7 Pemain Liga Inggris Ini Lolos Wajib Militer Tanpa Melakukannya

spot_img

Meskipun Indonesia tidak memberlakukan kebijakan wajib militer, istilah wajib militer pasti tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia terutama para pecinta K-POP yang sabar menanti sang idol kembali dari pendidikan wajib militernya.

Memang, bukan hanya Korea, tapi beberapa negara di dunia masih memberlakukan sistem pemahaman bela negara semacam ini guna membangun rasa nasionalisme. Wajib militer bisa dibilang sebuah kewajiban bagi warga negara berusia muda untuk mengikuti pendidikan militer dalam waktu yang sudah ditentukan oleh masing-masing negaranya.

Kebijakan wajib militer tidak pandang bulu, tak terkecuali bagi para pesepakbola. Bintang-bintang lapangan hijau Serie A lawas seperti Paolo Maldini, Fabio Cannavaro, dan Alessandro Del Piero pernah merasakannya. Mereka menjalani kewajibannya sebagai warga negara dan tetap memiliki karier sepak bola yang cemerlang. Bahkan sempat mengantarkan Italia juara Piala Dunia 2006.

Namun, beberapa pesepakbola menganggap kalau wajib militer bisa menjadi penghambat karier di dunia sepak bola. Maka dari itu, tak sedikit pesepakbola yang menempuh jalan lain, yang penting lolos wajib militer, meski tidak melakukannya.

Nah,berikut nama-nama pemain sepak bola yang lolos dari wajib militer di negaranya. Walaupun tidak mengikutinya.

Park Ji-Sung

Legenda sepak bola Korea Selatan yang juga mantan punggawa Manchester United ini sempat hampir menepi dari sepak bola karena harus menjalani wajib militer selama dua tahun. Namun, pemerintah Korea Selatan menjanjikan dispensasi apabila Park Ji Sung dapat membawa Timnas Korea Selatan berprestasi di Piala Dunia 2002.

Kala itu, Korea Selatan serta Jepang menjadi tuan rumah ajang empat tahunan tersebut. Bermain di rumah sendiri, pada ajang tersebut Park Ji-Sung CS berhasil melaju ke babak gugur dengan status juara grup.

Menariknya, di fase grup mereka sempat menekuk generasi emas Portugal yang masih dihuni oleh pemain sekaliber Luís Figo, Sérgio Conceição, dan Vítor Baía dengan skor 1-0.

Akhirnya Park Ji-Sung berhasil membawa skuat Macan Asia menembus semifinal Piala Dunia 2002. Setelah prestasi tersebut, pemerintah Korea Selatan pun merevisi peraturan wajib militer dengan memberikan pengecualian bagi pemain-pemain kunci di Piala Dunia 2002, Park Ji Sung termasuk di dalamnya.

Mohamed Salah

Beda halnya dengan yang dialami pahlawan sepak bola Mesir, Mohamed Salah. Koneksi yang bagus dengan pemerintah Mesir lah yang menjadi salah satu kunci Mo Salah berhasil menghindari wajib militer yang seharusnya ia tunaikan di Mesir selama 12 hingga 36 bulan lamanya.

Pada tahun 2014 silam kala ia masih berseragam Chelsea, masa depan karier sepak bola Mo Salah sempat terancam hancur, karena ada laporan yang menyatakan bahwa ia harus kembali ke Mesir guna menjalankan wajib militer setidaknya selama 12 bulan.

Beruntungnya, Salah memiliki hubungan yang baik dengan Perdana Menteri Mesir kala itu, Ibrahim Mahlab. Perdana Menteri Mesir langsung turun tangan untuk berdiskusi dengan Menteri Pendidikan Tinggi dan pelatih Timnas Mesir kala itu, Shawky Gharib.

Ibrahim Mahlab menyadari apabila Salah menjalani wajib militer selama itu, maka akan menjadi boomerang tersendiri bagi prestasi Timnas Mesir. Alhasil, Mo Salah pun bebas dari kewajibannya itu.

Nemanja Vidic

Mantan bek tangguh milik Manchester United ini sudah meninggalkan tanah kelahirannya, Uzice di usia 15 tahun untuk pergi ke Belgrade guna membangun karier persepakbolaannya. Vidic pun bergabung dengan klub Red Star Belgrade atau FK Crvena Zvezda.

Nemanja Vidic berhasil lolos dari wajib militer setelah mendapat dispensasi dari pemerintah Serbia kala itu. Ia menyerahkan beberapa dokumen yang menyatakan bahwa ia adalah seorang pemain sepak bola profesional kepada pihak berwenang.

Vidic seperti mendapat berkah dari lolosnya menjalani wajib militer. Pasalnya beberapa hari setelah dispensasi dikeluarkan, NATO meluncurkan kampanye pengeboman yang menargetkan Uzice dan Belgrade. Jika Vidic tak berhasil meloloskan diri dari kewajiban tersebut entah bagaimana nasib Vidic sekarang.

Hwang Hee-chan

Bintang muda Korea Selatan yang kerap dibanding-bandingkan dengan Evan Dimas ini sempat mencuri perhatian kala berhasil menggocek bek Liverpool, Virgil Van Dijk yang terkenal sulit untuk dilewati dalam posisi satu lawan satu di ajang Liga Champions 2018 lalu.

Namun sebelum peristiwa viral tersebut, Hwang Hee-chan terlebih dahulu harus memperjuangkan nasibnya agar terlepas dari jerat kewajibannya sebagai warga negara. Ia harus berjuang untuk mendapat dispensasi dari pemerintah Korea Selatan dengan cara harus membawa pulang medali emas pada Asian Games 2018.

Akhirnya, bersama Heung Min Son yang juga ingin mengupayakan bebas dari wajib militer, Hee-chan berhasil mempersembahkan medali emas pada perhelatan Asian Games 2018. Kini Hwang Hee-chan bermain di Liga Inggris bersama Wolverhampton.

Son Heung-min

Penyerang andalan Tottenham Hotspurs tersebut juga berperan penting pada saat Korea Selatan U-23 berhasil menyabet medali emas di ajang Asian Games 2018. Ia dipilih guna mengisi kuota pemain senior di skuad Korea Selatan. Ketika itu Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga Asia tersebut.

Son dan Hwang Hee-chan berhasil lolos dari wajib militer Korea Selatan. Namun yang dialami Son sedikit berbeda dari Hwang Hee-chan. Meskipun ia sudah meraih medali Emas Asian Games, Son tetap mesti menjalani latihan militer selama tiga pekan.

Tercatat sejak 20 April hingga 8 Mei 2020, Son mendapatkan latihan sebagai marinir angkatan laut. Son diajari dasar-dasar menjadi seorang marinir seperti cara menggunakan senjata api, bayonet, hingga bahan kimia, biologis, dan radiologis. Pesepakbola berusia 27 tahun itu juga mempelajari skill bertarung individu dan pelatihan pertolongan pertama.

Ia menjalani pelatihan ini pada saat Liga Inggris sedang mandek karena badai Covid yang menyerang daratan Inggris. Lumayan lah ya, daripada harus wamil dua tahun.

Per Mertesacker

Kisah “meloloskan diri” dari wajib militer milik Per Mertesacker cukup lucu. Pemain ini mendapat kewajiban melaksanakan pendidikan militer Jerman di usianya yang sudah dewasa. Namun, ia berhasil lolos setelah menuliskan surat permohonan kepada pihak berwajib.

Mantan pemain Arsenal itu beralasan tubuhnya yang sangat tinggi tidak pas untuk mengikuti pendidikan militer. Ia menuliskan dengan tingginya yang mencapai 1,98 meter, ia tidak akan muat apabila disuruh masuk tank atau kapal selam milik tentara jerman. Akhirnya, ia mendapat tugas pengganti sebagai penjaga klinik.

Yossi Benayoun

Pemain yang pernah membela Chelsea dan Liverpool pada era 2000-an ini sempat bergabung dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) saat usianya masih 18 tahun. Hal itu dikarenakan ada kewajiban bagi setiap warga negara Israel untuk mengikuti pendidikan wajib militer.

Namun beruntungnya Benayoun, Pemerintah Israel memiliki kelonggaran bagi para atlet profesional sepertinya. Benayoun pun bisa sambil meneruskan karier sepak bolanya di Liga Israel bersama Hapoel Beer Sheva U-19.

Dengan kelonggaran yang ia dapat itu akhirnya ia bisa meneruskan kiprah sepak bolanya ke daratan ratu Elizabeth bersama West Ham United, Liverpool, Chelsea, Arsenal, QPR dan beberapa klub Liga Eropa lainya.

Sumber: Liputan6, Standar Media, Prime News, Indosport

 

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru