David de Gea yang Selalu Istimewa Untuk Setan Merah

  • Whatsapp
David de Gea yang Selalu Istimewa Untuk Setan Merah
David de Gea yang Selalu Istimewa Untuk Setan Merah

David de Gea, yang bahkan sebelum resmi didatangkan ke Old Trafford, sudah menjadi kiper yang sangat istimewa. Oleh Sir Alex Ferguson, De Gea disebut sebagai kiper yang bakal mengemban masa depan Manchester United. Apa yang jadi prediksi Sir Alex ketika itu memang tidak berlebihan. Meski datang sebagai kiper muda, De Gea sudah memiliki kemampuan yang banyak membuat orang terkesan.

De Gea, sampai saat ini, bisa dibilang sebagai salah satu warisan terbaik yang ditinggalkan Fergie. Dia menjadi satu pemain era Fergie yang masih bertahan membela United sampai saat ini. Saking istimewa nya kiper yang kini berusia 30 tahun tersebut, Fergie sampai melewatkan laga Manchester United, yang mana sepanjang 1500 pertandingan yang dilakoni nya, hanya ada tiga laga saja yang pernah terluput olehnya.

“Dari 1.500 pertandingan United yang aku pimpin, aku tidak datang hanya di tiga pertandingan. Pertama, ketika aku berada di Glasgow untuk adik ku yang baru ditinggal meninggal istrinya pada 1998. Kedua, karena pernikahan anak tertua ku di Afrika Selatan pada 2000. Dan terakhir, untuk memantau De Gea pada 2010,” ucap Fergie (via buku Leading)

Dalam memantau bakat De Gea ke pertandingan yang langsung dijalani sang kiper, Fergie dibantu oleh pelatih kiper United saat itu, Eric Steele. Eric yang entah berkata apa pada Fergie ketika itu, berhasil merubah haluan sang manajer yang awalnya berniat merekrut Manuel Neuer yang masih berseragam Schalke. Fergie menilai bila Neuer merupakan kiper yang komplit dan sangat cocok untuk mengemban tugas sebagai kiper di kompetisi Premier League.

“Eric sudah mengamati De Gea untuk sejumlah waktu, namun kemudian Neuer mencuri perhatian bersama Schalke. Dan aku kira Schalke akan senang jika kami membawanya [ke Old Trafford],”

“Jadi masalah ku saat itu adalah Eric, karena dia begitu yakin bahwa kami harus merekrut De Gea. Aku berkata, ‘Tapi Eric, Neuer itu adalah paket komplet; dia matang, fisiknya juga luar biasa’, dan dia membalas, ‘Ya, namun dalam waktu tiga tahun saja, De Gea akan jauh lebih baik’. Kenang Sir Alex (via Sky Sport)

Ucapan Eric ketika itu langsung membuat Fergie yakin. Ia menilai bila pelatih kipernya itu memiliki sebuah penegasan yang sangat sulit untuk ditolak. Maka, Fergie pun mendengar apa yang diucapkan Eric dan terbang langsung ke Spanyol untuk melihat bagaimana aksi kiper yang direkomendasikannya.

Fergie dan Eric ketika itu memiliki kesempatan untuk menyaksikan langsung pertandingan antara Atletico Madrid melawan Valencia yang digelar di Estadio Mestalla. Setelah itu, Fergie mengaku bahwa hanya dalam satu pertandingan tersebut, dia langsung yakin dengan kemampuan yang dimiliki De Gea.

Menurut Fergie, De Gea yang ketika itu masih berusia sangat muda sudah memiliki skil mendasar seperti kelincahan, kepercayaan diri, serta kecepatan mumpuni.

Pada akhirnya, meski Neuer berhasil mengangkat trofi Liga Champions Eropa dan Piala Dunia, Fergie mengaku sama sekali tidak menyesali keputusannya dalam mendengar saran Eric.

Perjalanan Terjal dan Cerita Bersama Kiper Kedua MU

Sejak pertama kali mendarat di Manchester pada tahun 2011 silam, De Gea memiliki tugas yang cukup berat. MU yang saat itu masih rutin memenangi gelar juara Liga Inggris dan memiliki kiper spektakuler dalam diri Edwin van der Sar, secara tidak langsung telah memberitahu De Gea bahwa posisinya disana tidaklah sembarangan.

Selain itu, De Gea yang datang ke Old Trafford bersama dengan nama Ashley Young dan Phil Jones, juga harus bersaing dengan Anders Lindegaard, Tomasz Kuszczak, dan Ben Amos.

Di awal periodenya bersama MU, De Gea yang disebut bakal menjadi kiper masa depan United oleh Fergie sempat mengalami masa-masa naik turun. Media Inggris terus mengawasinya. Bahkan Fergie mengatakan kalau De Gea sempat berkecil hati. Namun, pelatih asal Skotlandia itu tidak langsung menyalahkan De Gea demi memberi perasaan nyaman bagi seorang pemain muda untuk terus berkembang.

Dalam sebuah kesempatan, Fergie memilih untuk berbicara langsung kepada seluruh tim dan mengatakan bahwa David de Gea adalah kiper dengan karakter yang sangat mewakili United. Fergie menceritakan bahwa De Gea adalah kiper pemberani dan penuh tanggung jawab. Dia tidak bisa berbicara bahasa Inggris, tidak memiliki SIM, dan setiap minggu harus berhadapan dengan penyerang-penyerang tajam Premier League.

Walhasil, perkataan tersebut berhasil mengangkat moral David De Gea. Sang kiper yang sebelumnya tampak terbebani dengan bayang-bayang Edwin van der Sar mulai nyaman untuk tunjukkan kualitas. Dia terus berkembang dan selalu tampil gemilang di bawah mistar, apapun kondisi yang dihadapi tim Setan Merah.

Apa yang dikatakan Fergie pun diamini oleh mantan pesaing David de Gea di MU, Anders Lindegaard.

Anders Lindegaard sudah hengkang dari United sejak 2015 lalu, namun De Gea kita tahu masih terus bertahan hingga sekarang. Menurut Lindegaard, De Gea memang sempat mengalami masa pasang surut di awal karirnya bersama United. Dia pun lantas menceritakan bagaimana sejumlah momen krusial berhasil membuat De Gea berkembang jadi kiper jempolan.

Dia mengatakan bila Sir Alex telah membantu banyak sekali hal untuk membuat De Gea merasa nyaman.

“Dia masih muda dan terlihat kurus dari apa yang aku lihat. Aku berpikir dia bisa berjuang dan bersaing dengan ku. Tapi, dia sempat berada dalam posisi yang mengerikan di pertandingan pertamanya. Dia tidak memiliki apa pun di dalam dirinya kecuali ketakutan.”

Bagi Lindegaard, De Gea tidak benar-benar memiliki kelemahan kecuali tubuh kurus seperti sedotan. Kiper asal Spanyol tersebut selalu memiliki kecepatan dan ketepatan luar biasa ketika berhadapan dengan pemain yang memiliki tendangan akurat. Dalam sebuah laga melawan Chelsea, De Gea diprediksi bakal melakoni laga yang berakhir pada cercaan.

Namun, semua terkejut ketika dia berhasil menepis tendangan bebas Juan Mata, yang bagi kebanyakan orang, lengkungan itu sangat sulit dipatahkan.

Media dan penggemar yang siap menghukumnya dengan cercaan pun berbalik memberi pujian besar pada penampilannya.

Sempat Mengalami Masa Surut Bersama Mourinho Namun Berhasil Bangkit

Beberapa musim melakoni laga bersama United, De Gea berhasil persembahkan sejumlah gelar, termasuk trofi Liga Primer Inggris di tahun perpisahan bersama Sir Alex Ferguson. Namun dia sempat mengalami masa dimana pintu keluar terlihat seperti sebuah surga. Adalah ketika Jose Mourinho menangani Manchester United.

De Gea sempat dicadangkan hingga membuat masa depan nya terus dispekulasikan media. Sang manajer asal Portugal itu bahkan sempat memberi izin kepada De Gea bila ingin bergabung dengan Real Madrid.

Namun nampaknya, cerita yang telah diukir bersama Setan Merah berhasil membuatnya bertahan. Ketika Mou pergi, De Gea yang meski masih kerap mendapat kritik, perlahan mulai tunjukkan kualitas sebagai kiper dunia.

Saat ini, ketika Dean Henderson dipulangkan untuk disiapkan sebagai kiper masa depan, malah berniat hengkang karena gagal mendapat tempat utama menyusul performa De Gea yang kembali gemilang.

Sejauh ini, De Gea yang memang terlahir untuk menjaga gawang Manchester United, telah melakoni setiap laga yang dijalani tim. Dirinya pun memiliki kesempatan untuk kembali membawa United naik ke panggung juara, menyusul performa meyakinkan yang ditampilkan dalam beberapa laga.

Sumber referensi: Panditfootball, Setan Merah, Setan Merah 2

Pos terkait