Chelsea adalah Klub Pemakan Pelatih

spot_img

Maurizio Sarri bukan pelatih jelek. Di Italia, ia dikenal sebagai penyaji sepak bola Indah dengan merk paten Sarri-ball, yang dianggap berhasil menjadikan Napoli sebagai klub terbaik kedua di Italia setelah Juventus.

Portofolio tersebut cukup untuk meyakinkan Roman Abramovic untuk menunjuknya sebagai pelatih Chelsea, menggantikan juniornya, Antonio Conte, yang punya filosofi bermain lebih defensif. Sarri meminta untuk dibelikan Jorginho, yang pada awalnya dianggap sukses lantaran The Blues sempat nirkekalahan dalam 15 laga pertama Premier League.

Akan tetapi, memasuki 2019, klub-klub lain mulai membaca permainan Sarri, yang sangat menitikberatkan awal serangan melalui Jorginho. Setelah mencatatkan lima kekalahan dalam 12 laga, seruan “fucking Sarriball’ dan “you’re getting sacked in the morning” pada Sarri mulai terdengar.

Jika Sarri benar akan mengepak koper lebih cepat, maka ia bukan satu-satunya pelatih yang mendapat PHK dari Roman Abramovic. Chelsea memang dikenal sebagai pemakan pelatih. Sudah ada 10 pelatih berbeda dalam 14 tahun terakhir yang bekerja di Stamford Bridge…

Dimulai dari Claudio Ranieri. The Tinkerman merupakan korban pertama kebijakan tangan besi Abramovic. Ia dipecat setelah tak mampu membawa satu pun trofi ke Stamford Bridge, walaupun rutin mengantar Chelsea ke Liga Champions.

Ranieri pergi, Jose Mourinho datang. Mou yang saat itu baru mentas dari Porto sanggup membawa Chelsea ke tangga Premier League dua kali, Piala FA, Piala Liga, dan Community Shield. Akan tetapi, ia dipecat pada September 2007 karena berkonflik dengan Abramovic soal kebijakan transfer.

Penggantinya, Avram Grant, mampu mengantar Chelsea ke final Liga Champions, tapi dikalahkan Manchester United melalui adu penalti dalam final bersejarah di Luzhniki. Grant digantikan oleh Luiz Felipe Scolari, pelatih juara piala dunia pertama yang menginjakkan kaki di tanah Inggris. Felipao hanya bertahan hingga Februari 2009.

Estafet kepelatihan berpindah ke Guus Hiddink. Meneer asal Belanda menghabiskan sisa musim 2008/09 hanya dengan satu kekalahan, yang dilengkapi trofi Piala FA  dan satu tempat di Liga Champions. Meski suporter memintanya bertahan, Hiddink memilih melanjutkan kontraknya bersama timnas Rusia.

Giliran Carlo Ancelotti masuk. Don Carlo yang punya rekam jejak bagus di Italia mampu mempersembahkan dobel Premier League dan Piala FA di musim pertama, tapi nirgelar di musim kedua. Ia pun dipecat pada 2011.

Pelatih berikutnya, Andre Villas-Boas, diharapkan jadi Mourinho baru karena sama-sama berasal dari Porto. Nyatanya, ia malah berkonflik dengan pemain-pemain senior hingga akhirnya dipecat pada Maret 2012. Penggantinya adalah sang asisten, Roberto di Matteo.

Pikiran Italia Di Matteo mampu membawa gelar impian Abramovic, Liga Champions, mendarat di Stamford Bridge. Ia pun diganjar kontrak permanen pada bulan Juni 2012. Akan tetapi, setelah serangkaian hasil buruk, ia juga mengalami pemecatan lima bulan kemudian.

Rafael Benitez ditunjuk jadi pelatih interim. Meski tak mendapat dukungan suporter karena masa lalunya sebagai pelatih Liverpool, Benitez berhasil mengantarkan Chelsea menjadi juara Liga Europa.

Kepergian Benitez langsung digantikan oleh kepulangan The Happy One Jose Mourinho. Musim pertama yang kurang apik langsung dibayar Mou dengan titel Premier League pada 2014/15. Biar begitu, musim berikutnya berjalan bak bencana bagi Chelsea. Mou dipucat pada Desember 2015, lalu sekali lagi digantikan Guus Hiddink hingga sisa musim.

Berikutnya, Italiano lain dalam diri Antonio Conte masuk. Ia merevolusi Premier League dengan menerapkan tiga bek, yang langsung membuat Chelsea mencaplok titel liga. Akan tetapi, musim berikutnya tak berjalan mulus dengan Conte selalu mengeluh kurangnya kedalaman skuad hingga Chelsea pun terperosok ke empat besar. Saat itu-lah Maurizio Sarri datang.

Jadi, para pelatih tak pernah bertahan lama di Chelsea. Bisa jadi karena memang Abramovic yang tak sabaran, atau struktur manajemen Chelsea yang membuat peran pelatih jadi sangat sedikit di bursa transfer.

Dalam hal ini, direktur Marina Granovskaia bisa jadi antagonis utama bagi para pelatih Chelsea berikutnya…

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru