Kisah Prank Terkejam Pique Kepada Patrice Evra

Kisah Prank Terkejam Pique Kepada Patrice Evra

Gerard Pique baru saja kembali ke Old Trafford. Dirinya mengawal panji el Barca yang berhadapan dengan setan merah pada laga leg pertama perempat final Liga Champions Eropa. Saat kembali ke Manchester, Pique mengaku senang. Ia masih bisa merasakan atmosfer teater impian yang dulu sempat ia cicipi.

Pique adalah bek Barcelona yang sempat memperkuat MU pada medio 2004 hingga 2008. Dia mendarat di Manchester setelah ditebus dari akademi La Masia. Ada 23 pertandingan di semua ajang yang dimainkan Pique saat berseragam The Red Devils. Jumlah main itu membuat Blaugrana tertarik untuk memulangkan Pique.

Pada masa kembalinya ke Barca, Pique sudah dua kali bertemu mantan klubnya itu di laga kompetitif. Kedua duel tersebut terjadi pada final Liga Champions 2009 di Olimpico Roma dan final 2011 di Wembley. Ketika itu, Barca sukses menang di dua laga tersebut.

Selain punya pengalaman luar biasa bersama Manchester United, Pique juga ternyata punya pengalaman jahil yang tak akan terlupakan.

Lanjutkan membaca →

Alasan Mengapa Liverpool Akan Menjuarai Liga Champions Musim Ini

Alasan Mengapa Liverpool Akan Menjuarai Liga Champions Musim Ini

Dalam beberapa tahun terakhir, Liverpool mulai mengembalikan kejayaan yang telah lama lenyap. Mereka melakukan perombakan besar hingga akhirnya mendapat skuat yang benar-benar diinginkan. Kedatangan Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah, menjadi keseriusan tim yang bermarkas di Anfield untuk memperbaiki skuat.

Ditambah, mereka baru saja kedatangan dua palang pintu luar biasa seperti Alisson Becker dan Virgil van Dijk. Ketimpangan yang sempat dialami musim lalu perlahan mulai teratasi. Prestasi yang diraih juga menjadi bukti kembalinya kekuatan Liverpool. Musim lalu, mereka berhasil mencapai partai final Liga Champions meski kalah dari Real Madrid. Kini, Liverpool kembali menjaga asa dengan mempertahankan konsistensinya di kompetisi tersebut.

Menurut beberapa pihak, The Reds bahkan diprediksi akan menjadi penguasa Eropa musim ini. Hal itu dinilai realistis mengingat Liverpool punya kekuatan yang spektakuler. Beberapa alasan berikut ini juga akan semakin menguatkan anggapan tersebut.

Lanjutkan membaca →

Alasan Mengapa Eden Hazard Akan Sangat Sempurna Untuk Real Madrid

Alasan Mengapa Eden Hazard Akan Sangat Sempurna Untuk Real Madrid

Hingga kini, Eden Hazard belum juga memperbarui kontrak dengan klubnya, Chelsea. Sanksi embargo transfer dua periode yang dialami The Blues juga mungkin akan berdampak pada masa depan Hazard. Oleh sebab itu, Real Madrid yang menjadi peminat paling serius semakin yakin akan mampu mendatangkan Eden Hazard pada musim panas mendatang.

Sang bintang internasional Belgia pada awal musim ini telah mengakui bahwa fokusnya terbelah antara melanjutkan negosiasi kontrak baru di London atau hijrah ke Madrid. Hazard juga pernah mengutarakan hasratnya untuk bergabung dengan Madrid setelah tampil apik bersama Belgia di Piala Dunia 2018 lalu. Ia meyakini bahwa dirinya masih punya satu langkah besar dalam kariernya.

Menyusul rumor dan situasi sang pemain, banyak pihak yang berspekulasi bahwa langkah yang akan dilakukan Hazard adalah hijrah ke Madrid.

Lanjutkan membaca →

Hari Ketika Neymar Sangat Membenci Sepakbola

Hari Ketika Neymar Sangat Membenci Sepakbola

Neymar menjadi salah satu nama populer dalam dunia sepak bola. Pemain yang kini bermain untuk klub Perancis, Paris Saint Germain, itu dikenal sebagai sosok yang jago mendrible bola. Ia punya skill dan kecepatan diatas rata-rata. Namun dibalik profesinya sebagai seorang pemain sepakbola, Neymar pernah mengalami hal yang sangat menyakitkan.

Bahkan, kejadian tersebut sampai membuat pemain berusia 27 itu sangat membenci sepakbola.

Lanjutkan membaca →

Mengapa Coutinho Menolak Untuk Kembali Ke Premier League?

Mengapa Coutinho Menolak Untuk Kembali Ke Premier League?

Philipe Coutinho tampil begitu luar biasa saat berseragam Liverpool. Dirinya kerap menjadi andalan tim dan tak jarang mencetak gol. Aksi gemilangnya diatas lapangan sukses menarik minat raksasa Spanyol, FC Barcelona. Ketika itu, pihak Barcelona telah mengonfirmasi transfer Coutinho lewat media sosial dan situs resminya. Coutinho telah menandatangani kontrak berdurasi 5,5 tahun dengan mencantumkan klausul pelepasan sebesar 400 juta euro atau sekitar 6,45 triliun rupiah.

Keberhasilan transfer Coutinho disambut gembira oleh pihak Barcelona. Mereka sangat yakin pemain berusia 26 tahun itu akan menambah daya gedor tim dari lini tengah.

Akan tetapi, performa pemain asal Brasil itu ternyata jauh dari ekspektasi. Dibeli dengan harga fantastis, Philippe Coutinho saat ini justru terlihat sebagai perekrutan yang sia-sia.

Lanjutkan membaca →

Bagaimana Rooney & Ronaldo Menjelma Menjadi Pemangsa Haus Gol

Bagaimana Rooney & Ronaldo Menjelma Menjadi Pemangsa Haus Gol

Bicara tentang duet paling mematikan di dunia, nama Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo pernah menghiasi jajaran pemain top saat keduanya masih berseragam Manchester United. Datang ke Old Trafford dengan status remaja ajaib, Ronaldo langsung digadang dagang akan menjadi bintang masa depan United.

Setahun kemudian, Manchester United kembali kedatangan remaja berbakat asal Inggris, Wayne Rooney. Dengan mahar senilai 25 juta euro, Rooney resmi berseragam setan merah. Sir Alex Ferguson, manajer United kala itu, mengatakan bahwa “ada banyak alis terangkat” ketika ia membujuk dewan direksi klub untuk mendatangkan Rooney dari Everton. Namun, kepercayaan Sir Alex kepada Rooney terbayar lunas. Remaja itu tampil begitu gemilang dan berada dalam daftar pemain masa depan setan merah.

Datang sebagai dua remaja menjanjikan, apa yang sebenarnya membuat Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo menjelma menjadi pemangsa haus gol?

Lanjutkan membaca →

Pelecehan Rasis Terus Menodai Keindahan Sepakbola

Pelecehan Rasis Terus Menodai Keindahan Sepakbola

Beberapa waktu lalu, dunia sepak bola digegerkan dengan pelecehan rasis yang diterima pemain muda Juventus, Moise Kean, pada laga melawan Cagliari. Ketika itu, Kean dilaporkan mendapat nyanyian bernada rasis tiap kali penyerang 19 tahun tersebut memegang bola. Karena itulah, ketika mencetak gol kedua Juventus pada menit 85, Kean melakukan selebrasi tepat di depan suporter garis keras Cagliari.

Isu rasis di Italia memang tak kunjung berakhir. Pada medio Januari 2019, bek Napoli, Kalidou Koulibaly, juga mendapat nyanyian bernada rasis saat bertandang ke markas Inter Milan. Akibat kelakuan sang suporter, La Beneamata harus menjalani dua laga kandang Liga Italia tanpa ditemani penonton.

Lanjutkan membaca →