Mengapa Ada Patung Yang Duduk Sendirian Di Tribun Valencia

Siapa yang menyangkal jika klub Valencia merupakan salah satu yang terbaik di Eropa. Klub dengan simbol kelelawar ini merupakan kesebelasan asal Spanyol yang kekuatannya tidak bisa diremehkan begitu saja.

Sejak pertama berdiri pada 1919, Valencia telah memenangkan banyak gelar, diantaranya La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Piala Winners, hingga pernah dua kali secara beruntun menjadi runner up Liga Champions Eropa.

Selain diselimuti oleh banyak gelar, klub yang bermarkas di Estadio Mestalla itu juga kerap dihuni oleh pemain-pemain berbakat dunia, seperti Santiago Canizares, Miguel Angel, David Albelda, David Villa, hingga legenda sepakbola asal Argentina bernama Mario Kempes.

Jika dilihat dari prestasi maupun sejarahnya, wajar bila klub yang masih terus menjadi pesaing serius kompetisi La Liga ini memiliki banyak sekali penggemar.

Tak sekadar penggemar biasa, Valencia bahkan memiliki penggemar yang layak disebut sebagai salah satu yang terbaik. Malah, kisah salah satu penggemar mereka akan membuat kalian mengakui mengapa sepakbola merupakan olahraga yang sangat layak dicintai.

Dari Valencia, kita bisa belajar bahwa menghargai sebuah cinta sangat diperlukan. Dalam hal ini, mereka mungkin memahami betul ungkapan “apalah arti sebuah klub sepakbola tanpa suporter di sekelilingnya?”.
Vicente Navarro Aparicio adalah pendukung setia Valencia. Dia adalah anggota Valencia nomor 18 dan menyaksikan setiap pertandingan kandang di Mestalla Stadium.

Tak hanya rajin menyaksikan pertandingan di kandang, Vicente juga mendukung Valencia saat melakoni partai tandang.
Satu di antara pertandingan bersejarah yang disaksikannya adalah final Copa del Generalisimo yang kini dikenal sebagai Copa del Rey pada 1967 silam. Ketika itu Valencia berhasil memenangi pertandingan atas Athletic Bilbao.

Sayangnya, pada usia 54 tahun, dia kehilangan penglihatan karena kerusakan pada retina matanya. Dampaknya, ia tak bisa lagi menyaksikan tim kesayangan bertanding. Namun, kecintaannya terhadap Valencia tak tergoyahkan.

Dia tetap terus mendatangi Estadio Mestalla dengan putranya. Vicente ingin merasakan atmosfer pertandingan, dan dia juga ingin mendapat gambaran perihal apa yang terjadi di lapangan secara langsung.

Vicente juga turut hadir di tribune Mestalla Stadium saat Valencia meraih gelar dobel pada tahun 2004, yang disebutnya sebagai tahun paling membahagiakan sepanjang hidupnya.

Vicente sendiri meninggal pada tahun 2017. Namun, Valencia tak pernah melupakannya. Los Che memberikan penghormatan kepada mendiang Vicente dengan cara spesial.

Valencia membuatkan patung Vicente dan menempatkan patung itu di kursi di mana Vicente semasa hidup biasa duduk. Patung dari perunggu itu duduk di kursi 164 di baris ke-15 di sektor Tribuna Central. Dengan begitu, Vicente akan selamanya hadir di setiap pertandingan Valencia.

“Pertandingan menghadapi Karlsruher (1993) adalah terakhir kali dia menonton pertandingan di televisi. Dia mengatakan jika pergi ke Mestalla, kalian bisa merasakan pertandingan,” kata putra dari Apricio (via dailymail)

“Dia menikmati apa yang terjadi dan aku akan memberitahunya tentang apa yang terjadi di lapangan,”
Valencia menyebut patung itu sebagai wujud Vicente semasa hidup.

Tak pernah terbayangkan, pria tua itu sepertinya tak hanya cinta pada klub. Kepada suporter Valencia, ia juga senang mendengarkan yel-yel termasuk tepuk tangan dan lain-lain.

Atmosfer di stadion Mestalla membuatnya tak seperti korban kebutaan. Hal itu seakan menunjukkan alangkah dahsyatnya penonton Valencia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *