Arturo Vidal, Sebuah Inspirasi Bagaimana Kesuksesan Harus Diraih

spot_img

Arturo Vidal tak ubahnya menjadi simbol pemain garang. Determinasi luar biasa serta skill yang tak kalah mumpuni, menjadikan Vidal sebagai sosok jendral lapangan tengah yang kokoh untuk tim yang dibelanya. Cara bermain yang menggebu-gebu juga menjadi ciri khas bagaimana Vidal ‘bertempur’ di atas lapangan.

Pria asal Chile itu dikenal sebagai pemain yang memiliki mental yang kuat. Tak mudah bagi Vidal untuk bisa meraih semua ini. Berbagai rintangan luar biasa sempat hadir dalam hidupnya. Bahkan, diusianya yang masih kanak-kanak, ia sempat dibuat stress oleh kondisi keluarganya saat itu.

Vidal sudah membela beberapa tim ternama Eropa seperti Juventus dan Bayern Munich. Dan sekarang ia tercatat sebagai pemain FC Barcelona.

Kedatangan Vidal ke Barcelona saat itu disambut baik oleh sang entrenador, Ernesto Valverde. Dirinya berujar,

“Pemain seperti dia diharapkan akan membuat lini tengah kami lebih bertenaga,”

“Dia begitu dominan di lapangan dan saya rasa itu akan sangat bagus untuk tim. Sama seperti Paulinho, dia akan memberikan warna sedikit berbeda dari para pemain yang kami miliki. Dan saya rasa, dia akan beradaptasi dengan baik. Dia adalah petarung. Tim kami punya banyak ruang untuk berbagai tipe pemain,”

Selain Alexis Sanchez, Vidal menjadi bakat terbaik yang muncul dari tanah Chile. Ketika ia masih berumur 10 tahun, selayaknya anak-anak seusianya di Santiago, ibu kota Chile, Vidal kecil hobi bermain bola. Rodelindo Roman adalah klub tempat Vidal kecil banyak menghabiskan waktu bermain sepakbola saat itu.

Namun jauh sebelum mengenal sepakbola, Vidal tinggal didalam keluarga yang penuh konflik, ia menjalani masa-masa sulit, bahkan saat dirinya masih berusia lima tahun, orang tuanya memutuskan untuk berpisah.

Saat itu Vidal hanya dibesarkan seorang diri oleh sang ibu. Ibunya bekerja siang malam untuk memenuhi kebutuhan VIdal. Mengetahui hal itu, Vidal sempat tertekan dan mengalami depresi, Ia mengaku sangat merindukan ayahnya.

“Saat aku masih kecil, aku sangat menderita, setiap hari aku selalu merasa sedih.”

Vidal kecil memiliki banyak alasan untuk menyerah. Akan tetapi, sosok Vidal tak serapuh itu. Tinggal dikawasan penuh pekerja, Vidal mencoba untuk mengurangi beban sang ibu. Ia ikut bekerja dengan memberi makan kuda dan membersihkan kandang kuda. Dan ia sempat berjanji kepada ibunya,

“Saat besar nanti, aku akan memberikan semua yang ibu mau. Terutama hal yang tidak ibu dapatkan dari ayah. Aku akan memberi semuanya.”

Vidal mulai berfikir bahwa ia harus bekerja keras untuk ibunya. Ia tidak ingin bersedih lagi, dan ia ingin segera bangkit. Ketertarikannya dengan sepakbola pun didasari oleh rasa ingin memiliki banyak uang. Saat itu, Vidal terinspirasi oleh bintang Chile, Marcelo Salas. Vidal menganggap bahwa dengan bermain bola, dirinya akan mendapat banyak uang seperti Salas. 

Kehidupannya pun mulai sedikit berubah setelah bakatnya dalam bermain sepakbola disadari oleh pamannya sendiri. Vidal mulai bermain sepakbola di tempat yang lebih baik, yaitu Colo-Colo. Dari Colo-Colo-lah, bakatnya mulai dikenal oleh dunia. Apalagi ia juga bermain di ajang Piala Dunia U20 bersama dengan timnas Chile U20 pada 2007 silam.

Vidal memberikan segalanya untuk bisa mejadi seorang pemain bola professional. Determinasinya sangat luar biasa, dia selalu mencoba untuk membawa timnya meraih kesuksesan. 

Hingga pada suatu hari, Vidal menikmati buah dari kerja keras yang ia lakukan ketika kecil. Ia menorehkan sukses saat mulai merantau ke Eropa di tahun 2007. Bayer Leverkusen, Juventus, Bayern, hingga Barcelona menjadi klub-klub yang menikmati pelayanan dari gelandang yang memiliki fisik baik dan tampang sangar itu.

Saat dirinya mulai dikenal dunia, sang ayah kembali kepada Vidal. Dengan memendam segala amarah, Vidal tetap menganggap bahwa ayahnya adalah sosok penting dalam hidupnya. Pertemuan dengan sang anak membuat ayah Vidal menjauhi pekerjaan kotornya sebagai pengedar Narkoba. Secara perlahan Vidal membantu ekonomi sang ayah. Dan hingga kini, keduanya memiliki hubungan yang baik.

“Saya pernah melakukan kesalahan yang besar kepada Artur. Saya menyadari itu,”

“Selama bertahun-tahun saya tidak tahu apa yang terjadi, saya sangat sedih. Tapi, pertemuan dengan Artur membuat hidup saya berubah, saya harap, dia mampu memaafkan saya,” Ungkap sang ayah.

Kesuksesan yang ditorehkan Vidal ini pun membuatnya menjadi sosok yang inspiratif bagi anak-anak muda Chile. Banyak remaja yang sekarang bermain di Rodelindo Roman, terpacu semangatnya untuk mengikuti jejak Vidal.

“Ia adalah sumber inspirasi bagi kami. Saya ingin menjadi sepertinya, yaitu sukses di dunia sepakbola,” ujar salah seorang remaja Chile yang bermain di Rodelindo Roman.

Hal-hal positif dari Vidal juga tampak ketika libur kompetisi. Ia masih sering berkunjung ketempat dimana ia menimba ilmu sepakbola. Dan yang pasti, tujuan dari kunjungan nya ke kampung halaman adalah untuk menemui ibunya, Jacqueline Pardo, yang merupakan sosok luar biasa yang membantu Vidal melewati masa-masa sulitnya dulu.

Atas jasa-jasanya kepada Rodelindo, pihak klub pun memajang sebuah foto Vidal yang mengenakan jersey Colo-Colo di kantor klub. Di bawah foto tersebut, terselip sebuah kata-kata yang berisi,

“Untuk Rodelindo, klub yang aku cintai dan klub tempat aku berkembang,”

Dengan berbagai kisah kelam yang dilaluinya. Vidal menjelma menjadi sosok yang tangguh dan penuh inspirasi bagi sejumlah kalangan.

Dibalik kegarangan nya saat berlaga di lapangan hijau, terselip kisah inspiratif bagaimana sebuah kesuksesan harus diraih. 


spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru