Beranda blog Halaman 227

Drama Xavi dan Lewandowski Di Barcelona, Siapa Hengkang Duluan?

0

Drama layaknya sinetron FTV kini terjadi di Barcelona. Bukan masalah keuangan maupun jual-jual aset. Bukan juga perkara tak bisa mandi atau tak bisa makan. Namun drama ini menyangkut hubungan Xavi dan Lewandowski. Memangnya ada apa sih dengan hubungan mereka?

Xavi Minta Beli Lewandowski

Sebelum Lewy datang ke Camp Nou, Xavi memang sudah duluan melatih Barcelona. Materi lini serang Xavi dulu hanyalah Aubameyang, Ferran Torres, Depay, maupun Adama Traore.
Namun semuanya itu hanyalah jangka pendek Xavi.

Terbukti ketika memasuki musim 2022/23, Xavi meminta manajemen untuk merekrut lagi striker bintang. Jatuhlah nama Lewandowski. Ya, demi Xavi pihak manajemen Barca pun bersedia menuruti kemauannya. Meskipun ya, ketika itu Barca lagi bokek dan bahkan sempat tarik tuas ekonominya.

Benar kejadian, striker Polandia itu ditebus dengan mahar 45 juta euro dari Munchen. Lewy sendiri mengaku bahwa hasutan Xavi jadi salah satu yang membuat ia mau berseragam merah biru. Dilansir Bild, ternyata sebelum pindah ke Barca, Lewy dan Xavi sudah bertemu empat mata di Ibiza.

Juara La Liga dan Top Skor Barcelona

Terbulkti pilihan Xavi tak salah. Kerjasama di musim pertamanya berjalan lancar. Chemistry keduanya membuat Blaugrana tampil solid. Lewandowski bahkan tak henti-hentinya dipuji oleh Xavi.

Meski gagal cetak gol di pekan pertama La Liga musim lalu melawan Vallecano, Lewy tetap dibela Xavi. “Saya puas dengan permainannya karena dia bekerja dengan tim. Ia memberikan ancaman dan punya kontrol yang baik di depan gawang,” Kata Xavi.

Benar saja, beberapa pekan berikutnya keran gol RL9 sudah mulai terbuka. Menyumbangkan 11 gol dari 8 laga awal Barcelona di seluruh kompetisi musim lalu, telah jadi bukti. Pemain berusia 35 tahun itu juga mempunyai hubungan baik dengan rekan-rekannya di lapangan.

Maka tak heran jika Xavi terus memujinya. Xavi menyebut bahwa Lewandowski membawa mentalitas kemenangan dan telah membantu mengubah pola pikir di timnya. Bahkan nih, rumornya sejak musim lalu ia sempat akan dijadikan kapten tim oleh Xavi. Namun hal itu urung terjadi lantaran Lewy sendiri yang menolaknya. Dilansir Goal, menurut Lewy memberi kontribusi lebih secara performa lebih dari sekedar jadi kapten.

33 gol dan 8 assist di semua kompetisi, serta predikat sebagai top skor klub disandang Lewy musim lalu. Ia bersama Xavi juga akhirnya benar-benar mewujudkan impiannya untuk meraih trofi bersama. Ya, trofi La Liga telah jadi bukti.

Drama Mulai Terjadi

Memasuki musim baru 2023/24, mulailah terjadi drama antara Xavi dan Lewandowski. Xavi sudah mulai berani memberi saran dan kritik kepada Lewy sejak pekan pertama La Liga musim ini.

Pasalnya Lewy masih belum bisa memberikan gol di dua laga awal La Liga melawan Getafe dan Cadiz. Catatan itu jadi yang pertama kali bagi Lewy di kancah liga yang sudah ia jalani dalam 11 tahun terakhir.

Xavi memberi saran agar Lewy lebih sabar, dan tak sering-sering meninggalkan posisinya. Hal itu menurut Xavi bertujuan agar rekan setimnya bisa dengan mudah menemukannya. Saran sederhana tersebut ternyata membuat Lewy merasa gelisah.

Lewy pun tak tinggal diam. Ia berani membalas kritik Xavi tersebut. Lewy di akhir bulan Agustus 2023 sempat menyemprot taktik yang diterapkan Xavi musim ini. Menurut RL9, Barca bermain dengan taktik yang berbeda musim ini.

“Barcelona diharapkan tidak hanya menang, tapi bermain sepak bola menyerang yang baik. Namun belakangan ini tak seperti itu lagi. Kami perlu berjuang extra untuk menciptakan peluang”. Kata Lewy dilansir dari Football Espana.

Drama berlanjut lagi di pertengahan musim yakni bulan Desember 2023. Xavi tak lagi mengkritik Lewy, melainkan kembali membelanya. Padahal ketika itu Barca sedang terpuruk setelah kalah dari Girona, Royal Antwerp, dan hanya bermain seri melawan Valencia.

Dilansir Goal, Menurut Xavi hasil buruk yang diperoleh tim di bulan Desember tidak bisa disalahkan kepada satu pemain saja, melainkan tim secara keseluruhan. “Kurangnya efektivitas adalah milik semua pemain, bukan hanya penyerang”. Kata Xavi.

Lewandowski Kena Semprot Xavi

Performa menurun dari Lewy musim ini, tentu menjadi sebab utama mengapa ia disorot banyak pihak. Lihat saja torehan golnya di paruh musim ini. RL9 masih mengoleksi 9 gol dan 5 assist dalam 21 laga di semua kompetisi. Apalagi di 5 laga terakhir sebelum libur akhir tahun 2023, Lewy hanya mengemas 1 gol saja.

Drama hubungan Xavi dan Lewy akhirnya memuncak di laga melawan Almeria di Jornada 18 La Liga. Performa Lewy setelah dibela Xavi ternyata tak kunjung membaik. Xavi pun marah. Ia ngamuk-ngamuk di ruang ganti. Beberapa media Spanyol memberitakan kegaduhan tersebut. Xavi diketahui kesal betul kepada para pemain yang tidak memanfaatkan setiap peluang dan tidak berlari mati-matian.

Diketahui sasaran semprot utamanya yakni Lewy. Xavi geram kepada sang striker karena tidak banyak berlari di dalam kotak penalti lawan. Situasi panas Xavi dan Lewy ini bagaimanapun semakin memperkeruh suasana internal tim.

Jurus Potong Gaji Barca

Namun apakah tekanan yang dilakukan Xavi terhadap Lewy hanya murni karena performa nya menurun? Atau sebenarnya memang Lewy secara tidak langsung sudah mau disingkirkan?

Kalau melihat secara kontrak Lewy di Barca, tercatat masih sampai tahun 2026. Namun kalau bicara masalah nilai gajinya, dikabarkan Bavarian Football ternyata nilainya akan terus meningkat tiap musimnya.

Nah, Barca kini diketahui ingin menghilangkan beban gaji yang meningkat dari Lewy tersebut. Joan Laporta dikabarkan akan menerapkan trik lamanya yakni menekan pemain tersebut agar mengambil pemotongan gaji. Klub sudah mencoba taktik ini pada Frenkie de Jong tahun lalu, ketika pemain tersebut menolak pindah.

Makin Banyak Tekanan

Bagaimanapun tekanan kini terus meningkat pada Lewy. Tampaknya striker Polandia itu diserang dari segala sisi oleh pihak Barca. Sang striker harus terus perform dengan mencetak banyak gol. Kalau tidak, ia akan segera disingkirkan atau menerima pemotongan gaji.

Hadirnya penyerang muda baru Vitor Roque juga menjadi tekanan baru bagi Lewy. Bagaimanapun kini Lewy sudah punya saingan. Bisa jadi, kalau performa Lewy tak kunjung membaik, ia bisa diparkir oleh Xavi.

Lalu kalau sudah begini, apa dong solusinya bagi hubungan Lewy dan Xavi? Apakah Lewy harus segera pergi? atau bertahan dan menerima pemotongan gaji? Hmm..atau justru sebaliknya. Melihat inkonsistensi Barca di bawah arahan Xavi, jangan-jangan Xavi duluan yang didepak? Mari kita lihat drama ini sampai selesai.

Sumber Referensi : bavarianfootball, transfermarkt, goal, si.com, onefootball

Krisis Pemain Belakang, Real Madrid Bisa Datangkan Pemain Ini

0

Jika Barcelona sedang krisis keuangan dan air bersih, rival abadinya yakni Real Madrid justru mengalami krisis pemain belakang. Hal itu bisa dipastikan sejak David Alaba dan Eder Militao menderita cedera panjang dan belum bisa dipastikan kapan akan kembali berlatih. Di tengah kegentingan ini, Carlo Ancelotti hanya bisa berharap pada Nacho Fernandez dan Antonio Rudiger.

Itu jelas bikin sang pelatih pusing tujuh keliling. Melihat situasi ini, manajemen El Real tengah mempelajari peluang untuk mendatangkan amunisi anyar di sektor pertahanan. Semua itu dilakukan demi menjaga asa menjuarai Liga Spanyol musim 2023/24. Oleh karena itu, nama-nama berikut ini bisa jadi opsi Madrid di bursa transfer musim dingin.

Raphael Varane

Nama pertama adalah Raphael Varane dari Manchester United. Nama yang satu ini sudah tak asing lagi bagi publik Madrid. Karena sebelum bergabung dengan Setan Merah, Varane sudah lebih dulu melegenda bersama Real Madrid. Varane telah membangun reputasinya sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia disana.

Nah, di tengah krisis ini Carlo Ancelotti merasa membutuhkan bantuannya lagi. Pelatih asal Italia itu ingin mendatangkan kembali Varane untuk menjadi partner Antonio Rudiger di lini bertahan. Ancelotti menginginkannya karena sang pemain sudah paham betul dengan pola permainan dan kultur El Real. Jadi, ia tak perlu lagi beradaptasi.

Kabarnya, kesepakatan pinjaman adalah prioritas Real Madrid. Varane pun tergoda dengan kesempatan ini. Namun, pihak Manchester United tampaknya lebih minat dengan kesepakatan permanen. Karena Varane dianggap sudah tak konsisten dan kerap mengalami cedera. Belum ada tindak lanjut dari pihak El Real. Mereka bahkan sempat tidak mengindahkan permintaan Ancelotti tersebut. Meski begitu, nama Varane tetap masuk dalam daftar.

Alphonso Davies

Pemain selanjutnya adalah Alphonso Davies. Dirinya memang bukan bek tengah murni. Namun, Real Madrid sudah lama menginginkannya. Gaya bermainnya sebelas dua belas dengan David Alaba dulu. Cuman, Davies lebih mengandalkan kecepatan dan akselerasinya dalam menusuk pertahanan lawan.

Peluang Real Madrid untuk mendapatkan jasa Davies kian terbuka karena negosiasi perpanjangan kontraknya dengan Bayern Munchen tengah mandek. Keduanya tidak menemukan titik tengah di permasalahan ini. Celah ini lah yang bisa dimanfaatkan El Real. Dengan rincian kontrak dan gaji yang menarik, Davies tentu tak akan menolak tawaran tersebut.

Dilansir Marca, sebetulnya Madrid sudah menghubungi agen pemain Timnas Kanada tersebut. Namun, pihak Bayern belum mengizinkan sang pemain untuk bernegosiasi dengan pihak manapun. The Bavarian masih berusaha untuk mempertahankan Davies. Namun, jika gagal ini sudah jadi rejekinya Madrid.

Goncalo Inacio

Bintang Sporting Lisbon, Goncalo Inacio juga bisa dijadikan opsi Real Madrid untuk menambal lubang di sektor pertahanan. Inacio masih berusia 22 tahun, tapi sudah bermain di level tertinggi sepakbola Portugal sejak tiga tahun lalu. Di usianya yang terbilang masih muda, Inacio juga sudah menembus skuad utama Timnas Portugal. 

Pemain yang memiliki tinggi 186 cm itu dianggap sebagai tembok pertahanan yang kokoh bagi Timnas Portugal di masa depan. Bahkan, melalui naluri bertahan dan pengambilan keputusannya, Inacio diprediksi bisa jadi salah satu pemain terbaik di dunia pada posisinya. Oleh karena itu, jika benar-benar menginginkannya Madrid harus bersaing dengan beberapa klub top Eropa lainnya.

Memiliki potensi besar, media Goal mengabarkan kalau Sporting Lisbon tidak akan melepas Inacio apabila tawarannya di bawah 60 juta euro atau setara Rp1 triliun. Jika tujuan El Real ingin berhemat, mungkin Inacio bukan pilihan yang tepat. Tapi, jika ingin memiliki bek muda siap pakai, Inacio adalah opsi yang tak boleh dilewatkan.

Antonio Silva

Masih dari Liga Portugal. Bek jangkung asli binaan Benfica, yakni Antonio Silva telah muncul sebagai salah satu opsi Real Madrid di Bulan Januari mendatang. Meski masih berusia 20 tahun, Silva sudah menjadi pemain reguler di jantung pertahanan Benfica sejak musim 2022/23. Hingga video ini dibuat, Silva sudah mengantongi 66 penampilan bersama As Aguias.

Sebetulnya, Antonio Silva sudah masuk dalam daftar incaran Real Madrid sejak musim panas 2023. Namun, karena waktu yang mepet, Madrid gagal merampungkan kepindahan sang pemain. Nah, jelang bursa transfer musim dingin, Madrid diperkirakan akan kembali bergerak untuk Silva. Apalagi, kini Madrid begitu membutuhkan tambahan pemain di lini belakang.

Salah satu kendala jika ingin mendatangkan Silva adalah kontrak sang pemain. Antonio Silva baru saja meneken kontrak baru pada September 2023 dengan durasi hingga 2027 mendatang. Selain itu, seperti yang diwartakan AS, pelatih Benfica, Roger Schmidt tak mengizinkan Silva hengkang pada pertengahan musim. Jadi, jika benar-benar menginginkannya, Madrid harus merogoh kocek dalam-dalam demi menggoda Benfica.

Giorgio Scalvini

Pemain selanjutnya adalah bek muda kepunyaan Atalanta, Giorgio Scalvini. Bek berpaspor Italia ini bukan bek siap pakai. Usianya masih 20 tahun dan relatif belum berpengalaman untuk bermain di level teratas seperti Liga Champions. Jadi, agak maksa jika Scalvini langsung diberikan beban berat untuk menggantikan peran Eder Militao atau David Alaba musim ini.

Namun, Scalvini telah menunjukan potensi besar bersama timnya saat ini. Maka dari itu, ia lebih pas dijadikan investasi jangka panjang bukan bek siap pakai. Giorgio Scalvini memang masih mentah, tapi dirinya memiliki semua atribut layaknya bek tengah modern. Perawakannya juga bagus. Ia tinggi, kekar dan memiliki kecepatan.

Namun, Scalvini terbilang belum luwes saat menguasai bola. Maka dari itu, ini akan menjadi perjudian besar bagi Los Galacticos apabila tetap ingin mendatangkannya. Selain harga yang tak murah, Atalanta adalah klub profesional pertama bagi Scalvini. Sedangkan saat ini urgensi El Real adalah mencari bek yang lebih berpengalaman.

Piero Hincapie

Pemain selanjutnya ada Piero Hincapie. Pemain yang kini berseragam Bayer Leverkusen itu sedang menjalani musim yang tak begitu baik. Meski timnya sedang tak terbendung di Bundesliga, Hincapie tak merasakan euforia dari pencapaian itu. Pasalnya, sang pemain bukan pilihan Xabi Alonso di sektor pertahanan Leverkusen.

Dilansir Goal, Xabi Alonso tak menjadikannya sebagai pilihan utama karena Hincapie terlihat kurang tenang saat menguasai bola. Padahal, bek dengan ketenangan dan kepiawaian memainkan bola adalah salah satu faktor penting dalam permainan Xabi. Meski begitu, bek asal Ekuador itu memiliki kelebihan lain. 

Selain usianya yang masih muda, yakni 21 tahun. Hincapie unggul dalam hal tekel dan satu lawan satu. Kedua atribut itu dikolaborasikan dengan kepiawaiannya dalam membaca permainan. Bek macam ini terbilang cocok untuk skuad asuhan Carlo Ancelotti. Dengan menit bermain yang kurang, Madrid bisa menggodanya untuk keluar dari Leverkusen. Toh market value nya tak lebih dari 35 juta euro. Itu angka yang kecil bagi El Real. 

Pulangkan Pemain Pinjaman

Selain nama-nama tersebut, sebetulnya Real Madrid masih memiliki opsi yang murah yakni memulangkan pemain pinjamannya. Untuk saat ini, El Real tercatat masih meminjamkan empat pemain mudanya. Dua diantaranya adalah pemain yang berposisi sebagai bek tengah. Mereka adalah Rafa Marin yang dipinjamkan ke Alaves dan Jesus Vallejo yang dipinjamkan ke Granada.

Khusus Vallejo, ia merupakan orang lama di Madrid. Namun belum mendapatkan banyak kesempatan di skuad utama. Sayangnya, situasinya di Granada tak begitu baik. Sang pemain baru saja mengantongi dua penampilan bersama timnya saat ini. Jika Vallejo dirasa tak memenuhi standar, Rafa Marin mungkin patut dicoba.

Pemain berusia 21 tahun itu tampil reguler bersama Alaves. Marin sendiri merupakan produk asli akademi Real Madrid. Jadi, dirinya memiliki DNA Madrid dan sedikit banyak sudah paham dengan identitas permainan tim.

Sumber: VIVA, Managing Madrid, Goal, Football Transfer

Berita Bola Terbaru 29 Desember 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Tottenham dipaksa bertekuk lutut di hadapan Brighton & Hove Albion pada laga lanjutan Liga Inggris, Jumat dini hari tadi. Bertanding di Amex Stadium, tuan rumah menang dengan skor 4-2. Empat gol Brighton dicetak oleh Jack Hinshelwood, Joao Pedro yang mengemas brace, dan Pervis Estupinan. Sedangkan, Alejo Veliz dan Ben Davies, menjadi penyumbang gol bagi Spurs. Kemenangan ini membawa Brighton ke posisi ke-8 dengan 30 poin. Sementara, Tottenham tertahan di urutan kelima dengan 36 poin.

Di laga lain, setelah sebelumnya menggebuk Manchester United, West Ham, pada dini hari tadi, secara mengejutkan menaklukkan Arsenal dua gol tanpa balas. Tomas Soucek membawa West Ham unggul di babak pertama, sebelum digandakan Konstantinos Mavropanos. Hasil positif di pekan Nataru membawa West Ham melejit ke posisi enam klasemen sementara Premier League dengan 33 poin.

ARSENAL KALAH, ARTETA MERASA DIGEMBOSI VAR

Kontroversi terjadi pada laga Arsenal vs West Ham. Gol pertama The Hammers yang dicetak Tomas Soucek mendapat protes dari pemain Arsenal karena bola dinilai sudah keluar dari area lapangan. Mikel Arteta kecewa dengan keputusan tersebut. Ia merasa digembosi VAR. “Saya belum melihatnya. Mereka mengatakan hal itu tidak konklusif. Sangat disayangkan dengan teknologi yang kita miliki kita tidak bisa mengatakan dengan jelas.”

BELLINGHAM PEMAIN MUDA TERBAIK 2023

Federasi Internasional Sejarah dan Statistik Sepak Bola (IFFHS) telah menobatkan pemain muda terbaik tahun 2023. Menurut IFFHS, Jude Bellingham yang pindah dari Borussia Dortmund ke Real Madrid di awal musim adalah pemain terbaik. Gelandang berusia 20 tahun ini melampaui semua rivalnya dengan mendapat 276 poin. Jamal Musiala dari Bayern Munich berada di peringkat kedua (120), dan Gavi dari Barcelona berada di peringkat ketiga (82).

KARENA ALASAN INI, BARCELONA BAKAL GANTI APPAREL DARI NIKE KE PUMA

Barcelona berpotensi berganti apparel dari Nike ke Puma meskipun masih terikat kerja sama dengan merek asal Amerika itu hingga 2028. Hal ini dikarenakan beberapa perselisihan yang terjadi di antara mereka mengenai penjualan, termasuk rasa frustrasi mereka karena Nike sering kehabisan stok dalam tiga tahun terakhir. Hal itu bisa saja membuat Tim Catalan memikirkan kembali kerja sama mereka.

MADRID BERPELUANG BELI DUA BEK TENGAH PADA JANUARI 2024

Real Madrid sudah memutuskan langkah yang diambil untuk solusi mengatasi kekurangan personil di lini belakang. Saat ini, dua pemain utama mereka di posisi bek tengah, David Alaba dan Eder Militao, mengalami cedera robek pada ligamen anterior (ACL), yang memaksa mereka untuk absen panjang. Menurut football espana, Madrid akan mendatangkan bek baru pada bursa transfer Januari. Rencana, Madrid mungkin akan mendatangkan pemain berkontrak pendek, dengan status pinjaman hingga akhir musim.

ISCO PERPANJANG KONTRAK DI REAL BETIS

Isco Alarcón, yang bergabung dengan Real Betis Juli lalu hingga akhir musim ini, telah memperpanjang kontraknya dengan tim hijau-putih hingga 30 Juni 2027. Pemain kelahiran Malaga, yang akan berusia 32 tahun pada 21 April ini, berulang kali mengungkapkan kenyamanannya di Real Betis dan menunjukkan penampilan impresif. Tujuannya adalah untuk memperpanjang kontrak, sesuatu yang juga telah diakui oleh klub.

SIR JIM RATCLIFFE DILARANG KRITIK KELUARGA GLAZER

Manchester United mengonfirmasi pada Malam Natal bahwa mereka telah mencapai kesepakatan yang bikin Sir Jim ratcliffe membeli 25 persen saham di klub tersebut dengan biaya 1,25 miliar pounds. Sebagai bagian dari kesepakatan, Ratcliffe dan keluarga Glazer sepakat untuk tidak saling mengkritik di depan umum. Dokumen tersebut juga mengonfirmasi bahwa dua anggota perusahaan Ratcliffe, INEOS, Sir Dave Brailsford dan Jean-Claude Blanc, akan bergabung dengan dewan direksi United.

ANDRE ONANA BERANGKAT KE PIALA AFRIKA

Manchester United akan ditinggal Andre Onana. Onana dipastikan absen membela MU pada awal tahun 2024. Kiper Kamerun itu mendapat panggilan tim nasional untuk tampil di Piala Afrika, yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Januari hingga 11 Februari 2024 di Pantai Gading. Onana akan melewatkan satu pertandingan melawan Tottenham Hotspur pada 14 Januari 2024. Andai Kamerun melaju ke fase gugur, Onana bisa absen dari MU selama tiga laga berikutnya hingga 11 Februari.

PARAH, JURGEN KLOPP ABAIKAN SARAN TIM MEDIS

Juru taktik Liverpool Jurgen Klopp mengungkapkan dirinya mengabaikan saran tim medis The Reds untuk tidak memainkan Diogo Jota di laga lawan Burnley. Jota sendiri mengalami cedera otot sejak November, namun jelang lawan Burnley, Jota sudah pulih dari cederanya. Akan tetapi ia belum bugar sepenuhnya. Nah, Klopp mengaku mengabaikan saran dokter. Ia menurunkan sang striker di laga tersebut dari bangku cadangan di menit ke-84 menggantikan Nunez.

ARSENAL BERNIAT ANGKUT DE LIGT DARI BAYERN

Klub Liga Primer Inggris Arsenal dikabarkan berniat untuk memboyong Matthijs de Ligt dari raksasa Bundesliga, Bayern Munchen. Kabar ini diberitakan oleh The Athletic. Mereka menyebut bahwa Arsenal berniat untuk merekrutnya pada musim panas 2024 mendatang. Keinginan merekrut De Ligt sebagai upaya memperkokoh lini belakang. Saat ini mereka punya duet tangguh Gabriel Magalhaes dan William Saliba.

GUARDIOLA WAS-WAS DENGAN CEDERANYA JOHN STONES

John Stones alami cedera di laga Manchester City versus Everton yang berakhir 3-1, Kamis kemarin. Bek berkebangsaan Inggris itu terlihat mengenakan protective boot (pelindung kaki) saat meninggalkan stadion. Pep Guardiola mengungkapkan, Stones menderita cedera pergelangan kaki. Kabar cedera John Stones memperpanjang pemain City yang masuk ruang medis. The Citizens sudah lebih dulu kehilangan Jeremy Doku, Kevin de Bruyne, dan Erling Haaland.

UPDATE KONDISI TERKINI LISANDRO MARTINEZ

Bek Manchester United Lisandro Martinez, yang telah menepi sejak Oktober, memberikan kabar positif soal kapan dia pulih dari cedera pasca-menjalani operasi. Dia merasa terbantu oleh kehadiran tim medis dan fisioterapi Manchester United. “Mereka merawat saya sejak hari pertama jadi ini sangat penting. Ya, semuanya sempurna bagi saya. Tentu saja, kami harus bersabar. Saya tahu saya akan segera kembali, dalam waktu dekat.” ucapnya.

JAY IDZES UNGKAP ALASAN MAU BELA INDONESIA

Jay Idzes kini sudah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Pada Kamis kemarin, ia mengambil sumpah kewarganegaraan di Kantor Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, Cawang. Jay Idzes mengaku memilih timnas Indonesia, daripada Belanda, karena faktor keluarga. Pemain kelahiran Belanda itu mempunyai darah Indonesia dari kakek dan nenek pihak ibu. Bagi Idzes, dirinya sangat senang sudah resmi berpindah kewarganegaraan.

TOM HAYE MENDARAT DI JAKARTA

Thom Haye, calon punggawa Timnas Indonesia, sudah tiba di Jakarta, Kamis (28/12) petang WIB. Selama berada di Indonesia, Tom akan melakukan berbagai agenda.  Pertama ia harus menjalani wawancara di Badan Intelijen Negara (BIN). Kemudian menjalani tes kesehatan atau medical check up di rumah sakit Mitra Keluarga Cibubur, Jawa Barat. Salah satu agenda yang tak kalah penting adalah kunjungan ke perwakilan kedutaan besar negara asalnya yakni Belanda. Setelah tiga proses di atas selesai, Thom harus kembali ke Indonesia pada waktu yang sudah dijadwalkan. Ia bisa melakukan sumpah janji setia menjadi WNI ketika semuanya lancar.

HASIL DRAWING BABAK 16 BESAR LIGA CHAMPIONS ASIA

Hasil undian babak 16 besar Liga Champions Asia yang digelar pada Kamis, 28 Desember 2023, telah diketahui. Al Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo akan menghadapi sesama tim Liga Pro Saudi Al-Fayha di babak 16 besar Liga Champions Asia pada Februari 2024. Adapun pemenang empat kali Al Hilal akan menjumpai Sepahan dari Iran. Sementara itu, Al-Ittihad yang dibimbing Karim Benzema, akan melawan Navbahor dari Uzbekistan.

LAZIO KONFIRMASI LUIS ALBERTO CEDERA PAHA

Lazio mengkonfirmasi bahwa Luis Alberto mengalami cedera di pahanya saat tim menang 2-0 atas Empoli akhir pekan lalu. Situs resmi Lazio pada Rabu sore mengkonfirmasi secara spesifik bahwa pemain Spanyol itu menderita lesi tingkat rendah hingga sedang pada otot adduktor di paha kirinya. Lazio belum memberikan perkiraan waktu pemulihan, namun mereka menetapkan bahwa pemeriksaan yang akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hal tersebut.

MESSI RAYU MARCOS ROJO UNTUK GABUNG INTER MIAMI

Lionel Messi mengeluarkan ‘rayuan’ lagi untuk memboyong sahabatnya ke Inter Miami. Dikutip dari Marca, Messi sudah menghubungi Marcos Rojo untuk meyakinkan bek Boca Juniors itu bergabung dengan Miami. Rojo, mantan pemain Manchester United itu masih punya kontrak dengan Boca hingga Desember 2025. Ini bukan kali pertama Messi berusaha meyakinkan sahabatnya untuk bergabung Miami. Layaknya seorang ‘agen super’, Messi membuka jalan bagi Miami merekrut Sergio Busquets, Jordi Alba, hingga terakhir Luis Suarez.

AS ROMA SIAP PULANGKAN RENATO SANCHES KE PSG

Pesepakbola Portugal, Renato Sanches, gagal menunjukkan performa terbaiknya bersama AS Roma sepanjang musim 2023/24. Manajemen I Lupi pun cukup kecewa dengan minimnya kontribusi Sanches. Menurut laporan Football Italia, Roma siap memulangkan Sanches ke PSG dalam waktu dekat. Manajemen Roma sudah mulai menjalin kontak dengan PSG terkait kemungkinan memulangkan Sanches lebih awal.

GABRIEL MOSCARDO PILIH PSG, 4 KLUB INGGRIS INI DITOLAK MENTAH-MENTAH

PSG kabarnya berhasil memimpin perburuan untuk mendapatkan pemain muda Corinthians, Gabriel Moscardo. Dikutip ESPN, PSG dan Corinthians telah sepakat secara verbal untuk kesepakatan senilai 17 juta pound untuk sang gelandang. Diketahui bahwa kesepakatan tersebut akan mencakup tambahan hingga 1,7 juta pound berdasarkan pencapaian-pencapaian masa depan Moscardo selama berada di lingkungan sepakbola Eropa. PSG mengalahkan empat klub EPL yakni Chelsea, Manchester United, Liverpool, dan Arsenal, dalam perburuan Moscardo. 

6 BULAN TINGGAL DI HOTEL, KANE KINI PUNYA RUMAH DI JERMAN

Striker Bayern Munchen, Harry Kane, akhirnya meninggalkan hotel mewah yang selama ini ditinggalinya di Munchen, Jerman. Pemain 30 tahun itu akan tinggal di sebuah rumah yang tidak kalah mewahnya. Bild melansir, mansion tersebut berharga 29 juta Pounds atau setara Rp 569,6 miliar. Sebelumnya, seperti diketahui, Kane tinggal di hotel Vier Jahreszeiten Kempinski, Muenchen, Jerman, Sejak meninggalkan Tottenham Hotspur dan bergabung dengan Die Roten pada Agustus lalu.

MAU JOAO NEVES? MU HARUS SIAPKAN DUIT SEGINI

Raksasa Portugal, Benfica, telah menetapkan harga gelandang mudanya, Joao Neves saat diketahui sedang diincar oleh Manchester United. Tim peminat, kini dikabarkan harus mengeluarkan dana besar di Januari 2024 nanti. Benfica bahkan siap melepas Neves andai The Red Devils sanggup mengeluarkan dana besar yakni 100 juta Euro atau Rp 1,7 triliun guna mencapai kesepakatan resmi.

GRIEZMANN INGIN TUTUP KARIRNYA DI EROPA BERSAMA ATLETICO

Antoine Griezmann tampaknya sudah memutuskan klub mana yang ia bela saat karir profesionalnya sebagai pesepakbola mendekati babak akhir. Pria Prancis itu berujar Atletico Madrid akan menjadi klub terakhir yang dibelanya di Eropa. Dia juga sangat tertarik melanjutkan karirnya di MLS. “Di luar Eropa, yang saya inginkan nantinya adalah MLS [Major League Soccer], saya selalu menyadari hal itu. Namun, Atletico akan menjadi hampir 100 persen klub terakhir saya di Eropa,” ujar Griezmann.

PEMULIHAN CEDERA, NEYMAR GELAR PESTA DI KAPAL PESIAR

Neymar masih absen dari lapangan akibat cedera. Ia kedapatan memanfaatkan waktu pemulihannya dengan menggelar pesta di kapal pesiar. Kapal pesiar Neymar bertolak dari Santos, Sao Paulo, menuju Buzios di wilayah Rio de Janeiro. Perjalanan dimulai pada Selasa (26/12) dan akan berlangsung hingga 29 Desember. Neymar sendiri hadir dengan menggunakan kruk di dalam kapal pesiar. Pada hari pertama dia terekam kamera bergabung dalam pesta bersama teman-temannya, serta bercanda tentang perawatan cederanya.

CAPELLO: PECAT PIOLI BUKAN JALAN TEPAT UNTUK MILAN

AC Milan musim ini sedang tidak baik-baik saja. Nasib sang pelatih, Stefano Pioli, pun kini dipertanyakan. Mantan pelatih asal Italia, Fabio Capello, menilai memecat Pioli tidak akan memberikan banyak manfaat. Dia meminta Pioli untuk bisa mencari solusi. Capello paham betul kalau lini tengah dan belakang adalah masalah utama. Dua sektor itu banyak sekali pemain-pemain yang cedera, namun Capello akan mulai berpikir mengemas sekema dengan ketersediaan pemain.

ARSENAL AKAN BELANJA PEMAIN BARU DI BURSA JANUARI

Mikel Arteta menegaskan bahwa Arsenal siap untuk terjun ke bursa transfer Januari jika skuatnya tetap “terekspos” seperti beberapa pekan terakhir. Arsenal saat ini telah kehilangan Thomas Partey, Jurrien Timber, Fabio Vieira dan Takehiro Tomiyasu. Dengan Arteta yang tidak yakin dengan tanggal kembalinya empat pemain yang cedera dan jadwal pertandingan yang padat, tentunya akan menguji kestabilan skuadnya. Ia telah mengisyaratkan bahwa Arsenal memiliki rencana jika mereka merasa perlu untuk beraksi di bursa transfer musim dingin. 

Jurgen Klopp dan Warisan Paling Berharga di Borussia Dortmund

0

Musim 2023/24 barangkali akan menjadi musim yang luar biasa bagi Liverpool asuhan Jurgen Klopp. Bahkan, beberapa kali, Liverpool kerap memuncaki klasemen sementara Liga Inggris. Klub yang bermarkas di Anfield ini seakan tengah membalaskan dendam yang terpendam sejak musim lalu. Ya, musim lalu jadi salah satu musim terburuk Liverpool di era Jurgen Klopp.

Pelatih asal Jerman itu bahkan gagal membawa The Reds berlaga di Liga Champions, meski musim-musim sebelumnya mereka adalah penghuni tetap kompetisi tersebut. Nah musim ini tampaknya bakal jadi kebangkitan mereka. Bak ketapel, tak ada salahnya mengambil langkah mundur, untuk melaju lebih kencang di kemudian hari. 

Jurgen Klopp lagi-lagi jadi otak di balik ini semua. Pelatih yang tak bisa dipisahkan dari topinya itu telah dikenal sebagai “Sang Messiah” bagi jutaan penggemar Liverpool di berbagai belahan dunia. Namun, sebelum jadi kesayangan publik Liverpool, Klopp sudah lebih dulu membangun sepak bola yang menggetarkan dunia bersama Borussia Dortmund. Lantas, bagaimana kisahnya?

Sebelum ke Dortmund

Mengawali karir sebagai pesepakbola profesional, tak sulit bagi Jurgen Klopp untuk beralih profesi menjadi pelatih. Apalagi semasa masih jadi pemain, ia sudah nyambi sebagai pelatih tim junior di Eintracht Frankfurt. Masa-masa itu ia kerjakan sambil menjadi pemain di klub amatir bernama Vik. Sindlingen.

Nah, setelah pensiun pada tahun 2001 barulah Jurgen Klopp menjajal kehidupan sebagai pelatih utama sebuah klub sepakbola profesional. Mainz, klub terakhirnya sebagai pemain memberikan pengalaman berharga itu. Bersama Mainz, Jurgen Klopp membangun reputasi sebagai pelatih muda potensial di Jerman.

Berbekal pengalaman di Frankfurt dan ijazah dari sekolah kepelatihan paling apik di Jerman, yakni Hennes Weisweiler Academy, Jurgen Klopp jadi pelatih yang memperbaiki performa Mainz kala itu. Di tangan Klopp, Mainz jadi tim papan atas 2.Bundesliga. Sayangnya, selama tujuh tahun melatih, Klopp tak mampu membawa Mainz naik kasta ke Bundesliga.

Membantu Dortmund Bangkit

Meski begitu, Jurgen Klopp jadi pribadi yang begitu dicintai oleh publik Mainz. Raut wajah sedih pun mulai terpancar di tribun saat mengetahui kalau bakat Jurgen Klopp telah menarik banyak klub. Klopp dinilai sebagai pelatih yang visioner. Beberapa klub melihat kalau dirinya bisa diandalkan untuk membangun kembali sebuah tim.

Singkat cerita, fans akhirnya harus rela melepas kepergian Jurgen Klopp kala Borussia Dortmund datang pada tahun 2008. Di tahun tersebut, Borussia Dortmund memang tengah membutuhkan pertolongan. Kondisi tim sedang tidak karuan. Krisis identitas sampai krisis keuangan sedang jadi masalah yang harus diselesaikan oleh Dortmund.

Saking bobroknya, kalian pasti ingat ketika Borussia Dortmund kesulitan membayar gaji pemain karena terlilit hutang. CEO Dortmund kala itu, Hans-Joachim Watzke bahkan hampir mengumumkan kebangkrutan klub. Kalau saja itu terjadi mereka akan terlempar dari Bundesliga dan berakhir di liga amatir.

Melihat kondisi ini, Bayern Munchen sampai turun tangan untuk membantu keuangan Dortmund pada tahun 2004. Semua itu dilakukan demi memperpanjang nafas rivalnya agar tetap bertahan di kasta tertinggi. Bayangkan, seamburadul itu kondisi Dortmund sebelum kedatangan Jurgen Klopp.

Nah, keberadaan Klopp diharapkan bisa memperbaiki itu. Setidaknya petinggi Borussia Dortmund berharap kalau Klopp bisa membersihkan nama baik klub di sektor sepak bolanya dulu. Pada hari-hari pertamanya di ruang ganti Dortmund, Klopp dengan penuh semangat memperkenalkan revolusi permainannya kepada anak asuhnya. 

Hal itu perlu ia lakukan karena sebelum kedatangannya, mental pemain Die Borussen hancur berkeping-keping. Musim 2007/08, saat ditukangi Thomas Doll, Dortmund hanya finis di urutan ke-13 di Bundesliga.

Klopp rela menghabiskan waktu lebih banyak di kantornya untuk melakukan sesi empat mata dengan para pemainnya saat itu. Ia ingin memperbaiki semua yang ada tapi dengan cara yang lebih kekeluargaan. Dia dikenal sebagai ‘Menschenfänger’, atau seorang manajer yang membangun hubungan baik dengan dewan, penggemar, rekan, staf pelatih, dan pemain.

Mengubah Sudut Pandang klub

Selain itu, Jurgen Klopp juga mulai memakai pemain muda dan mendidik mereka agar menjadi pemain bintang daripada harus membeli pemain yang sudah matang. Pelatih yang kini menukangi Liverpool itu berani memangkas generasi pemain yang dinilai sudah tak berkontribusi pada tim, dan menggantinya dengan pemain muda yang fresh.

Di bursa transfer pun demikian, Jurgen Klopp lebih memilih membeli pemain setengah jadi atau pemain-pemain muda berbakat untuk seterusnya dikembangkan menjadi pemain hebat. Klopp tak mau di kemudian hari, Dortmund hanya berorientasi pada prestasi dan kepopuleran saja. Ia ingin membangun Die Borussen sebagai tim yang bisa menciptakan talenta dan uang yang banyak dari pemain tersebut.

Di musim 2008/09, Klopp berani mempromosikan dan mendatangkan pemain-pemain muda yang dinilai memiliki potensi besar seperti Matts Hummels, Neven Subotic, Marcel Schmelzer, Nuri Sahin, dan Kevin-Prince Boateng. Nama-nama itu masih berusia di bawah 23 tahun kala diberikan kesempatan oleh Klopp. 

Perlahan namun pasti, Borussia Dortmund mulai kembali ke jalan yang benar. Di musim tersebut, dengan kombinasi pemain muda dan pemain senior racikan Jurgen Klopp, Borussia Dortmund bisa kembali bersaing di papan atas. Meski tak menghasilkan trofi, Die Borussen finis posisi enam Bundesliga musim 2008/09.

Klopp Menggusur Munchen dari Tahta

Musim 2008/09 bisa dibilang sebagai musim percobaan bagi Jurgen Klopp. Borussia Dortmund racikannya belum selesai. Pelatih asal Jerman itu membutuhkan beberapa waktu lagi untuk menyempurnakannya. Kombinasi antara kesabaran klub dan dedikasi Jurgen Klopp pun kian kuat di musim-musim berikutnya.

Semusim setelahnya, Klopp sukses membawa Dortmund tampil di ajang Europa League setelah finis di posisi lima klasemen. Ini jadi prestasi yang disambut baik lantaran mereka sudah lama absen dari kompetisi Eropa. Kisah manis Klopp di Signal Iduna Park pun berlanjut pada musim 2010/11.

Sebelum kompetisi dimulai, Dortmund sukses mendaratkan pemain-pemain yang akan menjadi kunci permainan. Lagi-lagi Klopp mengandalkan paham baru, yakni mendatangkan pemain-pemain kurang terkenal, tapi memiliki potensi yang luar biasa untuk memperkuat tim. Pemain yang didatangkan diantaranya Robert Lewandowski, Shinji Kagawa, serta Łukasz Piszczek.

Nama-nama itu kini akrab di telinga para penikmat sepakbola. Tapi, sebelum itu siapa yang mengenal Piszczek? Yang ada pada tahunya piscok, alias pisang coklat. Ketiga nama tersebut seakan melengkapi skuad Jurgen Klopp. Berpadu dengan pemain-pemain jempolan lain macam Mario Gotze, Mats Hummels dan Woman Weidenfeller. Die Borussen sukses meraih 14 kemenangan dari 17 pertandingan di paruh pertama musim 2010/11.

Di paruh kedua, meski beberapa kali terpeleset, Dortmund asuhan Jurgen Klopp menggila dengan hanya menelan tiga kekalahan saja, dari Hoffenheim, Borussia Monchengladbach, dan Werder Bremen. Sisanya, Dortmund tak terkalahkan. Gelar juara Bundesliga dipastikan usai mengalahkan FC Nurnberg 2-0.

Die Borussen bahkan menjuarai Bundesliga musim 2010/11 dengan mengumpulkan 75 poin. Selisih tujuh poin dengan peringkat dua, Bayer Leverkusen. Kemenangan ini sekaligus menggusur dominasi Bayern Munchen yang telah menjuarai kompetisi sebanyak empat kali dalam enam tahun terakhir.

Sepakbola Ala Jurgen Klopp

Lantas bagaimana cara Jurgen Klopp memainkan sepakbola yang lebih baik dari Bayern Munchen? Padahal kala itu The Bavarian sedang berada di bawah asuhan pelatih kawakan asal Belanda, Louis Van Gaal. Di atas kertas, kualitas pemain Bayern memang jauh di atas Dortmund. Namun, Klopp menutupi kekurangan tim dengan menampilkan permainan sepakbola bertempo tinggi dan organisasi yang baik.

Intensitas tinggi yang dimaksud adalah sepakbola yang mengedepankan kecepatan perpindahan bola dari kaki ke kaki dan mengcover semua area bermain lawan untuk menjalankan skema pressing tinggi. Skema ini sering disebut gegenpressing, atau Heavy Metal Football khas Jurgen Klopp.

Di tahun 2010-an, jika anda menggunakan istilah “Gegenpressing”, orang-orang di luar Jerman tidak akan mengerti. Itu karena istilah dan pola permainan ini masih jarang diaplikasikan di luar Jerman. Secara sederhananya, skema sepakbola yang dimainkan Jurgen Klopp kala itu adalah merebut bola secepat mungkin setelah timnya kehilangan bola.

Klopp bahkan menargetkan timnya untuk segera melakukan serangan setelah merebut bola. Dalam hal ini tim Jurgen Klopp harus memiliki transisi yang sangat baik. Sang pelatih bahkan terkadang meminta timnya untuk mencetak gol atau setidaknya peluang dalam waktu sepuluh detik pasca mendapatkan bola.

Dortmund asuhan Jurgen Klopp adalah tim yang bersifat vertikal. Mereka lebih memilih menyerang secara langsung dan fokus untuk menembus sepertiga akhir area lawan secepat mungkin baik dengan gegenpressing atau dengan serangan balik cepat yang sistematis. Jadi, penguasaan bola bukan inti utama dari permainannya.

Sebetulnya, permainan ini sebelas dua belas dengan apa yang dilakukan Pep Guardiola di Barcelona. Bedanya, ketika skuad asuhan Pep mendapatkan bola, mereka akan memainkan umpan-umpan sederhana untuk kembali memenangkan persentase penguasaan bola. Baru membangun serangan lagi dari bawah.

Prestasi Lain

Dengan gaya bermain seperti itu, revolusi Klopp bersama Dortmund sudah terlihat jelas. Jurgen Klopp pun mengulangi kesuksesan di musim selanjutnya. Di musim 2011/12, Borussia Dortmund kembali menjuarai Bundesliga. Kali ini dengan mengumpulkan 81 poin dengan selisih delapan poin dari Bayern Munchen yang keluar sebagai runner up.

Musim tersebut bahkan Jurgen Klopp berhasil mengawinkan gelar Bundesliga dan DFB-Pokal. Itu jadi suatu pencapaian yang jarang dilakukan oleh Dortmund. Setelah dua tahun yang luar biasa itu, Borussia Dortmund langsung jadi bahan perbincangan. 

Meski setelah itu Klopp gagal membawa Dortmund berjaya lagi, namanya mulai harum di Eropa bahkan dunia. Jadi tak heran apabila banyak klub top Eropa yang menggodanya untuk hengkang dari Dortmund.

Jadi Warisan Berharga Bagi Dortmund

Usai menghadirkan dua Piala Super Cup Jerman pada musim 2013/14 dan 2014/15, Jurgen Klopp akhirnya hengkang dari Signal Iduna Park untuk menerima pinangan klub Inggris, Liverpool. Ini jadi momen paling mengharukan bagi seluruh The Yellow Wall. Mereka seakan belum siap kehilangan sosok semenyenangkan dirinya.

Namun, sang pelatih merasa kalau tahun 2015 jadi tahun yang pas untuk membiarkan Dortmund berdiri di atas kaki sendiri. Seluruh prestasi dan sistem yang dia bangun selama kurang lebih tujuh tahun dirasa sudah cukup untuk kelangsungan hidup klub. Dengan sistem yang telah dibangun, Dortmund kini dikenal sebagai salah satu tim dengan struktur dan organisasi yang paling dikagumi di Eropa.

Hal ini beriringan dengan mereka yang terus mengembangkan bintang-bintang muda yang tumbuh menjadi pemain kelas dunia. Tentu kalian sudah tahu kalau pemain-pemain seperti Antonio Rudiger, Ilkay Gundogan, Ousmane Dembele, hingga Erling Haaland merupakan pemain hasil proyek ini. Jadi, bisa dibilang Die Borussen yang kita lihat sekarang adalah peninggalan paling berharga dari seorang Jurgen Klopp.

Sumber: These Football Times, BTL, Goal, Bundesliga, First Touch

Berita Bola Terbaru 28 Desember 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Wolverhampton Wanderers berhasil melibas Brentford dengan skor 4-1 pada pekan ke-19 Liga Primer Inggris 2023/24 bertajuk Boxing Day, Kamis (28/12) dini hari WIB. Empat gol Wolves dicetak oleh Mario Lemina, Hwang Hee Chan yang mengemas brace, serta Jeanricner Bellegarde. Sementara itu, Brentford sempat memperkecil skor melalui Yoane Wissa.

Di Stamford Bridge, Chelsea mengalahkan Crystal Palace. Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (28/12/2023) dini hari WIB berakhir dengan skor 2-1 untuk The Blues. Gol Mykhailo Mudryk (13′) sempat disamakan The Eagles melalui Michael Olise (45+1′). Namun, penalti Noni Madueke (89′) memenangkan Chelsea. Chelsea kini masih menempati peringkat ke-10 dengan 25 angka.

Manchester City melakukan comeback fantastis untuk mengalahkan Everton dengan skor 3-1 dalam laga Liga Primer Inggris 2023/24 pekan-19 yang digelar di Goodison Park, Kamis (28/12) dini hari WIB. City sejatinya sempat tertinggal lebih dahulu hingga turun minum akibat gol Jack Harrison. City pun bangkit di babak kedua dan mencetak tiga gol, masing-masing lewat aksi Phil Foden, Julian Alvarez, dan Bernardo Silva. Berkat hasil ini, City kini berhak naik ke posisi empat dengan perolehan poin 37. Sementara itu, Everton tertahan di peringkat 17 dengan poin 16.

BEK ANDALAN TOTTENHAM DIPAKSA MENEPI LIMA PEKAN

Klub Liga Inggris Tottenham Hotspur akan kehilangan bek tengahnya Cristian Romero. Menurut pelatih klub itu Ange Postecoglou, Romero akan absen kurang lebih selama satu bulan karena cedera. Sebelumnya, Romero ditarik keluar pada babak pertama saat Spurs menang 2-1 dari Everton dalam ajang Liga Inggris pekan lalu. Bek berkebangsaan Argentina itu kemudian terlihat paha kirinya dikompres menggunakan es pada babak kedua.

BERNARDO SILVA SAMAI REKOR ASSIST RONALDO

Bernardo Silva menyamai rekor rekan senegaranya Cristiano Ronaldo di Liga Premier setelah memberikan assist melawan Everton. Ini merupakan assist ke-37 Silva untuk The Citizens di Liga Primer Inggris. Angka yang sama dimiliki Ronaldo ketika dulu memperkuat MU. Silva tidak hanya bikin assist pada laga itu, ia juga cetak gol. Mantan bintang AS Monaco itu kini mengoleksi lima gol dan empat assist untuk Sky Blues dalam 16 penampilan liga di musim ini.

GUARDIOLA HARAP HAALAND COMEBACK JANUARI

Pep Guardiola telah memberikan kabar terbaru tentang kemungkinan tanggal kembalinya Erling Haaland. Guardiola mengatakan bahwa dia berharap sang striker akan kembali di Tahun Baru. Seperti diketahui, Haaland telah absen sejak cedera kakinya beberapa minggu lalu dan tidak tampil dalam kesuksesan Manchester City di Piala Dunia Antarklub FIFA. Guardiola juga berbicara tentang Kevin De Bruyne. De Bruyne terlibat dalam pelatihan di Arab Saudi untuk meningkatkan pemulihannya dari cedera hamstring.

BARCELONA PERKENALKAN VITOR ROQUE

Vitor Roque sudah tiba di Barcelona pada Rabu (27/12) pagi waktu lokal. Dia berhasil menghindari seluruh awak media yang telah menunggunya lalu berangkat menuju Hotel Sofia yang menjadi venue istirahat bersama keluarga. Siang harinya, striker 18 tahun itu tiba di markas Barcelona di Ciutat Esportiva Joan Gamper. Di sana dia menjalani tes medis dan melihat-lihat fasilitas klub. Roque dikontrak hingga 30 Juni 2031 dengan nilai klausul pelepasan sebesar 500 juta Euro. 

HERE WE GO! MAN CITY SUKSES AMANKAN ECHEVERRI

Manchester City sepakat menggelontorkan dana sebesar 25 juta euro atau setara dengan Rp 492,2 miliar guna mendapatkan Claudio Echeverri. City memenangi duel melawan Barcelona untuk mendapatkan jasa Echeverri. Sebelumnya pemain dari klub River Plate itu juga diincar Chelsea. Menurut Fabrizio Romano, meski telah mencapai kesepakatan antara Manchester City dengan River Plate sekarang, pemain yang disebut titisan Lionel Messi itu tetap membela klub yang bermarkas di Nunez itu hingga Desember 2024.

JUVENTUS RESMI PERPANJANG KONTRAK BREMER

Klub raksasa Italia, Juventus mengumumkan bahwa Gleison Bremer telah memperbarui kontraknya. Bek asal Brasil itu masih akan memperkuat Juventus selama beberapa tahun ke depan, tepatnya sampai 2028. Dengan kontrak baru ini, Bremer kabarnya juga akan mendapat kenaikan gaji. Sebelum perpanjangan kontrak, Bremer diperkirakan mendapat bayaran 5,5 juta-6 juta euro per tahun.

RB LEIPZIG RESMI DATANGKAN GELANDANG NAPOLI

RB Leipzig telah menyelesaikan penandatanganan gelandang internasional Makedonia Eljif Elmas dari juara bertahan Serie A Napoli. Elmas telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun di Leipzig hingga 30 Juni 2028. Konfirmasi transfer pemain berusia 24 tahun itu menyusul kabar  kepindahan Emil Forsberg ke New York Red Bulls setelah sembilan tahun berada di klub tersebut.

CONTE DAN DE ZERBI JADI KANDIDAT PELATIH BARU MILAN

Pelatih Brighton, Roberto De Zerbi, diberitakan masuk dalam daftar kandidat pengganti Stefano Pioli di AC Milan. Saat ini AC Milan masih belum berniat mengusir Stefano Pioli. Namun situasi bisa saja berubah pada akhir musim 2023/24 nanti. Sebelum nama De Zerbi muncul, Antonio Conte disebut bisa menjadi pengganti Pioli di Milan. Namun Milan bisa saja mendapat kemudahan untuk merekrut De Zerbi. Sebab ia dulu pernah menimba ilmu di akademi Rossoneri.

AS ROMA BURU-BURU INGIN DAPATKAN BONUCCI, INI ALASANNYA

AS Roma intens mendekati Leonardo Bonucci, bek gaek yang gagal bersinar di klub Union Berlin. Giallorossi berharap bisa menggaet bek veteran Italia itu secepatnya. Proses negosiasi kabarnya masih berlanjut. Mantan bek AC Milan dan Juventus ini diklaim ingin mendapat kontrak 18 bulan dan tampil reguler di AS Roma, demi mendapat tempat di skuad Timnas Italia pada Piala Eropa 2024.

NEWCASTLE DISARANKAN REKRUT DE GEA

Legenda Newcastle United, Alan Shearer, menyarankan mantan klubnya untuk mengontrak David de Gea Januari ini untuk menggantikan Nick Pope yang cedera. Kiper asal Spanyol itu berstatus bebas transfer setelah dilepas Manchester United musim panas lalu. Sejauh ini, De Gea masih menganggur. “Saya pikir Newcastle memerlukan kiper, dan De Gea ada di luar sana. Saya tahu gajinya akan sangat besar tetapi mereka tidak perlu membayar biaya untuknya,” ujar Shearer.

BAYERN MUNCHEN SIAP ANGKUT VARANE

Raphael Varane berpeluang besar meninggalkan Manchester United di musim dingin mendatang. Sudah ada beberapa klub yang tertarik untuk memakai jasanya. Real Madrid salah satunya. Namun kini ada pula Bayern Munchen. The Bavarian sedang memburu bek tengah untuk menambal kekosongan selama awal tahun karena Kim Min-jae dan Noussair Mazraoui akan tampil di Piala Asia serta Afrika.

TEN HAG SAMBUT KEDATANGAN RATCLIFFE KE MU

Sir Jim Ratcliffe telah diumumkan sebagai investor baru Manchester United. Manajer United Erik ten Hag menyambut positif perubahan di jajaran manajemen. Ten Hag menyatakan antusiasnya untuk bekerja sama dengan CEO INEOS dan menganggapnya sebagai suatu hal yang dinantikan dengan penuh harapan. Setelah kemenangan MU 3-2 atas Aston Villa, pelatih dari Belanda tersebut juga menyatakan bahwa ia selalu mempercayai kemampuan para pemainnya untuk mencapai kesuksesan. 

MALU DIKALAHKAN CR7, BENZEMA HAPUS AKUN INSTAGRAM

Al Ittihad ditekuk Al Nassr dengan skor 2-5 di Liga Pro Arab Saudi, rabu kemarin. Ini jadi kekalahan pertama Karim Benzema melawan Ronaldo ketika sama-sama bermain di Liga Pro Arab Saudi musim ini. Setelah kekalahan itu, muncul kabar yang kurang sedap terkait Benzema. Dilaporkan laman Goal, Benzema ternyata menghapus akun Instagram-nya pasca kekalahan itu. Ada yang mengklaim peraih Ballon d’Or musim lalu itu diserang kritikan pendukung dari Al Ittihad.

DUGAAN RASISME DI LAGA LUTON VS SHEFFIELD

Kemenangan Luton Town atas Sheffield United diwarnai insiden kurang mengenakan yang menimpa pemain Luton, Carlton Morris. Dilansir Sky Sport, manajer Luton, yakni Rob Edward mengatakan kalau ada indikasi perlakuan rasisme oleh fans lawan kepada Morris. Oleh karena itu, kepolisian setempat sedang menginvestigasi kasus ini. Jika terbukti benar, Sheffield akan mendapat teguran bahkan sanksi jika perlu. 

MU & CHELSEA BERTARUNG DAPATKAN WONDERKID ASAL BRAZIL

Manchester United dan Chelsea dikabarkan siap berduel untuk mendapatkan talenta asal Brazil yang masih berusia 16 tahun. Dilansir Express, pemain yang dimaksud adalah Estevao Willian. Pemain tersebut kini berstatus sebagai pemain Palmeiras. Kabarnya, MU dan Chelsea siap menebus sang pemain dengan mahar 52 juta pound atau setara Rp1 triliun.

RATCLIFFE: BUTUH WAKTU DAN KESABARAN UNTUK BAWA MU SUKSES 

Usai mengakuisisi sebagian saham Manchester United, harapan dan ekspektasi pun langsung menumpuk di pundak Sir Jim Ratcliffe. Namun, sang pengusaha hanya merespons santai. Dilansir ESPN, Ratcliffe enggan memberikan janji palsu kepada fans. Menurutnya, butuh waktu dan kesabaran tinggi untuk mengembalikan nama baik Manchester United di mata Eropa.

CITY BERSIAP COMOT PEMAIN ANDALAN GIRONA

Manchester City dilaporkan tengah berusaha melancarkan transfer Savinho dari Girona. Dilansir Tribal Football, Savinho telah menampilkan performa apik bersama Girona. Ia membantu tim untuk bersaing di papan atas Liga Spanyol. Savinho sendiri merupakan pemain pinjaman dari Troyes yang mana kedua klub tersebut sama-sama berada di bawah naungan City Football Group. City akan segera mengontrak Savinho agar terlindung dari ketertarikan klub lain.

ARSENAL TERDEPAN DAPATKAN GONCALO INACIO

Arsenal dikabarkan telah mendapat lampu hijau dari Sporting Lisbon untuk mengontrak salah satu pemainnya, Goncalo Inacio. Dilansir Abola, beberapa klub Eropa macam Manchester United, Liverpool dan Tottenham juga tertarik dengan Inacio. Namun, Arsenal dikabarkan jadi tim yang paling berpeluang untuk mendapatkannya. Inacio memiliki klausul pelepasan di angka 60 juta euro dan Arsenal siap membayar itu.

LINGARD BUKA PELUANG GABUNG LILLE?

Setelah lama menganggur karena tak kunjung menemukan klub baru, Jesse Lingard dikabarkan telah melihat secercah harapan soal karir sepakbolanya di bursa transfer mendatang. Seperti yang diwartakan Mirror, Lingard telah ditawarkan ke beberapa klub Ligue 1 dan Lille jadi yang paling berminat. Namun, regulasi Ligue 1 cukup ketat bagi pemain Inggris. Jadi, Lingard juga tengah mengeksplor kemungkinan bermain di MLS.

LEVERKUSEN INCAR MANTAN PEMAIN REAL MADRID

Bayer Leverkusen berniat untuk menambah amunisi guna mempertahankan performa mereka di Bundesliga. Dilansir Football Espana, mantan pemain Real Madrid, yakni Sergio Arribas jadi salah satu target Leverkusen. Arribas kini bermain untuk Almeria. Namun, timnya kini sedang berada di dasar klasemen La Liga. Oleh karena itu, Xabi Alonso ingin menawarkan kehidupan sepakbola yang lebih layak di Jerman.

ANAK ZINEDINE ZIDANE BAKAL HENGKANG DARI MADRID

Anak laki-laki dari legenda sepakbola Prancis, Zinedine Zidane dikabarkan akan segera meninggalkan Real Madrid. Dilansir Marca, Theo Zidane saat ini masih bermain di Real Madrid Castilla. Namun, kontraknya akan habis pada akhir musim nanti. Sang pelatih, Alvaro Arbeloa tak memanggilnya untuk pertandingan UEFA Youth League. Oleh karena itu Theo mempertimbangkan untuk hengkang agar tetap mendapat menit bermain yang cukup.

MADRID PERSIAPKAN LIMA PEMAIN AGAR PULIH DI JANUARI NANTI

Kabar baik untuk para fans Real Madrid dimanapun kalian berada. Tim medis El Real mengumumkan kalau ada lima pemain yang berpotensi kembali ke skuad utama dalam waktu dekat. Dilansir Football Espana, Carvajal dan Vinicius diprediksi bakal kembali pada awal Januari mendatang. Sedangkan Eder Militao, David Alaba, dan satu pemain lain yang tidak disebutkan namanya itu akan tersedia sebelum semifinal Piala Super Spanyol 

ATLETICO MADRID TOLAK TAWARAN JUVE UNTUK DE PAUL

Atletico Madrid dikabarkan telah menolak tawaran dari Juventus untuk Rodrigo De Paul. Juve dikabarkan tak berminat untuk melepas sang pemain dalam waktu dekat. Dilansir Football Espana, pihak Atletico belum berniat untuk menambah gelandang baru, oleh karena itu De Paul dilarang keluar dari klub. Toh manajemen tim merasa kalau performa De Paul tengah membaik dalam beberapa pekan terakhir. 

Bersinar di Indonesia, Claudio Echeverri Masa Depan Manchester City

Mendengar nama Claudio Echeverri, banyak yang menyebutnya di linimasa sebagai titisan Lionel Messi. Hmm…rasanya berlebihan nggak sih? Ya, memang Echeverri berkewarganegaraan Argentina. Namun dari gaya mainnya, Echeverri berbeda dengan Messi.

Sempat gacor ketika berlaga di Piala Dunia U-17 di Indonesia, kini Echeverri sudah jadi proyek masa depan Manchester City. Memangnya sebutuh apa sih The Citizens sampai merekrut Echeverri?

17 Tahun Sudah Jadi Bagian River Plate

Lahir 2 Januari 2006 di Resistencia, Echeverri mulai mengasah bakat sepakbolanya di klub amatir Deportivo Lujan sejak usia 11 tahun. Dilansir Planet Football, ketika itu ia sudah menjadi sorotan dengan tampil apik di turnamen remaja yang dihelat di Venesia, Italia. Menghadapi klub macam Juventus, Chelsea, maupun Atletico Madrid, ia mampu mengakhiri turnamen tersebut dengan koleksi sembilan gol.

Echeverri tergolong lama menimba ilmu di klub amatir tersebut. Pemain berjuluk El Diablito atau “Si Iblis Kecil” itu baru bergabung di River Plate U-20 pada bulan Januari 2023. Namun tak berselang lama pada Mei 2023 ketika usianya menginjak 17 tahun, Echeverri sudah ditarik ke skuad senior River Plate asuhan Marcelo Gallardo.

Debut pertama pemain berjuluk El Diablito itu tercatat di laga Superliga Argentina melawan Instituto pada Juni 2023. Debutnya istimewa, Echeverri langsung cetak assist padahal hanya menjadi pemain pengganti selama 27 menit.

Sorotan Piala Dunia U-17 Indonesia

Cerita keistimewaan El Diablito berlanjut. Berkat penampilannya yang mulai disorot di River Plate, ia kemudian masuk bagian dari Timnas Argentina U-17 yang akan berlaga di ajang Piala Dunia U-17.

Echeverri terbang menuju Indonesia untuk mengharumkan nama Argentina di Piala Dunia U-17. Ia menjadi salah satu andalan skuad besutan Diego Placente. El Diablito bahkan dijadikan kapten Albiceleste oleh Placente. Menurut Placente, Echeverri cocok jadi pemimpin karena punya mental dan daya juang yang berkelas, serta pola komunikasi yang baik dibanding rekan-rekannya.

Tak heran jika selama Piala Dunia U-17, ia menjadi sorotan. Selain kepemimpinannya, performanya bagi tim sangat menonjol. Misal yang membekas ketika hattrick-nya ke gawang Brazil di babak perempat final. Laga yang digelar di JIS tersebut benar-benar menjadi milik El Diablito. Bahkan nih, satu golnya dengan cara melewati kiper dibanding-bandingkan dengan gol Messi.

Namun sayang, Tim Tango hanya mampu diantarkan Echeverri sampai babak semifinal saja, karena harus kalah atas Jerman. Tapi tak jadi soal, torehan 5 gol 1 assist-nya selama berlaga di Indonesia sudah lebih dari cukup untuk memukau dunia.

Pilih Gabung Manchester City

Berangkat dari kisah Echeverri yang gacor di Piala Dunia U-17, banyak klub besar Eropa yang kemudian menancapkan radarnya ke pemain 17 tahun tersebut. Barcelona, Real Madrid, dan Manchester City dikabarkan kepincut dengan aksi El Diablito di Indonesia.

Usai laga terakhir River Plate musim ini melawan Rosario Central pada tanggal 23 Desember 2023, El Diablito tiba-tiba mengaku tidak akan akan memperbarui kontraknya bersama River Plate lewat wawancaranya dengan media. Kontraknya sendiri masih tersisa satu musim lagi. Pernyataan itu sempat membuat para fans River Plate geram dengan sikap Echeverri.

Setelah pernyataan itu muncul pula isu ia akan hengkang. Pihak River Plate sendiri tentu tak mau permata berharganya tersebut dicaplok tim lain secara cuma-cuma saat kontraknya habis musim depan. Maka dari itu, dengan diuangkan di musim ini merupakan win-win solution.

Sempat mengatakan jelang Piala Dunia U-17, bahwa Barcelona menjadi klub impian El Diablito karena ia sangat mengidolakan Messi. Namun ia akhirnya justru memilih Manchester City sebagai pelabuhan barunya. Dilansir The Guardian, The Citizens menebus Echeverri seharga 25 juta euro.

Pola Transfer Mirip Julian Alvarez

Kalau menurut juru transfer Fabrizio Romano, Echeverri meski sudah ditebus City musim ini, namun masih akan dipinjamkan di River Plate. “Si Iblis Kecil” baru akan bergabung di Etihad pada awal musim panas 2024/25 nanti.

Itu artinya, pola transfer seperti ini mirip dengan pendahulunya yang sudah lebih dulu sukses di Etihad, Julian Alvarez. Kita ingat di bulan Januari 2022 lalu, City sudah merampungkan transfer Alvarez dari River Plate sebesar 17 juta euro.

Namun pemain berjuluk La Aranita itu tak langsung bergabung dengan The Citizens, melainkan masih dipinjamkan ke River Plate. Alvarez baru bergabung di skuad Pep pada awal musim panas 2022/23.

Proyek Masa Depan City

Dilansir Football Express, Manchester City tak ujug-ujug mendapatkan Echeverri. Pasca minat Pep Guardiola pada bocah 17 tahun itu sejak gacor di Piala Dunia U-17, pihak manajemen City langsung menindaklanjuti dengan cara mengagendakan pertemuan untuk berunding dengan pihak River Plate maupun sang agen Echeverri. Tindak lanjut tersebut sebagai upaya serius dari The Citizens untuk segera mengangkut Echeverri.

Namun apa sih yang menjadikan City getol tak ingin kehilangan permata Argentina tersebut? City memang sedang membuat proyek masa depan baru di lini serangnya. Erling Haaland, Jeremy Doku, Jack Grealish, Julian Alvarez, maupun Phil Foden adalah beberapa pilar yang sudah ada.

Pep Guardiola sudah mulai menyusun kerangka baru lini depan Manchester City. Ia tak bisa mengandalkan Kevin De Bruyne yang sering sakit-sakitan. Energi Bernardo Silva juga tak selamanya bisa terus dipakai Guardiola. Echeverri yang agresif dan rajin merangsek ke kotak penalti cocok sekali jadi bagian dari amunisi lini serang City di masa depan.

Echeverri di Sistem Pep Guardiola

Mengutip Planet Football, sosok Echeverri digambarkan sebagai pemain “nomor 10” yang lincah dan cepat. Dalam bahasa Spanyol ia sering disebut “Enganche”. Meski berpostur 1,71 meter, jangan tanyakan skill individu maupun instingnya dalam mencetak gol.

Bedanya dengan Messi, Echeverri lebih beroperasi di lini tengah bukan di sayap. Kakinya juga yang lebih kuat adalah kaki kanan. Lalu cara ia menggiring bola, visi bermain, maupun umpan akuratnya menjadi beberapa kelebihannya.

Ketika di River Plate maupun Timnas Argentina U-17, ia lebih sering ditempatkan sebagai gelandang serang di belakang striker. Pergerakan dan tusukan liarnya di segala lini pertahanan lawan sering jadi ancaman.

Di sistem Pep yang bermain dengan format 3-2-4-1, ia kemungkinan bisa saling mengisi di salah satu pos gelandang serang yang ditempati Kevin De Bruyne ataupun dulu Ilkay Gundogan. Selain itu, dengan melihat kelincahan serta kecepatannya, bisa juga ia ditempatkan Pep di sisi sayap seperti halnya Bernardo Silva.

Mengikuti Jejak Sukses Julian Alvarez?

Well, Echeverri kini sudah jadi pelengkap proyek Manchester City di masa depan. Artinya Pep tak usah repot-repot lagi untuk cari amunisi lini serang lain di bursa transfer. Langkah Echeverri yang mirip dengan Julian Alvarez dulu, membuat publik City kini mulai membanding-bandingkannya dengan kesuksesan yang dicapai Alvarez.

Echeverri masih punya banyak waktu untuk mengasah kemampuannya lebih matang lagi di bawah gemblengan pelatih Martin Demichelis di River Plate. Paling tidak hingga bulan Juni atau Juli 2024 nanti.

Sebelum akhirnya ia akan jatuh ke pelukan Pep Guardiola, dan akan dipermak layaknya Julian Alvarez. Ya, kita nantikan saja apakah Echeverri akan sukses di City seperti Julian Alvarez. Namun yang jelas amunisi lini serang City di masa depan akan tambah mengerikan.

Sumber Referensi : theathletic, planetfootball, forbes, theguardian, transfermakt, dailysports, footballexpress

Rahasia di Balik Sistem Perekrutan Pemain Hebat Ala Bayer Leverkusen

Perkasanya Bayer Leverkusen di Bundesliga musim ini menjadi salah satu fenomena yang mengejutkan. Performa konsisten anak asuh Xabi Alonso menjadi sorotan, karena dengan materi yang tak semewah Bayern Munchen, tapi bisa tampil solid dan memukau.

Di balik solidnya komposisi skuad Bayer Leverkusen musim ini, ternyata ada beberapa elemen yang berpengaruh di dalamnya. Dan jangan lupa, ternyata Leverkusen punya sistem tersendiri dalam hal perekrutan dan pengembangan pemain muda. Seperti apa cara mereka?

Perekrutan dan Pengembangan Pemain

Dari mengasuh Kai Havertz sejak usia muda, hingga merekrut pemuda yang baru berusia 16 tahun, Florian Wirtz, menjadi bukti bahwa Die Werkself percaya dan lihai dalam urusan perekrutan dan pengembangan pemain muda.

Leverkusen telah menjadi pusat pengembangan talenta muda dalam beberapa tahun terakhir. Menggunakan jaringan kepanduan pemain yang luas dan fasilitas pelatihan kelas dunia membuat mereka banyak dipuji.

Tiap musimnya Leverkusen mengkombinasikan perekrutan pemain yang efektif dan pengembangan pemain muda yang berkelanjutan. Karena tentu tiap musimnya tidak mudah untuk merekrut pemain yang selalu tepat sesuai keinginan. Maka dari itu, Leverkusen tetap mengandalkan produk dari akademi yang dianggap unggul.

Sosok Simon Rolfes

Beruntung Die Werkself punya direktur olahraga yang kompeten dalam diri Simon Rolfes. Pria kelahiran Ibbenburen ini sebenarnya sudah bekerja di balik layar Leverkusen sejak menjadi manajer akademi pada Juli 2018. Namun selang beberapa bulan tepatnya Desember 2018, ia sudah naik pangkat dan bertanggung jawab sebagai direktur olahraga.

Baru lima bulan bekerja sebagai direktur olahraga, ia sudah ditunjuk untuk menjadi direktur pengelola olahraga menggantikan Rudi Voller tepatnya pada Juli 2022. Dibanding pendahulunya, Rolfes punya pendekatan yang berbeda.

Penggunaan Data AWS

Di bawah kendali Rolfes, Leverkusen menggunakan pendekatan kuantitatif melalui data. Rolfes memanfaatkan Amazon Web Service (AWS). Platform digital yang juga dipakai Bundesliga untuk membuat Bundesliga Match Facts. Dengan penggunaan data inilah, Leverkusen bisa dengan cepat melacak dan menemukan target baru yang potensial.

Melalui metode AWS ini, Bayer Leverkusen menjadi lebih stabil dan tak takut kehilangan pemain bintangnya di setiap musim. Tidak ada yang namanya sikap menahan pemain di Leverkusen. Seperti yang terjadi pada Havertz, atau Moussa Diaby yang dilepas musim ini. Meski Havertz dan Diaby akhirnya lebih sukses ketika pindah klub, Rolfes malah senang. Artinya bukti pengembangan pemain di klubnya berhasil.

Selain itu, dengan metode AWS pula, Rolfes dan Leverkusen akhirnya berani merekrut Xabi Alonso sebagai pelatih pada pertengahan musim lalu menggantikan Gerardo Seoane. Sepak terjang Alonso dalam menangani Real Sociedad B maupun Real Madrid junior telah dilihat dari data AWS oleh Rolfes. Menurut Rolfes, racikan dan pengaruh gaya main Xabi Alonso akan cocok bila diterapkan di Leverkusen dengan materi skuad yang ada.

Pemain Hasil dari Data AWS

Beberapa transfer cerdas pemain yang dihasilkan dari metode data AWS ini juga terbukti berhasil. Seperti misal di musim ini ada Alex Grimaldo, Granit Xhaka, Nathan Tella, maupun Victor Boniface. Siapa yang mengenal Nathan Tella?

Pemain yang hanya bermain untuk klub medioker macam Burnley maupun Southampton itu justru dilirik oleh Rolfes lewat data dari AWS. Dan akhirnya terbukti. Nathan Tella menjadi salah satu pemain penting Leverkusen.

Hincapie dan Frimpong yang didatangkan pada musim-musim sebelumnya juga hasil data AWS. Hincapie berani dibeli di usia yang masih 19 tahun dari klub antah berantah, CA Talleres. Namun dengan kepercayaan Rolfes dari data yang ditunjukan AWS, Hincapie benar-benar berkembang menjadi salah satu bek potensial di Leverkusen.

Frimpong juga mirip. Pemain akademi Manchester City ini dibeli dari Celtic. Rolfes ketika itu yakin bahwa Frimpong mampu berkembang di Leverkusen setelah melihat langsung sayap Belanda tersebut dari video analisis data AWS.

Cetak Biru Bayer Leverkusen

Selain menggunakan alat bantu data AWS, di bawah kendali Simon Rolfes, Leverkusen juga punya tiga poin penting dalam cetak biru klub. Yakni atmosfer, pengembangan, serta kinerja.

Yang dimaksud atmosfer adalah menciptakan sebagus mungkin suasana internal tim. “Jika suasana di klub keruh, anda tidak akan mendapatkan performa terbaik dari pemain rekrutan anda,” kata Rolfes. Rolfes mengungkapkan jika dirinya terus mencoba membangun skuad terbaik dari sisi kepribadian terlebih dahulu.

Yang kedua adalah pengembangan. Baik itu pendatang baru, pemain akademi, atau pemain berpengalaman, begitu masuk ke dalam klub, proses pengembangan adalah yang paling diutamakan Leverkusen. Dan di sini yang paling berperan adalah sang pelatih.

Seperti yang dikatakan oleh kepala tim utama Leverkusen sekarang, Thomas Eichin. “Anda boleh memiliki strategi terbaik maupun filosofi terbaik. Akan tetapi jika anda tidak memiliki pelatih terbaik, anda tidak dapat mencapai tujuan anda. Karena buat Leverkusen, sangat penting pelatih yang tepat untuk membawa si pemain berkembang,” katanya.

Di sini penunjukan pelatih seperti Xabi Alonso menjadi tepat. Xabi Alonso mampu memanfaatkan kapasitas pemainnya dengan tepat. Baik itu pemain muda maupun pemain rekrutan baru. Bagaimanapun Xabi Alonso menjadi pilar penting penopang cetak biru Die Werkself dari segi pengembangan.

Yang terakhir adalah kinerja. Pilar ketiga ini bertujuan untuk membantu para pemain konsisten selama proses pengembangan. Segi kinerja inilah yang akan menilai pemain ini lolos uji atau tidak dari proses pengembangan.

Kalau sistem pengembangannya berjalan dengan baik, bisa diprediksi kinerja pemain tersebut akan berpengaruh bagi klub. Entah nantinya akan terus dipertahankan klub sebagai pemain inti, atau bisa saja kalau ada peluang untuk dijual dengan harga mahal, mereka pun akan dijual.

Ambisi Meraih Prestasi

Dengan beberapa metode yang kini sudah tak menjadi rahasia lagi, Leverkusen tampaknya sedang dalam track yang tepat dalam segi pengelolaan klub. Bayangkan dengan metode AWS dan cetak biru klub yang diterapkan, mereka musim ini hanya keluar kocek 80 juta euro saja.

Ya, efektivitas perekrutan pemain yang dilakukan Die Werkself musim ini oleh Rolfes berhasil. Setidaknya hingga spieltag ke-16 Bundesliga mereka masih memuncaki klasemen dengan koleksi 42 poin. Yang spesialnya lagi, mereka belum pernah kalah di Bundesliga.

Oh ya, selain itu mereka juga lolos ke babak 16 besar Europa League, juga dengan rekor sempurna tak pernah kalah di fase grup. Tak berlebihan jika menyebut pasukan Xabi Alonso di akhir musim nanti diprediksi akan meraih beberapa gelar. Entah itu gelar Bundesliga, Europa League, ataupun DFB Pokal.

Sayang kan, sudah kadung sempurna secara hasil, Leverkusen harusnya pede untuk berprestasi lebih. Maka dari itu, hilangkan mulai sekarang stigma “Neverkusen” atau “Mr Runner Up” yang dulu pernah mereka sandang. Bersiaplah, gelar di akhir musim akan mampir ke Leverkusen.

Sumber Referensi : bundesliga.com, transfermarkt, forbes, awsamazon

Rekor-Rekor NGERI yang Diciptakan Xabi Alonso di Bayer Leverkusen

0

Fenomena Xabi Alonso mengguncang sepak bola Eropa. Belum mengantarkan trofi. Tapi Alonso yang melatih Bayer Leverkusen berhasil membuat semua orang jatuh hati. Ia menyulap tim yang nyaris terdegradasi menjadi penantang gelar. Tidak hanya gelar domestik, tapi juga Eropa.

Sebelum kalender berganti, eks pemain Liverpool itu menciptakan banyak sekali kejutan di Bayer Leverkusen. Rekor demi rekor ia torehkan selama menukangi tim berjuluk Die Werkself itu. Apa saja rekor-rekor mengerikan yang berhasil diukir Xabi Alonso di Bayer Leverkusen?

24 Pertandingan Tak Terkalahkan

Die Werkself menutup kalender 2023 dengan pesta pora di BayArena, markasnya sendiri. Menjamu tim papan bawah Bundesliga, VfL Bochum, Leverkusen menang telak empat gol tanpa balas. Kemenangan besar tersebut juga dibarengi dengan comeback-nya bintang mereka yang lama hilang, Patrik Schick.

Schick yang baru pulih dari cedera langsung melampiaskannya dengan mencetak tiga gol di laga itu. Keberhasilan mengalahkan Bochum juga sekaligus menandai 24 pertandingan tak terkalahkan Bayer Leverkusen di seluruh kompetisi musim ini. Menjadikan mereka satu-satunya tim di liga-liga top Eropa yang belum terkalahkan di semua kompetisi.

Pasukan Xabi Alonso sukses memetik 13 kemenangan dan 3 hasil seri di 16 laga Bundesliga. Selalu menang dalam enam laga di Liga Eropa. Melaju ke perempat final DFB Pokal setelah mengalahkan Teutonia Ottensen, Sandhausen, dan Paderborn.

Rekor itu juga menjadikan Bayer Leverkusen asuhan Alonso tim Jerman pertama yang melakukannya. Melampaui Hamburg SV yang tak terkalahkan dalam 24 laga pada musim 1982/83. Tidak terkalahkan dalam 16 pertandingan pertama di Bundesliga juga menyamai rekor mereka sendiri pada musim 2009/10. Ya, lebih dari satu dasawarsa lalu.

Rekor Sempurna di Liga Eropa Musim 2023/24

Catatan tidak terkalahkan itu juga dihiasi dengan pencapaian mentereng lainnya. Pasukan Xabi Alonso menjadi satu-satunya tim yang memiliki rekor sempurna di Liga Eropa musim 2023/24. Mereka menyapu enam laga di Grup H Liga Eropa dengan kemenangan.

Lihatlah di klasemen. Centang hijau semua seperti absensi Madrasah Tsanawiyah. Kalau ada yang bilang, ah ya jelas menang mulu, lawannya saja cuma Qarabag, Molde, dan Hacken. Lho, lho, lho, coba lihat Liverpool. Anak asuh Jurgen Klopp juga satu grup dengan tim-tim kelas teri. Toulouse, Union Saint-Gilloise, dan LASK Linz. Kurang gampang apa mereka?

Namun, Liverpool gagal menyapu bersih enam laga dengan kemenangan. The Reds justru keok dua kali. Tidak hanya perkara kemenangan. Bayer Leverkusen asuhan Alonso juga menjadi tim yang mencetak gol terbanyak di fase grup Liga Eropa musim ini dengan 19 gol. Juga menjadi yang paling sedikit kebobolan, yakni tiga gol saja.

Rata-Rata Mencetak Dua Gol

Selain menjadi tim dengan gol terbanyak di Liga Eropa, Alonso juga menjadikan Die Werkself tim kedua yang mencetak gol terbanyak di Bundesliga sejauh ini. Sementara sudah 46 gol ditorehkan. Jumlah itu hanya kalah dari Bayern Munchen yang membukukan 49 gol di Bundesliga.

Leverkusen boleh kalah dari Die Roten soal jumlah gol di Bundesliga musim ini, sejauh ini. Tapi anak asuh Xabi Alonso mengungguli gol Bayern Munchen di kompetisi DFB pokal.

Total sudah 16 gol ditorehkan. Bayern cuma mengemas lima gol di DFB Pokal. The Bavarians juga sudah tersingkir di DFB Pokal. Kalau dirata-rata secara keseluruhan, Bayer Leverkusen sanggup mencetak minimal dua gol per pertandingan.

Paling Rajin Mengumpulkan Poin

Musim ini, Granit Xhaka dan kawan-kawan berhasil menjadi tim yang paling rajin mengumpulkan poin di Bundesliga. Menurut FootyStats, Leverkusen memiliki rata-rata poin per pertandingan 2,63. Lebih banyak dari Bayern Munchen (2,53), Stuttgart (2,13), dan RB Leipzig (2,06) yang berada di belakangnya.

Tidak berhenti sampai di sana. Rata-rata poin per laga yang dikumpulkan Die Werkself juga yang paling banyak dari semua kontestan di lima liga top Eropa. Liverpool dan Arsenal yang berada di papan atas Premier League saja rata-rata poin per laganya masing-masing 2,21 dan 2,22.

Masih menurut FootyStats, PSG yang memuncaki Liga Prancis cuma punya rata-rata poin per laga 2,35. Real Madrid 2,5. Inter Milan yang perkasa di Serie A itu pun rata-rata poinnya hanya 2,59 per laga. See? Bayer Leverkusen memang mengerikan.

Empat Pemain Leverkusen Mencetak Minimal Lima Asis di Bundesliga

Para pemain Bayer Leverkusen musim ini juga memenuhi sepuluh besar pencetak asis terbanyak sementara di Bundesliga. Mengutip FotMob, ada empat pemain Die Werkself mengemas seminimal-minimalnya lima asis di Liga Jerman. Florian Wirtz menjadi yang terbanyak dengan tujuh asis dan menempati posisi kedua di bawah Leroy Sane (8 asis).

Selain Wirtz, ada Victor Boniface yang mengemas tujuh asis. Jeremie Frimpong dengan enam asis. Dan Jonas Hofmann yang mengantongi lima asis. Ngeri bukan? Pantas saja keran gol Bayer Leverkusen tidak pernah berhenti mengalir. Wajar kalau menurut situs resmi Bundesliga, Bayer Leverkusen adalah tim yang paling efisien melakukan serangan.

Rekor Jumlah Gol dan Poin Terbanyak Tim Ini Sendiri

Sebagaimana sudah disebutkan tadi. Bayer Leverkusen musim ini mengantongi 46 gol dalam 16 pertandingan Bundesliga. Nah, pencapaian itu merupakan rekor baru klub. Selama ini, sepanjang keikutsertaannya di Bundesliga, Bayer Leverkusen belum pernah mencapai 46 gol dalam 16 pertandingan di Bundesliga.

Ketika kali terakhir Bayer Leverkusen menjadi runner-up di Bundesliga pada musim 2010/11 pun tak bisa mencetak gol sebanyak itu hingga spieltag ke-16. Kala itu Leverkusen hanya mampu mengemas 33 gol. Tidak cuma itu. 42 poin yang dikumpulkan Bayer Leverkusen dalam 16 pertandingan Bundesliga juga pertama kalinya dalam sejarah klub.

Musim 2010/11, dalam 16 laga, Leverkusen cuma sanggup mengumpulkan 32 poin. Pada musim 2013/14, Bayer Leverkusen juga hanya bisa mengumpulkan 37 poin dalam 16 laga. Tatkala menjadi tim mengerikan dan nyaris menjuarai Bundesliga musim 2001/02, Bayer Leverkusen bahkan cuma sanggup mengumpulkan 39 poin dalam 16 pertandingan.

Xabi Alonso Menyaingi Rekor Pep Guardiola

Xabi Alonso juga sukses menyamai rekor start terbaik Bundesliga yang ditorehkan mantan pelatihnya, Josep Guardiola. Saat melatih Bayern Munchen musim 2015/16, di mana juga ada Xabi Alonso di dalamnya, Guardiola sukses mengumpulkan 31 poin dalam 11 laga pertama.

Hal itu sama dengan apa yang dilakukan Xabi Alonso dalam 11 pertandingan awal Bundesliga musim ini bersama Die Werkself. Hanya saja, timnya Alonso lebih buruk karena kebobolan 10 gol dibandingkan Bayern Munchen yang saat itu hanya kebobolan empat gol saja dalam 11 laga pertama.

Tapi ada rekor yang sukses dilampaui Xabi Alonso, yakni jumlah gol. Jika Bayern Munchen asuhan Guardiola mengemas 33 gol dalam 11 laga pertama, Leverkusen asuhan Alonso mencetak 34 gol. Lagi, dalam 16 laga pertama di Bundesliga musim 2015/16, Josep Guardiola hanya mampu membawa timnya mencetak 45 gol.

Xabi Alonso sukses melampauinya di musim ini dengan membawa anak asuhnya mengemas 46 gol di Bundesliga dalam rentang waktu yang sama. Well, rekor-rekor ngeri Xabi Alonso di Bayer Leverkusen terhampar sedemikian banyak. Maka, kalaupun ada yang bisa memutus gelar Bundesliga milik Bayern Munchen, orang akan berharap Bayer Leverkusen yang melakukannya.

Sumber: Bundesliga, Bundesliga, HindustanTimes, APNews, FotMob, FootyStats