Dibalik Lemparan Mematikan Pratama Arhan yang Ditakuti Lawan

spot_img

Bersihkan dulu dengan handuk, ancang-ancang, lalu lempar si kulit bundar itu sejauh mungkin ke kotak penalti lawan. Itulah trademark salah satu pahlawan Timnas Garuda, Pratama Arhan Alif Rifai. Tak sembarang orang yang bisa melakukan lemparan ke dalam yang mematikan seperti Arhan. Di Indonesia bahkan dunia sekali pun, jarang ada lho pemain yang punya kemampuan seperti dirinya.

Perkembangan Lemparan Kedalam Dalam Sepakbola

Sejatinya lemparan ke dalam hanyalah bagian teknis dari sepakbola. Baik dari sisi kanan maupun kiri, kalau bola keluar lapangan sudah seharusnya dilakukan lemparan ke dalam. Sangat susah membayangkan sebuah lemparan ke dalam bisa jadi strategi untuk menciptakan peluang.

Namun dalam perkembangannya, lemparan ke dalam ternyata bisa jadi senjata ampuh bagi tim untuk ciptakan peluang. Suatu ketika di tahun 1994, ada seorang pesepakbola Notts County bernama Andy Legg yang fokus berlatih lemparan kedalam untuk bisa membuat peluang.

Berhari-hari ia melatihnya sendiri tanpa didampingi pelatih khusus. Terbukti, di laga Anglo Italian Cup melawan Ascoli tahun 1995, Andy Legg bisa ciptakan peluang yang berbuah gol dari lemparan ke dalam.

Mungkin kisah Andy Legg banyak menginspirasi pemain lain untuk bisa lakukan hal serupa. Namun sayangnya, tak semua pemain punya kemampuan itu. Mungkin hanya beberapa pemain yang sukses jadi penerus Andy Legg. Salah satunya yang terkenal di Liga Inggris adalah Rory Delap, eks pemain Stoke City yang dulunya atlet lempar lembing.

Saking banyaknya pengaruh gol Stoke City yang lahir dari lemparan ke dalamnya, sampai-sampai Delap dijuluki “King of Throw In”. Pemain asal Republik Irlandia itu bahkan sampai diciptakan nyanyian khusus oleh fans Stoke City yang berbunyi, “You Only Score From a Throw-In!”

Sebelum Pratama Arhan

Fenomena lemparan ke dalam yang bisa jadi senjata mematikan untuk menciptakan peluang, ternyata tak hanya terjadi di Inggris saja. Fenomena itu sempat hadir di tanah air. Di era 2000-an, muncul nama eks pemain PSIM Yogyakarta, Fajar Listiyantoro.

Fajar ini adalah adik dari coach Seto Nurdiyantoro. Fajar dulu dikenal dengan lemparan ke dalamnya yang jauh bak crossing. Dengan lemparan ke dalamnya tersebut, ia bahkan sempat ciptakan peluang yang berbuah gol ketika menghadapi PSIS Semarang di Liga Indonesia 2006. Dari peristiwa tersebut, lantas Fajar pun dijuluki “pemain spesialis lemparan ke dalam” di Liga Indonesia saat itu.

Fajar Listiyantoro mungkin salah satu pemain lokal yang pertama kali menginspirasi pemain lokal lainnya untuk bisa melakukan hal serupa. Sampai akhirnya, fenomena pemain muda bernama Pratama Arhan muncul pada tahun 2020.

Keisengan Pratama Arhan

Pratama Arhan tak ujuk-ujuk muncul sebagai pelempar handal yang terkenal. Ia menempa proses sejak tingkat SMP di Semarang. Dalam wawancaranya dengan PSIS Official, ia mengatakan kemampuan lemparan jauhnya tersebut tak sengaja ia temukan saat bermain bersama SSB Terang Bangsa Semarang.

Berawal dari keisengan, ternyata lemparan ke dalamnya itu bisa jauh. Arhan sendiri mengaku bingung awalnya. Sejak saat itulah Arhan memahami kekuatannya tersebut dan ia coba kembangkan sampai saat ini.

Arhan mengaku tak ada pelatih khusus untuk melatih lemparan ke dalamnya. Ia juga dulunya bukan atlet lempar lembing seperti Delap. Arhan otodidak dan berlatih sendiri. Porsi latihan Arhan pun tak melulu latihan lemparan ke dalam.

Untuk melatih agar lemparannya makin matang, Arhan lebih banyak latihan push-up untuk mengencangkan otot perut. Ia juga sering angkat beban untuk mengencangkan otot lengan. Tak lupa ia juga latihan ringan untuk menguatkan otot kakinya. Pasalnya menurut Arhan, dengan kekuatan tumpuan lengan, perut dan kaki, nantinya bisa menopang ketika melempar bola.

Kelebihan Arhan yang terus dilatih tersebut akhirnya sampai ke timnas U-19 pada tahun 2020. Ya, setelah lulus dari SSB Terang Bangsa Semarang, ia mencoba peruntungan untuk masuk seleksi timnas dan akhirnya lolos.

Korban Pratama Arhan

Kelolosan Arhan ke Timnas Garuda tersebut, akhirnya membuat dirinya diboyong skuad Timnas U-19 pemusatan latihan di Kroasia. Saat itu Arhan tampil ketika melawan Qatar. Di menit 60-an, Arhan mengambil lemparan ke dalam dan mampu diselesaikan oleh rekannya Saddam Ghaffar jadi gol. Qatar U-19 adalah tim luar negeri pertama yang jadi korban lemparan ke dalam Arhan.

Mengetahui Arhan punya lemparan kedalam yang mematikan, ketika masuk timnas senior Indonesia asuhan Shin Tae-yong di Piala AFF 2020, lemparan ke dalam jauhnya menjadi strategi tersendiri yang dipakai Timnas Garuda.

Di ajang tersebut Arhan tak hanya piawai menjadi bek kiri dengan crossing maupun umpan akuratnya, namun lemparan ke dalamnya juga beberapa kali dipakai untuk mengancam pertahanan lawan.

Performanya di Piala AFF 2020 pun menyedot atensi penonton tanah air, namanya makin menjulang tinggi. Ia bahkan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di ajang tersebut. Timnas Indonesia juga diantarkannya menjadi runner up.

Berkat lemparan mematikan Arhan yang makin matang, tak heran jika strategi lemparan tersebut memakan banyak korban. Seperti misal di Piala AFF 2022. Ketika melawan Filipina, lemparan Arhan sukses membuahkan gol yang dicetak “si anak titipan” Dendy Sulistyawan.

Begitu juga di laga FIFA Matchday melawan Curacao pada September 2022. Lemparannya berhasil dikonversi menjadi gol oleh Fachrudin Aryanto. Lalu juga di laga Sea Games 2023 lalu. Gol dari Komang Teguh ketika melawan Vietnam juga berasal dari lemparan Arhan.

Ditakuti Lawan

Begitu pula satu-satunya gol melawan Jepang di Piala Asia 2023 yang tercipta dari kaki Sandy Walsh. Ya, gol tersebut lahir dari proses lemparan ke dalam Arhan. Padahal sebelum laga, lemparan ke dalam Arhan sempat disepelekan kiper Jepang, Zion Suzuki. Menurut kiper yang mirip Onana tersebut, mudah saja menangkap bola lemparan kedalam Arhan.

Bukan hanya Suzuki saja yang sudah merasakan betapa tidak enaknya menerima bola lewat skema unik ala Arhan ini. Kiper sekelas juara dunia Emiliano Martinez, juga mengakui bahwa lemparan Arhan tersebut membahayakan dan sulit mengantisipasinya. Hampir saja kiper Aston Villa itu jadi korban lemparan Arhan di laga FIFA Matchday Indonesia vs Argentina.

Maka dari itu, pujian serta apresiasi pun hingga kini tak henti-hentinya mengalir deras kepada suami Azizah Salsa ini. Yang terbaru, pemain Jepang yang juga mantan Liverpool, Takumi Minamino kagum pada lemparan jauhnya.

Ya, kemampuan yang berawal dari keisengan itu akhirnya bisa menjadi keunikan bagi Pratama Arhan. Ia kini banyak dibicarakan dunia berkat keunikannya tersebut. Bahkan, dengan keunikannya tersebut, ia bisa membuat lawan sehebat apa pun takut padanya, dan harus cari cara untuk mengatasinya.

Arhan telah menjadi cerita tersendiri bagi sepakbola Indonesia. Ia juga sekaligus jadi trademark bagi Timnas Indonesia baik di masa sekarang maupun masa depan. Tanpa disadari, berkat lemparan Arhan, nama Timnas Indonesia harum di mata dunia. Terima kasih Arhan. Teruslah berbakti pada Timnas Indonesia. Kita publik sepakbola Indonesia akan terus menanti aksi lemparan ke dalammu yang mematikan itu.

Sumber Referensi : jawapos, bola.com, okezone, libero, krjogja, idntimes

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru