Jika 11 Pemain Ini Tidak Dijual! Southampton FC Bisa Merajai Premier League

Southhampton menjadi salah satu tim terpopuler di Liga Inggris. Mereka merupakan tim dengan bakat-bakat luar biasa. Selain itu, Southampton bisa dibilang sebagai tim yang sangat pintar dalam mengembangkan para pemain akademi, hingga mendatangkan pemain hebat yang tak masuk ke radar tim-tim lain.

Sayangnya, klub yang bermarkas di St. Mary Stadium juga terlalu mudah melepas pemain bintangnya.

Dan berikut adalah starting eleven terbaik Southampton jika mereka tidak menjual bintangnya.

Kiper: Paulo Gazzaniga

Pemain asal Argentina, Paulo Gazzaniga, saat ini membela klub London, Tottenham Hotspurs. Meski mengawali karier di Valencia, Paulo Gazzaniga melanjutkan karier di Gillingham sebelum akhirnya bakat sang kiper ditemukan oleh Southampton.

Dengan talenta yang dimiliki, Paulo Gazzaniga sangat mungkin menjadi pengganti Hugo Lloris dibawah mistar Tottenham. Cederanya Lloris dianggap sebagai kesempatan emas bagi Gazzaniga untuk buktikan kualitas.

Bek Kanan: Nathaniel Clyne

Sama seperti Paulo Gazzaniga, Nathaniel Clyne juga bukan merupakan produk asli Southampton. Akan tetapi, pada 2012 lalu, bakat Clyne mampu dicuri oleh Southampton dari Crystal Palace.

Sejak 2012, berkat penampilan apiknya, Clyne banyak memenangkan gelar individu. Namun, Southampton tak pandai dalam menjaga talenta Clyne. Pemain yang kini berusia 28 tahun itu lalu hijrah ke Liverpool, dan menyumbang beberapa trofi penting, termasuk Liga Champions Eropa.

Kini, Clyne yang talentanya tidak bisa diremehkan masih menjalani masa peminjaman di Bournemouth.

Bek Tengah: Toby Aldeweireld

Toby Aldeweireld merupakan salah satu bek terbaik saat ini. Pemain asal Belgia bahkan menjadi incaran klub top Eropa. Musim lalu, Toby Aldeweireld sukses menjadi bagian penting dari skuat The LillyWhites yang mampu tampil di partai puncak Liga Champions.

Sebelum bersinar besama Spurs, Toby Aldeweireld merupakan pemain Southampton. Saat itu, ia menjalani masa peminjaman selama semusim di Stadion St. Mary.

Bek Tengah: Virgil van Dijk

Tidak lengkap rasanya jika tak mengikutkan nama Virgil van Dijk dalam daftar ini. Bek asal Belanda kini menjadi yang terbaik di dunia. Ia bahkan mampu menggeser posisi Ronaldo dalam perebutan Ballon D’or 2019. Van Dijk duduk di posisi kedua, dan hanya kalah dari Lionel Messi yang menjadi pemenang.

Van Dijk merupakan talenta Belanda yang kemudian memulai karier di Inggris bersama Southampton. Tiga tahun membela klub tersebut, van Dijk menjelma menjadi salah satu bek terbaik dunia saat hijrah ke Liverpool.

Bek Kiri: Luke Shaw

Pernah menjadi remaja paling diinginkan di Inggris, Shaw pada akhirnya memilih untuk berseragam Manchester United. Padahal, saat itu Chelsea juga datang memberikan tawaran.

Sebelum menjadi buruan klub-klub besar, Shaw lebih dulu menimba ilmu di akademi Southampton. Baru pada 2011 lalu, ia mulai memainkan pertandingan di tim senior. Dibawah asuhan Mauricio Pochettino, Shaw menjelma menjadi bek kiri terbaik di dunia.

Gelandang: Victor Wanyama

Victor Wanyama kini berstatus sebagai pemain Tottenham Hotspurs. Ia lebih dulu memulai karier di Kenya sebelum akhirnya pergi ke Belgia dan mencari pengalaman di Celtic.

Pada tahun 2012, Victor Wanyama menjadi pemain Kenya pertama yang mencetak gol di kompetisi Liga Champions Eropa. Kepindahannya ke Premier League pada tahun 2013 lalu mengubah nasibnya.

Wanyama yang memiliki ketahanan fisik luar biasa menjadi salah satu pemain yang paling diinginkan saat itu. Meski sempat alami cedera dimusim debutnya, Wanyama, dibawah asuhan Ronald Koeman, mampu menjadi pemain yang tembus skuat utama.

Di tahun 2016, Victor Wanyama lalu dibawa Mauricio Pochettino untuk bergabung dengan Spurs.

Gelandang: Adam Lallana

Mantan kapten Southamtpon, Adam Lallana, sudah tampil sebanyak 265 kali dan mencetak 60 gol untuk tim. Delapan tahun bermain di sana, dia bergabung dengan Liverpool pada 2014. Sempat kesulitan beradaptasi, Lallana berada dalam performa yang cukup baik saat ini.

Dia beberapa kali menjadi pilihan Jurgen Klopp dan menjadi bagian penting dari kebangkitan klub yang bermarkas di Anfield.

Gelandang: Alex Oxlade-Chamberlain

Alex Oxlade-Chamberlain merupakan produk asli akademi Southampton. Setelah hanya semusim bermain untuk tim utama, Chamberlain langsung hijrah ke klub London, Arsenal.

Enam musim membela Arsenal membuat Chamberlain banyak dikenal dunia. Ia bahkan berhasil sumbangkan tiga trofi FA Cup untuk tim gudang peluru. Setelah puas membela Arsenal, Chamberlain lalu putuskan untuk terima tawaran Liverpool.

Meski kerap menderita cedera, Chamberlain mampu meraih trofi Liga Champions bersama skuat asuhan Jurgen Klopp.

Winger: Theo Walcott

Sama sepeti Chamberlain, Theo Walcott merupakan produk asli akademi Southampton. Nama Walcott semakin melejit kala Arsenal sukses mendapat tanda tangannya pada tahun 2006 silam.

Namun meski tergolong tenar saat berada di Arsenal, dari waktu ke waktu pemain ini sangat akrab dengan cedera sehingga kemilaunya tak terlalu indah. Meski begitu, tetap saja, Walcott menjadi salah satu penggawa terbaik Arsenal.

Kini, di usianya yang sudah menginjak 30 tahun, Walcott membela klub berjuluk The Toffees, Everton.

Winger: Gareth Bale

Nama Gareth Bale tentu saja masuk dalam daftar ini. Salah satu produk Southampton era modern ini merupakan pemain dengan talenta luar biasa.

Sekarang, Bale menjadi salah satu pemain termahal dunia dan bermain di tim sekelas Real Madrid.

Kariernya memang baru mencuat bersama Tottenham Hotspur, dan di Southampton dia hanya tampil 45 kali serta membuat lima gol. Tapi, Bale sekarang menjadi salah satu pemain terbaik dunia yang pernah ada.

Penyerang: Sadio Mane

Menjadi pemain paling eksplosif di Liga Inggris, Sadio Mane meraup sukses besar bersama Liverpool. Ia menjadi salah satu pemain jempolan dan kerap menjadi andalan tim berjuluk The Reds.

Sebelum semakin populer bersama Liverpool, nama Mane lebih dulu besar bersama Southampton. Ia menjadi salah satu pemain Afrika terbaik saat ini dan masih sangat mungkin mendapat sejumlah trofi bergengsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *