Segala Hal Tentang Catalan dan Referendum

Segala Hal Tentang Catalan dan Referendum

Gerard Pique memutuskan untuk pensiun pada 2018 lalu. Namun belum lama ini, Pique mendapat panggilan dari Tim Nasional Catalan. Timnas Catalan memang tidak masuk dalam anggota FIFA. Namun, mereka cukup aktif dalam menggelar pertandingan uji coba. Para pemainnya pun punya nama besar. Sebagian adalah pemain yang pernah membela Barca, salah satunya Gerard Pique.

Pada senin 25 maret lalu, Pique tampil bersama Catalan yang melakukan uji coba melawan Venezuela. Nama-nama lain yang juga dipanggil pada laga tersebut adalah Martin Montoya, Marc Bartra, Aleix Vidal hingga Bojan Krkic.

Lalu bagaimana kisah yang melatarbelakangi referendum dan permintaan kemerdekaan yang digaungkan publik Catalan?

Tagar #CatalanReferendum sempat meramaikan linimasa media sosial sekitar Oktober 2017 lalu. Seperti yang bisa ditemukan di banyak laporan, rakyat Catalan melakukan referendum untuk menentukan nasib kemerdekaan yang mereka perjuangkan agar bisa lepas dari pemerintah dan kerajaan Spanyol.

Hal serupa juga pernah terjadi di Tanah Air. Pada 1999, konflik yang juga melibatkan banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia antara Indonesia dan Timor Leste, menghasilkan keputusan yang tidak mengejutkan. Sebanyak 78,5 persen warga Timor-Timur, sesuai data yang dirilis pemerintah Indonesia kala itu, sepakat untuk memilih lepas dari Indonesia. Sejarah kemudian mencatat bahwa salah satu provinsi di NKRI, kini menjadi negara merdeka dengan nama Timor Leste.

Di Catalan sendiri, konflik bermula ketika bangsa asli yang mendiami wilayah Catalan lebih menganggap dirinya sebagai orang Prancis dan sedikit Jerman. Beberapa wilayah di Catalan bahkan mengunakan bahasa Perancis sebagai bahasa keseharian mereka. Lalu, mereka juga memiliki corak budaya tersendiri yang mana lebih akrab dengan Prancis ketimbang Spanyol.

Selain itu, isu tersebut juga ditengarai oleh jumlah pajak yang harus disetorkan pemerintah Catalan kepada Spanyol terlalu besar.

Hal lain yang mendasari permasalahan ini adalah rakyat Catalan sudah sejak lama tidak mengasosiasikan diri sebagai bagian dari Spanyol. Kekayaan dan berkembangnya Barcelona menjadi kota metropolitan yang maju di Spanyol, kemudian membuat Catalan merasa jika mereka tetap mampu berdiri walau tak menjadi bagian dari Spanyol.

Dalam konflik ini, nama-nama pemain seperti Xavi Hernandez dan Gerard Pique pernah sesekali menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Catalan. Kala itu, Pique bahkan siap mengundurkan diri dari Timnas Spanyol apabila konfik tersebut akan mengganggu kestabilan tim.

Dari perbedaan budaya, masalah ekonomi, hingga politik permusuhan dengan pusat itulah yang membuat Catalan keukeuh ingin referendum.

Akan tetapi, pemerintah Spanyol menganggap bahwa referendum yang diinginkan Pemerintah Catalan tidak konstitusional dan membuat Mahkamah Konstitusi Negeri Matador menangguhkan pemungutan suara tersebut.

Hingga tepat pada 21 Desember 2017 lalu, Carles Puigdemont yang menjadi pemimpin Catalan mengumumkan kemerdekaan Catalan dari Spanyol setelah menang suara mayoritas dalam pemilihan regional yang digelar atas keputusan Madrid.

Dari hasil penghitungan suara, seperti dikutip dari Al Jazeera, parlemen Catalonia memenangkan 70 kursi dari persyaratan 68 kursi sebagai mayoritas.

Mengenai Tim Nasonal sepak bola Catalan, secara teknis tim ini bukanlah tim nasional yang bisa ambil bagian di kompetisi resmi antarnegara. Namun mereka pernah membuat heboh dunia sepak bola pada 2009. Pada saat itu, legenda Belanda dan mantan manajer Barcelona, Johan Cruyff, menerima tawaran untuk menjadi pelatih tim nasional Catalonia.

Berbagai tim nasional bergengsi juga pernah menerima tawaran uji tanding di stadion Camp Nou. Diantaranya Argentina pada tahun 2008, Nigeria di tahun 2013, dan yang terbaru adalah Venezuela yang digelar beberapa waktu lalu.

Federasi sepak bola Catalan juga menggelar ajang tahunan turnamen sepak bola Copa Catalunya. Kejuaraan tersebut diikuti klub-klub dari berbagai liga tingkat amatir maupun profesional di region Catalonia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *