Alasan Tevez Menghkhianati MU

Alasan Tevez Menghkhianati MU

Carlos Tevez menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Kekuatan serta kecepatan yang dimiliki membuat pemain bertinggi 173cm ini ditakuti banyak pemain lawan. Bermain bersama beberapa klub besar Eropa, Carlos Tevez telah diakui sebagai penyerang handal yang rajin mencetak gol.

Memulai karier di Boca Juniors, Tevez kemudian bergabung dengan Corinthians. Menjadi pemain terbaik liga versi Konfederasi Sepak Bola Brasil, bakatnya tercium hingga ke Benua Biru. Hanya semusim di Brasil, Tevez dan rekan senegaranya, Javier Mascherano, bergabung dengan klub Premier League, West Ham United.

Terus tampil gemilang, Tevez langsung menggebrak dengan menjadi pemain terbaik The Hammers. Karena tertarik dengan telentanya, manajer MU, Sir Alex Ferguson berniat untuk memboyong pemain asal Argentina itu ke Old Trafford, Hingga tepat pada 10 Agustus 2007, Tevez resmi berseragam United dengan status pinjaman.

Setelah diikat sebagai pemain permanen milik setan merah, Carlos Tevez terus menampilkan permainan gemilang. Gaya bermainnya yang tak mau kalah sangat memberi dampak besar bagi MU. Bersama Ronaldo dan Wayne Rooney, Carlos Tevez sukses membentuk trio mematikan.

Namun, kisahnya bersama Manchester United tak berakhir manis. Ia membelot ke klub tetangga dan dianggap sebagai penghianat oleh para penggemar Manchester United.

Bahkan, Patrice Evra sempat mengamuk saat tahu Tevez pindah ke Manchester City. Evra tak paham dengan keputusan Tevez. Selain itu, ia sudah menganggap Tevez sebagai salah satu sahabat terbaiknya.

“Carlos Tevez adalah teman dekatku. Tapi aku tidak senang ketika ia bergabung dengan Manchester City. Aku benar-benar kesal karena dia adalah pemain hebat.”

“Ada dua sisi untuk cerita ini, di satu sisi aku mengerti itu adalah sepak bola sehingga hal seperti ini bisa menjadi rumit, tapi di sisi lain aku tidak suka kalau dia pindah ke City,”

Menyusul kontroversi kepindahannya ke Manchester City. Carlos Tevez mengaku jika saat itu dirinya tak kunjung disodori kontrak oleh United. Padahal, dia sudah menjadi pilar penting di tiap pertandingan dan tak jarang mencetak gol. Total, ia sudah mencetak 34 gol dari 99 pertandingan bersama setan merah.

Performa apik Tevez juga berperan penting dalam keberhasilan United dalam memenangkan dua titel Liga Inggris, satu trofi Piala Liga, satu titel juara Liga Champions, dan satu trofi Piala Dunia Antarklub.

Saat diwawancara, Tevez mengatakan,

“Aku menghabiskan 2 tahun di MU. Dan Ferguson baru memberitahuku bahwa mereka ketika itu berencana untuk menyodori kontrak agar aku bertahan,”

“Kami masuk final Champions League di Roma (2009), tapi aku masih tidak mendapat kontrak. Kemudian aku pergi ke City dan mereka mengajukan protes, namun aku tidak pernah mendapat tawaran untuk bertahan di United dan aku pikir, aku bebas untuk pergi.”

Ketika itu, Tevez sepertinya ingin membersihkan namanya di mata suporter United yang menudingnya sebagai pengkhianat. Namun nampaknya, seruan dukungan kepadanya telah berubah secara permanen menjadi sebuah cacian.

Bahkan bukan hanya suporter United yang kecewa, manajer United, Sir Alex Ferguson, pun disebut sangat kecewa dengan keputusan Carlos Tevez.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *