Susunan Pemain Terbaik Palermo Jika Mereka Tidak Menjual Bintangnya

Palermo merupakan salah satu klub paling dikenal di Italia. Meski kini mereka masih berkutat di kompetisi Serie D, Palermo pernah memiliki pemain-pemain berbakat yang pada akhirnya menjadi bintang di beberapa klub ternama dunia.

Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan mencoba mengingatkan kalian semua bahwa Palermo sempat menjadi persinggahan pemain-pemain besar dunia. Jika mereka tidak menjual para pemain tersebut, mungkin kompetisi Serie A akan menjadi langganan hingga saat ini.

Kira-kira siapa sajakah pemain tersebut? Berikut ulasannya.

Penjaga gawang | Salvatore Sirigu | Torino

Salvatore Sirigu menjadi salah satu kiper terbaik dunia. Pria Italia pernah membela Palermo pada tahun 2005 hingga 2011. Sirigu yang sebelumnya telah memainkan sebanyak 80 laga resmi bergabung dengan raksasa Prancis, PSG, pada tahun 2011.

Melihat penampilannya yang cukup baik bersama Palermo, PSG memutuskan untuk memberikan pos kiper nomor satu kepadanya hingga kedatangan Kevin Trapp. Sirigu kemudian dipinjamkan ke Sevilla dan Osasuna sebelum pindah secara permanen ke Torino pada musim panas 2017.

Kini, Sirigu yang telah berusia 32 tahun masih menjadi andalan utama klub berjuluk el Toro.

Bek Kanan | Darmian | Parma

Darmian digadang-gadang menjadi bek masa depan Italia. Dirinya yang mulai berkarier di AC Milan putuskan untuk membela Palermo pada tahun 2010. Penampilannya yang cukup apik lalu membuat Torino kepincut.

Darmian pun bergabung dengan Torino sebelum akhirnya diboyong oleh Manchester United. Namun, talenta nya yang sempat diminati banyak klub tak terlalu mendapat perlakuan baik dari MU. Pemain asal Italia inipun putuskan pulang ke kampung halaman untuk bergabung dengan Parma.

Bek Kiri| Emerson | Chelsea

Emerson Palmieri menjadi nama yang cukup diperhitungkan saat ini. Emerson lahir pada 3 Agustus 1994 di Santos, Sao Paulo, Brasil. Ia bermain di tim junior dan senior Santos. Pada 25 Agustus 2014, Emerson dipinjamkan ke kesebelasan Serie A, Palermo. Ia hanya bermain selama sembilan pertandingan, tapi bakatnya langsung terendus AS Roma.

Kini, setelah berseragam Chelsea, permainannya mendapat banyak pujian. Bersama The Blues Chelsea, ia telah sumbangkan trofi Europa League musim 2018/19.

Bek tengah | Kamil Glik | Monako

Meski namanya mulai mencuat kala membela Torino pada musim 2015/16, Kamil Glik ternyata memulai kiprahnya di Serie A bersama Palermo. Ia dinilai tak cukup bagus dan dipinjamkan ke Bari sebelum dilepas ke Torino pada musim panas 2011, setelah hanya semusim berstatus milik Palermo.

Ia kemudian hengkang ke AS Monaco pada musim panas 2016 dan membawa Monaco juara Ligue one pertamanya sejak 1999/00. Hingga kini bek asal Polandia ini masih menjadi palang pintu andalan klub yang bermarkas di Stadion Louis II.

Bek tengah | Andrea Barzagli | Pensiun

Membiarkan Andrea Barzagli pergi ke Wolfsburg mungkin menjadi salah satu keputusan terburuk yang dilakukan Palermo. Barzagli tak ubahnya menjadi salah satu bek terbaik dunia. Saat kembali ke Italia untuk memperkuat Juventus dirinya bahkan berhasil mengembalikan martabat tim berjuluk Si Nyonya Tua.

Barzagli yang telah memberikan banyak sekali kontribusi bagi Juve pun putuskan pensiun pada 2019 lalu.

Gelandang tengah | Josip Ilicic | Atalanta

Ilicic menjadi salah satu nama yang cukup sering berpetualang di persepakbolaan Italia. Sejak hengkang dari Maribor pada 2010 ke Palermo, Ilicic terus merumput di Italia berturut-turut bersama Palermo, Fiorentina dan kini Atalanta. Ilicic merupakan salah satu pemain potensial dan kini terbilang cukup berpengalaman meski tak bermain di klub papan atas.

Kontribusinya hingga saat ini bahkan sukses antarkan klub yang berbasis di Bergamo lolos ke kompetisi Liga Champions Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Gelandang tengah | Franco Vazquez | Sevilla

Vazquez memainkan lebih dari 100 pertandingan liga untuk Palermo dan membantu menyelamatkan mereka dari degradasi musim 2016/17. Nama Franco Vazquez memang tak setenar Paul Pogba atau Marco Veratti, namun dirinya adalah salah satu gelandang potensial yang pernah dimiliki Palermo dan diincar banyak tim papan atas seperti AC Milan, AS Roma dan Juventus.

Namun sejak 2016 dirinya dilepas ke Sevilla dengan biaya senilai 15 juta euro. Sebelum berseragam Sevilla, total ia mengemas 109 penampilan untuk Palermo dan mencetak 22 gol serta 22 assist.

Gelandang tengah | Javier Pastore | AS Roma

Palermo sangat beruntung pernah memiliki pemain sekelas Javier Pastore. Pemain asal Argentina sempat gemparkan Italia dengan performa luar biasanya. Setelah diincar oleh AC Milan dan Juventus, Javier Pastore lebih memilih mengadu nasib ke Paris Saint-Germain pada 2011 lalu. Dirinya tampil begitu baik bersama Palermo dan memikat banyak klub. Ia kemudian memilih PSG dan jadi pilihan utama di era Laurent Blanc dan Carlo Ancelotti.

Selama membela Palermo, Pastore menorehkan 82 penampilan. Ia mencetak 16 gol dan 16 assist di seluruh ajang. Kini, Pastore tercatat sebagai pemain AS Roma setelah tenaganya di PSG tak lagi dibutuhkan.

Gelandang Serang | Paulo Dybala | Juventus

Siapa yang meragukan performa Paulo Dybala diatas lapangan? Pemain asal Argentina yang kini membela Juventus benar-benar membuat dunia banyak meminatinya.

Saat tampil untuk Palermo, Dybala tampil sangat luar biasa. Bahkan, Juventus tak ragu untuk mengeluarkan dana sebesar 40 juta euro hanya untuk menebus jasanya pada 2015 silam.

Dybala mengenyam tiga musim di Palermo dengan mencetak 21 gol dan 16 assist dari 93 laga. Kini ia menjadi salah satu pemain bintang yang namanya terus didengungkan.

Striker | Andrea Belotti | Torino

Seperti Dybala, Andrea Belotti yang sempat membela Palermo pun kini menjadi salah satu bintang di Italia. Pada 2017 lalu, klub-klub ternama seperti AC Milan, Manchester United, Arsenal hingga Chelsea terus memburu jasanya. Namun Belotti yang telah membela Torino dianggap sebagai aset besar bagi klub sehingga manajemen menolak untuk melepasnya.

Selama dua musim membela Palermo, Belotti jadi pilihan utama tim bersama Paulo Dybala. Ia berhasil mencetak 16 gol dalam 64 laga di seluruh ajang.

Striker | Edinson Cavani | PSG

Cavani barangkali menjadi salah satu talenta terbaik yang pernah dimiliki Palermo. Pemain asal Uruguay berhasil membuktikan bahwa untuk menjadi besar di Italia saat itu tak perlu bermain untuk klub-klub seperti AC Milan hingga Juventus.

Namanya pun kian mencuat setelah membela Napoli pada 2011. Dua musim berselang, Cavani menerima pinangan PSG dan masih bermain di sana hingga saat ini. Bersama Palermo, Cavani menghabiskan tiga musim dengan torehan 37 gol dari 117 penampilan di seluruh ajang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *