Beranda blog Halaman 232

Berita Bola Terbaru 16 Desember 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Dari ajang Liga Inggris, Sabtu (16/12) dini hari tadi, Tottenham Hotspur meraup poin penuh dalam lawatan ke Nottingham Forest. Gol dari Richarlison dan Dejan Kulusevski memenangkan Spurs 2-0. Dengan hasil ini, Tottenham menempel Manchester City di posisi empat klasemen Liga Inggris dengan 33 poin dan hanya kalah selisih gol. Sedang Forest tertahan di urutan 16 dengan 14 poin.

Juventus bermain imbang 1-1 melawan Genoa dalam pekan ke-16 Serie A 2023/24. Bertanding di Stadion Luigi Ferraris pada Sabtu (16/12) dini hari, gol Juventus tercipta berkat penalti Federico Chiesa. Genoa lalu mengemas gol balasan seusai Albert Gudmundsson mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-48. Hasil seri menghadapi Genoa membuat Juventus gagal menyalip Inter Milan yang berada di puncak klasemen Liga Italia.

KLUBNYA KARIM BENZEMA TERSINGKIR DI PIALA DUNIA

Dari ajang Piala Dunia Antarklub, langkah Al Ittihad terhenti di putaran kedua setelah takluk 1-3 dari Al Ahly. Pertandingan menghadapi perwakilan Liga Mesir itu tersaji di King Abdullah Sport City Stadium, Sabtu (16/12) WIB. Tiga gol Al Ahly dilesakkan oleh Ali Maaloul, Hussein El Shahat, dan Emam Ashour. Sementara Al Ittihad hanya bisa memperkecil skor melalui aksi Karim Benzema di masa injury time.

UPDATE KONDISI CEDERA ERLING HAALAND

Erling Haaland sepertinya akan melewatkan perjuangan Manchester City melawan Crystal Palace di Etihad Stadium, Minggu 17 Desember 2023. Haaland masih dalam kondisi cedera. Pep Guardiola mengatakan, “Dia sedang menjalani perawatan. Mudah-mudahan dia bisa berangkat ke Saudi, kami berangkat ke sana besok setelah pertandingan,” City akan terbang ke Saudi untuk pertandingan Piala Dunia Antarklub lawan Urawa Reds, dan Haaland diharapkan bisa pulih pas laga tersebut.

MU PINJAMKAN VAN DE BEEK KE KLUB JERMAN

Dilansir Beinsport, gelandang Manchester United, Donny Van De Beek akan bergabung dengan Eintracht Frankfurt dengan status pinjaman pada Januari. Frankfurt diketahui telah menyetujui untuk sementara waktu meminjam pemain internasional Belanda itu pada bulan Januari, dengan syarat harus menjalani pemeriksaan medis. Kesepakatan tersebut dilaporkan mencakup opsi €15 juta untuk menjadikan perpindahan tersebut permanen.

KABAR BAIK BUAT CHELSEA, NKUNKU BISA DEBUT PEKAN INI

Chelsea diselimuti kabar baik jelang bentrok Sheffield United akhir pekan ini. Christopher Nkunku berpotensi debut setelah cedera lutut yang memaksanya absen panjang. Manajer Chelsea, Mauricio Pochettino mengungkap penyerang 26 tahun itu bisa debut melawan Sheffield United di Stamford Bridge, Sabtu (16/12) malam WIB. “Ini berita yang sangat bagus buat kami dan ini waktunya untuk tetap tenang dan kalem, sebab kami tak ingin menempatkan tekanan padanya,” ucapnya.

TEN HAG TAK KHAWATIR DIPECAT MU

Manchester United keteteran di musim ini saat diharapkan tampil lebih baik. Rentetan hasil-hasil negatif terus dialami MU. Selentingan pencopotan Erik ten Hag pun mulai muncul. Namun ia tak khawatir dipecat MU. Pria Belanda itu memastikan ia masih mendapatkan dukungan dari para bos MU. Ten Hag fokus untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan MU supaya mendapatkan hasil yang lebih baik ke depannya.

KLOPP TAK SUKA DENGAN KONDISI TERKINI MU

Pekan ini duel sengit bakal tersaji ketika Liverpool bertemu Manchester United di Liga Inggris. Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengakui tidak menyukai kondisi terkini MU, dan mengingatkan para pemain agar tak terpengaruh dengan situasi yang terjadi di kubu lawan. Setan Merah datang ke Anfield, Minggu (17/12), dengan bermodalkan dua kekalahan dari Bournemouth dan Bayern Munich di Liga Primer Inggris dan Liga Champions. Rentetan kekalahan itu menjadi yang terburuk buat Setan Merah.

PAVARD SUDAH BISA KEMBALI BERLATIH

Bek Inter Benjamin Pavard kembali ke sesi latihan pada Jumat pagi dan dilaporkan berusaha untuk dimasukkan dalam skuad pertandingan kontra Lazio pada hari Minggu. Seperti diketahui, pemain internasional Prancis itu terpaksa absen sejak 4 November karena cedera tempurung lutut dan diperkirakan akan absen selama sekitar dua bulan. Dilaporkan football italia, mantan bek Bayern Munich ini telah pulih dengan cepat. Pavard mengaku tak sabar untuk bergabung bersama rekan-rekannya yang lain.

XAVI TERTARIK ANGKUT CLAUDIO ECHEVERRI KE BARCA

Bintang Argentina pada Piala Dunia U-17 2023, Claudio Echeverri sedang menjadi incaran banyak klub besar Eropa. Terbaru adalah Barcelona yang ikut naksir pada sang wonderkid. Xavi mengaku kepincut permainan Echeverri. Barca telah mengatakan kepada River Plate Bahwa mereka akan membayar 30 juta euro, lebih besar dari klausul pelepasan sebesar 25 juta euro. Echeverri kemungkinan akan pindah pada musim panas mendatang, saat dia berusia 18 tahun, dan kesepakatan mungkin akan dilakukan pada musim dingin ini.

BARCELONA IDENTIFIKASI RAFA MARQUEZ SEBAGAI PENGGANTI XAVI

Presiden Barcelona Joan Laporta diberitakan sedang mempertimbangkan Rafael Marquez sebagai pelatih kepala baru klub, dengan tekanan kuat pada manajer saat ini, Xavi Hernandez. Posisi Xavi sedang terancam menyusul serangkaian hasil negatif yang diraih Barcelona. Laporan tersebut mengklaim bahwa Laporta terkesan dengan ‘ketajaman taktis dan pemahaman mendalam tentang filosofi klub’ pelatih Meksiko itu. Rafa sendiri saat ini adalah pelatih tim Barcelona B.

PETUALANGAN ENDRICK BERSAMA REAL MADRID SEGERA DIMULAI

Endrick dikabarkan telah terbang ke Ibu Kota Spanyol untuk berkenalan di lingkungan baru sebagai pemain anyar Real Madrid. Saat ini ia tengah menjalani masa berlibur. Dengan berakhirnya musim di Brasil hingga 2024, Endrick akan memiliki waktu istirahat selama musim dingin sebelum dia harus kembali ke Amerika Selatan. Ia akan mengawali kariernya di Eropa bersama Los Blancos mulai musim panas 2024 atau ketika ia sudah menginjak usia 18 tahun.

CEDERA, PEMAIN BRENTFORD HARUS MENEPI 3 BULAN

Penyerang Brentford dan Kamerun Bryan Mbeumo akan melewatkan Piala Afrika setelah menjalani operasi pada cedera pergelangan kakinya. Pemain berusia 24 tahun itu akan absen sekitar 12 minggu, kata bos The Bees Thomas Frank. Mbeumo, pencetak gol terbanyak Brentford di Premier League dengan tujuh gol musim ini, mengalami cedera saat timnya menelan kekalahan 2-1 dari Brighton pada tanggal 6 Desember.

MOURINHO KRITIK GUARDIOLA KARENA SIA-SIAKAN PHILLIPS

Jose Mourinho seperti menyalakan kembali api perseteruan dengan Pep Guardiola. Mourinho mengkritisi sikap Guardiola terhadap Kalvin Phillips. Mourinho melihat fakta begitu mudahnya Guardiola dan City membeli dan menjual pemain. Sementara Mou harus kreatif di bursa transfer, karena Roma lebih mengandalkan pinjaman dan mencari agen bebas. Ketika membahas kemungkinan I Giallorossi mendatangkan pemain baru, ia tak mampu menahan diri. Ia lantas mengkritisi tindakan Guardiola tersebut.

MO SALAH JADI SUSUL RONALDO KE ARAB SAUDI?

Bintang Liverpool, Mohamed Salah menjadi sasaran tim-tim di Arab Saudi selama jendela transfer musim panas 2023. Dikutip Goal, tawaran lain diperkirakan akan datang dari Liga Pro Saudi pada tahap tertentu, dengan mantan rekan setim Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino, telah mengikuti jejak pemain seperti CR7 dan Benzema ke negara yang ambisius itu. Namun, kecil kemungkinan bagi Salah untuk pindah ke sana pada 2024.

MBAPPE DIKRITIK KARENA MALAS BERTARUNG DI LAPANGAN

Mantan pemain timnas Prancis Christophe Dugarry mengkritik sikap Kylian Mbappe setelah Paris Saint-Germain memastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Dugarry menilai bintang PSG itu tidak bekerja cukup keras dalam laga kontra Borussia Dortmund pada matchday terakhir Grup F yang berakhir imbang 1-1. Dugarry melihat Mbappe jadi sosok yang pasif dalam pertandingan Dortmund vs PSG. Penyerang asal Prancis itu tidak memberikan tekanan kepada pemain-pemain belakang lawan.

SANTOS TERDEGRADASI, NEYMAR INGIN PULANG JADI JURU SELAMAT

Bintang timnas Brasil, Neymar merasa sedih atas terdegradasinya Santos. Ia pun ingin kembali ke klub kampung halamannya itu untuk menjadi juru selamat. Penyerang Al-Hilal itu bahkan mengajukan permohonan kepada pihak klub untuk memensiunkan nomor 11, yang merupakan bekas nomor punggungnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Santos turun kasta untuk kali pertama dalam sejarah klub. Klub tersebut hanya mampu finis di peringkat 17 klasemen akhir Liga Brasil 2023 dengan perolehan 43 poin dari 38 laga. 

BEK KIRI INI JADI REBUTAN REAL MADRID DAN MAN CITY

Real Madrid dan Manchester City, diberitakan oleh Football Espana, tertarik pada Alphonso Davies dari Bayern Munchen. Klub Bundesliga Jerman tersebut telah berusaha untuk memperpanjang masa tinggal Davies di klub. Namun mereka gagal memenuhi permintaan sang pemain, dan pembicaraan mengenai kesepakatan baru terhenti. Alhasil, kepindahan dari klub tidak bisa dikesampingkan.

MU KINI PANTAU SEHROU GUIRASSY

Spekulasi transfer Sehrou Guirassy ke Manchester United nampaknya semakin mendekati kenyataan. Dilansir Sky Sports, klub berjuluk Setan Merah dilaporkan bakal serius untuk mendekati striker Stuttgart itu di musim dingin nanti. Laporan yang sama mengklaim bahwa MU saat ini masih sekedar mengamati Guirassy. Mereka belum bergerak untuk merekrut sang striker. Tersingkirnya MU dari Liga Champions menjadi penyebabnya. United kehilangan pemasukan dalam jumlah yang tidak sedikit.

GRIEZMANN: ATLETICO AKAN JADI KLUB EROPA TERAKHIRKU

Menurut laporan dari Goal, bintang Atletico Madrid Antoine Griezmann mengklaim klubnya saat ini akan menjadi klub terakhirnya di Eropa, setelah mengaku ingin bermain di MLS. Griezmann memang sudah lama menegaskan ingin bermain di MLS sebelum gantung sepatu. Berbicara setelah kemenangan Atletico atas Lazio di Liga Champions, Griezmann membahas masa depannya. “Saya ingin ini menjadi klub terakhir saya di Eropa, dan kemudian menikmati tempat lain.”

JUVENTUS INCAR VICTOR BONIFACE

Raksasa Serie A Italia, Juventus dilaporkan telah mengidentifikasi Victor Boniface dari Bayer Leverkusen sebagai pengganti penyerang mereka, Dusan Vlahovic. Bianconeri telah mencoba menegosiasikan kesepakatan baru dengan Vlahovic dalam beberapa pekan terakhir. Namun, pembicaraan dengan rombongan Vlahovic berjalan lambat dan dia mungkin tidak bersedia menerima gaji yang lebih rendah dalam kontrak jangka panjang yang baru. Kemungkinan Vlahovic bakal dilepas dan Juve akan merekrut Boniface yang menurut transfermarkt, berharga sekitar 40 juta euro.

POSISI XAVI TERANCAM DI BARCA, LAPORTA LARANG DIREKSI BUKA SUARA

Posisi Xavi Hernandez terancam di Barcelona setelah klub mengalami hasil kurang memuaskan dalam beberapa laga terakhir. Barcelona baru saja menelan kekalahan beruntun di dua kompetisi penting. Blaugrana ditekuk Girona 2-4 di Liga Spanyol, dan dikalahkan Royal Antwerp 2-3 di Liga Champions. Presiden Barcelona, Joan Laporta melarang dewan direksi untuk berbicara di publik mengenai Xavi. Laporta dikabarkan khawatir pembicaraan itu akan membuat dapur Barcelona memanas.

TONI KROOS INGIN KEMBALI KE TIMNAS JERMAN

Gelandang flamboyan Real Madrid, Toni Kroos, mengisyaratkan kembalinya ke timnas Jerman menjelang Euro 2024. Pemenang Piala Dunia 2014 tersebut sebelumnya pensiun dari tugas internasional setelah tersingkir secara memalukan bersama Jerman dari Piala Dunia 2018 Rusia. Pemain berusia 33 tahun itu pasti akan kembali ke skuad, tetapi mungkin akan mendapat persaingan untuk mendapatkan peran idealnya dari pemain seperti Joshua Kimmich atau bahkan Ilkay Gundogan.

REBECCA WALCH AKAN JADI WASIT PEREMPUAN PERTAMA DI EPL

Rebecca Welch akan jadi wasit wanita pertama di Premier League. Seperti yang diumumkan oleh FA dan Liga Primer, Rebecca Welch akan menjadi wasit untuk pertandingan antara Fulham dan Burnley di Craven Cottage pada 23 Desember. Welch sebelumnya membuat sejarah pada April 2021 ketika dia ditugaskan untuk memimpin pertandingan Championship dan pada Januari 2022 ketika dia memimpin laga Piala FA. Welch juga ditunjuk sebagai ofisial keempat untuk kemenangan 1-0 Manchester United melawan Fulham.

ALASAN MOISES CAICEDO TOLAK GABUNG LIVERPOOL

Gelandang Chelsea Moises Caicedo mengungkapkan alasan utama mengapa dirinya menolak gabung Liverpool pada Agustus lalu. Pemain internasional Ekuador itu menjadikan Chelsea pilihan pertama untuk masa depannya karena klub yang pertama kali berkomunikasi dengannya di luar Brighton adalah The Blues. “Saya memilih Chelsea karena saya duluan bicara sama mereka,” kata Caicedo.

PSSI RESPONS KEINGINAN THOM HAYE BELA TIMNAS INDONESIA

PSSI merespons keinginan Thom Haye untuk membela Timnas Indonesia pada masa depan. Gelandang yang saat ini membela SC Heerenveen tersebut menyatakan ketertarikannya saat diwawancarai oleh ESPN Belanda. Untuk membela Timnas Indonesia, Thom Haye sendiri harus menempuh jalur naturalisasi. Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum PSSI, mengaku terbuka dengan peluang untuk menaturalisasi Thom Haye. Kemungkinan ini juga terbuka untuk para pemain lain yang memiliki darah Indonesia sesuai regulasi FIFA.

Bukan Pemakan Gaji Buta! Inilah Peran Lain dari Kiper Ketiga

0

Sabtu, 9 Desember 2023 menjadi hari yang spesial bagi Remi Matthews. Kiper ketiga Crystal Palace tersebut mendapat sebuah kesempatan langka tatkala harus masuk di menit ke-87 untuk menggantikan Sam Johnstone yang cedera di tengah laga melawan Liverpool.

Ketika memasuki lapangan, Matthews mendapat tepuk tangan meriah dari suporter tuan rumah. Maklum, laga tersebut adalah debut perdana Remi Matthews di Premier League.

Remi Matthews sejatinya sudah berseragam Crystal Palace sejak musim 2021/2022. Namun, ia sama sekali tak dimaninkan di laga Premier League. Sementara di musim lalu, Matthews dipinjamkan selama semusim penuh di klub Scottish Premiership, St. Johnstone.

Sebelum bergabung dengan Crystal Palace, Remi Matthews menghabiskan hampir satu dekade kariernya di klub-klub Championship, League One, dan League Two. Artinya, laga kontra Liverpool pada 9 Desember lalu adalah debut perdananya di Premier League dan Remi Matthews mendapat debut tersebut di usia 29 tahun.

Mathhews mendapat kesempatan langka tersebut karena Dean Henderson sudah dibekap cedera sejak awal bergabung dengan Crystal Palace. Sayangnya, debut bersejarah dalam kariernya itu berakhir pahit. Ia kebobolan dan membuat Crystal Palace takluk dari Liverpool.

Kisah serupa juga telah dicatat Antonio Mirante bersama AC Milan. Pada laga giornata 9 kontra Juventus, Mirante mencatat penampilan keduanya untuk Milan dan bermain sepanjang 90 menit setelah dua kiper Milan, Mike Maignan dan Marco Sportiello absen karena akumulasi kartu dan cedera.

Mirante sendiri sudah bergabung dengan Milan di musim 2021/2022. Saat itu, usianya sudah 38 tahun. Di musim di mana Milan meraih scudetto tersebut, Mirante beruntung sebab masih diberi medali juara.

Jika bermain di beberapa liga lainnya, seperti misalnya Premier League, pemain seperti Mirante yang tak mencatat satu menit bermain di sepanjang musim tersebut tak memenuhi syarat untuk mendapat medali juara.

Kisah dari Remi Matthews dan Antonio Mirante tadi adalah takdir dari seorang kiper ketiga. Mereka adalah cadangannya kiper cadangan. Kiper cadangan biasanya masih mendapat menit bermain di turnamen lokal, sementara kiper ketiga harus menunggu sampai kiper utama dan cadangan sama-sama absen.

Fakta tersebut membuat kiper ketiga kerap disamakan dengan “pemakan gaji buta”. Lebih kasar lagi, ada yang membuat lelucon demikian; “Jika kamu merasa hidupmu tak berguna, maka ingatlah kiper ketiga dalam sebuah tim sepak bola.”

Mau bagaimana lagi, kiper ketiga memang seperti cadangan mati. Ironisnya, tidak ada jaminan bermain bagi seorang kiper ketiga, tetapi mereka dituntut untuk tetap profesional.

Maka dari itu wajar bila ada yang bertanya, untuk apa ada tiga kiper dalam sebuah tim sepak bola?

Kiper Ketiga: Slot Untuk Kiper Promosi dan Mengakali Regulasi

Selain berperan sebagai backup layaknya Remi Matthews dan Antonio Mirante yang amat sangat jarang dimainkan, slot kiper ketiga juga biasanya digunakan sebuah tim untuk mempromosikan kiper muda. Biasanya, kiper yang baru lulus dari akademi dan tujuannya untuk menimba ilmu dari para seniornya dan merasakan atmosfer langsung dari kompetisi tingkat senior.

Salah satu contoh terbaiknya adalah Gianluigi Donnarumma. Pada awal musim 2015/2016, Donnarumma dipromosikan ke tim senior AC Milan oleh pelatih Sinisa Mihajlovic. Pada awalnya, ia hanya menjadi kiper ketiga setelah Diego Lopez dan Christian Abbiati.

Lalu, pada 25 Oktober 2015, Gianluigi Donnarumma yang masih berusia 16 tahun 242 hari menjalani debutnya di giornata 9 Serie A kontra Sassuolo dan mencatatkan dirinya sebagai kiper debutan termuda kedua dalam sejarah sepak bola Italia. Sejak saat itu, Donnarumma terus diberikan kepercayaan menjadi kiper utama hingga hengkang dari Milan di musim panas 2021.

Selain itu, slot kiper ketiga juga biasanya dipakai sebuah tim untuk memenuhi administrasi atau bahasa lainnya adalah mengakali regulasi. Di beberapa liga, ada aturan homegrown player yang wajib ditaati. Seperti di Premier League yang wajib mendaftarkan 8 pemain homegrown dari kuota 25 pemain.

Peran Kiper Ketiga: Samsak Latihan dan Mentor Berlatih

Namun, lebih daripada sekadar pelengkap, kiper ketiga punya peran layaknya samsak latihan bagi rekan setimnya. Mungkin terdengar kasar, tapi itulah adanya. Robert Green pernah membagikan kisahnya saat menjadi kiper ketiga di Chelsea.

“Saya pergi ke semua pertemuan, melakukan semua pra-pertandingan, melakukan pemanasan dan membantu dengan segala cara yang Anda bisa, apakah itu mengumpulkan bola, menyelamatkan tembakan atau memberikan umpan silang,” katanya.

Green saat itu sudah berusia 38 tahun saat bergabung dengan The Blues di musim panas 2018 dan menjadi kiper ketiga bagi Kepa Arrizabalaga dan Willy Caballero. Dalam pengakuannya kepada BBC, Green berkata, “ketika para pemain siap untuk turun ke lapangan, saya mencari secangkir teh dan duduk di tribun penonton.”

Namun, Green tak hanya sekadar menonton. Dengan segudang pengalamannya, pemilik 12 caps bersama timnas Inggris itu memanfaatkan waktunya saat berada di pinggir lapangan untuk mengamati permainan dan memberi masukan untuk analisis pasca-pertandingan.

Peran lain dari kiper ketiga adalah mentor bagi kiper utama dan cadangan. Biasanya, peran ini hanya bisa dilakukan oleh kiper veteran dengan segudang pengalaman. Tak jarang pula, setelah pensiun, pemain semacam ini akan langsung diangkat menjadi pelatih kiper.

Peran Kiper Ketiga: Penjaga Keharmonisan Tim

Selain itu, peran kiper ketiga yang tak kalah penting lainnya adalah pemberi semangat dan penjaga suasana tim. Contohnya adalah Scott Carson di Manchester City.

Carson sebenarnya gambaran dari betapa gabutnya kiper ketiga. Pasalnya, ia sudah bergabung dengan The Citizens sejak musim panas 2019 dan baru saja mendapat perpanjangan kontrak hingga akhir musim ini. Namun, hingga naskah ini dibuat, Carson baru mencatat 2 caps untuk Man. City.

Saat City merayakan gelar Premier League 3 kali beruntun, Carson tak memenuhi syarat untuk mendapat medali juara. Untungnya, ia masih mendapat medali juara saat City menjadi juara Liga Champions dan Piala Super Eropa 2023. Fun fact-nya, kisah serupa sudah pernah Carson catatkan saat berseragam Liverpool di musim 2005.

Akan tetapi, pekerjaan Scott Carson di Manchester City tak hanya ongkang-ongkang kaki saja atau numpang skuad Pep Guardiola yang jaminan juara. Di atas lapangan, peran pemain seperti Carson memang tak terlihat, tetapi di luar lapangan mereka punya kontribusi yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Asal kalian tahu, kiper berusia 38 tahun itu adalah sosok yang populer di tempat latihan Machester City. Carson yang murah senyum itu memang suka tertawa dan bercanda di tempat latihan. Ia adalah pencair suasana latihan Man City yang serius di bawah arah Pep Guardiola. Carson juga sosok yang berperan dalam menjaga keharmonisan tim, khususnya di posisi penjaga gawang yang kerap terjadi gesekan antara kiper utama dan cadangan.

Yang lebih penting lagi, Carson juga punya peran krusial dalam membantu rekan setimnya saat latihan.

Kisah yang serupa dengan Scott Carson di Manchester City itu juga terjadi dengan Carlo Pinsoglio di Juventus.

Pinsoglio adalah pemain yang lahir dari rahim Si Nyonya Tua. 10 tahun lamanya ia menimba ilmu di akademi Juve hingga dipromosikan ke tim senior pada musim 2010. Namun, ia langsung dipinjamkan ke klub lain, bahkan sempat dijual ke Vicenza sebelum akhirnya dibeli lagi pada musim panas 2014.

Masih sama seperti sebelumnya, Pinsoglio dibeli untuk dipinjamkan kembali. Ia baru menetap di Juventus mulai musim 2017/2018. Tentu bukan sebagai kiper utama, apalagi kiper cadangan, melainkan hanya sebagai kiper ketiga.

Sejak saat itu, Pinsoglio seperti numpang juara. 3 gelar scudetto Serie A, 2 trofi Coppa Italia dan 2 trofi Supercoppa Italiana diraih olehnya. Padahal, sejak musim 2017, Pinsoglio cuma tampil sebanyak 5 kali untuk Juve di Serie A. Jumlah capsnya di Serie B bahkan jauh lebih banyak.

Terakhir kali Pinsoglio tampil sebagai kiper Juventus di laga resmi juga terjadi di laga pamungkas musim 2021/2022. Lalu, mengapa Carlo Pinsoglio yang kini sudah berusia 33 tahun terus dipertahankan dan bahkan baru saja mendapat perpanjangan kontrak hingga akhir musim 2025?

Seperti halnya Scott Carson, Carlo Pinsoglio juga sosok yang disenangi oleh rekan setimnya. Pinsoglio bahkan jauh lebih populer di luar lapangan. Ia amat menonjol di pinggir lapangan dan media sosial. Asal kalian tahu, Pinsoglio juga merupakan salah satu pemain favorit juventini.

Tak ada pemain yang lebih Juve dan lebih loyal dengan Juve ketimbang Carlo Pinsoglio. Oleh karena itu, ia paham betul porsi perannya dalam skuad Si Nyonya Tua.

Dalam banyak pertandingan Juventus, Pinsoglio kerap tertangkap kamera tengah memberi semangat rekan setimnya dari pinggir lapangan. Teriakannya dari bangku cadangan Juve sangat terdengar jelas ketika liga digelar tanpa penonton.

Saat rekan setimnya mencetak gol, Pinsoglio juga sosok yang akan selalu merayakan gol tersebut seperti orang gila. Maka tak jarang pula kita akan melihat pemain Juve yang berlari ke arah Pinsoglio dan memeluk kiper setinggi 194 cm itu untuk merayakan gol.

Di lain kesempatan, Pinsoglio juga pernah tertangkap kamera tengah menenangkan pemain Juventus yang baru saja ditarik keluar. Seperti yang terjadi saat ia menghibur Nicolo Fagioli yang menangis usai ditarik di laga kontra Sassuolo musim lalu.

Saat Juventus menang, ia memberi selamat. Saat Juventus kalah, ia memberi semangat. Itulah Carlo Pinsoglio. Energi positif darinya adalah suntikan doping bagi para pemain Juventus.

Dalam beberapa referensi, kiper disebut sebagai pemain paling kesepian dalam sebuah tim sepak bola. Meski banyak membuat penyelamatan, tetapi mereka akan lebih diingat setelah membuat satu kesalahan.

Lalu, bagaimana dengan kiper ketiga? Boro-boro membuat kesalahan, mendapat menit bermain aja sudah syukur.

Itulah mengapa sosok kiper ketiga semacam Scott Carson dan Carlo Pinsoglio ini seharusnya mendapat lebih banyak respect. Tidak mudah menjadi mereka. Perlu kebesaran hati dan kesabaran seluas samudra untuk dapat mengemban peran kiper ketiga yang kerap dianggap tidak berguna itu.


Referensi: Mirror, ManCity, Goal, JuveFC, Black White, BBC.

Tak Perlu Jadi Tukang Jagal! Inilah 7 Tipe Gelandang Bertahan Modern Terbaik

Seorang gelandang bertahan sejak dulu banyak dipersepsikan sebagai pemain yang keras, ataupun “tukang jagal”. Maklum tugasnya memang untuk menyaring serangan dari lawan. Diego Simeone, Roy Keane maupun Gattuso adalah sederet bintang gelandang bertahan yang bertipe “tukang jagal”.

Namun sepakbola terus berkembang. Di era sepakbola modern peran gelandang bertahan lebih dari sekedar “tukang jagal”. Maka dari itu, banyak lahir tipe gelandang bertahan baru yang lebih kalem dan bahkan pandai menciptakan peluang.

Andrea Pirlo (AC Milan)

Fenomena Pirlo mungkin paling mencolok di tahun 2001. Sejak ia hijrah ke AC Milan, peran Pirlo mulai diubah. Yang awalnya lebih sering sebagai gelandang serang ketika di Inter Milan, Pirlo kemudian disulap menjadi gelandang bertahan di depan empat bek ketika di AC Milan.

Siapa lagi kalau bukan Carlo Ancelotti aktornya. Ancelotti sudah tahu kelebihan Pirlo dari rekannya Carlo Mazzone, pelatih Pirlo ketika di Brescia. Menurut Mazzone Pirlo lebih cocok ditempatkan sebagai gelandang bertahan di depan empat bek dengan fungsi sebagai Deep Lying Playmaker.

Pirlo ini tak seperti gelandang bertahan lainnya yang punya atribut fisik, tekel, maupun resistensi bertahan yang mumpuni. Namun dengan visi, kontrol permainan, dan akurasi umpannya, ia mampu untuk difungsikan sebagai pengontrol permainan tim. Di Rossoneri ia bahkan dikenal membentuk poros trio gelandang menakutkan dan saling melengkapi bersama Gattuso dan Seedorf.

Sergio Busquets (Barcelona)

Kemudian ada Sergio Busquets. Pemain cungkring dari Barcelona yang muncul di tahun 2008. Aneh saja ketika itu, melihat ada seorang gelandang bertahan yang mainnya kalem dan tak ada sangar-sangarnya sama sekali.

Ya, itulah gelandang bertahan bentukan Pep Guardiola. Pep bahkan ketika itu berani mengorbitkan gelandang lelet itu dengan menggusur gelandang bertahan Barca sebelumnya yang lebih garang, Yaya Toure.

Namun itulah yang dimau Pep. Ia ingin punya tipe gelandang bertahan yang tak hanya pandai menjegal lawan, namun sekaligus bisa cerdas membaca permainan. Sosok Busquets walaupun lelet dan secara fisik tidak terlalu kekar, namun ia punya kelebihan dari hal visi, akurasi umpan, maupun kontrol permainan. Ia membentuk kemitraan yang menakutkan pada masanya bersama Xavi dan Iniesta.

Tak heran kalau saat itu ia menjelma sebagai role model tipe gelandang bertahan modern. Karena bagaimanapun dengan peran gelandang bertahan seperti dirinya, Barcelona dan Timnas Spanyol di era itu mampu meraih beberapa gelar.

Jorginho (Napoli)

Di tahun 2015, tepatnya di Napoli ada sosok pemain bernama Jorginho yang dijadikan pelatih Maurizio Sarri sebagai gelandang bertahan diformat andalannya 4-3-3-nya.

Dilansir Breaking The Lines, Jorginho dipercaya Sarri menjadi gelandang bertahan di depan empat bek yang berfungsi untuk mendikte permainan. Jorginho sendiri bukanlah tipe gelandang bertahan sangar dengan atribut fisik yang mumpuni. Tingginya pun juga hanya 178 cm.

Tapi kalau soal visi, kontrol permainan, maupun akurasi umpannya, ia lebih menonjol. Maka dari itu Sarri selalu percaya Jorginho jadi sosok vital di lini tengah Partenopei saat itu. Menurut Sarri Jorginho adalah gelandang bertahan yang jago melindungi bola dari lawan, serta pandai mengatur tempo permainan.

Kante (Leicester)

Kemudian ada N’Golo Kante. Pemuda bersahaja yang dibeli Leicester City dari Caen pada tahun 2015. Diceritakan BBC, Ranieri lewat bisikan pemandu bakat Leicester, Steve Walsh akhirnya berani memilih Kante sebagai gelandang bertahannya yang baru. Padahal awalnya Ranieri sempat ragu apakah gelandang mungil tersebut itu bisa kuat dengan kerasnya Liga Inggris.

Dilansir juga dari Givemesport, sejak kehadirannya di King Power Stadium Ranieri masih tak percaya Kante adalah tipe gelandang bertahan modern yang hebat. Sampai-sampai Ranieri sempat memainkan Kante di posisi sayap kiri di awal musim.

Namun sejak ditarik ke tengah mendampingi Danny Drinkwater, kemampuan aslinya keluar. Mereka membentuk poros duo pivot mengerikan yang saling melengkapi. Kante berfungsi sebagai gelandang penjelajah dengan segala keahlian pembacaan permainannya, sedangkan Drinkwater sebagai gelandang box to box-nya.

Kante yang dikenal pendiam itu banyak melakukan intercept penting bagi The Foxes. Ia adalah tipe gelandang bertahan yang jarang marah maupun berkonfrontasi dengan lawan. Bahkan ia sedikit sekali menerima kartu kuning, hanya tiga selama musim 2015/16. Berkat perannya tersebut Kante dijuluki gelandang bertahan yang santun dan cerdas. Jarang ada yang membenci Kante, semua sepertinya sayang Kante.

Casemiro (Real Madrid)

Kemudian ada salah satu gelandang terbaik Brazil di era modern, Casemiro. Ia adalah gelandang bertahan polesan Zinedine Zidane sejak di Real Madrid. Komposisi 4-3-3 Zidane di tahun 2015, telah mempercayakan Casemiro sebagai orang yang bertugas untuk melindungi empat bek Real Madrid, sekaligus duo gelandangnya Modric dan Kroos.

Secara fisik memang Casemiro layak dan mumpuni sebagai pelindung pertahanan El Real. Namun tak hanya menjadi pelindung, oleh Zidane ia juga banyak disuruh membantu serangan bersama Modric dan Kroos.

Zidane telah membentuk Casemiro tak hanya jago dalam bertahan saja. Casemiro disuruh untuk mengisi ruang satu sama lain dengan Modric dan Kroos. Tak jarang dengan umpan, penetrasi, maupun tendangan jarak jauhnya, Casemiro mampu membantu menciptakan peluang bagi El Real. Total 31 gol dan 29 assist selama berseragam Los Blancos, jadi bukti torehan yang tak biasa bagi seorang gelandang bertahan.

Fabinho (Liverpool)

Ada juga tipe gelandang bertahan modern seperti Fabinho. Sejak dibeli Liverpool dari AS Monaco pada tahun 2018, ia menjelma sebagai salah satu gelandang bertahan modern terbaik di Liga Inggris.

Liverpool jarang punya gelandang bertahan seperti Fabinho. Tubuhnya memang tinggi, namun perawakannya cenderung cungkring dan juga lambat secara kecepatan. Namun, perannya di bawah instruksi Klopp mampu berbuah hasil.

Klopp mendambakan gelandang bertahan yang cerdas membaca permainan maupun canggih secara umpan. Klopp juga ingin Fabinho sebagai jembatan awal ketika The Reds memulai serangan. Transisi dari bertahan ke menyerang Liverpool ketika itu dikomandoi oleh Fabinho. Ketika itu ia menjalin kemitraan yang saling mengisi dengan Wijnaldum, Henderson, Milner, Keita, maupun Chamberlain.

Meski tak seproduktif Casemiro di Real Madrid, namun peran Fabinho selama di Anfield sangatlah vital. Bisa dikatakan ia adalah salah satu otak cerdas dalam tim Klopp ketika berhasil meraih berbagai gelar seperti Liga Champions dan Liga Inggris.

Rodri (Manchester City)

Tak mau kalah dengan Liverpool yang memiliki Fabinho, pada tahun 2019 Manchester City di bawah Pep Guardiola menebus mahal gelandang bertahan dari Atletico Madrid yakni Rodri. Pep sepertinya ingin membuat “Sergio Busquets versi 2.0” di Etihad.

Sosok Rodri adalah sosok gelandang bertahan yang punya kemampuan lebih dari sekadar menjadi tukang jagal. Ia adalah tipe gelandang cerdas yang bisa membaca sekaligus mengontrol tempo permainan dengan baik.

Di The Citizens, perannya hampir mirip ketika Pep memfungsikan Busquets di Barcelona, yakni pemain yang tepat berada di depan empat bek. Bedanya, Rodri secara perawakan lebih atletis dan lebih sat-set secara pergerakan daripada Busquets. Namun dari segi ketenangan, akurasi umpan, maupun visi kecerdasannya hampir mirip Busquets.

Selama di Etihad, kemitraan lini tengahnya dengan Bernardo Silva, maupun Kevin De Bruyne juga mampu berjalan dengan baik. Bahkan terkadang juga gol-gol penting dihasilkan oleh pemain bertinggi 190 m ini. Di final Liga Champions melawan Inter misalnya. Well, tak heran kenapa Pep cocok dengan Rodri hingga sekarang. Rodri bahkan sangat vital keberadaannya di City. Bahkan terkadang jika Rodri absen, City tampak terlihat kesusahan.

Sumber Referensi : skysports, bbc, breakingthelines, footiefantasy, medium.com, thisisanfield,

Aturan Premier League yang Bisa MENGANCAM Pemain Indonesia

0

Ipswich Town kian mengokohkan diri di peringkat kedua klasemen sementara Divisi Kedua Liga Inggris atau yang lebih sering dikenal sebagai Divisi Championship. Berstatus tim yang baru promosi dari divisi tiga, Ipswich mengejutkan dengan mendobrak papan atas. Torehan poin mereka bahkan jauh lebih baik dari klub-klub unggulan lain macam Southampton atau Norwich City.

Menariknya, di dalam tim tersebut ada pemain Timnas Indonesia, Elkan Baggot. Jika Ipswich berhasil mengamankan satu tiket ke kasta tertinggi Liga Inggris, itu berarti Baggot akan bergabung dengan Justin Hubner yang sudah lebih dulu tergabung dalam klub Premier League, Wolverhampton. 

Namun, adanya pemain Indonesia di Premier League justru menimbulkan pertanyaan. Premier League punya aturan kalau klub Inggris harus menjaga mutu bermain dengan merekrut pemain-pemain dari negara yang kekuatan sepakbolanya cukup diperhitungkan. Nah, Indonesia kan 100 besar ranking FIFA aja nggak masuk. Terus, boleh gitu pemain Indonesia main di Premier League?

Aturan Premier League

Justin Hubner dan Elkan Baggot memiliki potensi besar untuk bermain di Liga Inggris suatu saat nanti. Yang jadi masalah, keduanya kan berasal dari Indonesia. Jika melihat peta kekuatan sepakbola dunia, Indonesia negara yang tidak begitu diperhitungkan. Itu akan sedikit menyimpang dari regulasi yang ditetapkan oleh federasi sepakbola Inggris.

Pada dasarnya, Premier League telah menetapkan peraturan yang sangat ketat soal eligibilitas para pemain-pemain yang mau berkarir di Inggris, baik itu yang berasal dari Inggris maupun dari luar Inggris atau bahkan luar Eropa. Satu di antaranya adalah perihal ranking FIFA.

FA mewajibkan setiap pemain yang berasal dari negara-negara lain harus memiliki ranking FIFA minimal 70 dalam waktu dua tahun terakhir. Jadi, Indonesia tak masuk dalam kriteria ini. Karena 100 besar FIFA saja, Indonesia tidak masuk.

Tapi, jangan risau. Pemain-pemain berbakat yang berasal dari luar Inggris atau bahkan luar Eropa masih bisa membangun karir di Liga Inggris suatu saat nanti dengan adanya regulasi baru yang meringankan.

Status Homegrown

Status homegrown misalnya. Pemain-pemain yang berhasil meraih status ini tentu bisa langsung bermain di Premier League. Pemain homegrown yang dimaksud adalah pemain yang usianya 21 tahun atau lebih yang telah menghabiskan tiga musim di Inggris sejak usia 16 tahun. Atau bisa dibilang pemain tersebut merupakan lulusan akademi klub di Inggris.

https://x.com/FTalentScout/status/1691832688078971377?s=20

Pemain homegrown identik dengan pemain lokal. Tapi nyatanya status ini tak memandang dari mana asal negara pemain tersebut. Jadi mereka yang bukan warga negara Inggris tetap bisa menjadi pemain homegrown. Cesc Fabregas contohnya. Pemain yang berasal dari Spanyol ini mengantongi status homegrown karena pada usia 16-21, ia menghabiskan tiga musim di Arsenal.

Selain Fabregas juga masih ada pemain-pemain lain yang mengantongi status ini. Contohnya Romelu Lukaku, Paul Pogba, dan Adnan Januzaj yang sudah mengenyam pendidikan sepak bola di klub-klub Liga Inggris sejak usia 16 tahun. Nah, Justin Hubner dan Elkan Baggot sudah mengantongi status ini. Jadi, sudah memenuhi syarat untuk main di kasta tertinggi.

Tapi jika muncul pertanyaan apakah semua pemain berkewarganegaraan Inggris disebut homegrown? Tidak juga. Pemain yang lahir dan memiliki kewarganegaraan Inggris tidak menjamin dia memiliki status homegrown juga. Eric Dier contohnya. Doi emang lahir di Inggris, tapi tidak mendapat label homegrown karena usia mudanya ia habiskan di Sporting Lisbon.

Pribumi Nggak Bisa dong?

Kalau gitu, pemain-pemain pribumi macam Marselino Ferdinan atau Ramadhan Sananta nggak bisa dong main di Liga Inggris? Tenang, Premier League punya regulasi lain untuk memberikan kesempatan pada pemain-pemain dari negara yang tak memiliki kekuatan sepak bola yang bagus.

Apabila diibaratkan sebagai sebuah berlian, Premier League meyakini di luar sana pasti ada satu berlian yang paling bersinar di tengah-tengah berlian lain. Yang mana mereka yakin kalau ada satu dari sekian pemain di negara-negara tertentu yang layak bermain di Inggris. Shandon Baptiste contohnya.

Pemain Brentford ini bisa berkarir di Premier League meski negaranya, yakni Grenada berada di peringkat 174 dunia. Ranking FIFA negaranya Baptiste jauh di bawah ranking FIFA milik Timnas Indonesia. Kalau Shandon Baptiste saja bisa, maka Marselino pun sangat bisa untuk berkarir di Premier League.

“Surat Izin”

Caranya adalah mendapatkan surat izin kelayakan bermain di Liga Inggris. Federasi sepak bola Inggris menyebutnya Government Body Endorsement atau kita singkat saja menjadi GBE. Surat ini nantinya jadi bukti bahwa pemain yang akan berkarir di Liga Inggris adalah pemain berkualitas, bukan sekadar tukang tendang bola.

GBE ini ternyata wajib dipunyai oleh pemain yang bukan berasal dari Uni Eropa. Sebetulnya ada banyak kriteria untuk mendapatkan GBE ini. Tapi yang sudah bisa dipastikan adalah seorang pemain yang bukan dari Uni Eropa dan dari negara yang berperingkat FIFA rendah harus bisa mengumpulkan 15 poin dari kriteria yang ada.

Bagaimana cara mengumpulkannya? Sebagai disclaimer, Premier League memberi privilege kepada pemain yang berasal dari negara berperingkat 50 besar dunia berupa “auto pass”. Namun, pemain tersebut tetap harus memperhatikan jumlah menit bermain untuk tim nasionalnya. 

Di luar 50 besar, pemain nggak dapet auto pass. Jadi pemain-pemain Indonesia harus rajin bermain untuk tim nasional. Jika konsisten selama 90-100% tampil di agenda tim nasional, maka pemain tersebut akan mengumpulkan dua poin. Untuk mencapai 15 poin maka harus memenuhi persyaratan lain.

Kriteria Lain

Salah satunya adalah penampilan di liga domestik bersama klub sebelumnya. Untuk kompetisi domestik sendiri dibedakan menjadi enam berdasarkan kualitas liga-nya. Kelas satu diisi oleh kasta tertinggi lima liga top Eropa termasuk Liga Inggris itu sendiri. 

Sementara kelas dua diisi oleh Eredivisie, Liga Utama Portugal, Liga Utama Belgia, Liga Utama Turki, dan Divisi Championship. Sedangkan pemain-pemain Indonesia lain macam Asnawi Mangkualam di kasta kedua Liga Korea, Marselino di kasta kedua Belgia dan Ramadhan Sananta di Liga 1 masuk ke dalam kelas enam. 

Selain di kompetisi domestik, berkiprah di kompetisi kontinental macam Liga Champions Eropa, Copa Libertadores, dan Europa League juga akan mendapat tambahan poin. Poin maksimal yang bisa diraih jika bermain di UCL dan Copa Libertadores adalah sepuluh. 

Sementara di UEL hanya lima dan kompetisi kontinental lain macam Liga Champions Asia hanya dua poin. Itu pun syaratnya si pemain harus bermain hingga partai final di kompetisi-kompetisi tersebut.

Jika pemain Indonesia masih aja main di liga-liga yang berada di kelas enam, yang mana nggak tampil di Liga Champions Eropa atau kompetisi selevelnya, maka poin maksimal yang bisa diraih hanya dua. Itu pun kalau sang pemain tampil dalam 90-100% pertandingan klub. Lantas bagaimana jika pemain Indonesia masih saja gagal mengumpulkan 15 poin?

Regulasi Baru

Masih ada sistematika bernama Exception Panel. Sistematika ini semacam banding dalam pengadilan. Jadi, klub bisa mengusahakan pemain Indonesia untuk tetap bermain di Inggris dengan cara menjelaskan kenapa sang pemain gagal mengumpulkan poin dan kenapa sang pemain layak berlaga di Premier League.

Mulai Juni 2023 kemarin, FA meluncurkan keringanan terkait regulasi ini. Keringanan itu bernama Elite Significant Contribution, yang mana klub Premier League dan Championship diperbolehkan mendaftarkan empat pemain di luar regulasi yang sudah tertera asal memiliki kualitas yang memenuhi standar. Jadi, jika ingin bermain di Liga Inggris dengan jalur ini, pemain Indonesia mesti memiliki kemampuan yang istimewa agar klub peminat mau memperjuangkannya dihadapan FA.

Sumber: The FA, Daily Mail, World Soccer Talk, Bola, Garis Tengah 

Hadapi Liverpool yang Lagi On Fire, MU Udah Siap 7-0 Lagi?

0

Super big match antara Liverpool dan Manchester United akan tersaji pada akhir pekan ini. Laga yang mempertemukan dua tim dengan latar belakang sejarah dan fans yang luar biasa ini diperkirakan akan berjalan menarik. Selain karena musuh bebuyutan, kondisi kedua tim bakal jadi daya tarik tersendiri.

Ya, situasi yang dialami kedua tim bagaikan langit dan bumi. Liverpool sedang nyaman di puncak klasemen sedangkan Manchester United lagi-lagi disibukan dengan masalah yang mereka ciptakan sendiri. Meski begitu, United bisa jadi akan memberikan perlawanan yang berarti bagi The Reds. Lantas, siapa kah yang akan memenangkan pertandingan akbar ini?

Head To Head

Pertandingan antara Liverpool dan Manchester United sudah terlaksana ratusan kali. Kedua tim pun saling bergantian mengalahkan satu sama lain. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Liverpool terlihat lebih unggul apabila dilihat dari statistik head to head-nya. Dari lima pertemuan terakhir saja, Liverpool berhasil menang empat kali atas rival senegaranya itu.

Sedangkan Setan Merah hanya menang sekali. Itu terjadi musim lalu, saat United meraih kemenangan perdana di Premier League era Erik Ten Hag. Laga ini akan makin sulit bagi MU karena dimainkan di Anfield. Markas Liverpool tersebut memang dikenal tak ramah bagi tim tamu, terutama Setan Merah.

Soalnya, dari delapan pertemuan terakhir dengan United, Liverpool tak pernah kalah apabila bermain di kandang. Bahkan Liverpool selalu mencatatkan clean sheet di empat pertandingan kandang terakhir kala menjamu Manchester United. Tentu kalian masih ingat. Di pertemuan terakhir, MU dicukur habis dengan skor 7-0. Jadi, skuad asuhan Erik Ten Hag patut menggarisbawahi catatan nirbobol ini.

United memang jarang menang di kandang Liverpool. Saking jarangnya, Wayne Rooney, Marouane Fellaini, hingga Matteo Darmian masih menghiasi skuad Manchester United kala terakhir kali menang. Itu menandakan kalau kemenangan terakhir MU di Anfield sudah terjadi lama sekali. Tepatnya pada tahun 2016 silam.

Tapi tenang, United punya catatan yang bisa dibanggakan musim ini. Harry Maguire dan kolega punya statistik bagus apabila bermain di kandang lawan. Dari lima pertandingan tandang terakhir, empat diantaranya berhasil dimenangkan. United hanya kalah sekali saat bertandang ke St James Park awal Desember lalu.

Keadaan Tim Sekarang

Barangkali United boleh membanggakan statistik tersebut. Namun, apabila melihat kondisi tim saat ini, fans harus berpikir dua bahkan tiga kali untuk menyombongkan catatan tersebut. Lantaran skuad Manchester United yang akan bertandang ke Anfield nanti sedang tidak baik-baik saja. 

Awan kelabu tengah menaungi skuad asuhan Erik ten Hag. Dari lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, Manchester United baru menang sekali. Itupun melawan Chelsea yang kondisinya sama-sama lagi blangsak. Setelah menelan kekalahan memalukan dari Bournemouth, United kembali kalah dari Bayern Munchen di Old Trafford. 

Manchester United juga bermasalah dengan apa itu yang dinamakan gol. Bukannya sering menciptakan gol, Alejandro Garnacho cs justru lebih sering kebobolan ketimbang mencetak gol. Lihat saja, dari 16 pertandingan, MU baru mencetak 18 gol. Hingga jelang pekan ke-17, jumlah gol itu lebih sedikit dari Everton.

United malah lebih sering kebobolan. Sudah 21 kali Andre Onana memungut bola dari gawangnya sendiri. Jadi, meski bertengger di peringkat keenam, United memiliki selisih gol minus tiga. Statistik itu sangat berkebalikan dengan Liverpool yang adem ayem di puncak klasemen.

The Reds sudah mencetak 36 gol dalam 16 pertandingan. Dua kali lipat dari gol yang diciptakan Manchester United. Produktivitas gol Liverpool hanya kalah dari Manchester City yang sudah mengemas 38 gol. Yang makin bikin sangar, skuad asuhan Jurgen Klopp selalu mencetak minimal 3 gol dalam 6 dari 7 laga kandang terakhir di Premier League. 

Sedangkan pertahanan Liverpool masih salah satu terbaik di Liga Inggris. Hingga pekan ke-16, pertahanan The Reds baru kebobolan 15 gol saja. Catatan itu sama dengan Arsenal di peringkat kedua. Onana patut minder dengan pencapaian Liverpool ini.

Kelebihan dan Kekurangan Liverpool

Selain soal produktivitas gol, Liverpool juga memiliki keunggulan lain dalam duel ini. Bermain di kandang contohnya. Anfield sudah pasti bakal jadi neraka bagi skuad Manchester United. Dukungan dan nyanyian fans Liverpool sudah pasti akan menjadi audio yang begitu mengganggu telinga dan mental pemain Manchester United.

Bermain di kandang, skuad asuhan Jurgen Klopp boleh jadi akan mengambil inisiatif lebih dulu untuk membombardir pertahanan United. The Reds akan menguasai bola. Apalagi sejauh ini penguasaan bola Liverpool cukup tinggi, yakni 59,7%. Hanya kalah dari Brighton, Manchester City, dan Arsenal yang mencatatkan 60% lebih penguasaan bola.

Oleh karena itu Liverpool mampu mendominasi lawan-lawannya. Penguasaan bola Liverpool juga terbilang efisien. Mereka sering menciptakan ancaman ke gawang lawan. Tak ayal kalau nilai expected goal-nya menjadi yang tertinggi di Premier League musim ini, yaitu 32,1.

Ketika sedang menguasai bola, Liverpool akan memusatkan bola di lini tengah. Biasanya Trent Alexander-Arnold yang memegang kendali. TAA akan melepaskan umpan daerah yang menyasar area di belakang garis pertahanan lawan.

Untuk memaksimalkan peluang dari umpan macam ini, Klopp memanfaatkan pergerakan para penyerangnya yang cepat macam Darwin Nunez dan Mohamed Salah. Khusus nama terakhir, MU harus mewaspadainya.

Namun, Liverpool bukan tanpa kelemahan. Titik lemah Liverpool justru berada di lini bertahan. Loh, kan mereka jadi tim yang paling sedikit kebobolan? Benar, namun ada celah di situ. Liverpool tak kebobolan banyak karena penjaga gawang mereka, Alisson bekerja lebih keras dari biasanya. Itu terbukti dengan presentasi penyelamatan Allison yang berada di 77,4%.  

Ketika menguasai bola, shape permainan Liverpool akan menjadi 3-5-2 dan di situ celahnya. Tiga bek The Reds sering kewalahan ketika menghadapi serangan balik cepat. Sehingga memasrahkan semua bola yang datang pada Allison. Jika MU menyadari itu, mereka bisa bermain lebih sabar dan mengeksploitasi celah ini.

Kelebihan dan Kekurangan MU

Manchester United memang sedang tidak stabil. Cukup sulit mencari di mana keunggulan mereka di pertandingan ini. Karena di atas kertas, peluang Setan Merah untuk menang di kandang Liverpool memang sangatlah kecil. Imbang mungkin akan jadi hasil yang paling masuk akal bagi United saat ini.

Lha gimana lagi? Nyetak gol aja susah, gimana mau menang? Apalagi Manchester United berangkat ke Liverpool tidak dengan skuad terbaiknya. Beberapa pemain kunci absen. Dari Casemiro, Luke Shaw, hingga pemain terbaik Liga Inggris bulan November kemarin, Harry Maguire diragukan tampil di laga ini.

Bruno Fernandes pun absen lantaran akumulasi kartu. Lalu pada siapa fans harus berharap? Untungnya lini depan Manchester United masih cukup lengkap. Rasmus Hojlund, Alejandro Garnacho, Marcus Rashford, dan Antony masih bisa diturunkan. Jadi, asa itu masih ada. Toh, mereka ini pemain-pemain cepat yang bisa dimanfaatkan untuk mengeksploitasi kelemahan Liverpool.

Di atas kertas, Liverpool menang telak atas Manchester United. Namun, United masih punya peluang meski itu cuma 0,01%. Kuncinya, United harus meminimalisir kesalahan-kesalahan sederhana yang bisa merugikan tim. Onana musti diusap ubun-ubunnya agar tak banyak blunder di laga sepenting ini. Jika tidak, bukan tidak mungkin tragedi pembantaian akan tercipta lagi.

Sumber: BTL, Tribuna, Liverpool, The Analyst

Malu-Maluin! Wakil Eropa Ini Gagal Juara Piala Dunia AntarKlub

Sejak digelar pertama kalinya pada tahun 2000, ajang Piala Dunia Antarklub memang didominasi oleh klub besar dari benua Eropa. Maklum wakil dari benua Eropa ini terkesan lebih kuat dari pada wakil-wakil dari benua lain.

Namun apakah selamanya wakil dari eropa terus mendominasi ajang ini? Ternyata tidak juga. Ada beberapa edisi di mana wakil dari Eropa keok oleh wakil dari benua lain.

Manchester United (2000)

Kejuaraan Dunia Antarklub pertama kali diselenggarakan oleh FIFA di Brasil pada bulan Januari 2000. Delapan klub yang mewakili setiap benua berkumpul di Rio de Janeiro dan Sao Paulo untuk bertarung memperebutkan mahkota siapa klub yang terbaik di dunia.

Mereka diantaranya adalah Manchester United sebagai juara Liga Champions, Real Madrid sebagai juara Piala Interkontinental, kemudian ada juga Vasco Da Gama sebagai juara Copa Libertadores. Selain itu ada juga wakil dari Asia Al Nassr, wakil dari Afrika Raja Casablanca, wakil dari Oseania South Melbourne, wakil dari Concacaf Club Necaxa, lalu tak ketinggalan Corinthians sebagai tuan rumah.

Ajang ini dibagi menjadi dua grup yang berisi empat tim. Tim peringkat pertama dari masing-masing grup berhak melaju ke final. Sementara runner up masing-masing grup akan berduel memperebutkan juara ketiga.

Dilansir These Football Times, Red Devils sampai rela mundur dari ajang Piala FA demi mengosongkan jadwal supaya ikut turnamen bergengsi yang dibuat FIFA ini. Anak asuh Fergie ketika itu juga masih bermaterikan pemain top bekas peraih treble winner 1999. Namun satu yang perlu diingat, ketika itu MU tak lagi mempunyai kiper handal setelah Peter Schmeichel hengkang.

Meraih hasil imbang di laga pertama melawan Club Necaxa, lalu kalah atas Vasco Da Gama yang diperkuat Romario dan Edmundo, membuat harapan Setan Merah melaju ke final pupus. Kemenangan 2-0 di laga terakhir melawan South Melbourne, tak membuat David Beckham dan kawan-kawan lolos. MU ketika itu hanya duduk di peringkat 3 dan harus pulang lebih awal.

Real Madrid (2000)

Masih di kompetisi yang sama. Real Madrid sebagai juara Piala Interkontinental, berada di grup yang diisi Corinthians, Raja Casablanca, dan Al-Nassr. Mereka juga sangat diunggulkan untuk lolos ke final bareng MU.

Terbukti di dua laga awal, Raja Casablanca dan Al Nassr sudah ditaklukkan. Disangkanya enam poin yang diraih anak asuh Vicente Del Bosque itu akan membuat mereka mulus lolos ke final. Namun kenyataan berkata lain. Los Blancos di laga terakhir justru harus menerima hasil seri ketika melawan Corinthians.

Hasil seri tersebutlah yang menjadi malapetaka bagi Raul Gonzalez dan kawan-kawan. Pasalnya selain sama-sama mengoleksi 7 poin, ternyata dari segi selisih golnya lebih baik Corinthians daripada Real Madrid. Alhasil, El Real harus puas menjadi runner up dan gagal lolos ke final.

Real Madrid hanya berlaga untuk memperebutkan juara ketiga. Tapi ternyata, menjadi juara ketiga pun El Real tak mampu. Los Merengues kalah adu penalti atas Club Necaxa dan harus puas sebagai juara keempat.

Liverpool (2005)

Piala Dunia Antarklub tahun 2005 diselenggarakan di Jepang. Ketika itu perusahaan ternama Jepang, Toyota sudah menjadi sponsor resmi ajang ini. Format Piala Dunia Antarklub pun sudah berbeda. Di mana klub wakil dari UEFA dan Conmebol, baru mulai berlaga di babak semifinal.

Pesertanya ketika itu ada enam klub. Mereka adalah Sao Paulo, Liverpool, Al Ittihad, Deportivo Saprissa , Sydney FC, dan Al-Ahly.

Liverpool ketika itu masih dilatih oleh Rafael Benitez, pelatih yang sukses persembahkan gelar Liga Champions di Istanbul. Namun ketika ajang ini berjalan, ada kabar buruk yang menimpa pelatih Spanyol tersebut.

Dilansir ESPN, setelah kemenangan 3-0 atas Deportivo Saprissa di semifinal, Benitez dikabari bahwa ayahnya meninggal dunia. Dalam hatinya ia merasa sedih dan kehilangan. Tapi ia memilih untuk menunda kepulangannya ke Spanyol karena akan menghadapi laga final Piala Dunia Antarklub melawan Sao Paulo.

Dominasi Liverpool dengan materi pemainnya yang sedikit lebih unggul dari Sao Paulo membuat mereka sangat diunggulkan. Dilansir Planet Football, bahkan pemain mereka Peter Crouch mengatakan bahwa perjalanannya jauh-jauh ke Jepang bukan hanya untuk jalan-jalan belaka, namun meraih trofi.

Akan tetapi, di lapangan hasilnya berbeda. Gempuran Steven Gerrard dan kawan-kawan mampu dimentahkan kiper Sao Paulo, Rogerio Ceni. Tak heran jika Rogerio Ceni dianugerahi sebagai pemain terbaik di ajang tersebut.

Liverpool akhirnya harus menyerah 1-0 oleh gol semata wayang dari Mineiro. Dilansir ESPN, pasca kekalahan tersebut Rafael Benitez dan beberapa pemain Liverpool malah teriak “curang” kepada FIFA. Karena menurut mereka, wasit di laga tersebut bertindak tidak adil. Ya, walau bagaimanapun nasi sudah jadi bubur dan The Reds sudah sah kalah.

Barcelona (2006)

Piala Dunia Antarklub tahun 2006 masih diselenggarakan di Jepang. Formatnya juga masih sama seperti di tahun 2005. Yang berbeda hanya pesertanya, yakni Barcelona, SC Internacional, Jeonbuk Hyundai, CF America , Al Ahly, dan Auckland City.

Barcelona sebagai calon kuat juara di ajang ini masih dilatih Frank Rijkaard. Bahkan materi pemain mereka bertambah di musim tersebut seperti Zambrotta, Gudjohnsen, maupun Thuram. Namun sayang, di saat ajang tersebut bomber maut mereka Samuel Eto’o berhalangan tampil karena cedera.

Kehilangan mesin gol seperti Eto’o memang terasa sekali di babak final melawan Internacional. Barca hanya punya striker macam Gudjohnsen. Di sisi lain, Internacional diperkuat bintang-bintang muda mereka seperti Alexandre Pato maupun Luiz Adriano.

Deadlock menimpa El Barca di sepanjang laga. Usaha dari Deco, Ronaldinho, Giuly silih berganti gagal menembus pertahanan Internacional yang dikomandoi kiper tangguh mereka, Clemer. Tak kunjung hadirkan gol, Barcelona malah kecolongan gol dari Internacional di menit 82 lewat serangan cepat dari Adriano Gabiru.

Skor 1-0 menjadi hasil akhir laga tersebut. Blaugrana harus menanggung malu. Wakil dari Eropa belum bisa merebut gelar Piala Dunia Antarklub. Dilansir BBC, pasca laga Frank Rijkaard mengatakan bahwa kekalahan Barca adalah kesalahannya, bukan kesalahan tim. Maka dari itu meneer Belanda tersebut bertanggung jawab penuh atas kegagalan ini.

Chelsea (2012)

Piala Dunia Antarklub tahun 2012 masih diadakan di Jepang. Formatnya pun masih sama. Yang berbeda kali ini pesertanya, bertambah dari 6 menjadi 7. Karena tuan rumah berhak ikut.

Peserta di tahun tersebut adalah Chelsea, Corinthians, Ulsan Hyundai , Monterrey, Al-Ahly , Auckland City dan tuan rumah yang diwakili Juara J-League Sanfrecce Hiroshima.

Chelsea di ajang ini sudah tak lagi dilatih oleh Roberto Di Matteo, pelatih yang membawa mereka juara Liga Champions. Di Matteo telah dipecat di bulan November 2012 dan digantikan oleh Rafael Benitez. Bagaimanapun materi Chelsea di musim tersebut juga banyak yang baru. Di antaranya ada Oscar, Marko Marin, Victor Moses, Azpilicueta, maupun Eden Hazard.

The Blues melangkah ke final melawan Corinthians setelah mengalahkan wakil Concacaf Monterrey 1-3. Namun di final, anak asuh Benitez terkena deadlock. Serangan yang diproduksi oleh Fernando Torres dan kawan-kawan, banyak yang mental di tangan kiper Corinthians, Cassio. Tak heran jika Cassio akhirnya dianugerahi pemain terbaik di ajang tersebut.

Dalam situasi deadlock tersebut The Blues malah kecolongan gol dari Paulo Guerreiro. Ditambah kemudian malapetaka menghantui mereka setelah Gary Cahill terkena kartu merah. Dilansir Guardian, bermain dengan 10 pemain membuat mental David Luiz dan kawan-kawan putus asa. Ya, Chelsea akhirnya benar-benar tak bisa mengejar ketertinggalan tersebut.

Kegagalan Chelsea ini sungguh memalukan bagi wakil Eropa. Padahal sejak tahun 2007, ajang ini selalu dimenangkan oleh wakil dari Eropa. Di sisi lain, ini menjadi kali keempatnya wakil dari Amerika Latin mampu menjadi juara Piala Dunia Antarklub.

https://youtu.be/GfM18hFMDFg

Sumber Referensi : fifa.com, thesefootballtimes, theguardian, espn, planetfootball, bbc

Berita Bola Terbaru 15 Desember 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Liverpool harus menerima kekalahan saat berkunjung ke markas Union Saint-Gilloise dalam laga pamungkas Grup E Liga Europa 2023/24. The Reds menyerah dengan skor 1-2. Union Saint Gilloise raih kemenangan berkat gol yang dicetak oleh Mohamed Amoura dan Cameron Puertas. Liverpool sendiri sempat menyamakan skor lewat aksi Jarrell Quansah. Meski menelan kekalahan, Liverpool telah memastikan diri sebagai juara Grup E dengan 12 poin.

AS Roma menang 3-0 atas Sheriff Tiraspol di laga terakhir penyisihan grup Liga Europa musim ini. Tiga gol Roma dicetak oleh Romelu Lukaku, Andrea Belotti, dan Niccolo Pissili. Meski menang, Giallorossi gagal lolos langsung ke 16 besar dan harus melalui babak playoff lebih dulu melawan tim ‘buangan’ Liga Champions.

BRIGHTON MENCATAT SEJARAH 122 TAHUN

Brighton mengamankan posisi teratas di Grup B Liga Eropa usai menumbangkan Marseille dengan skor tipis 1-0. Kekalahan ini membuat Marseille akan menjalani ke babak playoff setelah finis dua poin di belakang Brighton dengan 11 poin. Sementara bagi Brighton, kelolosan ke fase gugur merupakan sejarah baru. Di tahun ini pula mereka untuk pertama kalinya bermain di kompetisi Eropa mana pun dalam 122 tahun sejarah mereka.

TIGA BESAR NOMINASI PEMAIN TERBAIK FIFA 2023

FIFA telah mengumumkan daftar nominasi tiga pemain terbaik dunia FIFA The Best 2023. Nominasinya ternyata masih sama dengan Ballon d’Or 2023. Lionel Messi akan kembali bersaing dengan Kylian Mbappe dan Erling Haaland. Daftar pemenang penghargaan akan diumumkan pada 15 Januari 2024. Pelatih timnas, kapten tim dan perwakilan media dari negara anggota FIFA akan memberikan voting.

JERSEY PIALA DUNIA MESSI DILELANG, HARGANYA FANTASTIS

Enam jersey timnas Argentina yang dikenakan Lionel Messi pada Piala Dunia 2022 di Qatar telah dilelang di New York dan laku 7,8 juta dolar atau sekitar Rp 120 miliar pada Kamis (14/12). Rumah lelang Sotheby’s mengatakan harga satu set kaos tersebut memecahkan rekor sebelumnya untuk penjualan barang yang berhubungan dengan pemain tersebut. Ini menjadikannya memorabilia olahraga paling berharga yang dilelang tahun ini.

TINJU WASIT, PRESIDEN KLUB TURKI DISANKSI BERAT

Faruk Koca telah dijatuhi larangan permanen oleh Federasi Sepak Bola Turki (TFF) setelah ditangkap karena meninju wasit di akhir laga Super Lig pada Senin malam. Dewan TFF juga memutuskan bahwa Ankaragucu, sebuah klub di Super Lig papan atas di Turki, akan membayar denda 54 ribu dollar atau Rp838 juta dan akan memainkan lima pertandingan kandang tanpa penonton sebagai akibat dari kerusuhan yang melibatkan penggemar dan pejabat klub.

ARTETA DIBEBASKAN DARI DAKWAAN FA!

Juru taktik Arsenal Mikel Arteta dipastikan tidak akan mendapatkan hukuman apapun. Arteta dibebaskan dari dakwaan FA usai mengecam keputusan wasit belum lama ini. Komisi Independen mengemukakan empat alasan membebaskan Arteta dari dakwaan FA. Salah satunya, Arteta menuntut agar ada peningkatan mutu VAR, yang dianggapnya masih di bawah standar. Keputusan ini tentu menjadi angin segar bagi Arsenal, terlebih setelah gagal memenangi dua pertandingan terakhir.

LAWAN LIVERPOOL, MU KEHILANGAN 13 PEMAIN INTI

Manchester United terancam tampil pincang saat bertemu Liverpool pada matchday ke-17 Premier League (17/12/2023). Setan Merah terancam tidak diperkuat 13 pemain karena cedera dan sanksi. Di lini belakang, Harry Maguire dan Luke Shaw menyusul Lisandro Martinez dan Victor Lindelof masuk ruang perawatan. Sementara di sektor gelandang, dalam daftar cedera, ada nama Casemiro, Christian Eriksen, dan Mason Mount. Sedangkan Bruno akan absen akibat akumulasi kartu kuning. Di lini depan, Rashford dan Martial juga belum dipastikan main karena kondisinya sedang tidak fit.

PEMAIN MILAN KOLAPS SAAT BELA VILLARREAL

Bek milik Milan Matteo Gabbia ditandu keluar lapangan dan tampak kehilangan kesadaran setelah mengalami insiden yang mengkhawatirkan saat laga Liga Europa Villarreal melawan Rennes. Gabbia mengalami benturan dengan Raul Albiol. Ia dibawa ke rumah sakit untuk menjalani tes yang menunjukkan bahwa semuanya baik-baik saja, sehingga dilaporkan dia akan dapat kembali ke Spanyol bersama anggota skuad lainnya.

NAPOLI PAGARI VICTOR OSIMHEN RP 2,3 TRILIUN

Napoli berikan perpanjangan kontrak untuk Victor Osimhen, sampai musim panas 2026. Itu menurut laporan pakar transfer Fabrizio Romano.  Napoli pun akan memberlakukan klausul pelepasan bagi striker Nigeria itu. Harganya dalam rentang 130-140 juta Euro atau setara Rp 2,1 triliun sampai Rp 2,3 triliun. Itu artinya, klub-klub yang meminati Osimhen di bursa transfer musim panas 2024 mendatang, siap-siap merogoh kocek mulai dari angka segitu!

CEDERA CUADRADO BUTUH OPERASI

Dikutip football italia, Inter Milan mungkin terpaksa merekrut pemain baru di bursa transfer Januari, karena ada laporan yang menyebut bahwa masalah tendon Achilles yang dialami Juan Cuadrado memerlukan tindakan operasi. Seperti diketahui, Cuadrado di sepanjang musim berjuang dengan masalah yang berulang pada tendon Achillesnya, yang bikin ia hanya main sembilan kali sejauh musim 2023/24 ini. Menurut laporan, cederanya tersebut kembali kambuh setelah Inter ditahan 0-0 Real Sociedad di Liga Champions pada Rabu (13/12/23).

FRENKIE DE JONG PURA-PURA SAKIT?

Frenkie de Jong tidak masuk daftar susunan pemain ketika Barcelona menghadapi Royal Antwerp, kemarin. Pemain 26 tahun itu tidak bisa bermain dengan alasan “sakit” akibat virus. Izin tidak bisa bermain karena sakit itu sudah diberikan dan diterima oleh Xavi. Di saat Xavi sudah oke dengan izin sakit tersebut, tidak demikian dengan Deco. Direktur Teknik Barcelona itu menaruh kecurigaan atas izin sakit sang pemain. Menurut laporan Fcbarcelonanoticias, Deco merasa de Jong merekayasa sakitnya itu karena sengaja tidak mau bermain.

HUBUNGAN XAVI DAN DECO DI BARCELONA RETAK?

Posisi Xavi Hernandez selaku manajer Barcelona dalam ancaman setelah bersitegang dengan Direktur Olahraga Barcelona, Deco, usai kekalahan dari Royal Antwerp di Liga Champions. Sebelum lawan Antwerp, Xavi dan Deco beda pendapat di depan media soal susunan pemain. Deco juga menyalahkan Xavi terkait keputusan tidak membawa Frenkie de Jong waktu lawan Antwerp dengan alasan sakit. Rumor pemecatan Xavi sudah mulai bermunculan. Terlebih, Deco punya jabatan lebih tinggi dalam mengambil keputusan soal Barcelona.

RED STAR BELGRADE PECAHKAN REKOR REAL MADRID

Akhir pekan yang lalu, Red Star Belgrade menang 3-1 atas Mladost Lucani. Hal ini bukanlah sesuatu yang luar biasa, namun hal ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Red Star di Stadion Rajko Mitic. Itu adalah pertandingan ke-122 mereka di Liga Serbia tanpa kekalahan di kandang sendiri, sebuah rekor yang dimulai pada tahun 2017 Selama kurun waktu tersebut Red Star telah memenangkan enam liga, mencetak 339 gol dan hanya kebobolan 54 gol. Selain itu, mereka hanya kehilangan poin sebanyak 12 kali saja, memberi mereka tingkat kemenangan sebesar 90,1%. Mereka memecahkan rekor Real Madrid dengan 121 pertandingan kandang tak terkalahkan, yang berlangsung antara tahun 1957 dan 1965, yang bertahan selama 58 tahun.

AGEN TAWARKAN CASEMIRO KE PSG?

Rumor Casemiro meninggalkan Manchester United di musim dingin nanti memasuki babak baru. Sang agen diberitakan mulai meretas jalan bagi sang gelandang pindah ke PSG. Menurut laporan BBC, Casemiro sudah berpesan kepada sang agen bahwa jika ia pindah dari MU, maka ia hanya ingin bermain di Eropa. Saat ini pembicaraan masih berada di tahap awal. Jadi masih belum diketahui apakah PSG mau memboyong Casemiro atau tidak.

WARNING BUAT BELLINGHAM DI 16 BESAR UCL

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham dan gelandang Eduardo Camavinga terancam melewatkan leg kedua babak 16 besar jika mendapat kartu kuning di leg pertama. Bellingham dan Camavinga mendapat dua kartu kuning di babak penyisihan grup, dan pemain Inggris itu mendapatkan kartu kuning keduanya dalam kemenangan 3-2 atas Union Berlin di matchday terakhir. Pengundian babak sistem gugur sendiri akan dilakukan pada Senin 18 Desember 2023.

JOSHUA KIMMICH JADI TARGET BARCELONA

Dilansir Football Espana, Barcelona diberitakan tengah membidik Joshua Kimmich pada bursa transfer musim panas mendatang. Kontrak gelandang Bayern Munich tersebut akan habis pada musim panas mendatang, dan jika ia tidak menyetujui perpanjangan kontrak, maka pihak Bavarian akan mempertimbangkan untuk menjualnya. Kimmich dikabarkan menjadi salah satu pilihan utama Xavi untuk menjadi pengganti Sergio Busquets seandainya Barcelona mampu membelinya.

VARANE BAKAL TINGGALKAN MU SECARA GRATIS

Kontrak Raphaël Varane akan berakhir setahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya dan bisa membuat bek Prancis itu tanpa klub di musim panas. Varane telah berjuang dengan cedera sepanjang waktunya di MU dan awal bulan ini muncul bahwa MU akan mempertimbangkan untuk menerima tawaran transfer pada bulan Januari. Pemain 30 tahun itu akan bebas mendiskusikan kepindahannya dari klub pada bulan Januari dan dapat menandatangani perjanjian pra-kontrak untuk memastikan transfer bebas di jendela musim panas.

MBAPPE DIDESAK UNTUK BERTAHAN DI PSG

Thierry Henry mendesak bintang PSG Kylian Mbappe untuk bertahan di klub hingga akhir musim di tengah pembicaraan bahwa dia mungkin akan pergi pada bulan Januari. Mbappe telah dikaitkan dengan kepindahan ke Madrid dalam dua tahun terakhir ini, dan telah dua kali menolak minat Los Blancos. Namun, ia sempat disinyalir bisa meninggalkan Paris pada Januari mendatang, apalagi jika Madrid bersedia mengeluarkan biaya untuk merekrutnya. Namun, Henry mengingatkan agar Mbappe menyelesaikan kontraknya di PSG hingga akhir musim.

LIVERPOOL AKAN BAWA PULANG FABIO CARVALHO DARI RB LEIPZIG

Fabrizio mengumumkan, Liverpool dikabarkan sedang bernegosiasi dengan RB Leipzig untuk membawa pulang kembali Fabio Carvalho, pemain yang sedang dipinjamkannya, pada Januari mendatang. Romano menuturkan bahwa Liverpool kecewa dan tidak senang dengan masa peminjaman Carvalho selama di Leipzig karena sang pemain kurang mendapatkan menit bermain untuk berkembang. Pemain 21 tahun itu tercatat pada musim ini hanya mencatatkan 12 kali penampilan di semua kompetisi dengan total 257 menit bermain.

RENATO SANCHES KONSULTASIKAN CEDERANYA KE DUKUN?

Gelandang AS Roma, Renato Sanches, heran dengan kondisi fisiknya yang rawan cedera. Sampai akhirnya muncul rumor yang menyebutkan bahwa dirinya sampai berkonsultasi dengan dukun. Di musim 2023/2024 ini saja, Sanches tercatat sudah tiga kali cedera. Seluruhnya cederanya berbeda-beda, tetapi dengan proses pemulihan yang tidak sebentar. Dia lantas merespons rumor tentang dirinya di media sosial X. Dia sebenarnya tidak membantah bahwa dia mengatakan soal kutukan. Bantahannya hanyalah soal tidak pernah pergi ke dukun.

DEPARTEMEN MEDIS MU DIROMBAK

Manchester United akan melakukan perubahan pada departemen medis mereka setelah kehilangan sejumlah pemain kunci karena cedera musim ini. Perubahan akan dilakukan pada staf medis oleh kepala kedokteran olahraga Gary O’Driscoll. O’Driscoll pindah ke United dari Arsenal pada musim panas dan memiliki sejumlah rekomendasi yang akan dia sampaikan kepada Sir Jim Ratcliffe dan tim INEOS-nya setelah 25 persen saham mereka di klub tersebut dikonfirmasi.

PIOLI: MILAN AKAN LAKUKAN SEGALANYA DEMI GELAR LIGA EUROPA

AC Milan harus puas finis di posisi ketiga fase grup Liga Champions, meski menang atas Newcastle United di matchday terakhir. Stefano Pioli menyesal di beberapa pertandingan lain, mereka kurang efisien. Sehingga sejumlah peluang emas terbuang percuma. Milan sebenarnya memiliki delapan poin yang sama dengan PSG di urutan kedua. Hanya, mereka kalah dalam urusan head to head dari Les Parisiens. Liga Europa menunggu I Rossoneri. “Itu berarti kami akan melakukan segala yang kami bisa lakukan untuk memenangi Liga Europa,” ujar Pioli.

LIVERPOOL SAINGI JUVENTUS UNTUK DAPATKAN GELANDANG ATALANTA

Liverpool akan menyaingi Juventus untuk mendapatkan gelandang Atalanta, Teun Koopmeiners. Sebelumnya, nama pemain yang satu ini sudah sempat dikaitkan dengan Liverpool di bursa transfer musim panas 2023 lalu. Menurut laporan Liverpool Offside, Liverpool meminati Koopmeiners untuk menambah stok gelandang mereka. Namun hingga bursa transfer ditutup, sang pemain ternyata tidak kunjung merapat ke skuad Jurgen Klopp. Kini jelang Januari 2024, nama Teun Koopmeiners kembali terdengar gaungnya. 

STY BAWA 30 PEMAIN TC TIMNAS INDONESIA KE TURKI

Timnas Indonesia bersiap menjalani Pemusatan Latihan (TC) di Turki. TC di Turki ini digelar dalam rangka persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2023, yang akan digelar di Qatar mulai Januari 2024. Dalam menyongsong ajang tersebut, PSSI juga sudah mendaftarkan 50 pemain. STY menyebut bahwa Timnas Indonesia tak bisa langsung membawa semua pemain ke Turki. Hanya 30 pemain saja. Beberapa pemain luar negeri akan menyusul saat kompetisi libur.

Vincenzo Montella dan Selebrasi Pesawatnya yang Ikonik

0

Orang-orang berusia 30 tahun ke atas kalau berkumpul dan ngomongin sepak bola, pasti akan terselip pembahasan tentang Liga Italia. Sangat mungkin di antara mereka adalah penggemar salah satu klub Italia. Entah itu Juventus, AC Milan, Parma, Inter, bahkan AS Roma.

Seklasik itu Liga Italia. Pada eranya, Liga Italia komoditi yang paling laris. Ia tidak hanya menghasilkan momen-momen indah dan menyebalkan seperti kasus yang itu. Tapi juga melahirkan talenta-talenta luar biasa di atas lapangan hijau.

Francesco Totti, Alessandro Del Piero, Pippo Inzaghi, Daniele De Rossi, Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon, Gennaro Gattuso, dan masih banyak lagi. Di antara pemain-pemain tadi, ada satu nama yang tak kalah ikonik di eranya. Orang itu adalah Vincenzo Montella, si pesawat kecil dari Roma.

Selebrasi Vincenzo Montella

Penikmat sepak bola Italia pasti tidak akan asing dengan sosok yang satu ini. Montella punya selebrasi yang sangat unik. Ketika mencetak gol, Montella akan berlari dengan merentangkan tangannya, seolah-olah ia pilot yang menerbangkan pesawatnya sendiri.

Jika pesepakbola lain menganggap pertandingan adalah permainan tim, Montella menjadikannya sebagai landasan pacu untuk menerbangkan pesawatnya sendiri. Demikian yang ditulis Marini Anggitya di situs Kumparan Bola. Maka dari itu, Montella dijuluki Aeroplanino atau The Little Airplane.

Selebrasi Montella ini kemudian ditiru oleh banyak pesepakbola, tidak terkecuali pesepakbola yang berhenti bermain ketika adzan Maghrib. Selebrasi pesawat menjadi gambaran sosok Montella yang ringan, cepat, dan dinamis. “Saya suka terbang, karena itu menawarkan rasa kebebasan,” demikian kata Montella tentang selebrasinya itu.

Siapa Montella?

Selebrasi yang ikonik akan datang dan terkenang ketika si penggunanya sering mencetak gol. Begitulah Vincenzo Montella. Pemain kelahiran Naples, 18 Juni 1974 menghabiskan seluruh kariernya di Italia. Saat berusia 12 tahun, Montella bergabung dengan Empoli yang masih bermain di Serie C tahun 1990.

Lalu, Montella pindah ke Genoa lima tahun berselang. Dari sinilah kemampuan Montella dalam mencetak gol mulai tersemai. Bermain bersama Genoa yang masih berlaga di Serie B, Montella mengemas setidaknya 21 gol dalam 34 pertandingan selama musim 1995/96.

Karier Montella di Genoa kelihatan menyenangkan. Tapi pencapaiannya bersama tim Serie B itu tidak hadir dalam semalam. Sebelum moncer bersama Genoa, Montella harus berjuang keras dulu di Empoli. Lewat seleksi yang berat dan masalah cedera yang dialaminya.

Saat berseragam Empoli, akhir musim 1993/94, tulang fibula Montella patah.Ia juga terinfeksi virus. Usia Montella waktu itu masih 20 tahun. Kariernya nyaris tamat saat itu. Namun, Montella akhirnya bisa sembuh dan bangkit dari keterpurukan. Salah satu bukti kebangkitannya adalah saat berseragam Genoa.

Sampdoria, Tim Serie A Pertamanya

Montella benar-benar berjuang dari bawah. Setelah diberi kesempatan debut saat usianya 17 tahun di Empoli oleh Luciano Spalletti, bermain di Serie B bersama Genoa, Montella menyeberang ke rival Genoa, Sampdoria untuk bermain di kasta tertinggi.

Sampdoria menjadi tim Serie A pertamanya. Montella bergabung dengan Blucerchiati tahun 1996. Saat itu, Sampdoria mesti mengeluarkan 25 juta euro atau sekitar Rp426 miliar untuk memboyongnya. Nilai transfer yang pada saat itu terbilang tinggi. Tapi apa yang dikeluarkan La Samp lebih dari sepadan.

Montella yang kala itu usianya masih 22 tahun secepat mungkin membuktikan kelayakannya dibayar mahal oleh Sampdoria. Montella kian produktif dalam menjebol gawang lawan. Total ia bermain bersama Sampdoria dalam 83 laga dan mencetak 54 gol. Dari Sampdoria inilah Montella memulai selebrasi pesawatnya itu.

Berseragam AS Roma

Nama Montella kian melambung di Italia. Zdenek Zeman, pelatih AS Roma antara tahun 1997-1999 tertarik pada Montella. Zeman memaksa manajemen AS Roma untuk merekrut bomber mungil itu. Jika di era hari ini Luciano Spalletti adalah kebalikan dari gaya sepak bola Italia, maka waktu itu Zeman sosok pelatih yang mengkhianati mazhab sepak bola Italia.

Waktu itu, catenaccio adalah dewa di sepak bola Italia. Tapi Zeman adalah orang yang berteriak lantang akan kematian catenaccio. Zeman tak peduli pertahanan grendel. Yang ada di pikirannya adalah bagaimana caranya menumpuk pemain di pertahanan lawan.

Semakin banyak pemain di sana, peluang untuk menciptakan gol kian terbuka. Dengan formasi 4-3-3, Zeman menyulap Roma jadi tim yang sangat ofensif. Waktu itu Giallorossi sudah punya pemain-pemain berbahaya di lini serang. Francesco Totti dan Marco Delvecchio dua di antaranya.

Tapi Zeman yang oportunis merasa tidak cukup. Ia butuh penyerang egois di timnya. Penyerang yang tidak peduli-peduli amat pada sistem permainan. Singkatnya, penyerang yang bisa meneruskan umpan menjadi gol. Titik. Sosok Montella masuk kriteria Zeman. Tahun 1999, Vincenzo Montella pun diumumkan sebagai punggawa baru AS Roma.

Hubungan Rumit dengan Fabio Capello

Walaupun orang yang ngotot mendatangkannya adalah Zeman, tapi justru Fabio Capello yang melatih Montella di musim pertamanya di AS Roma. Bermain di tangan Capello itu artinya, ide-ide sepak bola menyerang AS Roma sebagaimana yang dilakukan Zeman harus sirna.

Meskipun tidak meraih trofi, AS Roma di tangan Zeman terbiasa bermain agresif dan mengejar gol. Tak ayal kalau Roma di era Zeman banyak mengoleksi gol, tapi juga banyak mengoleksi kekalahan dan hasil imbang. Sementara Capello adalah tipikal pelatih yang sangat Italia sekali.

Pragmatis adalah nama tengahnya. Bagi Capello, menang 1-0 sudah cukup. Itu ia lakukan saat menukangi AC Milan. Gelar Liga Champions jadi bukti. Dengan idealismenya itu, Capello kesal ketika ditunjuk menukangi Giallorossi yang sudah terlanjur bermain menyerang.

Itu artinya Capello mesti mengubah sudut pandang para pemain Roma. Hal inilah yang bikin Montella geram. Ia tak suka pada Capello. Montella sering kali tak terima atas perlakuan Capello karena sering dicadangkan. Padahal Montella tahu bahwa mencetak gol adalah rutinitasnya.

Scudetto dan Gol-Gol Krusial

Capello memandang Montella adalah sosok penyerang yang egois. Di mata Capello, Montella tidak bisa berbaur. Saat turun di lapangan, Montella acap kali membuat AS Roma adalah dirinya bukan dirinya adalah bagian dari AS Roma. Maka dari itu, Capello sering mencadangkannya.

Montella pun hanya menjadi bayang-bayang pemain lain seperti Totti dan Delvecchio. Alih-alih memakai Montella, Capello justru mendatangkan Gabriel Batistuta. Sang pemain malah jadi hantu bagi Montella. Karena setelah menjadi bayang-bayang Totti dan Delvecchio, ia juga mesti berada di balik bayang-bayang Batigol.

Namun, bukannya Montella tidak dipakai sama sekali oleh Capello. Justru di titik inilah Capello menerapkan kejeniusannya dalam taktik dan kemampuannya dalam mengelola manusia. Capello mengerti, apabila Montella diturunkan, tidak ada kepastian selain mencetak gol.

Montella pun akan bermain ketika Giallorossi membutuhkan gol penting. Capello memahami kalau Montella seorang poacher yang hebat, yang pernah muncul di sepak bola Italia. Istilah poacher mungkin jarang disebut di era sekarang. Orang lebih mengenalnya sebagai target man.

Itu pun perannya berkembang, tak lagi hanya mencetak gol, tapi juga menggiring dan kadang memberi umpan. Tapi poacher dulu tidak begitu. Perannya terbatas di dalam kotak penalti. Keistimewaannya cuma satu: mencetak gol. Sesempit apa pun ruangnya harus bisa mencetak gol. Sebab bagi poacher, pilihannya cuma mencetak gol atau kariernya tamat.

Montella orang yang demikian. Di tangan Capello, Montella sering mencetak gol-gol krusial. Terutama sekali saat AS Roma meraih scudetto ketiga mereka. Musim 2000/01, Montella mencetak gol penentu kemenangan lawan Atalanta, Internazionale, dan Reggina.

Ia juga mencetak gol penyeimbang melawan AC Milan dan gol di injury time saat menghadapi Juventus pada pekan ke-29. Namun, yang paling krusial adalah ketika Montella mencetak satu gol dan satu asis kala Roma menang 3-1 atas Parma untuk memastikan mahkota Serie A.

Kariernya Berakhir dan Memutuskan Menjadi Pelatih

Saat masa-masa akhirnya di Roma, Montella dipinjamkan ke klub lain. Ia pernah ke Fulham dan dipinjamkan ke Sampdoria. Di masa peminjaman itulah, Montella dituntut memiliki kemampuan selain mencetak gol. Ia pada akhirnya menjadi pemain yang serba bisa.

Disamping tetap mencetak gol, Montella juga mulai bagus dalam umpan dan dribel. Memasuki musim 2009/10, Montella kembali ke AS Roma. Namun, ia kembali hanya untuk pensiun. Tempatnya sudah digantikan bomber berbahaya baru seperti Luca Toni.

Setelah pensiun, ia meniti karier sebagai pelatih. Tapi Montella gagal mengulangi kesuksesan scudetto saat menukangi AS Roma pada paruh musim 2010/11. Namun, Montella sukses mengantarkan AC Milan juara Piala Super Italia musim 2016/17. Montella kini melatih Timnas Turki. Pesawat kecil itu sukses membawa Timnas Turki terbang ke Jerman.

https://youtu.be/u2JQEv1TSIA

Sumber: Foottheball, ASRoma, LigaLaga, AllBluedaze, TheGuardian, KumparanBola, 10FootballEntertainment