Darwin Nunez Logic: Shot Banyak, tapi SERET Gol

spot_img

Pekan ke-11 Premier League, Liverpool sowan ke Kenilworth Road, markasnya Luton Town. Sejak menit awal The Reds menekan pertahanan Luton Town demi memburu gol. Darwin Nunez, striker buas andalan Liverpool mendapat banyak peluang di babak pertama. Tapi tak ada satu pun yang berbuah gol.

Di babak kedua, Nunez kembali dapat peluang 24 karat lewat skema serangan balik. Trent Alexander-Arnold mengirim umpan ke tiang jauh di ulu hati pertahanan Luton, mengincar posisi Mohamed Salah. Alih-alih menyundul bola ke arah gawang, Salah justru memberi umpan ke Nunez yang tiba-tiba merangsek ke titik buta.

Semua terkecoh, termasuk Nunez itu sendiri. Daripada menembakkan bolanya ke gawang, Nunez justru mengincar atap Kenilworth. Ia, lagi-lagi, gagal mencetak gol. Darwin Nunez kembali ke rutinitasnya. Membuang peluang sudah menjadi nama tengahnya.

Ya, Nunez jarang mencetak gol bersama Liverpool. Tapi orang Uruguay yang satu ini sering melepas tembakan. Lha terus, itu bola tembakan Nunez lari ke mana?

Shot Banyak, tapi Jarang Mencetak Gol

Konon musim ini Darwin Nunez akan berjumpa dengan kemampuan terbaiknya. Musim lalu, Nunez dianggap gagal. Ia tidak menghasilkan apa pun selain torehan Community Shield. Golnya seret, efeknya untuk tim tidak terasa.

Sayangnya, musim ini Sang Serigala ternyata masih gagu dalam mencetak gol, terutama di Liga Inggris. Coba bayangkan, sudah 17 pertandingan dilakoninya di Liga Inggris musim ini, tapi baru empat gol yang diciptakan. Namun demikian, Nunez bukan golongan kaum pemalas.

Darwin Nunez sudah berusaha keras untuk mencetak gol. Pemain 24 tahun itu telah melepaskan setidaknya 48 tembakan setelah laga melawan Arsenal kemarin. Dari sana, 18 di antaranya mengarah ke gawang.

Dengan jumlah shot sebanyak itu, Nunez menjadi pemain Liverpool yang paling sering melepas tembakan. Rata-ratanya 4,4 per laga. Lebih baik dari sang top skor Liverpool, Mohamed Salah. Pemain Mesir itu berada di bawah Nunez dengan rata-rata shot 3,2 per laga.

Paling Sering Nendang

Jumlah rata-rata tembakan Nunez juga masih menjadi salah satu yang terbanyak di Liga Inggris musim ini. Dengan rata-rata tembakan 4,4 per laga, Nunez bahkan menjadi yang terbanyak kedua di Liga Inggris musim ini.

Pemain kelahiran Artigas ini hanya kalah dari pemain Aston Villa, Jhon Duran yang melepas rata-rata 5,3 shot per 90 menit. Namun, statistik itu sulit dipercaya apabila menonton permainan Nunez belakangan ini.

Penyerang Liverpool itu gagal mencetak gol dalam 12 pertandingan terakhirnya, termasuk delapan pertandingan di Liga Inggris, tak terkecuali ketika menghadapi Arsenal kemarin.

Mengulangi Musim Lalu

Jika ditotal, musim ini Darwin Nunez sudah bermain dalam 26 laga di seluruh kompetisi. Namun, sang pemain baru mencetak tujuh gol saja. Ini seolah dejavu performanya musim lalu. Musim lalu Nunez juga tidak pernah absen melepas tembakan. Ia melepas 52 tembakan hanya dalam 784 menit musim lalu.

Haaland saja musim lalu butuh 1.217 menit untuk melepaskan 59 tembakan. Musim lalu pula, Nunez mencatatkan 228 tembakan dalam 38 pertandingan Premier League. Jauh lebih banyak dari Mohamed Salah yang melepas 133 tembakan.

Tapi musim lalu Haaland bisa mencetak 21 gol dari 59 tembakannya, sedangkan Nunez hanya lima gol dari 52 tembakan. Di akhir musim, Salah malah menjadi top skor Liverpool dengan 19 gol di Premier League. Nunez? Hanya sembilan gol saja. Sebagai finisher sepertinya ada yang salah dari Darwin Nunez, dan itu belum sepenuhnya bisa diperbaiki.

Kecerobohan Nunez

Apalagi di beberapa pertandingan krusial musim ini, Nunez justru makin tidak kelihatan berkontribusi. Misalnya, ketika menghadapi Fulham dan Crystal Palace. Nunez justru tidak bisa melepas satu pun tembakan di paruh pertama dua pertandingan tersebut.

Saat Liverpool menghujani Manchester United 34 tembakan kemarin, Nunez juga tidak berkontribusi banyak. Pemain yang satu ini malah cuma mencetak dua tembakan saja dalam 78 menit. Sebelum Jurgen Klopp menariknya keluar. Musim ini Nunez juga sering terjebak offside.

The Athletic mencatat, Nunez menjadi pemain yang paling sering terjebak offside di Premier League musim ini, yakni 11 kali. Kalau saja Nunez tidak sering terjebak offside, ia mungkin bisa mencetak 15 gol saat ini.

Nunez juga sering ceroboh membuang-buang peluang berlian yang didapatkan. Contoh ketika Liverpool menang 4-3 atas Fulham. Nunez yang pamer kecepatan dan kekuatannya sukses melepas tembakan. Tapi tembakannya itu justru membentur mistar.

Jadi Apa Masalahnya?

Masalahnya, Nunez sering melepaskan tembakan keras ke arah atas. Alhasil yang ditemui bukanlah jaring gawang, melainkan mistar. Lihatlah misalnya ketika menghadapi Luton Town. Nunez memilih melakukan tendangan ganas dan meninggi daripada menempatkan bola rendah. Padahal situasinya Nunez bisa saja melakukan plesing mendatar.

Menurut The Athletic, Nunez juga cenderung memprioritaskan kemampuannya dalam menguasai bola daripada penempatan posisi. Lihat saja, pemain yang satu ini lebih sering berlari lalu berduel untuk menciptakan tembakan.

Ketika mencoba mencari ruang, Nunez justru kerap terjebak offside. Hal ini sangat berbeda dengan misalnya, Erling Haaland yang jago dalam penempatan posisi.

Pembelaan

Kendati begitu, Nunez tetap mendapat pembelaan yang datang dari asisten Jurgen Klopp, Pep Lijnders. Dilansir Sky Sports, Lijnders mengatakan untuk menilai seorang pemain tidak sekadar kontribusi gol dan peluang yang gagal. Apalagi, menurut Lijnders, Liverpool adalah tim yang bermain kolektif.

“Jika Anda melihatnya berdasarkan golnya, itu sangat tidak adil. Karena target kami adalah soal kolektivitas,” kata Lijnders.

Liverpool tengah mencari solusi mampetnya gol Nunez. Termasuk salah satunya adalah menduetkannya dengan Salah. Dan itu lumayan berhasil. Salah-Nunez menjadi mitra baru di Liverpool. Kolaborasi keduanya sudah menghasilkan 26 peluang di Premier League musim ini. Terbanyak dari duet-duet lainnya di Premier League musim ini.

Namun, kalau melihat detailnya tampak buruk. Salah-Nunez betul menciptakan 26 peluang. Tapi dari 18 umpan yang diberikan Salah ke Nunez, yang menghasilkan gol cuma satu. Hal ini bertambah ironis apabila menyaksikan performa Nunez di level internasional.

Bermain di Timnas Uruguay, Nunez bisa mencetak 6 gol dari 14 laga di kualifikasi Piala Dunia 2026. Bahkan sejak diasuh Marcelo Bielsa, pada awal Oktober, Nunez mencetak lima gol dalam empat pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia, termasuk ke gawang Brasil, Argentina, dan Kolombia.

Menjadi Sayap dan Kreator Serangan

Seretnya gol Nunez membuat Jurgen Klopp mulai berpikir untuk tidak menempatkan Nunez sebagai penyerang atau finisher. Klopp melihat bahwa Nunez juga bisa diandalkan dalam penguasaan bola. Sentuhan bolanya lebih terjamin. Nunez juga bagus dalam menumbuhkan prahara di lini bertahan lawan.

Ia juga ciamik dalam umpan terobosan. Nunez juga bagus dalam kerja sama dengan pemain lain. Akhirnya Nunez pun sering berkolaborasi dengan pemain lain. Salah satu cara untuk memaksimalkan kemampuannya dalam bekerja sama adalah dengan menempatkannya di posisi sayap.

Nunez beberapa kali dicoba ditaruh di posisi sayap dan hasilnya lumayan. Misal di laga kontra Sheffield United. Nunez baru masuk di babak kedua dan menggantikan Luis Diaz di posisi sayap. Namun, ia langsung memberi dampak dengan memberikan asis ke gol Dominik Szoboszlai.

Jika boleh jujur, Nunez terbilang bagus soal kreativitas. Musim ini saja, 171 umpan sukses ia torehkan di Liga Inggris. Lebih banyak dari golnya. Akurasi umpannya juga tinggi, yakni 73,1%. Ia juga menciptakan 14 peluang. Hmmm…. mungkin saja Nunez dibeli bukan untuk ngegolin, melainkan sekadar menciptakan peluang.

Sumber: Goal, Inews, Liverpool, SkySports, TheAthletic, FotMob

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru