Alasan Mengapa Liverpool Akan Menjuarai Liga Champions Musim Ini

Alasan Mengapa Liverpool Akan Menjuarai Liga Champions Musim Ini

Dalam beberapa tahun terakhir, Liverpool mulai mengembalikan kejayaan yang telah lama lenyap. Mereka melakukan perombakan besar hingga akhirnya mendapat skuat yang benar-benar diinginkan. Kedatangan Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah, menjadi keseriusan tim yang bermarkas di Anfield untuk memperbaiki skuat.

Ditambah, mereka baru saja kedatangan dua palang pintu luar biasa seperti Alisson Becker dan Virgil van Dijk. Ketimpangan yang sempat dialami musim lalu perlahan mulai teratasi. Prestasi yang diraih juga menjadi bukti kembalinya kekuatan Liverpool. Musim lalu, mereka berhasil mencapai partai final Liga Champions meski kalah dari Real Madrid. Kini, Liverpool kembali menjaga asa dengan mempertahankan konsistensinya di kompetisi tersebut.

Menurut beberapa pihak, The Reds bahkan diprediksi akan menjadi penguasa Eropa musim ini. Hal itu dinilai realistis mengingat Liverpool punya kekuatan yang spektakuler. Beberapa alasan berikut ini juga akan semakin menguatkan anggapan tersebut.

Yang pertama, Liverpool memiliki trisula yang sangat mematikan. Meski musim lalu gagal meraih trofi juara, kemampuan Liverpool di lini serang terbilang makin meningkat. Baik Sadio Mane, Roberto Firmino, maupun Mohamed Salah, saling mengisi kekosongan satu sama lain.

Musim lalu, mereka sukses mencetak 30 gol di kompetisi Liga Champions. Kini, kualitas ketiganya naik ke level berikutnya setelah mereka juga mampu meningkatkan kualitas pressing, menciptakan peluang, hingga memanfaatkan kesempatan di akhir laga.

Berikutnya adalah tentang pertahanan yang semakin solid. Perekrutan Alisson Becker dan Virgil van Dijk telah mentransformasi pertahanan Liverpool. Selain itu, nama-nama seperti Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson juga semakin membuat pertahanan Liverpool bervariasi. Kedua pemain itu tak jarang mengirim assist ke barisan penyerang Liverpool.

Selain tentang pertahanan dan lini serang yang jauh semakin berkembang. Liverpool juga memiliki kedalaman skuat yang tak main-main. Perekrutan Alisson, Xherdan Shaqiri, Fabinho dan Naby Keita, telah menjadikan Liverpool sebagai tim yang punya banyak alternatif. Jurgen Klopp dianggap telah melakukan tugasnya dengan baik setelah mampu menutup celah yang menjadi kekosongan Liverpool. Dengan perekrutan brilian, Klopp berhasil menjadikan skuatnya menjadi lebih seimbang.

Alasan berikutnya adalah tentang semakin matangnya seluruh komponen klub. Musim lalu, Jurgen Klopp kerap memainkan taktik yang sia-sia. Mereka tak jarang kehilangan poin meski awalnya sudah memimpin pertandingan. Misalnya saja saat Liverpool sukses memimpin 3-0 pada laga melawan Sevilla. Namun karena strategi yang buruk, mereka harus mengakui tiga gol yang disarangkan Sevilla di babak kedua.

Kemudian, laga melawan AS Roma yang mana mereka harus kebobolan dua gol di akhir laga. Sempat bermain imbang 2-2 selama lebih dari 80 menit, AS Roma akhirnya mampu menjungkalkan Liverpool dengan skor 4-2.

Kedua laga itu menjadi bukti ketidakjelian Klopp dalam meracik tim. Ia juga kerap dinilai ceroboh saat melakukan pergantian pemain.

Namun kini, Klopp maupun seluruh pemain Liverpool jauh semakin matang. Mereka jarang melakukan kesalahan yang sama. Meski terkadang menampilkan permainan yang membosankan, setidaknya mereka mampu meraih poin penuh. Untuk Klopp, dirinya juga menjadi lebih bijak dalam melakukan pergantian pemain.

Yang terakhir tentunya adalah Anfield. Ya, Anfield memiliki atmosfer luar biasa saat Liverpool tampil di Liga Champions. Banyak para lawan Liverpool yang berkata dengan gagah tak takut dengan Anfield. Namun saat tiba di stadion berserajah itu, mereka justru melempem dan gagal menampilkan permainan terbaiknya.

Contoh nyata dari fenomena tersebut adalah Dries Mertens dan Manuel Neuer. Kedua pemain itu sempat berujar bahwa mereka tak takut dengan kondisi para supporter Liverpool di stadion Anfield. Namun saat tiba disana, kenyataan yang terjadi di lapangan justru berbanding terbalik dengan perkataan yang sempat mereka ucap.

Dengan beberapa faktor tersebut, akankah Liverpool benar-benar mampu merajai Eropa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *