Virus Corona & Dampaknya Terhadap Dunia Sepak bola

Tahun 2020 dunia diguncang oleh sebuah virus mematikan bernama CoronaVirus. Corona berasal dari Wuhan, Tiongkok. Virus mematikan tersebut kini telah mewabah ke banyak negara. Tercatat, data terakhir menyebutkan ada 45 negara yang sudah terkena imbas virus Corona.
Virus Corona telah mematikan lebih dari 2000 orang di seluruh dunia.

Dengan puluhan ribu lainnya masih dirawat akibat terinfeksi virus tersebut. Wabah virus corona atau Covid-19 ini memang mengancam seluruh dunia. Dampaknya terbilang luar biasa dan dirasakan ke berbagai bidang, bukan hanya kesehatan.

Dalam dunia olahraga, virus corona membuat sejumlah kompetisi harus ditunda, malah ada yang dihentikan. Pihak penyelenggara khawatir dengan penyebaran virus mematikan tersebut. Salah satu bidang olahraga yang terkena dampak dari virus Corona adalah sepak bola. Virus Corona sendiri telah menyebar hingga eropa, dengan Italia menjadi negara paling terdampak, dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 300 dan 11 kematian.

Akibat kejadian tersebut, tiga laga serie A di pekan 25 antara Inter Milan vs Sampdoria, Hellas Verona vs Cagliari, dan Atalanta vs Sassuolo harus ditunda. Selain itu, pertandingan Inter Milan melawan Ludogorets di babak 32 besar Liga Eropa juga berjalan tanpa penonton.
Dalam konferensi pers pada Sabtu (22/2/2020), Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora melarang semua bentuk kegiatan di tiga wilayah yang terkena imbas virus Corona yakni Lombardy, Emilia-Romagna dan Veneto, kecuali ada izin khusus.

Selain laga di pekan 25, serie A pekan berikutnya juga alami gangguan berupa laga tunda dan pertandingan tanpa penonton. Tak hanya kompetisi Liga Italia, Virus Corona juga mengancam perhelatan akbar Piala Eropa 2020. Saat ini, Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) terus memantau sejauh mana dampak virus corona terhadap pelaksanaan EURO 2020. Italia sebagai salah satu dari 12 negara tuan rumah EURO saat ini sedang dilanda wabah virus Corona. Roma, kota yang bakal menggelar pertandingan EURO sejauh ini memang belum terpapar virus tersebut. Namun, UEFA tetap mewaspadai ancaman adanya virus mematikan itu.

“Kami sedang menunggu. Kami memantau negara demi negara, dan sepak bola harus mengikuti perintah masing-masing negara. Jalur olahraga hanya akan ditutup jika situasinya memburuk.” ujar Michele Uva, anggota komite eksekutif UEFA.

Di Negara asal Virus Corona, Tiongkok, tentu mengalami dampak yang sangat besar. Dampak corona membuat Asosiasi Sepak Bola Tiongkok mengambil langkah tegas. Liga Super Tiongkok yang harusnya dimulai pada 22 Februari 2020 ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Begitu juga divisi di bawahnya. Selain itu, Virus corona yang mulai merebak di Tiongkok membuat jadwal Liga Champions Asia terganggu. Pertandingan yang melibatkan beberapa klub Tiongkok pun diubah.

Guangzhou Evergrande, Shanghai Shenhua, dan Shanghai SIPG baru akan memainkan pertandingan pertama mereka pada awal bulan April 2020. Dengan harapan virus corona sudah bisa dijinakkan saat itu. Tetangga Tiongkok, Jepang & Korea Selatan juga merasakan hal yang sama.
Mewabahnya virus corona memaksa liga sepak bola Jepang, J-League, ditunda hingga bulan maret. Penundaan diumumkan ketua dewan eksekutif J-League, Mitsuru Murai ketika kompetisi hendak memasuki pekan kedua.

Sementara di Korea Selatan, Virus Corona juga memaksa kompetisi sepak bola mereka mengalami penundaan. Awalnya Liga Korea musim 2020 akan bergulir pada 24 februari, namun ditunda untuk waktu yang belum ditentukan. Selain Sepak bola, sebelumnya sejumlah event olahraga internasional lain juga terpaksa dibatalkan akibat Corona. Mulai dari badminton, atletik, tenis sampai Formula 1 dan Formula E.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *