Beranda blog Halaman 230

Berita Bola Terbaru 21 Desember 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Bayern Munchen menandai laga terakhirnya di 2023 dengan torehan tiga poin. Melawat ke markas Wolfsburg, Volkswagen Arena, dalam lanjutan Bundesliga, Bayern menang tipis 2-1, Kamis dini hari tadi. Die Roten unggul dua gol lebih dulu berkat aksi Jamal Musiala dan Harry Kane. Wolfsburg membalas jelang jeda babak pertama melalui aksi Maximilian Arnold. Dengan hasil ini Bayern masih di peringkat kedua klasemen setelah mengumpulkan 38 poin dari 15 laga.

Barcelona sukses menyikat Almeria dengan skor ketat 3-2 dalam laga La Liga 2023/24 jornada 18 di Estadio Olimpico Lluis Companys. Gol-gol Barcelona yang dicetak Raphinha dan Sergi Roberto mampu disamakan Leo Baptistao dan Edgar Gonzalez. Barca memastikan kemenangan berkat gol kedua dari Sergi Roberto. Atas hasil ini, Barcelona berhak kembali naik ke peringkat tiga dengan poin 38.

PSG menang 3-1 saat menjamu FC Metz di Parc de Princes dalam laga pekan ke-17 Liga Prancis 2023/24. Kylian Mbappe menjadi bintang dalam pertandingan ini. Striker berusia 25 tahun itu memborong dua gol pada menit ke-60 dan 83. Satu gol PSG lain dicetak Vitinha (49’). Sedangkan gol Metz diceploskan Matthieu Udol (72’). Atas hasil ini, mereka kian mapan di puncak klasemen.

Liverpool melaju ke babak semifinal Carabao Cup 2023/24 usai berhasil menyingkirkan West Ham United 5-1 di perempat final, pada laga di stadion Anfield, kamis dini hari. Dominik Szoboszlai, Curtis Jones yang mencetak dua gol, Cody Gakpo dan Mohamed Salah, menjadi penyumbang gol untuk Liverpool. Sementara, West Ham hanya bisa memperkecil skor melalui Jarrod Bowen.

Juara bertahan Inter Milan tersingkir di babak 16 besar Coppa Italia 2023/24. Skuad asuhan Simone Inzaghi dipermalukan Bologna dengan skor 1-2 di extra time. Inter memecah kebuntuan melalui Carlos Augusto untuk unggul lebih dulu. Bologna kemudian membalas melalui gol-gol dari Sam Beukema dan Dan Ndoye guna memastikan kelolosan ke delapan besar Coppa Italia.

PENAMPILAN DEBUT ADIK MBAPPE DI PSG

PSG menang 3-1 atas Metz di pertandingan liga Prancis kamis dini hari tadi. Laga ini terasa spesial bagi Kylian Mbappe, karena ia baru saja berulang tahun yang ke-25 dan menandai ultahnya dengan dua gol yang dicetaknya. Tidak hanya itu, saudara laki-laki Mbappe yang berusia 16 tahun, Ethan, melakukan debutnya di akhir pertandingan. Ethan, yang gabung PSG pada musim panas lalu, dimasukkan oleh pelatih Luis Enrique menggantikan Ugarte.

BAYER LEVERKUSEN BIKIN REKOR DI BUNDESLIGA

Bayer Leverkusen bikin rekor usai kemenangan telak atas VfL Bochum di Bundesliga. Pasukan Xabi Alonso jadi tim Jerman pertama yang tak terkalahkan di 25 laga awal musim. Total 25 pertandingan sudah dilalui Bayer Leverkusen di semua kompetisi dengan hasil 22 kemenangan dan 3 seri. 81 gol berhasil dicetak Patrik Schick dkk yang baru kebobolan 18 kali, serta sukses clean sheet 11 kali.

LOCKYER KOLAPS, LAGA BOURNEMOUTH VS LUTON DIULANG DARI NOL

Laga Bournemouth vs Luton Town yang terpaksa dihentikan di babak kedua karena kapten Luton Tom, Lockyer kolaps, dipastikan bakal diulang dari menit awal. Pada akhir pekan lalu, kedua tim bermain imbang 1-1 sebelum laga dihentikan lantaran Lockyer mendadak pingsan pada menit ke-59 akibat serangan jantung. Pernyataan dari Premier League juga menyebut, duel ulangan akan digelar akhir musim. Namun, pihak Liga Inggris belum dapat menentukan kepastian tanggal pertandingan ulang tersebut.

RODRI UNGKAP BURUKNYA RUANG GANTI CITY AKHIR-AKHIR INI

Gelandang Manchester City, Rodri, mengungkapkan bahwa ruang ganti tim saat ini dalam situasi buruk, akibat jeleknya penampilan The Citizen di Liga Inggris akhir-akhir ini. Kendati demikian, dia menegaskan tim harus bangkit di kompetisi Piala Dunia Antarklub yang dihelat di Arab Saudi. Kini, tim arahan Pep Guardiola lolos ke final dan akan melawan Fluminense di partai puncak. “Kami berada di final. Itu sulit. Mari kita lakukan yang terbaik untuk memenangkannya,” kata Rodri.

DUH, STRIKER ANDALAN INTER CEDERA

Lautaro Martinez mengalami malam yang sulit di Coppa Italia melawan Bologna, ketika penaltinya gagal berbuah gol dan kemudian kapten Inter itu tertatih-tatih karena masalah paha. ketika Lautaro digantikan oleh Henrikh Mkhitaryan, dia memegangi bagian paling atas paha kirinya. Staf medis mengikat pahanya saat ia duduk di bangku cadangan dan pemain internasional Argentina itu menutupi kepalanya dengan selimut.

LEWANDOWSKI DIKABARKAN BAKAL DILEPAS BARCELONA

Robert Lewandowski baru satu setengah tahun berbaju Barcelona. Di musim perdananya, ia berhasil membantu Barcelona menjuarai La Liga. Namun di musim keduanya, performanya mulai menurun. Produktivitas golnya tidak sebagus musim perdananya. Alhasil beredar kabar bahwa Lewandowski bakal dilepas oleh Barcelona di tahun 2024. Barca dikabarkan sedang berkomunikasi dengan beberapa klub Saudi Pro League. Mereka menawarkan sang striker ke klub-klub tersebut. Namun, agen Robert Lewandowski membantah kabar sang klien akan meninggalkan Blaugrana.

EKS BINTANG PSG DAN ARGENTINA DITIKAM DI RUMAH SENDIRI

Mantan bintang PSG dan timnas Argentina Ezequiel Lavezzi dilarikan ke rumah sakit usai ditikam di rumah sendiri. Menurut laporan Goal, Lavezzi kini dirawat di daerah Punta de Este di Uruguay. Ia diduga terlibat perkelahian pada Rabu dini hari setelah menggelar pesta di kediamannya. Berita soal Lavezzi ternyata masih simpang-siur. Sumber lainnya, El Observador, mengklaim mendapat keterangan dari kepolisian bahwa Lavezzi ditikam anggota keluarga sendiri karena perselisihan soal uang.

NASIB BURUK NEYMAR BERLANJUT

Nasib buruk bintang timnas Brasil, Neymar, terus berlanjut. Neymar dipastikan absen di Copa America 2024 pada Juni mendatang. Penyerang 31 tahun tersebut masih dalam proses pemulihan cedera lutut yang dideritanya pada November 2023. Dokter tim Brasil, Rodrigo Lasmar, menyebut bahwa proses pemulihan cedera lutut yang diderita Neymar tak bisa dipaksa. Ia menilai tubuh Neymar perlu merekonstruksi ligamen lutut pasca operasi dan proses itu membutuhkan waktu setidaknya sembilan bulan.

POLISI INVESTIGASI INSIDEN BERBAHAYA KE DUBRAVKA

Pihak kepolisian melakukan investigasi kepada suporter yang menerobos masuk saat laga Chelsea vs Newcastle United, Rabu kemarin. Momen itu terjadi saat Chelsea berhasil bikin gol balasan pada injury time, melalui Mykhailo Mudryk. Saat itu, seorang fans Chelsea berlari ke lapangan dan menghampiri kiper Newcastle, Martin Dubravka, yang tengah kecewa karena kebobolan. Fans dengan pakaian berwarna hitam itu sejatinya sudah dicegah oleh steward untuk masuk ke lapangan. Akan tetapi, ia berhasil lolos. Ia lalu terlihat mendorong Martin Dubravka dengan menggunakan dada.

UPDATE ‘PERTARUNGAN HUKUM’ RONALDO TERHADAP JUVENTUS

Cristiano Ronaldo dan Juventus masih harus melanjutkan proses hukum terkait gaji sang pemain di Turin. Football italia melaporkan Ronaldo dan pengacara Juve akan memberikan pernyataan penutup mereka dalam pertarungan hukum. CR7 menuntut €19,5 juta atau sekitar Rp 331 miliar untuk gaji yang belum dibayar. Di sisi lain, Bianconeri menilai Ronaldo tak berhak menuntut bayaran sebesar itu karena praktis ia melepaskan tunggakan gajinya saat pindah ke MU pada musim panas 2021. Kedua pihak telah mencapai tahap akhir pertarungan hukum dan akan memberikan pernyataan penutupnya kepada Pengadilan Arbitrase pada Kamis 21 Desember 2024 waktu setempat. Menurut Gazzetta dello sport, kemungkinan akan ada sidang lanjutan pada Januari 2024.

FA RUSIA TOLAK PERALIHAN KEANGGOTAAN DARI UEFA KE AFC

Persatuan Sepak Bola Rusia (RFU) telah memilih untuk tidak mengalihkan keanggotaan federasi sepak bolanya ke AFC dari UEFA. Kantor berita Rusia melaporkan pada Rabu, (20/12) bahwa FA Rusia itu memilih tetap berada di Eropa karena Moskow mengincar kemajuan dalam hubungannya dengan UEFA. Sebelumnya, sepakbola Rusia kena sanksi dari UEFA imbas perang dengan Ukraina sejak awal 2022 lalu. Sanksi itu masih berlaku hingga kini dengan sedikit ada kelonggaran pada tim kelompok umur. 

TAK HORMATI WASIT, ALLEGRI DIHUKUM DENDA

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mendapatkan sanksi berupa denda atas sikap tak terpujinya kepada wasit. Allegri protes keras terhadap Davide Massa di dalam ruang ganti wasit pada laga akhir pekan lalu, dan karena itu didenda 10 ribu euro. Allegri sangat marah kepada Davide Massa, yang mengabaikan permintaan penalti Juventus atas handball Mattia Bani dan tidak langsung memberikan kartu merah kepada Ruslan Malinovskyi karena pelanggaran keras terhadap Kenan Yildiz.

KESEPAKATAN LA LIGA DAN RFEF SOAL WASIT DAN VAR

La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) resmi mengumumkan akan merilis audio percakapan antara wasit di lapangan dan petugas VAR mulai awal tahun 2024. Dikutip dari Football Espana, rencana tersebut bakal diterapkan mulai putaran kedua Liga Spanyol. Selain Liga Spanyol, aturan baru tersebut bakal diimplementasikan untuk Piala Super Spanyol yang mempertemukan Real Madrid vs Atletico Madrid pada 10 Januari. Namun, audio percakapan itu hanya akan dirilis setelah pertandingan terakhir setiap pekannya.

PSG DATANGKAN PEMAIN ASAL CORINTHIANS

Menurut Fabrizio Romano, PSG telah memasuki tahap akhir negosiasi dengan Corinthians, untuk merekrut gelandang muda mereka Gabriel Moscardo, 18 tahun. PSG telah menemukan kesepakatan dengan sang pemain, dengan biaya yang dilaporkan sekitar 25 juta euro. Dia akan semakin memperkuat sektor lini tengah PSG, berbagi menit bermain dengan Manuel Ugarte, sebelum berpotensi menjadi starter di lini depan.

FORMAT BARU PIALA DUNIA ANTARKLUB DIKRITIK, INI PEMBELAAN WENGER

Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA Arsene Wenger mengatakan, keputusan FIFA untuk memperluas Piala Dunia Antarklub pada 2025 akan menguntungkan olahraga ini di luar Eropa. Hal ini ia sampaikan di tengah kritik terhadap dampak turnamen tersebut terhadap kalender sepak bola yang padat. Wenger mengaku menerima bahwa kalender sepak bola sibuk. Namun, kata dia, ini kompetisi yang akan berlangsung setiap empat tahun dan tentu saja periode istirahat selama kompetisi dan setelahnya harus dihormati.

HAALAND DAN DE BRUYNE ABSEN DI PILDUN KLUB

Manchester City akan menghadapi Fluminense pada final Piala Dunia Antarklub, Sabtu 23 Desember 2023. Akan tapi, City belum bisa diperkuat semua pemain bintangnya di partai tersebut. Tiga nama tetap dipastikan absen, yakni Erling Haaland, Kevin De Bruyne, dan Jeremy Doku. Haaland belum berlatih. De Bruyne telah beraktivitas bersama rekan-rekannya, tapi belum berada di level kebugaran optimal setelah cedera hamstring. Adapun Doku mengalami permasalahan otot.

OSIMHEN TIDAK AKAN MENYELESAIKAN MASALAH DI CHELSEA

Ketiadaan striker kelas dunia dianggap sebagai akar masalah Chelsea yang sulit cetak gol. Itulah kenapa, penyerang sekelas Victor Osimhen jadi target untuk direkrut. Meski begitu, rencana ini tidak diamini oleh eks punggawa Chelsea, William Gallas. Menurutnya, kedatangan Osimhen tidak akan mengatasi masalah di Chelsea. Gallas menjelaskan, ada perbedaan besar antara Chelsea dengan Napoli. Di Napoli, Osimhen bisa menonjol karena dirinya dijadikan pemain kunci. Hal ini bisa berbeda jika Osimhen di Chelsea.

4 CALON PENGGANTI JUAN CUADRADO DI INTER MILAN

Inter Milan harus kehilangan Juan Cuadrado karena mengalami cedera. Dengan absennya Cuadrado, Inter akan menggunakan bursa transfer Januari 2024 untuk mencari pengganti sang pemain. Nerazzurri perlu penguatan di sektor sayap kanan. Setidaknya ada empat kandidat pengganti Cuadrado. Mereka adalah Antonio Candreva (Salernitana), Thomas Meunier (Borussia Dortmund), Patrick Ciurria (Monza), dan Tajon Buchanan (Club Brugge). 

PINDAH KE ARAB SAUDI, NILAI NEYMAR JUSTRU ANJLOK

Meskipun banyak pemain penting yang datang dari Eropa, liga Arab Saudi tidak berhasil meningkatkan nilai mereka; Yang mengkhawatirkan adalah bukan saja angka tersebut tidak naik, namun sebagian besarnya malah anjlok. Saat ini, pemain paling berharga di kompetisi ini adalah Neymar. Pemain Brasil ini bernilai 45 juta euro, 15 juta euro lebih rendah dibandingkan saat ia menandatangani kontrak musim panas lalu dan merupakan nilai terendah sepanjang masa sejak ia meninggalkan Santos. Cedera disebut menjadi faktor nilai Neymar anjlok. 

TOTTENHAM TERTARIK PADA DRAGUSIN

Tottenham memandang palang pintu Genoa, Radu Dragusin, sebagai target bek tengah yang mumpuni. Dia diperkirakan akan dibanderol dengan harga 26 juta pound jika dia pindah pada jendela Januari. Tottenham tidak sendirian. Atalanta disebut juga tertarik mengamankan jasa sang pemain. Kontrak sang pemain berlaku hingga Juni 2027 dan Genoa, serta Fabrizio Romano, memastikan mereka yakin bisa mengamankannya dengan kontrak baru hingga 2028.

YANN SOMMER JADIKAN TIM ANTIBOBOL DI EROPA

Yann Sommer tampil gemilang musim ini. Dikutip dari Football Italia, tidak ada tim mana pun di 5 liga top Eropa yang kebobolan lebih sedikit daripada Inter Milan di musim 2023/24. Selain itu tidak ada kiper lain di lima liga top Eropa yang memiliki lebih banyak catatan nirbobol sebanyak Sommer. Statistik menerangkan jumlah kebobolan Nerazzurri di Liga Italia saat ini hanya 7 gol saja dari 16 pertandingan. Jumlah itu lebih sedikit setengahnya dari penguasa sementara Liga Inggris, Arsenal dengan 15 gol.

Yann Sommer Buktikan Inter Tak Pernah Salah Pilih Kiper

0

Memasuki menit ke-80, Atalanta masih tertinggal dari Inter Milan. Pasukan Gian Piero Gasperini mencoba menyerang pertahanan Inter lewat sayap. Para pemain Nerazzurri bergerak cepat merapikan pertahanan. Charles De Ketelaere melepas umpan. Mengincar Luis Muriel di mulut gawang Inter.

Tapi umpan itu dipotong Yann Sommer. Ancaman masih belum selesai. Bola muntah hasil tinju Sommer justru tepat berada di kaki Gianluca Scamacca. Melalui kaki kirinya, striker Atalanta itu menyontek bola ke gawang Inter. Tapi Sommer yang sigap, mencegah bola itu.

Kurang dari 10 detik, Sommer melakukan dua penyelamatan. Penyelamatan itu pula mengantarkan Inter meraih kemenangan di laga tersebut. Lagi-lagi Yann Sommer menjadi pahlawan di bawah mistar. Penampilan impresifnya juga sekaligus menunjukkan bahwa Inter tak pernah salah pilih kiper.

Inter Selalu Punya Kiper yang Bagus

Silakan kamu cek sejarahnya. La Beneamata tak pernah kekurangan kiper bagus. Meskipun kebanyakan bukanlah penjaga gawang yang menarik perhatian. Istilahnya underrated. Sebelum Andre Onana, Inter punya Samir Handanovic.

Tahun lalu media olahraga Sportskeeda menaruh Handanovic salah satu dari lima kiper paling diremehkan abad ke-21. Kiper asal Slovenia itu lincah, punya refleks yang sangat baik.

Selama kariernya, Handanovic memegang rekor penyelamatan penalti terbanyak di divisi teratas sejak debutnya pada 2003, yakni 38 penyelamatan. Di Serie A sendiri Handanovic juga memegang rekor penyelamatan penalti terbanyak dengan 25 dari 481 laga sejak debut di Serie A tahun 2005.

Handanovic memecahkan rekor Gianluca Pagliuca yang melakukan 24 penyelamatan penalti dalam 592 penampilan di Serie A. Ya, Pagliuca juga mantan kiper La Beneamata. Tentu penggemar Inter juga mengingat sosok Julio Cesar. Salah satu kiper terbaik Timnas Brasil yang mengantarkan Nerazzurri meraih treble bersejarah.

Jika Juventus punya Gianluigi Buffon, Inter pernah punya kiper bernama Lorenzo Buffon. Namanya harum saat membela AC Milan, tapi salah satu penampilan terbaiknya juga tercatat saat membela Inter. Walter Zenga juga tidak bisa disisihkan dari daftar ini. Hingga tahun 1982, Zenga menjadi tembok kokoh di lini bertahan Inter. Dua gelar Piala UEFA buktinya.

Tentu kita juga tidak bisa melupakan Francesco Toldo. Ada peran Toldo di balik raihan empat gelar Serie A beruntun Inter sejak 2006-2009. Namun, di antara seluruh kiper tadi, barangkali yang paling unik Andre Onana. Jika kiper-kiper sebelumnya seorang shot stopper, Onana menawarkan kemampuan lain berupa penguasaan bola dan membangun serangan.

Dari Onana ke Yann Sommer

Onana adalah antitesis dari para penjaga gawang Inter sebelumnya. Kiper Kamerun itu mungkin tidak memiliki refleks sebagus Handanovic maupun Pagliuca. Tapi keterampilannya dalam build up membawa gaya permainan baru selama ditukangi Simone Inzaghi.

Kemampuan membangun serangannya ini bahkan dipuji langsung oleh Josep Guardiola. Pep tak bisa menyembunyikan kekagumannya setelah menyaksikan Onana di final Liga Champions. Kemampuan unik inilah yang juga bikin Erik ten Hag ngebet untuk mendatangkannya.

Tak kurang dari 50 juta euro (Rp849 miliar) digelontorkan Manchester United untuk memboyong Onana. Setelah kehilangan Onana, Inter mencari kiper baru. Dan La Beneamata kembali ke aspek lama: mencari kiper shot stopper. Maka, yang muncul adalah Yann Sommer.

Namun, seperti biasa, Beppe Marotta tak mau keluar duit banyak. Apalagi hanya untuk posisi penjaga gawang. Negosiasi alot dengan Bayern Munchen pun terjadi. Inter kekeh tidak mau membayar klausul rilis Sommer. Di sisi lain, Munchen kehabisan hasrat untuk melanjutkan kerjasama dengan kiper berpaspor Switzerland itu.

Kesepakatan ketemu. Inter bersedia membayar 6,75 juta euro (Rp111,6 miliar) plus bonus yang dicicil untuk Yann Sommer. Ya, tak sampai 8 juta euro Inter sudah mendapatkan salah satu shot stopper terbaik di level internasional saat ini. Walaupun usianya sudah 35 tahun.

Penampilan Yoi Yann Sommer di Inter

Harga Yann Sommer sangat murah untuk kiper kenyang pengalaman di level internasional dan tampil yoi selama berseragam Borussia Monchengladbach. Mengapa harganya segitu? Memang, harga Sommer di pasaran segitu. Dengan harga semurah itu pun sebelumnya Inter pernah menawar hingga 4 juta euro (Rp67,9 miliar) saja.

Berkaca pada penampilan Yann Sommer musim ini, harga segitu sama sekali tidak sepadan. Yap, betul, Sommer tampil menawan di bawah mistar La Beneamata, terutama musim ini. Kiper setinggi 1,83 meter itu tak pernah tidak dipakai oleh Inzaghi dalam 16 laga Serie A.

Sommer menyesuaikan diri. Ia menjawab keraguan penggemar akan kiper tua dengan penyelamatan-penyelamatan gemilang. Musim ini Sommer mengemas 35 penyelamatan di Serie A. Jumlah nirbobolnya menjadi yang terbanyak di Liga Italia, yakni 11 clean sheets.

Opta mencatat, Sommer adalah orang pertama yang membukukan 10 clean sheets dalam 15 pertandingan pertama di Serie A, sejak kompetisi ini memberlakukan tiga poin kemenangan per laga, atau sejak musim 1994/95. Dengan Sommer, Inter merasa nyaman.

Apalagi hingga 21 Desember 2023, La Beneamata yang gawangnya dijaga Sommer baru kebobolan tujuh gol di Serie A, tersedikit dari seluruh tim di lima liga top Eropa. Lantaran Inter sebelumnya memakai ball-playing goalkeeper, Sommer pun dicoba untuk memerankan peran tersebut. Hasilnya tidak buruk-buruk amat.

FotMob mencatat, akurasi umpan Onana musim lalu hanya 79,2%. Sementara persentase akurasi umpan Sommer musim ini menyentuh 84,2%. Walaupun rata-rata umpan jauh akuratnya Sommer hanya 5,44 per laga, lebih sedikit dari Onana yang melakukan rata-rata 6,12 umpan jauh akurat per laga.

Tekad Yann Sommer dan Peran Pelatih Kiper

Yann Sommer bertekad menjadikan Inter tim anti-bobol di Eropa. Tekad itu hanya akan terwujud jika Sommer tetap dalam kondisi prima di usianya yang dianggap banyak orang sudah bangkotan. Namun, tepat di titik itulah ia berpikir bahwa mengkhawatirkan kebugaran saat gabung Inter adalah sesuatu yang tidak perlu.

Sommer yakin, pelatih kiper La Beneamata saat ini, Gianluca Spinelli membantu menjaga dirinya tetap prima. Sosok Spinelli ini pulalah yang membesarkan keyakinan Sommer untuk memilih Nerazzurri. Sosok pelatih kiper yang satu ini hanya sedikit orang yang tahu. Tapi Spinelli tetap menjadi salah satu yang dihormati di Italia.

Surat kabar terkemuka La Gazzetta dello Sport menyebut, Spinelli punya spesialisasi mengembangkan generasi muda dan mengerti caranya meningkatkan performa kiper yang memiliki masa lalu indah seperti Sommer, tanpa sedikit pun melukai harga diri mereka.

Spinelli menghabiskan empat musim sebelumnya bersama PSG. Ia tiba di PSG bersamaan dengan Gianluigi Buffon. Spinelli membimbing Donnarumma. Spinelli juga pernah bersama Antonio Conte sepanjang tahun 2016-2018 di Chelsea maupun Timnas Italia.

Spinelli berada di balik kesuksesan salah satu gelar Liga Inggris yang diraih Chelsea. Ia membimbing Thibaut Courtois dan Asmir Begovic. Konsultan kiper FIFA yang juga analis video Courtois, Thierry Barnerat seperti dikutip Watson mengatakan, Yann Sommer butuh ketenangan dan ketentraman, terutama ketika posisinya di Timnas Swiss mulai terancam oleh Gregor Kobel.

Mengembalikan kepercayaan diri sang kiper, kata Barnerat, sangat penting. Dan salah satu yang bisa melakukan itu pada Sommer adalah Spinelli. “Ini sempurna untuk dia (Yann Sommer), karena dia emosional. Sungguh luar biasa memiliki Gianluca Spinelli di sisi Anda,” pungkas Barnerat.

Sumber: SempreInter, Goal, InternazionaleAnalysis, EuroSport, OneFootball, Football-Italia, Watson, InterMilanid, Sportskeeda

Kartu Merah Paling Konyol di Liga Inggris

Peristiwa kartu merah Diogo Dalot ketika melawan Liverpool banyak jadi sorotan. Ya, perilaku kontroversial dari wasit Liga Inggris tetap saja terjadi meskipun sudah ada VAR.

Kartu merah Dalot tersebut terbilang konyol karena peristiwanya langka. Namun, tak hanya Dalot saja yang menerima kartu merah konyol di Liga Inggris. Ada beberapa lagi kejadian lainnya yang tak kalah konyol. Berikut di antaranya.

Cesc Fabregas

Ada Cesc Fabregas di laga Chelsea melawan West Bromwich di Liga Inggris musim 2014/15. Laga yang dihelat di markas West Bromwich tersebut berakhir dengan kemenangan tim tuan rumah 3-0.

Bukan soal skornya yang mencolok, tapi kartu merah konyol dari wasit kepada Fabregas. Kejadiannya tepat pada menit 29, ketika ada kerumunan pemain West Bromwich yang meminta wasit memberikan kartu kuning terhadap pelanggaran Diego Costa.

Namun, di sela-sela kerumunan protes tersebut, dari jarak 20 meter Fabregas menendang bola kencang secara sengaja ke arah kerumunan pemain West Bromwich tersebut. Akibatnya ada satu pemain West Bromwich yakni Chris Brunt yang terkena bola tersebut dan merasa kesakitan.

Para pemain West Bromwich pun sontak mencari pelakunya. Sontak wasit pun langsung menghampiri Fabregas dan memberinya kartu merah. Sebagai pelatih The Blues, Jose Mourinho pun mengaku kaget dan kesal sampai ngomel-ngomel kepada wasit di pinggir lapangan.

Dilansir Dailymail, banyak pengamat ketika itu termasuk Gary Neville yang menganggap tindakan wasit Mike Jones memberikan kartu merah terhadap Fabregas dinilai tepat karena ada unsur kesengajaan.

Youssuf Mulumbu

Berikutnya ada pemain West Bromwich, Youssuf Mulumbu. Kejadiannya di laga West Bromwich vs West Ham musim 2013/14. Ketika itu laga berakhir dengan kemenangan tuan rumah West Ham 3-1.

Kejadiannya ketika West Bromwich masih tertinggal 3-1 di menit-menit akhir laga. West Bromwich yang masih dalam keadaan melakukan serangan balik, tiba-tiba salah satu pemainnya Mulumbu dijegal oleh pemain West Ham, Gary O’Neil. Merasa tak terima karena dilanggar, emosi Mulumbu pun memuncak dan langsung mengambil bola dan ditendangkan ke arah O’Neil.

Sontak perilaku tersebut diketahui oleh wasit dan akhirnya mau tidak mau Mulumbu harus terkena kartu merah. Banyak ketika itu yang berpendapat harusnya O’Neil yang terkena kartu merah karena sengaja melanggar Mulumbu. Eh, malah emosi yang tak terkontrol dari Mulumbu sendiri yang bikin ia kena kartu merah.

Ricardo Fuller

Ada lagi ulah aneh Ricardo Fuller, striker Stoke City. Kejadiannya di laga Liga Inggris West Ham vs Stoke City di musim 2008/09. Laga tersebut berkesudahan 2-1 untuk kemenangan West Ham.

Awalnya Griffin sebagai bek, dianggap Fuller biang kerok terjadinya gol penyeimbang dari West Ham yang dicetak Carlton Cole. Ketika mau kembali melakukan kick-off pasca terjadinya gol, Fuller yang marah tiba-tiba menghampiri sang kapten Griffin dan dengan gagah berani menamparnya.

Wasit Michael Jones yang mengetahui hal tersebut berbicara dulu kepada Griffin yang menjadi korban tamparan.Sontak sang wasit mengeluarkan kartu merah langsung dari sakunya untuk Fuller.

Ada-ada saja ulah dua pemain Stoke tersebut. Sampai-sampai pelatih Stoke ketika itu Tony Pulis langsung mendamaikan keduanya di ruang ganti. Anehnya diceritakan The Guardian beberapa hari pasca laga, Fuller dan Griffin ini kembali berteman akrab. Mereka bahkan sempat bertukar hadiah ketika merayakan natal di tahun tersebut.

Lee Bowyer dan Kieron Dyer

Kemudian ada dua kartu merah sekaligus di laga Newcastle vs Aston Villa musim 2004/05. Laga yang berkesudahan 0-3 untuk kemenangan Aston Villa tersebut diwarnai aksi kocak dua pemain Newcastle Lee Bowyer dan Kieron Dyer yang saling berkelahi. Aksi tersebut pun langsung diganjar kartu merah dua sekaligus oleh wasit Barry Knight.

Dalam keterangannya persnya, Dyer mengungkap bahwa awal kejadiannya adalah Lee Bowyer yang menghampiri dirinya dengan sikap emosi. Dyer awalnya ingin menghentikan sikap Bowyer tersebut. Eh, malah ia terkena pukulan dari Bowyer. Apa boleh buat, Dyer akhirnya berani melawan Bowyer.

Namun menurut sudut pandang Bowyer seperti dikutip Talksports, bahwa Dyer-lah yang justru membuatnya emosi. Dalam keadaan tertinggal Dyer dianggap Bowyer tak total memberikan pengaruh pada klub. Selain itu Bowyer juga kesal dengan Dyer di sepanjang laga yang tak pernah mengumpan bola kepadanya.

Steven Taylor

Sebelum Dyer dan Bowyer dikeluarkan wasit di menit 81, di menit 72 pemain Newcastle lainnya Steven Taylor sudah menerima kartu merah terlebih dulu. Bek Newcastle tersebut terlihat sengaja menghalau bola yang akan masuk ke gawang dengan tangannya.

Namun bukannya terima atas kesalahannya tersebut, Taylor malah bersandiwara dengan cara mengguling-nggulingkan badannya seolah kesakitan. Taylor berlagak cedera setelah menghalau bola tersebut. Sang wasit Barry Knight pun tak percaya begitu saja dengan aksi sandiwara Taylor tersebut. Justru tanpa ampun ia malah memberikan kartu merah langsung kepada Taylor.

Kieran Gibbs

Ada lagi aksi konyol kartu merah di laga Chelsea vs Arsenal musim 2013/14. Ketika itu laga berkesudahan 6-0 untuk kemenangan Chelsea. Kejadian kartu merah di laga tersebut terjadi di menit 15. Terlihat tendangan akurat Hazard yang akan masuk ke gawang Arsenal, dihentikan dengan sengaja oleh tangan Chamberlain.

Alih-alih Chamberlain yang diberi kartu merah, malah justru pemain Arsenal lainya Kieran Gibbs yang terkena kartu merah. Entah wasit salah lihat atau benar-benar pikun. Gibbs pun merasa bingung. Sementara itu Chamberlain malah berlagak seakan tak tahu dan melanjutkan laga begitu saja. Wenger pun kesal dan bertanya-tanya kepada wasit Andre Marriner.

Ternyata setelah laga wasit Marriner mengakui kesalahannya tersebut. Marriner mengaku bahwa kartu merahnya salah alamat. Akibatnya FA mengabulkan permohonan banding dari pihak Arsenal. Dengan begitu Gibbs dibolehkan kembali bermain dan tak jadi dihukum.

Steven Gerrard

Ada juga kartu merah ikonik dan konyol di laga Liverpool vs MU pada musim 2014/15. Laga yang berlangsung di Anfield tersebut berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan MU. Kejadian ikonik tersebut menimpa kapten Liverpool ,Steven Gerrard yang baru masuk di babak kedua menggantikan Adam Lallana.

Kejadiannya tepat pada detik 40 ketika Gerrard baru masuk lapangan. Gerrard menginjak dengan sengaja kaki pemain MU, Ander Herrera. Langsung saja tak pikir panjang sang wasit ketika itu menghukum sang kapten dengan kartu merah. Itu menjadi rekor salah satu kartu merah tercepat di Liga Inggris. Bayangkan Gerard ketika itu masih melakukan enam umpan saja.

Diogo Dalot

Terakhir yang masih hangat di ingatan yakni di laga Liverpool vs MU di Liga Inggris musim 2023/24. Kejadian kartu merah aneh di menit-menit akhir, menimpa bek United, Diogo Dalot. Bek Portugal tersebut menerima kartu merah hanya dalam kurun waktu 10 detik. Uniknya dalam 10 detik itu, Dalot tak langsung diberi kartu merah melainkan kartu kuning dua kali.

Dalot tidak melanggar atau mencederai lawan, melainkan hanya protes kepada wasit Michael Oliver. Mungkin ia makin kesal terhadap sikap wasit, atau entah ia ngomong kasar atau protes berlebihan. Maka dari itu, keluarlah kartu kuning kedua.

Dilansir Manchester Evening News, Dermot Gallagher, bekas wasit Liga Inggris mengungkapkan bahwa Oliver berada dalam situasi yang sulit dan tertekan sepanjang laga. Menurut Gallagher, itu adalah keputusan pribadi atau pandangan subjektif dari seorang wasit.

https://youtu.be/AXgqfSOCRQY

Sumber Referensi : planetfootball. MEN, theguardian, givemesport, talksport, givemesport, espn

“Miracle in Paris”, Comeback Terbaik Manchester United di 16 Besar Liga Champions

0

Ada dua kenangan tentang Ole Gunnar Solskjær yang wajib diingat oleh fans Manchester United.

Pertama, golnya ke gawang Bayern Munchen di final Liga Champions 1999 yang sukses membawa Manchester United meraih treble winner. Kedua, keberhasilannya sebagai manager yang sukses mengantar Manchester United mencatat salah satu comeback terbaik dalam sejarah Liga Champions.

Kepulangan Ole Gunnar Solskjaer

Musim 2018/2019 menjadi musim perdana Ole Gunnar Solskjaer sebagai manager Manchester United. Saat itu, Solskjaer hanya bertugas sebagai manager interim hingga akhir musim dan menggantikan posisi Jose Mourinho yang dipecat pada Desember 2018.

Solskjaer datang saat MU hanya sanggup meraih 7 kemenangan dalam 17 pertandingan Premier League. Bisa dibilang kalau ia datang di saat yang genting. Walaupun tekanannya cukup berat, tetapi tidak ada ekspektasi berlebih yang dibebankan kepadanya.

Maklum saja, prestasi kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer juga hanya seujung jari Jose Mourinho. Solskjaer memang pernah mengukir prestasi dengan tim cadangan Manchester United dan meraih 2 gelar Liga Norwegia bersama Molde. Namun, prestasi tersebut jelas tak sebanding dengan pencapaian Mourinho.

Sebelumnya, Solskjaer sudah pernah menangani Cardiff City di Premier League musim 2014. Namun, ia gagal total. Cardiff finish di posisi 20 dan terdegradasi ke Championship. Maka dari itu, tak ada ekspektasi tinggi kepada pria asal Norwegia tersebut.

Akan tetapi, siapa sangka, Solskjaer berhasil memberi dampak instan. Ia berhasil membawa Setan Merah tak terkalahkan dalam 11 laga beruntun dengan 10 laga di antaranya berakhir dengan kemenangan.

Lalu, ujian berat pun menanti di laga ke-12 Ole Gunnar Solskjaer di mana Manchester United harus melakoni laga sulit kontra Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions.

Drama Di Maria dan Kekalahan Terberat MU di UCL

Fase gugur Liga Champions musim 2018/2019 memang banyak menghadirkan laga memorable yang patut dikenang. Salah satunya ya duel antara Manchester United dan Paris Saint-Germain di babak 16 besar.

MU bertindak sebagai tuan rumah di leg pertama yang digelar pada 12 Februari 2019. Keuntungan sedikit berpihak kepada MU. Selain mood dan form yang tengah bagus, PSG juga harus menjalani laga away tanpa Neymar dan Edinson Cavani.

Namun, meski tanpa kedua penyerangnya, PSG asuhan Thomas Tuchel tak sedikit pun terlihat terganggu. Aksi-aksi Kylian Mbappe benar-benar mengobrak-abrik pertahanan MU.

Singkat cerita, MU berhasil menahan gempuran PSG di babak pertama. Namun, sebelum turun minum, Ole Gunnar Solskjaer dibuat gundah dengan cederanya Jesse Lingard dan Anthony Martial.

Cederanya Lingard dan Martial sangat merugikan Setan Merah. Serangan mereka jadi tumpul dan akhirnya momentum itu berhasil dimanfaatkan oleh PSG yang sukses 2 kali membobol gawang David De Gea. Pertandingan malam itu jadi makin buruk ketika Paul Pogba menerima kartu kuning kedua di menit ke-89 dan harus melewatkan leg kedua.

Kekalahan atas PSG menjadi pukulan telak bagi para pendukung Manchester United yang hadir langsung di ‘Theatre of Dreams’. Pasalnya, Man of The Match di laga tersebut adalah Angel Di Maria.

Laga ini memang menjadi laga emosional untuk fans Manchester United dan Angel Di Maria. Di Maria pernah semusim berseragam Setan Merah setelah ditebus seharga £59,7 juta dari Real Madrid di musim panas 2014. Saat itu, transfer Di Maria menjadi rekor tersendiri di Inggris.

Sayangnya, selama semusim di Old Trafford, Di Maria gagal menampilkan performa terbaiknya. Ia depak dan dicap sebagai rekrutan terburuk Machester United sebelum akhirnya ditampung oleh PSG.

Artinya, laga antara MU vs PSG pada 12 Februari 2019 adalah kali pertama Angel Di Maria menginjakkan kakinya lagi di Old Trafford. Setelah hengkang dari Old Trafford, Di Maria tak hanya dikabarkan tidak bahagia selama berbaju MU, tetapi menyesal pernah bergabung dengan Setan Merah.

Tak ayal, sambutan panas pun langsung diterima pemain internasional Argentina tersebut. Sejak peluit dibunyikan, Di Maria terus disoraki pendukung MU tiap kali menyentuh bola.

Sepanjang pertandingan berjalan, ada beberapa momen panas yang melibatkan Di Maria di lapangan. Mantan pemain Real Madrid itu sempat jadi sasaran lemparan botol air mineral bahkan botol bir oleh suporter MU ketika akan mengambil sepak pojok. Di Maria menanggapinya dengan memungut botol tersebut lalu berpura-pura akan meminumnya sebelum membuang kembali ke pinggir lapangan.

Perlakuan tak menyenangkan juga didapat dari pemain MU. Beberapa kali, ia dikasari. Yang paling ikonik adalah saat Di Maria berlari berebut bola dengan Ashley Young dan didorong hingga menabrak pembatas lapangan. Insiden tersebut langsung ditanggapi oleh suporter MU dengan sorakan ejekan.

Akan tetapi, Angel Di Maria membalas perlakuan-perlakuan tersebut dengan balas dendam yang manis. Ia jadi aktor di balik kemenangan PSG. Dua gol Les Parisiens tercipta berkat asisnya.

Gol pertama PSG di menit ke-53 berawal dari eksekusi sepakan pojok Di Maria yang disambut oleh Presnel Kimpembe. Di Maria merayakan gol tersebut dengan meneriakkan makian ke arah suporter MU.

Tujuh menit berselang, Di Maria yang menyisir sisi kanan pertahanan MU dengan diiringi sorakan dan ejekan dari suporter tuan rumah, sukses mengirim umpan silang manis yang berbuah gol Kylian Mbappe. Ketika ditarik keluar di menit ke-81, Di Maria mendapat standing ovation dari suporter away PSG dan meninggalkan lapangan sebagai Man of The Match.

Balas dendam Angel Di Maria tersebut sukses membawa PSG menjadi tim Prancis pertama yang mengalahkan Manchester United di Old Trafford. Sebaliknya, kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Manchester United. Sebab, kekalahan tersebut tak hanya sekadar menghentikan rentetan laga tak terkalahkan mereka bersama Ole Gunnar Solskjaer, tetapi juga menjadi kekalahan kandang terberat Manchester United di kompetisi Eropa.

“Miracle in Paris”

Manchester United bisa dibilang berada di ujung tanduk. Tak berlebih bila menyebut bahwa mereka butuh keajaiban untuk menyelamatkan nyawa mereka di Liga Champions. Sebab, sepanjang sejarah Liga Champions dan Piala Eropa, belum pernah ada tim yang mampu mengatasi ketertinggalan 2-0 atau lebih di kandang sendiri pada leg pertama.

MU juga harus menjalani laga leg kedua di Parc des Princes pada 6 Maret 2019 dengan skuad yang makin pincang. Selain Paul Pogba yang terkena akumulasi kartu, Ander Herrera, Nemanja Matic, Alexis Sanchez, dan Juan Mata menyusul Jesse Lingard dan Anthony Martial yang sudah absen karena cedera. Namun, MU dan Ole Gunnar Solskjaer tak patah arang!

Perubahan formasi dan susunan pemain dari 4-3-3 menjadi 4-4-2 yang dilakukan Solskjaer bebuah manis tatkala Romelu Lukaku sukses mencuri gol cepat ketika laga baru berjalan 2 menit. Sayangnya, sepuluh menit berselang, Juan Bernat menyamakan kedudukan dan membuat skor agregat kembali menjauh menjadi 3-1.

Sulit untuk membayangkan MU mampu membalikkan keadaan, apalagi setelah Eric Bailly yang di laga ini terpaksa main sebagai bek kanan mengalami cedera. Pertahanan MU makin digempur.

Beruntungnya, di menit ke-30, Gianluigi Buffon yang tampil sebagai penjaga gawang PSG membuat blunder fatal tatkala gagal menangkap sepakan jarak jauh Marcus Rashford dengan sempurna. Bola muntah kemudian sukses dimanfaatkan Romelu Lukaku. Skor 2-1 untuk MU pun bertahan hingga turun minum.

Gol kedua Lukaku di malam tersebut membuat skor agregat menjadi 3-2. PSG masih aman dan tampaknya skor tersebut juga akan bertahan hingga akhir laga. Pasalnya, pasukan Thomas Tuchel amat menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola hingga 72% dan terus membombardir pertahanan MU dengan 12 kali tembakan sepanjang laga.

Akan tetapi, kegigihan Manchester United memanfaatkan peluang yang sangat sedikit berbuah uluran tangan dari Dewi Fortuna. Saat laga tampak akan berakhir untuk kemenangan PSG, Diogo Dalot yang menggantikan Eric Bailly, melepas tembakan dari luar kota penalti yang berbelok arah usai terlihat mengenai tangan Presnel Kimpembe yang berdiri di dalam kotak penalti.

Drama pun terjadi ketika wasit Damir Skomina menepi ke pinggir lapangan untuk melihat tayangan VAR. Pemain kedua tim, termasuk para pendukung tuan rumah menanti dengan cemas. Dan benar saja, dalam tayangan VAR, bola sepakan Dalot jelas mengenai tangan Kimpembe yang tertunduk dengan kepala di tangannya saat wasit menunjuk titik putih.

Marcus Rashford kemudian maju sebagai algojo. Uniknya, ini adalah kali pertama Rashford mengambil eksekusi penalti di laga kompetitif. Namun, dengan tekanan berat dipundaknya, Rashford berhasil mengemban tanggung jawab tersebut. Sepakan kerasnya gagal dihalau Buffon dan menghujam jala gawang PSG serta membuat skor berubah menjadi 3-1.

Gol Rashford tersebut membuat agregat menjadi sama kuat, 3-3. Namun, Setan Merah unggul jumlah gol away. Tak ayal, gol tersebut langsung membuat seisi stadion Parc des Princes terdiam.

Setelah gol tersebut, PSG terus mencoba mencari gol tambahan. Namun, mereka terus menemui kebuntuan di hadapan tembok kokoh pertahanan MU yang dikomandoi Chris Smalling.
Manchester United harus menunggu hingga menit ke-100 sebelum akhirnya merayakan kemenangan tersebut dengan meriah. Sementara di sisi lain, Angel Di Maria tertunduk bersama skuad PSG lainnya.

Sulit dipercaya memang. Manchester United yang datang di laga tersebut dengan skuad yang amat pincang dan terpaksa memainkan skuad yang relatif muda, serta hanya ditangani manager interim sukses membalikkan semua prediksi untuk mencetak salah satu comebacks paling memorable dalam sejarah Liga Champions.

Ini adalah momen yang belum pernah terjadi sebelumnya. MU adalah tim pertama yang sanggup membalikkan ketertinggalan 2-0 atau lebih di kandang sendiri pada leg pertama fase gugur Liga Champions. Maka tak berlebihan jika laga tersebut pantas mendapat julukan “Miracle in Paris”.

Setelah mencatat sejarah tersebut, langkah MU di Liga Champions 2018/2019 memang langsung terhenti di tangan Barcelona di fase 8 besar. Namun, kemenangan dramatis MU atas PSG di babak 16 besar Liga Champions jadi salah satu pertimbangan manajemen Setan Merah untuk mempermanenkan status Ole Gunnar Solskjaer.

Solskjaer memang pada akhirnya gagal mempersembahkan trofi untuk mantan klubnya. Namun, seperti yang kami bilang di awal. Kemenangan dramatis Manchester United atas PSG di babak 16 besar Liga Champions 2018/2019 tak hanya sekadar menjadi salah satu comebacks paling memorable dalam sejarah Liga Champions, tetapi juga menjadi salah satu kenangan dari Ole Gunnar Solskjaer yang wajib diingat seumur hidup oleh fans Manchester United.


Referensi: BBC, UEFA, BBC, Goal, Manchester Evening News.

NGAWUR! Bisa-Bisanya Pemain Ini Tak Dipanggil Timnas Indonesia di Piala Asia 2023

0

Postingan dengan tema boarding di bandara, jadi cara unik akun Instagram @timnas.indonesia mengumumkan 29 nama yang dipanggil Shin Tae-yong guna TC di Turki. Nantinya, nama-nama tersebut akan diseleksi untuk persiapan Piala Asia 2023 pertengahan Januari 2024 mendatang.

Namun, dari nama yang muncul ada sejumlah pemain yang tak dipanggil. Meskipun pemain tersebut sedang dalam performa terbaik bersama klub. Lantas siapa pemain yang dimaksud? Berikut adalah nama-nama pemain yang sebenarnya layak masuk skuad Piala Asia 2023.

Nadeo Argawinata

Nama pertama yang tidak dipanggil STY adalah Nadeo Argawinata. Tak sedikit yang menyayangkan keputusan ini. Alih-alih memanggil Nadeo, pelatih asal Korea Selatan itu justru memanggil Muhammad Riyandi, Ernando Ari, dan Syahrul Trisna Fadillah. 

Padahal Nadeo Argawinata tengah berada di puncak performa dalam dua musim terakhir. Terlebih, pemain asli Kediri ini membawa Pesut Etam memuncaki klasemen sementara Liga Indonesia musim 2023/24. Bersama Borneo, Nadeo juga sudah mengantongi 75 penyelamatan dan 11 clean sheet. Berbeda dengan Ernando yang baru mengemas 35 penyelamatan dan dua nirbobol. 

Kiper lain yang dipanggil, Muhammad Riyandi bahkan hanya melakukan 48 penyelamatan dan satu clean sheet. Syahrul malah yang paling buruk dengan 35 penyelamatan dan satu clean sheet saja. Tampaknya, STY masih kecewa dengan performa Nadeo di laga kontra Irak kemarin.

Stefano Lilipaly

Masih dari Borneo FC, Stefano Lilipaly juga untuk kesekian kalinya tak dipanggil oleh Shin Tae-yong. Padahal pemain berdarah Belanda itu tampil cemerlang bersama klubnya saat ini. Lilipaly berkontribusidalam 20 gol yang diciptakan Borneo selama 23 laga.

Catatan tersebut sekaligus menjadikan musim ini sebagai musim terbaiknya selama berkarier di Indonesia. Pemain berusia 33 tahun itu masih layak membela Timnas Indonesia. Sayangnya, statistik itu tak dilihat oleh Shin Tae-yong. Dilansir CNN Indonesia, Coach Shin menilai stamina Lilipaly sudah tidak mumpuni untuk menghadapi tim-tim yang kualitasnya di atas Timnas Indonesia.

Jika masalahnya hanya stamina, sebetulnya ada atribut lain yang bisa dimanfaatkan dari Lilipaly. Misalnya, keahliannya dalam menemukan ruang dan naluri mencetak gol di tengah kebuntuan. Dua keahlian itu tak dimiliki oleh Dendy Sulistyawan yang, lagi-lagi dipanggil oleh Shin Tae-yong. Meskipun performanya di Bhayangkara FC tidak menarik.

Fachrudin Aryanto

Fachrudin Aryanto juga tak terlihat dalam daftar pemain yang dipanggil Coach Shin. Tanpa menanyakan apa alasannya, kita sudah bisa menyimpulkan mengapa Fachrudin mulai tersisih. Ya, tentu saja karena keberadaan Jordi Amat di sektor pertahanan Timnas Indonesia.

Menurut sejarahnya, Fachrudin adalah pemain paling berpengalaman di tim nasional saat ini. Bayangkan saja, pemain kelahiran Klaten tersebut sudah jadi andalan Skuad Garuda sejak era almarhum Alfred Riedl. Jadi, soal pengalaman, kepemimpinan dan komitmen di lapangan, Fachrudin sudah tak diragukan lagi. Ia adalah salah satu bek tengah terbaik yang dimiliki Indonesia.

Fachrudin juga masih jadi pilihan utama di Madura United. Tak heran, ia dipandang lebih layak masuk skuad tim nasional Indonesia ketimbang pemain-pemain muda minim pengalaman macam Wahyu Prasetyo. Namun, lagi-lagi ini soal selera sang pelatih. Coach Shin menilai peran Fachrudin bisa diemban oleh Jordi Amat.

Alfreandra Dewangga

Ketimbang Wahyu Prasetyo, Alfreandra Dewangga barangkali lebih layak masuk ke Timnas. Selain masih muda, Dewangga memiliki segudang pengalaman di ajang internasional. Dewangga juga tak perlu lagi adaptasi dengan skema permainan STY. Sang pemain sudah beberapa kali tampil di bawah mantan pelatih Seongnam Ilhwa itu.

Kelebihan dari pemain yang satu ini adalah fleksibilitas dan kemampuan lemparan jarak jauh seperti apa yang dimiliki oleh Pratama Arhan. Dewangga bisa bermain di bek kiri, bek tengah, dan gelandang bertahan dengan sama baiknya. Itu sudah terbukti di Timnas Indonesia U-23. Sedangkan lemparan jarak jauh sudah terasah selama satu tahun terakhir.

Selain itu, Dewangga juga memiliki stamina dan etos kerja yang sangat baik. Dua karakteristik kesukaan STY. Jadi, cukup aneh apabila tidak memasukan namanya ke skuad tim nasional. Mungkin, Coach Shin beranggapan kalau Edo dan Wahyu memiliki kualitas yang lebih baik darinya.

Beckham Putra

Di sektor gelandang, Bumi Pasundan punya satu nama yang layak masuk skuad Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong. Dia adalah Beckham Putra Nugraha. Seluruh fans sepakbola Indonesia pasti tak asing dengan pemain yang satu ini. Selain namanya yang mirip dengan legenda Timnas Inggris, kemampuan Beckham Putra juga di atas rata-rata pemain seusianya.

Produk asli Persib Bandung ini masih berusia 22 tahun. Tapi dirinya sudah jadi andalan di sektor tengah Maung Bandung dalam tiga musim terakhir. Kreativitas dan akselerasinya di lapangan sangat diandalkan oleh Persib. Selain itu, Beckham juga dianugerahi naluri mencetak gol yang tinggi meski bermain sebagai gelandang serang.

Mungkin ketimbang memasukan nama Adam Alis dan Arkhan Fikri, Beckham Putra lebih layak mengisi sektor tengah tim nasional Indonesia. Terlebih, pemain berusia 22 tahun itu sudah sering bermain bersama Marc Klok. Jadi, Beckham bisa jadi tandem yang sempurna bagi pemain keturunan Belanda itu.

Mohammad Khanafi

Selanjutnya ada Mohammad Khanafi. Jika Shin Tae-yong ingin menambahkan unsur baru di lini serang Timnas Indonesia, pemain yang satu ini bisa jadi pertimbangan. Striker Persik Kediri ini beberapa kali mencuri perhatian melalui aksinya di Liga Indonesia. Meski bukan pilihan utama di Persik Kediri, Khanafi selalu bisa diandalkan apabila diberi kesempatan oleh Marcelo Rospide.

Catatan tujuh kontribusi gol dengan menit seadanya sudah bisa jadi bukti kalau Khanafi menyimpan potensi yang besar bersama Persik. Kecepatan jadi modal terbesarnya dalam menerobos pertahanan lawan. Umpan-umpan jarak jauh dari Jordi Amat, Marc Klok, atau bahkan Ivar Jenner bisa dipercayakan kepada Mohammad Khanafi.

Ricky Fajrin

Terakhir ada wajah yang sudah lama tak terlihat, Ricky Fajrin. Pemain Bali United itu terakhir kali tampil untuk Timnas Indonesia pada tahun 2019. Bisa dibilang, kala itu Ricky adalah salah satu pemain kesayangan Luis Milla. Nah, di tengah menurunnya performa Pratama Arhan, Ricky Fajrin sebetulnya layak dicoba kembali.

Ricky Fajrin punya kapasitas dalam bertahan maupun menyerang. Ketika bertahan, pengambilan keputusannya matang. Tekel-tekel yang dilepaskan cenderung bersih. Sementara performanya saat membantu serangan juga impresif. Ricky memiliki kecepatan berlari dan umpan-umpan panjang yang relatif akurat. 

Jam terbang yang dimiliki Ricky Fajrin, baik di level klub maupun di Timnas Indonesia, tentu menghasilkan pengalaman yang berharga. Hal itu yang membentuk mental bermainnya. Dengan segala kemampuannya itu, Ricky Fajrin masih sangat layak untuk tampil di Timnas Indonesia.

Sumber: Bola, Jpnn, CNN, Transfermarkt

Berita Bola Terbaru 20 Desember 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Atletico Madrid hanya mampu bermain imbang 3-3 kala menjamu sesama tim ibu kota, Getafe dalam laga La Liga 2023/24 jornada 18 di Estadio Wanda Metropolitano, Rabu (20/12) dini hari WIB. Tiga gol Atletico Madrid dicetak oleh Antoine Griezmann yang membuat dua gol (44’ dan 69’) serta Alvaro Morata. Sedangkan Getafe membikin gol lewat Borja Mayoral (53’ dan 90+3’), dan Oscar Rodriguez.

Chelsea menyingkirkan Newcastle United di Stamford Bridge pada babak perempat final Piala Liga Inggris, Rabu (20/12) dini hari WIB. The Blues sebetulnya nyaris terdepak, usai Newcastle unggul lebih dulu di menit ke-16 lewat Callum Wilson, namun gol Mykhailo Mudryk di injury time mampu memaksakan duel berakhir 1-1 di waktu normal. Pemenang akhirnya harus dicari lewat adu penalti, setelah tidak ada tambahan 2×15 menit. Chelsea menang 4-2 dalam fase tos-tosan.

Napoli secara mengejutkan takluk di kandangnya sendiri oleh Frosinone dan gugur prematur dari Coppa Italia 2023/24. Laga alot di babak pertama berakhir tanpa gol, namun Enzo Barrenechea (65′), Giuseppe Caso (70′), Walid Cheddira (90+1′), dan Abdou Harroui (90+5′) memberi nestapa kepada tuan rumah.

Borussia Dortmund ditahan imbang tim tamu, Mainz, 1-1, dalam lanjutan Liga Jerman, di Signal Iduna Park, Rabu (20/12) dini hari WIB. Bermain sebagai tuan rumah, Dortmund unggul lebih dahulu setelah Julian Brandt mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-29. Namun, mereka gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan usai setelah Sepp van den Berg membuat skor menjadi 1-1 pada menit ke-43.

Manchester City berhasil melenggang ke final Piala Dunia Antarklub 2023. Di babak semifinal, City sukses menghajar Urawa Red Diamonds 3-0, di King Abdullah Sports City.  City baru bisa mencetak gol, itupun via gol bunuh diri Marius Hoibraten (45+1’). Baru di babak kedua, The Citizens menjauh meyakinkan. Mateo Kovacic menggandakan skor (52’), lalu diikuti oleh gol dari Bernardo Silva (59’). Di partai puncak yang diselenggarakan pada 23 Desember 2023, City ditantang oleh Fluminense.

GRIEZMANN SAH TOP SKOR ATLETICO MADRID

Antoine Griezmann resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Atletico Madrid usai mengemas dua gol kontra Getafe. Griezmann kini punya rekening 173 gol untuk Atletico Madrid. Namanya sejajar dengan Luis Aragones yang juga membikin 173 gol untuk Los Rojiblancos. Bukan mustahil, Griezmann bakal nangkring di posisi teratas pencetak gol terbanyak Atletico mengingat statusnya masih aktif sebagai pesepakbola.

DUH, PEDRI CEDERA LAGI

Kabar tak sedap kembali menghampiri Barcelona. Gelandang muda milik mereka, Pedri, harus absen sebentar setelah mengalami cedera otot saat latihan, Selasa (19/12). Pemain internasional Spanyol berusia 21 tahun, yang telah menjadi starter dalam delapan pertandingan La Liga musim ini, pasti akan melewatkan pertandingan sang juara bertahan melawan tim terbawah Almeria pada hari Rabu (20/12) waktu setempat.

PELATIH NOTTINGHAM FOREST DIPECAT

Steve Cooper resmi dipecat sebagai pelatih Nottingham Forest. Forest telah kalah lima kali dari enam pertandingan terakhirnya di Premier League, termasuk kekalahan 2-0 di kandang Jumat lalu dari Tottenham. Mantan bos Wolves dan Tottenham Nuno Espirito Santo adalah favorit untuk menggantikan Cooper di City Ground dan Sky Sports News memprediksi manajer asal Portugal itu dapat ditunjuk menjelang laga Forest berikutnya di kandang melawan Bournemouth, Sabtu akhir pekan nanti.

BARCELONA INGINKAN KESEPAKATAN SEPERTI EDGAR DAVIDS DI BURSA JANUARI 2024

Barcelona dalam situasi sulit menjelang bursa transfer Januari karena ada kebutuhan untuk memperkuat skuat, namun situasi FFP tidak serta merta memungkinkan hal tersebut. Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengatakan klubnya akan menargetkan seorang gelandang pada Januari dalam kesepakatan serupa dengan yang dilakukan Edgar Davids dengan klub La Liga itu pada 2004. Davids dipinjamkan oleh Juve pada pertengahan musim 2003/04 ketika mereka berada di peringkat ketujuh klasemen dan membantu memicu kebangkitan yang membuat Barca finis di posisi kedua.

ALABA CEDERA, REAL MADRID REKRUT VARANE?

Real Madrid diwartakan berusaha memulangkan Raphael Varane. Langkah ini diambil usai El Real krisis bek tengah. Madrid saat ini mengalami krisis bek usai David Alaba mengalami cedera ACL. Sebelumnya, El Real juga telah kehilangan Eder Militao akibat cedera serupa. Madrid kemungkinan besar bakal berusaha untuk meminjam Varane dari MU hingga akhir musim. Mengingat, Los Blancos tampaknya juga enggan mengeluarkan dana besar di bursa transfer Januari mendatang.

HUBUNGAN REAL MADRID DAN ANCELOTTI MEMANAS

Hubungan Real Madrid dan Carlo Ancelotti dilaporkan tengah memanas. Krisis bek tengah dikabarkan menjadi penyebabnya. Ancelotti berencana untuk merekrut bek tengah baru pada Januari 2024 nanti untuk mengatasi masalah tersebut. Ia sudah mengajukan permintaan kepada manajemen Real Madrid untuk memberikan dana demi mewujudkan itu. Akan tetapi, permintaan tersebut rupanya ditolak oleh manajemen klub. Penolakan ini pun tidak hanya terjadi satu kali. Jika kedua pihak tak menemukan kata sepakat, mungkinkah Madrid bakal memberhentikan Ancelotti?

COURTOIS PASTIKAN ABSEN DI EURO 2024

Kiper Timnas Belgia, Thibaut Courtois (Thibo Kurtoa) dipastikan akan menepi saat ajang Piala Eropa 2024 berlangsung. Courtois tidak akan memaksakan diri untuk tampil sebelum pulih sepenuhnya dari cedera. Seperti diketahui, Courtois sedang menjalani pemulihan akibat cedera ACL yang dideritanya sejak awal musim 2023/24. Courtois menjelaskan, keputusannya didasari pada saran Real Madrid yang memintanya pulih sepenuhnya sebelum tampil kembali.

VIRAL LEGENDA INTER ZANETTI DILARANG MASUK AREA DRAWING UCL

Legenda Inter Milan, Javier Zanetti tidak diperbolehkan masuk ke acara drawing Liga Champions. Satpam yang bertugas dengan tegas menyatakan bahwa Zanetti tidak bisa ke dalam tanpa tanda pengenal. Zanetti berusaha beradu argumen. Namun petugas tetap bertahan dengan keputusannya. Orang-orang di sekitar sempat membantu menjelaskan situasi. Beberapa saat kemudian, barulah petugas keamanan mengizinkan Zanetti masuk sambil tetap mengiringi Zanetti berjalan ke arah pintu masuk.

MURAL RAKSASA MESSI UNTUK PERINGATI GELAR JUARA PILDUN 2022

Mural Raksasa bergambar Lionel Messi terpampang di Buenos Aires. Mural yang memiliki tinggi 35 meter dan lebar 18 meter dibuat oleh seniman, Martin Ron. Mural raksasa ini menghias di gedung tinggi yang terletak di sisi 9 de Julio Avenue. Karya seni tersebut didedikasikan untuk memperingati satu tahun Timnas Argentina merengkuh gelar juara Piala Dunia 2022.

RONALDO KALAHKAN LIONEL MESSI DI GOOGLE

Google yang tepat berusia 25 tahun pada 4 September 2023 lalu mengumumkan nama-nama tokoh yang paling banyak dicari dalam mesin pencari mereka. Sepak bola menjadi cabang olahraga paling dicari. Sementara itu, Cristiano Ronaldo menjadi atlet yang paling banyak dicari oleh pengguna Google. Sebelumnya, media Spanyol Marca juga telah merilis daftar atlet paling dicari di Google pada 2023 dengan nama CR7 menempati posisi teratas. Menurut laporan itu, nama Ronaldo dicari sebanyak 199,4 juta kali di Google pada 2023. Ronaldo mengungguli Neymar (140,9 juta kali) yang menempati peringkat dua dan Lionel Messi (104,4 juta kali) yang menghuni posisi tiga.

DAFTAR 29 PEMAIN TC TIMNAS INDONESIA

PSSI sudah mengumumkan sebanyak 29 pemain Timnas Indonesia yang akan dibawa melakukan pemusatan latihan di Turki. Skuad Timnas Indonesia masih dihiasi nama-nama langganan. Pemain yang baru mendapatkan paspor Indonesia, Justin Hubner, juga dibawa ke Turki. Selain itu, ada juga Ivar Jenner dan Marselino Ferdinan. STY harus mencoret sebanyak enam pemain untuk di bawa ke Qatar, Skuad Piala Asia 2023 hanya akan dihuni 23 pemain.

INZAGHI SENANG INTER KETEMU ATLETICO

Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi menyambut positif hasil drawing babak 16 besar Liga Champions 2023/24. Inzaghi senang Inter akan menghadapi klub asal Spanyol, Atletico Madrid. Inzaghi tidak gentar menghadapi Atletico. Inter yang merupakan finalis Liga Champions musim lalu itu ingin kembali melaju jauh. “Ini akan jadi pertandingan babak 16 besar yang hebat, dua tim berkualitas tinggi di dua stadion yang akan punya banyak penonton,” ucapnya.

AC MILAN TERANCAM KEHILANGAN POBEGA

Gelandang AC Milan Tommaso Pobega mungkin harus menjalani operasi setelah mengalami cedera pada paruh pertama kemenangan atas Monza, akhir pekan lalu. Pemain berusia 24 tahun itu terpaksa keluar lapangan pada menit ke-24 dalam kemenangan 3-0 Rossoneri atas Biancorossi pada Minggu sore. Ada risiko dia harus menjalani operasi, yang akan membuatnya absen selama beberapa minggu mendatang.

BARCELONA PERTIMBANGKAN BUANG RAPHINHA DI JANUARI

Raphinha dinilai gagal berkembang sejak gabung 18 bulan lalu. Ia akan diuangkan pihak Barca di bursa transfer januari mendatang. Klub melihat, sudah saatnya pemain Brasil itu angkat kaki dari Camp Nou setelah dirinya tak menunjukkan progres yang diharapkan. Menurut Football espana, pihak Barca sudah mengundang klub-klub peminat untuk mengajukan penawaran untuk Raphinha, termasuk MU, dan kubu MU pun disebut-sebut sudah membuka komunikasi dengan manajemen Los Blaugrana.

STRIKER CHELSEA INI TERINSPIRASI OLEH DE BRUYNE DAN SALAH

Pesepakbola Senegal Nicklas Jackson kerap disorot usai baru membuat tujuh gol dalam 16 pertandingan Chelsea di Premier League. Jackson mengatakan, para pengkritiknya tidak tahu tentang sepakbola. Jackson menegaskan bahwa dirinya tidak terpengaruh dengan kritik. Penyerang berusia 22 tahun itu ingin meniru jejak De Bruyne dan Mo Salah yang pernah mengalami kesulitan di Chelsea sebelum menjelma sebagai pemain top untuk Manchester City dan Liverpool.

ERIKSEN KIRIM PESAN UNTUK PEMAIN LUTON YANG KOLAPS

Christian Eriksen telah mengirimkan pesan dukungan kepada pemain yang mengalami serangan jantung saat Pertandingan Liga Premier, yakni kapten Luton Town, Tom Lockyer. Tom Lockyer sempat kolaps pada pertandingan Luton kontra Bournemouth akhir pekan kemarin. Sang pemain dikirimi pesan oleh Eriksen, yang juga pernah mengalami hal serupa. “Saran saya kepadanya adalah mengambil keputusan terbaik yang Anda bisa. Dengarkan dokter dan jika (mereka) meminta Anda melakukan hal lain, hormati itu,” ucap Eriksen.

REAL MADRID PUTUSKAN TAK AKAN REKRUT BEK TENGAH PADA JANUARI

Real Madrid mengalami salah satu krisis cedera terburuk sepanjang sejarah, dan khususnya, hal ini berdampak pada pertahanan mereka. Di sektor pertahanan, yang tersisa hanyalah Nacho Fernandez dan Antonio Rudiger sebagai opsi pertahanan murni. Meski krisis bek, kabar terbaru melaporkan Madrid tak berencana merekrut defender baru pada Januari atau musim panas mendatang. Prioritas mereka adalah mendatangkan Kylian Mbappe dan Alphonso Davies pada jendela transfer musim panas mendatang.

POCHETTINO: CARABAO CUP PRIORITAS CHELSEA

Mauricio Pochettino mematok target juara Carabao Cup bersama Chelsea. Trofi ini menjadi prioritas bagi Pochettino yang belum pernah juara di Inggris. “Tentu saja saya ingin meraih trofi di Inggris. Saya ingin mengangkat trofi di kompetisi ini karena ini penting. Ini sangat berarti karena kami ingin menyelesaikan tugas untuk klub kami. Mempersembahkan trofi, yang paling penting adalah menang,” ucap Pochettino.

MCTOMINAY BANGGA JADI KAPTEN MU

Scott McTominay menyatakan rasa bangganya setelah diberi kesempatan menjadi kapten dalam bentrokan kontra Liverpool, Minggu (17/12) malam WIB. Dia mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan kehormatan terbesar dalam perjalanan kariernya. Tominay diberi tanggung jawab karena kapten utama Bruno Fernandes berhalangan akibat sanksi skorsing. Tominay juga mengungkapkan penghargaannya terhadap Ten Hag dan yakin bahwa terdapat aspek positif yang dapat diambil dari hasil laga di Anfield, menjelang periode sibuk akhir tahun.  

BUKAN KE DORTMUND, SANCHO BAKAL GABUNG KLUB BUNDESLIGA INI

Ada rumor baru beredar seputar masa depan Jadon Sancho. Winger berkebangsaan Inggris itu dikabarkan berpotensi kembali bermain di Bundesliga bersama RB Leipzig. Menurut laporan Sportbible, RB Leipzig saat ini berminat untuk mengangkut Sancho ke Jerman. Die Roten Bullen lagi butuh tambahan tenaga di sektor sayap mereka. Itulah mengapa mereka berminat pada Sancho. Sejauh ini Sancho masih belum menentukan ke mana ia akan berlabuh di paruh kedua musim 2023/2024.

MOURINHO BANTAH DEPAK DE BRUYNE DARI CHELSEA

Menurut kabar dari Goal. Jose Mourinho membantah dirinya mendepak Kevin De Bruyne dari Chelsea, beberapa tahun silam, dan mengungkapkan bahwa justru sang gelandang itulah yang memaksa untuk angkat kaki dari Stamford Bridge. Mourinho mengatakan, meski sudah jelas dirinya ingin De Bruyne untuk tetap bertahan di Chelsea, sang pemain memberontak. Ia kembali menegaskan ingin cabut. Mourinho pun akhirnya mengizinkannya pergi. Toh, ia merasa pemain lain akan bisa menggantikannya di Chelsea.

Liverpool, Arsenal, dan Aston Villa Berebut Puncak Liga Inggris di Boxing Day

Boxing Day is coming. Libur Natal dan tahun baru di Inggris akan disuguhi banyak pertandingan seru. Para pemain dan klub juga akan berlomba-lomba memberikan kado indah di hari yang spesial nanti.

Boxing Day musim ini akan sangat menarik karena diwarnai persaingan sengit perebutan puncak klasemen Liga Inggris. Perbedaan poin yang tipis antara Arsenal, Liverpool, dan Aston Villa akan sangat menentukan siapa yang bakal tersenyum di periode yang sangat padat ini.

Jelang Boxing Day 2023/24

Liga Inggris kini memasuki pekan ke-18. Arsenal masih memuncaki klasemen sementara dengan 39 poin. Namun hanya selisih satu poin dengan Liverpool dan Aston Villa yang berada di peringkat kedua dan ketiga dengan koleksi 38 poin.

Dengan kondisi tersebut, laga di pekan ke-18 dan laga Boxing Day di pekan ke-19, akan menjadi penentu siapa yang bakal memuncaki klasemen Liga Inggris. Jika melihat jadwal, hanya akan ada Liverpool, Arsenal dan Aston villa yang terdepan dalam persaingan.

Maaf, tanpa mengecilkan juara bertahan Manchester City yang berada di peringkat ke-4 dengan koleksi sementara 34 poin. Pasalnya The Citizens akan absen di laga pekan ke-18 karena berdekatan dengan final Piala Dunia Antarklub.

Anak asuh Pep baru berlaga di Liga Inggris pada tanggal 28 Desember 2023 melawan Everton. Jadi otomatis poin mereka tak akan cukup untuk bersaing memuncaki klasemen di Boxing Day kali ini.

Liverpool Vs Arsenal

Laga Liverpool vs Arsenal yang akan digelar sebelum Boxing Day akan menjadi sorotan. Mereka akan saling bunuh demi memantapkan singgasana puncak klasemen Liga Inggris jelang Boxing Day.

Dilihat dari head to head, Liverpool ternyata unggul dari Arsenal. Dari total 67 laga yang mereka lakoni, The Reds menang 24 kali, sedangkan The Gunners hanya menang 19 kali. Sedangkan sisanya berakhir seri.

Jika dilihat dari lima pertemuan terakhir di Anfield, Liverpool juga tak pernah kalah dari Arsenal. Hasilnya tiga kali seri dan dua kemenangan bagi sang tuan rumah. Apalagi kalau ditelusuri lebih jauh, Meriam London terakhir kali menang atas Liverpool di Anfield adalah pada bulan September 2012. Ketika itu Arsenal menang dengan skor 2-0.

Keunggulan Liverpool secara head to head tak serta-merta membuat pasukan Klopp jumawa. Di pekan ke-17 Liga Inggris ketika menghadapi MU di Anfield saja mereka bak macan ompong. “Lord” Darwin Nunez dan kawan-kawan hanya bermain seri 0-0.

Di sisi lain, Arsenal masih dalam track yang bagus. Kemenangan melawan Brighton 2-0 jadi modal penting mereka jelang bentrok di Anfield. Apalagi Arteta bisa memanfaatkan kelelahan pasukan Klopp yang harus berlaga di tengah pekan melawan West Ham di Carabao Cup.

Ya, kemenangan pasti menjadi harga mati kedua tim demi memuncaki klasemen Liga Inggris. Hasil seri saja tidak cukup. Karena apabila seri, yang mendapatkan untungnya adalah Aston Villa.

Aston Villa Mengancam

Aston Villa diam-diam mengancam Liverpool dan Arsenal. Karena di pekan ke-18 mereka hanya akan menghadapi Sheffield United. Tim juru kunci yang telah kebobolan 43 gol sejauh ini. Apalagi laga nanti akan dihelat di Villa Park. Lihat saja perkasanya The Villans kalau berlaga di kandang sendiri. Otomatis tiga poin akan jadi harga mati bagi pasukan Unai Emery.

Aston Villa memang makin konsisten. Mereka baru saja mengalahkan Brentford. Sejak terakhir kalah 2-0 atas Nottingham Forest di awal November lalu, anak asuh Emery belum pernah kalah lagi di semua kompetisi.

Akan jadi menarik jika laga Liverpool vs Arsenal hanya berakhir seri, dan Aston Villa akhirnya menang atas Sheffield. Dengan hasil itu, maka Aston Villa mengkudeta Arsenal di puncak klasemen dengan raihan 41 poin. Namun jika dari laga Liverpool vs Arsenal ada salah satu yang menang, maka kans Aston Villa memuncaki klasemen Liga Inggris menipis.

Boxing Day, Liverpool Diuntungkan, Aston Villa dan Arsenal Agak Berat

Pasalnya, di laga Boxing Day pekan ke-19 Liga Inggris, Aston Villa akan bertemu dengan MU di Old Trafford. MU bukan lawan yang mudah bagi pasukan Emery. Buktinya dengan tim yang compang-camping itu pun, Liverpool ditahan imbang di Anfield.

Secara head to head pun Red Devils unggul jauh dari Aston Villa. Dari 58 laga, MU menang 40 kali, sedangkan Aston Villa hanya menang 4 kali, dan sisanya berakhir seri. Ya, kesempatan Aston Villa mencuri poin di Old Trafford memang terlihat berat.

Justru yang diuntungkan di laga Boxing Day untuk meraih poin penuh adalah Liverpool. Mereka hanya akan menghadapi tim Burnley. Meski dihelat di Turf Moor, tapi peluang anak asuh Klopp raih tiga poin di laga tersebut sangatlah besar. Lagi pula The Clarets juga terakhir kali menang atas Liverpool di markasnya sendiri pada Agustus 2016 silam.

Di lain tempat, The Gunners akan menghadapi West Ham. Meski dihelat di Emirates, anak asuh Arteta harus tetap waspada. Pasalnya Arsenal sering kesulitan jika menghadapi The Hammers.

Dikandaskan di Carabao Cup musim ini dan ditahan imbang jelang musim lalu berakhir, telah jadi bukti. Tapi tenang, Arsenal terakhir kali kalah atas West Ham di kandang sendiri adalah pada bulan Agustus 2015.

Hitung-Hitungan

Well, jika dilihat dari hitung-hitungan untuk berebut puncak klasemen Liga Inggris di Boxing Day, sebenarnya akan sangat bergantung pada laga Liverpool vs Arsenal di pekan ke-18.

Jika seandainya Liverpool menang atas Arsenal dan Burnley sekaligus, maka bisa dipastikan Liverpool akan merebut posisi puncak Liga Inggris di Boxing Day nanti. Hal yang sama pun berlaku bagi Arsenal. Jika mereka mampu raup tiga poin atas Liverpool dan West Ham, tanpa melihat hasil klub lain mereka juga akan memuncaki klasemen Liga Inggris.

Bagi Aston Villa, mereka mau tidak mau harus meraup tiga poin melawan Sheffield dan MU, jika masih ingin punya kans memuncaki klasemen Liga Inggris di Boxing Day nanti. Karena kalau satu laga saja terpeleset, akan makin susah.

Tapi meskipun sudah raup poin penuh atas Sheffield dan MU, mereka masih harus bergantung hasil dari Arsenal maupun Liverpool. Mereka harus berharap salah satu dari Arsenal dan Liverpool tak bisa raih poin penuh di salah satu laga.

Ya, fluktuasi poin dari Liverpool, Arsenal dan Aston Villa di Boxing Day musim ini patut untuk disimak. Bagaimanapun ketiga klub tersebut tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas untuk memberikan kado istimewa bagi fans di hari yang spesial dengan memuncaki klasemen Liga Inggris.

Peluang dan Rekor

Kalau dilihat dari segi potensi, mental, dan peluang, Liverpool dan Arsenal tetaplah yang terdepan untuk diunggulkan memuncaki klasemen di Boxing Day musim ini. karena rekor Liverpool dan Arsenal di Boxing Day terbilang apik.

Selama Boxing Day di era Jurgen Klopp, Liverpool hanya menelan satu kekalahan saja. Mereka justru sering kali menang di laga Boxing Day. Misalnya ketika menghabisi Newcastle 4-0 pada 2018 dan Leicester dengan skor yang sama setahun berikutnya. Namun rekor tersebut dikalahkan oleh Arsenal.

Sejak ditukangi Mikel Arteta, Arsenal tidak pernah kalah di laga Boxing Day. Dengan catatan mereka menang tiga kali dan seri sekali. Menariknya, kemenangan terakhir yang diraih Arsenal di Boxing Day musim lalu adalah ketika mengalahkan West Ham United di Emirates.

Sumber Referensi : 90min, aiscore, dailymail, aiscore, thisisanfield, aiscore, theshortfuse, aiscore

Kemunculan Para Pelatih Muda yang Mengguncang Sepak Bola Eropa

0

Para pelatih muda kembali mengguncang sepak bola Eropa. Hari ini banyak pelatih muda yang cukup sukses menukangi timnya. Walaupun tim yang diasuhnya bukan termasuk tim raksasa. Dari sekian nama yang muncul, ada beberapa yang menarik perhatian.

Di antaranya adalah mereka yang melatih tim-tim di Bundesliga, Ligue 1, hingga Serie A. Bahkan ada pula yang memberikan keajaiban di Liga Champions. Siapakah para pelatih muda tersebut? Mungkinkah mereka ini pada akhirnya akan dilirik tim-tim raksasa?

Sebastian Hoeness

Bruno Labadia yang diproyeksikan sebagai penerus Pellegrino Matarazzo justru tidak membawa angin segar untuk VfB Stuttgart. Tim itu pun akhirnya mendepak Labadia kurang dari empat bulan usai diboyong pada Desember 2022. Sebelum musim 2023/24 bergulir, Stuttgart sudah mendapatkan pelatih baru.

Orang itu adalah Sebastian Hoeness yang datang pada April 2023. Dilansir Deutsche Welle, CEO Stuttgart, Alexander Wehrle yakin Sebastian Hoeness adalah sosok yang tepat untuk tim. Pengalaman Hoeness di Bundesliga dengan menangani tim-tim muda dilihat oleh CEO Stuttgart tersebut.

Hoeness betul berpengalaman melatih tim muda. Bahkan sejak di Zehlendorf. Hoeness juga pernah menukangi tim muda Bayern Munchen, tak terkecuali tim Bayern Munchen II. Kendati pengalaman di tim seniornya baru mulai ketika menukangi TSG Hoffenheim.

Sebastian Hoeness bukan keturunan orang sembarangan. Ayahnya, Dieter Hoeness adalah mantan penyerang Timnas Jerman. Sementara sang paman, Uli Hoeness juga sama. Uli bahkan kini menjabat anggota dewan penasihat Bayern Munchen. Setelah ditunjuk, Sebastian Hoeness mulai menanamkan pengaruhnya di VfB Stuttgart.

Hal itu terlihat musim ini. Hoeness membawa Stuttgart ngosak-ngasik di Bundesliga. Hingga pertandingan ke-15, Stuttgart dibawanya ke empat besar. Pencapaian yang menakjubkan untuk tim yang pada musim lalu nyaris terdegradasi.

Lewat formasi 4-2-3-1, Hoeness menyulap Stuttgart menjadi tim yang punya stabilitas pertahanan dan sepak bola menyerang yang ekspansif. Jika kamu pernah menonton Munchen saat dilatih Hansi Flick, kurang lebih gaya mainnya sama.

Pelatih 41 tahun itu juga menjadikan Sehrou Guirassy mesin gol di Bundesliga yang menghantui jumlah gol Harry Kane. Di tangannya, pemain seperti Denis Undav juga kembali menemukan ritme permainannya.

Xabi Alonso

Akan menjadi biasa saja andai Xabi Alonso datang ke Bundesliga membuat Bayer Leverkusen stagnan. Xabi Alonso juga akan dicaci maki apabila Die Werkself justru nyaris terdegradasi di tangannya.

Namun, yang terjadi tidak begitu. Di tangan mantan pemain Real Madrid tersebut, Bayer Leverkusen benar-benar jadi jago. Datang untuk menggantikan Gerardo Seoane, Alonso dengan cepat menerapkan gaya permainannya. Peraih gelar Piala Dunia 2010 itu tidak kesulitan untuk beradaptasi pada iklim Bundesliga.

Tentu karena Alonso pernah bermain untuk Bayern Munchen. Tapi bermain dan melatih adalah dua hal yang berbeda. Alonso juga tidak melatih mantan timnya dulu. Namun, sejauh ini, Alonso mengerti cara mengelola tim seperti Bayer Leverkusen.

Maklum, pelatih yang satu ini kenyang dilatih oleh pelatih-pelatih beken. Jadi ilmunya itu tinggal dipraktikkan saja. Hasilnya, dari 15 laga di Bundesliga musim ini, Die Werkself belum terkalahkan. Di Liga Eropa, enam laga di Grup H mereka sapu bersih dengan kemenangan.

Tak ayal kalau Bergas Agung Brilianto, penulis The Flanker menulis bahwa Leverkusen benar-benar terlihat seperti tim yang dilatih dengan sangat baik. Semuanya on point, mendetail. Kalau sudah begini, juara Bundesliga ataupun tidak, meraih trofi maupun tidak, Leverkusen asuhan Alonso akan tetap mendapat pujian.

Bahkan bukan cuma itu. Apa pun hasil yang diperoleh Bayer Leverkusen di akhir musim nanti, Xabi Alonso yang usianya baru 42 tahun masih akan dilirik oleh tim-tim besar. Kalaupun tidak, yakin deh, para penggemar Liverpool maupun Real Madrid pasti ingin Alonso suatu saat nanti melatih dua tim itu.

Francesco Farioli

Didier Digard merasa semuanya akan baik-baik saja ketika ditunjuk melatih OGC Nice, menggantikan Lucien Favre. Namun, hanya meriah 17 poin dari 13 pertandingan terakhirnya di Ligue 1 pada musim 2022/23 dan tersingkir di Liga Konferensi Eropa oleh FC Basel di babak perempat final, membuatnya tersingkir.

Petinggi Nice menginginkan perubahan. Dan perubahan yang diinginkan itu mesti dipimpin manajer baru. Alhasil, Francesco Farioli, pelatih yang usianya lebih muda dari Lionel Messi ditunjuk. Sama sekali tidak ada catatan kalau Farioli adalah mantan pemain yang gagal melanjutkan kariernya.

Farioli sudah memulai kariernya di dunia kepelatihan saat usianya masih 20 tahun. Selama kurang lebih 10 tahun Farioli menghabiskan kariernya sebagai pelatih kiper. Tercatat sejak 2009 hingga 2019. Dari Margine Coperta hingga Sassuolo. Di Sassuolo ia bekerja di bawah bimbingan Roberto De Zerbi. 

Kendati begitu, melatih Nice bukan pengalaman pertamanya sebagai pelatih kepala. Sebelumnya Farioli sudah melatih dua tim Turki, Fatih Karagümrük dan Alanyaspor. Karena pernah dibimbing De Zerbi, permainan Farioli juga tak jauh beda dengannya. Farioli menyulap Nice menjadi tim dengan akurasi umpan 87,4% musim ini. Tertinggi kedua setelah Paris Saint-Germain.

Tidak sampai di situ. Di tangan Farioli, Nice juga menjadi tim dengan pertahanan paling kokoh di Ligue 1. Hingga 20 Desember 2023, tim berjuluk Les Aiglons ini hanya kebobolan sembilan gol saja, paling sedikit dari semua kontestan Ligue 1. Juga paling sedikit di antara seluruh tim di lima liga top Eropa selain Inter.

Mereka mencatatkan 10 kali nirbobol. Delapan di antaranya secara beruntun. Farioli sukses membangun tembok kokoh dengan materi pemain seperti mantan pemain Die Roten, Dante, dan Jean-Clair Todibo. Juga kekuatan lini tengah seperti Kephren Thuram dan Morgan Sanson.

Thiago Motta

Siapa aktor di balik kegemilangan Bologna musim ini? Orang itu adalah Thiago Motta. Motta yang usianya baru 41 tahun berusaha membawa Bologna kembali ke papan atas Serie A dan membuka peluang bermain di kompetisi Eropa. Hingga giornata ke-16, Rossoblu duduk di peringkat keempat Serie A.

Nama Thiago Motta tentu saja tidak asing. Ayolah! Siapa bisa melupakannya saat membawa Inter meraih treble winner? Usai gantung sepatu pada 2018, Motta melanjutkan karier kepelatihannya. Motta belajar di akademi kepelatihan Coverciano. Ia juga menyerap ilmu dari banyak pelatih hebat, seperti Unai Emery dan Jose Mourinho.

Sebagai pelatih ia masih kering pengalaman. Maka dari itu, bersama Bologna masih trial and error. Motta bahkan nyaris mendapat pengusiran dini karena dalam empat laga pertamanya melatih Bologna tidak memetik satu pun kemenangan.

Fans mencemooh. Media mengompori. Tapi Motta tetap bertahan. Joey Saputo, pemilik Bologna menaruh kepercayaan penuh pada Motta. Berkat kepercayaan itu, ia menjadikan Bologna laboratorium. Bologna diubahnya menjadi tim yang cakap dalam tekanan balik, presisi dalam bentuk permainan, dan sebisa mungkin tak kebobolan.

Untunglah ia juga didukung Giovanni Sartori, sang direktur teknik. Sehingga bisa mengembangkan pemain-pemain hebat seperti Joshua Zirkzee, Lewis Ferguson, Remo Freuler, Sam Beukema, hingga Riccardo Orsolini.

Jacob Neestrup

Jacob Neestrup baru naik pamornya setelah mengantarkan FC Copenhagen ke 16 besar Liga Champions. Pencapaian itu sangat mengejutkan. Apalagi lolos dengan status sebagai tim dengan paling sedikit mencetak gol di Grup A. Terlebih The Lions sudah lebih dari sedekade tidak melangkah ke 16 besar Liga Champions.

Neestrup bukanlah pelatih yang diboyong dari tim lain. Ia mulanya adalah asisten Jess Thorup. Setelah Copenhagen tidak melanjutkan kerjasama dengan Thorup, Neestrup naik menjadi pelatih utama. Usianya baru 35 tahun, namanya sudah tercatat di buku sejarah.

Meski masih muda, di Denmark, Neestrup orang yang cukup temperamental. Ia acap menampakkan kegusarannya. Namun, ia juga tegas. Neestrup juga menjadi sosok yang tidak segan mengakui kesalahan. Ia paham bahwa permainannya tidak disukai oleh penggemar FC Copenhagen seluruhnya.

Rangkaian hasil kurang baik di Liga Denmark menjadi pemicunya. Namun, dengan fleksibilitas taktik dan agresivitas permainan The Lions di tangannya, Neestrup menjadi salah satu pelatih muda yang layak mendapat sorotan.

Sumber: TheAthletic, Bundesliga, ESPN, FootballTeamNews, Bold