Mengenal Moise Kean, Wonderkid Italia Yang Berbakti Pada Ibunya

Mengenal Moise Kean, Wonderkid Italia Yang Berbakti Pada Ibunya

Moise Kean sedang menjadi perbincangan setelah tampil memukau bersama Tim Nasional Italia. Pemuda 19 tahun itu mengukir rekor pribadi saat berhasil menjebol gawang Finlandia pada laga kualifikasi Euro 2020. Kean sukses memanfaatkan umpan dari Ciro Immobile untuk kemudian dikonversi menjadi gol.

Dilansir Football Italia, dirinya kini menjadi pemain termuda kedua sepanjang sejarah yang berhasil mencetak gol untuk Gli Azzurri. Ketika itu, Kean menjebol gawang Finladia di usia 19 tahun 23 hari.

Tak berhenti sampai disitu, Moise Kean kembali beraksi saat Italia tampil garang di laga melawan Liechtenstein. Anak asuh Roberto Mancini menggelontorkan sebanyak enam gol tanpa balas. Dan satu dari gol yang disarangkan, berasal dari kaki Moise Kean.

Moise Bioty Kean, lahir pada 28 Februari 2000 di Vercelli, Italia. Orang tuanya berasal dari Pantai Gading. Saat ini, Kean tercatat sebagai pemain Juventus dan Timnas Italia. Pada November 2016, Kean menjadi pemain pertama kelahiran 2000-an yang bermain di Liga Champions.

Perlu diketahui bahwa kelahiran Kean merupakan sebuah keajaiban. Hal itu dingkap oleh ibunya, Isabelle.

“Apakah kalian tahu mengapa kami memanggilnya Mose (Musa) di rumah? Karena kelahirannya sendiri merupakan keajaiban. Dokter telah memberi tahu bahwa aku tak bisa lagi memiliki anak. Aku menangis dan berdoa,”

“Giovanni (kakak Kean) juga meminta kepadaku seorang adik kecil. Pada suatu malam aku memimpikan Moses, dia datang membantuku dan empat bulan kemudian, aku hamil lagi,” tutur Isabelle seperti dilansir dari Football Italia.

Karena hal itulah, Kean sangat menyayangi ibunya. Ia merasa berhutang dengan apa yang telah terjadi pada sang ibu. Hidup sebagai keluarga yang sangat sederhana, Kean terus mengungkapkan rasa sayangnya kepada sang ibu. Ia bahkan tak segan untuk memberi orang tersayangnya itu sebuah kejutan.

Berkat kerja keras dan bimbingan dari ibunya, Kean diterima di Juventus. Dirinya merasa sangat senang karena itu merupakan anugerah yang tak disangka. Ia lantas memberi tahu ibunya yang sedang bekerja dan berkata,

“Ibu tidak perlu bekerja lagi. Ibu bisa hidup bersamaku di Turin”

Mengawali karier di klub Asti pada 2007. Kean pindah ke tim muda Torino. Lalu pada 2011, Kean memutuskan hijrah ke Juventus U-17. Menjadi penggawa muda Juventus bukan hal mudah bagi Kean, ia harus berjuang untuk bisa bermain.

Sering memulai pertandingan dari bangku cadangan membuat Kean hanya bermain sebanyak 11 kali bagi tim muda Juventus. Dipinjamkan ke Hellas Verona, permainan Kean perlahan membaik. Ia dipercaya oleh Allenatore Verona untuk mendapat kesempatan bermain sebanyak 20 kali.

Kembali ke Juventus dan menjadi salah satu pemain di skuat utama, harga jual Kean meroket. Dilansir dari laman transfermarkt, Kean punya nilai jual hingga 15 jt euro atau sekitar lebih dari 240 miliar rupiah. Harga itu naik hampir 25 kali lipat dari sebelumnya saat ia masih bernilai 10 miliar rupiah.

Karena dinilai telah berhasil mencapai apa yang diinginkan, Kean terus dinasehati oleh sang ibu. Katanya, Kean harus selalu mendengar saran dari pelatih serta rekan-rekan setimnya yang lebih berpengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *