Pertandingan Ini Dilanjutkan Setelah Tertunda Selama 100 Tahun

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan sebuah pertandingan sepak bola di tunda waktu pelaksanaannya. Beberapa yang paling umum adalah cuaca buruk, kerusuhan suporter jelang laga, maupun serangan teror.

Umumnya, sebuah pertandingan sepak bola hanya akan mengalami penundaan selama satu hari sampai satu minggu. Sebagai contoh laga antara Borrusia Dortmund kontra Atletico Madrid yang sedianya berlangsung pada 12 april 2017 harus di tunda akibat terjadinya serangan bom terhadap bus tim Dortmund, laga pun di langsungkan pada keesokan harinya.

Kemudian Laga antara Man United vs Bournemouth di liga primer musim 2015/16 harus dibatalkan karena terdapat barang yang diduga sebuah bom di Old Trafford, penonton yang sudah hadir pun di pulangkan agar polisi bisa mensterilkan keadaan. Pertandingan pun dilangsungkan tiga hari berselang dan Man United menang 3-1.

Kedua laga diatas hanyalah beberapa dari sekian banyak pertandingan yang dibatalkan karena suatu keadaan tertentu. Namun apa jadinya jika sebuah pertandingan sepak bola tertunda selama 100 tahun. Pertandingan tersebut mempertemukan klub asal Brasil, Corinthians melawan klub asal Inggris, Corinthian Casuals.

Sejarah bermula ketika pada saat kekuatan klub-klub profesional di Inggris tumbuh, Corinthian Casuals, dulu masih bernama Corinthian FC memulai tur ke Brasil pada 1910 setelah mendapat undangan dari Charles Miller, pria yang secara umum dianggap sebagai bapak pendiri sepakbola Brasil dan juga mantan pemain Corinthian FC.

Selama menjalani tur pertamanya di Brasil, Corinthian FC tidak terkalahkan, mereka memenangkan laga di antaranya melawan tim Brasil All Stars dan Klub Atletik Sao Paulo.

Tapi yang lebih penting dari itu adalah permainan mereka mampu memikat dan mengilhami lima pekerja kereta api di Sao Paolo yang kebetulan menonton laga tersebut, kelima buruh itu yakni Anselmo Correa, Antonio Pereira, Carlos Silva, Joaquim Ambrosio dan Raphael Perrone.

Kelima orang tersebut lalu mengadakan pertemuan untuk mendirikan klub sepak bola di Sao Paolo. Dan saat itulah klub baru resmi didirikan, Karena terpikat dengan permainan kesebelasan yang mereka tonton tersebut, maka nama Corinthians akhirnya dipakai.

Kelahiran SC Corinthians Paulesta pun punya sejarah panjang dengan sepakbola Inggris. Perlu diketahui bahwa di sepak bola Brasil pada saat itu hanya dapat dinikmati oleh kalangan atas, bangsawan dan orang-orang berkantong tebal.

Pada jaman itu pula, klub Inggris Corinthians FC menjadi salah satu tim paling terkenal di dunia, dan sedemikian terkenalnya sehingga mereka diundang kembali ke Brasil pada dua kesempatan.

Corinthians FC kembali pada tahun 1913 dan menjadwalkan pertandingan melawan SC Corinthians Paulesta di Sao Paulo pada bulan Agustus 1914. Tetapi ketika kapal Corinthians Casuals berlabuh di timur laut Brasil, mereka mengetahui bahwa telah terjadi perang yang mempertemukan Inggris dengan Jerman.

Atas kejadian itu, klub asal Inggris memutuskan untuk pulang ke negaranya. Alhasil laga pertama yang akan mempertemukan Corinthians FC melawan SC Corinthians Paulesta pun di batalkan. Selama Perang Dunia pertama, para pemain Corinthians FC banyak yang meninggal dunia.

Pertandingan yang tertunda tersebut kemudian dilanjutkan kembali pada 24 Januari 2015, bertepatan dengan tanggal berdirinya kota Sao Paolo. Sambutan meriah dirasakan oleh Corinthian Casuals begitu tiba di bandara setelah menempuh perjalanan jauh dari London ke Sao Paolo.

Sesuatu yang tak pernah mereka rasakan selama ini. Kemeriahan serta sambutan hangat juga masih mereka terima di jalan hingga saat berlatih di Stadion Corinthians Arena, tempat diselenggarakannya laga.

Walaupun bertajuk pertandingan persahabatan, laga tetap berjalan dalam nuansa kompetitif. Kedua tim tetap bermain dengan sepenuh hati, berusaha memenangkan laga. Beberapa pemain juga sempat bertukar seragam dan berganti tim di antara keduanya saat pertandingan, sesuai dengan tradisi yang ada sebelumnya. Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Tetapi pihak Corinthians tetap beranggapan bahwa skor akhir tidak penting untuk mereka, yang penting para penggemar muda paham dan ingat sejarah kesebelasan mereka.

Sejak saat didirikan pada 1910, SC Corinthians FC tumbuh menjadi raksasa sepak bola Brasi. Mereka adalah pemenang Campeonato Brasileiro tujuh kali dan juga mengangkat Copa Libertadores. Pada 2000 dan 2012, mereka meraih Piala Dunia Klub, mengalahkan Vasco dan Chelsea di final masing-masing.

Dengan 30 juta penggemar, mereka juga merupakan klub yang paling didukung di negara Brasil. Selain itu, Mereka juga pernah memiliki para pemain hebat, dengan pemain terkenal termasuk Rivellino dan Socrates.

Sementara, nasib berbeda di alami oleh Corinthians Casuals. Setelah sempat berjaya pada awal 1900-an dengan nama Corinthian FC, mereka kemudian alami penurunan, penurunan ini disebabkan diantaranya karena beberapa pemainnya meninggal saat terjadi perang dunia pertama.

Corinthian FC lalu tak bisa kembali ke masa jayanya, dan pada tahun 1939 mereka berubah nama menjadi Corinthians Casuals yang merupakan hasil merger antara dua kesebelasan yakni Corinthian FC (1882) dan Casuals (1883).

Saat ini, tim berjuluk The Chocolate & Pink tersebut berada di Liga Isthmian atau divisi kedelapan dalam piramida kompetisi Sepak bola Inggris. Sebagai tim amatir, pertandingan mereka tak pernah ditonton banyak orang. Rataan suporter yang hadir berkisar 75-150 orang saja tiap laga. Stadion Corinthian Casuals juga termasuk kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *