7 Transfer IMPIAN Jurgen Klopp Yang Gagal Terwujud di Liverpool

spot_img

Semua keinginan manusia dalam hidupnya pasti ada yang belum terwujud. Namun, tak ada salahnya mengejar sebuah keinginan itu. Begitulah kiranya yang dialami Jurgen Klopp selama pengabdiannya di Anfield.

Klopp punya keinginan seabrek untuk mendatangkan pemain yang diinginkannya. Namun sayang, Klopp terkadang harus gigit jari karena keinginannya itu tak semuanya terwujud. Nah, berikut ini adalah pemain yang gagal diboyong Klopp ke Liverpool.

Mario Gotze

Kemenangan Jerman atas Argentina di final Piala Dunia 2014 identik dengan gol indah dari Mario Gotze. Gelandang serang Munchen itu pun disambut bak pahlawan di seantero Jerman pada saat itu. Talenta Gotze bisa hebat seperti itu karena jasa Klopp ketika masih berseragam Dortmund.

Namun, selama berseragam Die Roten, Gotze mengalami masalah menit bermain dan performa yang naik turun. Bukan hanya karena kebijakan rotasi taktik Pep Guardiola, namun masalah kebugaran juga mulai mengganggunya.

Kesempatan Gotze bereuni dengan Klopp sebenarnya terbuka ketika Klopp mengambil alih Liverpool tahun 2015. Apalagi di akhir musim 2015/16, Gotze sudah membuat keputusan untuk meninggalkan Munchen. Saat itu juga, timbul keinginan Klopp merekrut pemain kelahiran Memmingen itu.

Dalam film dokumenter “Being Mario Gotze”, pemain Jerman itu mengatakan bahwa saat keluar dari Munchen, yang ada dalam benaknya hanya ingin bereuni dengan Klopp di Liverpool.

Namun pada akhirnya, Gotze malah bergabung dengan klub lamanya, Dortmund. Lho kok bisa? Menurut laporan Liverpoolecho, Klopp akhirnya meragukan komitmen Gotze. Pasalnya pada proses negosiasi, ia hanya menuntut dikembalikan performanya yang sempat jeblok, demi tampil di EURO 2016. Klopp tak bisa menjanjikan permintaan itu.

Selain alasan itu, Klopp juga memperhatikan saran dari direktur olahraga Martin Edwards. Edwards ternyata sudah punya opsi lain yang lebih baik daripada Gotze. Ya, beruntung Klopp mendapat ganti yang sepadan, yakni Sadio Mane dari Soton.

Alex Teixeira

Saat Klopp datang pertama kali ke Anfield, ia sebenarnya punya kesempatan merombak skuad yang diinginkannya pada bursa transfer Januari 2016. Namun apa daya, itu belum terwujud. Hanya ada satu pemain yang datang ketika itu, yakni Marko Grujic.

Sebelum mendapatkan Grujic, ternyata Klopp menginginkan pemain lain yakni Alex Teixeira dari Shakhtar Donetsk. Talenta Teixeira sedang moncer di klub Ukraina tersebut pada paruh musim 2015/16.

Ian Ayre, managing director Liverpool sekaligus tangan kanan pemilik Liverpool bahkan sudah terbang sendiri menawar Teixeira. Namun negosiasi buntu pada masalah harga. Shakhtar tak bodoh mematok harga 50 juta pounds untuk talenta menjanjikannya itu.

Sedangkan Liverpool tak mau mengeluarkan uang lebih dari 32 juta pounds untuk Teixeira. Transfer itupun gagal. Klopp pun akhirnya legowo dan memahami keadaan klubnya tersebut.

Mahmoud Dahoud

Posisi gelandang Liverpool pada saat Klopp datang menjadi perhatian khusus. Klopp ingin tipe gelandang pekerja keras yang bisa menerapkan sepakbola gegenpressing-nya. Namun keadaannya, stok gelandang Liverpool menipis. Klopp hanya punya pemain macam Jordan Henderson, Lucas Leiva, maupun Emre Can.

Bursa transfer musim panas 2016/17, Klopp berhasrat mendatangkan gelandang baru. Salah satunya adalah Mahmoud Dahoud, pemain Monchengladbach blasteran Jerman-Suriah yang saat itu masih 20 tahun.

Namun, setelah dengan pertimbangan serius akhirnya Dahoud gagal direkrut. Klopp memang suka talenta yang sudah dikenalnya sukses di Bundesliga. Namun setelah mendapatkan masukan dari tim manajemen Liverpool, Klopp akhirnya berpikir lagi.

Pemain muda yang kurang pengalaman seperti Dahoud diragukan manajemen Liverpool bisa bersaing di liga seketat Inggris. Tak hanya alasan itu, soal harga juga ternyata bermasalah. Gladbach mematok harga Dahoud hingga 25 juta pounds, yang menurut Liverpool terlalu mahal.

Di sisi lain, Gladbach tak mau kehilangan dua gelandangnya sekaligus. Pasalnya, Gladbach juga baru ditinggalkan Granit Xhaka ke Arsenal.

Piotr Zieliński

Tak hanya Dahoud saja gelandang yang diinginkan Klopp. Gelandang energik milik Udinese yang sedang dipinjamkan ke Empoli, Piotr Zielinski juga diincar. Gelandang Polandia ini bahkan lebih dekat dengan Klopp jauh sebelum bursa transfer musim panas 2016/17.

Januari 2016, Zielinski bertemu dengan Klopp di Polandia. Klopp saat itu juga bilang bahwa ingin memboyongnya ke Liverpool. Sang pemain pun langsung terkejut setelah dengar langsung perkataan Klopp itu.

Zielinski merasa tersanjung dan berharap bisa dilatih pelatih Jerman itu. Saking gembiranya, Zielinski bahkan berani terang-terangan mengenakan jersey Liverpool ketika tampil di acara televisi Polandia.

Hal itu kemudian membuat pemilik Udinese, Giampaolo Pozzo geram padanya. Terbukti saat Zielinski akhirnya ditawar Liverpool, sang pemilik Udinese itu terus menahannya. Bahkan harga jual Zielinski terus dinaikan.

Liverpool dan Klopp pun akhirnya berpaling dari incarannya itu. Namun pada akhirnya, kerja keras Klopp mencari gelandang terbayarkan. Saat Dahoud dan Zielinski lepas, Klopp mendapatkan Georginio Wijnaldum dari Newcastle.

Julian Brandt

Musim kedua Klopp di Liverpool dihadapkan pada pencarian seorang sayap serang baru untuk bisa menopang Sadio Mane. Salah satu sayap serang yang diinginkan Klopp saat itu adalah pemain Leverkusen, Julian Brandt. Selain sama-sama dari Jerman, Klopp juga kesengsem performanya yang apik bersama Die Werkself di usianya yang masih 21 tahun.

Negosiasi transfer dikabarkan sudah berlangsung. Kabarnya kesepakatan harga diperkirakan sekitar 25 juta pounds. Namun di tengah jalan, tiba tiba negosiasi itu berhenti dikarenakan sikap si pemain.

Brandt mengungkapkan keinginan untuk bertahan bersama Die Werkself. Ia tak yakin mendapat menit bermain lebih di Liverpool. Ia ingin terus mendapat menit bermain demi menuju Piala Dunia 2018.

Brandt sempat meminta maaf pada Liverpool, terutama Klopp. Namun tak lama kemudian, Klopp kembali mendapat gantinya. Michael Edwards membelikan Klopp Mohamed Salah dari AS Roma. Ya, Klopp harus bersyukur karena bintang Mesir itu akhirnya jadi jimat kesuksesannya di Anfield.

Ben Chilwell

Berbarengan dengan transfer Mohamed Salah, Klopp juga berkeinginan merekrut bek kiri. Maklum, bek kiri Liverpool stoknya tipis. Ia hanya punya warisan Rodgers, yakni Alberto Moreno. Bahkan kalau Moreno cedera, Klopp terpaksa memasang James Milner maupun Joe Gomez sebagai bek kiri.

Target utama Klopp adalah Ben Chilwell, bek kiri Inggris yang bermain di Leicester. Chilwell direkomendasikan teman Klopp yang pernah melatih Huddersfield, David Wagner. Melihat kondisi Chilwell di The Foxes yang masih sulit bersaing dengan Christian Fuchs, membuat manajemen Liverpool berani mengajukan tawaran.

Namun The Foxes meminta harga yang tak bisa disanggupi Liverpool, yakni sekitar 10 juta pounds. Menurut Liverpool harga tersebut tak pantas hanya untuk pemain muda seperti Chilwell.

Klopp pun akhirnya berpaling. Selain faktor harga, ia juga ragu komitmen Chilwell yang hatinya masih mencintai Leicester. Saat ditawar Liverpool, Chilwell masih saja mengungkapkan untuk menambah masa baktinya di King Power Stadium.

Namun Klopp kembali mendapatkan ganti yang sepadan. Klopp mendapat bek kiri dari Hull City, Andy Robertson. Bek kiri Skotlandia yang kemudian menjadi bek kiri terbaik Liverpool.

Nabil Fekir

Setelah mendapatkan Mohamed Salah, Klopp masih berkeinginan lagi belanja pemain. Maklum, uang Liverpool masih banyak berkat penjualan Philippe Coutinho ke Barcelona. Pemain lain yang diinginkan Klopp saat itu adalah Nabil Fekir. Namun kapten sekaligus bintang Lyon itu dibandrol mahal hingga 52 juta pounds.

Namun, namanya saja masih punya banyak uang, Liverpool berani untuk membuka negosiasi dengan pihak Lyon. Awalnya harga tak jadi masalah, tapi beberapa hal lain kemudian jadi masalah.

Kondisinya saat itu jelang Piala Dunia 2018. Pihak Liverpool ingin sebelum Fekir pergi bersama Timnas Prancis ke Rusia, transfernya sudah beres. Kedua klub pun sepakat. Datanglah Fekir bersama rombongan manajemen Lyon ke Liverpool untuk menyepakati transfernya sekaligus tes medis.

Namun, negosiasi itu akhirnya menemui jalan buntu. Transfer itu pun gagal. Ada dua alasan kenapa transfer itu gagal. Menurut pihak Liverpool, tim medis mereka menemukan masalah medis yakni kerusakan ligamen lutut Fekir.

Sementara dari pihak Lyon berpendapat, Liverpool mengubah kesepakatan harga pada saat itu. Ya, apa boleh buat, Klopp gagal mendapatkan Fekir. Dan di hari penutupan bursa transfer, Klopp hanya mendapatkan pemain seperti Alex Oxlade-Chamberlain dari Arsenal.

Sumber Referensi : sportskeeda, liverpoolecho, planetfootball, liverpoolecho, mirror, givemesport, liverpoolecho

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru