Hari Ketika Neymar Sangat Membenci Sepakbola

Hari Ketika Neymar Sangat Membenci Sepakbola

Neymar menjadi salah satu nama populer dalam dunia sepak bola. Pemain yang kini bermain untuk klub Perancis, Paris Saint Germain, itu dikenal sebagai sosok yang jago mendrible bola. Ia punya skill dan kecepatan diatas rata-rata. Namun dibalik profesinya sebagai seorang pemain sepakbola, Neymar pernah mengalami hal yang sangat menyakitkan.

Bahkan, kejadian tersebut sampai membuat pemain berusia 27 itu sangat membenci sepakbola.

Ketika itu, Neymar dan Timnas Brasil tampil begitu optimis di gelaran Piala Dunia 2018. Mereka menjadi salah satu kandidat kuat peraih trofi Piala Dunia karena dianggap memiliki materi pemain yang sangat luar biasa. Terlebih, tim samba hanya tergabung di Grup E bersama Swiss, Serbia, dan Kosta Rika, yang notabene punya kekuatan lebih lemah.

Benar saja, tanpa sekalipun tersentuh kekalahan, mereka mampu mengakhiri fase grup dengan menjadi tim terkuat. Brasil bercokol di posisi teratas dengan raihan 7 poin. Bersama mereka, ada Tim Nasional Swiss yang juga ikut lolos ke selanjutnya.

Di babak 16 besar, Brasil sukses mengatasi perlawanan Timnas Meksiko. Mereka mampu menjungkalkan Hirving Lozano dan kolega dengan skor 2-0.

Setelah lolos ke babak perempat final, Brasil ternyata tak mampu terbang lebih tinggi. Mereka ditendang oleh Belgia dengan kekalahan 1-2. Anak asuh Tite ini pun harus pulang lebih cepat ketimbang kontestan lainnya. Mereka tersingkir sekaligus gagal mengulangi prestasi empat tahun sebelumnya yang mampu menembus fase semifinal.

Neymar menjadi salah satu pemain yang disorot usai kegagalan ini. Bahkan ia dituding lebih banyak berakting di lapangan ketimbang memberikan kontribusi. Ya, di gelaran Piala Dunia 2018 lalu, Neymar memang banyak menuai kontroversi. Ia kerap bertindak berlebihan saat dilanggar hingga banyak yang menganggap bahwa dirinya tak mampu menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Selain menjadi sasaran kritik, Neymar juga menjadi pemain paling sedih saat Timnas Brasil tersingkir dari Piala Dunia.

Dikutip dari berbagai sumber, Neymar bahkan mengaku sempat tidak ingin melihat bola usai Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2018. Kalah dari Belgia di babak perempat final rupanya sangat menyakitkan bagi Neymar. Kegagalan itu sampai membuatnya membenci dan tak ingin menonton pertandingan sepak bola.

“Aku tidak ingin melihat bola. Aku juga tidak ingin menyaksikan pertandingan sepakbola. Aku memutus hubungan dari segalanya. Aku dirundung duka, kesedihan, dan yang aku ingin lakukan hanyalah menyendiri,”

Selain tak ingin berkomunikasi dengan segala hal yang berkaitan dengan sepak bola, Neymar juga mengaku bahwa momen tersebut adalah yang paling menyedihkan sepanjang kariernya. Hatinya hancur karena gagal membuat sejarah bersama Timnas Brasil.

Ia mengaku sulit untuk bersentuhan dengan bola. Namun, Ia selalu percaya bahwa Tuhan akan terus memberinya kekuatan.

Bisa dipahami mengapa kekalahan dari Belgia begitu membekas di hati Neymar. Selain karena gagal meraih mimpi untuk menjuarai Piala Dunia, Brasil tampil sangat dominan di pertandingan tersebut. Tim Samba mencatatkan 57 persen penguasaan bola, berbanding Belgia dengan 43 persen. Jumlah percobaan tembakan yang dilakukan Brasil pun jauh lebih banyak dari Belgia. Neymar dan kawan-kawan tercatat melakukan tembakan sebanyak 26 kali. Sementara Belgia, mereka hanya melakukan percobaan tembakan sebanyak 8 kali.

Terus membombardir pertahanan Belgia, Brasil nyatanya tetap tak mampu menyarangkan sebiji gol pun.

Setelah menjalani masa-masa sulit dalam kariernya, kini Neymar sudah melupakan kekalahan menyakitkan tersebut. Perlu diketahui bahwa kebangkitan Neymar tak luput dari peran orang-orang tersayangnya. Mantan pemain Barcelona itu mengaku tak ingin keluarganya ikut bersedih karenanya.

Ia bertahan, dan selalu mencoba untuk terus menampilkan yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *