5 Duet Maut Paling Gacor Di Liga Inggris

spot_img

Kompetisi ketat Premier League tak jarang menghasilkan banyak gol. Saking ketatnya jual beli serangan terjadi, baik tim mediokernya maupun tim yang tergabung dalam big six. Gol-gol yang banyak tercipta tersebut menjadi hiburan tersendiri disamping gaya sepak bola cepat khas inggris kick and rush-nya.

Gol-gol juga sering lahir berkat kombinasi antara dua pemain andalan sebuah klub. Dimana biasanya duet andalan tersebut jadi kunci permainan tim dalam mendulang gol. Nah, inilah beberapa duet yang mematikan di Premier League dengan rekor gol-golnya yang sudah mereka ciptakan

Sheringham & Anderton (Tottenham Hotspurs 1992 – 2003)

Pertama yakni duet pemain depan Tottenham Hotspurs,Teddy Sheringham dan Darren Anderton. Mereka bergabung dengan Spurs pada tahun 1992. Selama mereka bermain, total kombinasi gol yang mereka ciptakan sebanyak 27 Gol.

Rinciannya, Teddy Sheringham mencetak 20 gol dari total 97 golnya bersama Tottenham. 20 gol itu dicetak berkat assist dari Darren Anderton. Sementara, Anderton sendiri sukses menyarangkan bola ke lawan sebanyak 7 kali. Itu pula berkat assist Teddy Sheringham.

Meskipun mereka tidak mendapatkan gelar domestik. Namun, Sheringham dan Anderton menjadi bagian penting dari barisan penyerang Spurs selama pertengahan 1990-an. Duet keduanya di Tottenham dimulai pada medio tahun 1992 sampai 2003.

Keduanya saling melengkapi di sisi penyerangan Spurs, Darren Anderton lebih di belakang Sheringham secara posisi, baik di kanan maupun kiri. Kombinasi mereka berdua mengingatkan pada performa duo Spurs di era sekarang seperti Harry Kane dan Son Heung-min.

Henry & Pires (Arsenal 2000-2006)

Duet maut kedua yakni Thierry Henry dan Robert Pires dari Arsenal. Mereka sama-sama mengoleksi kombinasi gol dan assist sebanyak 29 gol. Keduanya berbagi peran di Arsenal di bawah asuhan Arsene Wenger. Mereka dipertemukan Wenger di London Utara pada musim 1999/2000.

Kombinasi gol mereka terdiri dari 17 gol milik Thierry Henry lewat assist dari Robert Pires. Sedangkan Pires mencetak 12 gol lewat assist dari Henry. Mereka menjadi duet maut yang tak terpisahkan bagi Arsenal pada medio 2000-2006.

Termasuk mengantarkan mereka menjadi juara Premier League dengan tak terkalahkan atau “invisible” pada tahun 2003 dan sekaligus juga mengantarkan Arsenal ke final Champions League pada 2006.

Duet Pires dan Henry di lini serang Arsenal bukan tanpa struktur. Mereka sengaja di setting oleh strategi Wenger dengan menempatkan Pires di sisi kiri yang cenderung bergerak ke tengah dan Henry yang berada di pos striker depan dengan kecepatannya mampu memanfaatkan ruang lawan dengan kombinasi cepat dengan Pires. Itulah salah satu kekuatan Arsenal ketika mereka berjaya dibawah Wenger.

Aguero & David Silva (Manchester City 2011-2020)

Duet yang ketiga yakni dari Manchester City, Sergio Kun Aguero dan David Silva. Kombinasi gol mereka sama dengan pencapaian Henry dan Pires yakni 29 gol. Dengan rincian, Aguero mencetak 21 gol dari assist David Silva, dan 8 gol dicetak David Silva melalui assist Aguero.

Mereka bahu membahu di bawah pelatih Pep Guardiola pada medio tahun 2011 sampai 2020. Keduanya berhasil menjadi bagian dari raihan empat gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dan empat piala liga bagi Manchester City dalam kurun waktu sembilan tahun.

Kombinasi gol yang tercipta selama mereka bermain di Manchester City terbanyak yakni lewat kombinasi dari tengah. Umpan terobosan akurat ala David Silva sering kali memanjakan Aguero yang diplot sebagai “the real striker” City dalam pakem serangan Pep Guardiola. Tak jarang juga kombinasi umpan satu dua mereka juga berhasil melewati ruang pertahanan lawan.

Sayang, prestasi duo itu belum lengkap karena mereka belum mampu menyumbangkan Champions League bersama Manchester City. Karier Aguero akhirnya memutuskan untuk pensiun setelah ia pindah ke Barcelona. Sedangkan David Silva memilih untuk menikmati masa tuanya di Spanyol dengan bermain bersama Real Sociedad.

Drogba & Lampard (Chelsea 2004-2012)

Duet maut yang keempat dimiliki oleh pemain Chelsea, Didier Drogba dan Frank Lampard. Kombinasi mereka terjalin di klub London Barat tersebut pada medio tahun 2004 sampai 2012. Selama delapan tahun di Chelsea mereka tumbuh menjadi salah satu duet tersubur di Premier League.

Kombinasi mereka adalah tulang punggung Chelsea dalam meraih tiga gelar Premier League dan satu gelar Champions League. Mereka adalah simbol kesuksesan tersendiri di era awal taipan Rusia Roman Abramovich ketika mengakuisisi Chelsea pada tahun 2003.

Kombinasi gol keduanya identik dengan umpan direct dari Lampard yang sering dimanfaatkan oleh Drogba di sudut-sudut sempit. Tak jarang juga set piece melalui corner dan tendangan bebas dari Lampard juga sering diselesaikan oleh Drogba dengan kepiawaiannya dalam hal sundulan.

Kombinasi Drogba-Lampard di liga yakni meraih total 36 gol, dengan rincian 24 gol yang dicetak Drogba berasal dari assist Lampard, dan 12 gol yang dicetak Lampard berasal dari assist Drogba.

Son & Kane (Tottenham Hotspurs 2015-Sekarang)

Duet maut yang terakhir adalah yang baru saja memecahkan rekor melewati capaian kombinasi gol Drogba dan Lampard di Premier League. Mereka adalah duet penyerang Tottenham Hotspurs, Harry Kane dan Son Heung-Min.

Keduanya telah membuat rekor baru di Premier League ketika kembali berkolaborasi di Elland Road markas Leeds United dalam pertandingan lanjutan Premier League. Gol terakhir Spurs kembali tercipta berkat kombinasi khas keduannya yang mengantarkan kemenangan 4-0 Spurs atas Leeds United.

Itu adalah kali ke-37 duo Spurs mencatatkan diri sebagai duet maut paling gacor secara jumlah gol. Kombinasi itu pada awalnya lahir pada agustus 2015 ketika Son Heung Min pertama kali didatangkan ke White Hart Lane dari klub Jerman Bayern Leverkusen.

Harry Kane hingga kini telah mencetak 99 gol dan Son Heung Min telah mencetak 61 gol. Dengan rincian Son memberi assist untuk gol Kane sebanyak 19 kali. Sedangkan Kane memberi assist untuk gol Son sebanyak 18 kali.

Kombinasi mereka dalam lapangan adalah tulang punggung bagi permainan Spurs selama beberapa tahun ini. Bahkan, 14 gol kombinasi mereka berdua di musim 2020-21 mencetak rekor gol tersendiri dalam satu musim ketika itu. Perolehan predikat sebagai duet maut yang gacor dengan 37 gol selama ini bukan tidak mungkin akan bertambah mengingat kedua nya masih aktif bermain bersama hingga sekarang.

Sumber Referensi : fourfourtwo, premierleague, sportsmax

 

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru