandang, Mancini menggunakan double pivot, salah satunya dalam diri Gareth Barry. Pemain yang mencatatkan rekor sebagai pemain dengan caps terbanyak di Liga Inggris ini, pensiun setelah lima tahun pengabdiannya di Etihad. Barry pensiun di West Bromwich tahun 2020 lalu.

Pasca pensiun, Barry sempat menjadi pundit di BBC dan BT Sport. Ia bahkan di 2021 sempat bersengketa dengan FA karena dituduh melanggar bisnis kepemilikan klub Swindon Town FC bersama para temannya.

Yaya Toure

Duet Gareth Barry di lini tengah adalah Yaya Toure. Bintang Pantai Gading yang didatangkan dari Barcelona sejak 2010 tersebut, menjadi salah satu senjata tersendiri di lini tengah City dengan transformasi perubahan perannya.

Ia pindah dari Barca ke City karena tak lagi dipakai Pep. Uniknya di City ia juga tergeser karena kedatangan Pep. Pada 2018, kontraknya tidak diperpanjang dan memilih hijrah ke Olympiakos. Sempat tanpa klub setelah dari Olympiacos, Yaya Toure akhirnya memilih pensiun setelah membela klub Tiongkok, Qingdao Huanghai pada 2020 lalu.

Ia kemudian meniti karir di dunia kepelatihan dengan magang sebagai asisten pelatih di Liga Ukraina bersama klub Olimpik Donetsk dan klub Rusia, FC Akhmat Grozny. Sembari lulus dan mendapatkan lisensi UEFA A, kini ia bekerja sebagai pelatih tim muda Tottenham Hotspur sejak 2022 lalu.

David Silva

Lain halnya dengan David Silva. Bintang Spanyol yang menjadi roh serangan Citizens sejak ia diboyong dari Valencia 2010 silam. Dikira pensiun maupun mengeruk uang di masa tua bersama klub MLS atau timur tengah, ia masih berhasrat ingin bermain di level kompetisi Eropa di usianya yang sudah menginjak 37 tahun.

Setelah mengakhiri masa pengabdiannya di City pada 2020, ia pulang kampung ke Spanyol untuk membela Real Sociedad. Di sana ia masih menjadi andalan. Hal itu membuktikan bahwa sentuhannya belum habis.

Samir Nasri

Lain pula dengan Samir Nasri. Gelandang Prancis yang dibajak dari Arsenal pada 2011. Nasri di City adalah salah satu korban revolusi Pep pada 2016. Ia kemudian memilih melanglang buana bersama klub macam Sevilla maupun klub Turki, Antalyaspor.

Namun setelah itu ia dirundung kasus. Ia dinyatakan bersalah atas kasus penyalahgunaan doping. Ia dihukum tak boleh bergelut di dunia olahraga selama 1 tahun. Kasus itu tak membuatnya bergeming untuk pensiun.

Nasri masih ingin bermain dan menerima pinangan West Ham asuhan Pellegrini pada 2019. Setelah dari West Ham akhirnya ia pensiun di Belgia bersama Anderlecht pada tahun 2020. Selepas pensiun, ia jarang terlihat. Nasri terakhir kali sempat terlihat ketika bermain di laga amal bersama alumni Marseille 2021 lalu dengan badan gempalnya.

Carlos Tevez

Sebagai second striker mendampingi Aguero, peran Tevez mungkin tak terlihat di laga melawan QPR seperti peran Dzeko maupun pemain yang jadi penggantinya, Mario Balotelli.

Namun di sisi lain, banyak juga jasa Tevez selama empat tahun masa pengabdiannya di Etihad. Setelah dari City, El Apache memulai petualangan barunya lagi di Juve pada 2013. Sempat pulang kampung dan digosipkan akan pensiun pada 2015, namun ternyata ia masih sempat melancong ke negeri Cina bersama Shanghai Shenhua.

Ia akhirnya benar-benar pensiun di Boca Junior pada 2021 lalu. Pasca pensiun ia sempat menjadi pelatih di klub Argentina, Rosario Central. Namun ia hanya bertugas lima bulan saja karena tak suka dengan petinggi klub yang menggunakan namanya sebagai alat politik.

Sergio Aguero

Terakhir, The One and Only, Sergio “Kun” Aguero. Namanya telah terpatri menjadi legenda publik Etihad. Ia baru mengucapkan salam perpisahannya pada pada 2021 silam, karena menerima pinangan Barcelona ketika kontraknya habis.

Namun kondisi Aguero di Barca hanya seumur jagung. Kala didiagnosis dokter memiliki aritmia jantung, ia akhirnya memilih pensiun di Desember 2021.

Pasca pensiun, Aguero lebih menikmati hidup dengan main game. Ia juga mendadak menjadi selebriti melalui platform streaming Twitch. Di 2022 lalu, ia juga sempat terlihat di Qatar mendampingi timnas Argentina ketika meraih juara dunia.

Sumber Referensi : premierleague, sportingnews, theguardian, thesun, reuters, talksport, goal

Prancis Gilas Belanda! Mbappe Jadi Kapten Bikin Debut Koeman Merana

Prancis sepertinya masih menyimpan rasa amarah yang membara ketika kalah lawan Argentina di final Piala Dunia 2022 kemarin. Sayangnya Belanda yang harus menerima amukan Prancis itu. Di laga kualifikasi Euro 2024 ini, Prancis berhasil menggilas Belanda dengan skor 4-0. Ini jadi catatan buruk untuk comeback Koeman sebagai pelatih tim oranye. Tapi catatan yang mebanggakan untuk Mbappe yang baru saja menjabat sebagai kapten.

Prancis Punya Kapten Baru

Ya, ini adalah debut Mbappe setelah ditunjuk sebagai kapten utama timnas Prancis. Hal ini menyusul pensiunnya penjaga gawang andalan, Hugo Lloris dari skuad les blues. Pemain senior lainnya, seperti Varane, Matuidi, dan Steve Mananda juga ikut pensiun.

Pemilihan Mbappe sebagai kapten ini sebenarnya mendatangkan beberapa kritikan. Salah satu alasannya adalah usia Mbappe yang masih terbilang muda. Selain itu juga kualitas kepemimpinan Mbappe masih sangat diragukan.

Alasan lainnya kenapa penunjukan Mbappe sebagai kapten ini menimbulkan kontroversi adalah, karena Antoine Griezmann dipandang lebih pantas untuk memakai ban kapten itu. Dikutip dari ESPN, Griezmann merasa kecewa dengan Deschamps yang lebih percaya kepada Mbappe. Padahal Griezmann yang saat ini berusia 32 tahun jelas lebih senior dan memiliki lebih banyak caps bersama tim ayam jantan.

Tapi jika dipikir lagi, masuk akal kalau Deschamps lebih memilih Mbappe. Terlihat jelas kalau pelatih yang memenangkan Piala Dunia 2018 itu lebih membutuhkan Mbappe daripada Griezmann. Ia juga pasti tahu, kalau Griezmann tidak akan mundur dari timnas hanya gara-gara persoalan ban kapten.

Ini akan jadi tantangan tersendiri untuk Mbappe. Sebagai kapten, ia kini punya ekspektasi lebih dari sekedar mencetak gol. Perilakunya di luar maupun di dalam lapangan akan jadi sorotan dan jadi cerminan skuad Prancis. Sedangkan Mbappe punya citra yang seringkali dipandang kontroversial. Seperti saat dimana Mbappe menolak sesi foto dengan skuad timnas karena masalah brand.

Tapi Mbappe punya sifat yang kompetitif. Dari situ kita bisa percaya kalau ia tidak hanya ingin jadi salah satu kapten termuda yang pernah Prancis miliki, tapi juga kapten terhebat yang pernah dimiliki les bleus. Di pertandingan melawan Belanda ini Mbappe sudah bisa jadi bukti dengan memimpin teman-temannya menggilas tim oranye dengan skor telak 4-0.

Prancis Gilas Belanda

Timnas Belanda yang kehilangan beberapa pemainnya karena infeksi virus harus menerima pukulan keras sejak menit awal pertandingan. Laga baru berjalan dua menit Griezmann mampu memecah kebuntuan dengan tendangan melengkungnya.

Hanya enam menit berselang, sekitar menit ke-8 Dayot Upamecano berhasil menggandakan keunggulan jadi 2-0. Dua gol itu hanya menjadi pembuka dimulainya pesta gol Prancis. Di menit ke-22, Mbappe membuat skor jadi 3-0 setelah menerima umpan cantik dari Aurelien Tchuomeni.

Anak asuh Ronald Koeman sempat mendapatkan peluang. Tapi Memphis Depay membawa bola terlalu melebar dari gawang Mike Maignan. Mantan pelatih Everton itu berupaya untuk mengubah dinamika serangan dengan memasukan Wout Weghorst menggantikan Kenneth Taylor di menit k-33.

Tapi sayang usahanya tidak mampu membuahkan hasil. Malah, Prancis yang sempat memberikan ancaman lewat percobaan dari Ibrahim Konate sembilan menit sebelum jeda. Tidak ada gol tambahan sampai babak pertama berakhir. Skor pun tidak berubah sampai para pemain masuk waktu istirahat.

Di babak kedua, permainan Belanda tidak menunjukan perkembangan. Justru Prancis yang masih mau bermain menekan meskipun sudah unggul 3-0. Pertandingan itu terasa begitu panjang untuk Belanda yang menerima berbagai serangan Prancis. Hingga pada akhirnya di menit ke-88 Kylian Mbappe mencetak gol keduanya di laga itu. Sekaligus membungkus kemenangan les bleus atas de oranje dengan skor 4-0.

Belanda sebenarnya punya kesempatan untuk mencetak gol hiburan setelah mendapatkan hadiah penalti di masa injury time. Tapi sungguh sayang, Memphis Depay yang jadi eksekutor tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Pasukan Koeman pun harus puas pulang tanpa poin dan tanpa gol.

Penampilan Mbappe

Setelah laga selesai Mbappe mengaku senang dan puas atas hasil ini. Dikutip dari UEFA.com, ia menganggap ini bisa jadi sedikit penghibur bagi para fans setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia.

“Kami telah bersiap sepanjang minggu ini dengan niatan tidak ingin mengecewakan para fans. Ini pertama kalinya kami bermain setelah Piala Dunia. Kami ingin menebus apa yang terjadi di Piala Dunia kemarin. Masih ada banyak tantangan yang harus kami jalani di kualifikasi ini.”

Menanggapi soal dirinya yang menjadi kapten, Mbappe mengaku bahwa ini tidak terlalu jadi beban buatnya. Ia masih bisa bermain seperti biasa dan yang terpenting mencetak gol. Tapi ia juga sadar kalau ini masih awalan dan akan ada banyak hal yang terjadi kedepannya.

“Ini masih normal, saya masih menjalankan tugas saya membantu tim dan menciptakan gol. Untuk hari ini semua berjalan lancar tapi ini masih permulaan. Tantangan terbesar masih menunggu kami di depan.”

Comeback Berantakan Ronald Koeman

Bertolak belakang dengan awal sempurna bagi Prancis dengan kapten barunya, muncul banyak keraguan atas kembalinya Koeman sebagai pelatih Belanda. Ia memang dirugikan dengan hilangnya beberapa pemain kuci seperti Gakpo dan De Ligt yang terkena virus.

Itu memaksa Koeman untuk memberikan kesempatan kepada para youngster seperti Lutsharel Geertruida, Xavi Simons dan Kenneth Taylor untuk tampil. Tapi ini bukanlah laga yang tepat untuk para pemain muda itu unjuk kebolehan, apalagi jadi starter.

Hasilnya Belanda tidak bisa berkutik di laga itu. Prancis terlalu efektif dalam melancarkan skema serangan. Sedangkan Koeman tidak memiliki barisan pertahanan yang kokoh. Ditambah lini serang Belanda yang juga ompong.

Kekalahan ini memutus rekor tak terkalahkan selain lewat babak adu penalti Belanda. Sebelum ini, terakhir kali Belanda merasakan kekalahan adalah di perempat final Piala Dunia, melawan Argentina yang kemudian jadi tim juara di turnamen itu.

Ini juga hanya kedua kalinya Belanda menerima kekalahan dengan selisih sampai empat gol. Terakhir kali adalah di tahun 2017, yang juga kalah dari Prancis dengan skor 4-0. Tapi yang lebih memalukannya lagi bagi Koeman adalah, tim oranye kebobolan 3 gol hanya dalam waktu kurang dari setengah jam. Ini kali tercepat mereka menerima tiga gol setelah terakhir kali terjadi lebih dari 100 tahun lalu.

Saat ini Belanda berada di dasar klasemen Grup B. Dengan Prancis di posisi puncak, Yunani di urutan kedua, Irlandia di peringkat ketiga, dan Gibraltar di posisi empat. Belanda harus bisa finis di posisi dua teratas jika ingin mengamankan tiket ke Euro 2024. Koeman harus putar otak untuk itu. Di pertandingan selanjutnya lawan mereka adalah Gibraltar, sedangkan Prancis berangkat ke Dublin untuk berkunjung ke markas Irlandia.

Sumber referensi: ESPN, ESPN 2, UEFA, Standard, Keepup, Guardian

Berita Bola Terbaru 25 Maret 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Timnas Prancis berhasil menekuk Belanda 4-0 dalam laga kualifikasi Grup B Piala Eropa 2024 di Stadion Stade de France, Paris, pada Sabtu (25/3) dini hari WIB. Gol-gol Prancis tercipta berkat Antoine Griezmann di menit ke-2, Dayot Upamecano di menit 8, Kylian Mbappe di menit ke-21, serta gol kedua Mbappe di menit ke-88. Atas hasil, Mbappe cs menghuni posisi pertama dengan 3 poin.

Belgia memulai kiprah di Kualifikasi Piala Eropa 2024 dengan menang meyakinkan 3-0 atas Swedia. Romelu Lukaku bikin hattrick di laga ini. Eks striker Manchester United itu membobol gawang Swedia di menit ke-35, 48, dan menit 83. Kemenangan ini membuat Belgia berada di peringkat kedua Grup J dengan tiga angka. Mereka berada di bawah Austria yang mengumpulkan poin sama. Sementara, Swedia di posisi juru kunci dengan tanpa poin.

TOTTENHAM TERTARIK BOYONG NAGELSMANN

Julian Nagelsmann tak perlu menganggur lama setelah dipecat Bayern Munchen. Sebab, Tottenham Hotspur tertarik mempekerjakannya untuk menggantikan Conte yang dirumorkan bakal dipecat. Dikutip The Guardian, Tottenham mendekati lagi Nagelsmann setelah gagal mendapatkannya musim panas 2021. Belum diketahui apakah Nagelsmann langsung dikontrak saat ini juga atau menunggu musim 2023/24.

USAI DIPECAT BAYERN MUNCHEN, NAGELSMANN MENUJU KE REAL MADRID?

Pemecatan Julian Nagelsmann membuat Real Madrid semakin berhasrat untuk mempekerjakan pelatih muda 35 tahun tersebut, menggantikan tugas dari Carlo Ancelotti. Menurut Football Espana, Carlo Ancelotti digadang-gadang akan ditunjuk sebagai pelatih Timnas Brazil dalam waktu dekat, sehingga mengharuskannya untuk meninggalkan jabatan kepelatihannya di Los Blancos agar bisa lebih fokus menangani tim Selecao. Madrid sendiri bukan pertama kalinya menginginkan Nagelsmann, sebab dua tahun lalu mereka telah mengincar sang pelatih.

RESMI, TUCHEL JADI PELATIH BAYERN MUNCHEN

Thomas Tuchel resmi diangkat jadi manajer Bayern Munchen. Die Bavarian menyampaikan langsung kabar ini di akun media sosialnya pada Sabtu (25/3) dini hari WIB. Pertama-tama, mereka mengabarkan perpisahan dengan Julian Nagelsmann. Kemudian, pihak Bayern langsung mengumumkan sosok pengganti Nagelsmann, yakni Thomas Tuchel. Eks pelatih Chelsea dikontrak hingga 30 Juni 2025.

MBAPPE LEWATI REKOR GOL BENZEMA

Partai Prancis vs Belanda menjadi momen Kylian Mbappe melewati catatan gol Karim Benzema. Sang kapten baru Perancis itu kini mengoleksi 38 gol dan duduk di tangga kelima pemain tersubur sepanjang sejarah Tim Ayam Jantan. Mbappe unggul satu gol atas Benzema yang sudah memutuskan pensiun dari timnas Prancis.

CASEMIRO JADI KAPTEN BARU TIMNAS BRASIL

Casemiro ditunjuk sebagai kapten baru Timnas Brasil. Gelandang Manchester United itu antusias mengemban tugas anyarnya untuk Selecao di bawah kendali pelatih baru, Ramon Menezes. Casemiro menggantikan Thiago Silva yang sebelumnya menjadi kapten Timnas Brasil. Pemain 31 tahun itu mengaku siap memimpin rekan setimnya di lapangan. Brasil akan menghadapi Maroko dalam pertandingan persahabatan, Minggu (26/3) pagi WIB.

SHEIKH JASSIM SIAP NAIKKAN TAWARAN UNTUK MEMBELI MU

Sheikh Jassim bin Hamad Al-Thani dilaporkan siap menaikkan tawarannya untuk mengambil alih Manchester United. Menurut Skysports, Sheikh Jassim akan menaikkan tawaran menjadi 5,5 miliar poundsterling minggu ini setelah mereka bertemu dengan perwakilan MU pekan lalu. Sheikh Jassim harus bersaing dengan calon pembeli lainnya yakni konglomerat Inggris Sir Jim Ratcliffe melalui INEOS. Namun Ratcliffe enggan terburu-buru menaruh harga.

PERTAMA KALI TER STEGEN AKAN KENAKAN NOMOR PUNGGUNG KERAMAT DI TIMNAS JERMAN

Cederanya Manuel Neuer menjadi berkah tersendiri bagi Marc Andre Ter Stegen. Ter Stegen akan mengenakan nomor punggung 1 saat Der Panzer menghadapi Peru dalam pertandingan persahabatan di Mainz pada hari Minggu (26/3) dini hari WIB. Tak dipungkiri, ia mendambakan bisa mengenakan nomor keramat tersebut sejak mendapatkan caps pertamanya bersama negaranya pada bulan Mei 2012.

KISAH OZIL SEMPAT PDKT DENGAN BARCELONA, TAPI….

Mesut Ozil yang baru saja pensiun menceritakan bahwa ia sempat merapat ke Barcelona sebelum akhirnya gabung Real Madrid. Namun, Ozil berubah pikiran karena sikap cuek Pep Guardiola yang menjadi pelatih Barca kala itu. Cerita ini terjadi pada 2010. Usai tampil apik bersama timnas Jerman di Piala Dunia 2010, Ozil jadi incaran sejumlah klub top Eropa, termasuk Barcelona dan Madrid.

ADA MASALAH KONTRAK, DYBALA AKAN TUNTUT JUVENTUS LEBIH DARI RP 820 M

Striker AS Roma, Paulo Dybala akan tuntut Juventus lebih dari Rp 821,3 miliar karena ada masalah pada kontraknya. Penuntutan itu dilakukan Paulo Dybala karena adanya perbedaan antara kontrak yang telah disetujuinya dengan Juventus dan kesepakatannya saat ini bersama Giallorossi. Kisah antara La Joya dan Juve berkemungkinan akan berakhir di meja hijau karena raksasa Liga Italia itu masih berhutang padanya sekitar 3 juta euro dari manuver gaji kedua yang tengah diselidiki FIGC dan Kejaksaan Turin.

MARCUS RASHFORD TUNDA PERPANJANGAN KONTRAK DENGAN MU

Marcus Rashford hanya memiliki kontrak di Old Trafford sampai 2024, yang artinya ia bisa hengkang secara cuma-cuma tahun depan. Sampai saat ini belum ada kesepakatan terkait kontrak baru striker 25 tahun tersebut. Mengingat situasi klub sedang diselimuti ketidakpastian, AS melaporkan bahwa Rashford masih akan menunda penandatanganan kontrak baru. Laporan tersebut juga mengisyaratkan bahwa Rashford khawatir bahwa ‘Aturan Cristiano Ronaldo’ di MU bisa mengurangi nilai tawaran yang bakal ia dapatkan dari United.

CEDERA, BEK BARCELONA ABSEN DI LAGA EL CLASICO

Barcelona mengalami kerugian besar akibat jeda internasional. Pasalnya, Blaugrana harus kehilangan Andreas Christensen lantaran mengalami cedera betis. Cedera itu terjadi saat Denmark menang 3-1 atas Finlandia di laga pertama Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2024. Barcelona jelas merana. Pasalnya, mereka akan menghadapi Real Madrid di leg kedua semifinal Copa del Rey di Camp Nou, Kamis (6/4) pukul 02.00 WIB.

EMI MARTINEZ LELANG SARUNG TANGAN FINAL

Sarung tangan yang dikenakan kiper Argentina Emiliano Martinez di final Piala Dunia 2022 bernilai USD 45 ribu atau setara Rp 679 juta dilelang. Hal itu berdasar lelang yang dilakukan Yayasan Anak Argentina. Uang hasil lelang sepenuhnya diberikan kepada Rumah Sakit Kanker Anak Garrahan di Buenos Aires. Lelang dilakukan pada Jumat (17/3) lalu dengan Martinez menonton via streaming dari tempat tinggalnya di Inggris.

DESCHAMPS SESALKAN KEPUTUSAN VARANE PENSIUN MUDA DARI TIMNAS

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps menyesalkan keputusan Raphael Varane pensiun dini dari Les Bleus di usianya 29 tahun. Meski begitu, Deschamps tetap menghormati ketetapan yang sudah dibuat oleh sang bek. “Ini bukan sesuatu yang membuat saya senang, tapi ini situasi setiap orang sehingga Anda bisa membuat keputusan semacam itu,” kata Deschamps. 

KEKECEWAAN STY JELANG LAGA INDONESIA VS BURUNDI

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengungkapkan kekecewaannya jelang laga lawan Burundi. Coach Shin kesal karena proses naturalisasi Shayne Pattynama belum juga selesai, padahal sang pemain telah resmi menjadi WNI sejak 24 Januari lalu. Seperti diketahui, Shayne Pattynama sebenarnya menjadi salah satu pemain naturalisasi yang dipanggil Shin Tae-yong untuk memperkuat timnas Indonesia pada FIFA Matchday periode Maret 2023. Akan tetapi, pemain berusia 24 tahun itu dipastikan batal debut bersama skuad Garuda.

8 STADION DI JERMAN BERUBAH NAMA

UEFA mengungkapkan 8 dari 10 stadion yang akan menjadi tuan rumah Euro 2024 mengalami pergantian nama. Beberapa nama akan diubah, seperti Signal Iduna Park milik Borussia Dortmund dan Allianz Arena milik Bayern Munchen. Menurut UEFA, untuk turnamen tahun depan, Signal Iduna Park berganti nama jadi BVB Stadion Dortmund sementara Allianz Arena berubah jadi Munich Football Arena. Alasan perubahan nama ini karena mengingat hak penamaan stadion-stadion di Jerman mayoritas dijual untuk komersial, maka untuk menghindari permasalahan komersial antara banyak pihak diubahlah nama stadion selama turnamen berlangsung.

AGENSI BANTAH KABAR FRANCK KESSIE BAKAL TINGGALKAN BARCELONA

Agen Franck Kessie membantah rumor bahwa kliennya akan meninggalkan Barcelona di bursa transfer musim panas terlepas dari segala klaim yang beredar. “Kami membantah segala kemungkinan transfer untuk Kessie, itu sama bagi pemain dan klub, namun kabar palsu itu menjengkelkan. Kemungkinan Kessie meninggalkan Barca di musim panas mendatang sama halnya dengan mengharapkan seekor ular memiliki kaki pada musim panas.” 

SUDAH 37 TAHUN, EDIN DZEKO SAMA SEKALI BELUM PIKIRKAN PENSIUN

Mesin gol Inter Milan, Edin Dzeko mengungkapkan, dirinya belum berniat untuk pensiun dari dunia sepak bola. “Banyak rekan setim saya yang sudah pensiun, tapi itu bukan keinginan saya. Saya bermain setiap tiga hari untuk klub saya, saya tidak ingin istirahat selama dua minggu (jeda internasional) ini,” katanya. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Dzeko sudah sepakat untuk memperpanjang kontraknya dengan Inter.

WONDERKID JUVENTUS SAMUEL ILLING JUNIOR CETAK DWIGOL UNTUK INGGRIS U20

Penyerang muda Juventus, Samuel Iling-Junior membantu timnas Inggris U-20 mengalahkan Jerman U-20 dalam pertandingan uji coba, Kamis (23/3). Dalam laga itu, skuad timnas Inggris U-20 meraih kemenangan dengan skor 2-0. Kedua gol itu diborong oleh Samuel Iling Junior. Sang pemain boleh jadi akan ikut ke Indonesia untuk gelaran Piala Dunia U-20 2023 bersama timnas Inggris U-20.

LAZIO HUKUM BERAT TIGA FANS RASIS DI LAGA DERBY ROMA

Kemenangan Lazio di Derby della Capitale, Senin (20/3) dinodai aksi tidak terpuji tiga fansnya. Ada salah satu fansnya tertangkap kamera mengenakan jersey dengan nama ‘Hitlerson’ dan nomor 88. Itu merupakan simbol dari salam Nazi ‘Heil Hitler’. Menurut laporan ANSA, suporter tersebut diduga merupakan pria berpaspor Jerman dan sudah terlibat aksi anarkis lainnya, yakni invasi lapangan di 2009. Selain itu, ada juga dua fans Lazio yang melakukan salam fasis di tribune. Oleh karenanya, Lazio memutuskan untuk melarang tiga suporter itu menghadiri laga kandang tim seumur hidup mereka. 

MANCINI: MATEO RETEGUI MIRIP GABRIEL BATISTUTA

Juru taktik Gli Azzurri, Roberto Mancini sebut Mateo Retegui mirip striker legendaris Timnas Argentina. Pemain debutan Timnas Italia keturunan Argentina itu dianggap mirip dengan mantan striker AS Roma dan Fiorentina, Gabriel Batistuta. Selain melegenda bersama Argentina, Batigol juga dikenal dengan baik di Italia, karena dia menghabiskan kariernya membela AS Roma dan Fiorentina.

PENGUSAHA FINLANDIA AJUKAN TAWARAN BUAT MU, AJAK FANS BERPARTISIPASI

Pengusaha asal Finlandia yang juga pemilik dari klub Finlandia, HJK, Thomas Zilliacus mengonfirmasi bahwa ia turut mengajukan tawaran untuk membeli Manchester United dari Keluarga Glazer. Menurut rilis yang dikeluarkan pihak Zilliacus, ia berencana mengajak para fans patungan untuk membeli MU. Ia dikabarkan akan menalangi sekitar 3 miliar pounds dari enam miliar pounds harga yang diinginkan Keluarga Glazer. Sisa tiga miliar pounds nantinya akan diserahkan kepada para fans.

BEN FOSTER BATAL PENSIUN, KINI GABUNG KLUB MEDIOKER

Mantan penjaga gawang Manchester United dan Inggris, Ben Foster telah keluar dari masa pensiunnya untuk bergabung dengan klub National League, Wrexham. Kiper 39 tahun itu sejatinya telah gantung sepatu pada September 2022. Namun kini Foster bergabung kembali dengan Wrexham, yang pernah ia bela dengan status pinjaman pada 2005. Dia telah menandatangani kesepakatan dengan klub Wales utara, yang dimiliki oleh bintang Hollywood, Ryan Reynolds dan Rob McElhenney, hingga akhir musim.

MESSI MILIKI PELUANG 50% UNTUK KEMBALI KE BARCELONA

Sergio Aguero berbicara dalam ‘Chup Chup’ spesial ‘Kings League’ tentang kemungkinan Lionel Messi kembali ke Barcelona. Aguero melihatnya sepenuhnya dapat dilakukan, meskipun mengundang Joan Laporta, presiden klub untuk melakukan upaya besar sehingga dapat mewujudkan pergerakan di musim panas tahun ini, ketika ia dapat kembali seperti agen bebas dua tahun setelah kepergiannya dari Barca. “Perasaan saya adalah bahwa ada 50% kemungkinan itu kembali. Laporta harus melakukan upaya untuk membawanya.”

RODRYGO GOES MAKIN PANASKAN RUMOR ANCELOTTI LATIH TIMNAS BRASIL

Setelah kiper Manchester City, Ederson Moraes, kini penyerang Real Madrid, Rodrygo Goes semakin memanaskan rumor Carlo Ancelotti bakal menangani timnas Brasil. Rodrygo yang juga terdaftar sebagai pemain Brasil tentu saja mendukung jika Ancelotti ingin melatih timnas Brasil. Namun Rodrygo menyikapi kabar tersebut dengan candaan bersama sang pelatih. Bagi Rodrygo jika Ancelotti melatih Brasil, maka sang pelatih akan hengkang dari Real Madrid dalam waktu dekat. Rodrygo sendiri masih sangat bersyukur dengan kehadiran Ancelotti sebagai pelatihnya di Real Madrid.

Dulu Saling Bantu, Kini Tuchel Justru Merampas Posisi Nagelsmann

0

Rekor 100% kemenangan Liga Champions Julian Nagelsmann musim ini masih terlalu buruk bagi petinggi Bayern Munchen. Alih-alih diberi perpanjangan kontrak, Nagelsmann justru jadi tumbal ekspektasi The Bavarians. Kabar pemecatannya pun mengguncang jagad media olahraga.

Menariknya, Bayern dikabarkan akan menggantikan Nagelsmann dengan Thomas Tuchel, seniornya sewaktu masih di Augsburg II. Jika menengok ke belakang, kedua pelatih ini memiliki karir yang kerap bersinggungan. Bahkan beberapa pengamat sepakbola menganggap hubungan Nagelsmann dan Tuchel sebagai murid dan guru.

Namun, kini situasinya berbeda. Sebagai guru, kemampuan Tuchel nyatanya lebih dipercaya oleh manajemen Bayern untuk menggantikan posisi Nagelsmann sebagai pelatih kepala.

Beda Angkatan, Tapi Bernasib Sama

Sepak terjang Thomas Tuchel dan Julian Nagelsmann di dunia sepakbola sebelas dua belas. Meski berbeda angkatan, keduanya memulai karir sebagai pemain profesional di Liga Jerman. 

Khusus untuk Tuchel, ia yang lahir di Krumbach dan memutuskan untuk bergabung dengan klub lokal yang dilatih oleh ayahnya sendiri, TSV Krumbach sebelum akhirnya pindah ke akademi Augsburg tahun 1988. Namun, di Augsburg Tuchel tak pernah mendapat menit bermain di skuad utama. Akhirnya ia memutuskan untuk hengkang ke SSV Ulm dan mengakhiri karirnya di usia 24 tahun karena cedera tulang rawan di bagian lutut.

Sama halnya dengan Tuchel, Julian Nagelsmann juga mengawali karir di dunia sepakbola sebagai pemain. Ia juga sempat bergabung dengan tim muda Augsburg sejak akhir 90-an hingga 2002. Karena tak mendapat menit bermain yang cukup, ia pindah ke 1860 Munich. Di sana ia bahkan sempat menjadi kapten tim U-17 Munich. 

Namun, setelah empat tahun di Munich, ia kembali ke Augsburg II pada tahun 2006. Saat kembali ke Augsburg itu lah ia bertemu dengan Thomas Tuchel yang sudah menjadi pelatih Augsburg II. Namun, pada periode keduanya di tim itu, Nagelsmann mengalami cedera lutut yang parah dan terpaksa mengakhiri karirnya sebagai pemain di usia 20 tahun.

Uluran Tangan Tuchel Selamatkan Nagelsmann

Melihat kegigihan Nagelsmann untuk tetap berkecimpung di sepakbola, Thomas Tuchel memberinya kesempatan untuk belajar dan membantu Tuchel menangani tim cadangan Augsburg. Pada tahun 2008 Nagelsmann membantu Tuchel sebagai pemandu bakat dan mempelajari tentang pengembangan pemain muda.

Selain itu, Tuchel juga memberi tugas tambahan kepada Nagelsmann sebagai analis. Tuchel menginginkan Nagelsmann untuk menganalisis kekuatan lawan. Hasil analisa Nagelsmann sangat membantu Tuchel untuk mempersiapkan tim jelang laga. Apalagi jika akan menghadapi tim yang kekuatannya jauh di atas mereka.

Menariknya lagi, demi menekuni dunia kepelatihan, Nagelsmann Nagelsmann sampai berganti konsentrasi kuliahnya yang tadinya Administrasi Bisnis menjadi Ilmu Olahraga. Mengambil kuliah jurusan Ilmu Olahraga membantu Nagelsmann mempelajari tentang manajemen sepakbola secara teori, termasuk bagaimana mengelola sebuah tim.

Terpisah

Keduanya pun terpisah. Tuchel lebih dulu hijrah ke Mainz sebagai pelatih U-19. Pelatih asal Jerman itu berhasil mengantarkan Mainz U-19 menjuarai Bundesliga U-19 musim 2008/09. Pencapaiannya itu yang membuat klub memberikan penghargaan dengan menunjuknya sebagai pelatih tim utama pada tahun 2009.

Debut Tuchel dengan tim utama pun cukup meyakinkan, tak mengalami satu kekalahan pun dalam tiga pertandingan awal, dan membawa Mainz finis di urutan kesembilan di musim 2009/10. Itu cukup baik mengingat Mainz berstatus sebagai tim promosi. Di musim kedua Tuchel baru menunjukan tajinya. Ia membawa Mainz finis di urutan kelima sekaligus mengamankan satu tiket kualifikasi Europa League musim berikutnya.

Lantas bagaimana dengan Nagelsmann? Tak mau kalah dengan gurunya, ia yang merasa sudah cukup ilmu kembali ke mantan klubnya, TSV Munich sebagai asisten pelatih Alexander Schmidt. Di sana ia kembali berfokus pada pembinaan usia muda bersama Munich U-17. Posisi tersebut ia emban selama kurang lebih dua tahun sebelum akhirnya ditunjuk untuk menangani tim muda Hoffenheim pada tahun 2011.

Sama halnya dengan Tuchel, selama menukangi tim U-19 Hoffenheim, Nagelsmann mengantarkan tim menjuarai Bundesliga U-19 pada musim 2013/14. Pencapaiannya yang luar biasa itu membuat Nagelsmann dihadiahi kontrak tiga tahun sebagai pelatih utama Hoffenheim. Padahal usianya baru 28 tahun. Dari situlah ia mendapat julukan “The Baby Mourinho”

Bertemu di Bundesliga

Saat Nagelsmann mengambil alih Hoffenheim pada awal tahun 2016, klub sedang berada di situasi rumit. Pasalnya, mereka berada di zona degradasi dan berjarak tujuh poin dari posisi aman. Namun, kecerdasan Nagelsmann membawa Hoffenheim memenangkan tujuh pertandingan dari 14 pertandingan Bundesliga yang tersisa. Itu sudah cukup untuk mengamankan posisi 15 klasemen akhir Bundesliga musim 2015/16 dan terhindar dari degradasi.

Di musim yang sama, Thomas Tuchel sudah menapaki jenjang karir yang lebih baik dengan menukangi Borussia Dortmund. Di musim perdananya, ia berhasil mengantarkan Die Borussen jadi penantang gelar dan menempel Bayern Munchen di peringkat kedua klasemen akhir Liga Jerman musim 2015/16.

Di musim tersebut pula kedua pelatih ini kali pertama bertemu sebagai lawan. Bermain di Signal Iduna Park, Borussia Dortmund terlalu perkasa untuk Hoffenheim asuhan Nagelsmann. Pertemuan pertama pun dimenangkan oleh sang guru dengan skor 3-1.

Di musim 2016/17, jadi pembuktian Nagelsmann. Ia membawa Hoffenheim melesat ke papan atas Bundesliga. Hoffenheim finis di urutan keempat dan hanya selisih dua poin saja di bawah Dortmund asuhan Tuchel. Meski demikian, Nagelsmann belum mampu mengalahkan Tuchel di dua pertemuan liga musim tersebut. Ia hanya meraih hasil imbang 2-2 di pertemuan pertama dan kalah 2-1 di pertemuan kedua.

Bertemu di Panggung yang Lebih Besar

Setelah tak mampu mengalahkan gurunya, Nagelsmann ingin mencobanya lagi di musim 2017/18. Namun sayang, Tuchel sudah tak bekerja di Dortmund. Ia mengundurkan diri di akhir musim 2016/17 menyusul perselisihan yang terjadi antara dirinya dengan manajemen klub. Sempat menganggur selama satu tahun, Tuchel akhirnya menukangi PSG pada tahun 2018.

Kembali berpisah dan kini makin jauh membuat Tuchel dan Nagelsmann tak lagi berhadapan hingga tahun 2020. Entah jodoh atau bagaimana, keduanya menjalani karir  yang mengharuskan mereka untuk saling berhadapan. Setelah hanya bertemu di kompetisi domestik, kali ini mereka berhadapan di panggung yang lebih besar, yakni semifinal Liga Champions musim 2019/20

Saat itu, Julian Nagelsmann masih berkarir di Jerman namun dengan klub yang berbeda, yakni RB Leipzig. Klub siluman racikan Nagelsmann itu berjumpa PSG asuhan Tuchel pada babak semifinal. Sebagai guru, Tuchel lagi-lagi memenangi duel taktik ini. Ia membawa PSG menang dengan skor 3-0 dan lolos ke babak final. Dengan hasil tersebut, Nagelsmann tercatat belum pernah mengalahkan Tuchel di ajang resmi.

Setelah menjaga rekor tak terkalahkan dari Julian Nagelsmann, Thomas Tuchel kembali mengalahkan Nagelsmann di aspek lain. Selain beradu taktik di atas lapangan, Tuchel baru saja menggeser Nagelsmann dari kursi kepelatihan Bayern Munchen. Dulu saling membantu, kini kedua pelatih berkebangsaan Jerman itu tengah bertukar nasib.

https://youtu.be/Hi05Ij9GZNw

Sumber: UEFA, Bundesliga, These Football Times, Panditfootball, Transfermarkt, Bola

Andai Disudahi Real Madrid, Pelatih Berikut Cocok Gantikan Ancelotti

Terjadi gonjang-ganjing di ibu kota Spanyol pasca tim kebanggaan mereka, Real Madrid kalah di laga El Clasico atas Barcelona 2-1 di La Liga. Meski masih melaju di Liga Champions, namun nasib masa depan pelatih Carlo Ancelotti menjadi tanda tanya besar jika sampai tak meraih mahkota apa pun musim ini.

Ketinggalan banyak poin dari Barca di La Liga, serta permainan yang tak kunjung menunjukan progres menjadi salah satu faktor. Sang allenatore asal Italia itu juga kabarnya ingin sekali melatih salah satu timnas musim depan.

Maka dari itu, kini mulai muncul kabar mencuatnya beberapa kandidat suksesor Ancelotti. Di antara kandidat ini, siapa nih yang menurut Football Lovers paling cocok jadi suksesor Don Carlo?

Julian Nagelsmann

Awalnya ada nama Thomas Tuchel yang jadi kandidat teratas di bursa calon suksesor Ancelotti. Namun keadaan terkini ketika Tuchel dipinang Munchen menyusul pemecatan Nagelsmann, membuat semuanya berubah.

Kini justru menurut media Spanyol, Relevo nama Nagelsmann lah yang akan menjadi salah satu calon kuat suksesor Ancelotti. Karena bagaimanapun pelatih muda Jerman itu adalah bidikan serius El Real sejak tahun 2018 silam.

Ketika itu, pada tahun 2018 Real Madrid sedang sibuk mencari suksesor Zinedine Zidane. Muncullah nama kuat pelatih Hoffenheim yakni Julian Nagelsmann. Taktik serta gaya permainan yang agresif pelatih muda Jerman tersebut, ternyata sangat disukai presiden Real Madrid Florentino Perez. Bahkan ketika itu hanya tinggal menunggu waktu saja untuk meneken kontrak bersama El Real.

Namun, Nagelsmann berkata lain. Alih-alih menerimanya, ia justru menolak. Nagelsmann beralasan ketika itu ia belum bisa menerima beban besar melatih tim sebesar Real Madrid dengan segala tuntutan yang tinggi dari publik.

Maklum karir Nagelsmann ketika itu baru seumur jagung. Ia sadar diri dan mengatakan mungkin jika suatu saat nanti ia sudah banyak menimba ilmu dan pengalamannya melatih, ia akan dengan senang hati kembali menerima pinangan Real Madrid.

Maka dari itulah Nagelsmann berlabuh ke Leipzig dan menimba ilmu di sana. Nah, dengan kondisi seperti ini bisa saja Perez beralih kembali ke bidikan lamanya itu. Sosok Nagelsmann dinilai cocok mengusung misi peremajaan skuad Real Madrid serta menambah variasi gaya bermain di musim depan.

Mauricio Pochettino

Ada pula calon suksesor Ancelotti lainnya, yakni Mauricio Pochettino. Ia pernah hampir jadi suksesor Zinedine Zidane di 2018 lalu. Namun Spurs enggan melepas Pochettino dan akhirnya Julen Lopetegui lah yang jadi pelatih El Real berikutnya.

Menurut Fichajes, kemungkinan Pochettino kembali jadi kandidat pelatih Real Madrid musim depan semakin besar. Kini Pochettino masih dalam posisi menganggur setelah lepas tugas dari PSG. Artinya, Real Madrid bisa lebih lama melakukan penjajakan dengannya.

Pengalaman serta sepak terjang Pochettino melatih sudah mengalami asam garam. Namun ia masih banyak kekurangan. Terutama mental Eropanya. Di mana Real Madrid kita tahu DNA nya adalah Liga Champions. Dan itu menjadi langganan tiap musimnya bagi El Real.

Prestasi terbaik Pochettino di Liga Champions hanya melangkah ke babak final bersama Spurs. Dari segi trofi domestik pun tak banyak yang ia raih selama melatih. Lalu apa segi kelebihan Pochettino? Selain ia punya jiwa rivalitas yang tertanam dengan Barcelona ketika melatih Espanyol, ia juga bisa digunakan Perez sebagai aktor peremajaan skuad bagi Real Madrid untuk beberapa musim ke depan.

Dimana sekarang Madrid harus melakukan transisi itu dengan baik. Dan Pochettino sudah terbukti mahir dalam hal itu ketika di Spurs. Suntikan para pemuda di Real Madrid sekarang seperti Tchouameni, Camavinga, Valverde, Rodrygo, Vinicius, maupun Alvaro Rodriguez membuat Pochettino mudah membentuknya sebagai satu kesatuan skuad yang solid di masa depan.

Xabi Alonso

Ada juga nama Xabi Alonso. Nama Xabi terlebih dahulu muncul dari tahun lalu ketika ia digadang-gadang menjadi calon pelatih masa depan mereka. Berkarir sebagai pelatih sejak di Real Madrid U-14, Real Sociedad B, kemudian sampai ke Bayer Leverkusen, ia dinilai manajemen Real Madrid termasuk pelatih muda yang berprogres dengan baik.

Apalagi kini bersama Leverkusen ia mampu membawa timnya lolos ke perempat final Europa League. Kemenangan atas raksasa Bayern Munchen di Bundesliga pun semakin meyakinkan manajemen Real Madrid akan kematangan seorang Xabi.

Sebagai mantan pemain yang pernah berprestasi di Bernabeu, ia cenderung akan mudah beradaptasi dengan gaya maupun budaya di internal Real Madrid. Gaya main Xabi Alonso di Leverkusen juga identik dengan gaya bermain Real Madrid sekarang yakni 4-3-3. Artinya tinggal menyesuaikan saja dengan materi pemain Real Madrid yang ia ingin pakai nantinya.

Keteladanan sebagai salah satu legenda klub juga akan mempermudah para pemain dapat menghargainya. Namun yang perlu diingat, ia kini masih terikat kontrak di Leverkusen. Ia baru datang ke Bundesliga musim ini. Artinya jika Real Madrid ingin membajaknya, pastilah Leverkusen punya syarat ribet yang harus dipenuhi.

Ditambah, bukan hanya Los Blancos saja yang ngotot mendapatkan jasa Xabi. Mereka dikabarkan harus menjalani persaingan ketat dengan mantan klub Xabi lainnya, Liverpool yang juga serius mengincarnya.

Raul Gonzalez

Kandidat berikutnya adalah mantan legenda Real Madrid lainnya Raul Gonzalez Blanco. Tak dipungkiri jasanya sangat besar bagi tim ini.Tak heran jika sejak 2019 lalu, ia dipekerjakan sebagai pelatih Real Madrid Castilla. Disamping ia tahu segala seluk-beluk budaya di internal Real Madrid, ia juga mahir dalam meramu strategi di lapangan.

Menurut AS, Raul kini diam-diam sangat mengincar posisi kursi Carlo Ancelotti jika benar-benar disudahi di musim depan. Hal itu terbukti dari sikapnya kala menolak pinangan Leeds United ketika sedang mencari suksesor Jesse Marsch. Raul ketika itu menolak dengan alasan lebih memilih membawa Real Madrid Castilla promosi ke divisi dua Liga Spanyol.

Selain Xabi Alonso, Raul tak dipungkiri adalah salah satu pelatih muda yang dipersiapkan sebagai calon pelatih masa depan Real Madrid. El Real sangat ingin sekali mengulangi kisah kesuksesan mereka di 2016.

Ketika itu Real Madrid sedang kebingungan mencari sosok pengganti Rafael Benitez. Namun justru mereka berani dan terbukti sukses ketika memandatkan kursi kepelatihannya kepada pelatih Real Madrid Castilla ketika itu, Zinedine Zidane.

Dari gaya bermain Raul di Castilla, juga tak jauh beda dari apa yang diterapkan Real Madrid sekarang yakni menyerang dan atraktif. Keberhasilan Raul kala membimbing para pemuda di Castilla, sepertinya tak akan sulit jika diterapkan di skuad senior Real Madrid. Pasalnya banyak juga daun muda di skuad Real Madrid sekarang.

Zinedine Zidane

Namun apabila semua calon yang digadang-gadang sebagai suksesor Ancelotti itu terasa meragukan, Florentino Perez juga sebenarnya memiliki opsi untuk mengembalikan Zinedine Zidane untuk ketiga kalinya ke Santiago Bernabeu.

Hubungan Perez dan Zidane yang belum membaik, dinilai banyak pihak sebagai hal yang mustahil untuk membawanya kembali. Akan tetapi kabar terbaru dari media Spanyol Cadena Ser, hubungan keduanya kini telah membaik. Bahkan menurut kabar, Zidane menjadi salah satu kandidat favorit Florentino Perez guna menggantikan Ancelotti musim depan.

Apalagi Zidane kini dalam posisi menganggur. Keadaan ini bisa saja dimanfaatkan Perez jadi opsi terakhir yang masuk akal. Kemampuan, mental, gaya bermain, trofi sudah tak usah diragukan lagi. Tinggal bagaimana Zidane mau membawa pembaharuan apalagi bagi skuad Real Madrid ke depannya.

Sumber Referensi : footballespana, metro.co, fichajes, en.as, fourfourtwo, sport.es

Dua Dekade Tersisih! Asa Norwegia Lolos ke EURO 2024

0

Mempunyai sebuah tim yang berisikan talenta-talenta hebat merupakan impian seluruh tim sepakbola mana pun. Baik itu di tim nasional maupun klub. Sudah banyak yang merasakan situasi tersebut dan akhirnya menuai gelar. Sebut saja Prancis yang sudah meraih trofi Piala Dunia berkat generasi emasnya.

Sebelas dua belas dengan Prancis, di era 1990-an lalu sebuah negara dari kawasan Eropa Utara, yakni Norwegia juga pernah menikmati periode kepemilikan generasi emas di skuad mereka. Di bawah asuhan Egil Olsen, saat itu Norwegia punya nama-nama ciamik dalam diri Henning Berg, John Arne Riise, Tore-Andre Flo, Kjetil Rekdal, dan Ole Gunnar Solskjær. 

Yang membedakan Norwegia dengan Prancis adalah bagaimana cara mereka menjaga kualitas setiap generasi selanjutnya. Norwegia kesulitan menjaga kualitas regenerasi sehingga kekuatan mereka jauh menurun setiap tahunnya. Baru dalam beberapa tahun terakhir bibit-bibit unggul Norwegia mulai bermunculan. Dan kini, mereka berjuang di kualifikasi Euro 2024.

Dua Dekade Lebih Absen di Kompetisi Besar

Ketidakmampuan Norwegia dalam menjaga rantai kualitas pemainnya tetap apik setiap tahun membuat tim nasional mereka lenyap dari kompetisi internasional dalam waktu yang sangat lama. Terakhir kali Norwegia berpartisipasi di kompetisi besar adalah pada saat Euro 2000. Yang mana, itu 23 tahun yang lalu.

Kala itu, tim masih berisikan pemain-pemain macam John Arne Riise hingga Steffen Iversen. Namun, di akhir masa-masa keemasan tim nasional Norwegia, mereka tak bisa berbuat banyak di kompetisi yang dimainkan di Belanda dan Belgia tersebut. Skuad asuhan Nils Johan Semb bahkan tak mampu lolos babak penyisihan grup.

Tergabung dalam Grup C bersama Spanyol, Yugoslavia dan Slovenia, Norwegia hanya finis di urutan ketiga di bawah Spanyol dan Yugoslavia. Mereka mengumpulkan empat poin melalui satu kemenangan atas Spanyol dan satu hasil imbang kala menghadapi Slovenia. Setelah keterlibatan mereka di Euro 2000, keberadaan Norwegia di kompetisi besar seakan lenyap. 

Gagal Lagi, Gagal Terus

Menghilangnya Norwegia dari daftar peserta Piala Dunia maupun Euro bukan tanpa alasan dan bukan tanpa percobaan. Timnas Norwegia selalu mencoba tapi tak pernah berhasil menembus putaran final. Banyak faktor yang mendasari itu. Entah materi pemain yang tak mumpuni hingga performa tim yang inkonsisten. 

Norwegia sebenarnya pernah mencoba mengadopsi taktik Islandia yang lolos ke Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018 dengan membajak mantan pelatih mereka, Lars Lagerbäck tak lama setelah gelaran Euro 2016. Sayangnya upaya tersebut gagal.

Pelatih yang berhasil membawa Islandia hingga menembus perempat final Euro 2016 itu gagal membawa The Lions menembus Euro 2020. Pelatih asal Swedia itu akhirnya memutuskan untuk mundur dari kursi pelatih Norwegia di awal bulan Desember 2020. Posisi Lagerback pun digantikan oleh pelatih Norwegia saat ini, Ståle Solbakken.

Berbicara soal kegagalan, barangkali yang paling menyakitkan adalah Piala Dunia 2022. Norwegia sejatinya punya kans besar untuk lolos ke putaran final Piala Dunia yang diadakan di Qatar tersebut. Bahkan hingga pertandingan terakhir, Erling Haaland cs sebenarnya masih bisa finish sebagai pemuncak klasemen. Namun, mereka terlena dan menyia-nyiakan kesempatan emas di beberapa laga terakhir. 

Kandas dari Belanda di pertandingan terakhir bukanlah satu-satunya penyebab gagalnya Norwegia lolos ke Piala Dunia. Masalahnya bermula di lima pertandingan terakhirnya di babak kualifikasi. Saat itu, penampilan Norwegia seperti kurang fokus sehingga mudah kehilangan poin.

The Lions hanya mampu memetik dua kemenangan, dua imbang, dan sekali kalah. Sialnya, saingan terdekat mereka, Turki meraih tiga kemenangan beruntun di tiga partai terakhirnya. Penampilan angin-anginan tersebut harus dibayar mahal. Posisi Norwegia digantikan oleh Turki yang menyalip di saat-saat terakhir.

Kembali Mencoba di EURO 2024

Gagalnya Norwegia untuk terbang ke Qatar tak membuat skuad asuhan Stale Solbakken kembali merapatkan barisan dan mencoba untuk bersaing mengamankan satu tiket ke Euro 2024 y di Jerman. Norwegia sendiri tergabung dalam Grup A bersama Spanyol, Georgia, Skotlandia, dan Siprus.

Di jeda internasional bulan Maret 2023, Solbakken memanggil seluruh pemain terbaiknya yang tersebar di berbagai belahan dunia. Untuk lini tengah saja, Solbakken memiliki Martin Odegaard yang performanya menanjak setelah mengantarkan Arsenal memuncaki klasemen sementara Liga Inggris. Selain Odegaard, Norwegia masih punya gelandang serba bisa yakni Sander Berge yang tengah membantu Sheffield United kembali ke kasta tertinggi Liga Inggris.

Lini depan Norwegia juga tak kalah mentereng. Nama-nama macam Mohamed Elyounoussi, Ola Solbakken, Alexander Sorloth hingga bomber Manchester City, Erling Haaland menghiasi skuad Norwegia di babak kualifikasi Euro 2024 kali ini. Namun, khusus Haaland ia dikabarkan tak akan memperkuat tim nasional di dua laga awal melawan Spanyol dan Georgia.

Ini jadi permasalahan yang cukup serius bagi Norwegia. Pasalnya, untuk mencetak gol, sejauh ini The Lions masih sangat bergantung pada pemuda berusia 22 tahun tersebut. Dari 23 caps untuk tim nasional, Haaland sudah mengemas 21 gol. Itu catatan yang luar biasa apabila dibandingkan dengan pemain-pemain Norwegia saat ini.

Untuk mengisi lubang yang ditinggalkan Haaland, mungkin Solbakken bisa mengandalkan Alexander Sorloth di lini depan. Penyerang yang kini berseragam Real Sociedad itu telah mencetak 13 gol di semua kompetisi musim ini. Sedangkan untuk tim nasional, ia sudah mengantongi 15 gol dalam 45 penampilan. Sorloth jadi pemain kedua dengan gol terbanyak di skuad Norwegia saat ini.

Peluang Norwegia

Timnas Norwegia berpeluang besar untuk lolos ke EURO 2024. Asalkan mereka bisa konsisten dengan permainannya. Salah satu musuh terkuat yang mesti dihadapi adalah Spanyol. Timnas Spanyol yang sudah berganti pelatih ke Luis de la Fuente yang mengelaborasikan pemain muda dan berpengalaman seperti Inigo Martinez dan Iago Aspas bisa jadi menyulitkan Norwegia.

Di sisi lain Skotlandia dan Georgia juga tak bisa dianggap enteng. Meski bisa jadi mengalahkan keduanya, tapi baik Georgia maupun Skotlandia tampil apik di UEFA Nations League. Bahkan Georgia belum tersentuh satu pun kekalahan di ajang tersebut. Tim yang kini diperkuat Khvicha Kvaratskhelia itu bisa saja memberikan kejutan dan menjadi batu sandungan bagi Martin Odegaard dan kawan-kawan.

Norwegia harus bisa mengalahkan kedua negara tersebut. Kedua tim tersebut bisa dijadikan Norwegia sebagai ajang mendulang poin. Apalagi kalau Haaland sudah bermain di leg kedua nanti. Sementara Siprus bisa menjadi lahan mendulang gol bagi Norwegia. 

Jika Spanyol dijagokan memuncaki klasemen Grup A, Norwegia harus berebut posisi kedua dengan Georgia maupun Skotlandia. Sebab dua tim teratas akan langsung mendapat tiket penerbangan ke Jerman tahun 2024 mendatang. Ini peluang yang bagus bagi Norwegia menyudahi rangkaian patah hati karena gagal mulu ke kompetisi internasional.

https://youtu.be/JSuCMSaWywI

Sumber: Football Tribe, Independent, Eurosport, Transfermarkt

Ada Bau Pengkhianatan? Ini Alasan Bayern Memecat Nagelsmann

Bayern Munchen telah melakukan keputusan yang mengejutkan. Pada tanggal 24 pagi hari muncul kabar kalau pelatih the bavarian saat ini, Julian Nagelsmann telah dipecat dari kursi kepelatihan. Posisinya akan segera digantikan oleh Thomas Tuchel.

Ini adalah berita yang membuat kaget banyak orang. Bayern mungkin memang masih duduk di peringkat kedua di Bundesliga. Tapi di tingkat Eropa beda cerita. Nagelsmann masih membawa Munchen mendominasi Liga Champions. Jadi sebenarnya apa yang terjadi dibalik pemecatan Nagelsmann ini?

Tak Mampu Pertahankan Dominasi Bundesliga

Dilansir dari Metro, kabar pemecatan ini sampai di telinga Nagelsmann ketika dirinya sedang liburan di Austria. Itu cara yang kejam untuk memberikan kabar buruk kepada seseorang. Tapi mau bagaimana lagi, Bayern Munchen memang sudah sering memecat pelatihnya secara tiba-tiba. Jika ada indikasi bahwa seorang pelatih tidak punya visi di masa depan, maka ia akan hengkang dari Allianz. Itulah yang terjadi pada Carlo Ancelotti dan Niko Kovac beberapa tahun yang lalu.

Akan masuk akal jika pelatih berusia 35 tahun itu dipecat setelah Bayern kalah dari PSG di Champions League kemarin. Tapi Bayern berhasil menyelesaikan laga di babak 16 besar dengan sangat baik. Mereka mengalahkan PSG tanpa kebobolan baik di laga tandang maupun kandang. Terlebih lagi, Bayern masih tidak terkalahkan di kompetisi tertinggi sepak bola Eropa ini. Justru menyapu bersih semua pertandingan dengan kemenangan.

Tapi mungkin target Bayern Munchen musim ini bukanlah sekedar Champions League. Tapi bagaimana mereka bisa mempertahankan dominasinya di liga domestik. Untuk poin yang satu ini, Nagelsmann dinilai tidak bisa meraihnya.

Bayern musim lalu telah meraih gelar Bundesliga ke-10 mereka secara berturut-turut. Itu juga prestasi Nagelsmann di musim lalu. Jadi aman untuk berspekulasi kalau para petinggi klub tidak sudi dominasi itu runtuh. Apalagi musim ini gelar Bundesliga terancam direbut oleh Borussia Dortmund yang merupakan musuh bebuyutan mereka.

Banyak kejutan di Bundesliga. Selain Dortmund yang sedang memimpin klasemen, muncul juga tim kuda hitam seperti Union Berlin dan Freiburg. Bayern masih berusaha mengejar Dortmund dengan selisih satu poin. Tapi Union Berlin juga sedang mendekat di posisi ketiga dengan selisih empat poin.

Sangat mungkin terjadi kalau sewaktu-waktu bukannya menyusul Dortmund, Bayern malah tersalip oleh Berlin. Apalagi kalau kita melihat bagaimana die bayern kalah melawan Leverkusen pada akhir pekan lalu. Berkunjung ke BayArena, anak asuh Nagelsmann saat itu dipaksa tunduk dengan skor 2-1 oleh pasukan Xabi Alonso.

Ada Bau Pengkhianatan?

Itu mungkin alasan yang paling masuk akal atas pemecatan Nagelsmann. Bayern saat ini dalam performa naik turun di liga domestik. Ditambah dengan banyaknya kejutan yang hadir di Bundesliga musim ini, jika diteruskan situasi Munchen tidaklah aman.

Jika alasan dari tidak konsistennya Bayern di Liga musim adalah ketidak becusan Nagelsmann meramu taktik, itu bisa diterima. Tapi bagaimana kalau ada faktor lain? Yaitu hubungan antara sang pelatih dengan para pemain yang makin memanas.

Ada banyak berita yang mengabarkan kalau hubungan Nagelsmann. Salah satunya adalah dengan kiper andalan dan kapten klub, Manuel Neuer. Nagelsmann dan Neuer sempat terlibat pertengkaran setelah Nagelsmann memecat pelatih kiper, Toni Tapalovic pada bulan Februari lalu. Neuer mengaku sakit hati dengan keputusan Nagelsmann tersebut.

Alasan kenapa Nagelsmann memecat pelatih kiper itu adalah ia merasa kalau Tapalovic terlalu fokus untuk melatih Neuer saja. Padahal Bayern sudah membeli kiper baru, Yann Sommer. Padahal Yann Sommer akhir-akhir ini jadi kiper reguler menggantikan Neuer yang sedang cedera.

Tapi itu bukan satu-satunya alasan. Ketika ia merekrut Michael Rechner sebagai pelatih kiper baru, Nagelsmann berkata kalau banyak “hiu” yang siap “menyantapnya” di klub. Maka dari itu Rechner sekaligus bertugas sebagai mata Nagelsmann untuk mengawasi para “hiu” itu. Tidak dijelaskan siapa yang ia maksud. Tapi ini mengisyaratkan kalau Nagelsmann sadar ada banyak orang dalam yang tidak suka keberadaannya di klub.

Loncat satu bulan setelahnya, tepatnya pada tanggal 18 Maret kembali muncul berita kalau Nagelsmann merasa ada pengkhianat di dalam skuad. Ia berkata kalau ada orang di ruang ganti yang menyebarkan taktik dan strateginya ke media. Sampai sekarang ia dipecat, nampaknya ia masih belum menemukan orang itu.

Bayern Ternyata Sudah Naksir Tuchel

Pengkhianatan memang sudah jadi cerita yang melekat dalam citra Bayern Munchen. Kita bisa menilik lagi bagaimana Bayern memperlakukan Carlo Ancelotti. Serupa dengan Nagelsmann, Ancelotti juga dipecat pada setengah musim setelah ia memenangkan Bundesliga.

Tapi untuk kasus Don Carlo, saat itu banyak pemain yang memang mengungkapkan ketidaksukaannya kepada pelatih asal italia itu. Para pemain senior seperti Arjen Robben, Franck Ribery, Thomas Muller dan lainnya mengkritik pelatihnya sendiri secara pedas di depan media.

Sedangkan berbeda dengan kasus Nagelsmann ini. Kecurigaan atas pengkhianatan memang ada. Tapi itu masih dari kecurigaan Nagelsmann sendiri tanpa ada konfirmasi jelas lebih lanjut.

Dilansir dari media Jerman, Bild keputusan cepat untuk memecat Nagelsmann adalah Bayern takut kehilangan Tuchel yang kini sedang menganggur. Klub merasa 10 poin yang hilang dari Bayern di tahun 2023 ini adalah sepenuhnya kesalahan dari Nagelsmann. Untuk itu, mereka memang sudah ingin memecatnya. Tapi Bayern takut, jika mereka menunggu sampai akhir musim atau sampai jeda internasional berakhir Tuchel akan pergi ke klub lain. Dirumorkan kalau Real Madrid dan Tottenham juga mengincar Tuchel sebagai pelatih baru mereka. Itulah mengapa Munchen tidak ingin lama-lama membiarkan Tuchel bergerak di pasar bebas.

Ini keputusan yang mengejutkan dan tiba-tiba. Bahkan bagi jajaran klub itu sendiri. Presiden klub Herbert Hainer beberapa hari lalu tercatat sudah memberikan dukungan kepada Nagelsmann untuk laga lawan Manchester City di babak perempat final Liga Champions nanti. Jadi keputusan ini memang langkah mendadak yang diambil oleh klub.

Bayern tampaknya sangat percaya dengan kemampuan Tuchel. Mereka juga sebenarnya sudah menginginkan tanda tangan pelatih berusia 49 tahun itu sejak tahun 2018. Tapi PSG sudah mencopotnya duluan. Kini setelah lima tahun, mereka akhirnya berjodoh juga.

Mulai hari Senin besok, Thomas Tuchel akan memimpin jalannya latihan Bayern Munchen. Kemampuan Tuchel akan diuji pada bulan April nanti. Ia akan langsung menjumpai lawan berat, yaitu Borussia Dortmund. Disini ia harus membuktikan kalau dirinya layak dengan merebut kembali posisi puncak Bundesliga.

Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan melawan Freiburg di babak perempat final DFB Pokal. Bayern masih mengincar treble musim ini, jadi kemenangan di piala liga juga tidak bisa ditawar. Setelah itu, Tuchel bersama pasukannya akan berangkat ke Manchester untuk menghadapi citizen di perempat final UCL. Tuchel tentu tidak mau rekor kemenangan 100% Bayern di Champions League musim ini putus di tangannya.

Sumber referensi: Bild, BFW, Mirror, Goal